0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan8 halaman

Pengaruh Pendidikan Kesehatan pada Lansia

Penelitian ini mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi di dua posyandu di Balinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, hanya 25,7% lansia yang memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan hipertensi. Namun, setelah mendapat pendidikan kesehatan, persentase lansia dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 100%.

Diunggah oleh

Agrinto Taloim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan8 halaman

Pengaruh Pendidikan Kesehatan pada Lansia

Penelitian ini mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi di dua posyandu di Balinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, hanya 25,7% lansia yang memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan hipertensi. Namun, setelah mendapat pendidikan kesehatan, persentase lansia dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 100%.

Diunggah oleh

Agrinto Taloim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN

LANSIA TENTANG CARA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI


POSYANDU MERAK DAN P OSYANDU KASUARI
WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BALINGGI

Ni Kadek Rai Sugiantini1, Rikwan2

Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting
diseluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi. Dataprevalensi hipertensi pada lansia setiap tahun di
Puskesmas Balinggi menunjukkan peningkatan tiga tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah
Diketahuinya Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Lansia Tentang Cara Pencegahan
Hipertensi Di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan Pre Experimental Design dengan
pendekatan Onegruppretestpost test [Link] dalam penelitian ini adalah Pendidikan kesehatan
(variabel independen) dan pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi (variabel dependen).
Jenis data yaitu primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
univariat dan bivariate. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita hipertensi yang
berobat ke Puskesmas Balinggi pada saat penelitian dilakukan. Sampel berjumlah 43 orang dengan
teknik pengambilan sampel accidental sampling.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dari 43
responden pengetahuan kategori baik sebesar 25,7% kemudian setelah dilakukan pendidikan
kesehatan,jumlah responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Hasiluji Wilcoxon untuk
melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia diperoleh hasil yaitu Negative
Ranks=0, Positive Ranks=0 dang Ties= 43.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada Pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap Pengetahuan
lansia tentang cara pencegahan hipertensi di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja
Puskesmas Balinggi. Saran: Perlu menambah kegiatan rutin dalam setiap bulannya misalnya mengundang
petugas-petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan atau penyuluhan lainnya
yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kata Kunci: Pengetahuan,Lansia, Hipertensi

Pendahuluan jantung, stroke dan kematian dari suatu penyakit


jantung atau stroke (Noviyanti, 2015).
Lemabaga kesehatan dunia World Health Hipertensi adalah suatu keadaan
Organization (WHO) melaporkan bahwa meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari
gangguan kardiovaskuler merupakan pembunuh atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih
nomor satu di dunia. Gangguan ini menyebabkan dari atau sama dengan 90 mmHg. Hipertensi
lebih dari 17 juta kematian yang mewakili 13% dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu
dari kematian global (WHO, 2015). Adapaun hipertensi primer atau esensial yang penyebabnya
beberapa gangguan kardiovaskuler yang sering tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat
terjadi adalah penyakit jantung koroner, penyakit disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit
jantung bawaan dan hipertensi (Karo, 2016). endokrin, penyakit jantung, dan gangguan anak
Hipertensi dapat meningkatkan risiko kematian ginjal. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan
dan timbulnya komplikasi. Sekitar 70% pasien gejala, sementara tekanan darah yang terus-
hipertensi kronis akan meninggal karena jantung menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat
koroner atau gagal jantung, 15% terkena
kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami
gagal jantung. Hipertensi berhubungan dengan
peningkatan risiko pembesaran jantung, serangan

