STEM
STEM
Penanggung Jawab
Dr Indrawati
Penulis
Heri Setiadi, [Link].
Dini Siti Anggraeni, [Link]., [Link].
Penelaah
Dr Sediono Abdullah
Penyunting
Zuhe Safitra, [Link].
Perancang Grafis
Octo Litadiputra Reinaldy, [Link].
Penata Letak
Amalia Yuliana, [Link].
Penerbit
SEAMEO QITEP in Science
Tahun Cetak
2020
Hak Cipta©2020
Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)
Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and
Education Personnel (QITEP) in Science
Kata Sambutan
KATA SAMBUTAN
SEAMEO Regional Center for QITEP in Science sebagai salah satu center SEAMEO yang diberi mandat
untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang Sains, telah menunjukkan
kiprahnya untuk melaksanakan mandat nya melalui berbagai kegiatan penngkatan kapasitas pendidik
dan tenaga kependidikan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan pendidik.
Di dalam melaksanakan kegiatan pelatihan tidak terlepas dari komponen-komponen pendukung, salah
satu komponen yang harus diperhatikan adalah materi pelatihan. Bagaimana agar peserta pelatihan
dapat menguasai materi pelatihan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diharapkan dalam suatau pelatihan, bergantung pada bagaimana materi pelatihan dikemas dan
dikembangkan.
Pengemasan materi pelatihan dalam bentuk modul-modul, merupakan salah satu upaya yang baik yang
dilakukan oleh Center, untuk itu saya menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap upaya
peningkatan untuk memenuhi agar sistem pelatihan terlaksana dengan baik. Semoga modul-modul
dan unit pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kepada peserta untuk mencapai standar kompetensi guru, baik standar
kompetensi profesional terkait penguasaan materi pelajaran maupun kompetensi pedagogi yang terkait
bagaimana membelajarkan peserta didik, serta kompetensi lainnya yaitu bagaimana guru harus
melaksanakan penilaian.
Semoga modul-modul ini bermanfaat bagi guru-guru sains.
iii
Kata Pengantar
KATA PENGANTAR
Untuk membelajarkan peserta didik memiliki keterampilan abad 21, pembelajaran yang harus dilakukan
guru pun harus berorientasi pada pembelajaran abad 21, yaitu yang memiliki karakteristik atau prinsip-
prinsip: 1) pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik; 2) peserta didik dibelajarkan untuk
mampu berkolaborasi; 3) materi pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari, pembelajaran harus memungkinkan peserta didik terhubung dengan kehidupan
sehari-hari mereka; dan 4) dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang
bertanggung jawab.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad 21
tersebut adalah pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau disingkat dengan
STEM. STEM merupakan suatu pendekatan dimana Sains, Teknologi, Enjiniiring, dan Matematika
diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata,
pembelajaran STEM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip
Sains, Teknologi, Enjiniring, dan Matematika digunakan secara integrasi untuk mengembangkan
produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.
Besar harapan kami, Unit Pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar dan alternatif
buku sumber bagi guru-guru yang mengajar IPA dalam menyusun rencana pembelajaran IPA berbasis
STEM. Dengan tersusunnya Unit Pembelajaran ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih
kepada Ibu/Bapak Tim Penyusun, Ibu/Bapak Guru pengujicoba Unit di sekolah, Ibu/Bapak Dosen selaku
penelaah dari Universitas Pendidikan Indonesia dan PUSDATIN Kemdikbud. Proses Pengembangan
Unit Pembelajaran ini meskipun sudah dilakukan melalui tahapan telaahan pakar dan uji keterbacaan
oleh guru, namun bila masih ditemukan kekurangan dan kelemahan, kami mohon Bapak/Ibu pengguna
dapat memberikan masukan melalui email secretariat@[Link] serta melakukan
penyempurnaan terhadap unit-unit yang telah dikembangkan di atas, sehingga dihasilkan bahan ajar
yang memadai.
Bandung, Mei 2021
Direktur SEAMEO QITEP in Science,
Dr Indrawati, [Link]
NIP 196112021986032001
iv
Daftar Isi
DAFTAR ISI
v
Daftar Isi
DAFTAR GAMBAR
vi
Daftar Isi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Analisis Materi Pembelajaran STEM pada topik Sistem Pencernaan Makanan 4
Tabel 2.2 Desain Pembelajaran STEM pada topik Sistem Pencernaan Makanan melalui 5
proyek diversifikasi menu sarapan sesuai prinsip gizi seimbang
vii
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Penjelasan Umum
Penguasaan ilmu eksakta, terutama di bidang sains, teknologi, enjiniring, dan matematika (STEM),
memiliki peran penting di dunia pendidikan. Integrasi bidang-bidang keilmuwan tersebut diharapkan
menjadi kunci sukses bagi pembangunan suatu negara, terutama dalam rangka persaingan
pengembangan karir pekerjaan/ketrampilan abad 21 di tataran global. Istilah STEM diluncurkan oleh
National Science Foundation Amerika Serikat pada tahun 1990-an sebagai tema gerakan reformasi
pendidikan dalam keempat bidang disiplin tersebut untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia
yang menguasai bidang-bidang STEM, mengembangkan warga negara yang melek STEM, serta
meningkatkan daya saing global AS dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011). Pendekatan STEM
tentu saja melibatkan ilmu lainnya sebagai penunjang, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa, Seni,
dll (Bybee, 2010; Sanders, 2009).
