BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Survey Pertambangan
Survey pertambangan yaitu sebuah cabang ilmu dan teknologi di bidang
pertambangan. Pekerjaan ini meliputi pengukuran, perhitungan, dan pemetaan.
Tim survey adalah tim yang mengontrol segala sesuatu mulai dari awal
pembukaan tambang, pengoperasian tambang, dan penutupan tambang agar sesuai
dengan desain tambang yang telah direncanakan. Survey bertanggung jawab
terhadap data yang diperoleh dari lapangan.
2.2 Metode Cut and Fill
Prinsip perhitungan volume menggunakan metode cut and fill adalah
menghitung luasan dua penampang dan jarak antara penampang atas dan
penampang bawah. Dengan mengetahui data penampang atas dan penampang
bawah, maka dapat dihitung luas masing-masing penampang. Volume dihitung
dari DTM (digital terrain model) yang dibentuk dari jaring-jaring segitiga (TIN).
Jaring-jaring segitiga inilah yang akan membentuk suatu geometri prisma dari dua
surface. Surface dibedakan menjadi dua, yaitu design surface dan base surface.
Design surface merupakan surface yang akan dihitung volumenya, sedangkan
base surface merupakan surface yang akan dijadikan alas.
Sumber :Geodis-Ale, 2012
Gambar 2.1 Visualisasi Perhitungan Volume Menggunakan Metode Cut and Fill
Pada gambar 2.1 menunjukan bahwa volume total dari suatu area dihitung
dari penjumlahan volume semua prisma. Volume prisma dihitung dengan
mengalikan permukaan proyeksi (Ai) dengan jarak antara pusat massa dari dua
segitiga yaitu desain surface dan base surface (di). Rumus penghitungan volume
dengan prisma method dapat dilihat pada rumus berikut.
Vi = Ai x di
Keterangan :
Vi = Volume prisma
Ai = luas bidang permukaan proyeksi
di = jarak antara pusat massa dua permukaan proyeksi
2.3 Gemcom Surpac 6.4.1
Gemcom Surpac 6.4.1 adalah perangkat lunak yang dikeluarkan oleh
[Link], yang berguna dalam hal manajemen pertambangan baik operasi
tambang terbuka dan bawah tanah. Perangkat lunak ini dapat memberikan
kenampakan 3D (3 Dimensi) yang tentunya dengan pertimbangan dari aspek
keakurasian dan keefisienan. Surpac adalah sebuah software yang biasa
dipergunakan untuk melakukan pemodelan, analisa dan design terhadap lapis
bawah atau permukaan, sofware ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan
dengan software yang biasa dipergunakan untuk menghitung permukaan (surface)
saja, contohnya dalam perhitungan volume. Untuk dapat melakukan penghitungan
volume dengan surpac diperlukan data dua buah surface dimana surface pertama
sebagai design surface dan surface kedua sebagai alas atau base surface. Selain
itu diperlukan juga boundary ( batas) area yang akan dihitung volumenya.
2.3.1 Data String
Data string adalah data titik dan garis mentah. Hampir semua data yang
dibawa ke Surpac akan dirubah kedalam format STR dan disimpan sebagai string.
String adalah urutan tiga dimensi koordinat menggambarkan beberapa fitur fisik
seperti garis ditarik dalam sketsa.. Semua titik yang mendefinisikan string tunggal
disimpan dalam urutan string dan diberi nilai umum. Nomor string berada di
kisaran 1 sampai 32000 inklusif. Berikut contoh ilustrasi dari data string.
Sumber : Handbook Tutorial Surpac
Gambar 2.2 Visualisasi String diDalam Input Surpac
2.3.2 DTM (Digital Terrain Model)
Li Zhilin dan Gold, 2005 menyatakan, Digital Terrain Model (DTM) adalah
representasi statistik permukaan tanah yang kontinyu dari titik-titik yang diketahui
koordinat X, Y, dan Z nya pada suatu sistem koordinat tertentu. Linkwitz, 1970
menyatakan DTM merupakan sistem yang terdiri dari dua bagian, yaitu
sekumpulan titik-titik yang mewakili bentuk permukaan terrain yang disimpan
pada memori komputer, dan algoritma untuk melakukan interpolasi titik-titik baru
dari data titik yang diberikan atau menghitung data lain.
Dipokusumo dkk, 1983 menyatakan, DTM sendiri dapat diartikan sebagai
representasi ketinggian dari suatu continuous terrain atau permukaan (tanpa ada
feature alam dan hand made) dalam bentuk digital atau numeris, dalam sistem
koordinat X, Y, Z. Pengertian DTM mencakup tidak hanya tinggi (height) dan
elevasi (elevation), tetapi juga unsur-unsur morfologi yang lain seperti garis
sungai, dan sebagainya. Berikut Ilustrasi DTM ditunjukkan pada gambar 2.3.
