0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
150 tayangan11 halaman

Tujuan dan Jenis-Jenis Poster

Poster adalah media publikasi yang menggabungkan tulisan dan gambar untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Poster dapat berfungsi untuk promosi, pengumuman, atau informasi umum dengan tujuan yang disesuaikan pembuatnya. Poster memadukan unsur visual dan pesan singkat untuk menarik perhatian masyarakat dan menanamkan ide.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
150 tayangan11 halaman

Tujuan dan Jenis-Jenis Poster

Poster adalah media publikasi yang menggabungkan tulisan dan gambar untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Poster dapat berfungsi untuk promosi, pengumuman, atau informasi umum dengan tujuan yang disesuaikan pembuatnya. Poster memadukan unsur visual dan pesan singkat untuk menarik perhatian masyarakat dan menanamkan ide.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POSTER

A. Pengertian Poster
Poster adalah suatu media publikasi yang memadukan antara tulisan, gambar, atau
kombinasi keduanya dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), poster adalah plakat yang dipasang di
tempat umum yang bisa berupa pengumuman atau iklan.
Poster biasanya dipasang ditempat yang ramai dan strategis. Lantaran sifatnya yang
mengajak, sangat penting untuk menempatkan poster di tempat yang mudah terlihat.

Hal tersebut juga yang menjadikan poster sebagai media iklan. Tak hanya itu, poster dapat
menjadi alat untuk promosi, memberikan pengumuman atau informasi kepada masyarakat
umum.

Namun, secara khusus tujuan poster dapat disesuaikan dengan kemauan atau kepentingan
pembuatnya yang beragam, bisa karena tujuan komersial, informasi publik, tujuan
kemanusiaan atau lainnya.

Seiring berkembangnya zaman, poster tak hanya tersedia dalam bentuk cetak saja, tetapi
juga online.

B. Pengertian Poster Menurut Ahli


 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai
Poster adalah kombinasi visual dari desain yang kuat dilengkapi dengan warna-warna
dan pesan, bertujuan untuk menangkap perhatian masyarakat yang melihatnya serta
menanamkan ide yang berarti dalam ingatannya.
 Azhar Arsyad
Poster merupakan sebuah media dua dimensi visual yang berisi gambar serta pesan
singkat tertulis yang bertujuan untuk menyampaikan hal-hal khusus dan mampu
memengaruhi orang-orang yang melihatnya.
 Sri Anitah
Poster adalah gambar yang menggabungkan unsur-unsur visual, seperti garis, kata-kata,
dan gambar yang memiliki tujuan untuk dapat menarik perhatian serta menyampaikan
pesan secara singkat.
C. Sejarah Poster
Poster sendiri telah ada semenjak mesin percetakan pertama kali diciptakan pada tahun
1700an yang biasanya digunakan untuk mempromosikan pertunjukan drama atau teater,
namun untuk poster modern seperti yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang sejak
tahun 1840-1850an.
Saat masa perang, terutama perang dunia 1 dan 2, poster dijadikan sebagai alat propaganda
kepada masyarakat oleh kedua kubu, yang gunanya adalah menjatuhkan citra dari pihak
lawan ataupin sebagai pengobar semangat, patriotisme, dan nasionalisme masyarakat kala
itu.

D. Ciri-ciri Poster
Poster memiliki beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut ini:
1. Merupakan karya seni yang memadukan antara unsur gambar dan kata-kata yang dibuat
pada kertas berukuran besar supaya lebih mudah di baca orang banyak.
2. Biasanya poster mengandung unsur-unsur warna yang mencolok, tujuannya supaya dapat
menarik perhatian.
3. Berisikan kalimat-kalimat yang cukup singkat, jelas dan mudah dimengerti pembaca.
4. Poster biasanya selalu mengandung unsur gambar yang menarik, agar membuat banyak
orang penasaran untuk melihat dan membaca informasi yang ada didalamnya.
5. Biasanya psoter di pasang ditempat yang strategis supaya dapat diketahui banyak orang,
misalnya ditempat yang ramai seperti alun-alun kota, pasar dan lain-lain.

