0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan2 halaman

Pedoman Terapi Ultrasound Fisioterapi

Dokumen ini memberikan pedoman tentang terapi ultrasound di Puskesmas Parit Deli. Terapi ultrasound digunakan untuk meredakan nyeri otot dan jaringan lunak, mempercepat pemulihan luka, serta stimulasi pertumbuhan tulang. Dokumen ini menjelaskan indikasi, kontraindikasi, prosedur pelaksanaan terapi, serta dokumen terkait.

Diunggah oleh

Yanna Sailany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan2 halaman

Pedoman Terapi Ultrasound Fisioterapi

Dokumen ini memberikan pedoman tentang terapi ultrasound di Puskesmas Parit Deli. Terapi ultrasound digunakan untuk meredakan nyeri otot dan jaringan lunak, mempercepat pemulihan luka, serta stimulasi pertumbuhan tulang. Dokumen ini menjelaskan indikasi, kontraindikasi, prosedur pelaksanaan terapi, serta dokumen terkait.

Diunggah oleh

Yanna Sailany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI ULTRASOUND

No. Dokumen : /SOP-UKP/2021


No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
Puskesmas Efrizal, Sp.d, [Link]
Parit Deli Nip.197002051993031008
1. Pengertian Terapi ultrasound (US) adalah salah satu jenis terapi menggunakan gelombang
suara/ultrasound dengan frekuensi gelombang suara yang tidak dapat didengar
oleh telinga manusia yaitu dengan frekuensi >20.000 kali per detik/Hertz (Hz)
untuk tujuan terapi dalam bidang rehabilitasi muskuloskeletal

INDIKASI:
1. Pemendekan otot atau spasme otot.
2. Pemendekan jaringan lunak lain seperti kapsul sendi, ligamen, dan tendon
yang menyebabkan keterbatasan gerak sendi dan nyeri.
3. Peradangan sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
4. Nyeri sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
5. Luka yang sulit sembuh.
6. Trauma pada sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
7. Entrapment syndrome yaitu terjepitnya saraf tepi oleh jaringan lunak pada
sendi-sendi tertentu. Misalnya: Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
8. Stimulasi pertumbuhan tulang pada patah tulang.
9. Membantu memasukkan obat-obat topikal atau yang dioles sebagai media
transmisi terapi ultrasound sehingga obat-obat tersebut akan masuk lebih
dalam mencapai target terapi dan efektif. Terapi ultrasound jenis ini
disebut Phonophoresis.
10. Beberapa penelitian terbaru juga mengatakan terapi ultrasound dapat
membantu resorpsi penumpukan kalsium di tendon otot-otot bahu,
meskipun mekanisme kerja sebenarnya belum diketahui secara pasti.

KONTRAINDIKAS:

1. Tumor atau kanker.


2. Kehamilan.
3. Menggunakan alat pacu jantung.
4. Menggunakan komponen plastik atau bahan methylmethacrylate cement atau
sering disebut joint cement pada daerah sendi sebagai prosthesis pada operasi
penggantian sendi.
5. Gangguan perdarahan terutama thrombophlebitis.
6. Terapi Ultrasound tidak boleh diberikan pada daerah mata dan organ
reproduktif.
7. Pada penderita pasca operasi saraf tulang belakang atau HNP dengan metode
laminektomi di atas level L2, pada keadaan ini terapi ultrasound tidak
diberikan dekat atau pada area laminektomi karena saraf tulang belakang pada
daerah ini lebih terbuka.
8. Pemasangan silikon pada payudara
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk memberikan pelayanan fisioterapi dengan
modalitas Ultrasound kepda pasien
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas parit deli tentang pelayanan fisioterapi
4. Referensi 1. Peraturan mentri kesehatan republik indonesia nomor 75 tahun
2014 tentang puskesmas
2. Peraturan mentri kesehatan republik indonesia nomor 65 tahun
2015 tentang standar pelayanan fisioterapi

5. Presedur/ Persiapan alat:


Langkah- a) Persiapan alat dan cek kabel
langkah b) Persiapan Gel
c) Siapkan handuk kering atau tissue
Persiapan pasien:
a) Atur posisi pasien sesuai dengan kebutuhan dan senyaman mungkin
b) Bersihkan area yang diterapi
c) Lakukan tes sensibilitas
d) Pada area yangditerapi di berikan gel
e) Berikan penjelasan kepada pasien tentang efek US
Cara terapi:
a) Nyalakan alat
b) Atur waktu 10-15 menit
c) Atur pulsa: continues/ intermiten
d) Tempel kantranduser pada area yang akan diterapi
e) Atur intensitas
f) Tekan star
g) Selama terapi tranduser harus dinamis/bergerak
h) Setelah selesai tekan stop
i) Matikan alat dan rapikan kembali.
6. Unit 1. Poli Umum
Terkait 2. fisioterapi
7. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait 2. Rujukan internal
3. Buku registerai

Anda mungkin juga menyukai