Sumber :Geodis-Ale, 2012
Gambar 2.3 DTM (Digital Terrain Model)
2.3.3 TIN (Triangulasi Irregular Network)
Li Zhilin dan Gold, 2005 menyatakan, TIN adalah salah satu metode untuk
mempresentasikan suatu surface (permukaan) dalam bentuk jaring-jaring segitiga.
Dalam pembentukan TIN dibutuhkan setidaknya enam titik yang dapat digunakan
untuk pembentukan jaring-jaring segitiga. Tiga titik berada pada node sebagai
ujung sisi-sisi segitiga dan tiga titik lainya merupakan titik luar yang membentuk
jaring segitiga lain.
Konsep pembentukan TIN didasarkan pada delaunay triangulation.
Delaunay triangulation merupakan suatu metode untuk membangun geometri
segitiga dimana metode ini memaksimalkan sudut minimum dari semua sudut
segitiga tersebut
Sumber :Geodis-Ale, 2012
Gambar 2.4 Pembentukan TIN dengan Delaunay Triangulation
2.3.4 Boundary
Boundary adalah pembatas berupa file string yang tertutup. Boundary
dipakai untuk membatasi suatu daerah perhitungan volume pada metode cut and
fill, atau dapat juga digunakan menjadi batas desain area pertambangan.
2.3.5 Tipe Data
Format file data yang dapat digunakan dalam perangkat lunak Gemcom
Surpac 6.4.1, yaitu :
1. Supac Files formatnya meliputi .mdl, .DTM, .str.
2. Block Model Files formatnya meliputi .eco, .con, .res, .mod, .mdl, .fbm,
bmr.
3. Database Files formatnya meliputi .txt, .csv, .rej, .dbc, .sdb, .dsc, .ddb.
4. Plotting Files formatnya meliputi .pf, .lf, .cf, .dwf.
5. Macro And Script Files formatnya meliputi .tbc, .cmz, .cmd, .tcl18.
6. External Text Files formatnya meliputi .txt, .csv.
7. String Files formatnya meliputi .str.
8. DTM Files formatnya meliputi .DTM.
9. Surpac Work Areas formatnya meliputi .swa.
10. DXF Files formatnya meliputi .dxf.
11. Log Files formatnya meliputi .log.
12. Note Files formatnya meliputi .not.
13. System Files formatnya meliputi .ssi.
2.3.6 Penggambaran dan Pengeditan
Surpac memiliki beberapa tool yang digunakan untuk membantu dalam
kegiatan penggambaran dan pengeditan. Beberapa tool yang digunakan dalam
proses penggambaran dan pengeditan pada Software Surpac 6.4.1, yaitu :
1. Digitise toolbar merupakan toolbar yang berisi beberapa tool yang
digunakan dalam proses digitise.
2. Edit toolbar merupakan toolbar yang berisi beberapa tool yang
digunakan dalam proses editing.
3. Inquiry toolbar merupakan toolbar yang berisi beberapa tool yang
digunakan untuk mengetahui informasi dari point dan segment.
2.3.7 Fasilitas Pembentukan Permukaan Digital
Surpac mempunyai kemampuan dalam membentuk DTM dari data
koordinat yang telah dirubah dalam format STR yang akan diubah menjadi DTM.
Pada dasarnya pembentukan DTM pada surpac menggunakan metode triangulasi
irregular network (TIN) yang membentuk model 3D yang solid. Beberapa tool
yang digunakan dalam pembuatan DTM dan boundary pada perangkat lunak
Surpac 6.1.2, yaitu : create dtm from layer, create dtm from string file, clip dtm by
boundary string, line of intersect between 2 dtms, drape string over dtm, drape
segment over dtm, dan drape string range over dtm. Berikut visualisasi
pembentukan model digital pada Surpac ditunjukan pada gambar 2.5.
Sumber :Geodis-Ale, 2012
Gambar 2.5 Pembentukan DTM pada Perangkat Lunak Surpac 6.4.1
2.3.8 Perhitungan Volume
Perhitungan volume dalam perangkat lunak ini dimungkinkan dengan
menggunakan data dari 2 DTM dalam format .dtm dan satu string boundary
sebagai batas dalam format .str. Beberapa tool yang digunakan dalam perhitungan
besarnya volume dan metode yang digunakan pada perangkat lunak Gemcom
Surpac 6.4.1 yaitu : cut and fill between dtms, net volume between dtms, report
volume of solids, end area method, dan by elevation from sections.
Metode penghitungan volume dalam surpac menggunakan metode cut and
fill. Dengan metode ini yang dihitung adalah besar volume galian dan timbunan.
Prinsip penghitungan volume dengan metode ini adalah rumus prisma. Rumus ini
merupakan pengembangan dari rumus dua tampang ( end area). Volume dihitung
dari DTM yang dibentuk dari jaring – jaring segitiga (TIN). Jaring segitiga inilah
yang akan membentuk suatu geometri prisma dari dua surface. Surface dibedakan
menjadi dua yaitu design surface dan base surface. Design surface merupakan
surface yang akan dihitung volumenya sedangkan base surface merupakan
surface yang dijadikan sebagai alas.