0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Perkembangan Alam Semesta dan Tata Surya

Makalah ini membahas tentang perkembangan alam semesta dan tata surya dalam 3 kalimat. Pertama, menjelaskan proses perkembangan alam semesta dari awal terbentuk hingga terbentuknya galaksi. Kedua, proses terbentuknya galaksi dari awal berupa kumpulan gas raksasa hingga membentuk bintang-bintang. Ketiga, penjelasan tentang tata surya berdasarkan teori nebular dan komposisinya.

Diunggah oleh

Iisistiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Perkembangan Alam Semesta dan Tata Surya

Makalah ini membahas tentang perkembangan alam semesta dan tata surya dalam 3 kalimat. Pertama, menjelaskan proses perkembangan alam semesta dari awal terbentuk hingga terbentuknya galaksi. Kedua, proses terbentuknya galaksi dari awal berupa kumpulan gas raksasa hingga membentuk bintang-bintang. Ketiga, penjelasan tentang tata surya berdasarkan teori nebular dan komposisinya.

Diunggah oleh

Iisistiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PERKEMBANGAN ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Ilmu Alamiah Dasar

Dosen pengampu:Ibu Linda

Disusun oleh:
Eva Risyanti
Neneng Futri
Widayanti Febi
Iis Istiqomah

PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

RIYADHUL JANNAH

2022 M / 1443 H
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunianya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini guna
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar,dengan judul:”Perkembangan Alam
Semesta dan Tata Surya”.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang dengan tulus memberikan do’a ,saran , dan kritik sehingga makalah ini
dapat terselesaikan.

terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami [Link] karena itu,kami


mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari
berbagai [Link] kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
perkembangan dunia Pendidikan.

Subang, September 2022

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1

[Link] Belakang.................................................................................................................1

[Link] Masalah............................................................................................................1

[Link] Masalah................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................

[Link] Alam Semesta.........................................................................................

[Link] Galaksi......................................................................................................

[Link] Surya........................................................................................................................

BAB III Penutup................................................................................................................

[Link]......................................................................................................................

[Link]................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................
ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Alam semesta merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang dan
waktu tempat kita berada dengan energi dan materi yang [Link] alam
semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.

Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil,misalnya


atom, elektron, sel, amuba, dan [Link] makrokosmos adalah benda-benda
yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, [Link] ahli
astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan
benda-benda langit [Link] terbentuknya alam semesta baru merupakan
teori,meskipun sudah banyak penelitian dilakukan namun masih tetap dalam bingkai teori
saja.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses perkembangan alam semesta?

2. Bagaimana terbentukanya galaksi?

3. Apa yang dimaksud dengan tata surya?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui proses perkembangan alam semesta

2. Untuk menjelaskan tentang terbentuknya galaksi

3. Untuk menjelaskan tentang tata surya


BAB II

PEMBAHASAN

A. Proses perkembangan alam semesta

Berdasarkan hasil pengamatan para astronom dengan menggunakan teropong binokular


atau teleskop yang mutakhir bahwa di alam semesta ini terdapat bintang-bintang beredar
mengikuti suatu pusat berupa kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-
kelompok bintang yang sangat dekat satu dengan yang lain (Cluster) dan juga dikelilingi oleh
gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran
ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk matahari selanjutnya disebut galaksi,menurut para
ahli ternyata galaksi itu jumlahnya banyak, dan galaksi dimana bumi kita berinduk diberi
nama galaksi Milky way atau Bhima sakti, dan galaksi tetangga bhima sakti yang berhasil
dapat dilihat oleh para astronom adalah galaksi andromeda.

Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya tidak kurang 100 miliyar
termasuk diantaranya [Link] merupakan pusat tata surya kita [Link]
bintang-bintang di dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau
cakram dengan garis tengah sepanjang 100 tahun cahaya dan tebalnya 10 tahun [Link]
matahari sebagai pusat tata surya berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Perhitungan jarak sebagaimana di atas,dapat digambarkan sebagai berikut ; Dalam 1


detik cahaya dapat menempuh jarak sejauh 300.000 km sedang jarak bumi ke matahari = 8.
1/3 menit cahaya atau 500 detik [Link] jarak bumi dengan matahari = 500 x 300.000
= 150 juta km.