E. Syarat Poster
Poster memiliki beberapa syarat, diantaranya sebagai berikut ini:
1. Bahasa atau kalimat yang digunakan harus mudah dipahami oleh banyak orang.
2. Kalimat pada poster harus singkat, jelas dan padat.
3. Mengkombinasikan antara gambar yang menarik dengan tulisan.
4. Dibuat semanarik mungkin, supaya menarik perhatian banyak orang.
5. Poster harus ditempelkan atau dipajang di tempat-tempat yang ramai.
6. Bahan-bahan untuk membuat poster harus yang memiliki kualiatas yang baik, supaya
tidak cepat rusak.

F. Tujuan Poster dan Fungsi Poster


Tujuan Poster:
1. Masyarakat menjadi tahu tentang kegiatan atau acara yang akan dilaksanakan.
2. Menjadikan produk atau jasa kita dikenal dan digunakan oleh masyarakat.
3. Mengingatkan masyarakat tentang hal yang seharusnya dilakukan.
4. Mengingatkan masyarakat agar menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri dan
orang lain.

Fungsi Poster:
1. Fungsi poster adalah untuk menyampaikan informasi.
2. Fungsi poster adalah media promosi barang ataupun jasa.
3. Sarana bagi para desainer grafis untuk berkreativitas.

G. Jenis-jenis Poster
Poster dibagi menjadi 2 “dua” jenis, diantaranya sebagai berikut ini:
1. Poster Berdasarkan Isinya
a. Poster Layanan Masyarakat
Poster yang berisikan informasi tentang pelayanan-pelayanan kepada masyarakat,
seperti psoter layanan kesehatan atau kesejahteraan masyarakat.
b. Poster Niaga
Poster yang berisikan tentang menjual dan mempromosikan suatu atau jasa yang dijual
oleh perusahaan.
c. Poster Kegiatan
Poster yang berisikan tentang informasi pada suatu kegiatan yang akan dilaksanakan,
supaya kegiatan tersebut diketahui oleh banyak orang dengan harapan orang-orang
tersebut dapat menghadiri kegiatan yang akan dilaksanakan.
d. Poster Karya Seni
Poster yang sifatnya ekspresif dan belum tentu diartikan sama antara orang satu
dengan orang lainnya.
e. Poster Pendidikan
Poster yang berisikan tentang informasi yang dapat memberikan pengarahan dan
pendidikan kepada masyarakat.

2. Poster Berdasarkan Tujuannya


a. Poster Propaganda
Poster yang bertujuan untuk memberikan motivasi atau semangat kepada masyarakat
umum. Biasanya supaya tetap bersemangat dalam menjalani hidup dan lain-lain, dapat
dikatakan juga poster ini merupakan poster untuk mempenagruhi orang lain.
b. Poster Kampanye
Poster yang biasanya sering muncul saat masa-masa pilkada atau pemilu, bertujuan
untuk meraih simpati masyarakat sebanyak mungkin agar masyarakat memilihnya saat
pemilu tiba.
c. Poster Afirmasi
Poster yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pembaca dengan
kalimat yang dapat mempengaruhi.
d. Poster “Dicari”
Poster yang bertujuan untuk mencari orang ataupun benda-benda yang diperlukan,
misalnya poster perusahaan yang mencari pekerja, poster mengenai orang hilang dan
lain-lain.
e. Poster Film
Poster yang bertujuan untuk mempromosikan film-film terbaru yang akan ditayangkan
dengan maksud supaya masyarakat tertarik untuk menontonnya.
f. Poster Komik
Poster yang bertujuan untuk mempopulerkan komik-komik kepada masyarakat umum
atau banyak orang.
g. Poster “Cheesecake”
Poster yang bertujuan untuk mencari perhatian masyarakat umum atau orang banyak,
biasanya poster ini memuat gambar-gambar orang terkenal seperti selebriti, penyanyi
dan lain-lain yang dapat menarik perhatian banyak orang.
h. Poster Riset
Poster yang bertujuan untuk menginformasikan kegiatan penelitian “riset” kepada
orang banyak, biasanya poster jenis ini serin g ditemui disekolah.
i. Poster Komersial
Poster yang bertujuan mempromosikan produk ataupun jasa yang dijual oleh suatu
perusahaan, poster jenis ini sering disebut sebagai poster niaga.
j. Poster Kelas
Poster yang secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan motivasi
kepada siswa, sering sekali poster ini kita lihat di dalam kelas-kelas yang ada di sekolah.

