0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Tekanan Tanah Kohesif dan Non-Kohesif

Dokumen tersebut membahas tentang tekanan tanah lateral yang bekerja pada struktur penahan tanah. Secara singkat, dibahas tentang teori Rankine mengenai tekanan tanah aktif dan pasif untuk tanah tak berkohesi, serta perhitungan tekanan tanah lateral untuk tanah kohesif dengan mempertimbangkan faktor kohesi.

Diunggah oleh

salman al parisi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Tekanan Tanah Kohesif dan Non-Kohesif

Dokumen tersebut membahas tentang tekanan tanah lateral yang bekerja pada struktur penahan tanah. Secara singkat, dibahas tentang teori Rankine mengenai tekanan tanah aktif dan pasif untuk tanah tak berkohesi, serta perhitungan tekanan tanah lateral untuk tanah kohesif dengan mempertimbangkan faktor kohesi.

Diunggah oleh

salman al parisi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B.

Tanah Tanah adalah sebuah material yang terdiri dari campuran-campuran butiran dengan atau
tanpa kandungan bahan organik. Butiran-butiran yang mudah dipisahkan dengan kocokan air. Tanah
berasal dari pelapukan batuan yang prosesnya dapat secara fisik atau kimia. Sifat-sifat teknis tanah
kecuali dipengaruhi- oleh sifat dari induk bantuannya juga dipengaruhi oleh unsur-unsur luar yang
menjadi penyebab terjadinya pelapukan batuan tersebut (Hardiyatmo, 2003). 1. Tekanan Tanah
Lateral Saat Diam Menurut Hardiyatmo, 2003 tekanan tanah lateral adalah gaya yang ditimbulkan
oleh akibat dorongan tanah dibelakang struktur penahan tanah. Besar 9 tekanan lateral sangat
dipengaruhi oleh perubahan letak (displacement) dari dinding penahan dan sifat-sifat tanah asli.
Pada Gambar 5 tanah dibatasi oleh dinidng dengan permukaan licin (frictionless wall) AB yang
dipasang sampai kedalaman tak terhingga. Suatu elemen tanah yang terletak pada kedalaman z akan
mendapatkan tekanan ke arah vertikal σv dan horisontal σh, dimana σv dan σh merupakan tekanan
efektif dan takanan total tanah. Tanah akan berada dalam keadaan keseimbangan elastis (elastic
equilibrum) apabila dinding dalam keadaan diam. Koefisien tekanan tanah dalam keadaan diam
(coefficient of earth pressure at rest) Ko yaitu tekanan arah horisontal dan vertikal, seperti pada
Gambar 5. Gambar 5. Tekanan tanah dalam kondisi diam (at rest). (Sumber: Das, 1993) Menurut
Das, 1993 persamaanya dapat ditulis sebagai berikut: Kₒ = σh
σv .............................................................................................................(2.1) 10 Karena σv = 𝛾 𝑧, maka
tekanan lateral saat diam adalah: σh = Kₒ (γ
z) ...................................................................................................(2.2) Nilai gaya total per satuan lebar
dinding Po sama dengan luas dari diagram tekanan tanah. Diagram tekanan tanah dalam keadaan
diam yang bekerja pada dinding setinggi H, seperti Gambar 6. Gambar 6. Distribusi tekanan tanah
dalam keadaan diam (at rest). (Sumber: Das, 1993) Menurut Das, 1993 persamaannya dapat ditulis
sebagai berikut: Pₒ = 1 2 x Kₒ γ H² .............................................................................................(2.3)
Hardiyatmo, 2003 mengatakan pada posisi ini tekanan tanah pada dinding akan berupa tekanan
tanah saat diam (earth pressure at rest) dan tekanan tanah lateral (horisontal) pada dinding, pada
kedalaman tertentu (z), dinyatakan oleh persamaaan: σh = Ko z
γ .......................................................................................................(2.4) atau 11 Ko = σh γ z = σh
σv .....................................................................................................(2.5) dengan: σh = Tegangan
horisontal efektif (kN/m3 ) σv = Tegangan vertikal efektif( kN/m3 ) Ko = Koefisien tekanan tanah saat
diam z = Kedalaman dari muka air (m) γ = Berat volume tanah (kN/m3 ) 2. Teori Rankine Ditinjau
suatu tanah tak berkohesi yang homogen dan isotropis yang terletak pada ruangan semi tak
terhingga dengan permukaan horisontal, dan dinding penahan vertikal berupa dinding yang licin
sempurna. Untuk mengevaluasi tekanan tanah aktif dan tahanan tanah pasif, ditinjau kondisi