1. Asal Usul Terbentuknya Alam Semesta

a). Teori ledakan dahsyat (Big Bang)

Seorang ahli perbintangan bangsa belgia bernama Geprges Lamaitre pada tahun 1930
telah mengemukakan teori ledakan [Link] pendapatnya bahwa alam semesta atau
galaksi-galaksi berasal dari suatu massa yang meledak dengan dahsyat yang bagian-
bagiannya terlempar kesegala arah.

b).Teori ekspansi dan kontraksi

Para ilmuan menduga bahwa sebelum terbentuknya alam semesta telah terjadi suatu
siklus antara masa ekspansi dan masa kontraksi.
Energi dari reaksi inti hydrogen dapat membangkitkan ekspansi alam sehingga
terbentuklah galaksi-galaksi dan bintang-bintang dan unsur-unsur [Link] masa
kontraksi galaksi dan bintang-bintang itu menciut dan meredup sambil memancarkan energi
kalor yang sangat tinggi.

c). Teori creatio continua

Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold. Mereka berpendapat bahwa
saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap
ada, dengan kata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak pernah berakhir
( mengingatkan kita pada Al-Razi yang menyatakan materi itu kekal ). Pada setiap saat ada
partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-
bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar daripada
yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam
semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritik pada 10 milyar tahun lagi. Tetapi
dalam waktu 10 milyar ini akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini 90% materi
alam semesta adalah oksigen. Dari hydrogen ini akan membentuk helium dan zat lainnya.

2. Terbentuknya Galaksi

Sains modern berpendapat bahwa cosmos telah terjadi dari pada kumpulan gas yakni
hydrogen dan sedikit helium yang berputar secara pelan pada zaman yang sangat kuno.
Kumpulan gas tersebut kemudian terbagi menjadi potongan-potongan banyak dari dimensi
dan kelompok yang sangat besar. Ahli astrofisika memperkirakan bahwa dimensi tersebut 1
milyar sampai dengan 100 milyar kali besarnya matahari dan besarnya matahari adalah
300.000 kali besarnya bumi. Angka-angka itu memberikan gambaran kepada kita tentang
kelompok gas mula-mula yang kemudian melahirkan galaksi.

Menurut Fowler (1957) sekitar 12.500 juta tahun lalu galaksi bhima sakti masih
berbentuk kabut gas hydrogen yang sangat panas. Kemudian ia berotasi sehingga bentuknya
menjadi bulat dan bertambah berat. Akibatnya ia mengadakan konstraksi dan bagian masa
luarnya yang memiliki berat jenis yang besar banyak yang tertinggal dan kemudian
membentuk bintang-bintang yang secara lambat laun melakukan konstraksi sambil
memancarkan energi potensialnya berupa kalor sehingga lambat laun suhunya menjadi
[Link] ribuan tahun bintang-bintang itu ada yang bentuknya hampir tetap seperti
matahari kita.

3. Tata Surya

a. Teori Nebular (Kabut)

Teori terjadinya tata surya mula-mula dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) seorang
ahli filsafat bangsa Jerman dan Pierre Simon Lapace (1796) seorang ahli fisika bangsa
Prancis. Keduanya berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut, sehingga disebut teori
Kabut Kant-Lapance, dalam al-qur’an surat Fussilat ayat 11.

Artinya: Kemudian dia menuju kepada pencipta langit dan langit itu masih merupakan
asap, lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut
perintah-ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab kami datang dengan suka
hati.

Kant dan Laplace sekalipun memiliki kesamaan dalam menjelaskan asal tata surya tetapi
mereka berbeda dalam menjelaskan proses pembentukan tata surya, sebagaimana dijelaskan
di bawah ini:

Immanuel Kant:

Ia berpendapat bahwa tata surya itu berasal dari gumpalan kabut gas panas yang berputar
pada porosnya. Kemudian kebut itu menjadi padat atas dasar prinsip tarik menarik dan tolak
menolak dari bagian-bagian kabut yang memadat itu pusatnya membentuk inti menjadi
matahari sedangkan bagian-bagian lainnya bersatu lalu memisahkan diri dari yang lainnya
dan menjadilah planet-planet. Dengan demikian planet-planet itu terbentuk bersamaan
dengan matahari.

