0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
487 tayangan20 halaman

Keseimbangan Perusahaan di Pasar Sempurna

1) Pasar persaingan sempurna adalah pasar dengan banyak penjual dan pembeli, produk homogen, dan informasi yang simetris. 2) Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada titik MR=MC. 3) Kelebihan pasar persaingan sempurna mendorong efisiensi, tetapi kekurangannya adalah inovasi terbatas dan pilihan konsumen terbatas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
487 tayangan20 halaman

Keseimbangan Perusahaan di Pasar Sempurna

1) Pasar persaingan sempurna adalah pasar dengan banyak penjual dan pembeli, produk homogen, dan informasi yang simetris. 2) Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada titik MR=MC. 3) Kelebihan pasar persaingan sempurna mendorong efisiensi, tetapi kekurangannya adalah inovasi terbatas dan pilihan konsumen terbatas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara


permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah penjual dan pembeli
yang sangat banyak. Barang atau produk yang dijual oleh para penjual di pasar
persaingan sempurna ini bersifat sejenis ( homogen)

Pasar persaingan sempurna dianggap sebagai struktur pasar paling ideal,


karena struktur pasar ini menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang
atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya

Contoh barang yang dijual di pasar persaingan sempurna yaitu beras,


gandum, daging, dan lain sebagainya

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna

 Perusahaan adalah pengambil harga (Price taker)


 Setiap perusahaan mudah ke luar atau masuk
 Menghasilkan barang serupa
 Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar
 Barang atau jasa yang diperjualbelikan bersifat homogeny
 Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan

3.3 1) Menjelaskan dan menggambarkan kurva kondisi equilibrium jangka


pendek

Ekuilibrium jangka pendek tercapai ketika permintaan agregat sama dengan


penawaran agregat jangka pendek. Pergeseran permintaan agregat atau
penawaran agregat jangka pendek menyebabkan PDB riil aktual berfluktuasi di
sekitar PDB potensial.
Pemaksimuman Keuntungan pada Ekuilibrium

Suatu perusahaan dalam kondisi ekuilibrium ketika ia mencapai keuntungan

(profit, π) maksimum. Keuntungan (π) adalah perbedaan atau selisih antara total

cost (TC) dan total revenue (TR). Dengan demikian dapat dituliskan sebagai

berikut: π = TR – TC

secara grafis dapat ditunjukkan melalui dua pendekatan, yaitu :

(1) Menggunakan kurva TR dan TC

(2) Menggunakan kurva MR dan MC

Ekuilibrium Perusahaan Menggunakan Kurva TR dan TC

Kurva TR adalah suatu garis lurus melalui origin, yang menunjukkan


bahwa harga output adalah konstan pada semua tingkat output. Slope
kurva TR adalah marginal [Link] ini konstan dan sama dengan
harga pasar (P), karena semua unit output dijual pada harga yang sama.
Secara matematis dapat dituliskanMR = AR = P = Pekuilibrium

Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada penjualan output


ekuilibrium, di mana jarak vertikal antara kurvr TR dan kurva TC paling lebar.

2. Memaksimumkan Keuntungan Jangka Panjang Di Pasar Persaingan


Sempurna

Dalam jangka panjang, seluruh faktor produksi dan seluruh biaya bersifat
variabel. Oleh karena itu perusahaan akan tetap berusaha dalam jangka panjang
apabila TR-nya sama dengan atau lebih besar dari pada TC-nya. Tingkat output
yang terbaik atau yang optimum untuk perusahaan yang bersaing sempurna
dalam jangka panjang di tentukan oleh titik P atau MR sama dengan LMC dan
LMC sedang naik. Perhatikan kurva berikut ini.
Pada harga $16, perusahaan yang bersaing sempurna akan berada dalam
ekuilibrium jangka panjang dititik A, di mana P atau MR= SMC= LMC > SAC= LAC.
Perusahaan memproduksi dan menjual 700 unit output per periode waktu,
dengan menggunakan skala operasi yang paling sesuai pada titik B. Perusahaan
menerima keuntungan sebesar $5 per unit (AB) dan keuntungan total sebesar
$3,500. Oleh karena itu banyak perusahaan yang memasuki industri jangka
panjang, karena tertarik oleh keuntungan tersebut. Penawaran pasar untuk
komoditi akan meningkat, sehingga menyebabkan harga ekuilibrium pasar
menurun. Hal ini akan berlanjut hingga seluruh perusahaan hanya mencapai
komoditi pulang pokok. Ini terjadi pada titik E, di mana P = MR = SMC = LMC =
SAC = LAC =$8. Perusahaan akan mengoperasikan skala operasi yang optimum
pada tingkat output optimum yaitu 400 unit.