H. Kelebihan dan Kekurangan Poster


Poster memiliki kekuatan yang dramatik yang begitu tinggi memikat dan menarik perhatian.
Banyak iklan mengunakan teknik-teknik poster dalam menarik perhatian demi kepentingan
produksinya. Poster dapat menarik perhatian karena urain yang memadai secara kejiwaan
dan merangsang untuk dihayati.

Kelebihan
1. Dapat membantu guru dalam menyampaikan pelajaran dan membantu peserta didik
belajar.
2. Menarik perhatian, dengan demikian mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar.
3. Dapat dipasang atau ditempelkan dimana-mana,sehingga memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
4. Dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya.

Kekurangan
1. Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya
2. Karena tidak adanya penjelasan yang terperinci, maka dapat menimbulkan interpretasi
yang bermacam-macam dan mungkin merugikan.
3. Suatu poster akan banyak mengandung arti atau makna kalangan tertentu, tetapi dapat
juga menarik bagi kalangan yang lainnya.
4. Bila pooster terpasang lama di suatu tempat, maka akan berkuurang nilainya, bahkan
akan membosankan orang yang melihatnya.

I. Prinsip Desain Poster


1. Keseimbangan (Balencing)
Keseimbangan merupakan prinsip dalam komposisi yang menghindari kesan berat
sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur rupa. Ada dua jenis
keseimbangan tata letak desain yang bisa diterapkan: desain simetris/formal dan tidak
simetris/asimetris/non-formal.
 Keseimbangan dalam bentuk dan ukuran
 Keseimbangan dalam warna
 Keseimbangan yang diperoleh karena tekstur
 Dari kesemuanya itu yang paling terasa adalah keseimbangan yang terbentuk dari dari
komposisi

2. Alur Baca (Movement)


Alur baca yang diatur secara sistematis oleh desainer untuk mengarahkan “mata
pembaca” dalam menelusuri informasi, dari satu bagian ke bagian yang lain.

3. Penekanan (Emphasis)
Penekanan bisa dicapai dengan membuat judul atau illustrasi yang jauh lebih menonjol
dari elemen desain lain berdasarkan urutan prioritas.
Penekanan bisa dicapai dengan:
 Perbandingan ukuran
 Latar belakang yang kontras dengan tulisan atau gambar
 Perbedaan warna yang mencolok
 Memanfaatkan bidang kosong
 Perbedaan jenis, ukuran, dan warna huruf
4. Kesatuan (Unity)
Beberapa bagian dalam poster harus digabung atau dipisah sedemikian rupa menjadi
kelompok-kelompok informasi. Misalnya nama gedung tempat acara berlangsung harus
dekat dengan teks alamat.
Kesatuan dapat dicapai dengan:
 Mendekatkan beberapa elemen desain
 Dibuat bertumpuk
 Memanfaatkan garuis untuk pemisahan informasi
 Dan perbedaan informasi
 Perbedaan warna latar belakang

5. Kesan (Specific Appeal)


Poster dirancang untuk keperluan khusus berdasarkan suatu tema. Hal ini untuk
memberikan “kesan” suatu sentuhan yang sesuai dengan produk, acara, atau layanan,
Contohnya:
 Poster untuk parfum wanita sebaiknya terkesan feminin, lembut atau dekoratif.
 Poster untuk menjual truk, sebaiknya menggunakan warna-warna yang berat, huruf-
huruf yang tebal dan masif.