Beberapa negara di Benua Asia kemudian mulai mengembangkan STEM di negaranya untuk mulai
mengejar ketertinggalan, seperti Jepang, Korea, India, Thailand, Malaysia, Filipina, termasuk Indonesia.
Pendidikan STEM sebagai suatu pendekatan interdisiplin pada pembelajaran memberikan peluang
kepada guru untuk memberi gambaran kepada peserta didik pentingnya konsep, prinsip, dan teknik
dari sains, teknologi, enjiniring, dan matematika digunakan dalam konteks nyata secara terintegrasi
dalam pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan STEM diharapkan bisa membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu
bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis, serta meningkatkan kemampuan komunikatif,
kolaboratif atau pemecahan masalah, sehingga mampu menghadapi tantangan global serta mampu
meningkatkan perekonomian negara, sekaligus untuk mewujudkan proyeksi Indonesia sebagai negara
perekonomian terbesar ketujuh di dunia pada 2030.
Pendidikan sains yang diarahkan ke pendekatan pembelajaran STEM memberikan peluang kepada
guru untuk mengembangkan pembelajaran sains menjadi lebih bermakna. Dimana pada pembelajaran
menggunakan pendekatan STEM, peserta didik difasilitasi dan diarahkan agar mampu melakukan
pengembangan diri dalam hal kreatifitas dan inovasi produk.
Penyajian pembelajaran dengan pendekatan STEM pada unit ini disajikan sesuai karakteristik
pembelajaran STEM yakni mengikuti alur berpikir engineer yang dikenal dengan istilah Engineering
Design Process (EDP). Salah satu alur EDP yang disarankan Anne Jolly (2017) meliputi Ask, Research,
Imagine, Plan, Create dan Improve. Pada tahap Ask peserta didik diminta mengidentifikasi
masalah/tantangan dan kriteria dari solusi yang dipersyaratkan. Pada imagine peserta didik diminta
mengumpulkan informasi, saling bertukar pikiran tentang berbagai solusi dan menentukan satu solusi
terbaik. Pada Plan peserta didik diminta mendesain gambar/sketsa, menuliskan alat dan bahan yang
akan digunakan untuk pemecahan masalah atau tantangan. Selanjutnya pada tahap Create peserta
didik membuat produk sesuai desain dan mengujinya dan berdasakan hasil ujicoba peserta didik
diminta untuk melakukan improve yaitu menganalisa apakah sudah berhasil/tidak, modifikasi produk
untuk hasil yang lebih baik.
Unit pembelajaran ini berisi pedoman dan contoh untuk guru dalam menyajikan pembelajaran
menggunakan pendekatan STEM pada materi Bioteknologi dengan tema Aplikasi Bioteknologi
Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik untuk
1
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
jenjang SMP kelas IX di semester 2. Model yang digunakan dalam unit STEM ini adalah model
pembelajaran model pembelajaran 5E dari Bybee dengan objek inovasi yang dibuat peserta didik
adalah merancangan dan membuat pupuk organik cair berbahan dasar limbah organik. Adapun Sintaks
dari model pembelajaran 5E, yaitu engagement (keterlibatan), exploration (eksplorasi), explanation
(penjelasan), elaboration (elaborasi), dan evaluation (evaluasi) yang dirancang untuk tiga kali
pertemuan.
Unit pembelajaran Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi
Pupuk Organik Cair Hidroponik ini berisi pedoman untuk guru dalam menyajikan materi Bioteknologi
menggunakan pendekatan STEM yang terintegrasi dengan kurikulum 2013. Adapun unit yang
dirancang untuk peserta didik jenjang SMP kelas IX di semester 2. Kompetensi dasar yang harus dicapai
melalui pembelajaran ini meliputi: KD 3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam
kehidupan manusia dan KD 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di
lingkungan sekitar.
Pembelajaran dan penilaian pada topik Pencemaran Lingkungan menggunakan pendekatan STEM
memerlukan alokasi waktu 6 jam pelajaran (JP) dan dibagi menjadi 3 pertemuan dengan asumsi per
minggu diorganisasikan satu kali Tatap Muka (TM) selama 2 JP. Pembelajaran STEM pada topik
Pencemaran Lingkungan mengangkat isu upaya siswa untuk memberikan solusi nyata berkaitan
dengan limbah organik yang dihasilkan baik di rumah maupun di kantin sekolah. Isu ini sejalan dengan
tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12, yakni Memastikan pola konsumsi dan Produksi
yang berkelanjutan. Indonesia telah berkomitmen untuk menangani sampah dan limbah. Hal ini
tercermin pada dari Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Peraturan ini
mengamanatkan pemerintah sampai pemerintah daerah harus mampu mengelola 100% (pengurangan
limbah 30% dan penanganan limbah 70%) dari limbah padat yang dihasilkan secara nasional pada
tahun 2025.
Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik akan diminta untuk memberikan solusi kreatif
dan inovatif untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang berdaya guna melalui aplikasi
bioteknologi konvensional berupa fermentasi. Limbah yang digunakan adalah sampah organik, seperti
cangkang telur, kulit pisang, sisa sayuran yang terbuang, dll. Adapun solusi dan inovasi produk yang
dihasilkan dibatasihanya pada Pupuk Organik Cair (POC) yang nantinya dapat digunakan sebagai
alternatif pengganti cairan AB mix yang menjadi sumber nutrisi (pupuk) pada budidaya tanaman
menggunakan teknik hidroponik. Peserta didik dapat merekayasa komposisi limbah dan proses
fermentasi yang dilakukan pada pembuatan POC.
Setelah itu, peserta didik mengujicobakan POC pada tanaman hidroponik yang ditanam pada instalasi
sederhana buatan sendiri dengan memanfaatkan barang bekas, seperti botol bekas air mineral dan kain
flanel. Formula POC yang berhasil diaplikasikan pada instalasi hidroponik sederhana dapat digunakan
pada instalasi hidroponik sekolah. Selain itu, hasil panen sayuran hidroponik dijual kepada civitas
akademika sekolah dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Hasil penjualan yang terkumpul
digunakan untuk pembelian bibit baru dan mengembangkan unit produksi sekolah.
Melalui unit pembelajaran ini diharapkan peserta didik bisa termotivasi untuk memberikan solusi nyata
bagi lingkungan melalui aplikasi bioteknologi konvensional dalam upaya mengurangi dampak dari
pencemaran lingkungan sesuai dengan jenjangnya. Aspek keterampilan abad 21 diharapkan dapat
terlatihkan untuk mewujudkan pelajar Indonesia sesuai dengan profil pelajar pancasila, menjadi
pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.
2
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Topik ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik serta mengajak partisipasi aktif
generasi muda dalam isu penanganan sampah. Adanya perubahan perilaku dan mindset masyarakat
khususnya generasi muda merupakan hal yang begitu penting. Remaja dapat menjadi agen perubahan
dan memulai langkah kecil dengan memilah sampah di rumah, membuang sampah pada tempatnya,
dan mulai mengolah sampah menjadi hal yang memiliki nilai lainnya.
Unit pembelajaran STEM ini disusun sebagai pedoman bagi guru IPA SMP dalam mengembangkan
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan penilaian. Unit pembelajaran STEM ini disusun sebagai
pedoman bagi guru IPA SMP dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan
penilaian. Unit pembelajaran ini terdiri dari empat bagian yaitu: Bagian I Pendahuluan, Bagian II
Pembelajaran dengan Pendekatan STEM, Bagian III Penilaian dan Bab IV Penutup serta Lampiran. Bab
I memuat penjelasan umum, pembelajaran STEM dan deskripsi unit pembelajaran. Bab II memuat
Tujuan Pembelajaran, Analisis Materi Pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Engineering dan
Matematika), Desain pembelajaran dengan pendekatan STEM, Kemampuan Prasyarat, Pengembangan
Keterampilan Abad 21, Pengembangan nilai-nilai, Skenario Pembelajaran, Sumber Belajar, Alat dan
Bahan. Bab III memuat Penilaian yang penilaian pada pembelajaran STEM dan instrumen penilain.
Lampiran berupa Lembar Kegiatan yang digunakan untuk mendukung pembelajaran STEM, bahan
bacaan esensial bagi guru atau daftar referensi yang dapat dipelajari peserta didik pada saat mengikuti
pembelajaran berbasis STEM, Tips dan trik implementasi pembelajaran dengan topik/proyek STEM dan
foto-foto implementasi pembelajaran.
3
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
BAB 2
Pada bab II pada unit ini akan diuraikan tujuan pembelajaran, analisis aspek STEM yang teritegrasi
dalam pembelajaran, desain pembelajaran STEM yang menjelaskan tahap-tahap EDP dan model
pembelajaran yang dirancang, kemampuan prasyarat yang harus dimiliki peserta didik sebelum
pembelajaran ini, pengembangan keterampilan abad 21 dan nilai-nilai yang dikembangkan pada
peserta didik melalui pembelajaran, contoh skenario pembelajaran, sumber belajar serta alat dan bahan
yang digunakan pada pembelajaran STEM pada topik aplikasi bioteknologi konvensional pada
pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair hidroponik.