38
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, (Register Puskesmas Balinggi, 2020). Ini
hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan menunjukkan prevalensi hipertensi terus
pemeriksaan tekanan darah secara berkala mengalamai kenaikan setiap tahun. Hal ini dapat
(Sidabutar, 2012). menjadi lebih serius jika tidak dicegah, terutama
Salah satu penyakit tidak menular yang pada lansia.
menjadi masalah kesehatan penting di seluruh Berdasarkan hasil wawancara awal kepada
dunia karena prevalensinya yang tinggi adalah beberapa pasien hipertensi, diperoleh bahwa ada
hipertensi. Angka prevalensinya terus meningkat yang menggunakan pengobatan alternatif (ramua-
serta berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler, ramuan tradisional). Kemudian yang lain
stroke, retinopati, dan penyakit ginjal. Hipertensi mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui
juga menjadi faktor risiko ketiga terbesar penyebab sedang menderita hipertensi sebelum berobat ke
kematian dini. The Third Nacional Health and Puskesmas. Untuk pencegahannya mereka
Nutrition Examination Survey mengungkapkan mengatakan bahwa telah mengukuti saran dari
bahwa hipertensi mampu meningkatkan risiko petugas kesehatan tetapi tidak dilakukan secara
penyakit jantung koroner sebesar 12% dan rutin karena kesibukan pekerjaan. Pasien juga
meningkatkan risiko stroke sebesar 24% (Triyanto, belum menerapkan pola hidup sehat karena
2014). sebagian pasien masih melakukan kegiatan
Menurut data WHO bahwa prevalensi produktif sehingga kadang mengabaikan tentang
penyakit hipertensi sekitar 15-37% dari populasi pencegahan hipertensi. Pasien juga belum
penduduk di dunia. Hampir 1 miliar orang di menerapkan pola hidup sehat terkait dengan
seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi. makanan penyebab hipertensi.
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama Hipertensi yang tidak terkendali, dapat
kematian dini di seluruh dunia. Selanjutnya menimbulkan komplikasi ke otak sehingga terjadi
dikatakan bahwa setengah populasi penduduk stroke, mempengaruhi ginjal dan jantung. Resiko
dunia yang berusia lebih dari 60 tahun menderita pada jantung dapat mencapai angka 75% berupa
hipertensi. Tahun 2025 diperkirakan ada sekitar pembengkakan jantung (left ventricel hypertrophy),
1,56 miliar orang dewasa akan hidup mengalami penyempitan pembuluh darah koroner (coronary
hipertensi. Dampak hipertensi menyebabkan 8 juta arteri disease) atau kombinasi keduanya. Semua
kematian per tahun di seluruh dunia dan 1,5 juta komplikasi tersebut akan meningkatkan angka
kematian per tahun di wilayah Asia Tenggara kematian akibat penyakit kardiovaskuler atau gagal
(WHO, 2015). jantung (Andra, 2010).
Hasil utama riskesdas tahun 2018
menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia Metode Penelitian
pada penduduk umur ≥ 18 tahun adalah 8,8%
dengan 36,9% pada wanita dan 31,9% pada pria. Jenis penelitian ini adalah analitik Pre
Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Experimental Design dengan pendekatan One grup
tahun 2018 juga didapatkan prevalensi tertinggi pre test post test design, penelitian ini menjelaskan
pada kelompok umur > 75 tahun, perkotaan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan
(34,4%) lebih tinggi dari perdesaan (33,7%). satu kelompok subjek. Kelompok subjek
Prevalensi hipertensi cenderung lebih tinggi pada diobservasi sebelum dilakukan intervensi,
kelompok pendidikan paling rendah dan kelompok kemudian diobservasi lagi setelah dilakukan
tidak bekerja, hal ini disebabkan karena intervensi (Nursalam, 2016)
pengetahuan yang dimiliki tentang hipertensi
kurang sehingga masyarakat tidak mengetahui Hasil Penelitian
tentang pola makan yang baik sehingga mereka
cenderung terserang hipertensi (Kemenkes RI, A. Karakterisitk Responden
2018).
Riskesdas 2018 menunjukkan Provinsi 1. Umur.
Sulawesi Tengah dengan prevalensi hipertensi Kategori yang digunakan untuk
berdasarkan diagnosis dokter pada usia ≥ 18 tahun mengukur usia responden yaitu, umur masa
menempati peringkat 27 dari 34 propinsi di lansia awal (46-55 tahun), masa lansia akhir
Indonesia. Data dari Dinas Kesehatan Parigi (56-65 tahun) dan Manula (> 65 tahun)
Moutong pada tahun 2019 jumlah penderita
hipertensi pada umur ≥18 tahun sebanyak 71.934
orang (Dinas Kesehatan Parigi Moutong, 2020).
Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti
di Puskesmas Balinggi diperoleh data prevalensi
hipertensi pada lansia setiap tahun menunjukkan
peningkatan tiga tahun terakhir. Prevalensi
hipertensi pada lansia tahun 2017 sebanyak 149
orang, meningkat tajam tahun 2018 menjadi 602
orang dan tahun 2019 sebanyak 609 orang

