0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan47 halaman

STEM

OK
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan47 halaman

STEM

OK
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIT PEMBELAJARAN STEM

Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah


Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)


Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP)
in Science
UNIT PEMBELAJARAN STEM
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair
Hidroponik

Penanggung Jawab
Dr Indrawati

Penulis
Heri Setiadi, [Link].
Dini Siti Anggraeni, [Link]., [Link].

Penelaah
Dr Sediono Abdullah

Penyunting
Zuhe Safitra, [Link].

Perancang Grafis
Octo Litadiputra Reinaldy, [Link].

Penata Letak
Amalia Yuliana, [Link].

Penerbit
SEAMEO QITEP in Science

Tahun Cetak
2020

Hak Cipta©2020
Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)
Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and
Education Personnel (QITEP) in Science
Kata Sambutan

KATA SAMBUTAN

SEAMEO Regional Center for QITEP in Science sebagai salah satu center SEAMEO yang diberi mandat
untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang Sains, telah menunjukkan
kiprahnya untuk melaksanakan mandat nya melalui berbagai kegiatan penngkatan kapasitas pendidik
dan tenaga kependidikan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan pendidik.
Di dalam melaksanakan kegiatan pelatihan tidak terlepas dari komponen-komponen pendukung, salah
satu komponen yang harus diperhatikan adalah materi pelatihan. Bagaimana agar peserta pelatihan
dapat menguasai materi pelatihan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diharapkan dalam suatau pelatihan, bergantung pada bagaimana materi pelatihan dikemas dan
dikembangkan.
Pengemasan materi pelatihan dalam bentuk modul-modul, merupakan salah satu upaya yang baik yang
dilakukan oleh Center, untuk itu saya menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap upaya
peningkatan untuk memenuhi agar sistem pelatihan terlaksana dengan baik. Semoga modul-modul
dan unit pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kepada peserta untuk mencapai standar kompetensi guru, baik standar
kompetensi profesional terkait penguasaan materi pelajaran maupun kompetensi pedagogi yang terkait
bagaimana membelajarkan peserta didik, serta kompetensi lainnya yaitu bagaimana guru harus
melaksanakan penilaian.
Semoga modul-modul ini bermanfaat bagi guru-guru sains.

Jakarta, Agustus 2021

Dr Gatot Hari Priowiryanto


Koordinator SEAMEO Centres Indonesia

iii
Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Untuk membelajarkan peserta didik memiliki keterampilan abad 21, pembelajaran yang harus dilakukan
guru pun harus berorientasi pada pembelajaran abad 21, yaitu yang memiliki karakteristik atau prinsip-
prinsip: 1) pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik; 2) peserta didik dibelajarkan untuk
mampu berkolaborasi; 3) materi pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari, pembelajaran harus memungkinkan peserta didik terhubung dengan kehidupan
sehari-hari mereka; dan 4) dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang
bertanggung jawab.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad 21
tersebut adalah pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau disingkat dengan
STEM. STEM merupakan suatu pendekatan dimana Sains, Teknologi, Enjiniiring, dan Matematika
diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata,
pembelajaran STEM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip
Sains, Teknologi, Enjiniring, dan Matematika digunakan secara integrasi untuk mengembangkan
produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.
Besar harapan kami, Unit Pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar dan alternatif
buku sumber bagi guru-guru yang mengajar IPA dalam menyusun rencana pembelajaran IPA berbasis
STEM. Dengan tersusunnya Unit Pembelajaran ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih
kepada Ibu/Bapak Tim Penyusun, Ibu/Bapak Guru pengujicoba Unit di sekolah, Ibu/Bapak Dosen selaku
penelaah dari Universitas Pendidikan Indonesia dan PUSDATIN Kemdikbud. Proses Pengembangan
Unit Pembelajaran ini meskipun sudah dilakukan melalui tahapan telaahan pakar dan uji keterbacaan
oleh guru, namun bila masih ditemukan kekurangan dan kelemahan, kami mohon Bapak/Ibu pengguna
dapat memberikan masukan melalui email secretariat@[Link] serta melakukan
penyempurnaan terhadap unit-unit yang telah dikembangkan di atas, sehingga dihasilkan bahan ajar
yang memadai.
Bandung, Mei 2021
Direktur SEAMEO QITEP in Science,

Dr Indrawati, [Link]
NIP 196112021986032001

iv
Daftar Isi

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN iii


KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN
A. Penjelasan Umum 1
Pembelajaran STEM pada topik Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk
B. 2
Organik Cair Hidroponik
C. Deskripsi Unit Pembelajaran 3
BAB II. PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN STEM
A. Tujuan Pembelajaran 4
B. Analisis S-T-E-M yang terintegrasi pada pembelajaran 4
C. Desain Pembelajaran STEM 5
D. Kemampuan Prasyarat 7
E. Pengembangan Keterampilan Abad 21 11
1. Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah 11
2. Berpikir Kritis dan Inovatif 12
3. Kolaboratif 12
4. Komunikatif 12
F. Pengembangan Perilaku Ilmiah dan Karakter 12
G. Skenario Pembelajaran 12
H. Sumber Belajar 18
I. Alat dan Bahan 18
BAB III PENILAIAN
A. Teknik dan Bentuk Penilaian 20
B. Instrumen Penilaian 21
1. Penilaian Sikap 21
2. Penilaian Pengetahuan 25
3. Penilaian Keterampilan ( Proses Pengerjaan Proyek dan Produk) 34
DAFTAR PUSTAKA 36
LAMPIRAN 37

v
Daftar Isi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tumpeng Gizi Seimbang 10

vi
Daftar Isi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Analisis Materi Pembelajaran STEM pada topik Sistem Pencernaan Makanan 4
Tabel 2.2 Desain Pembelajaran STEM pada topik Sistem Pencernaan Makanan melalui 5
proyek diversifikasi menu sarapan sesuai prinsip gizi seimbang

vii
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Penjelasan Umum

Penguasaan ilmu eksakta, terutama di bidang sains, teknologi, enjiniring, dan matematika (STEM),
memiliki peran penting di dunia pendidikan. Integrasi bidang-bidang keilmuwan tersebut diharapkan
menjadi kunci sukses bagi pembangunan suatu negara, terutama dalam rangka persaingan
pengembangan karir pekerjaan/ketrampilan abad 21 di tataran global. Istilah STEM diluncurkan oleh
National Science Foundation Amerika Serikat pada tahun 1990-an sebagai tema gerakan reformasi
pendidikan dalam keempat bidang disiplin tersebut untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia
yang menguasai bidang-bidang STEM, mengembangkan warga negara yang melek STEM, serta
meningkatkan daya saing global AS dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011). Pendekatan STEM
tentu saja melibatkan ilmu lainnya sebagai penunjang, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa, Seni,
dll (Bybee, 2010; Sanders, 2009).
Beberapa negara di Benua Asia kemudian mulai mengembangkan STEM di negaranya untuk mulai
mengejar ketertinggalan, seperti Jepang, Korea, India, Thailand, Malaysia, Filipina, termasuk Indonesia.
Pendidikan STEM sebagai suatu pendekatan interdisiplin pada pembelajaran memberikan peluang
kepada guru untuk memberi gambaran kepada peserta didik pentingnya konsep, prinsip, dan teknik
dari sains, teknologi, enjiniring, dan matematika digunakan dalam konteks nyata secara terintegrasi
dalam pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan STEM diharapkan bisa membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu
bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis, serta meningkatkan kemampuan komunikatif,
kolaboratif atau pemecahan masalah, sehingga mampu menghadapi tantangan global serta mampu
meningkatkan perekonomian negara, sekaligus untuk mewujudkan proyeksi Indonesia sebagai negara
perekonomian terbesar ketujuh di dunia pada 2030.
Pendidikan sains yang diarahkan ke pendekatan pembelajaran STEM memberikan peluang kepada
guru untuk mengembangkan pembelajaran sains menjadi lebih bermakna. Dimana pada pembelajaran
menggunakan pendekatan STEM, peserta didik difasilitasi dan diarahkan agar mampu melakukan
pengembangan diri dalam hal kreatifitas dan inovasi produk.
Penyajian pembelajaran dengan pendekatan STEM pada unit ini disajikan sesuai karakteristik
pembelajaran STEM yakni mengikuti alur berpikir engineer yang dikenal dengan istilah Engineering
Design Process (EDP). Salah satu alur EDP yang disarankan Anne Jolly (2017) meliputi Ask, Research,
Imagine, Plan, Create dan Improve. Pada tahap Ask peserta didik diminta mengidentifikasi
masalah/tantangan dan kriteria dari solusi yang dipersyaratkan. Pada imagine peserta didik diminta
mengumpulkan informasi, saling bertukar pikiran tentang berbagai solusi dan menentukan satu solusi
terbaik. Pada Plan peserta didik diminta mendesain gambar/sketsa, menuliskan alat dan bahan yang
akan digunakan untuk pemecahan masalah atau tantangan. Selanjutnya pada tahap Create peserta
didik membuat produk sesuai desain dan mengujinya dan berdasakan hasil ujicoba peserta didik
diminta untuk melakukan improve yaitu menganalisa apakah sudah berhasil/tidak, modifikasi produk
untuk hasil yang lebih baik.
Unit pembelajaran ini berisi pedoman dan contoh untuk guru dalam menyajikan pembelajaran
menggunakan pendekatan STEM pada materi Bioteknologi dengan tema Aplikasi Bioteknologi
Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik untuk

1
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

jenjang SMP kelas IX di semester 2. Model yang digunakan dalam unit STEM ini adalah model
pembelajaran model pembelajaran 5E dari Bybee dengan objek inovasi yang dibuat peserta didik
adalah merancangan dan membuat pupuk organik cair berbahan dasar limbah organik. Adapun Sintaks
dari model pembelajaran 5E, yaitu engagement (keterlibatan), exploration (eksplorasi), explanation
(penjelasan), elaboration (elaborasi), dan evaluation (evaluasi) yang dirancang untuk tiga kali
pertemuan.

