0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan17 halaman

Jenis dan Karakteristik Resistor Nonlinier

Resistor nonlinier terdiri dari termistor, varistor, dan LDR dimana besarnya arus bergantung pada suhu, tegangan, dan intensitas cahaya bukan hukum Ohm. Termistor tipe NTC dan PTC memiliki karakteristik resistansi yang berbeda tergantung suhu, sementara varistor dan LDR bergantung pada tegangan dan cahaya.

Diunggah oleh

ikhwan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan17 halaman

Jenis dan Karakteristik Resistor Nonlinier

Resistor nonlinier terdiri dari termistor, varistor, dan LDR dimana besarnya arus bergantung pada suhu, tegangan, dan intensitas cahaya bukan hukum Ohm. Termistor tipe NTC dan PTC memiliki karakteristik resistansi yang berbeda tergantung suhu, sementara varistor dan LDR bergantung pada tegangan dan cahaya.

Diunggah oleh

ikhwan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Resistor non linier ada tiga type yaitu :

• Termistor yang sensitif terhadap temperatur


(thermistor)
• Varistor yang sensitif terhadap tegangan (VDR)
• Resistor yang sensitif terhadap cahaya (LDR)

Dalam ketiga diatas besarnya arus berubah-ubah


tidak menuruti atau sesuai dengan hukum Ohm,
tetapi merupakan fungsi dari temperatur suatu
benda, tegangan yang diberikan padanya,
ataupun cahaya yang jatuh dan terserap olehnya.
Resistor Nonlinier

1. NTC (Negative Temperature Coefficient)

2. PTC (Positive Temperature Coefficient)

3. LDR (Light Dependent Resistor)

4. VDR (Voltage Dependent Resistor)


Termistor

Termistor adalah salah satu jenis resistor yang


mempunyai koefisien temperatur yang sangat
tinggi.

Kegunaan utamanya adalah untuk merubah


resistansi listrik dari suatu rangkaian dengan
adanya perubahan temperatur pada suatu benda

Karakteristik yang demikian ini memungkinkan kita untuk menyelesaikan berbagai


macam masalah dengan sederhana, misalnya penyelesaian masalah dalam
pengindraan temperatur, kompensasi temperatur dan masalah-masalah
pengontrolan yang lainnya.
Termistor mempunyai type dasar yaitu :
• Koefisien temperatur negatif (NTC)
• Koefisien temperatur positif (PTC)

Sekalipun demikian, pemakaian dari kedua jenis diatas harus diterapkan secara
terpisah, karena karakteristik dari salah satu jenis termistor tersebut, bukan
merupakan karakteristik kebalikan dari termistor yang satunya.

Gambar. Perbandingan Karakteristik Termistor PTC dan NTC.


TERMISTOR NTC
• Termistor NTC merupakan elemen koefisien temperatur negatif yang sangat
tinggi. Termistor jenis ini dibuat dari oksida kelompok elemen transisi besi.
Oksida-oksida ini mempunyai resistivitas yang sangat tinggi dalam zat murni,
tetapi bisa ditransformasikan ke dalam semikonduktor dengan jalan
menambahkan sedikit ion ion lain yang berbeda.
• Harga nominal biasanya ditetapkan pada temperatur 25°C. Perubahan
resistansi nya yang diakibatkan oleh non linieritasnya ditunjukkan dalam
bentuk diagram resistansi dengan temperatur, seperti yang ditunjukkan
gambar.
THERMISTOR PTC
P(ositive) T(emperatur) C(oefficient) atau termistor PTC adalah suatu resistor yang
mempunyai koefisten temperatur positif yang sangat tinggi. Dalam beberapa hal PTC
juga berbeda dengan NTC seperti yang dituliskan berikut ini.
• Koefisien temperatur dari termistor PTC akan positif hanya antara daerah
temperatur tertentu, diluar daerah temperatur ini, koefisien temperaturnya bisa
positif ataupun negatif
• Harga koefisien temperatur mutlak dari termistor PTC, hampir dalam seluruh
kejadian jauh lebih besar dari pada yang dimiliki oleh termistor NTC

Grafik dari termistor PTC ini bisa kita lihat pada gambar
• Resistansi PTC berubah mulai dari beberapa ratus
ohm pada temperatur 750C dan beberapa ratus
kilo ohm pada temperatur 150°C.
PEMAKAIAN TERMISTOR
• NTC pada dasarnya digunakan untuk pengaturan dan pengukuran. PTC dengan variasi
resistansi yang sangat tinggi dalam daerah temperatur yang agak terbatas, pada
dasarnya di gunakan sebagai “Threshold detector”.
• Pada gambar diperlihatkan beberapa contoh pemakaian dari termistor tersebut.

