0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan5 halaman

Pengendalian Intern di Bioskop XXII

Tugas ini membahas internal control over financial reporting, perbedaan antara test of control dan substantive test, kelima elemen pengendalian intern menurut COSO, serta kasus pengendalian intern di bioskop yang menerapkan sistem ticketing untuk mencegah kecurangan.

Diunggah oleh

Theresia Alda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan5 halaman

Pengendalian Intern di Bioskop XXII

Tugas ini membahas internal control over financial reporting, perbedaan antara test of control dan substantive test, kelima elemen pengendalian intern menurut COSO, serta kasus pengendalian intern di bioskop yang menerapkan sistem ticketing untuk mencegah kecurangan.

Diunggah oleh

Theresia Alda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Personal ke-1

Week 2
Financial Audit

Oleh :

Theresia Alda-2301959956

Program Studi S1 Akuntansi

Binus Online Learning

ACCT6253 – Financial Audit


Essay
1. Jelaskan yang disebut dengan internal control over financial reporting
=>  
Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) merupakan pengendalian yang
spesifik dirancang untuk memberi keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan
sudah andal dan sesuai dengan akuntansi pemerintahan. Oleh karena itu, penerapan PIPK
sangat penting untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Pengendalian
Internal atas Pelaporan Keuangan merupakan suatu proses yang dirancang dan
dilaksanakan oleh manajemen perusahaan dalam rangka mencapai keandalan laporan
keuangan, efisiensi, dan efektivitas operasi, serta kepatuhan terhadap peraturan yang
berlaku untuk memberikan keyakinan yang memadai.

2. Manakah yang terlebih dahulu dilakukan oleh auditor, pengujian atas pengendalian intern
(test of control) atau pengujian atas laporan keuangan (substantive test)? Jelaskan
jawaban Anda!
=>
Yang terlebih dahulu dilakukan oleh auditor adalah pengendalian intern (test of control)
karena test of control merupakan prosedur audit yang umum di lakukan untuk
mengetahui apakah system pengendalian yang dilakukan organisasi sudah berjalan
efektif. Pengujian pengendalian atau test of control dilakukan untuk memperoleh bukti
audit tentang efektivitas rancangan dan operasi kebijakan atau prosedur struktur
pengendalian internal. Sedangkan pengujian substantif merupakan langkah ketiga dari
tahap pelaksanaan pemeriksaan. Pengujian substantive meliputi prosedur-prosedur audit
yang dirancang untuk mendeteksi monetary errors atau salah saji yang secara langsung
berpengaruh terhadap kewajaran saldo-saldo laporan keuangan.

3. Jelaskan kelima elemen pengendalian intern menurut COSO!


=>

ACCT6253 – Financial Audit


Komponen-komponen pengendalian internal menurut COSO antara lain:
1. A control environment (lingkungan pengendalian).
Merupakan tanggung jawab manajemen puncak untuk menyatakan dengan jelas nilai-
nilai integritas dan kegiatan tidak etis yang tidak dapat ditoleransi.
2. Risk assessment (penaksiran resiko).
Perusahaan harus mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menciptakan
resiko bisnis dan harus menentukan bagaimana caranya mengelola resiko tersebut.
3. Control activities (kegiatan pengendalian).
Untuk mengurangi terjadinya kecurangan, manajemen harus merancang kebijakan dan
prosedur untuk mengidentifikasi resiko tertentu yang dihadapi perusahaan.
4. Information and  communication (informasi dan komunikasi).
Sistem pengendalian internal harus dikomunikasikan dan diinfokan kepada seluruh
karyawan perusahaan dari atas hingga bawah.
5. Monitoring (pemantauan).

Kasus
4. Bioskop XXII memiliki kasir yang bertugas menerima pembayaran tiket dari penonton
dan mengoperasikan sebuah mesin yang mengeluarkan tiket yang memiliki serial
number. Setelah menerima tiket dari kasir, penonton akan membawa tiket ke pintu studio,
dimana didepan pintu terdapat penjaga pintu yang akan meminta tiket, kemudian
menyobek tiket menjadi dua bagian.

Bagian pertama diberikan kepada penonton, sedangkan bagian lainnya dipegang oleh
penjaga pintu kemudian dimasukan kedalam kotak kaca yang dikunci, yang terletak
didepan pintu masuk studio. Kunci kotak kaca tersebut dipegang oleh Manajer yang akan
mencocokan jumlah uang yang diterima dengan potongan tiket yang terkumpul di kotak
kaca.

