0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan8 halaman

Termometer, Pemuaian, dan Kalor: Panduan Lengkap

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan menggunakan skala yang berbeda-beda seperti Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin. Termometer mengukur suhu berdasarkan titik tetap es mencair dan air mendidih.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan8 halaman

Termometer, Pemuaian, dan Kalor: Panduan Lengkap

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan menggunakan skala yang berbeda-beda seperti Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin. Termometer mengukur suhu berdasarkan titik tetap es mencair dan air mendidih.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Termometer

 adalah alat mengukur suhu.


 Pada termometer ada 2 acuan yaitu titik tetap bawah dan titik tetap atas. Titik bawah yaitu
pada saat es mencair (air membeku) dan titik atas pada saat air mendidih.
 Skala suhu ada 4 macam yaitu: skala Celcius, skala Reamur, skala Fahrenheit, dan
skala Kelvin.
 Ketetapan acuan pada tiap skala suhu seperti berikut:

 Untuk mengkonversi suhu dari skala x menjadi y dapat menggunakan rumus:


( T x −T bx ) ( T y −T by )
=
( T ax−T bx ) ( T ay −T by )
 Untuk konversi 4 skala diatas dapat menggunakan:
T C T R ( T F −32 ) ( T K −273 )
= = =
5 4 9 5

Contoh Soal
1. Tentukan 400R menjadi Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin.
2. Sebuah termometer dengan skala  X memiliki titik beku air pada -40 C dan
o o

titik didih air 160 C. Pada saat termometer tersebut terbaca 15 X maka pada
o o

termometer skala Celcius terbaca …

Pemuaian
 pemuaian dapat didefinisikan sebagai bertambahnya ukuran suatu benda yang terjadi
karena perubahan  suhu zat tersebut.
 Pemuaian pada zat padat dibagi 
1. Pemuaian Panjang
Contoh yang menerapkan pemuaian panjang antara lain:
 Pemuaian kabel listrik
 Pemuaian rel kereta api
 Pemuaian jaringan listrik dan telepon
 Pemuaian plat bimetal
Rumus Pemuaian:
∆ L=Lo × α × ∆ T
∆ L=Lt−Lo
Lt =Lo × ( 1+α × ∆ T )
Dimana
∆ L = perubahan panjang (m)
Lo = Panjang awal (m)
Lt = Panjang akhir (m)
α = koefisien muai panjang (/0C)
∆ T = perubahan suhu (0C)
2. Pemuaian Luas
Contoh dari pemuaian luas misalnya Pemuaian kaca jendela

Rumus Pemuaian:
∆ A= Ao × β × ∆T
∆ A= At − Ao
At = A o × (1+ β × ∆T )
β=2 × α
Dimana
∆ A = perubahan luas (m)
Ao = luas awal (m)
At = luas akhir (m)
β = koefisien muai luas (/0C)
∆ T = perubahan suhu (0C)
α = koefisien muai panjang (/0C)

3. Pemuaian Volume

Rumus Pemuaian:
∆ V =V o × γ ×∆ T
∆ V =V t −V o
V t =V o × ( 1+ γ ×∆ T )
γ=3 × α
Dimana
∆ V = perubahan volume (m)
V o = volume awal (m)
V t = volume akhir (m)
γ = koefisien muai volume (/0C)
∆ T = perubahan suhu (0C)
α = koefisien muai panjang (/0C)