3. Ekuilibrium Perusahaan Menggunakan Kurva MR dan MC

Maksimisasi keuntungan atau profit dapat dijelaskan juga menggunakan kriteria


marginal revenue sama dengan marginal cost (atau MR=MC). Karena MR untuk
perusahaan pada pasar persaingan sempurna adalah P, maka output optimal
dihasilkan jika P = MC.

Kondisi Pemaksimuman Profit/Ekuilibrium yang Digambarkan oleh Kurva MR


dan TMC

Dari gambar di atar Q* merupakan output optimal yang bisa


memaksimumkan keuntungan perusahaan tersebut.

Keputusan perusahaan jangka pendek dalam pasar persaingan sempurna


Jika Pe > AVC, maka perusahaan masih bisa melanjutkan usahanya. Meskipun
perusahaan mengalami kerugian , tetapi kontribusi marjin yang diperoleh
adalah positif, dan hal ini bisa membantu mengurangi biaya tetap. Sebaliknya
jika Pe < AVC, maka perusahaan sebaiknya ditutup karena semakin banyak
yang diproduksi, semakin rugi. Maka dapatlah ditarik kesimpulan untuk
pengambilan keputusan perusahaan dalam jangka pendek;

a) Jika MC < MR total keuntungan belum maksimum, perusahaan harus


meningkatkan outputnya.
b) Jika MC > MR tingkat keuntungan menjadi menurun, perusahaan harus
menghentikan produksinya.
c) Jika MC = MR tingkat keuntungan jangka pendek adalah maksimum.

Karena itu untuk perusahaan-perusahaan yang berada pada pasar persaingan


sempurna untuk memaksimumkan keuntungannya mereka akan bekerja dengan
melakukan peningkatan volume penjualan sebesar-besarnya.

Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna memiliki kelebihan sebagai berikut:

 Tidak ada persaingan di pasar ini karena produk yang dijual homogen atau
serupa.
 Dalam pasar yang bersaing sempurna, penjual tidak perlu memasang iklan
untuk promosi.
 Harga barang dan jasa yang dijual ditentukan oleh semua penjual dan
pembeli secara bersamaan dan umumnya harga cenderung stabil.
 Harga didasarkan pada transaksi tawar-menawar antara penjual dan
pembeli.
 Penjual dan pembeli bertindak bebas dalam transaksi. Pembeli bebas
membeli barang yang dia inginkan dan dari pabrik manapun yang dia
inginkan.
 Mampu mendorong efisiensi dalam produksi. Dengan jumlah produsen
atau penjual yang banyak, maka produsen akan berlomba-lomba untuk
meningkatkan mutu barang yang dijualnya.
 Harga benar-benar terbentuk melalui mekanisme harga. Harga yang
terbentuk tidak ada campur tangan pemerintah maupun asosiasi produsen.
Dalam jangka panjang, akan terjadi harga yang menguntungkan konsumen
karena harga dibentuk dari biaya rata-rata minimun. Sehingga pasar
menjamin diproduksinya produk dengan biaya rendah. Persaingan
sempurna tidak memerlukan adanya iklan, karena jenis barang, kualitas,
dan harganya hampir sama.

Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

Beberapa kekurangan dari pasar persaingan sempurna yaitu:

 Dalam pasar persaingan sempurna tidak ada dana untuk melakukan


penelitian atau pengembangan produk sehingga inovasi yang dilakukan
sangat minimal.
 Pembeli mengalami keterbatasan dalam memilih barang atau jasa karena
produk yang dijual adalah sama dan kualitasnya sama.
 Pekerja cenderung menerima upah atau gaji rendah.
 Seringkali ada ketidakseimbangan dalam distribusi pendapatan dari
masing-masing produsen
 yang mengakibatkan konflik keadilan.
 Keuntungan yang diterima dalam skala normal, sehingga beberapa
perushaan sulit menyediakan dana untuk pengembangan. Konsumen dapat
merasa jenuh dalam pembelian, karena produk pada pasar adalah produk
homogen. Sehingga membatasi pilihan konsumen. Persaingan sempurna
dapat menimbulkan biaya sosial. Perusahaan yang abai dengan biaya sosial
akan menimbulkan kegiatan produksi yang merugikan masyarakat.
Misalnya polusi, penggunaan bahan pengawet berlebihan, dan lainnya.

1. Sebuah perusahaan batubara, beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. Biaya


produksi dinyatakan sebagai TC = 300 + Q 2, dimana C adalah biaya. Biaya tetap (FC)
Adalah 300. jika harga jual batubara per MT adalah 90 USD, tentukan :
a) Berapa jumlah batubara yang harus diproduksi untuk
mencapai laba maksimal?
b) B e r a p a b e s a r l a b a m a k s i m a l t e r s e b u t ?
c) Gambarkan kurva
Jawab :
a) Laba maksimal tercapai pada saat MR = MC Didalam pasar
persaingan sempurna, produsen adalah penerima harga ( price taker )
Karena itu fungsi penerimaan total TR = P X Q = 90Q

MR = TR’ = 90Q = 90
MC = TC’ = 300 + Q2= ∏Qmax = MR = MC yakni, 90
2Q = 2Q
b) Besarnya laba maximum Q = 45
tersebut :
300+Q2
dik TC = 300 + Q2, maka AC = Q
dengan Q = 45
300+45 2
AC = 45
= 51.67
Max : (P- AC).Q = (90  – 51.67).45 = 1.724.85  1.725

c) AC
MR
E
P = AR = MR
90

51,67
 MC = MR = P
 Kurva MC naik keatas
 P > AC

45

2.
PERHITUNGAN LABA MAKSIMUM

Berdasarkan tabel perhitungan laba maksimum :

 Pada kuantitas produksi Q = 2 unit


Laba per unit = P - ATC
= Rp.13 - Rp.11 = Rp.2
Artinya pada Q = 2 tiap unit menghasilkan laba Rp.2
Sehingga total laba untuk Q = 2 adalah 2 unit x Rp.2 = Rp.4
 Pada kuantitas produksi Q = 4 unit
laba per unit = P - ATC
= Rp.13 - Rp.11 = Rp.2
Artinya pada Q = 4 tiap unit menghasilkan laba Rp.2
Sehingga total laba untuk Q = 4 adalah 4 x Rp. 2 = Rp.8

KURVA LABA MAKSIMUM

Berdasarkan perhitungan laba maksimum , dapat dibuat kurva laba maksimum.

Berdasarkan kurva diatas, perhatikan bahwa :

1. Kurva P=AR=MR merupakan garis lurus. Hal ini disebabkan karena harga
konstan sehingga penerimaan tambahan dan penerimaan rata-rata dari
penjualan satu unit pun konstan.
2. Kurva ATC (Average Total Cost) turun dari kiri atas ke kanan bawah dan
secara perlahan naik kembali.
3. Titik E (Q = 4) menunjukkan kuantitas produksi yang memberikan
keuntungan maksimum yaitu pada saat P = MC.
Jika MC kurang dari P, perusahaan masih bisa meningkatkan laba dengan
menambah unit produksi.
Jika MC melewati harga, perusahaan harus mengurangi produksi untuk
menghindari kerugian.

3. Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan


sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 10. Kurva biaya yang
dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan Kurva Permintaan
barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut.

a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. Pada


kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan memperoleh laba
atau menderita rugi?
b. Tentukan besarnya laba/rugi terjadi pada perusahaan A pada kondisi
keseimbangan tersebut.

Jawab :
a.   Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 100 unit.
Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya
marjinal  (MC), yang merupakan pernyataan kondisi keseimbangan bagi
perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 100
unit, perusahaan memperoleh laba. Karena pada tingkat output tersebut
harga barang X (P) = Rp. 10 lebih besar daripada biaya rata-rata (AC) = Rp
7
b.   Laba yang diperoleh perusahaan A dari barang X adalah
π = TR – TC
  = (P X Q) – (AC X Q)
  = (Rp. 10 X 100 unit) – ((Rp. 7 X 100 unit)
  = Rp. 1.000 – Rp. 700
  = Rp. 300
Jadi perusahaan memperoleh laba dari barang X sebesar Rp. 300
STOK DI PASAR MEMADAI PASAR BERAS JUSTRU LESU

Harga beras dan gabah pada bulan juli mengalami penurunan. Hal ini diduga
dipicu oleh lesunya pasar. Selain itu, banyaknya stok di pasar dan naiknya
produksi produksi jelang masa panen periode Agustus – September turut
memberikan penekanan kepada harga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa harga rata-rata gabah kering panen
( GKP ) di tingkat petani pada juli 2021 turun 5,17 persen secara bulanan. Harga
beras di tingkat eceran juga turun 0,25 persen pada juli 2021. Penurunan ini
mengikuti tren harga beras premium yang juga mengalami penurunan di tingkat
penggilingan.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori


mengatakan terdapat sejumlah faktor yang memicu lesunya pasar. Pertama, karena
produksi besar berpeluang besar masih tinggi pada juni dan juli.

Kedua, Khudori mengatakan petani yang memilki lahan sempit cenderung


menahan penjualan beras atau gabah mereka. Mereka melakukan ini karena
didorong oleh ketidakpastian pandemi. Hal ini juga pada akhirnya membuat
mereka lebih mengutamakan keamanan pangan sendiri.

Faktor ketiga, yang menjadi pemicu ialah bulog yang mengerem pengadaan. Hal
ini mereka lakukan mengingat stok di gudang bulog yang masih banyak. Mereka
menyesuaiakan dengan kemampuan outlet yang terbatas.

Bulog tercatat sudah menyerap 811.858 ton beras . Pengadaan beras dalam dua
bulan terakhir sebesar 27.886 ton pada juni dan 70.159 ton pada juli. Lebih rendah
dibandingkan dengan penyerapan pada masa panen maret dan april yang masing-
masing sebesar 223.829 ton dan 310.616 ton. Pada sisi lain, bulog hanya
menyalurkan 26.379 ton beras untuk stabilisasi harga dibandingkan dengan rata-
rata penyaluran 80.000 ton per bulan.

Faktor lainnya yang juga dikatakan khuldori , berhubungan dengan stok yang ada
di masyarakat. Pemerintah yang mulai menyerahkan bantuan sosial khususnya
dalam bentuk komoditas pangan. Contohnya adalah tambahan beras sebanyak 10
kg bagi puluhan juta keluarga penerima program keluarga harapan (PKH).

Menanggapi situasi keadaan pasar beras saat ini, Sekretaris Perusahaan Perum
Bulog Awaluddin Iqbal mengatakan bahwa penyerapan dan penyaluran oleh Bulog
selalu mengacu pada harga pembelian pemerintah ( HPP ) beras yang sudah diatur.
Pengadaan beras Bulog juga mengacu pada kondisi persediaan cadangan beras
pemerintah (CBP) yang diamanatkan selalu berada di atas 1 juta ton.

“Perlu dibedakan harga turun dan harga jatuh. Selama harga turun tetapi masih di
atas HPP, kami juga tidak bisa serap untuk CBP. Kecuali untuk beras komersial,”
kata Awaluddin.

