CTBC CEMENT TREATED AGREGATE BASE COURSE
lapisan pondasi yang dibuat dari campuran agregat, semen dan air dengan
menggunakan Batching Plan
MATERIAL
KOMPOSISI CAMPURAN
PERALATAN
METODE KONSTRUKSI
PERSETUJUAN MATERIAL
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
A MATERIAL
Semen Terak Tanur
Pozzolan : ASTM
Tinggi : ASTM C989
ASTM C618 C1602
• Persyaratan ASTM C150 untuk • Persyaratan Mutu Bahan
semen tipe I & II • Persyaratan Gradasi
• Persyaratan ASTM C150 untuk • Persyaratan Pengambilan &
tipe IP dan IL CTBC Pengujian
B KOMPISISI CAMPURAN
“ Setidaknya 30 hari sebelum pelaksanaan lapangan,
Penyedia Jasa harus menyampaikan laporan pengujian
material, serta informasi rencana campuran bahan CTB
kepada Direksi Teknis. Hasil pengujian yang lebih dari 6
R ancangan bulan tidak dapat digunakan.
C ampuran Pengajuan Meliputi :
1. nama instansi yang membuat, lab & personel
“Rancangan Campuran : penguji, tanggal pengujian, informasi mengenai
harus memiliki kandungan semen, yang apabila diuji kalibrasi peralatan pengujian,
di laboratorium sesuai dengan ASTM D1633, 2. Sumber material, Sifat Material
menghasilkan kekuatan kompresif (compressive 3. Rancangan campuran : Nomor identifikasi campuran,
strength) umur 7-hari antara minimum 300 psi gradasi agregat, kadar semen, kadar air, kadar adiftif
(2,07 MPa) dan maksimum 600 psi (4,14 MPa). semen, hasil pemadatan & kekuatan, karakteristik
Kekuatan yang lebih tinggi dari batas tersebut pemadatan lab (kepadatan kering maksimum dan kadar
harus dihindari karena memungkinkan terjadinya air optimal) dan Compressive strength pada hari ke 7
susut (shrinkage) dan retak reflektif (reflective (tujuh)”
cracks)
harus memuat daftar bahan yang lengkap termasuk P engajuan
tipe, merek, sumber, dan jumlah semen, agregat
halus, agregat kasar, air, dan aditif semen” M ix design
C PERALATAN
Peralatan Pencampuran
“harus merupakan peralatan jenis Batching Plant yang menghasilkan campuran
agregat, semen, dan pozzolan yang merata dan seragam. Mesin pencampur harus
dilengkapi dengan pengukuran terkalibrasi (calibrated metering) dan alat feeding
“
Peralatan Pengangkutan
“menggunakan truk atau alat pengangkut lain yang memiliki alas yang halus,
bersih, dan kedap. Lapisan penutup truk harus disediakan dan digunakan untuk
melindungi CTB dari pengaruh cuaca”.
Peralatan Penghamparan
“menggunakan penghampar mekanis yang dapat menerima, menghamparkan, dan
membentuk campuran tanpa menyebabkan segregasi material hingga terbentuk
lapisan yang seragam atau lift. Peralatan harus dilengkapi dengan strike-off plate
dan end gates yang dapat diatur untuk menentukan ketebalan dan lebar
penghamparan.”
Peralatan Pemadatan
“Jumlah, tipe, dan berat dari roller dan alat pemadat lainnya harus memadai dan
sesuai dengan hasil Trial Compaction “
D METODE KONSTRUKSI “Batasan cuaca“ “Persiapan Lapisan dibawah CTB”
CTB tidak boleh ditempatkan pada permukaan Lapisan tersebut harus telah sesuai elevasi rencana dengan
yang basah, saat terjadi hujan atau ketika kemiringan yang sesuai gambar kerja, dan telah dinyatakan
kondisi cuaca dapat mempengaruhi kualitas memenuhi spesifikasi. Sebelum penghamparan CTB, permukaan
1 lapisan yang telah selesai ”
3 lapisan dibawah CTB harus dilembabkan terlebih dahulu. .
