SISTEM DINAMIK
KONTINU LINEAR
Oleh:
1. Meirdania Fitri T
2. Siti Khairun Nisa
3. Grahani Ayu Deca F.
4. Fira Fitriah
5. Lisa Risfana Sari
Sistem Dinamik
D Sistem dinamik adalah sistem yang dapat diketahui
kondisinya di masa yang akan datang jika diberikan
kondisi pada masa sekarang atau pada masa yang lalu.
Sistem Dinamik
DISKRIT KONTINU
Persamaan Beda Persamaan Diferensial Biasa
Sistem Dinamik Kontinu
SISTEM OTONOMUS
Sistem PDB dengan yang tidak bergantung
secara eksplisit pada variabel bebas t .
LINEAR
Solusi Analitik Kurva Solusi
SISTEM OTONOMUS
Analisis Dinamik Potret Fase
NON LINEAR Medan Arah
Analisis Dinamik pada
Sistem Otonomus
Analisis dinamik berfungsi untuk mendapatkan
informasi kualitatif mengenai solusi sistem tanpa harus
menyelesaikan sistem terlebih dahulu.
Tahapan analisis dinamik
o Penentuan titik kesetimbangan/tetap
Misalkan
Titik disebut titik kesetimbangan/tetap apabila
diperoleh nilai
o Penentuan kestabilan titik kesetimbangan
Sistem Otonomus Linear 1 Dimensi
Solusi Analitik
Masukkan masalah nilai awal
diperoleh
Sistem Otonomus
1D
Kurva Solusi
x
Solusi Analitik
t
t
Sistem Otonomus 1D
Titik Tetap suatu titik yang memenuhi
Maka pada SDK linear 1D titik yang
memenuhi hanya pada
Potret Fase
x
t
TAK STABIL
x
t
STABIL
Sistem Otonomus 1D
Memanfaatkan nilaiuntuk mensketsa kurva solusi.
x
misalkan
0 t
-1
-2
Sistem Otonomus 1D
Analisa Medan Arah
Memanfaatkan nilaiuntuk mensketsa kurva solusi.
misalkan x
0 t
-1
-2
Sistem Otonomus 1D
Analisa Medan Arah
Memanfaatkan nilaiuntuk mensketsa potret fase.
x
TAK STABIL
x
STABIL
Sistem Otonomus Linear 2 Dimensi
Bentuk umum sistem autonomous linear 2 dimensi sebagai berikut:
𝑑𝑥 = 𝑝𝑥 + 𝑞𝑦
𝑑𝑡 𝐴=
𝑝 𝑞, det(𝐴) ≠ 0
𝑑𝑦 = 𝑟𝑥 + 𝑠𝑦, 𝑟 𝑠
𝑑𝑡
𝑑𝑥
𝑑𝑡 =𝑝 𝑞 𝑥 𝑑𝑥→ = 𝐴𝑥→
𝑑𝑦 𝑟 𝑠 𝑦 atau
𝑑𝑡
𝑑𝑡
1. Solusi Analitik
trace(𝐴) ± trace(𝐴) 2 − 4det(𝐴)
𝐴 − 𝜆𝐼= 0 𝜆 1,2 =
2
𝑝
𝑞− 𝜆 1 0
=0 𝜆1 + 𝜆2 = trace(𝐴)
𝑟 𝑠 01
𝜆1𝜆2 = det(𝐴)
𝑝−𝜆 𝑞
=0 Akar Real BerbedaOleh karena itu:
𝑟 𝑠−𝜆 𝜆1 ≠ 𝜆2 1. Ak 𝜆ar R𝜆ea𝜆l= d⟶etA< kar0
𝑣→𝐴
Kem1ba21r 1Kompleks
𝑝−𝜆 𝜆1m=ak𝜆2a𝜆𝜆21⟶dan𝑣→𝜆2𝜆=
𝑠 − 𝜆− 𝑞𝑟 = 0
𝜆2 −𝑝 + 𝑠 𝜆 + 𝑝𝑠 − 𝑞𝑟 = 0 berbeda tanda
𝜆2 − trace(𝐴)𝜆 + det(𝐴) = 0 2.𝜆1𝜆2 = det 𝐴 > 0
maka 𝜆1 dan
𝜆2bertanda sama
Solusi analitik untuk 𝜆1 ≠ 𝜆2:
𝑥(𝑡)= 𝐶1𝑒 𝜆1 𝑡 𝑣→1+ 𝐶2𝑒 𝜆2 𝑡 𝑣→2
𝑦(𝑡)
2. Kurva Solusi
Kurva solusi dapat digambarkan dengan memperhatikan
lim 𝑥(𝑡)
𝑡⟶∞
dan
lim 𝑦 𝑡 .
𝑡⟶∞
3. Titik Tetap
Titik tetap𝑥∗, 𝑦∗ adalah pasangan titik yang memenuhi
𝑑𝑥 ∗ = 0 dan 𝑑𝑦∗ = 0.