Mengenai realisasi penyaluran yang lebih rendah dari rata-rata bulanan pada juli
2021, Awaluddin mengatakan bahwa hal tersebut mencerminkan bahwa stok di
masyarakat dalam kondisi yang memadai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai toko buah di Jakarta,


penjualan buah impor menurun drastis, khususnya buah asal China.
Sejak Januari hingga Februari saja, omset penjualan buah impor seperti jeruk
santang dan jeruk sunkis mengalami penurunan hingga 45-60 persen.
Berkurangnya pasokan buah impor yang diikuti dengan lonjakan harga menjadi
peluang bagi buah lokal untuk mengisi pasar.
Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman
mengatakan, menyebut kondisi pandemi Covid-19 ini berdampak langsung
terhadap impor buah-buahan asal China seperti Jeruk, Lengkeng, Apel dan Pir.
“Jumlahnya menurun tajam. Berdasarkan data BPS, impor buah-buahan pada
bulan Februari pada tahun 2020 sebanyak 14,5 ribu ton, turun 45 persen
dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Kalau dibandingkan dengan bulan yang
sama tahun 2019, impor buah turun hingga 54 persen,” ujar Liferdi (8/4) yang
dikutip dalam rilis resmi Kementerian Pertanian.
Menurutnya, kondisi tersebut justru membuka peluang besar bagi buah-buahan
lokal untuk mengisi pasar, menggantikan buah impor.  “Buah-buahan lokal
musiman seperti manggis, duku, alpukat, buah naga, jeruk saat ini sedang panen.

Menurut  CEO PT Segar Sewu Nusantara, Cindyanto Kristian, buah-buahan


merupakan salah satu nutrisi alami yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh,
sehingga membuat buah-buahan bertumbuh positif khususnya di tengah pandemi.
“Di Semester II 2020, Kami berharap proyeksinya tetap baik dan kami tetap dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat. Bila dibandingkan dengan tahun 2019, Kami
rasa ada perkembangan, namun tidak terlalu drastis,” katanya kepada
[Link], minggu ketiga, Oktober ini
Meski Cindyanto tidak merincikan secara pasti pertumbuhan bisnis PT Segar
Sewu Nusantara, tapi  yang pasti, pertumbuhan bisnis tetap positif dalam tiga
tahun terakhir ini, begitu pula di tengah pandemi.
Sementara Founder PT Situ Waringin Agro, Martin Minar Widjaja,   saat ini  
konsumen lebih memilih buah basic seperti pisang dan pepaya yang cukup murah. 
Akibatnya buah basic yang murah naik omzetnya  sedangkan buah yang agak
mahal seperti anggur dan apel  mengalami penurunan

A. Biaya Produksi, Permintaan dan Penawaran dalam Pasar Persaingan


Sempurna

Dalam menganalisis usaha perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan,


terdapat dua hal harus diperhatikan, yaitu biaya produksi yang dikeluarkan
perusahaan (total cost), dan hasil penjualan dari barang yang dihasilkan
perusahaan itu (total revenue). Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh
perusahaan dalam struktur pasar manapun ia digolongkan, baik dalam pasar
persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, atau persaingan monopolistis, adalah
sama.

Sedangkan sifat permintaan dan dan hasil penjualan akan berbeda-beda pada
pasar persaingan sempurna dengan struktur pasar lainnya. Perbedaan ini
disebabkan karena ditinjau bentuk permintaan yang dihadapi adalah berbeda-beda.
Seorang produsen akan menghadapi kurva permintaan yang berbeda di pasar
persaingan sempurna dibandingkan yang dihadapi oleh produsen di pasar lainnya.