“Control Strip” 2 “Pemeliharaan” 4
Setengah hari pertama konstruksi ditentukan sebagai CTB yang telah dihampar dan dipadatkan
control strip. Material, peralatan, proses & hasil harus harus dilindungi dari kembang susut
sesuai persyratan” dengan melakukan curing. ”
“Penghamparan”
“Finishing” harus menghampar lapisan CTB dalam lapisan tunggal (satu
bentuk permukaan lapisan CTB harus sesuai dengan garis, lapis) dengan ketebalan padat antara 10 - 15 cm dan tidak
kemiringan, elevasi dan penampang yang ditentukan dalam boleh lebih dari itu. Jika pada kondisi tertentu dimana
gambar kerja. Selama proses finishing, permukaan harus diperlukan lebih dari satu lapis CTB, maka lapis berikutnya
dijaga kelembabannya melalui penyemprot jenis kabut harus selesai dihampar dan dipadatkan paling lama 12 jam
(pengabutan). .
7 sejak lapis pertama selesai dipadatkan.
5
8 “Pemadatan” 6 “Kontrol grade”
Seluruh operasi pemadatan harus diselesaikan dalam 2 jam Kontrol grade antara tepi CTB harus dilakukan
sejak awal pencampuran di Batching Plant. Operasi pada interval 15 m pada grade memanjang
pemadatan dilakukan dengan menjaga kadar air optimal. danpada 7,5 meter pada grade melintang
Batas toleransi yang diizinkan yaitu ±2% dari kadar air
optimal yang ditentukan.
D METODE KONSTRUKSI
“Curing”
CTB yang telah padat dan selesai harus dirawat dengan
curing agent yang disetujui oleh Direksi Teknis sesegera
mungkin, tetapi tidak lebih dari 2 (dua) jam setelah
selesainya operasi finishing
11 9
“Toleransi Permukaan”
1. Smoothness. Permukaan akhir lean concrete harus rata
10 “Batasan Konstruksi”
Seluruh operasi penempatan, pemadatan, dan
dan tidak boleh menyimpang lebih dari 9 mm dari mistar finishing harus diselesaikan max dalam 2
straight edge panjang 3,7 m (dua) jam sejak pencampuran. ”
2. Grade. Level akhir permukaan lean concrete tidak boleh
menyimpang lebih dari 15 mm dari level yang ditentukan
ketika diukur pada interval pengukuran per 15 m sejajar
dengan sumbu perkerasan.
E PERSETUJUAN MATERIAL
“Pengujian Kepadatan”
• Sample CTB untuk mengetahui pemenuhan terhadap persyratan
kepadatan & kadar air sesuai ASTM D558. kepadatan minimum =
rasio kepdatan lapangan & kepadatan max minimum 98%
• Kepdatan lapangan sesuai ASTM [Link] D6938. kadar air
“Pengujian Ketebalan” in-place sesuai ASTM D2216
• Sample dihitung dengan mengukur kedalaman lubang core CTB
pada lokasi acak dengan mengacu pada ASTM D3665
• Apabila terdapat ketebalan hasil pengukuran pada suatu area
“Pengujian Compressive strength”
kurang 12 mm dari tebal yang ditunjukkan dalam gambar kerja,
maka area tersebut harus dibongkar dan diganti dengan biaya
Penyedia Jasa. • Sample compressive strength dilakukan dengan core
yang diambil secara acak mengacu pada ASTM D3665
• Nilai compressive strength harus sesuai dengan
compressive strength dalam Job Mix formula atau dalam
batas yang disyaratkan yaitu menghasilkan kekuatan
kompresif (compressive strength) umur 7-hari antara
minimum 300 psi (2,07 MPa) dan maksimum 600 psi (4,14
MPa).
F PENGUKURAN & PEMBAYARAN
PENGUKURAN
“Kuantitas pekerjaan CTB harus diukur sebagai
jumlah meter kubik (m3) dari bahan yang telah
dicampur, dihampar dan dipadatkan dilokasi
yang telah ditentukan dan dinyatakan memenuhi
semua persyaratan oleh Pengawas Pekerjaan.