Contoh Soal:
1. Sebuah baja memiliki panjang 1200 cm. Berapakah panjang akhir baja itu, jika terjadi
perubahan suhu sebesar 50°C? (αbaja= 12 × 10-6 °C-1)
2. Sebuah bola yang memiliki volume 60 m3 dipanaskan hingga mencapai temperatur
110oC. Jika pada kondisi awal, kondisi tersebut memiliki temperatur 10oC, tentukanlah
volume akhir bola tersebut setelah terjadi pemuaian (diketahui α = 17 × 10-6/0C).
3. Sebatang besi yang panjangnya 50 cm pada suhu 20 oC, dipanaskan sampai mencapai
suhu 120 oC. Hitunglah pertambahan panjang dan panjang akhir pada suhu 120 oC!
4. Sebuah lempengan besi yang luasnya mula-mula 20 cm2 pada suhu 30 oC, kemudian
lempengan besi dipanaskan hingga mencapai 110 oC. Jika koefisien muai panjang besi
adalah 0,000012 /oC. Berapakah luasnya sekarang?
5. Volume besi pada suhu 40 oC adalah 125 cm3. Jika koefisien muai panjang besi
0,000012 /oC, berapakah volume pada suhu 60 oC?
6. Sebuah benda yang terbuat dari baja memiliki panjang 1000 cm. Berapakah pertambahan
panjang baja itu, jika terjadi perubahan suhu sebesar 50°C?
7. Pada suhu 30oC sebuah pelat besi luasnya 10 m2. Apabila suhunya dinaikkan menjadi
90oC dan koefisien muai panjang besi sebesar 0,000012/oC, maka tentukan luas pelat besi
tersebut!
8. Pada suhu 20oC, panjang kawat besi adalah 20 m. Berapakah panjang kawat besi tersebut
pada suhu 100oC jika koefisien muai panjang besi 1,1 × 10-5/oC?
9. Sekeping aluminium dengan panjang 40 cm dan lebar 30 cm dipanaskan dari 40oC sampai
140oC. Jika koefisien muai panjang aluminium tersebut (α) adalah 2,5 × 10-5 oC, tentuan
luas keping aluminium setelah dipanaskan.
10. Sebuah besi bervolume 1 m3 dipanaskan dari 0oC sampai 1.000oC. Jika massa besi pada
suhu 0oC adalah 7.200 kg dan koefisien muai panjangnya 1,1 ×10-5/oC, hitunglah massa
jenis besi pada suhu 1.000oC.
11. Sebuah kuningan memiliki panjang 1 m. Apabila koefisien muai panjang kuningan adalah
19 × 10-6/K, tentukan pertambahan panjang kuningan tersebut jika temperaturnya naik
dari 10oC sampai 40oC?
12. Sebuah batang aluminium memiliki luas 100 cm2. Jika batang aluminium tersebut
dipanaskan mulai dari 0oC sampai 30oC, berapakah perubahan luasnya setelah terjadi
pemuaian? (Diketahui: α = 24 × 10–6/K).
13. Sebuah bola yang memiliki volume 50 m3 jika dipanaskan hingga mencapai temperatur
50oC. Jika pada kondisi awal, kondisi tersebut memiliki temperatur 0oC, tentukanlah
volume akhir bola tersebut setelah terjadi pemuaian (diketahui α = 17 × 10-6/K).
14. Sebatang besi yang panjangnya 80 cm, dipanasi sampai 50oC ternyata bertambah panjang
5 mm, maka berapa pertambahan panjang besi tersebut jika panjangnya 50 cm dipanasi
sampai 60oC?
15. Sebuah bejana tembaga dengan volume 100 cm3 diisi penuh dengan air pada suhu 30oC.
Kemudian keduanya dipanasi hingga suhunya 100oC. Jika αtembaga = 1,8 × 10-5/oC
dan γ air = 4,4 × 10-4/oC. Berapa volume air yang tumpah saat itu?
16. Pada suhu 0oC suatu logam mempunyai panjang 75 cm. Setelah dipanasi hingga shu
100oC, panjangnya menjadi 75,09 cm. Berapakah koefisien muai panjang logam tersebut?
17. Sebuah plat yang terbuat dari aluminium dengan luas mula-mula 40 cm2 mempunyai suhu
5oC. Apabila plat tersebut dipanaskan hingga 100oC, berapakah pertambahan luas
aluminium tersebut?
18. Volume air raksa pada suhu 0oC adalah 8,84 cm3. Jika koefisien muai volume air raksa
adalah 1,8 × 10-4/oC, berapakah volume air raksa setelah suhunya dinaikkan menjadi
100oC?
19. Sebatang pipa besi pada suhu 20oC mempunyai panjang 200 cm. Apabila pipa besi
tersebut dipanasi hingga 100oC dan koefisien muai panjangnya 1,2 × 10-5/oC, hitunglah
pertambahan panjang pipa besi tersebut.
20. Sebatang besi dengan panjang 4 m dan lebar 20 cm bersuhu 20oC. Jika besi tersebut
dipanaskan hingga mencapai 40oC, berapakah luas kaca setelah dipanaskan? ( α = 12 ×
10-6 /oC)

Pengertian Kalor
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang bisa berpindah dari benda dengan suhu yang lebih tinggi
ke benda yang bersuhu lebih rendah jika keduanya dipertemukan atau bersentuhan. Dua benda
yang memiliki suhu yang berbeda ketika dipertemukan maka akan muncul kalor yang mengalir atau
berpindah.

Besarnya kalor dapat dihitung dengan persamaan:

Q=m. c . ∆T
Atau

Q=C . ∆ T
C=m . c
dimana

Q = kalor (J)

m = massa (kg)

c = kalor jenis (J/kg 0C)

C = kapasitas kalor (J/0C)

∆ T = perubahan suhu (0C)

Soal

1. Sebuah benda bersuhu 5⁰C menyerap kalor sebesar 1500 joule, kemudian suhunya menjadi naik
menjadi 32⁰C. Berapa kapasitas kalor benda tersebut?
2. Berapa kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 2 kg air dengan suhu 23 ⁰C menjadi 100 ⁰C,
jika diketahui kalor jens air adalah 1000 J/kg⁰C?
3. Kalor yang dibutuhkan oleh 3 kg zat untuk menaikkan suhunya dari 10 oC sampai 80oC adalah
9,45 kJ. Berapakah kalor jenis zat tersebut?

Kalor dalam perubahan wujud.


Selain mengalami peningkatan suhu benda, benda menerima atau melepaskan kalor akan
menyebabkan perubahan wujud benda.