A. Tujuan Pembelajaran
Analisis STEM berikut ini merupakan deskripsi dari aspek sains yang terkait dengan pembelajaran pada
topik aplikasi bioteknologi konvensional pada pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair
hidroponik, teknologi yang digunakan dan dilatihkan, proses engineering yang dilatihkan kepada siswa
dan matematika yang diterapkan pada pembelajaran. Analisis STEM pada tema ini tertera pada tabel
2.1
4
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Tabel 2.1. Analisis Materi Pembelajaran STEM pada topik aplikasi bioteknologi konvensional pada
pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair hidroponik
ASPEK URAIAN
Faktual:
• Limbah organik dapat dimanfaatkan Kembali menjadi sumber nutrisi bagi
tumbuhan;
• Produk organik lebih sehat dikonsumsi;
Konseptual:
• Ekosistem dan Keseimbangan Lingkungan.
• Pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan
Sains
Prosedural:
(S)
Prosedur merancang dan membuat pupuk organik cair berbahan dasar limbah
organik sekolah.
Metakognitif:
Memahami konsep yang terkait dengan baik, mampu merencanakan dan
memilih strategi dalam merancang proses pembuatan pupuk organik cair,
mampu memonitor progress rancangan dan melakukan koreksi serta
menganalisis keefektifan pupuk organik cair tersebut.
Siswa merancang desain pupuk organik cair dan membuat, menguji coba,
Engineering mengkomunikasikan dan melakukan upaya perbaikan produk berdasarkan hasil
(E) ujicoba dan masukkan dari berbagai pihak terkait produk pupuk organik cair
berbahan limbah organik rumah tangga atau yang ada di lingkungan sekolah
• Menghitung anggaran produksi pupuk cair organik berbahan limbah kantin
sekolah.
• Menganalisis pengaruh pupuk cair organik terhadap pertumbuhan sayuran
Matematika (M)
hidroponik melalui fungsi logaritmik
• Perhitungan konsentrasi nutrisi, perhitungan biaya produksi
• Rasio makro dan mikronutrien
Pembelajaran topik Bioteknologi melalui proyek Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan
Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik dengan pendekatan STEM dalam unit ini
dirancang dengan menggunakan model 5E (Bybee, 2009) seperti pada tabel 2.2. Karakteristik utama
dalam rancangan pembelajaran dengan pendekatan STEM ini adalah adanya Desain rekayasa proses
(engineering design process) yang dibelajarkan kepada peserta didik sesuai dengan alur yang
dikembangkan oleh NASA (2018).
5
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Tabel 2.2. Desain Pembelajaran STEM pada topik Bioteknologi melalui proyek Aplikasi Bioteknologi
Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
6
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
D. Kemampuan Prasyarat
Guru memahami
• Pembelajaran dengan pendekatan STEM.
• Pembelajaran dengan model Project Based Learning, model Problem Based Learning-STEM, dan
model 5E.
• Point-point pengetahuan prasyarat yang perlu diketahui dan difahami oleh peserta didik, seperti:
konsep bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern
• Penilaian pada pembelajaran model 5E dengan pendekatan STEM.
7
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Peserta didik
Pembelajaran dengan pendekatan STEM untuk materi Sistem pencernaan harus dibekali dengan
pengetahuan prasyarat, untuk point-point pengetahuan prasyarat yang perlu diketahui dan difahami
oleh peserta didik diantaranya:
• Pengetahuan Metode Ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan atau fenomena-
fenomena sains. Untuk langkah-langkah metode ilmiah, yaitu:
1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah.
2. Mengumpulkan keterangan dalam rangka untuk memecahkan masalah.
3. Menyusun dugaan/ hipotesa dalam rangka untuk mendapatkan jawaban sementara.
4. Menguji dugaan yaitu dengan cara melakukan suatu percobaan (eksperimen).
5. Menarik kesimpulan.
6. Melakukan pengujian kesimpulan dengan mengulang percobaan.
• Pengetahuan konseptual tentang siklus/daur biogeokimia di alam. Siklus biogeokimia atau yang
biasa disebut dengan siklus organik-anorganik adalah siklus unsur-unsur atau senyawa kimia yang
mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus
unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia
dalam lingkungan abiotik sehingga disebut sebgai siklus biogeokimia. Siklus biogeokimia yang
terjadi di alam dapat berupa silkus air, siklus oksigen dan karbondioksida (karbon), siklus nitrogen,
dan siklus materi (mineral) yang berupa unsur-unsur hara.