B. Pembelajaran STEM pada topik Pencemaran Lingkungan

Unit pembelajaran Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi
Pupuk Organik Cair Hidroponik ini berisi pedoman untuk guru dalam menyajikan materi Bioteknologi
menggunakan pendekatan STEM yang terintegrasi dengan kurikulum 2013. Adapun unit yang
dirancang untuk peserta didik jenjang SMP kelas IX di semester 2. Kompetensi dasar yang harus dicapai
melalui pembelajaran ini meliputi: KD 3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam
kehidupan manusia dan KD 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di
lingkungan sekitar.
Pembelajaran dan penilaian pada topik Pencemaran Lingkungan menggunakan pendekatan STEM
memerlukan alokasi waktu 6 jam pelajaran (JP) dan dibagi menjadi 3 pertemuan dengan asumsi per
minggu diorganisasikan satu kali Tatap Muka (TM) selama 2 JP. Pembelajaran STEM pada topik
Pencemaran Lingkungan mengangkat isu upaya siswa untuk memberikan solusi nyata berkaitan
dengan limbah organik yang dihasilkan baik di rumah maupun di kantin sekolah. Isu ini sejalan dengan
tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yakni Memastikan pola konsumsi dan Produksi
yang berkelanjutan. Indonesia telah berkomitmen untuk menangani sampah dan limbah. Hal ini
tercermin pada dari Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Peraturan ini
mengamanatkan pemerintah sampai pemerintah daerah harus mampu mengelola 100% (pengurangan
limbah 30% dan penanganan limbah 70%) dari limbah padat yang dihasilkan secara nasional pada
tahun 2025.
Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik akan diminta untuk memberikan solusi kreatif
dan inovatif untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang berdaya guna melalui aplikasi
bioteknologi konvensional berupa fermentasi. Limbah yang digunakan adalah sampah organik, seperti
cangkang telur, kulit pisang, sisa sayuran yang terbuang, dll. Adapun solusi dan inovasi produk yang
dihasilkan dibatasihanya pada Pupuk Organik Cair (POC) yang nantinya dapat digunakan sebagai
alternatif pengganti cairan AB mix yang menjadi sumber nutrisi (pupuk) pada budidaya tanaman
menggunakan teknik hidroponik. Peserta didik dapat merekayasa komposisi limbah dan proses
fermentasi yang dilakukan pada pembuatan POC.
Setelah itu, peserta didik mengujicobakan POC pada tanaman hidroponik yang ditanam pada instalasi
sederhana buatan sendiri dengan memanfaatkan barang bekas, seperti botol bekas air mineral dan kain
flanel. Formula POC yang berhasil diaplikasikan pada instalasi hidroponik sederhana dapat digunakan
pada instalasi hidroponik sekolah. Selain itu, hasil panen sayuran hidroponik dijual kepada civitas
akademika sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Hasil penjualan yang terkumpul
digunakan untuk pembelian bibit baru dan mengembangkan unit produksi sekolah.
Melalui unit pembelajaran ini diharapkan peserta didik bisa termotivasi untuk memberikan solusi nyata
bagi lingkungan melalui aplikasi bioteknologi konvensional dalam upaya mengurangi dampak dari
pencemaran lingkungan sesuai dengan jenjangnya. Aspek keterampilan abad 21 diharapkan dapat
terlatihkan untuk mewujudkan pelajar Indonesia sesuai dengan profil pelajar pancasila, menjadi
pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.

2
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Topik ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik serta mengajak partisipasi aktif
generasi muda dalam isu penanganan sampah. Adanya perubahan perilaku dan mindset masyarakat
khususnya generasi muda merupakan hal yang begitu penting. Remaja dapat menjadi agen perubahan
dan memulai langkah kecil dengan memilah sampah di rumah, membuang sampah pada tempatnya,
dan mulai mengolah sampah menjadi hal yang memiliki nilai lainnya.

C. Deskripsi Unit Pembelajaran

Unit pembelajaran STEM ini disusun sebagai pedoman bagi guru IPA SMP dalam mengembangkan
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan penilaian. Unit pembelajaran STEM ini disusun sebagai
pedoman bagi guru IPA SMP dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan
penilaian. Unit pembelajaran ini terdiri dari empat bagian yaitu: Bagian I Pendahuluan, Bagian II
Pembelajaran dengan Pendekatan STEM, Bagian III Penilaian dan Bab IV Penutup serta Lampiran. Bab
I memuat penjelasan umum, pembelajaran STEM dan deskripsi unit pembelajaran. Bab II memuat
Tujuan Pembelajaran, Analisis Materi Pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Engineering dan
Matematika), Desain pembelajaran dengan pendekatan STEM, Kemampuan Prasyarat, Pengembangan
Keterampilan Abad 21, Pengembangan nilai-nilai, Skenario Pembelajaran, Sumber Belajar, Alat dan
Bahan. Bab III memuat Penilaian yang penilaian pada pembelajaran STEM dan instrumen penilain.
Lampiran berupa Lembar Kegiatan yang digunakan untuk mendukung pembelajaran STEM, bahan
bacaan esensial bagi guru atau daftar referensi yang dapat dipelajari peserta didik pada saat mengikuti
pembelajaran berbasis STEM, Tips dan trik implementasi pembelajaran dengan topik/proyek STEM dan
foto-foto implementasi pembelajaran.

3
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

BAB 2

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN STEM

Pada bab II pada unit ini akan diuraikan tujuan pembelajaran, analisis aspek STEM yang teritegrasi
dalam pembelajaran, desain pembelajaran STEM yang menjelaskan tahap-tahap EDP dan model
pembelajaran yang dirancang, kemampuan prasyarat yang harus dimiliki peserta didik sebelum
pembelajaran ini, pengembangan keterampilan abad 21 dan nilai-nilai yang dikembangkan pada
peserta didik melalui pembelajaran, contoh skenario pembelajaran, sumber belajar serta alat dan bahan
yang digunakan pada pembelajaran STEM pada topik aplikasi bioteknologi konvensional pada
pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair hidroponik.

A. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran STEM, peserta didik dapat:


1. Melalui kegiatan observasi, peserta didik dapat menganalisis jenis limbah organik yang dihasilkan
di rumah dan lingkungan sekolah;
2. Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang dapat ditimbulkan dari
timbunan sampah organik di lingkungan;
3. Melalui diskusi, peserta didik dapat memberikan solusi terkait upaya menanggulangi permasalahan
limbah organik melalui penerapan bioteknologi konvensional;
4. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merancang formulasi komposisi limbah organik yang
akan dibuat pupuk organik cair sebagai upaya penanganan limbah;
5. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat merancang prosedur pembuatan pupuk organik cair
berbahan baku limbah organik;
6. Melalui kegiatan eksperimen, peserta didik dapat mengujicoba kualitas produk pupuk organik cair
yang dihasilkan pada tanaman hidroponik;
7. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan produk
pupuk organik cair yang dihasilkan;

B. Analisis S-T-E-M yang terintegrasi pada pembelajaran

Analisis STEM berikut ini merupakan deskripsi dari aspek sains yang terkait dengan pembelajaran pada
topik aplikasi bioteknologi konvensional pada pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair
hidroponik, teknologi yang digunakan dan dilatihkan, proses engineering yang dilatihkan kepada siswa
dan matematika yang diterapkan pada pembelajaran. Analisis STEM pada tema ini tertera pada tabel
2.1

4
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Tabel 2.1. Analisis Materi Pembelajaran STEM pada topik aplikasi bioteknologi konvensional pada
pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair hidroponik
ASPEK URAIAN
Faktual:
• Limbah organik dapat dimanfaatkan Kembali menjadi sumber nutrisi bagi
tumbuhan;
• Produk organik lebih sehat dikonsumsi;

Konseptual:
• Ekosistem dan Keseimbangan Lingkungan.
• Pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan

Sains
Prosedural:
(S)
Prosedur merancang dan membuat pupuk organik cair berbahan dasar limbah
organik sekolah.