keseimbangan batas pada suatu elemen di dalam tanah, dengan kondisi permukaan yang horisontal
dan tidak ada tegangan geser pada kedua bidang vertikal maupun horisontalnya. Dianggap tanah
ditahan dalam arah horisontal. Pada kondisi aktif sembarang elemen tanah akan sama seperti benda
uji dalam alat triaksial yang diuji dengan penerapan tekanan sel yang dikurangi, sedangkan tekanan
aksial tetap. Ketika tekanan horisontal dikurangi pada suatu nilai tertentu, kuat geser tanah pada
suatu saat akan sepenuhnya berkembang dan tanah kemudian mengalami keruntuhan. Gaya
horisontal yang menyebabkan keruntuhan ini merupakan tekanan tanah aktif dan nilai banding
tekanan horisontal dan vertikal pada kondisi ini, merupakan koefisien tekanan aktif (coefficient of
active pressure) atau Ka, seperti dinyatakan dalam persamaan (2.6) dengan melihat Gambar 7
(Hardiyatmo, 2003). 12 Gambar 7. Tegangan Rankine dengan menggunakan lingkaran mohr.
(Sumber: Hardiyatmo, 2003) Menurut Hardiyatmo, 2003 persamaannya dapat ditulis sebagai
berikut: Ka = 𝜎3 𝜎1 = 𝜎ℎ 𝜎𝑣 ....................................................................................................(2.6)
Dengan σv = zγ Dari lingkaran Mohr pada Gambar 7 dapat disimpulkan bahwa: Sin 𝜑 = 𝜎1−𝜎3
𝜎1+𝜎3 ..................................................................................................(2.7) Dengan σv = σ1 = zγ dan ϕ
yang telah diketahui, substitusi persamaan (2.6) ke persamaan (2.7) akan diperoleh: σ3 = σ1 1−sin 𝜑
1+sin 𝜑 = zγtg2 (45ᵒ − 𝜑 2 ) Karena σ3 = Ka zγ, maka, untuk muka tanah datar berlaku: Ka= 𝜎3 zγ = tg²
(45ᵒ − 𝜑 2 ) ..................................................................................(2.8) Menurut Hardiyatmo, 2003,
apabila tanah ditekan dalam arah horisontalnya, sembarang elemen tanah akan sama kondisinya
seperti keadaan benda uji dalam 13 alat triaksial yang dibebani sampai runtuh melalui penambahan
tekanan sel sedang tekanan aksial tetap. Nilai banding tegangan horisontal dan vertikal pada kondisi
ini merupakan koefisien tekanan pasif (coefficient of passive pressure) atau Kp. Besaran Kp dapat
dinyatakan (untuk muka tanah datar) : Kp= 𝜎3 zγ = tg² (45ᵒ − 𝜑
2 ) ...................................................................................(2.9) Dari persamaan (2.8) dan persamaan
(2.9), dapat dinyatakan bahwa: Kp = 1
𝐾𝑎 ............................................................................................................(2.10) Persamaan (2.10)
hanya berlaku untuk kondisi permukaan tanah horisontal. 3. Tekanan Tanah Lateral pada Dinding
dengan Permukaan Horisontal Pada Gambar 8 menunjukkan dinding penahan dengan tanah urug tak
berkohesi seperti pasir (c = 0), dengan berat volume γ dan sudut gesek dalam φ, dan tidak terdapat
air tanah. Untuk kedudukan aktif Rankine, tekanan tanah aktif (Pa) pada dinding penahan tanah di
sembarang kedalaman dapat dilihat pada persamaan 2.11. Pada kedudukan pasif, tekanan tanah
aktif (Pa) pada kedalaman z dari puncak dinding penahan dinyatakan oleh: Pa = z γ Ka; untuk c =
0 ..................................................................................(2.11) Tekanan tanah aktif total (Pa) untuk
dinding penahan tanah setinggi H dengan luas diagram tekanannya Gambar 8a dinyatakan dengan
persamaan: Pa = 0.5 H2 γ Ka ..............................................................................................(2.12)
dengan: Pa = Tekanan tanah aktif (kN/m) 14 Pa = Tekanan tanah aktif total (kN/m) γ = Berat volume
tanah (kN/m3 ) Ka = Koefisien tekanan aktif H = Tinggi dinding penahan (m) Distribusi tekanan tanah
lateral terhadap dinding penahan untuk kedudukan pasif Rankine, ditunjukkan dalam Gambar 8b.
Tekanan tanah pasif (Pp) pada sembarang kedalaman dinding penahan dinyatakan dalam
persamaan: Pp= z γ Kp; c = 0 ............................................................................................(2.13) Tekanan
tanah pasif pada dasar dinding penahan tanah: P𝑝= 𝐻𝛾𝐾𝑝 Tekanan tanah pasif total (Pp) adalah luas
diagram tekanan pasifnya, yaitu persamaan (2.14). Pp = 0.5 H2 γ
Kp ..............................................................................................(2.14) dengan: Pp = Tekanan tanah