8
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
• Pengetahuan Bioteknologi:
o Bioteknologi berasal dari kata bio dan teknologi. Bioteknologi adalah teknologi dengan
menggunakan organisme dan agen biologis untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat,
baik berupa barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Dalam pelaksanaannya,
bioteknologi membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu, seperti biologi molekuler,
mikrobiologi, biokimia, genetika, enzimologi, ilmu pangan, dan fisiologi.
o Bioteknologi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan
bioteknologi modern.
o Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme
sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa. Contoh, penggunaan jamur dan bakteri
yang menghasilkan enzimenzim tertentu untuk melakukan metabolisme tubuh sehingga
diperoleh produk yang diinginkan. Contoh produk bioteknologi konvensional adalah tapai,
tempe, yoghurt, nata de coco, keju, dan kecap.
o Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern, seperti pada tabel
berikut:
No. Pembeda Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
1. Kemunculan Sejak ribuan tahun yang lalu Sejak ditemukannya struktur dan
fungsi DNA
2. Proses Tanpa rekayasa genetik, Ada rekayasa genetik (DNA)
Rekayasa masih menggunakan potensi
genetik alami mikroba.
3 Proses dan Proses kurang steril, masih Proses steril, perralatan modern,
hasil tradisional, Kualitas belum Kualitas terjamin
terjamin
4 Peranan Menggunakan hasil produksi Menggunakan mikroorganisme,
organisme Mikroorganisme secara makroorganisme, atau bagian-
langsung bagiannya untuk meningkatkan
kinerja genetik organisme
9
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Keterampilan abad 21 yang dikembangkan melalui pembelajaran dengan pendekatan STEM meliputi
berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Contoh berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikatif dan
kolaboratif dirinci sebagai berikut.
3. Kolaboratif
Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih peserta didik untuk berkolaborasi dan
bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi, iur pendapat, saling
menghargai, serta pengendalian emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta
kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.
4. Komunikatif
Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya,
baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya, ketika menyelesaikan masalah dari pendidiknya,
dan menyampaikan hasil proyeknya kepada teman-temannya.
10
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
5) Integiritas: Jujur dalam melaporkan data hasil proyek dan tanggung jawab dalam pelaporan
tugas proyek.
G. Skenario Pembelajaran
11
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
o Bagaimana dengan pengelolaan limbah
di rumah atau di sekolah ?
o Apakah limbah organik di rumah atau
kantin sekolah dapat diubah menjadi
produk yang bermanfaat?
o Bagaimana cara mengubah limbah
organik menjadi produk yang
bermanfaat?
Peserta didik diminta untuk mengemukakan
jawaban dari pertanyaan guru berdasarkan
pengamatan dan pengalamannya.
Guru membagikan LK-1 (terlampir)
12
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
Kegiatan Inti Fase 3: Peserta didik mempresentasikan hasil 70’
Explanation diskusi mengenai desain solusi yang telah
dibuat secara berkelompok.
Peserta didik mendapatkan masukan dari
guru dan kelompok lain dalam diskusi kelas.
Peserta didik membuat POC dari desain
yang telah dibuat secara berkelompok di
luar jam pelajaran.
Fase 4: Guru menginformasikan kepada peserta
Elaborasi didik untuk mendokumentasikan seluruh
kegiatan dalam bentuk kolase foto atau
video.
Peserta didik mengaplikasikan POC ke
tanaman hidroponik yang sudah disiapkan
sebelumnya dengan mandiri
Peserta didik diminta untuk mengisi format
laporan percobaan secara berkelompok
dengan bertanggung jawab.
Peserta didik diminta untuk menyelesaikan
pembuatan pupuk organik hingga ujicoba
dalam rentang waktu 2 bulan.
Penutup Guru merefleksi hasil kegiatan 10’
pembelajaran.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.
Meminta kelompok menyiapkan alat dan
bahan masing-masing untuk pembuatan
pupuk pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pertemuan dengan salam.
Pertemuan ke-3 (2 JP x 45 Menit)
Pendahuluan Pertemuan diawali dengan salam, 10’
menanyakan kabar, dan pengecekan
kesiapan peserta didik untuk belajar.
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
Guru mengkondisikan peserta didik dalam
kelompok.
Kegiatan Inti
Fase 5: • Peserta didik berkelompok 70’
Evaluasi mempresentasikan produk pupuk cair dan
hasil ujicobanya secara berkelompok.
• Peserta membahas kelebihan dan
kekurangan desain solusi yang
dipresentasikan oleh tiap kelompok.
• Menginformasikan peserta didik untuk
mengisi lembar penilaian diri dan penilaian
antar teman saat melaksakan kerja
kelompok.
13
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Alokasi
Kegiatan Sintak Model
Deskripsi Kegiatan waktu
Pembelajaran Pembelajaran
(Menit)
Penutup Guru melakukan refleksi hasil kegiatan 10’
pembelajaran.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.
H. Sumber Belajar
Sumber belajar pada pembelajaran ini dapat menggunakan:
1. Internet literatur dari website, majalah ONLINE, atau laman terkait lainnya dengan kata kunci
pencarian: limbah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah organik, pupuk organik cair,
kandungan mineral pada tumbuhan.
2. Buku pegangan peserta didik IPA SMP kelas IX sesuai kurikulum 2013 Revisi tahun 2019
3. Sumber bacaan lainnya yang relevan.
14
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
BAB 3
PENILAIAN
Penilaian pada pembelajaran dengan pendekatan STEM meliputi penilaian sikap, keterampilan dan
pengetahuan.