Metakognitif:
Memahami konsep yang terkait dengan baik, mampu merencanakan dan
memilih strategi dalam merancang proses pembuatan pupuk organik cair,
mampu memonitor progress rancangan dan melakukan koreksi serta
menganalisis keefektifan pupuk organik cair tersebut.

• Siswa melakukan studi literatur menggunakan internet (penggunaan


gawai, laptop. dll.) untuk mencari informasi.
Teknologi • Siswa membuat fermentor sederhana untuk pembuatan pupuk organik
(T) cair dan instalasi hidroponik sederhana untuk mengetahui efektivitas pupuk
organik cair.

Siswa merancang desain pupuk organik cair dan membuat, menguji coba,
Engineering mengkomunikasikan dan melakukan upaya perbaikan produk berdasarkan hasil
(E) ujicoba dan masukkan dari berbagai pihak terkait produk pupuk organik cair
berbahan limbah organik rumah tangga atau yang ada di lingkungan sekolah
• Menghitung anggaran produksi pupuk cair organik berbahan limbah kantin
sekolah.
• Menganalisis pengaruh pupuk cair organik terhadap pertumbuhan sayuran
Matematika (M)
hidroponik melalui fungsi logaritmik
• Perhitungan konsentrasi nutrisi, perhitungan biaya produksi
• Rasio makro dan mikronutrien

C. Desain Pembelajaran STEM

Pembelajaran topik Bioteknologi melalui proyek Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan
Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik dengan pendekatan STEM dalam unit ini
dirancang dengan menggunakan model 5E (Bybee, 2009) seperti pada tabel 2.2. Karakteristik utama
dalam rancangan pembelajaran dengan pendekatan STEM ini adalah adanya Desain rekayasa proses
(engineering design process) yang dibelajarkan kepada peserta didik sesuai dengan alur yang
dikembangkan oleh NASA (2018).

5
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Tabel 2.2. Desain Pembelajaran STEM pada topik Bioteknologi melalui proyek Aplikasi Bioteknologi
Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Sintak Model Deskripsi Alur


Deskripsi Pembelajaran
5E - Bybee Engineering Design Process
Fase 1: - Pada tahap ini peserta didik Ask
Engagement menyaksikan video tentang limbah Pada tahap ini, peserta didik
organik dan anorganik. belajar mengidentifikasi
- Guru mereview materi yang telah masalah yang disajikan dalam
dipelajari sebelumnya. bentuk video dan teks kasus,
- Peserta Didik melakukan diskusi kemudian menghubungkannya
terbuka tentang cara mengatasi dengan konsep yang telah
masalah limbah organik. dipelajari untuk mencari
penyelesaian terbaik untuk
mengolah limbah organik sesuai
dengan kriteria solusi yang
dipersyaratkan.
Fase 2: - Peserta didik mempelajari LKPD yang Imagine
Exploration diberikan. Pada tahapan imagine, peserta
- Peserta didik mencari informasi dari didik belajar untuk
internet mengenai alternatif mengumpulkan informasi
pengolahan limbah organik untuk melalui media internet, dan
memberikan solusi terbaik. melalui informasi antar teman
- Peserta didik bertukar informasi mengenai pengolahan limbah
berkaitan dengan ide/solusi organik.
pengolahan limbah organik dan setiap
anggota mengemukakan alternatif
rancangannya.
- Peserta didik mengemukakkan ide
kelompoknya untuk mengolah limbah
organik dalam diskusi kelas.
Fase 3: - Peserta didik mendiskusikan ide atau Plan
Explanation rancangan pembuatan pupuk organik Mengumpulkan berbagai ide
cair dengan mempertimbangkan dari setiap anggota kelompok
kriteria dan batasan yang diberikan. mengenai rancangan rancangan
- Peserta didik merancang komposisi pembuatan pupuk organik cair
limbah organik, alat dan bahan yang
dibutuhkan, serta membuat alur Peserta didik menentukan
pembuatan produk. rancangan terbaik yang akan
- Peserta didik mempresentasikan dibuat menjadi produk.
rancangan komposisi limbah organik
dan prosedur fermentasi pembuatan
pupuk.
Fase 4: - Peserta didik membuat POC dari desain Create
Elaborasi terbaik hasil diskusi kelompok. Pada tahap ini peserta didik

6
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

- Peserta didik mengamati proses Membuat pupuk sesuai dengan


fermentasi pupuk hingga selesai. komposisi bahan yang
- Peserta didik mengujicoba efektifitas dirancang dan istalasi fermentor
pupuk organik yang telah dibuat dengan nya untuk proses fermentasi.
mengaplikasikannya ke tanaman Test:
hidroponik yang sudah disiapkan Pada tahap ini, peserta didik
sebelumnya. belajar untuk menganalisa
- Peserta didik mencatat hasil percobaan keberhasilan proyek mereka
sederhana untuk penggunaan POC sesuai dengan kriteria yang
sebagai pengganti AB Mix. diminta berdasarkan hasil
pengamatan pertumbuhan
tanaman hidroponik sistem Wick
(sumbu)
Improve
Pada tahap ini peserta didik akan
menilai keberhasilan proyek dan
mengidentifikasi kekurangan
dari hasil ujicoba. Jika masih
terdapat kekurangan
berdasarkan masukan dari
kelompok lain, maka peserta
didik melakukan langkah-
langkah perbaikan dengan
dibimbing guru.
Fase 5: - Peserta didik mempresentasikan Peserta didik
Evaluasi proyek Aplikasi Bioteknologi mengomunikasikan produk dan
Konvensional Pada Pengolahan Limbah proses pembuatan proyeknya.
Organik Menjadi Pupuk Organik Cair
Hidroponik yang telah diujicobakan.

D. Kemampuan Prasyarat

Guru memahami
• Pembelajaran dengan pendekatan STEM.
• Pembelajaran dengan model Project Based Learning, model Problem Based Learning-STEM, dan
model 5E.
• Point-point pengetahuan prasyarat yang perlu diketahui dan difahami oleh peserta didik, seperti:
konsep bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern
• Penilaian pada pembelajaran model 5E dengan pendekatan STEM.

7
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Peserta didik
Pembelajaran dengan pendekatan STEM untuk materi Sistem pencernaan harus dibekali dengan
pengetahuan prasyarat, untuk point-point pengetahuan prasyarat yang perlu diketahui dan difahami
oleh peserta didik diantaranya:
• Pengetahuan Metode Ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan atau fenomena-
fenomena sains. Untuk langkah-langkah metode ilmiah, yaitu:
1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah.
2. Mengumpulkan keterangan dalam rangka untuk memecahkan masalah.
3. Menyusun dugaan/ hipotesa dalam rangka untuk mendapatkan jawaban sementara.
4. Menguji dugaan yaitu dengan cara melakukan suatu percobaan (eksperimen).
5. Menarik kesimpulan.
6. Melakukan pengujian kesimpulan dengan mengulang percobaan.

• Pengetahuan konseptual tentang limbah organik dan anorganik:


o Limbah organik atau bisa disebut juga sebagai limbah yang bisa didaur ulang berasal dari
makhluk hidup. Sebagai contoh limbah yang berasal dari makhluk hidup adalah limbah
makanan, limbah tanaman, hingga limbah kotoran makhluk hidup.
o Sedangkan ciri-ciri limbah organik sendiri adalah:
▪ Sampah berasal dari alam dan apabila itu olahan manusia, tidak melewati proses
pembuatan yang panjang dan mengandung banyak unsur kimiawi di dalamnya.
▪ Limbah mudah membusuk tanpa harus melewati proses pengolahan. Anda bisa
menemukan sampah yang akan hancur begitu saja meskipun hanya didiamkan
selama beberapa waktu tanpa melewati proses pengolahan apapun.
▪ Biasanya sampah-sampah organik memiliki kandungan air dalam jumlah yang
banyak. Air yang berada di dalamnya akan menguap terlebih dahulu hingga
mengering selama proses pembusukan terus berjalan.
▪ Bakteri pengurai yang ada di dalam tanah mampu menghancurkan sampah-
sampah sehingga menguburkannya dengan benar tidak akan mencemari kondisi
tanah yang ada di dalamnya.

• Pengetahuan konseptual tentang siklus/daur biogeokimia di alam. Siklus biogeokimia atau yang
biasa disebut dengan siklus organik-anorganik adalah siklus unsur-unsur atau senyawa kimia yang
mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus
unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia
dalam lingkungan abiotik sehingga disebut sebgai siklus biogeokimia. Siklus biogeokimia yang
terjadi di alam dapat berupa silkus air, siklus oksigen dan karbondioksida (karbon), siklus nitrogen,
dan siklus materi (mineral) yang berupa unsur-unsur hara.

