0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan2 halaman

Homofili dan Heterofili dalam Komunikasi Internasional

Dokumen tersebut membahas konsep homofili dan heterofili dalam komunikasi internasional dan hubungannya dengan agenda setting media, framing, pesan, dan tujuan pesan. Diberikan contoh kerjasama bilateral Indonesia dengan negara berkembang sebagai contoh homofili, dan kerjasama nikel Indonesia dengan Uni Eropa sebagai contoh heterofili. Efektivitas komunikasi ditentukan oleh terbentuknya golongan sosial yang mengikuti model komunikasi tersebut.

Diunggah oleh

Masjid Al Ikhlas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan2 halaman

Homofili dan Heterofili dalam Komunikasi Internasional

Dokumen tersebut membahas konsep homofili dan heterofili dalam komunikasi internasional dan hubungannya dengan agenda setting media, framing, pesan, dan tujuan pesan. Diberikan contoh kerjasama bilateral Indonesia dengan negara berkembang sebagai contoh homofili, dan kerjasama nikel Indonesia dengan Uni Eropa sebagai contoh heterofili. Efektivitas komunikasi ditentukan oleh terbentuknya golongan sosial yang mengikuti model komunikasi tersebut.

Diunggah oleh

Masjid Al Ikhlas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : Ristining Putri Zuraida Lutfi

NIM : 042898936

MATERI : Tugas 1

MAPEL : Komunikasi Internasoinal

1. Bagaimana praktik the communications is in tune konsep homofili dan


heterofili dalam komunikasi internasional perspektif propaganda? Sertakan
contoh kasusnya!
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut maka perlu dipahami terlebih dahulu
tentang homifili dan heterofili.
a. Homofili adalah derajat persamaan dalam beberapa hal tertentu seperti
keyakinan, nilai, pendidikan, status sosial dan lain-lain, antara pasangan-
pasangan individu yang berinteraksi. Menurut Wakidul Kohar, homofili
adalah kesamaan derajat antara individu-individu yang terlibat dalam
interaksi antarpribadi.
b. Heterofili adalah suatu keadaan pasangan komunikasi berinteraksi dalam
proses komunikasi yang berbeda dalam sifat-sifat tertentu. Adapun faktor
yang menyebabkan terjadinya heterofili adalah adanya perubahan dan
perkembangan masyarakat yang menyebabkan banyak nilai-nilai berubah
tapi ada yang tetap mempertahankan nilai lama.
c. Komunikasi Internasional adalah menyampaikan pesan kepada orang lain
yang memiliki nasionalisme yang berbeda. Karena setiap negara memiliki
nasionalisme yang berbeda dengan negara satu dengan negara lainnya.
Jadi, komunikasi internasional juga bisa diartikan sebagai komunikasi
antar negara.
d. Propaganda pada dasarnya adalah upaya sengaja dan sistematis dengan
memanfaatkan media komunikasi untuk mempengaruhi publik agar
bereaksi sesuai dengan yang diinginkan sang propagandis. Dalam
pemahaman ini, propaganda tidak dengan sendirinya melibatkan
pengertian menipu atau menggunakan fakta yang tidak benar.
Berdsarkan pengertian diatas maka dapat digambarkan bagaimana proses
komunikasi internasional yang didalamnya termuat peran untuk
mempengaruhi pihak lain agar diperoleh reaksi yang sesuai dengan misi dari
propaganda. Tatkala komunikasi dilakukan berdasarkan pendekatan Homofili
maka yang ada dalam komunikasi tersebut adalah niali kerjasama yang setara
seperti contoh: Kerjasama bilateral Indnesia dengan negeri berkembang pada
komunitas Asia Afrika. Sedangkan untuk pendekatan Heterofili yaitu,
Kerjasama nikel Indonesia dengan Uni Eropa selaku serikat dagang dimana
Indonesia dibodohi terkait perolehan keuntungan hasil nikel, sehingga hal ini
mengakibatkan Indonesia menghentikan ekspor tersebut dan sampai saat ini
Indonesia dipengauhi dan ditekan oleh Uni Eropsa selaku serikat dagang
untuk kembali mengekspor nekel mentah.
2. Bagaimana keterkaitan agenda setting media yang diperkuat framing
dalam perspektif jurnalistik dengan konsep pesan dan tujuan pesan dalam
komunikasi internasional? Sertakan contoh kasusnya!
Agenda Setting adalah menciptakan public awareness (kesadaran masyarakat)
dengan menekankan sebuah isu yang dianggap paling penting untuk dilihat,
didengar, dibaca, dan dipercaya di media massa. Sebagai contoh misalnya tim
redaksi  Mata Najwa. Dalam menentukan topik apa yang akan diangkat tiap
minggu, biasanya mereka akan mengumpulkan isu-isu yang potensial dan
memiliki banyak nilai berita yang bisa menarik perhatian publik. Misalnya isu
tentang banjir Jakarta, Sunda Empire, atau virus corona. Dari sekian banyak
isu ini, mereka akan memilih dan menekankan satu isu yang dianggap paling
penting, misalnya tentang virus corona. Apabila satu media memberitakan
tentang isu virus corona, biasanya semua media akan ikut memberitakannya,
dan itu semua adalah bagian dari Agenda Setting media.
Sedangkan Framing bagaimana media menempatkan sebuah berita dan
memberikannya makna tertentu. Sebagai contoh misalnya berita tentang virus
corona tadi. Media online detikhealth mungkin akan fokus dengan topik-topik
kesehatan seperti bagaimana caranya menghindari virus corona. Koran
Kompas mungkin akan fokus ke dampak virus corona terhadap perekonomian
Indonesia. Atau Metro TV akan fokus kepada bagaimana virus corona
dipolitisasi oleh beberapa pejabat yang memiliki kepentingan. Topiknya bisa
jadi sama, tapi cara mem-framingnya berbeda-beda.
Berdasarkan keterangan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa konsep
pesan dan tujuan pesan akan menyesuaiakan dengan agenda setting dan
farming yang berkembang pada saat itu, seperti: keadaan terparah covid-19
yang ada di Indonesia mengikuti perkembangan covid dunia diberbagai negara
lain, sehinagga mengakibatkan WHO memberikan sebuah ultimatum untuk
melaksanakan lockdown disetiap negara dan menjadikan jurnasil Indonesia
menyoroti hal tersebut dan memberikan farming tentang kiat-kiat mengatasi
covid dan mengantisipasi kejenuhan didalam rumah untuk kaum rebahan.

3. Bagaimana efektivitas komunikasi homofili dan heterofili dalam komunikasi


internasional? Sertakan contoh kasusnya!
Efektifitas komunikasi ini adalah dengan terbentuknya golongan social yang
secara otomastis mengikuti model komunikasi diatas sebagaimana yang terjadi
pada elit global saat ini. Negara dengan ekonomi maju akan memiliki jalinan
yang sangat baik berbeda halnya tatkala negara maju harus menjalin
kerjasama dengan negara berkembang seperti Timor-timor negeri maju akan
membatasi sektor kerjasama dan pembagian informasi teknologi.

Daftar Pustaka

Mazur, Laura & John White.1998. ”Manajemen Krisis” (alih bahasa Miftah F.
Rakhmat). artikel pada Jurnal ISKI Manajemen Krisis.

Parrow, Richard W. 1998. ”Cara Berkomunikasi dalam Situasi Krisis”, artikel


pada Jurnal ISKI Manajemen Krisis..

Roekomy. (1992). Istilah-Istilah Komunikasi. Jakarta: Gramedia.

Anda mungkin juga menyukai