Laplace:

Ia berpendapat bahwa tata surya berasal dari nebula/kabut gas pijar bercampur dengan
debu yang berputar pada porosnya. Akibat percepatan rotasinya, kabut makin mengecil dan
bentuknya menjadi seperti cakram (pipih). Karena percepatannya makin besar, keadaan kabut
menjadi tidak stabil dan terlepas membentuk cincin gas yang baru dan memadat lagi dan
seterusnya. Cincin itu membentuk planet, sedangkan yang masih panas menjadi matahari.
b). Teori Tidal atau Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffres pada tahun 1919.
Menurut teori ini ratusan juta tahun lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahri dan
kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian matahari tertarik dan lepas. Dari bagian
matahari yang lepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.

Menurut teori ini, kemungkinan dahulu matahari merupakan sepasang bintang kembar.
Oleh sebab itu salah satu bintang meledak, dan oleh gaya tarik gravitasi bintang yang satunya
(matahari sekarang), pecahan tersebut berada disekitar dan beredar mengelilinginya.

c). Teori G.P. Kuiper

Pada tahun 1950 G.P Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui diluar
tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikemukakan yang
mengandaikan matahari serta semua planet-planet berasal dari gas purba yang ada diruang
angkasa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses
melahirkan bintang.

Kabut gas yang tampak tipis-tipis di ruang angkasa itu, karena gaya tarik gravitasi antar
molekul dalam kabut itu lambat laun memampatkan diri menjadi masa yang semakin lama
semakin padat. Pemadatan ini dimungkinkan oleh sifat gas semacam itu selalu terjadi
gerakan. Selanjutnya gerakan itu semakin lama menjadi gerakan berputar yang memipihkan
dan memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua gumpalan materi memadat di tengah. Sedang
gumpalan yang kecil akan melesat dilingkungan sekitarnya. Gumpalan yang memadat
ditengah menjadi matahari sebagai pusat, sedang gumpalan-gumpalan yang kecil menjadi
bakal planet. Matahari yang dipusat begitu padat mulai menyala dengan api nuklir, yang
selanjutnya api itu mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi sirna. Sehingga
planet sekarang terlihat telanjang tinggal terasnya. Tapi bakal planet yang jauh dari matahari
kurang terpengaruh sehingga tampak menjadi planet yang besar dengan diliputi kabut.

Konsep alam ganda;

Para ahli astrofisika modern berpendapat bahwa sangat boleh jadi ada planet-planet yang
menyerupai bumi. Mereka mengira ada kemungkinan terdapatnya planet seperti bumi di luar
system matahari karena alasan-alasan seperti berikut;
Orang memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari 100 milyar bintang,
masing-masing mempunyai system planet seperti system matahari.

P. Guerin, seorang ahli astrofisika, menulis “system planeter sudah terang, tersebar
banyak dalam cosmos, system matahari dan bumi tidak satu-satunya yang ada, kemudian ia
lanjutkan; kahidupan, sebagaimana planet-planet yang memberinya tempat juga tersebar
diseluruh cosmos, dimana saja terdapat kondisi fisikokimia yang diperlakukan untuk
terbentuknya kehidupan tersebut dan perkembangan selanjutnya.”Penjelasan Guerin jika kita
kaitkan dengan banyak nya ditemukan ayat al-qur’an yang menyebutkan tentang kegandaan
langit dengan symbol angka 7 lapis langit. Disisi lain wujudnya bumbu-bumi yang mirip
dengan bumi kita dari beberapa aspek, adalah suatu hal yang dapat kita pahami, tetapi para
ahli sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikan keadaannya seperti apa. Para
spesialis menganggap bahwa adanya bumi semacam itu sangat mungkin.

Anda mungkin juga menyukai