• Peranan mikronutrient dan makronutrient bagi tumbuhan. Unsur-unsur makronutrien diantaranya


karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, fosfor, sulfur, kalium, kalsium, dan magnesium. Nitrogen
adalah penyumbang unsur terbesar dalam pertumbuhan, karena nitrogen adalah komponen
penting protein, asam nukleat, klorofil, dan molekul-molekul organik lainnya. Karbon, oksigen,
hidrogen, nitrogen, fosfor, sulfur merupakan unsur yang berperan sebagai komponen utama yang
membentuk struktur tumbuhan. Delapan unsur mikronutrien yang diperlukan tumbuhan adalah
klorin, besi, mangan, boron, seng, tembaga, nikel, dan molibdenum. Mikronutrien berfungsi utama
sebagai kofaktor yang berperan membantu pada reaksi enzimatik.

8
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

• Pengetahuan Bioteknologi:
o Bioteknologi berasal dari kata bio dan teknologi. Bioteknologi adalah teknologi dengan
menggunakan organisme dan agen biologis untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat,
baik berupa barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Dalam pelaksanaannya,
bioteknologi membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu, seperti biologi molekuler,
mikrobiologi, biokimia, genetika, enzimologi, ilmu pangan, dan fisiologi.
o Bioteknologi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan
bioteknologi modern.
o Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme
sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa. Contoh, penggunaan jamur dan bakteri
yang menghasilkan enzimenzim tertentu untuk melakukan metabolisme tubuh sehingga
diperoleh produk yang diinginkan. Contoh produk bioteknologi konvensional adalah tapai,
tempe, yoghurt, nata de coco, keju, dan kecap.
o Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern, seperti pada tabel
berikut:
No. Pembeda Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
1. Kemunculan Sejak ribuan tahun yang lalu Sejak ditemukannya struktur dan
fungsi DNA
2. Proses Tanpa rekayasa genetik, Ada rekayasa genetik (DNA)
Rekayasa masih menggunakan potensi
genetik alami mikroba.
3 Proses dan Proses kurang steril, masih Proses steril, perralatan modern,
hasil tradisional, Kualitas belum Kualitas terjamin
terjamin
4 Peranan Menggunakan hasil produksi Menggunakan mikroorganisme,
organisme Mikroorganisme secara makroorganisme, atau bagian-
langsung bagiannya untuk meningkatkan
kinerja genetik organisme

o Bioteknologi modern dalam produksi pangan dilakukan dengan menerapkan teknik


rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan
produk baru dengan cara membuat DNA baru. Manipulasi materi genetik dilakukan dengan
cara menambah atau menghilangkan gen tertentu. Contoh produk bioteknologi modern
adalah organisme transgenik dan Protein Sel Tunggal (PST).
o Manfaat bioteknologi bagi manusia antara lain menghasilkan bahan makanan yang lebih
mudah dicerna oleh tubuh, melalui rekayasa genetika mampu menciptakan bibit unggul
yang akan memberikan produk bermutu tinggi, misalnya tahan terhadap hama,
mengendalikan serangga perusak tanaman, dan lain-lain.
o Dampak bioteknologi yang merugikan bagi manusia, antara lain tidak dapat mengatasi
kendala alam dalam sistem budi daya tanaman misalnya hama, produk bioteknologi hasil
rekayasa genetika suatu organismedapat menyingkirkan plasma nutfah, yaitu suatu jenis
makhluk hidup yang masih memiliki sifat asli, dan produk makanan beralkohol
menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi.

9
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

E. Pengembangan Keterampilan Abad 21

Keterampilan abad 21 yang dikembangkan melalui pembelajaran dengan pendekatan STEM meliputi
berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Contoh berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikatif dan
kolaboratif dirinci sebagai berikut.

1. Berpikir Kritis dan memecahkan masalah


Peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan
membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi kandungan minronutrient dan makronutrient
yang terkandung dalam suatu limbah organic yang berpotensi difermentasi menjadi pupuk organic cair.
Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan
permasalahan yang dihadapinya secara mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk
menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait isu
lingkungan hidup dalam upaya mendukung gaya hidup berkelanjutan.

2. Berpikir kreatif dan inovatif


Peserta didik memperoleh sarana untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan
gagasan-gagasan baru kepada peserta didik yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap
perspektif baru dan berbeda pada saat diskusi.

3. Kolaboratif
Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih peserta didik untuk berkolaborasi dan
bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi, iur pendapat, saling
menghargai, serta pengendalian emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta
kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

4. Komunikatif
Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya,
baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya, ketika menyelesaikan masalah dari pendidiknya,
dan menyampaikan hasil proyeknya kepada teman-temannya.

F. Pengembangan Perilaku Ilmiah dan Karakter


Perilaku ilmiah peserta didik yang dikembangkan melalui pembelajaran dengan pendekatan STEM
pada topik ini menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, disiplin, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
komunikatif dalam merancang dan melakukan percobaan terkait topik aplikasi bioteknologi
konvensional pada pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair hidroponik. Adapun
Pendidikan karakter yang akan terbangun pada pembelajaran topik sistem pencernaan dengan
pendekatan STEM antara lain:
1) Religius: Menunjukan rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan YME atas adanya keteraturan dan
keseimbangan sehingga terciptanya berbagai produk untuk kehidupan sehari-hari;
2) Nasionalime: upaya pengolahan limbah organik merupakan wujud nyata dalam upaya menjaga
kualitas lingkungan.
3) Gotong Royong: Bekerjasama dalam melakukan percobaan dan diskusi pemecahan masalah
dalam perancangan proyek; Toleransi terhadap berbagai pendapat yang muncul saat berdiskusi,
Proaktif dalam kegiatan diskusi untuk memecahkan masalah;
4) Mandiri: Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, disiplin, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
komunikatif;

10
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

5) Integiritas: Jujur dalam melaporkan data hasil proyek dan tanggung jawab dalam pelaporan
tugas proyek.

G. Skenario Pembelajaran

1. Pendekatan, Model dan Metode


a. Pendekatan : STEM
b. Model : 5E (Engage, Explore, Explain, Elaboration, & Evaluate)
c. Metode : Diskusi, Eksperimen, pemberian tugas
d. Alokasi Waktu : 6 JP (6 x 45 menit)

2. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
Pertemuan ke-1 (2 JP x 45 Menit)
Pertemuan diawali dengan salam,
Pendahuluan menanyakan kabar, dan pengecekan
kesiapan peserta didik untuk belajar.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
kepada peserta didik.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 10’
yang harus dicapai pada kompetensi KD 3.7
dan KD 4.7
Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5
orang.

Kegiatan Inti Fase 1: Peserta didik diminta untuk mengamati 15’


Engagement video tentang suatu daerah di Jepang yang
sukses mengelola limbah organik dan
anorganik secara bertanggung jawab.
[Link]
ASKyjA&t=129s

Guru memberikan pertanyaan ill-define


problem:
o Informasi apa yang dapat kalian peroleh
dari video tersebut?

11
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
o Bagaimana dengan pengelolaan limbah
di rumah atau di sekolah ?
o Apakah limbah organik di rumah atau
kantin sekolah dapat diubah menjadi
produk yang bermanfaat?
o Bagaimana cara mengubah limbah
organik menjadi produk yang
bermanfaat?
Peserta didik diminta untuk mengemukakan
jawaban dari pertanyaan guru berdasarkan
pengamatan dan pengalamannya.
Guru membagikan LK-1 (terlampir)

Fase 2: • Guru meminta peserta didik untuk membaca 65’


Exploration LK-1 yang telah dibagikan.
• Peserta didik diminta untuk mempelajari
LKPD yang sudah dibagikan.
• Peserta didik diminta untuk menyelesaikan
LKPD secara berkelompok.
• Peserta didik diminta untuk mengumpulkan
informasi mengenai cara mengatasi limbah
organic.
• Peserta didik dibimbing dalam
menyelesaikan tugas yang ada dalam LKPD.
Guru memberikan peer assessment untuk
melihat keaktifan masing-masing peserta
didik dalam kelompok

Penutup Guru merefleksi hasil kegiatan pembelajaran. 10’


Peserta didik diberikan informasikan bahwa
LKPD harus diselesaikan untuk didiskusikan
minggu depan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.
Guru memberikan penugasan kepada
peserta didik untuk mencatat seluruh
makanan/minuman yang mereka konsumsi
selama satu minggu ke depan (sampai
pertemuan berikutnya).
Pertemuan ke-2 (2 JP x 45 Menit)
Pendahuluan Guru memberi salam dilanjutkan dengan 10’
menanyakan kabar peserta didik dan
kesiapan belajar.
Peserta didik dipersilahkan untuk duduk
berdasarkan kelompoknya.
Peserta didik diperiksa kehadiran oleh guru.
Guru memberikan apersepsi dan motivasi.