1. Kalor Lebur
Kalor lebur adalah kalor yang diperlukan untuk meleburkan/mencairkan benda atau sebaliknya.
Q=m. Les

Q : Kalor (J)
m : massa benda (kg)
Les : Kalor Lebur (J/kg)

2. Kalor Uap
Kalor Uap adalah kalor yang diperlukan untuk mengubah air menjadi uap atau sebaliknya.
Q=m. Luap

Q : Kalor (J)
m : massa benda (kg)
Luap : Kalor uap (J/kg)
Perhatikan grafik sebuah es yang dipanaskan pada grafik dibawah ini.

Pada lintasan A-B : es dipanaskan akan mengalami peningkatan suhu.

Titik B : kondisi masih tetap semua berwujud es.

Pada lintasan B-C : es dipanaskan akan berubah menjadi air, wujud campuran es dan air.

Titik C : kondisi berwujud air.

Pada lintasan C-D : air dipanaskan akan mengalami peningkatan suhu, wujudnya air.

Titik D : kondisi semua berwujud air.

Pada lintasan D-E : air dipanaskan akan mendidih, wujudnya air dan uap (gas).

Titik E : kondisi semua berwujud uap (gas).

Pada lintasan E-F : gas dipanaskan akan mengalami peningkatan suhu.

Asas Black
Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh Joseph Black. Bunyi
Asas Black adalah sebagai berikut:

“Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama
dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah”.

Energi selalu kekal sehingga benda yang memiliki temperatur lebih tinggi akan melepaskan energi
sebesar QLepas dan benda yang memiliki temperatur lebih rendah akan menerima energi sebesar
QTerima dengan besar yang sama. Secara matematis, pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai
berikut.

Qlepas =Qterima

Soal
1. Air sebanyak 0,5 kg yang bersuhu 100oC dituangkan ke dalam bejana dari aluminium yang
memiliki massa 0,5 kg. Jika suhu awal bejana sebesar 25 oC, kalor jenis aluminium 900 J/kg oC, dan
kalor jenis air 4.200 J/kgoC, maka tentukan suhu kesetimbangan yang tercapai! (anggap tidak ada
kalor yang mengalir ke lingkungan)
2. Botol termos berisi 230 gram kopi pada suhu 80 oC. Kemudian ditambahkan susu sebanyak 20
gram bersuhu 5oC. Jika tidak ada kalor pencampuran maupun kalor yang terserap botol termos
dan kalor jenis kopi = susu = air = 1,00 kal/g oC, maka berapakah suhu keseimbangan campuran?

Macam-macam Perpindahan Kalor


1. Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi terjadi dengan melewati zat perantara seperti logam
tanpa disertai perpindahan partikel- partikel secara permanen di dalam zat itu sendiri.
Contohnya ketika memanaskan ujung logam, maka ujung logam lainnya juga ikut panas. Hal
ini terjadi karena adanya hantaran kalor dari suhu yang tinggi menuju suhu yang lebih
rendah. 
Q k . A . ( T 2−T 1 )
H= =
t d
H : Laju aliran Kalor

Q : Banyaknya kalor yang mengalir

t : waktu

k : konduktivitas

A : Luas penampang

T 2, T 1 : Suhu permukaan

d : tebal konduktor

Soal

Batang logam dengan panjang 2 meter memiliki luas penampang 20 cm 2 dan perbedaan suhu kedua
ujungnya 50oC. Jika koefisien konduksi termal 0,2 kal m -1 s-1 oC-1 tentukan laju aliran kalor !

2. Konveksi

Konveksi adalah salah satu perpindahan kalor yang melewati suatu zat disertai dengan
perpindahan bagian-bagian zat- zat itu sendiri. 
Q
H= =h . A . ( T 2−T 1 )
t
H : Laju aliran Kalor

Q : Banyaknya kalor yang mengalir

t : waktu
k : koefisien konveksi

A : Luas penampang

T 2, T 1 : Suhu permukaan

Soal

Suatu fluida dengan koefisien konveksi termal 0,01 kal m -1 s-1 oC-1, memiliki luas penampang aliran 20
cm2. Jika fluida tersebut mengalir dari dinding yang bersuhu 100 oC ke dinding lainnya yang bersuhu
20oC dan kedua dinding sejajar, berapakah besar kalor yang dirambatkan ?

3. Radiasi

Radiasi adalah perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara sama sekali.
Radiasi tidak sama dengan konduksi dan konveksi dalam memindahkan kalor. Perpindahan
kalor secara radiasi tidak selalu mengharuskan kedua benda untuk bertemu atau saling
bersentuhan karena kalor tersebut dapat berpindah tanpa zat perantara. Itu artinya kalor
akan dipancarkan ke semua arah oleh sumber panas dan kemudian mengalir ke semua arah
yang bisa dituju. 
Q 4
H= =σ . e . A . T
t
H : Laju aliran Kalor

Q : Banyaknya kalor yang mengalir

t : waktu

k : koefisien konveksi

A : Luas penampang

T 2, T 1 : Suhu permukaan

Soal

1. Sebuah lampu pijar m enggunakan kawat wolfram dengan luas 10 -6 m2 dan emisivitasnya 0,5.
Bila bola lampu tersebut berpijar pada suhu 1000 K selama 5 sekon (σ = 5,67 . 10 -8 W m-1 K-4),
Hitunglan jumlah energi radiasi yang dipancarkan!

Anda mungkin juga menyukai