Pertemuan 2
Aspek Sikap: Teknik observasi kegiatan diskusi dengan instrumen lembar observasi
Aspek Pengetahuan: penilaian LKPD rancangan komposisi limbah yang akan difermentasi menjadi
pupuk organik cair dan rancangan fermentornya
Pertemuan 3
Aspek Sikap: Penilaian diri tentang sikap terhadap pembelajaran STEM, Penilaian antar teman.
Aspek Pengetahuan: Penilaian laporan proyek, penilaian LKPD
Aspek Keterampilan: Penilaian praktik pembuatan POC, Penilaian Produk
15
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
B. Instrumen Penilaian
Berikut contoh instrument penilaian pembelajaran STEM pada topik Aplikasi Bioteknologi Konvensional
Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik.
1. Penilaian Sikap
a. Pertemuan-1
CONTOH RUBRIK PENILAIAN ANTAR TEMAN
Topik/Subtopik : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah
Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Tanggal Penilaian :
Kelompok :
• Pernyataan di bawah ini untuk menilai teman sekelompok selama proses pembelajaran.
• Nilailah temanmu secara objektif.
• Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelaiaran
• Nilai yang diberikan untuk temanmu dalam skala 1 (nilai terendah) s.d. 10 (nilai tertinggi)
pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu dengan melingkari angka
yang tertera.
• Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu.
Komunikasi: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Temanmu secara 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
aktif berdiskusi dan
urung rembuk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
dalam pengerjaan
praktikum. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Manajemen Waktu: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Temanmu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mengatur waktu
pengerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pengujian bahan
makanan secara
efektif dan efisien. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
16
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Peserta didik menunjukkan perilaku kerja sama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Berikan skor 1-4 pada setiap kolom sikap yang dinilai sesuai sikap peserta didik selama berdiskusi
17
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
PENILAIAN DIRI
Topik : Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk
Organik Cair Hidroponik
Setelah menyelesaikan proyek, Kamu dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan
tanda pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.
18
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Topik/Subtopik :
Tanggal Penilaian :
Kelompok :
• Pernyataan di bawah ini untuk menilai diri kamu sendiri dan teman sekelompok selama proses
pembelajaran dan pengerjaan proyek.
• Nilailah temanmu secara objektif.
• Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelaiaran
• Nilai yang diberikan untuk temanmu dalam skala 1 (nilai terendah) s.d. 10 (nilai tertinggi) pada kolom
yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu dengan melingkari angka yang tertera.
• Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu.
Penelitian:
mengatur waktu
penelitian/pelaksanaan proyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
secara efektif dan efisien
menggunakan sumber yang
valid
Desain:
Peserta didik berkontribusi pada
Desain dan secara kritis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
memberikan sumbang saran
dalam penyempurnaan desain.
Pembuatan Produk:
Peserta didik berperan dalam 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pembuatan produk mulai dari
persiapan alat dan bahan hingga
proses pembuatan.
Presentasi:
Peserta didik membantu
persiapan presentasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(pembuatan slide, video, poster,
dll.),
Peserta didik menyajikan
dengan jelas dan
Efektif
19
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
2. Penilaian Pengetahuan
a. Pertemuan-3: Penilaian laporan Hasil Uji Coba Pupuk Organik
Lembar Penilaian Laporan Kelompok
Kelompok :
Kelas :
Tugas :
Tanggal :
No. Aspek Penilaian Skor Maksimal Perolehan Skor
1 Sistematika laporan 4 …
2 Kelengkapan laporan 4 …
3 Penggunaan Bahasa 4 …
4 Melakukan pengolahan data dan 4 …
melaporkan hasil.
5 Menginterpretasikan data untuk 4 …
menunjukkan adanya hubungan
antar variabel
6 Menyimpulkan hasil eksperimen 4 …
7 Presentasi laporan percobaan 4 …
2) Penggunaan bahasa
Skor Kriteria
4 sangat baik dan sangat benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
3 baik dan benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
2 cukup baik dan cukup benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
1 kurang baik dan kurang benar sesuai kaidah Bahasa (KBBI)
20
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
b. Soal pilihan ganda berjumlah 5 soal (soal tipe STEM) yang dimasukkan dalam penilaian
formatif, mencakup soal dengan kerangka indikator soal tipe STEM, seperti berikut:
■ Mengidentifikasi masalah yang dapat dipecahkan dengan teknologi;
■ Mengajukan beberapa alternatif solusi untuk suatu permasalahan;
■ Menggabungkan materi dan ide cerdas secara imajinatif sebagai jalan menghasilkan
solusi;
■ Merancang sebuah purwarupa (prototipe) dan menguji keberhasilan rancangan dalam
memecahkan permasalahan;
■ Mengevaluasi hasil pengujian, menganalisis, dan menginterpretasikan data hasil
percobaan;
■ Mengenali dan mengidentifikasi hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengubah dan
meningkatkan desain / purwarupa;
■ Mengkomunikasi ide/hasil dengan cara yang baru dan inovatif.