12
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
Kegiatan Inti Fase 3: Peserta didik mempresentasikan hasil 70’
Explanation diskusi mengenai desain solusi yang telah
dibuat secara berkelompok.
Peserta didik mendapatkan masukan dari
guru dan kelompok lain dalam diskusi kelas.
Peserta didik membuat POC dari desain
yang telah dibuat secara berkelompok di
luar jam pelajaran.
Fase 4: Guru menginformasikan kepada peserta
Elaborasi didik untuk mendokumentasikan seluruh
kegiatan dalam bentuk kolase foto atau
video.
Peserta didik mengaplikasikan POC ke
tanaman hidroponik yang sudah disiapkan
sebelumnya dengan mandiri
Peserta didik diminta untuk mengisi format
laporan percobaan secara berkelompok
dengan bertanggung jawab.
Peserta didik diminta untuk menyelesaikan
pembuatan pupuk organik hingga ujicoba
dalam rentang waktu 2 bulan.
Penutup Guru merefleksi hasil kegiatan 10’
pembelajaran.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.
Meminta kelompok menyiapkan alat dan
bahan masing-masing untuk pembuatan
pupuk pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pertemuan dengan salam.
Pertemuan ke-3 (2 JP x 45 Menit)
Pendahuluan Pertemuan diawali dengan salam, 10’
menanyakan kabar, dan pengecekan
kesiapan peserta didik untuk belajar.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mengkondisikan peserta didik dalam
kelompok.
Kegiatan Inti
Fase 5: • Peserta didik berkelompok 70’
Evaluasi mempresentasikan produk pupuk cair dan
hasil ujicobanya secara berkelompok.
• Peserta membahas kelebihan dan
kekurangan desain solusi yang
dipresentasikan oleh tiap kelompok.
• Menginformasikan peserta didik untuk
mengisi lembar penilaian diri dan penilaian
antar teman saat melaksakan kerja
kelompok.

13
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
Penutup Guru melakukan refleksi hasil kegiatan 10’
pembelajaran.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.

H. Sumber Belajar
Sumber belajar pada pembelajaran ini dapat menggunakan:
1. Internet literatur dari website, majalah ONLINE, atau laman terkait lainnya dengan kata kunci
pencarian: limbah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah organik, pupuk organik cair,
kandungan mineral pada tumbuhan.
2. Buku pegangan peserta didik IPA SMP kelas IX sesuai kurikulum 2013 Revisi tahun 2019
3. Sumber bacaan lainnya yang relevan.

I. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada pembelajaran ini adalah:


Alat:
1. Wadah Plastik bekas ukuran 2-5 liter
2. selang plastic
3. gunting
4. alat tulis
5. gawai untuk dokumentasi
Bahan:
1) Cangkang telur
2) Nasi sisa
3) Sayuran sisa
4) Gula merah
5) Gedebog pisang
6) Wadah
7) Alumunium foil
8) Bahan lain

14
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

BAB 3

PENILAIAN

Penilaian pada pembelajaran dengan pendekatan STEM meliputi penilaian sikap, keterampilan dan
pengetahuan.

A. Teknik dan Bentuk Penilaian

No Aspek Teknik Bentuk Instrumen


1. Sikap - Observasi Kegiatan Diskusi - Lembar Observasi
- Penilaian Diri - Format Penilaian
- Penilaian Antar Peserta Didik - Format Penilaian
- Jurnal - Catatan
2. Pengetahuan - Tes tertulis - Soal pilihan ganda
- Penugasan - Soal Uraian
3. Keterampilan - Penilaian Praktik - Lembar Pengamatan
- Penilaian Portofolio - Rubrik Penilaian
portofolio

Rincian Instrumen Penilaian per Pertemuan


Pertemuan 1
Aspek Sikap: Penilaian antar teman
Aspek Pengetahuan: penilaian LKPD

Pertemuan 2
Aspek Sikap: Teknik observasi kegiatan diskusi dengan instrumen lembar observasi
Aspek Pengetahuan: penilaian LKPD rancangan komposisi limbah yang akan difermentasi menjadi
pupuk organik cair dan rancangan fermentornya

Pertemuan 3
Aspek Sikap: Penilaian diri tentang sikap terhadap pembelajaran STEM, Penilaian antar teman.
Aspek Pengetahuan: Penilaian laporan proyek, penilaian LKPD
Aspek Keterampilan: Penilaian praktik pembuatan POC, Penilaian Produk

15
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

B. Instrumen Penilaian
Berikut contoh instrument penilaian pembelajaran STEM pada topik Aplikasi Bioteknologi Konvensional
Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik.

1. Penilaian Sikap
a. Pertemuan-1
CONTOH RUBRIK PENILAIAN ANTAR TEMAN
Topik/Subtopik : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah
Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Tanggal Penilaian :
Kelompok :

• Pernyataan di bawah ini untuk menilai teman sekelompok selama proses pembelajaran.
• Nilailah temanmu secara objektif.
• Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelaiaran
• Nilai yang diberikan untuk temanmu dalam skala 1 (nilai terendah) s.d. 10 (nilai tertinggi)
pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu dengan melingkari angka
yang tertera.
• Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu.

Perilaku Nama Nilai Komentar


Anggota

Komunikasi: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Temanmu secara 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
aktif berdiskusi dan
urung rembuk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
dalam pengerjaan
praktikum. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Manajemen Waktu: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Temanmu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mengatur waktu
pengerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pengujian bahan
makanan secara
efektif dan efisien. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

16
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

b. Pertemuan-2: Penilaian sikap pada saat diskusi

FORMAT PENILAIAN PADA KEGIATAN DISKUSI

Mata pelajaran : IPA


Kelas/semester :
Topik : Bioteknologi
Kegiatan diskusi : ………………………….
Indikator :

Peserta didik menunjukkan perilaku kerja sama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Berikan skor 1-4 pada setiap kolom sikap yang dinilai sesuai sikap peserta didik selama berdiskusi

Nama Peserta Jumlah


No Kerjasama Santun Rasa Ingin Tahu Komunikatif
didik Skor
1 ….
2 ….

17
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

c. Pertemuan-3: Lembar penilaian diri

PENILAIAN DIRI

Nama :______________ Kelas : _____________

Topik : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk
Organik Cair Hidroponik
Setelah menyelesaikan proyek, Kamu dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan
tanda  pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

No Pernyataan Sudah Memahami Belum Memahami


Memahami aplikasi bioteknologi di bidang
1
lingkungan
Memahami cara memanfaatkan limbah
2 organik menjadi produk lain yang lebih
bermanfaat.
Memahami pemecahan permasalahan
3 penanganan limbah organik rumah tangga
dan kantin sekolah.
Memahami keterkaitan konsep IPA yang telah
dipelajari saat pengerjaan pembuatan produk
4 dan proyek pengolahan limbah organik
menjadi pupuk organik cair hidroponik.

18
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

d. Penilaian antar teman

RUBRIK PENILAIAN ANTAR TEMAN

Topik/Subtopik :
Tanggal Penilaian :
Kelompok :

• Pernyataan di bawah ini untuk menilai diri kamu sendiri dan teman sekelompok selama proses
pembelajaran dan pengerjaan proyek.
• Nilailah temanmu secara objektif.
• Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelaiaran
• Nilai yang diberikan untuk temanmu dalam skala 1 (nilai terendah) s.d. 10 (nilai tertinggi) pada kolom
yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu dengan melingkari angka yang tertera.
• Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu.

Perilaku Nilai Komentar


Komunikasi:
Berdiskusi dan urung rembuk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
berbicara terkait keseluruhan
aspek dari proyek

Penelitian:
mengatur waktu
penelitian/pelaksanaan proyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
secara efektif dan efisien
menggunakan sumber yang
valid

Desain:
Peserta didik berkontribusi pada
Desain dan secara kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
memberikan sumbang saran
dalam penyempurnaan desain.

Pembuatan Produk:
Peserta didik berperan dalam 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pembuatan produk mulai dari
persiapan alat dan bahan hingga
proses pembuatan.