Gambar. Pemakaian Termistor.


RESISTOR YANG BERGANTUNG PADA TEGANGAN (VDR)

VDR adalah suatu komponen yang resistansinya akan berubah bila tegangan yang diberikan
padanya berubah.
Karakteristik dari VDR bisa dilihat pada gambar di bawah.

Gambar. Karakteristik VDR

Pada gambar disamping bisa kita lihat kurva karakteristik I = f(V)

Gambar. Karakteristik I = f(V).


PEMAKAIAN VDR
• VDR pada dasarnya digunakan untuk melindungi rangkaian elektronik akibat
adanya tegangan lebih. Sebagai contoh misalnya tape recorder, dimana
induktifitas lilitan motor bisa menghasilkan tegangan lebih yang sangat
berbahaya pada saat di-off-kan.
• Suatu VDR yang dipasang paralel dengan motor bisa memberikan suatu
pengamanan yang sangat effisien. Pemasangan VDR ini bisa dilihat pada
gambar di bawah.
RESISTOR YANG BERGANTUNG PADA CAHAYA (LDR)
• LDR ada suatu komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarannya
tergantung pada cahaya. Karakteristik dan gambar bentuk LDR ini bisa kita lihat pada
gambar 7,13.
• LDR juga merupakan resistor yang mempunyai
koefisien temperatur negative, dimana resistansinya
dipengaruhi oleh intensitas cahaya.

• LDR memiliki resistansi sangat tinggi dalam gelap (>


10 MΩ) dan menurun sampai kira-kira 100-300 Ω
(>1000 lux).
• LDR terbuat dari sebuah semikonduktor seperti kadmium
sulfida dengan dua buah elektroda pada permukaannya.
• Pada saat intensitas cahaya yang mengenai LDR sedikit, bahan
dari LDR tersebut menghasilkan elektron bebas dengan
jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron
untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya saat intensitas
cahaya yang mengenai LDR sedikit maka LDR akan memiliki
resistansi yang besar.
• Sedangkan pada saat kondisi terang, maka intensitas yang
mengenai LDR banyak. Maka energi cahaya yang diserap akan
membuat elektron bergerak cepat sehingga lepas dari atom
bahan semikonduktor tersebut. Dengan banyaknya elektron
bebas, maka muatan listrik lebih mudah untuk dialirkan.
Artinya saat intensitas cahaya yang mengenai LDR banyak
maka LDR akan memiliki resistansi yang kecil dan menjadi
konduktor yang baik.
LAJU RECOVERY
• Bilamana sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level
kekuatan cahaya tertentu kedalam suatu ruangan yang gelap
sekali bisa kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan
segera berubah resistansinya pada keadaan ruang gelap
tersebut, tetapi ia hanya akan bisa mencapai harga
dikegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu.
• Laju recovery merupakan suatu ukuran praktis dan suatu
kenaikan nilai resistansi dalam waktu tertentu.
• Harga ini ditulis dalam KΩ /detik.
KARAKTERISTIK LDR
Contoh lembaran data berikut ini menunjukkan karakteristik utama yang biasanya
diperlukan untuk memilih suatu LDR
PEMAKAIAN LDR
Diantara seluruh sistim yang menggunakan “Photo Electric”, sangat memungkinkan untuk
membuat switch atau potensiometer tanpa menimbulkan loncatan bunga api, dengan
menggunakan komponen LDR. Pemakaian ini bisa dilihat pada gambar

Gambar.
Pemakaian LDR

Sangatlah penting untuk diingat bahwa LDR relatif lambat dalam bereaksinya, oleh karena
itu pemakaian LDR diatas frekuensi tertentu bisa tidak memungkinkan.

Anda mungkin juga menyukai