J. Bahan dan Ukuran Poster


Tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, poster memiliki fleksibilitas yan tinggi sehingga bisa
dibuat menggunakan beragam jenis bahan dan juga ukuran yang bisa disesuaikan dengan
kebutuhan Anda.
1. Ukuran Poster
Dalam menentukan ukuran poster, Anda bisa memilih dari berbagai ukuran kertas yang
beragam, namun yang umumnya digunakan antara lain adalah sebagai berikut:
 A0 (84,1 x 118,9 cm),
 A1 (59,4 x 84,1 cm),
 B1 (70,7 x 100 cm),
 B2 (50 x 70,7cm),
 A2 (42 x 59,4 cm),
 A3 (29,7 x 42 cm),
 A4 (21 x 29,7 cm)

2. Bahan Kertas Poster


Bahan yang digunakan untuk poster akan sangat tergantung pada kebutuhan serta
keperluan Anda, yang biasanya menggunakan beberapa jenis kertas sebagai berikut:
 Art Paper 150 gsm
 Art Carton 190 gsm
 Art Carton 210 gsm
 Art Carton 230 gsm
 Matte Paper / Kertas Majalah 150 gsm
 HVS 80 gsm

3. Menentukan Bahan dan Ukuran Poster


Pemilihan bahan dan ukuran ini akan ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu lokasi tempat
poster tersebut akan dipasang serta seberapa luas bidang yang akan ditempelkan poster
tersebut.
Misalnya Anda akan memasang poster pada halte bus yang tidak memiliki bidang yang
luas untuk dipasang poster, maka ukuran yang digunakan sebaiknya tidak lebih besar dari
A3 atau bahkan A4.

Cara membuat Poster yang Kreatif dan Efektif

Dalam membuat poster yang kreatif sekaligus efektif, keseluruhan prosesnya harus sangat
diperhatikan dan tidak hanya dari satu segi saja.
Mulai dari mendesain, menentukan ukuran, target audiens, hingga kepada prosedur
percetakannya sama-sama memiliki peran yang sangat penting sebagai suatu kesatuan guna
mencapai tujuan yang diinginkan.
Berikut ini akan kami jelaskan bagaimana cara membuat poster yang kreatif serta tepat sasaran
dan juga efisien sehingga akan meminimalisir biaya namun hasilnya tetap optimal.