Presentasi:
Peserta didik membantu
persiapan presentasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(pembuatan slide, video, poster,
dll.),
Peserta didik menyajikan
dengan jelas dan
Efektif

19
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

2. Penilaian Pengetahuan
a. Pertemuan-3: Penilaian laporan Hasil Uji Coba Pupuk Organik
Lembar Penilaian Laporan Kelompok
Kelompok :
Kelas :
Tugas :
Tanggal :
No. Aspek Penilaian Skor Maksimal Perolehan Skor
1 Sistematika laporan 4 …
2 Kelengkapan laporan 4 …
3 Penggunaan Bahasa 4 …
4 Melakukan pengolahan data dan 4 …
melaporkan hasil.
5 Menginterpretasikan data untuk 4 …
menunjukkan adanya hubungan
antar variabel
6 Menyimpulkan hasil eksperimen 4 …
7 Presentasi laporan percobaan 4 …

Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimal x 100


Rubrik Penilaian Laporan Praktikum
1) Sistematika laporan
Skor Kriteria
4 laporan dibuat sesuai sistematika penulisan, jelas dan benar
3 laporan dibuat dengan benar tetapi kurang jelas
2 laporan dibuat kurang benar dan kurang jelas
1 laporan dibuat dengan sistematika yang salah

2) Penggunaan bahasa
Skor Kriteria
4 sangat baik dan sangat benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
3 baik dan benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
2 cukup baik dan cukup benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
1 kurang baik dan kurang benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)

3) Melakukan pengolahan data dan melaporkan hasil


Skor Kriteria
4 pengolahan data dan cara melaporkan hasil sangat baik
3 pengolahan data dan cara melaporkan hasil baik
2 pengolahan data dan cara melaporkan hasil cukup baik
1 pengolahan data dan cara melaporkan hasil kurang baik

20
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

4) Menginterpretasikan data untuk menunjukkan adanya hubungan antar variabel


Skor Kriteria
4 ada interpretasi data yang sangat jelas menunjukkan hubungan antar variabel.
3 ada interpretasi data yang cukup jelas menunjukkan hubungan antar variabel.
2 ada interpretasi data, namun kurang jelas menunjukkan hubungan antar variabel.
1 ada interpretasi data namun tidak menunjukkan hubungan antar variabel.

5) Menyimpulkan hasil eksperimen


Skor Kriteria
4 kesimpulan sangat tepat dan dibuat berdasarkan tujuan dan data yang diperoleh
3 kesimpulan tepat dan dibuat berdasarkan tujuan dan data yang diperoleh
2 kesimpulan cukup tepat dan dibuat berdasarkan tujuan namun tidak sesuai
dengan data yang diperoleh.
1 kesimpulan kurang tepat dan dibuat tidak berdasarkan tujuan dan data yang
diperoleh.

6) Presentasi laporan percobaan


Skor Kriteria
4 semua anggota kelompok aktif dan berusaha memberikan penjelasan dan
menjawab pertanyaan dengan benar.
3 semua anggota kelompok aktif akan tetapi kurang berusaha menjawab
pertanyaan dengan benar.
2 hanya beberapa anggota kelompok saja yang aktif namun ada usaha untuk
menjawab pertanyaan dengan benar.
1 hanya beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun kurang berusaha
untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

b. Soal pilihan ganda berjumlah 5 soal (soal tipe STEM) yang dimasukkan dalam penilaian
formatif, mencakup soal dengan kerangka indikator soal tipe STEM, seperti berikut:
■ Mengidentifikasi masalah yang dapat dipecahkan dengan teknologi;
■ Mengajukan beberapa alternatif solusi untuk suatu permasalahan;
■ Menggabungkan materi dan ide cerdas secara imajinatif sebagai jalan menghasilkan
solusi;
■ Merancang sebuah purwarupa (prototipe) dan menguji keberhasilan rancangan dalam
memecahkan permasalahan;
■ Mengevaluasi hasil pengujian, menganalisis, dan menginterpretasikan data hasil
percobaan;
■ Mengenali dan mengidentifikasi hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengubah dan
meningkatkan desain / purwarupa;
■ Mengkomunikasi ide/hasil dengan cara yang baru dan inovatif.

21
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Contoh pengembangan soal pilihan ganda dengan indikator soal STEM (dalam format kartu soal):

CONTOH-1:

Mata pelajaran : IPA


Kelas/Sem : IX/Genap

Kompetensi : 3.7 Memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan


Dasar manusia.

Masalah : Limbah organik

Proyek : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik


Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Materi : Bioteknologi

Indikator soal : 1. Disajikan informasi dalam bentuk bacaan, peserta didik dapat
menentukan permasalahan utama terkait pencemaran limbah organik.
(Soal Pilihan Ganda)
2. Disajikan informasi dalam bentuk bacaan, peserta didik dapat
menentukan kebenaran suatu informasi berdasarkan teks yang
diberikan. (Soal Pilihan Ganda Kompleks)

Rumusan Soal :

Perhatikan cuplikan informasi berikut!


Efek Rumah Kaca yang Dihasilkan Sampah Organik

Dibuangnya makanan sebagai sampah, bukan hanya persoalan rendahnya empati antar umat
manusia, tapi juga memperparah persoalan lingkungan hidup global. Harap dicatat, makanan
yang dibuang dan membusuk akan menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).
Gas metana yang dihasilkan dari fermentasi makanan yang membusuk, jumlahnya mencapai
10% dari gas metana yang ada di udara.
Jumlah tambahan chlorofluor carbon (CFC) tersebut kurang lebih sama dengan volume emisi gas
buang kendaraan bermotor. Bahkan, emisi gas metana dan karbon dioksida dari pembusukan
makanan yang dibuang sudah mencapai 6,7%, lebih besar dari total emisi gas buang yang
dihasilkan India yang hanya 6,4%. Peningkatan emisi gas buang tentu saja membawa dampak
negatif bagi kehidupan mahluk hidup, khususnya manusia. Tambahan gas metana dan karbon
dioksida itu termasuk gas rumah kaca atau (CFC) akan mempercepat peningkatan suhu udara
(global warming). Peningkatan suhu udara, akan menstimulus tumbuhnya berbagai jenis bakteri

22
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

dan virus, sehingga meningkatkan ancaman berbagai jenis penyakit terhadap kesehatan mahluk
hidup.
Sumber: [Link]
rumah-kaca-yang-dihasilkan-sampah-organik/

1. Permasalahan utama yang menjadi alasan perlunya solusi untuk pengolahan sampah organik
adalah…
A. Pembusukan sampah organik menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida
(CO2).
B. Peningkatan emisi gas membawa dampak negatif bagi kehidupan mahluk hidup.
C. Pembusukan sampah meningkatkan ancaman berbagai jenis penyakit bagi manusia.
D. Jumlah tambahan chlorofluor carbon (CFC) dari pembusukan meningkatkan suhu bumi.

KUNCI JAWABAN: A
2. Tentukan benar atau salah pernyataan berikut!
No. Pernyataan Benar/Salah
a. Proses pembusukkan sampah organic menghasilkan gas metana
BENAR
(CH4) dan karbon dioksida (CO2).
b. Penumpukan sampah organik di alam menambah akumulasi gas
BENAR
rumah kaca di atmosfer.

KUNCI JAWABAN: Benar, Benar

CONTOH-2:

Mata pelajaran : IPA


Kelas/Sem : IX/Genap
Kompetensi : 3.7 Memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan
Dasar manusia.
Masalah : Limbah organik
Proyek : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Materi : Bioteknologi
Indikator soal : Disajikan informasi dalam bentuk bacaan, peserta didik dapat mengajukan
alternatif solusi suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Rumusan Soal :
Tumbuhan mampu menyerap makronutrien dan mikronutrien dari dalam tanah untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangannya. Tabel berikut menunjukkan komposisi mineral pada
beberapa sayuran.

23
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Seorang siswa ingin menggunakan limbah sayuan dapur menjadi bahan baku pupuk organic
melalui fermentasi. Apabila siswa tersebut ingin membuat pupuk yang memiliki kadar Kalsium
dan fosfor yang tinggi, jenis limbah yang sebaiknya ia pilih adalah…
A. Kangkung
B. Bayam
C. Brokoli
D. Sawi putih

KUNCI JAWABAN: A

CONTOH-3:

Mata pelajaran : IPA

Kelas/Sem : IX/Genap

Kompetensi Dasar : 3.7 Memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam


kehidupan manusia.

Masalah : Limbah organik

Proyek : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah


Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Materi : Bioteknologi

Indikator soal : • Disajikan infografis pembuatan MOL, peserta didik dapat


menentukan benar atau salah sebuah pernyataan.
• Disajikan infografis pembuatan MOL, peserta didik dapat
menganalisis rancangan fermentor yang digunakan pada
pembuatan MOL.
• Disajikan infografis pembuatan MOL, peserta didik dapat
menentukan cara penggunaan pupuk organic cair.