pasif (kN/m) Pp = Tekanan tanah pasif total (kN/m) γ = Berat volume tanah (kN/m3 ) Kp = Koefisien
tekanan pasif H = Tinggi dinding penahan (m) 15 Gambar 8. Distribusi tekanan tanah untuk
permukaan tanah horizontal. (a) Tekanan aktif Rankine (b) Tekanan pasif Rankine (Sumber:
Hardiyatmo, 2003) 4. Tekanan Tanah Lateral untuk Tanah Kohesif Kondisi tanah urugan kembali yang
berupa tanah kohesif seperti tanah lempung, besarnya tekanan tanah aktif menjadi berkurang. (Bell,
1915) mengusulkan suatu penyelesaian hitungan tekanan tanah lateral pada dinding penahan
dengan tanah urugan kembali untuk tanah berlempung, seperti ditunjukkan dalam Gambar 9.
Hitungan didasarkan pada persamaan Rankine dan Coulomb dengan mempertimbangkan kondisi-
kondisi tegangan pada lingkaran Mohr. Gambar 9. Galian pada tanah kohesif (a) Pengaruh retakan
yang terisi air (b) Diagram tekanan aktif (c) Diagram tekanan pasif (Sumber: Hardiyatmo (2003) 16
Menurut Hardiyatmo, 2003 dengan menggunakan lingkaran Mohr dapat diperoleh persamaan untuk
tekanan tanah arah horisontal σh = Pa (tekanan aktif): Pa = γ z tg2 ( 45º - 𝜑 2 ) - 2c tg (45º - 𝜑
2 ) ...........................................................(2.15) Melihat Gambar 9, terdapat kemungkinan bahwa
galian tanah pada tanah kohesif dapat dibuat dengan tebing galian yang vertikal. Di permukaan
tanah atau z = 0, maka dapat dinyatakan: Pa = -2ctg (45°- 𝜑 2 ) = -
2c√Ka ........................................................................(2.16) Nilai negatif memberi pengertian adanya
gaya tarik yang bekerja, dimulai dari kedalaman tertentu (hc) dari permukaan tanah seperti Gambar
9b. Kedalaman dimana Pa = 0, akan memberikan kedalaman retakan tanah urugan akibat gaya tarik,
seperti dinyatakan dalam persamaan (2.17) (Hardiyatmo, 2003). hc = 2𝑐
𝛾√Ka ........................................................................................................(2.17) h = H -
hc .......................................................................................................(2.18) Sehingga nilai tekanan
tanah aktif total pada dinding penahan setinggi H, dengan tanah urug yang berupa tanah kohesif
dapat dinyatakan: Pa = 1 2 γ H 2Ka - 2c H √Ka................................................................................(2.19)
Momen tanah aktif akibat kohesi dapat dinyatakan: Ma = Pa x h
3 .....................................................................................................(2.20) dengan: Ka = Koefisien
tekanan tanah aktif Pa = Tekanan tanah aktif (kN/m) Ma= Momen tanah aktif (kNm) 17 c = Kohesi
tanah (kN/m2 ) H = Tinggi dinding penahan tanah (m) γ = Berat volume tanah (kN/m3 ) ϕ = Sudut
gesek tanah (°) Apabila tekanan tanah pasif: Pp = γ z tg2 ( 45º + 𝜑 2 ) + 2c tg (45º + 𝜑
2 ).........................................................(2.21) Di permukaan tanah dimana z = 0, maka dapat ditulis:
Pp = 2ctg (45°+ 𝜑 2 ) = 2c√Kp..........................................................................(2.22) Tekanan tanah
pasif akibat tekanan dari tanah dapat dinyatakan: Pp = 1 2 γ H
2Kp ..................................................................................................(2.23) Tekanan tanah pasif akibat
adanya kohesi dapat dinyatakan: Pp = 2c H
√Kp ................................................................................................(2.24) Sehingga nilai tekanan tanah
pasif total pada dinding penahan setinggi H, dengan tanah urug yang berupa tanah kohesif dapat
dinyatakan: Pp = 1 2 γ H 2Kp + 2c H √Kp.............................................................................(2.25)
Momen tanah pasif akibat dari tekanan tanah dapat dinyatakan: Mp = Pp x H
3 ....................................................................................................(2.26) Momen tanah pasif akibat
adanya kohesi dapat dinyatakan: Mp = Pp x H
2 ....................................................................................................(2.27) dengan: Kp = Koefisien
tekanan tanah pasif Pp = Tekanan tanah pasif (kN/m) 18 Mp = Momen tanah pasif (kNm) c = Kohesi
tanah (kN/m2 ) H = Tinggi dinding (m) 𝛾 = Berat volume tanah (kN/m3 ) ϕ = Sudut gesek internal
tanah (°)

Anda mungkin juga menyukai