A. Mendesain Poster
Tahapan pertama adalah mendesain poster, yang bisa Anda lakukan menggunakan
program desain seperti Adobe Photoshop ataupun CorelDraw.
Kami menyarankan menggunakan Coreldraw dikarenakan program ini lebih kompatibel
dengan banyak mesin percetakan, serta warna yang dihasilkan akan lebih sesuai dengan
warna yang tampak di layar komputer atau laptop Anda.
Apabila Anda masih bingung dalam menentukan konsep desain, cobalah “meniru” dari
desain poster yang tersedia di Internet dan ubahlah sesuai kebutuhan Anda seperti logo,
kata-kata, warna, dan lain sebagainya.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami berikan beberapa tips desain poster yang bisa
Anda coba praktekkan sendiri.
B. Tips Dalam Pembuatan Poster
 Poster Harus Mudah Dibaca dan Dipahami
Tips pertama, pastikan poster mudah dibaca serta mudah dimengerti sehingga informasi
yang akan Anda berikan kepada target audiens dapat tersalurkan dengan jelas dan tidak
terjadi miskomunikasi ataupun kesalah pahaman.
 Font
Font yang digunakan mudah dibaca oleh pembaca. Pilihlah font yang sesuai dengan
karakternya sehingga cocok dengan topik yang akan dikomunikasikan. Gunakan font
yang tegas serta serius untuk digunakan dalam poster-poster formal. Bagi poster anak
pun menggunakan font yang menyenangkan, enerjik, dan sebagainya.
 Warna
Dalam sebuah poster jangan terlalu banyak menggunakan warna. Jika untuk page layout
cukup menggunakan maksimal 5 warna saja. Salah satu contoh, kita bisa memilih
kombinasi warna dengan skema berdasarkan color wheel.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah penempatan estetika warna dalam poster
yang dibuat. Jangan merasa kita idealis lalu semaunya menggunakan warna tanpa
melihat bagaimana warna itu ditangkap oleh mata kita. Apalagi jika poster tersebut
dipublikasi di depan umum. Tentunya ini hanya sebuah teori dasar, untuk mengekplorasi
lebih lanjut tergantung dari masing-masing desainer melakukannya.
 Gunakan Grid
Ketika ingin membuat poster sebuah artikel, maka gunakanlah grid agar artikel terlihat
rapi, mudah dibaca dan akan terlihat lebih bagus. Mencoba googling majalah-majalah
terkenal, pasti mereka menggunakan grid ini.
 Highlight
Tentukan highlight yaitu bagian yang sangat penting dalam poster yang dibuat. Highlight
ini akan menjadi pusat perhatian bagi pembaca. Misalnya : “Diskon 50% untuk 50
Pembeli Pertama”, dan sebagainya.
 Layout / Hierarchy
Arahkan mata pembaca dari area yang paling penting ke area yang kurang penting.
Contohnya: Judul dari artikel harus menjadi area yang paling mencolok, kemudian sub-
judul berada di urutan kedua, gambar di urutan ketiga, dan artikel di urutan terakhir.
Gunakan ukuran font yang sangat besar untuk judul artikel, ukuran sedang untuk sub
judul. Ukuran font yang digunakan untuk artikel haruslah jauh lebih kecil, ukuran yang
biasa digunakan adalah 9-11 point.
 Sisakan Ruang Negatif (negatif space)
Sisakan ruang kosong dalam sebuah poster yang dibuat. Terlalu banyak text dan
ornamen akan membuat poster menjadi poster yang bising, kacau dan kurang enak
dipandang mata, sehingga tidak komunikatif.
 Ilustrasi/Sketsa
Gunakanlah sketsa atau ilustrasi sesuai dengan tema poster yang akan dibuat. Ilustrasi
ini akan menjadi penguat dalam menyampaikan pesan poster. Selain itu juga jangan
terlalu banyak sketsa/ilustrasi, cukup satu atau dua saja ilustrasi utama sehingga poster
kita lebih komunikatif.
 Icon
Gunakanlah ikon yang simple, mudah dimengerti dan sudah umum digunakan. Tak perlu
menggunakan ikon-ikon rumit yang sulit dimengerti. Ikon digunakan agar para pembaca
lebih memahami pesan poster, bukan malah mengalihkan perhatian karena adanya ikon
yang kita gunakan.
 Simpel Itu Keren
Inti dari sebuah poster adalah orang lain bisa mudah menangkap poster yang sudah kita
buat. Untuk apa poster rumit jika pesan tidak bisa tersampaikan kepada orang lain?
cukup buat poster yang simpel dan menarik maka orang lain pun akan banyak yang
suka. Tak perlu banyak gambar 3D atau ornamen-ornamen yang tidak ada hubungannya
dengan tema poster yang akan kita buat.
 Desain Minimalis Tidak Masalah
Desain simpel dan minimalis pun bisa menarik perhatian selama desain tersebut
menggugah rasa penasaran dan keingintahuan dari target audiens sehingga akan
meningkatkan kemungkinan poster tersebut dibaca oleh mereka.
 Pemilihan Ukuran Poster
Seperti sudah dibahas sebelumnya, pemilihan ukuran poster akan sangat bergantung
pada luas bidang dan lokasi yang menjadi target pemasangan poster, sehingga hal ini
harus dipertimbangkan pada saat mendesainnya.
 Desain Untuk Setiap Ukuran
Kalau Anda belum mengetahui lokasi pemasangan, buatlah beberapa versi poster untuk
berbagai ukuran untuk menyesuaikan ukuran font, layout, dan desain poster supaya
tetap jelas terbaca oleh target audiens, apapun ukuran yang digunakan.
 Target Audiens
Tips terakhir, pastikan desain poster Anda disesuaikan dengan target audiens yang anda
sasar, baik dari segi demografis ataupun psikografis, sehingga akan dapat lebih
meningkatkan peluang ketertarikan audiens tersebut untuk membaca poster yang
dipasang.
C. Mencetak Poster
Setelah desain poster selesai dibuat, selanjutnya adalah menyiapkan poster untuk dicetak
sesuai dengan jumlah yang Anda inginkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat akan mencetak poster yang biasanya
dilakukan adalah sebagai berikut:
 Menyiapkan file mentah dari poster yang ingin dicetak (format .cdr, .ai, .psd, atau .jpg
dan .png yang memiliki resolusi tinggi),
 Tentukan jenis dan ketebalan kertas yang akan digunakan,
 Pada beberapa tempat percetakan biasanya akan lebih murah apabila Anda membeli
dan menyediakan kertas sendiri.
 Tentukan apakah akan menggunakan percetakan digital atau offset (akan kami jelaskan
lebih lanjut di bawah ini).