21
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Contoh pengembangan soal pilihan ganda dengan indikator soal STEM (dalam format kartu soal):
CONTOH-1:
Materi : Bioteknologi
Indikator soal : 1. Disajikan informasi dalam bentuk bacaan, peserta didik dapat
menentukan permasalahan utama terkait pencemaran limbah organik.
(Soal Pilihan Ganda)
2. Disajikan informasi dalam bentuk bacaan, peserta didik dapat
menentukan kebenaran suatu informasi berdasarkan teks yang
diberikan. (Soal Pilihan Ganda Kompleks)
Rumusan Soal :
Dibuangnya makanan sebagai sampah, bukan hanya persoalan rendahnya empati antar umat
manusia, tapi juga memperparah persoalan lingkungan hidup global. Harap dicatat, makanan
yang dibuang dan membusuk akan menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).
Gas metana yang dihasilkan dari fermentasi makanan yang membusuk, jumlahnya mencapai
10% dari gas metana yang ada di udara.
Jumlah tambahan chlorofluor carbon (CFC) tersebut kurang lebih sama dengan volume emisi gas
buang kendaraan bermotor. Bahkan, emisi gas metana dan karbon dioksida dari pembusukan
makanan yang dibuang sudah mencapai 6,7%, lebih besar dari total emisi gas buang yang
dihasilkan India yang hanya 6,4%. Peningkatan emisi gas buang tentu saja membawa dampak
negatif bagi kehidupan mahluk hidup, khususnya manusia. Tambahan gas metana dan karbon
dioksida itu termasuk gas rumah kaca atau (CFC) akan mempercepat peningkatan suhu udara
(global warming). Peningkatan suhu udara, akan menstimulus tumbuhnya berbagai jenis bakteri
22
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
dan virus, sehingga meningkatkan ancaman berbagai jenis penyakit terhadap kesehatan mahluk
hidup.
Sumber: [Link]
rumah-kaca-yang-dihasilkan-sampah-organik/
1. Permasalahan utama yang menjadi alasan perlunya solusi untuk pengolahan sampah organik
adalah…
A. Pembusukan sampah organik menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida
(CO2).
B. Peningkatan emisi gas membawa dampak negatif bagi kehidupan mahluk hidup.
C. Pembusukan sampah meningkatkan ancaman berbagai jenis penyakit bagi manusia.
D. Jumlah tambahan chlorofluor carbon (CFC) dari pembusukan meningkatkan suhu bumi.
KUNCI JAWABAN: A
2. Tentukan benar atau salah pernyataan berikut!
No. Pernyataan Benar/Salah
a. Proses pembusukkan sampah organic menghasilkan gas metana
BENAR
(CH4) dan karbon dioksida (CO2).
b. Penumpukan sampah organik di alam menambah akumulasi gas
BENAR
rumah kaca di atmosfer.
CONTOH-2:
23
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Seorang siswa ingin menggunakan limbah sayuan dapur menjadi bahan baku pupuk organic
melalui fermentasi. Apabila siswa tersebut ingin membuat pupuk yang memiliki kadar Kalsium
dan fosfor yang tinggi, jenis limbah yang sebaiknya ia pilih adalah…
A. Kangkung
B. Bayam
C. Brokoli
D. Sawi putih
KUNCI JAWABAN: A
CONTOH-3:
Kelas/Sem : IX/Genap
Materi : Bioteknologi
24
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
Rumusan Soal :
1. Berdasarkan informasi yang disajikan tentukan benar atau salah pernyataan berikut dengan
memberi tanda centang (V) untuk pernyataan yang benar atau tanda silang (X) untuk
pernyataan yang salah!
No. Pernyataan Benar/Salah
a. MOL dapat dibuat dengan mudah menggunakan limbah anorganik yang X
ada di dapur.
b. MOL dapat meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil V
panen.
c. Untuk setiap satu liter air kelapa diperlukan tambahan 1 buah gula X
merah.
25
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
d. Produk MOL yang sudah jadi menghasilkan pupuk organic cair yang X
memiliki bau busuk.
3. Menurut pendapatmu apakah pupuk organic cair yang dihasilkan dapat langsung digunakan
atau disemprotkan ke tanaman? Jelaskan alasanmu!
Pupuk yang dihasilkan belum dapat langsung diaplikasikan ke tanaman baik melalui
penyiraman ataupun dengan penyemprotan. Pupuk cair yang digunakan terlalu pekat sehingga
dapat menyebabkan kerusakan jaringan tumbuhan apabila langsung disemrotkan, sehingga
pupuk perlu diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan tertentu.
4. Seorang siswa membuat rancangan fermentor MOL yang dibuat menggunakan alat dan bahan
yang tersedia di rumah seperti pada gambar berikut!