1. Biaya Produksi pada Pasar Persaingan Sempurna


Berikut hubungan antar biaya pada kegiatan perusahaan di pasar
persaingan sempurna, tercermin pada tabel berikut ini :

Tabel 1. Jumlah Produksi dan Biaya Produksi Perusahaan A

Jumlah Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya


produksi tetap berubah Total Marginal Tetap Variabel Biaya
Atau Rata-rata rata-rata Total
(1) (2) Biaya (4) = (5) = (6)= (7)= rata-rata
variabel (2)+(3) (4)t-(4)t-1 (2):(1) (3):(1) (4):(1)
(3)
0 100 0 100 - - -
1 100 100 200 100 100 100 200
2 100 180 280 80 50 90 140
3 100 240 340 60 33.3 80 113.3
4 100 280 380 40 25 70 95
5 100 300 400 20 20 60 80
6 100 380 480 80 17.7 63.3 80
7 100 530 630 150 14.3 75.7 90
8 100 780 880 250 12.5 97.5 110
9 100 1160 1260 380 11.1 128.9 140
10 100 1700 1800 540 10 170 180

Keterangan tabel :

o Kolom(1) menggambarkan berbagai jumlah produksi yang dapat dicapai.


o Kolom(2) menggambarkan biaya tetap total yaitu biaya yang dikeluarkan
untuk membeli input tetap ynga di gunakan dalam proses produksi.
o Kolom(3) menggambarkan biaya tetap biaya berubah total yaitu semua biaya
yang dibelanjakan untuk membeli input berubah (tenaga kerja).
o Dengan menjumlahkan biaya tetap total dengan biaya berubah total diperoleh
biaya total, yaitu seperti ditunjukkan dalam kolom (4).
o Kolom (5) menggambarkan biaya marginal, yaitu tambahan biaya yang perlu
dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.
o Kolom (6) menunjukkan biaya tetap rata-rata, yaitu biaya tetap dibagi dengan
jumlah produksi.
o Kolom (7) menggambarkan biaya berubah rata-rata, yaitu biaya berubah total
dibagi jumlah produksi.
o Biaya total ditunjukkan dalam kolam (8), biaya ini menunjukkan biaya per unit
untuk menghasilkan barang.

Dari tabel di atas terlihat karakter dari kurva biaya. Dengan demikian
dapat dikatakan ciri-ciri kurva berbagai jenis biaya adalah:

 Biaya berubah total mula-mula mengalami kenaikan yang lambat, akan


tetapi setelah satu tingkat produksi tertentu kenaikannya makin lama makin
cepat.
 Biaya total mempunyai sifat yang sama dengan biaya berubah total.
 Biaya tetap rata-rata semakin lama semakin kecil.
 Biaya berubah rata-rata , biaya total rata-rata dan biaya marginal
mempunyai sifat yang sama. Pada tingkat produksi yang rendah ketiga jenis
biaya tersebut
semakin menurun apabila produksi meningkat, tetapi pada produksi yang lebih
tinggi apabila produksi ditambah.

2. Permintaan dan Penawaran pada Pasar Persaingan Sempurna

Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh


permintaan dan penawaran. Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil
dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif
tidak berubah. Permintaan total (total revenue) perusahaan sama dengan jumlah
output dikali harga jual. Karena ketidakmampuan penjual dan pembeli dalam
mempengaruhi harga (price takers), maka harga secara otomatis telah ditentukan
(given) oleh pasar. Dengan demikian penerimaan rata–rata (average avenue) dan
penerimaan marjinal (marginal revenue) adalah sama dengan harga. Dengan
demikian dapat digambarkan kurva permintaan dan penawaran sebagai berikut :

(a) Industri (b) Perusahaan


P P

Pe Pe D perusahaan

D industri
Qe Q Q
Gambar 1. Kurva Permintaan Industri dan Perusahaan
pada Pasar Persaingan Sempurna

Keterangan gambar :

 Pada kurva (a) Industri, menunjukkan tingkat harga dalam pasar persaingan
sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawa
 Pada kurva (b) Perusahaan, menunjukkan jumlah output perusahaan relatif
sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan,
harga relatif tidak berubah.
 Karena perusahaan individual bertindak sebagai price takers, maka kurva
permintaan yang dihadapi oleh perusahaan berupa garis horisontal sebesar P
 Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata–rata (AR) sama
dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P).
 Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan
positif, bergerak mulai dari titik (0,0).

Anda mungkin juga menyukai