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 3
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

(Kemenkes RI, 2012). Distribusi


karakteristik responden menurut umur dapat
dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Menurut
Pendidikan di Posyandu Merak dan
Tebel 1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Posyandu Kasuari Wilayah Kerja UPTD
Umur di Posyandu Merak dan Posyandu Puskesmas Balinggi
Kasuari Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sumber: Data Primer, 2020
Balinggi.
Sumber: Data Primer, 2020 Berdasarkan tabel 3 di atas
Umur Frekuensi (f) Persentase (%) menunjukkan bahwa dari 43 responden
Pendidikan Frekuensi (f) Persentase (%)
46-55 Tahun 5 11,6
Tidak Sekolah 25 58,1
56-65 Tahun 20 46,5
SD 16 37,3
> 65 tahun 18 41,9 SMP 1 2,3
Jumlah 43 100 SMA 1 2,3
Jumlah 43 100
Berdasarkan tabel 1 di atas berdasarkan tingkat pendidikan yang paling
menunjukkan bahwa dari 43 responden banyak adalah tidak sekolah sebanyak 58,1
umur yang paling banyak adalah umur 56- dan yang paling sedikit adalah lulus SMP
65 tahun sebanyak 46,5% dan umur yang dan SMA masing-masing sebanyak 2,3 %.
paling sedikit adalah umur 46-55 Tahun
sebanyak 11,6%. 4. Pekerjaan
Kategori pekerjaan dikelompokkan
2. Jenis Kelamin menjadi lima yaitu, IRT, petani, Nelayan,
Kategori jenis kelamin Buruh dan RT (Kemenkes RI, 2012).
dikelompokkan menjadi dua yaitu, laki-laki
Distribusi karakteristik responden menurut
dan perempuan (Kemenkes RI, 2012).
Distribusi karakteristik responden menurut pekerjaan dapat dilihat pada tabel 4 berikut:
jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 2
berikut: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Menurut
Pekerjaan di Posyandu Merak dan
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Posyandu Kasuari Wilayah Kerja UPTD
Menurut Jenis Kelamin di Posyandu Puskesmas Balinggi
Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Sumber: Data Primer, 2020
Kerja UPTD Puskesmas Balinggi
Sumber: Data Primer, 2020 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan
bahwa dari 43 responden sebagian besar
responden bekerja sebagai IRT sebanyak
Jenis Kelamin Frekuensi (f) Persentase (%) 74,4% dan yang paling sedikit adalah Buruh

Laki-Laki 9 Pekerjaan Frekuensi (f) Persentase (%)


20,9
Perempuan 34 Buruh 1 2,3
79,1
Jumlah 43 100 IRT 32 74,4

Berdasarkan tabel 2 menunjukkan Nelayan 3 7,0


bahwa dari 43 responden, jenis kelamin Petani 6 14,0
yang paling banyak adalah jenis kelamin
perempuan sebanyak 79,1%. RT 1 2,3
Jumlah 43 100
3. Pendidikan
Responden menurut pendidikan dan RT masing-masing 2,3%.
terdiri dari Tidak Sekolah, Sekolah Dasar
(SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)
dan Sekolah Menengah Atas (SMA)
(Kemenkes RI, 2012). Distribusi
karakteristik responden menurut pendidikan
dapat dilihat pada tabel 3 berikut:

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

B. Analisis Univariat
100%. Selanjutnya berdasarkan tabel 6 setelah
Kategori pengetahuan dibagi menjadi 3 dilakukan uji Wilcoxon diperoleh hasil Negative
kategori yaitu baik, jika skor jawaban responden Ranks = 0, Positive Ranks = 0 dang Ties = 43.
≥ 76%, cukup, jika skor jawaban responden 56
-75%, kurang, jika skor jawaban < 56%, Pembahasan
Wawan dan Dewi (2011). Gambaran
pengetahuan pasien hipertensi tentang diet di Berdasarkan tabel 5 menujukkan bahwa
Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dari 43
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Balinggi dapat responden pengetahuan kategori baik sebesar
dilihat pada tabel 5: 25,7% kemudian setelah dilakukan pendidikan
kesehatan, jumlah responden dengan pengetahuan
Tabel 5.
Distribusi Frekuensi Pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 100%. Tabel 6
Responden Sebelum dan Sesudah menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji
Dilakukan Pendidikan Kesehatan di Wilcoxon untuk melihat pengaruh pendidikan
Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari kesehatan terhadap pengetahuan lansia diperoleh
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas hasil yaitu Negative Ranks = 0, Positive Ranks = 0
Balingi. dang Ties = 43.
Sumber: Data Primer, 2020 Menurut asumsi peneliti responden yang
berpengetahuan baik sudah sering menerima
informasi tentang cara pencegahan hipertensi.
Pengetahuan
Sebelum Sesudah Dengan menerima informasi responden menjadi
Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
tahu tentang cara pencegahan hipertensi. Dilihat
dari jawaban responden, dimana responden yang
Baik 11 25,6 43 100,0
berpengetahuan baik sudah mampu memahami
Cukup 29 67,4 0 0 tentang cara melakukan pencegahan hipertensi
Kurang 3 7,0 0 0 seperti bisa membedakan jenis makanan yang
Jumlah 43 100,0 43 100,0
dianjurkan dan dihindari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 43 responden yang
Berdasarkan tabel 5 di atas memiliki pengetahuan dalam kategori baik lebih
menunjukkan bahwa sebelum dilakukan banyak pada kelompok dewasa akhir dan
pendidikan kesehatan dari 43 responden kelompok masa lansia awal.
pengetahuannya baik 25,6%, pengetahuan Menurut asumsi peneliti dengan
cukup sebanyak 67,4% dan pengetahuan kurang bertambahnya usia responden maka kematangan
7,0%. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan pengalaman hidup semakin baik sehingga
tentang cara pencegahan hipertensi maka berkaitan dengan pengetahuan responden dalam
diperoleh hasil yang menunjukkan dari 43 memahami tentang hipertensi. Menurut pendapat
responden, semua memiliki pengetahuan yang Notoatmodjo (2012), faktor umur juga dapat
baik 100%. mempengaruhi pengetahuan, dimana semakin
bertambah usia, tingkat kematangan dan kekuatan
C. Analisis Bivariat seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan
Hasil penilaian pengaruh pendidikan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat
kesehatan terhadap pengetahauan lansia tentang sesorang yang lebih lebih dewasa dipercaya dari
cara pencegahan hipertensi dapat dilihat pada orang yang belum tinggi kedewasaannya. Hal ini
tabel berikut : akan sebagai dari pengalaman dan kematangan
jiwa.
Tabel 6.
Pengaruh pendidikan Terhadap Dilihat dari jenis kelamin sebagian besar
Pengetahuan lansia tentang cara pengetahuan baik berjenis kelamin laki-laki, dan
pencegahan hipertensi di Posyandu pengetahuan cukup lebih banyak pada perempuan.
Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Menurut asumsi peneliti pengetahuan yang baik
Kerja UPTD Puskesmas Balinggi sebagian besar dimiliki oleh laki-laki berkaitan
Sumber: Data Primer, 2020 dengan aktivitas dan sebagai kepala rumah tangga
Berdasarkan tabel 6 di atas menujukkan laki-laki harus sehat sehingga berupaya mencari
bahwa setelah dilakukan pendidikan kesehatan informasi tentang hipertensi demi kesembuhannya.
pengetahuan responden meningkat menjadi Sejalan dengan pendapat Bady (2007) yang
Ranks N
Negative Ranks 0
Positive Ranks 0
Ties 43
P 0,000