24
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

• Disajikan infografis pembuatan MOL, peserta didik dapat


mengidentifikasi hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengubah
dan meningkatkan desain/purwarupa;

Rumusan Soal :

Pemanfaatan Sampah Organik


Menjadi Pupuk Cair MOL (Mikroorganisme Lokal)

MOL (Mikroorganisme Lokal) adalah kumpulan mikroorganisme yang biasa “diternakkan”,


fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. MOL
mengandung Azotobacter sp., Lactobacillus sp., ragi, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai
selulosa yang berfungsi dalam penguraian senyawa organik. Dengan MOL ini maka konsep
pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan. Bahan utama pembuatan MOL terdiri dari 3
jenis komponen, yaitu : Karbohidrat (Bisa dari Air cucian beras (Tajin), bisa dari nasi bekas (basi),
bisa dari singkong, kentang, gandum. Yang paling sering memang dengan air tajin, Glukosa (Bisa dari
gula merah bata diencerkan dengan air, bisa dari cairan gula pasir, bisa dari gula batu dicairkan, bisa
dari air gula dan air kelapa, Sumber Bakteri (Bisa dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk
atau sayur kemarin yang telah basi. Bisa juga dari bahan lain misalnya keong sawah yang ditumbuk,
buah-buahan yang busuk, bonggol pisang, dan eceng gondok dll, lalu bisa juga dari air kencing, atau
apapun yang mengandung sumber bakterinya). Infografis berikut berisi Langkah pembuatan MOL.

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, 2020

1. Berdasarkan informasi yang disajikan tentukan benar atau salah pernyataan berikut dengan
memberi tanda centang (V) untuk pernyataan yang benar atau tanda silang (X) untuk
pernyataan yang salah!
No. Pernyataan Benar/Salah
a. MOL dapat dibuat dengan mudah menggunakan limbah anorganik yang X
ada di dapur.
b. MOL dapat meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil V
panen.
c. Untuk setiap satu liter air kelapa diperlukan tambahan 1 buah gula X
merah.

25
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

d. Produk MOL yang sudah jadi menghasilkan pupuk organic cair yang X
memiliki bau busuk.

2. Langkah nomor berapakah yang memperlihatkan fermentor pembuatan MOL? Bagaimana


rancangan fermentor yang digunakan tersebut memastikan proses fermentasi pembuatan MOL
berlangsung dengan baik?
Langkah nomor 6, Rancangan tersebut sudah memastikan proses fermentasi berjalan dengan
baik dan aman. Kemungkinan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi sudah diantisipasi
dengan pemberian selang yang akan mengalirkan gas ke luar fermentor.

3. Menurut pendapatmu apakah pupuk organic cair yang dihasilkan dapat langsung digunakan
atau disemprotkan ke tanaman? Jelaskan alasanmu!
Pupuk yang dihasilkan belum dapat langsung diaplikasikan ke tanaman baik melalui
penyiraman ataupun dengan penyemprotan. Pupuk cair yang digunakan terlalu pekat sehingga
dapat menyebabkan kerusakan jaringan tumbuhan apabila langsung disemrotkan, sehingga
pupuk perlu diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan tertentu.

4. Seorang siswa membuat rancangan fermentor MOL yang dibuat menggunakan alat dan bahan
yang tersedia di rumah seperti pada gambar berikut!

Menurutmu hal apakah yang perlu diperbaiki dari rancangan fermentor yang dibuat? Jelaskan!
Hal yang perlu menjadi perbaikan desain tersebut antara lain:
• Perlu informasi yang jelas volume maksimal bahan yang akan difermentasi, sehingga
informasi 1/3 volume dan 2/3 volume disesuaikan dengan kapasitas tersebut.
• Sambungan selang plastik perlu dipastikan tidak bocor (bisa diberi plastisin, vaselin, atau
selotip PVC). Hal ini akan menentukan keberhasilan proses fermentasi oleh mikroba dalam
fermentor.
• Perlu diberikan dimensi (panjang, lebar, tinggi) dari gambar desain yang diberikan untuk
memperjelas informasi.
• Diberikan catatan alternatif bahan yang dapat digunakan untuk setiap detil komponen yang
ada dalam fermentor.

KUNCI JAWABAN: (ada di bawah soal)

26
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

CONTOH-4:

Mata pelajaran : IPA


Kelas/Sem : IX/Genap
Kompetensi : 3.7 Memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan
Dasar manusia.
Masalah : Limbah organik
Proyek : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Materi : Bioteknologi
Indikator soal : Disajikan hasil percobaan pengaruh pemberian pupuk organic terhadap
pertumbuhan tanaman, peserta didik dapat merekomendasikan jenis pupuk
yang paling sesuai untuk menunjang pertumbuhan.
Rumusan Soal :

Data berikut menunjukkan hasil pengujian empat jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman
Sawi (Brassica rapa subsp. pekinensis). Pengukuran tinggi sawi dilakukan selang 7 hari setelah
tanam (HST).

Jika anda diminta merekomendasikan dua jenis pupuk yang paling sesuai untuk pertumbuhan
tanaman sawi, maka pupuk yang direkomendasikan adalah…
A. pupuk kandang sapi dan kandang kambing
B. pupuk kandang ayam dan limbah kopi
C. pupuk kandang kambing dan kandang ayam
D. pupuk kandang sapi dan limbah kopi

KUNCI JAWABAN: C

27
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

CONTOH-5:

Mata pelajaran : IPA


Kelas/Sem : IX/Genap
Kompetensi : 3.7 Memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan
Dasar manusia.
Masalah : Limbah organik
Proyek : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Materi : Bioteknologi
Indikator soal : Disajikan contoh bentuk infografis terkait pembuatan pupuk organik cair,
peserta didik dapat mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki.

Rumusan Soal :
Perhatikan cuplikan infografis pada poster berikut!

Poster berikut dibuat untuk memberikan


informasi umum kepada masyarakat
terkait apa itu pupuk organik cair dan
proses pembuatannya secara sederhana.
Identifikasikah hal-hal apa sajakah yang
perlu diperbaiki dari poster tersebut!

Sumber: Departemen Pertanian, 2020


Alternatif Jawaban:
• Tanaman yang dijadikan contoh pada botol sebaiknya diganti dengan tanaman hidroponik
(selada, kangkong, dll.)
• Garis hitam pada cara pembuatan pupuk organic cair dijadikan tanda panah per tahap
sehingga lebih jelas.
• Perlu informasi tambahan pada bahan yang dapat dibuat pupuk apakah bahan-bahan tersebut
digunakan seseluruhnya atau hanya kombinasi terbatas dari bahan-bahan itu.
• dll.

28
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

3. Penilaian Keterampilan (Proses Pengerjaan Proyek dan Produk)


Rubrik Penilaian Proyek dan Produk

ASPEK MELEBIHI
SESUAI HARAPAN TIDAK SESUAI
KRITERIA HARAPAN SKOR
PENILAI HARAPAN (1)
(2)
AN (3)

Peserta didik Peserta didik Peserta didik


mempresentasikan mempresentasikan belum
kemampuan bernalar kemampuan bernalar mempresentasikan
secara jelas dan namun perlu kemampuan
tepat, manajemen penguatan, manajemen bernalar,
Presentasi waktu yang tepat, waktu yang tepat, rancangan yang
presentasi disajikan presentasi disajikan disajikan kurang
secara terstruktur dan belum terstruktur, logis,
jelas, alasan saintifik alasan saintifik belum
rancangan dapat jelas.
dibuktikan.
Peserta didik teliti Peserta didik teliti Peserta didik tidak
merinci komponen merinci komponen teliti dan tidak
bahan limbah organic bahan limbah organic merinci komponen
Rancangan
yang akan dijadikan yang akan dijadikan bahan limbah
komposisi
bahan baku proses bahan baku proses organic yang akan
limbah dan
Produk Final saat Pameran

fermentasi pada fermentasi pada dijadikan bahan


fermentornya
pembuatan pupuk. pembuatan pupuk baku proses
namun ada komponen fermentasi pada
yang kurang tepat. pembuatan pupuk.

Peserta didik Peserta didik Peserta didik tidak


menggunakan limbah menggunakan limbah menggunakan
Komponen organik dari rumah, organik dari rumah dan bahan limbah
bahan baku limbah kantin atau limbah kantin organik.
limbah sekolah, dan limbah sekolah.
organik organik lainnya yang
secara rancangan
cukup logis.

Selama diskusi dan Selama diskusi dan Peserta didik


pameran produk, pameran produk, memberi kritik
peserta didik banyak peserta didik banyak bagi kelompok
memberi kritik dan memberi kritik dan lainnya, namun
Berpikir masukan masukan membangun tidak mengikuti
kritis/problem membangun bagi bagi kelompok lain. saran dan
solving kelompok lain serta Menerima masukkan masukkan
memberi respon yang dari kelompok lainnya, kelompok lainnya
baik berdasarkan namun tidak ada upaya untuk perbaikan.
kritik dan masukkan perbaikan.
yang diberikan.
Rancangan komposisi Rancangan komposisi Rancangan
sesuai
Ranca

Kebut

Kalori
ngan

uhan

Orisinalitas
Nilai

dan
Gizi
nan

pupuk organik cair pupuk organik cair dari komposisi pupuk


dari limbah organik limbah organik tidak organik cair dari

29
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

dipikirkan dengan baru, memodifikasi limbah organik


baik dan merinci yang sudah ada, desain tidak jelas, tidak
semua komponen dipikirkan dengan baik, menggunakan
yang diperlukan namun belum merinci bahan limbah,
sesuai dengan kriteria semua komponen yang hanya meniru
kebutuhan diperlukan sesuai desain yang sudah
makronutrient dan dengan kriteria ada dan tidak
mikronutrient. kebutuhan memperhatikan
makronutrient dan kebutuhan
mikronutrient. makronutrient dan
mikronutrient.