Pertanyaan:
a. Indikasikan dan jelaskan komponen pengendalian intern yang diterapkan di bioskop
XXII ini!

ACCT6253 – Financial Audit


=>
Dalam kasus ini proses ticketing merupakan media yang digunakan untuk merekam
penggunaan wewenang untuk memberikan otoritas terlaksananya transaksi dalam
perusahaan bioskop tersebut. Oleh karena itu, penggunaan proses ticketing harus di
awasi sedemikian rupa guna mengawasi pelaksanaan otorisasi. Di lain pihak, tiket
merupakan dokumen yang di pakai sebagai dasar untuk pencatatan transaksi dalam
catatatan akuntansi. Kemudian pihak bioskop melakukan pencegahan double tiket yang
terjadi, dimana terdapat 2 atau lebih tiket dengan nomor yang sama. Sehingga
denganpengoperasian mesin yang mengeluarkan tiket dengan serial number, maka
system penjualan tiket, termasuk pembayaran dapat terdeteksi dengan baik dan kejadian
double tiket juga akan berkurang secara signifikan.

b. Apabila terjadi risiko kolusi antara kasir dan penjaga pintu, skenario apa yang dapat
dilakukan oleh kasir dan penjaga pintu, dengan asumsi penonton berintegritas!
=>
Maka kasir dapat melakukan manipulasi dengan mencuri kas dengan menjual tiket
secara manual dan melaporkan tiket yang telah dijual sebagai data yang hilang akibat
Mesin yang error dan bersekongkol dengan penjaga pintu agar dapat memberikan
keterangan yang sama pada saat di klarifikasi dengan mengambil semua potongan tiket
kemudian membuang beberapa tiket yang terjual secara manual untuk memastikan
bahwa tiket tersebut tidak ada dalam kotak kaca. Dengan demikian, klaim dari kasir
terhadap kesalahan teknis pada system tersebut dapat terklarifikasi.

c. Anda sebagai internal auditor pada Bioskop XXII tersebut. Dengan mengetahui
kemungkinan adanya kolusi antara kasir dan penjaga pintu, prosedur audit apa yang
dapat dilakukan untuk mengungkap potensi kecurangan tersebut!
=>
Proses audit yang akan dilakukan adalah :
-Mengambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penerimaan kas dan melakukan
pemeriksaan terhadap dokumen yang ada.

ACCT6253 – Financial Audit


-Memeriksa bukti yang digunakan dan pertanggungjawaban atas bukti yang di buat
tersebut. (Bukti dokumentasi terhadap tiket yang secara tidak sengaja tercetak karena
kesalahan teknis dari mesin error sesuai dengan klaim dari kasir. Dengan demikian,
tiket harus berada dalam kondisi yang utuh dan dapat dipastikan bahwa kesalahan
teknis tersebut tidak disengaja di keluarkan dari jurnal [Link] adanya
pengecekan yang dilakukan oleh manajemen terhadap bagian laporan keuangan
(Pemberian cap pada saat diserahkan tiket kepada pembeli juga harusnya dilakukan
agar dapat menjadi pembeda apakah itu tiket resmi atau tidak).

d. Diasumsikan bahwa ketiga fungsi di atas sudah dipisahkan dengan orang yang berbeda
baik untuk bagian tiket, penjaga pintu, dan manajer melakukan penghitungan untuk
menjamin independensi. Apakah pemisahan fungsi tersebut sudah menjamin tidak
adanya kecurangan? Jelaskan jawaban anda!
=>
Pemisahan fungsi tidak menjamin tidak ada nya kecurangan, namun pembebanan
tanggung jawab ke orang yang berbeda untuk memberikan otorisasi ditunjukan untuk
mengurangi kesempatan bagi seseorang dalam posisi baik untuk berbuat kecurangan
dan sekaligus menyembunyikan kekeliruan dan ketidakberesan dalam menjalankan
tugasnya pada saat keadaan normal. Dengan demikian, system pengendalian intern
yang efektif memiliki peranan penting karena system pengendalian intern merupakan
prosedur atau system yang di rancang untuk mengontrol, mengawasi, mengarahkan
organisasi agar dapat mencapai suatu tujuan.

ACCT6253 – Financial Audit

Anda mungkin juga menyukai