Volume yang diukur harus didasarkan atas
penampang melintang yang ditunjukkan pada
PEMBAYARAN gambar, bilamana tebal yang diperlukan
“Kuantitas Pembayaran pekerjaan CTB seragam dan berdasarkan penampang melintang
berdasarkan kontrak harga satuan dalam satuan yang disetujui Pengawas Pekerjaan bilamana
meter kubik (m3). Pekerjaan yang dibayarkan tebal yang diperlukan tidak seragam serta
berdasarkan prestasi kerja. Harga dan panjangnya diukur secara mendatar sepanjang
pembayaran harus sudah termasuk kompensasi sumbu (as)”
atas peralatan, material, tenaga kerja, Seksi
5.1 Cement-Treated Agregate Base course
(CTB) 140 alat bantu dan semua biaya insidentil
yang timbul selama pelaksanaan untuk
menghasilkan pekerjaan yang memenuhi
spesifikasi ini”
LCBC LEAN CONCRETE BASE COURSE
Lean concrete terdiri dari agregat dan semen yang dicampur secara merata
dengan tambahan air. Campuran termasuk aditif semen yang disetujui, dalam
bentuk fly ash atau terak, dan tambahan bahan kimia (chemical admixtures).
MATERIAL
KOMPOSISI CAMPURAN
PERALATAN
METODE KONSTRUKSI
PERSETUJUAN MATERIAL
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
A MATERIAL
Chemical admixtures
ASTM Kecuali ditentukan lain, penggunaan
bahan kimia tidak boleh digunakan
Pozzolan : Semen Terak Tanur C1602
ASTM C618 Tinggi : ASTM C989
• Persyaratan ASTM C150 untuk • Persyaratan Mutu Bahan
semen tipe I, II, III • Persyaratan Gradasi
• Persyaratan ASTM C595 untuk • Persyaratan Pengambilan &
tipe IS, IP dan IL CTBC Pengujian
B KOMPISISI CAMPURAN “ Setidaknya 30 hari sebelum pelaksanaan lapangan,
Penyedia Jasa harus menyampaikan laporan pengujian
material, serta informasi rencana campuran bahan LC
kepada Direksi Teknis. Hasil pengujian yang lebih dari 6
R ancangan bulan tidak dapat digunakan.
C ampuran Pengajuan Meliputi :
1. nama instansi yang membuat, lab & personel
penguji, tanggal pengujian, informasi mengenai
“Rancangan Campuran : kalibrasi peralatan pengujian,
Kekuatan kompresif (compressive strength) tidak 2. Sumber material, Sifat Material
boleh kurang dari 500 Psi (3447 kPa) atau lebih 3. Rancangan campuran : Nomor identifikasi campuran,
besar dari 800 Psi (5516 kPa) pada hari ke-7 berat agregat kering-jenuh permukaan, gradasi
(tujuh). Kekuatan kompresif harus dihitung dari agregat, faktor semen, kandungan air, rasio material
rata-rata dua hasil pengujian spesimen yang air semen, volume campuran & hasil untuk 1 meter
disiapkan dan diuji sesuai ASTM C192 dan ASTM kubik, hasil tes laboratorium (Slump, berat unit,
C39. kandungan udara, compressive strength pada 3,7 & 28
Persentase dari penurun udara harus 6% ± 0,5%. hari (nilai rata2))
Kandungan udara harus dihitung melalui pengujian
yang sesuai dengan ASTM C231 untuk agregat kasar Pengajuan
M ix design
berupa batu atau kerikil pecah dan ASTM C173
untuk terak dan agregat kasar porus yang lainnya.
C PERALATAN
Peralatan Pencampuran
“harus dilaksanakan dengan Batching Plant. Semua perlengkapan terkait
pencampuran lean concrete harus memenuhi persyaratan dalam ASTM C94 dan
ASTM C685. “
Peralatan Pengangkutan
“harus diangkut menggunakan truk mixer. Pengangkutan dengan dump truck-non
agitating haru dengan persetujuan Direksi Teknis dengan syarat Batching Plant
berada di dekat lokasi pekerjaan ”.
Peralatan Penghamparan
“Penghampar beton berupa acuan tetap (fixed form) atau acuan bergerak (Slip-
form) dapat digunakan untuk menghampar lean concrete. Penghampar harus
diberikan kekuatan penuh. Alat penghampar haus dilengkapi dengan alat
pengontrol horizontal atau vertikal, hidrolik atau elektronik. .”