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

menyatakan, dalam melakukan sesuatu laki-laki


lebih banyak melakukan eksprimen dan senang menyebutnya sebagai kenaikan tekanan darah yang
melakukan tindakan-tindakan baru dan inovatif tinggi, namun tidak ada pasien hipertensi yang
yang dapat menunjang pelayanan. mampu menyebutkan secara lengkap tentang cara-
Pengetahuan yang baik dilihat dari cara mencegah hipertensi. Selain pendidikan faktor
pendidikan sebagian besar responden tidak kurang informasi tentang pengetahuan terkait
sekolah. Pada penelitian ini responden yang tidak pencegahan hipertensi juga menjadikan
menempuh pendidikan atau tidak sekolah pengetahuan responden masih terbatas. Dalam
berjumlah 24 orang (55,8%). Menurut asumsi penelitian ini responden hanya mendapatkan
peneliti meskipun responden sebagian besar tidak informasi sekali saja khususnya tentang
sekolah tetapi pengalaman dan pola pikir pencegahan hipertensi pada saat responden pertama
responden dapat membantu dalam memahami cara kali terdiagnosa, meskipun beberapa diantara juga
pencegahan hipertensi. Meskipun teori mengatakan mendapatkan informasi saat kegiatan senam
semakin baik pendidikan kemampuan intelektual Prolansia. Dekatnya jarak waktu antara pemberian
seseorang semakin baik sehingga mudah informasi tentang cara pencegahan hipertensi
memahami cara pencegahan hipertensi baik dari dengan lamanya menderita hipertensi
jenis makanan yang dianjurkan dan dihindari menyebabkan hilangnya memori tentang informasi
maupun aktivitas yang dapat mencegah hipertensi. yang diberikan. Tersedianya sumber informasi
Pendapat Wawan dan Dewi (2012), faktor-faktor selain petugas kesehatan juga belum menjamin
yang mempengaruhi tinggi rendahnya pengetahuan responden memperoleh informasi secara lengkap
seseorang adalah aspek tingkat pendidikan dimana dan benar.
selama menerima pendidikan formal akan terjadi Masalah penanggulangan hipertensi salah
hubungan baik secara sosial atau interpersonal satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang
yang akan berpengaruh terhadap wawasan rendah. Menurut Witasari (2009), tingkat
seseorang sedangkan pada tingkat pendidikan pengetahuan yang rendah akan dapat
rendah interaksi tersebut berkurang. Pengetahuan mempengaruhi pola makan yang salah sehingga
yang didasari oleh pendidikan akan abadi, dimana menyebabkan kolesterol, yang akhirnya
tingkat pendidikan responden akan menentukan mengakibatkan kenaikan tekanan darah. Salah satu
pengetahuan, sikap dan tindakan dalam upaya pencegahan hipertensi adalah dengan
menghadapi berbagai masalah. Pendidikan perbaikan pola makan melalui pemilihan makanan
diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya yang tepat. Semakin rendah penyerapan lemak,
hal-hal menunjang kesehatan sehingga dapat semakin rendah tekanan darah. Kandungan serat
meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan dapat yang tinggi dalam makanan akan mempunyai
mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku indeks glikemik yang rendah sehingga dapat
seseorang akan pola hidup terutama dalam memperpanjang pengosongan lambung yang dapat
memotivasi untuk sikap berperan serta dalam menurunkan sekresi insulin dan kadar kolesterol
pembangunan. Pada umumnya makin tinggi total dalam tubuh.
pendidikan seseorang makin mudah menerima Salah satu cara untuk mengurangi resiko
informasi. terjadinya komplikasi dan kekambuhan dari
hipertensi adalah dengan kepatuhan mengetahui
Pengenalan dini terhadap hipertensi serta cara-cara pencegahannya. Seperti kepatuhan
penanggulangannya akan dapat menurunkan angka terhadap diet hipertensi harus diperhatikan oleh
kematian akibat hipertensi tersebut. Tetapi penderita, karena dengan kepatuhan dalam diet
masyarakat sering mengabaikan diet hipertensi merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan
karena lalai dan juga merasa tidak ada malasah tekanan darah menjadi normal dan mencegah
dalam mengonsumsi makanan yang dapat memicu komplikasi. Adapun faktor yang mempengaruhi
hipertensi. Selain itu pengetahuan tentang seseorang tidak patuh terhadap diet hipertensi
pengendalian hipertensi masih sangat minim, sebab adalah kurangnya pengetahuan terhadap hipertensi,
hal ini juga yang dapat menjadi salah satu faktor diet hipertensi, sikap, keyakinan, dan kepercayaan
yang mempengaruhi meningkatnya angka kejadian terhadap penyakit hipertensi Ketidakpatuhan
hipertensi (Andra, 2010). terhadap diet hipertensi akan menyebabkan
Pengetahuan seseorang tentang keadaan terjadinya komplikasi akut dan kronik pada
sehat dan sakit merupakan pengalaman yang dapat akhirnya memperparah penyakit bahkan bisa
menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk menimbulkan kematian (Lanywati, 2001).
mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk
mempertahankan kesehatannya atau bahkan
meningkatkan status kesehatannya. Begitu juga,
sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat
dari pengalaman, baik seseorang tersebut bertindak
pasif atau aktif dengan adanya tahapan-tahapan
(Meliono, 2012).
Menurut penelitian ini bahwa pengetahuan
pasien hipertensi tentang diet adalah sebagian besar