𝑑𝑡 𝑑𝑡
4. Potret Fase
Potret fase disketsa dengan memanfaatkan nilai eigen
dan vektor eigen. Transformasi yang digunakan adalah
sebagai berikut:
5. Medan Arah
Medan arah disketsa dengan mencari nullcline, yaitu garis yang men
SISTEM OTONOMUS LINEAR 2 DIMENSI
DENGAN
AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK
REAL BERBEDA
Potret fase:
Contoh
𝑑𝑥 = 2𝑥 + 𝑦
𝑑𝑡
𝑑𝑦 = 2𝑥 + 3𝑦
𝑑𝑡
Jawab:
𝜆1 = 1 ⟶ 𝑣→1 =1
𝜆2 = 4 ⟶ 𝑣→2 =−1
Solusi analitik: 1 Medan arah:
2
𝑥(𝑡)= 𝐶1𝑒𝑡 1 + 𝐶2𝑒4𝑡 1
𝑦(𝑡) −1 2
Titik tetap:
𝑥∗, 𝑦∗= (0,0) Kestabilan: (0,0) tak stabil
Potret fase:
Contoh
𝑑𝑥 = 𝑥 + 2𝑦
𝑑𝑡
𝑑𝑦 = 2𝑥 − 2𝑦
𝑑𝑡
Jawab:
𝜆1 = −3 ⟶ 𝑣→1 = 1
𝜆2 = 2 ⟶ 𝑣→2 = −2
Solusi analitik: 2 Medan arah:
1
𝑥(𝑡)= 𝐶1𝑒−3𝑡 1 + 𝐶2𝑒2𝑡 2
𝑦(𝑡) −2 1
Titik tetap:
𝑥∗, 𝑦∗= (0,0)
Kestabilan:
(0,0) tak stabil pelana
SISTEM OTONOMUS LINEAR 2 DIMENSI
DENGAN
AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK
KOMPLEKS
Teorema 1
Jika adalah solusi kompleks dari
maka dan masing-masing
adalah solusi realnya.
Bukti:
diperoleh dan
Terbukti bahwa dan merupakan solusi.
Teorema 1
Jika adalah solusi kompleks dari
maka dan masing-masing
adalah solusi realnya.
Akibat 1
Teorema 2
Jika A memiliki nilai eigen kompleks dengan
vektor eigen . Maka
dan
adalah solusi real dari persamaan diferensial
Oleh karena itu, diperoleh solusi umum
Bukti:
Diketahui
Maka diperoleh
solusi
Contoh 1
Potret Fase
Nilai Eigen dan Vektor Eigen Solusi Analitik
Titik Tetap
Kestabilan
stabil asimtotik (spiral masuk)
Contoh 2
Potret Fase
SISTEM OTONOMUS LINEAR 2 DIMENSI
DENGAN
AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK
REAL KEMBAR
• Contoh 1:
dx Penyelesaian dengan PDB:
3x
dt dx 3x x x e3t
dy 0
3y dt
dt
dy 3y y y 0e3t
dt
Penyelesaian dengan Nilai Eigen dan
Vektor Eigen
Nilai Eigen
det(I A) 0
dx 3 0 x
3 0
dt 0 3 0
3
0
(I ( 3) 3) 0
A 1 0 3 0
1( 2 3
) 0 1
3 0
0 3
diperoleh dua nilai eigen
yang sama yaitu 3
Vektor Eigen
Untuk 3, Sehingga:
maka:
3 3 0 0 0 p
0 33 0 0 v v1
v q
2 1
diperoleh: p 0
q
0 1
1 0
Jelas bahwa dan
0 1
merupakan vektor eigen.
1 0
x(t) c e c e
3t 3t
1 2
0 1
Kurva Solusi
x y y0e3t
x0e3t
x y
t
t
Potret Fase
dx 3x dt
dy 3y dt
Medan Arah
Kuadran I y
dx dy
0, 0
dt dt
kanan atas
Kuadran II
dx dy
0, 0 x
dt dt
kiri atas
Kuadran III
dx dy
0, 0
dt dt
kiri bawah Kuadran IV
dx dy
0, 0
dt dt
kanan bawah
Contoh 2:
dx Agar
x (t) c e
(vt
t
)
5x 2 2
menjadi solusi sistem PD
y
dt dx
dt
Ax ,
haruslah
memenuhi:
dy x
dt 3y
v ( A I )
x(vt(t) c et )
Coba: 2 2
Andaika x2 (t) solusi, maka:
n
d x2
Ax2 (t)
(t)
dtt
c et (vt ) c e v A.c e t
)
(vt
2 2
2 : c et
2
(vt ) v A(vt )
t(v Av) A) v 0
( I
Maka:
v Av , jelas benar karena vektor eigen dan nilai
v
eigen.
v ( A I )
Kesimpulan
Solusi Analitik
1D
2D
Titik Kesetimbangan
1D
2D
Kestabilan titik kesetimbangan
1D Tidak
Stabil
Stabil
Kestabilan titik kesetimbangan
2D
Analisa medan arah
Bidan fase terbagi menjadi beberapa daerah
yang dipisahkan oleh nullklin
TERIMA KASIH
Oleh:
1. Meirdania Fitri T (Slide 5-7)
2. Siti Khairun Nisa (Slide 18-24)
3. Grahani Ayu Deca F. (Slide 25-35)
4. Fira Fitriah (Slide 11-17)
5. Lisa Risfana Sari (Slide 1-4 dan 8-10)