Peralatan lainnya
1. Vibrator
2. Gergaji sambungan
3. Bekisting
D METODE KONSTRUKSI “Pengaturan bekisting”
“Batasan cuaca ACI 5.2R & 305R, ”
harus dikunci rapat, tidak boleh menyimpang lebih dari 6mm dari
Temperatur dari campuran lean concrete
sambungan apapun lebih dari 3 mm sepanjang 3 m dan kaki tegak
tidak boleh kurang dari 10°C dan lebih tidak boleh bervariasi lebih dari 6 mm. Bekisting harus dibersihkan
dari 32 °C”
1 3 dan diolesi minyak atau pelumas sebelum penempatan lean concrete.
“Control Strip” 2 “Pemeliharaan” 4
Setengah hari pertama konstruksi ditentukan sebagai harus melindungi lean concrete dari
control strip. Material, peralatan, proses & hasil harus kerusakan yang disebabkan kondisi cuaca
sesuai persyratan” atau lalu lintas peralatan mekanis ”
“Pencampuran”
1. Lokasi batch plant harus dapat menjamin pasokan material yang berkelanjutan untuk
menyelesaikan pekerjaan
2. Penimbunan bahan (stockpiles) di lokasi Batching Plant harus diatur sedemikian rupa untuk
“Kontrol Grade”
mencegah pencampuran bahan berbahaya diperlukan untuk memastikan lapisan lean
3. Seluruh lean concete harus dicampur dan dikirim ke lokasi sesuai persyaratan ASTM C94. concrete yang terpasang sesuai dengan profil
4. Waktu pencampuran harus cukup untuk menghasilkan lean concrete dengan wujud yang dan penampang (cross-sections) seperti
seragam, dengan seluruh bahan yang tersebar merata gambar rencana
5
7 “Pencampuran” 6 “Persiapan lapisan dibawah Lean
5. Apabila pencampuran dilakukan dalam batch plant, waktu pencampuran 50 detik < x < 90 detik. concrete ”
6. Jika pencampuran dalam truk mixer, waktu pencampuran tidak boleh kurang dari 70 atau lebih dari 125 putaran drum Sebelum menempatkan material, final grade
truk pada kecepatan pencampuran tidak kurang dari enam (6) atau lebih dari 18 putaran drum truk per menit lapisan dibawah lean concrete harus kuat,
7. Waktu yang berlalu sejak penambahan material semen ke dalam campuran hingga lean concrete ditempatkan tidak lembab dan memenuhi persyaratan
boleh melebihi 30 menit ketika lean concrete diangkut menggunakan non-agitating trucks dan 90 menit menggunakan truk
mixer atau truk agitator.
Re-tempering lean concrete tidak diizinkan, kecuali saat dikirim dengan truk pencampur. Dengan truk mixer, tambahan air
dapat diberikan ke dalam batch apabila penambahan air dilakukan dalam 45 menit setelah operasi pencampuran awal dan
tidak melebihi rasio air/semen yang telah ditentukan. .
D METODE KONSTRUKSI
“Sambungan”
Sambungan longitudinal harus dilebihkan (offset) 15 cm dan
“Finishing”
sambungan melintang 7,5 cm ketika diatas lean concrete akan
finishing dengan tangan tidak diizinkan kecuali pada area di
ditemnpatkan lapisan slab beton. sambungan dibangun dengan
mana finisher mekanik tidak dapat beroperasi. Jika, diatas lean
memotong perkerasan lean concrete hingga kedalaman 1/3
concrete adalah lapisan beton aspal, maka permukaan lean
(sepertiga), atau 1/5 (seperlima) tebal lean concrete apabila
concrete dapat dilakukan Grooving untuk membentuk tekstur.
dibuat menggunakan gergaji awal (early entry) . ”
10 8
11 “Batasan Konstruksi”
Seluruh operasi penempatan, pemadatan, dan
9 “Penghamparan”
harus Penghamparan harus dilakukan dengan alat
finishing harus diselesaikan max dalam 2 penghampar beton (concrete paver) dan tidak diizinkan
(dua) jam sejak pencampuran. ” menyebarkan lean concrete dengan Alat garuk. .