Menurutmu hal apakah yang perlu diperbaiki dari rancangan fermentor yang dibuat? Jelaskan!
Hal yang perlu menjadi perbaikan desain tersebut antara lain:
• Perlu informasi yang jelas volume maksimal bahan yang akan difermentasi, sehingga
informasi 1/3 volume dan 2/3 volume disesuaikan dengan kapasitas tersebut.
• Sambungan selang plastik perlu dipastikan tidak bocor (bisa diberi plastisin, vaselin, atau
selotip PVC). Hal ini akan menentukan keberhasilan proses fermentasi oleh mikroba dalam
fermentor.
• Perlu diberikan dimensi (panjang, lebar, tinggi) dari gambar desain yang diberikan untuk
memperjelas informasi.
• Diberikan catatan alternatif bahan yang dapat digunakan untuk setiap detil komponen yang
ada dalam fermentor.
26
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
CONTOH-4:
Data berikut menunjukkan hasil pengujian empat jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman
Sawi (Brassica rapa subsp. pekinensis). Pengukuran tinggi sawi dilakukan selang 7 hari setelah
tanam (HST).
Jika anda diminta merekomendasikan dua jenis pupuk yang paling sesuai untuk pertumbuhan
tanaman sawi, maka pupuk yang direkomendasikan adalah…
A. pupuk kandang sapi dan kandang kambing
B. pupuk kandang ayam dan limbah kopi
C. pupuk kandang kambing dan kandang ayam
D. pupuk kandang sapi dan limbah kopi
KUNCI JAWABAN: C
27
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
CONTOH-5:
Rumusan Soal :
Perhatikan cuplikan infografis pada poster berikut!
28
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
ASPEK MELEBIHI
SESUAI HARAPAN TIDAK SESUAI
KRITERIA HARAPAN SKOR
PENILAI HARAPAN (1)
(2)
AN (3)
Kebut
Kalori
ngan
uhan
Orisinalitas
Nilai
dan
Gizi
nan
29
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
TOTAL
30
Aplikasi Bioteknologi Konvensional Pada Pengolahan Limbah Organik
Menjadi Pupuk Organik Cair Hidroponik
31
Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
32
Lampiran
LAMPIRAN
Kelompok :
Nama :
A. Kompetensi Dasar
KD 3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia
KD 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar.
B. Tujuan Pembelajaran
1) Melalui kegiatan observasi, peserta didik dapat menganalisis jenis limbah di lingkungan
sekolah
2) Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah tentang limbah
dengan benar.
3) Melalui kegiatan percobaan, peserta didik dapat memformulasi pupuk organik cair sebagai
upaya penanganan limbah dengan benar.
33
Lampiran
Berdasarkan pemaparan diatas, kalian diharapkan dapat mendesain solusi untuk mengatasi
masalah. Desain tersebut harus dapat mengolah limbah organik kantin sekolah menjadi produk
yang dapat membantu pertumbuhan sayuran, terutama sayuran hidroponik yang ada di sekolah.
Kemudian, tidak hanya limbah organik kantin sekolah yang dapat diolah, bahan lainya dapat
ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.
2. Batasan
Desain yang dibuat harus tetap dalam batas ini:
a. Hanya limbah organik yang terdapat di kantin sekolah yang dapat diolah.
b. Membuat produk yang dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi pertumbuhan sayuran.
4. Langkah kerja
a. Diskusikan tantangan bersama dengan kelompok. Pikirkan pertanyaan berikut:
1) Limbah organik apa saja yang terdapat di kantin sekolah? Berapa banyak jumlahnya?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
34
Lampiran
2) Apakah limbah organik kantin sekolah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat?
Produk apa saja?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3) Bagaimana cara mengolah limbah organik kantin sekolah menjadi pupuk organik cair?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
4) Konsep apa saja yang digunakan dalam pembuatan POC?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5) Hitunglah biaya pembuatan (production cost) untuk 1 liter POC!
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
b. Buat desain proses pembuatan POC secara mandiri di bawah ini. Kalian dapat menggunakan
kertas tambahan apabila diperlukan!
35
Lampiran
c. Diskusikan sketsa yang telah kamu buat, kemudian dengarkan anggota kelompok lainnya
ketika mempresentasikan sketsanya.
d. Diskusikan tentang keunggulan dan kelemahan dari sketsa ini, akan sejauh apa sketsa ini
berhasil?
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
______________________________________________________________________
e. Buat desain proses pembuatan POC berbahan limbah organik kantin sekolah berdasarkan hasil
diskusi kelompok di bawah ini.
f. Lakukan proses pembuatan POC berbahan limbah organic kantin sekolah sesuai dengan
rancangan.
g. Presentasikan hasil yang telah dibuat.
h. Rancang ulang desain yang telah dibuat jika ada yang perlu disempurnakan sesuai dengan
hasil evaluasi.
36
Lampiran
37