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

Adapun cara untuk mencegah hipertensi


yakni dengan memberikan informasi tentang
hipertensi pada pasien dan keluarga, merubah Berdasarkan hasil dan pembahasan
keyakinan dan kepercayaan terhadap diet penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Ada
hipertensi, memberikan penyuluhan tentang pola Pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap
makan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan Pengetahuan lansia tentang cara pencegahan
pasien hipertensi, membatasi makanan yang hipertensi di Di Posyandu Merak dan Posyandu
berkadar lemak tinggi, menjaga pikiran supaya Kasuari Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi.
tidak stress dan rajin berolahraga. Oleh karena itu Saran bagi ketua posyandu perlu menambah
sangat dibutuhkan peran aktif dari tenaga kegiatan rutin dalam setiap bulannya bukan hanya
kesehatan untuk memberikan informasi tentang pemeriksaan kesehatan saja, mungkin bisa
hipertensi dan memberikan pengetahuan kepada mengundang petugas-petugas kesehatan untuk
keluarg pasien. Sehingga keluarga dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan atau
memberikan motivasi kepada pasien hipertensi penyuluhan lainnya yang bertujuan meningkatkan
untuk selalu melaksanakan pencegahan hipertensi kualitas hidup lansia.
secara tepat. Dukungan keluarga juga sangat Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat
mendukung efektivitas dari diet hipertensi. Hasil mengembangkan penelitian ini dengan
penelitian Tarigan (2018), mendapatkan bahwa menambahkan variabel lain.
semakin baik dukungan keluaga maka semakin
baik pelaksanaan diet pencegahan hipertensi. Daftar Pustaka
Hasil penelitian ini sejaan dengan Penelitian
yang dilakukan oleh Anjarsari (2017), Ajarsari R A. 2017. Pengaruh Pendidikan
menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang efektif Kesehatan Hipertensi Terhadap Pengetahuan
pendidikan kesehatan terhadap peningkatan dan Persepsi Lanjut Usia tentang Penyakit
pengetahuan tentang penyakit hipertensi. Hal ini Hipertensi di Desa Malangjiwan Kecamatan
akan mampu memperbaiki manajemen kesehatan Colomadu. Skripsi Fakultas Ilmu Kesehatan
di masyarakat dan manajemen diri penderita Universitas Muhammadiyah Surakarta.
hipertensi yang buruk. Penelitian lain yang
mendukung penelitian ini adalah penelitian yang Amiruddin, dkk. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit
dilakukan oleh Dirhan (2012) mengenai hubungan Dalam Jilid 2. Edisi 3. FKUI. Jakarta.
pengetahuan, sikap dan ketaatan berobat dengan
tekanan sistol dan diastol pada pasien hipertensi Andra, 2010. Hipertensi Menjadi Ancaman Serius