D. Percetakan Digital vs Offset


Dalam memilih vendor percetakan, biasanya mereka akan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu
vendor percetakan digital dan vendor percetakan offset, yang masing-masing memiliki
kelebihan dan kerugiannya tersendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Digital


Pada percetakan digital, biasanya mesin yang akan digunakan adalah mesin printer laser
yang memiliki resolusi besar dan proses pengerjaan yang cepat.

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari percetakan jenis digital ini antara lain adalah
sebagai berikut:
 Bisa mencetak satuan,
 Untuk kuantiti sedikit (di bawah 500-1000 lembar) umumnya akan lebih murah
dibandingkan percetakan offset,
 Biasanya akan lebih mahal apabila membutuhkan cetak poster dalam kuantitas besar,
 Luas bidang yang bisa dicetak bervariasi, namun umumnya vendor percetakan digital
printing hanya menyediakan cetak pada ukuran maksimal A3,
 Proses pengerjaan umumnya lebih cepat dibandingkan offset

Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Offset


Percetakan offset merupakan metode percetakan yang paling tepat untuk skala besar, yang
mana pada mesin offset percetakan dilakukan dengan cara memindahkan materi desain
dari plat ke suatu lapisan karet untuk kemudian baru dicetak pada kertas.
Beberapa kelebihan dan kekurangan dari percetakan jenis offset ini antara lain adalah
sebagai berikut:
 Tidak bisa mencetak satuan, kalaupun dipaksakan maka harganya akan sangat mahal,
 Jauh lebih murah apabila mencetak dalam kuantitas besar (> 1000 lembar poster),
 Sama seperti digital printing, luas bidang yang dicetak bervariasi dan tergantung dari
mesin cetak yang dimiliki oleh vendor, tetapi rata-rata bisa mencetak hingga ukuran A0,
 Bisa menggunakan tinta khusus seperti emas dan perak,
 Proses pengerjaan lebih lama dibandingkan percetakan digital.

E. Faktor yang Mempengaruhi Biaya Cetak Poster


Beberapa faktor yang akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk mencetak poster
antara lain adalah sebagai berikut:
 Jenis bahan kertas yang digunakan,
 Ukuran kertas poster,
 Hitam-putih atau berwarna (full colour),
 Jumlah poster yang akan dicetak,
 Desain poster juga biasanya berpengaruh pada percetakan offset
 Finishing pada poster (Laminasi doff, glossy, atau penggunaan spot UV atau emboss)

Common questions

Didukung oleh AI

Lokasi dan target audiens sangat mempengaruhi desain serta ukuran poster. Lokasi pemasangan seperti tempat ramai membutuhkan ukuran dan desain yang bisa menyampaikan pesan dengan cepat dan jelas. Target audiens menentukan bahasa dan gaya visual yang digunakan. Untuk efektivitas maksimal, desain harus disesuaikan dengan sifat demografis dan psikografis audiens, seperti selera estetika dan cara berkomunikasi .

