0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan3 halaman

Transformasi Pendidikan di Era Digital

Guru harus melakukan perubahan untuk menyesuaikan era digital. Kualitas dan kompetensi guru perlu ditingkatkan untuk pembelajaran berkualitas. Menjadi guru penggerak akan menambah pengalaman, kapasitas, dan keterampilan guru.

Diunggah oleh

egi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan3 halaman

Transformasi Pendidikan di Era Digital

Guru harus melakukan perubahan untuk menyesuaikan era digital. Kualitas dan kompetensi guru perlu ditingkatkan untuk pembelajaran berkualitas. Menjadi guru penggerak akan menambah pengalaman, kapasitas, dan keterampilan guru.

Diunggah oleh

egi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Karena tuntutan era digital yang begitu pesat, tentu saja pendidikan tidak bisa diam ditempat.

saya
sebagai pendidik otomatis harus melakukan perubahan perubahan untuk menyesuaikan dengan era
digital ini,dengan dukungan beberapa aspek pendukung. guru tentu bukan hanya mengajar namun
guru bisa melakukan perubahan sesuai dengan perubahan [Link] yang tentunya harus
memiliki kepribadian yang speritial yang kuat, pengendalian diri yang baik, kecerdasan , akhlak yang
mulia,serta keterampilan gamumpuni bagi diri pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara. Agar
pendidikan mampu mengembangkan karakter dan peradaban bangsa yang
[Link] potensi peserta didik menjadi manusia yang bertakwa, berakhlak
mulia, berilmu, kreatif, mandiri,sertabertanggung jawab.

maka dari itu peningkatan kualitas dan kompetensi guru harus terus di upayakan guna pembelajaran
yang berkualitas untuk itu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yakni komptensi profesional,
pedagogi, kepribadian,dan sosial ditumbuhkan di dalam lingkungan sekolah.

dengan mwngikuti program guru penggerak tentu saja akan menjadi pengalaman yang sangat
berharga untuk selalu mng update ilmu, pengajaran dan pengalaman. karena setiap guru memiliki
karakter yang berbeda dan hal itu akan membuat saya menambah kapasitas dan kapabilitas untuk
eksplore dan sharing dalam pengamalan pengajaran.

Barang tentu dengan dorongan keinginan yang kuat untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan
pengalaman yang sangat berharga atas berbagai manfaat dan keuntungan menjadi guru penggerak
membuat saya bersemangat untuk mengikuti program guru penggerak ini.

Sebelum saya mengajar di SMK 14 Garut saya mengajar di sekolah dasar pada tahun 2006 kala itu
saya belum lulus kuliah dengan gelar [Link], kebetulan saya mengambil jurusan B Inggris dan mengajar
B Inggris di kelas 4,5,6. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Hingga menjadi guru
kelas ditahun 2007 hingga 2016, pengalaman selama di sekolah dasar sangat membantu
meningkatkan giroh saya sebagai pendidik. Saya aktif sebagai anggota PGRI selalu mengikuti
berbagai kegiatan dari mulai menguatkan kurikulum per wilayah maupun kecamatan. Selama
rentang waktu mengajar sebagai honorer di sekolah dasar saya berhasil mengikuti seleksi
pengrekrutan pengajar paket c yang diadakan oleh PT Chevron ditahun 2009 , dari 27 pelamar guru
B Inggris saya berhasil mendapatkan nilai tertinggi dan bisa mengajar di paket c plus yang di didirikan
oleh PT Chevron ,karena tidak mengganggu jam mengajar saya di sekolah dasar maka saya di izin kan
mengajar di dua tempat. Sekolah dasar negeri di pagi hari dan sekolah paket c setara SMA di disiang
hari.

Di 2011 paket C chevron beralih menjadi sekolah negeri yaitu SMKN 9 kelas jauh. Dan akhirnya di
tahun 2012 menjadi SMK 14 Garut tepat nya disebuah kota kecil di kab Garut. karena masih belum
memiliki bangunan yang tetap saya masih di dua sekolah SD dan SMK namun di 2016 saya memilih di
SMK 14 karena SMK 14 sudah memilki bangunan otomatis SMK menjadi sekolah pagi dan saya harus
memilih salah satu sekolah dasar ataupun smk 14, dan saya memilih SMK karena sesuai dengan
jurusan yang saya ampu karena selama di sekolah dasar saya menjadi guru kelas sedang kan di SMK
saya menjadi guru mata pelajaran bahasa Inggris.

Selama di SMK saya juga aktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari IHT kurtilas , IHT kurikulum
merdeka , menjadi bendahara koperasi , sekertaris BKK dan sekarang menjadi kordinator Sekolah
Pencetak Wirausaha , karena kepala sekola melihat potensi saya yang aktif juga di luar pendidikan.
Yaitu aktif di anggota umkn di kab Garut.
Barang tentu dengan dorongan keinginan yang kuat untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan
pengalaman yang sangat berharga atas berbagai manfaat dan keuntungan menjadi guru penggerak
membuat saya bersemangat untuk mengikuti program guru penggerak ini.