“Toleransi Permukaan”
1. Smoothness. Permukaan akhir lean concrete harus rata dan tidak boleh
menyimpang lebih dari 9 mm dari mistar straight edge panjang 3,7 m
2. Grade. Level akhir permukaan lean concrete tidak boleh menyimpang lebih dari 15
mm dari level yang ditentukan ketika diukur pada interval pengukuran per 15 m
12 sejajar dengan sumbu perkerasan.
14
“Perawatan (curing)”
setelah penghamparan, paling lambat 2 (dua) jam setelah penempatan lean
13 “Pemecah ikatan (Bond breaker) ”
hanya diperlukan ketika lean concrete direncanakan untuk menopang
concrete, seluruh permukaan dan tepi dari lean concrete Slab beton secara langsung. Cairan-senyawa pembentuk membrane
Material curing harus diaplikasikan pada cakupan maksimum 18 m2/galon (liquid membrane-forming compound) ketika digunakan sebagai Bond
atau 5 m2/liter menggunakan penyemprot mekanik bertekanan ” breaker harus diaplikasikan setidaknya 8 (delapan) jam dan tidak lebih
dari 24 jam sebelum penempatan perkerasan beton dengan takaran
maksimum 18 m2/galon atau 5 m2/liter menggunakan penyemprot
mekanik bertekanan.
E PERSETUJUAN MATERIAL
“Pengujian Compressive strength”
• Satu sampel lean concrete akan diambil untuk pengujian
compressive strength tiap 1000 m2 sesuai dengan ASTM
C172 dan pengujian kandungan udara sesuai dengan ASTM
“Pengujian Ketebalan” C31 dan compressive strength umur 7 (tujuh) hari dari
tiap silinder yang ditentukan berdasarkan ASTM C39.
Pengukuran tebal Lean concrete dilakukan dengan pengujian core Kekuatan tekan akan diukur dengan menghitung rata-rata
drill dan test pit untuk area tepi. Core drill dilakukan setiap 1000 dua benda uji umur 7 (tujuh) hari.
m2. Lubang core harus ditutup kembali dengan material Lean • Penyedia Jasa harus menyediakan curing awal silinder
concrete atau material sejenis yang tidak mengalami penyusutan. yang sesuai dengan ASTM C31 selama 24 jam setelah
dibentuk dengan mold.
Apabila ketebalan rata-rata tidak menyimpang lebih dari 12 mm
dari perencanaan ketebalan, pembayaran penuh dapat dilakukan.
Akan tetapi, apabila terjadi penyimpangan lebih dari 12 mm tetapi
kurang dari satu 25 mm dari ketebalan yang direncanakan, area
yang direpresentasikan oleh tes harus dibongkar dan diganti
dengan biaya Penyedia Jasa atau diperbolehkan untuk dibiarkan di
tempat dengan penyesuaian pembayaran 75% dari harga kontrak
unit price. .
F PENGUKURAN & PEMBAYARAN
PENGUKURAN
“Kuantitas pekerjaan Lean Concrete harus diukur
sebagai jumlah meter kubik (m3) dari bahan yang
telah dicampur, dihampar dan dipadatkan dilokasi
yang telah ditentukan dan dinyatakan memenuhi
semua persyaratan oleh Pengawas Pekerjaan.
Volume yang diukur harus didasarkan atas
penampang melintang yang ditunjukkan pada
PEMBAYARAN gambar, bilamana tebal yang diperlukan seragam
“Kuantitas Pembayaran pekerjaan CTB dan berdasarkan penampang melintang yang
berdasarkan kontrak harga satuan dalam satuan disetujui Pengawas Pekerjaan bilamana tebal yang
meter kubik (m3). Pekerjaan yang dibayarkan diperlukan tidak seragam serta panjangnya diukur
berdasarkan prestasi kerja. Harga dan secara mendatar sepanjang sumbu (as)”
pembayaran harus sudah termasuk kompensasi
atas peralatan, material, tenaga kerja, Seksi
5.1 Cement-Treated Agregate Base course
(CTB) 140 alat bantu dan semua biaya insidentil
yang timbul selama pelaksanaan untuk
menghasilkan pekerjaan yang memenuhi
spesifikasi ini”