Perkembangan dari poster cetak ke digital telah memperluas cakupan penggunaannya dengan memungkinkan distribusi yang lebih luas, aksesibilitas yang lebih mudah, dan interaktivitas yang lebih tinggi. Poster digital dapat disebarkan melalui media online sehingga menjangkau audiens global serta memungkinkan integrasi elemen multimedia yang menarik .

Desain poster minimalis dapat tetap menggugah ketertarikan dengan fokus pada pesan yang jelas dan elemen yang langsung tertangkap mata, seperti tipografi yang bersih dan ilustrasi yang sederhana. Kombinasi warna yang tepat dan penempatan ruang negatif (kosong) juga berkontribusi menciptakan efek visual yang menarik tanpa overload informasi, sehingga meningkatkan peluang poster untuk dibaca .

Kelebihan poster dalam konteks pendidikan termasuk menarik perhatian siswa, mengulang pembelajaran dengan lebih mudah, dan mendorong perubahan perilaku. Namun, kekurangannya adalah interpretasi yang bisa berbeda-beda karena penjelasan yang terbatas, serta pengaruh dari tingkat pengetahuan pemirsa yang melihatnya .

Poster mulai ada sejak diciptakannya mesin cetak pada 1700an, digunakan untuk mempromosikan pertunjukan seperti drama teater. Pada tahun 1840-1850, poster modern berkembang dan kian populer. Selama Perang Dunia I dan II, poster dipakai sebagai alat propaganda untuk mengembang semangat, patriotisme, dan menggambarkan citra negatif terhadap lawan. Perkembangan ini menunjukkan perubahan fungsi poster dari sekadar promosi menjadi alat politik dan sosial .

Pemilihan bahan dan metode percetakan untuk poster harus mempertimbangkan faktor kebutuhan serta lokasi pemasangan. Jenis kertas menentukan ketahanan dan tampilan akhir. Metode percetakan digital cocok untuk produksi satuan dan cepat, sedangkan offset lebih murah untuk produksi massal dan menyediakan fleksibilitas penggunaan tinta khusus. Ukuran bidang cetak dan pilihan finishing seperti laminasi atau emboss juga perlu diperhatikan .

Prinsip desain dapat meningkatkan efektivitas poster dengan menciptakan keseimbangan, alur baca yang sistematis, penekanan pada elemen penting, serta kesatuan dalam elemen desain. Keseimbangan menghindari kesan berat sebelah dan menciptakan struktur yang menarik. Alur baca memandu mata pembaca untuk menavigasi informasi dengan mudah. Penekanan elemen penting dengan perbedaan ukuran, warna, atau latar belakang kontras memastikan elemen ini menjadi pusat perhatian. Kesatuan memastikan semua elemen poster terkait dengan baik dan menciptakan komposisi yang koheren .

Prinsip penekanan penting dalam desain poster untuk memastikan elemen utama seperti judul atau ilustrasi menjadi pusat perhatian. Penekanan dicapai melalui perbedaan ukuran, warna kontras, dan latar belakang yang mencolok. Ini membantu memprioritaskan informasi dan menarik perhatian langsung pada bagian terpenting dari poster .

Poster digunakan sebagai media iklan dan promosi karena kemampuannya yang kuat dalam menarik perhatian melalui kombinasi gambar dan kalimat singkat yang jelas. Poster ditempatkan di lokasi strategis sehingga bisa dilihat oleh banyak orang, dan memiliki unsur visual yang kuat serta pesan yang tajam untuk mengingatkan atau memengaruhi khalayak .

Poster diklasifikasikan berdasarkan isinya menjadi poster layanan masyarakat, niaga, kegiatan, karya seni, dan pendidikan. Berdasarkan tujuannya, poster meliputi propaganda, kampanye, afirmasi, 'dicari', film, komik, 'cheesecake', riset, komersial, dan poster kelas. Masing-masing jenis memiliki fungsi dan konteks penggunaan yang spesifik, seperti promosi produk, motivasi, informasi layanan, atau kegiatan masyarakat .

Anda mungkin juga menyukai