Sebelum saya mengajar di SMK 14 Garut saya mengajar di sekolah dasar pada tahun 2006 kala itu
saya belum lulus kuliah dengan gelar [Link], kebetulan saya mengambil jurusan B Inggris dan mengajar
B Inggris di kelas 4,5,6. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Hingga menjadi guru
kelas ditahun 2007 hingga 2016, pengalaman selama di sekolah dasar sangat membantu
meningkatkan giroh saya sebagai pendidik. Saya aktif sebagai anggota PGRI selalu mengikuti
berbagai kegiatan dari mulai menguatkan kurikulum per wilayah maupun kecamatan. Selama
rentang waktu mengajar sebagai honorer di sekolah dasar saya berhasil mengikuti seleksi
pengrekrutan pengajar paket c yang diadakan oleh PT Chevron ditahun 2009 , dari 27 pelamar guru
B Inggris saya berhasil mendapatkan nilai tertinggi dan bisa mengajar di paket c plus yang di didirikan
oleh PT Chevron ,karena tidak mengganggu jam mengajar saya di sekolah dasar maka saya di izin kan
mengajar di dua tempat. Sekolah dasar negeri di pagi hari dan sekolah paket c setara SMA di disiang
hari.

Di 2011 paket C chevron beralih menjadi sekolah negeri yaitu SMKN 9 kelas jauh. Dan akhirnya di
tahun 2012 menjadi SMK 14 Garut tepat nya disebuah kota kecil di kab Garut. karena masih belum
memiliki bangunan yang tetap saya masih di dua sekolah SD dan SMK namun di 2016 saya memilih di
SMK 14 karena SMK 14 sudah memilki bangunan otomatis SMK menjadi sekolah pagi dan saya harus
memilih salah satu sekolah dasar ataupun smk 14, dan saya memilih SMK karena sesuai dengan
jurusan yang saya ampu karena selama di sekolah dasar saya menjadi guru kelas sedang kan di SMK
saya menjadi guru mata pelajaran bahasa Inggris.

sebagai guru SMK yang tentu saja saja menghadapi siswa yang lebih aktif dan komunikatif tentu
tidak mudah apalagi diiringi teknologi era revolusi 4.0 dengan perkembangan yang sangat pesat ini
sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk lembaga lembaga sosial, kemampuan
dalam melakukan penyesuaian adjustment terhadap tuntutan era digital menjadi tantangan besar,
pendidikan sebagai salah satu lembaga vital suatu bangsa harus melakukan perubahan progresif
sesuai perkembangan zaman.

Selama di SMK saya juga aktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari IHT KTSP, IHT kurtilas , IHT
kurikulum merdeka, banyak perubahan dalam metode pengajaran b inggris, seiring perkembangan
zaman.

Kemudian menjadi bendahara koperasi disekolah yang pertama kali di dirikan di SMKN 14 garut ,
merangkap menjadi sekertaris BKK selama 1 periode. dan sekarang menjadi kordinator Sekolah
Pencetak Wirausaha ,membantu potensi anak agar percaya diri dan mandiri secara pinansial, karena
kepala sekola melihat potensi saya yang aktif juga di luar pendidikan, yang aktif di anggota umkn di
kab Garut. Sehingga selain menjadi guru juga menjadi pengusaha.

Ketika era globalisasi tidak bisa di hindari tentu saja sebagai pendidik tidak bisa menutup mata a
Sebelum saya menjadi kordinator SPW saya sempat menjadi bagian dari BKK yaitu bursa kerja kh
untuk bisa bekerja setelah lulus SMK tentu dengan banyak bekerja sama dengan BLK , Disnaker, d
luar kota. Namun bukan hal yang mudah memberikan lowongan pekerjaan ditempat saya menga
dari wilayah pabrik orang tua mereka pun masih berat hati jika anak nya lulus tes wawancara ata
saya sebagai team BKK bukan hanya berusaha meyakinkan siswa siswi yang benar benar ingin b
siswi pun perlu diberikan pengertian, keuntungan dan resiko yang di dapat.
Alhamdulillah ada beberapa siswa siswi yang dapat terserap di berbagai perusahaan melalui kerj
Tahun ini saya dipercaya memegang kordinator SPW sekolah pencetak wirausaha , menanamkan
diri ,kreatif dan inovatif. Karena di zaman yang berkembang dengan pesat siswa tetap berkarya d
dapat mengikuti era globalisasi dalam berwirausaha tentu nya. Juga bukan hal yang mudah men
peserta didik kendala mereka adalah malu dan tidak percaya diri karena jualan. Hal ini menjadi PR
kordinator tentu selain terus memotivasi peserta didik saya tidak sendiri,juga bekerja sama denga
Bagaimana hasilnya?
Dengan semangat di era yang melaju pesat era revolusi tentu saya tidak hanya berdiam [Link]
bekerja jauh karena takut , dengan berkomukasi memberikan saran dan masukan kepada orang t
Adapun permasalah sebagai kordinator SPW terletak pada mental peserta didik dengan pendeka
menerus disulutkan siswa menjadi bersemangat berniaga dari pertama malu malu hingga kini pe
membuat siswa mandiri dan bisa menyisihkan untuk nabung sungguh pencapaian yang luar bias
Pengalaman menjadi guru sukarelawan di paket B adalah pengalaman yang berharga. Karena s
ilmu di sana. Usia seharusnya mereka adalah 13-15 namun dipaket b ini jauh lebih dewasa kare
yang membuat mereka tidak melanjutkan sekolah ke sekolah menengah pertama. Selain kurang
akses yang jauh dari sekolah maupun perkotaan membuat sebagian banyak warga tidak melan
pertama
Pengalaman Melatih/Mengembangkan Orang lain baik secara individu maupun kelompok

Anda mungkin juga menyukai