yang mengungkapkan bahwa semakin tinggi di Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta.
tingkat pengetahuan maka tekanan sistol dan
diastol akan semakin rendah, begitupun sebaliknya. Armilawaty, 2012. Hipertensi dan Faktor
Pemberian pendidikan kesehatan kepada Resikonya dalam Kajian Epidemiologi. FKM
penderita hipertensi harus memperhatikan aspek
UNHAS. Makasar.
budaya yang ada di dalam masyarakat. Salah satu
aspek budaya dalam masyarakat adalah bahasa
yang digunakan. Penelitian yang dilakukan oleh Corwin, 2012. Buku Saku Patofisiologi. EGC.
Tirtana (2011) menunjukkan bahwa ada pengaruh Jakarta.
pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan
hipertensi pada lansia hipertensi di RW 04 Christiani, I E. 2018. Pengaruh Pendidikan
Kelurahan Tegal Rejo tahun 2011. Hasil dari uji t- Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan
test didapatkan t hitung sebesar -2.531 dengan nilai Stroke Pada Penderita Hipertensi di Desa
signifikasi 0.017 yang artinya nilai signifikasi Pitu Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.
([Link]<0.05). Skripsi Program Studi Keperawatan STIKES
Masyarakat majemuk dengan tingkat Bhakti Husada Mulia Madiun.
pengetahuan yang rendah berasal dari penutur
bahasa yang beragam. Masyarakat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, 2019.
pengetahuan rendah membutuhkan bantuan bahasa Laporan Tahunan Dinas Kesehatan
yang baik dan mudah dimengerti dalam menerima Kabupaten Parigi Moutong. Parigi.
pelayanan dan pendidikan kesehatan. Dalam
beberapa keadaan, penggunaan bahasa yang sesuai
dengan bahasa lokal bukan hanya dibutuhkan
dalam komunikasi dengan masyarakat. Namun,
informasi kesehatan dalam bentuk tulisan juga
membutuhkan bahasa yang digunakan oleh
masyarakat dengan tingkat pengetahuan rendah
(Bohlman, 2014).

Kesimpulan Dan Saran

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

Harrison, 2012. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit


Dalam. Jakarta. EGC. Prawirohardjo, 2012. Ilmu Kebidanan. PT Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
Hembing, 2012. Penyembuhan Dengan Jeruk.
Sarana Pustaka Afiat. Jakarta. Saputro, Y. D. 2013. Hubungan Tingkat
Pengetahuan Tentang Faktor Risiko
Hidayat, 2014. Metodologi Keperawatan Hipertensi dengan Kejadian Hipertensi pada
Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jakarta. Lansia Di Dinoyo III Malang. Malang.
Salemba Medika. Jurnal. Diakses 20 Mei 2020.

Karo, S. K. 2016. Cegah & atasi penyakit jantung Sidabutar, 2010. Hipertensi Esensial dalam Ilmu
& pembuluh darah. Jakarta: Praninta Aksara. Penyakit. FKUI. Jakarta1.