Peserta didik Peserta didik Peserta didik


memperhitungkan memperhitungkan kurang
dengan baik dengan baik memperhitungkan
Perhitungan
perhitungan unsur N, perhitungan unsur N, P, dengan baik
komposisi
P, dan K yang dan K, namun perhitungan unsur
unsur N, P,
disesuaikan dengan perhitungannya perlu N, P, dan K.
dan K
kebutuhan dan tujuan perbaikan.
pemberian pupuk
organik cair nantinya.

Menggunakan alat Menggunakan alat dan Kurang


dan bahan yang bahan yang mudah memperhatikan
mudah diperoleh, diperoleh, namun ada penggunakan alat
Alat dan
minim biaya, limbah komponen yang harus dan bahan yang
Pemilihan
organik yang dibeli, namun mudah mudah diperoleh,
bahan
digunakan mudah didapat dan ada di murah, mudah
didapat dan ada di lingkungan sekitar. didapat dan ada di
lingkungan sekitar. lingkungan sekitar.

Peserta didik Peserta didik Peserta didik tidak


bekerjasama untuk bekerjasama untuk bekerjasama untuk
Kordinasi dalam kelompok selama

Kerjasama menyelesaikan menyelesaikan proyek; menyelesaikan


proyek; setiap peserta distribusi pekerjaan proyek dengan
(peserta didik didik berkontribusi tidak merata; baik; terlihat
pengerjaan proyek

menilai rekan aktif dan komunikasi dalam tim peserta didik


sejawat) berkomunikasi efektif kurang terbina. bekerja lebih
dalam kelompok. banyak daripada
yang lain.
Bekerjakeras dan Sebagian besar Tidak
efisien dalam bekerjakeras sesuai berkontribusi pada
Penyelidikan mempersipakan dengan waktu yang penyelidikan dan
desain, konstruksi, dialokasikan. penyelesaian
dan tampilan produk. proyek.

TOTAL

Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimal x 100

30
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik

Rubrik Penilaian presentasi :


Skor
IPK Aspek Skor
Maks
4.6.1 Isi dan layout presentasi
a. Konten atau isi 3
Skor 3 jika desain pembuatan POC baik
Skor 2 jika desain pembuatan POC cukup baik
Skor 1 jika desain pembuatan POC kurang baik
b. Lay out presentasi 1
Skor 1 jika lay out (tampilan) desain presentasi baik
Skor 0 jika lay out (tampilan) desain presentasi kurang baik
Penampilan presentasi 3
Skor 3 jika penampilan dalam menyampaikan ide baik
Skor 2 jika penampilan dalam menyampaikan ide cukup baik
Skor 1 jika penampilan dalam menyampaikan ide kurang baik
4.6.2 Pengamatan:
4.6.3 Skor 3 jika kinerja dalam percobaan baik
3
Skor 2 jika kinerja dalam percobaan cukup baik
Skor 1 jika kinerja dalam percobaan kurang baik
Nilai (skor/skor maks) x 10 100

31
Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Basagili, M.I. (2018). Gizi pada Remaja. Retrieved from [Link]:


[Link]
Bybee, R. W. (2010). Advancing STEM education: A 2020 vision. Technology and Engineering Teacher,
70(1), 30-35.
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunity. Arlington, VI: National
Science Teachers Association (NSTA) Press.
Capraro. Mary Margaret .2013. STEM Project-Based Learning. An Integrated Science, Technology,
Engineering, and Mathematics (STEM) Approach. Second Edition. Texas. SENSE PUBLISHERS
Hanover Research- District Administrative Practices. (October 2011). K-12 STEM Education Overview.
Washington, DC
Kemdikbud. 2016. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta:
Puskurbuk
KEMENKES. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Dirjen bina gizi.
Laboy-Rush, D. (2015, November 15). Integrated STEM Education through Project-Based Learning.
Retrieved from [Link]: [Link]
stem-education-through-project-based-learning/
NASA. (2018, December 2020). Engineering Design Process. Retrieved from [Link]:
[Link]
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014, tentang pedoman gizi
seimbang. Retrieved from: [Link]
ttg-pedoman-gizi-seimbang
Sanders, M. (2009). STEM, STEM education, STEMmania. The Technology Teacher, 68(4), 20-26.
USDA. (2019). How many calories are in one gram of fat, carbohydrate, or protein?. Retrieved from:
[Link]
protein

32
Lampiran

LAMPIRAN

1. Lembar Kerja Pembelajaran

Kelompok :
Nama :

A. Kompetensi Dasar
KD 3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia
KD 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar.

B. Tujuan Pembelajaran
1) Melalui kegiatan observasi, peserta didik dapat menganalisis jenis limbah di lingkungan
sekolah
2) Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah tentang limbah
dengan benar.
3) Melalui kegiatan percobaan, peserta didik dapat memformulasi pupuk organik cair sebagai
upaya penanganan limbah dengan benar.

Pengolahan Limbah Organik Kantin Sekolah


1. Tantangan
Seperti kita ketahui bahwa sekolah kita memiliki kantin yang memproduksi dan menjual
berbagai macam makanan dan minuman. Setiap harinya, kantin memproduksi makanan dan
minuman untuk lebih dari 1000 warga sekolah. Seiring dengan banyaknya makanan yang
diproduksi, banyak pula limbah organik yang dihasilkan. Limbah organik dapat dengan mudah
mengalami pembusukan, hal ini tentu dapat menghasilkan bau tidak sedap, menjadi sumber
penyakit, juga tidak enak dipandang mata. Akan tetapi, limbah organik masih mempunyai
kandungan mikronutrien yang jika diolah dengan benar dapat bermanfaat bagi pertumbuhan
sayuran.

33
Lampiran

Berdasarkan pemaparan diatas, kalian diharapkan dapat mendesain solusi untuk mengatasi
masalah. Desain tersebut harus dapat mengolah limbah organik kantin sekolah menjadi produk
yang dapat membantu pertumbuhan sayuran, terutama sayuran hidroponik yang ada di sekolah.
Kemudian, tidak hanya limbah organik kantin sekolah yang dapat diolah, bahan lainya dapat
ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

2. Batasan
Desain yang dibuat harus tetap dalam batas ini:
a. Hanya limbah organik yang terdapat di kantin sekolah yang dapat diolah.
b. Membuat produk yang dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi pertumbuhan sayuran.

3. Alat dan Bahan


Tuliskan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proyek ini, misalnya: (bahan-bahan ini dapat
disesuaikan dengan limbah organic kantin sekolah)
1) Cangkang telur
2) Nasi sisa
3) Sayuran sisa
4) Gula merah
5) Kulit pisang
6) Wadah
7) Alumunium foil
8) Bahan lain

4. Langkah kerja
a. Diskusikan tantangan bersama dengan kelompok. Pikirkan pertanyaan berikut:
1) Limbah organik apa saja yang terdapat di kantin sekolah? Berapa banyak jumlahnya?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________

34
Lampiran

2) Apakah limbah organik kantin sekolah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat?
Produk apa saja?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3) Bagaimana cara mengolah limbah organik kantin sekolah menjadi pupuk organik cair?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4) Konsep apa saja yang digunakan dalam pembuatan POC?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5) Hitunglah biaya pembuatan (production cost) untuk 1 liter POC!
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

b. Buat desain proses pembuatan POC secara mandiri di bawah ini. Kalian dapat menggunakan
kertas tambahan apabila diperlukan!

35
Lampiran

c. Diskusikan sketsa yang telah kamu buat, kemudian dengarkan anggota kelompok lainnya
ketika mempresentasikan sketsanya.
d. Diskusikan tentang keunggulan dan kelemahan dari sketsa ini, akan sejauh apa sketsa ini
berhasil?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
______________________________________________________________________

e. Buat desain proses pembuatan POC berbahan limbah organik kantin sekolah berdasarkan hasil
diskusi kelompok di bawah ini.

f. Lakukan proses pembuatan POC berbahan limbah organic kantin sekolah sesuai dengan
rancangan.
g. Presentasikan hasil yang telah dibuat.
h. Rancang ulang desain yang telah dibuat jika ada yang perlu disempurnakan sesuai dengan
hasil evaluasi.

36
Lampiran

37

Anda mungkin juga menyukai