Kemenkes RI, 2012. Profil Kesehatan Sugiyono, 2012. Stastistik Untuk Penelitian.
[Link]///[Link]. Diakses Alphabeta. Bandung.
17 Mei 2020.
Sumosardjuno, 2012. Penyakit Jantung. Salemba
Kemenkes RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Medika. Jakarta.
Kemenkes RI. Jakarta. Diakses 20 Mei 2020.
Suriasumantri, 2012. Filsafat Ilmu: Sebuah
Kemenkes RI, 2014. Hipertensi. Kemenkes RI. Pengantar Populer. Pustaka Sinar Harapan.
Jakarta. Diakses 20 Mei 2020. Jakarta.

Kemenkes RI, 2018. Hasil Utama Riskesdas Niman, S. 2017. Promosi Dan Pendidikan
2018. Kemenkes RI : Jakarta. diakses 17 Kesehatan. Kramat Jati. Jakarta Timur. Trans
Mei 2020. Info Media.

Machfoedz, 2012. Statistika Deskritif: Bidang Tirtana A, 2011. Pengaruh Pendidikan Kesehatan
Kesehatan. Keperawatan. dan Bidan (Bio Terhadap Pengetahuan Hipertensi pada
Statistik). Fitramaya. Yogyakarta. Lansia Hipertensi di RW 04 Tegal Rejo
Kelurahan Tegal Rejo Tahun 2011. Skripsi
Mansjoer dkk, 2012. Kapita Selekta Kedokteran Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah
Edisi Ketiga. FKUI Jakarta. Tinggi Ilmu Kesehatan „AISYIYAH
Yogyakarta.
Meliono, 2012. Pengetahuan. Available. Jakarta.
Tjokronegoro, 2011. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Nasir. dkk. 2011. Buku Ajar Metodologi Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Penelitian Kesehatan Konsep Pembuatan
Karya Tulis Ilmiah dan Thesis untuk Triyanto, 2014. Pelayanan Keperawatan Bagi
Mahasiswa Kesehatan. Nuha Medika. Penderita Hipertensi Secara Terpadu.
Yogyakarta Yogyakarta : Graha Ilmu.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metodologi Wade, 2010. Using a Problem Detection Study
Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. (PDS) to Identify and Compare Health Care
Jakarta. Privider and Consumer Views
, 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu ofAntihypertensive therapy. Journal of
Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta. Human Hypertension. Jun Vol 17
Issue6.p.397.
Noviyanti, 2015. Hipertensi Kenali, Cegah &
Obati. Yogyakarta: Notebook. Walidah, Z. 2017. Pengaruh Pemberian Edukasi
Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien
Panggabean PASH, Sirait Esron, Rasiman Banne Hipertensi di Puskesmas Sutojayan
Noviany, Subardin, Wartana I Kadek, Kabupaten Blitar. [Skripsi] Fakultas
Pelima Robert V, 2017. Pedoman
Penulisan Proposal Skripsi. Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya:
Palu.
Pramestutie, 2016. Tingkat Pengetahuan Pasien
Hipertensi tentang Penggunaan Obat di
Puskesmas Kota Malang. Jurnal Farmasi
Klinik Indonesia. Diakses 20 Mei 2020.

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,

Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas


Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Malang.

Wawan A dan Dewi M, 2012. Teori Dan


Pengukuran Pengetahuan Sikap Dan
Perilaku Manusia. Numed. Yogyakarta.

WHO, 2015. Hypertension Fact Sheet


Departement of Sustainable Development
and Healty Environment. Diambil dari http://
[Link]/linkfiles /non-
[Link].

World Health Organization, 2015. New initiative


launched to tackle cardiovascular disease,
the world‟s number one killer. Retrieved Mei
11, 2020, from [Link]
cardiovascular_diseases/global-hearts/
Global_hearts_initiative/en/.

Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4

Anda mungkin juga menyukai