Pengaruh Pendidikan Kesehatan pada Lansia
Pengaruh Pendidikan Kesehatan pada Lansia
Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting
diseluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi. Dataprevalensi hipertensi pada lansia setiap tahun di
Puskesmas Balinggi menunjukkan peningkatan tiga tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah
Diketahuinya Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Lansia Tentang Cara Pencegahan
Hipertensi Di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan Pre Experimental Design dengan
pendekatan Onegruppretestpost test [Link] dalam penelitian ini adalah Pendidikan kesehatan
(variabel independen) dan pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi (variabel dependen).
Jenis data yaitu primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
univariat dan bivariate. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita hipertensi yang
berobat ke Puskesmas Balinggi pada saat penelitian dilakukan. Sampel berjumlah 43 orang dengan
teknik pengambilan sampel accidental sampling.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dari 43
responden pengetahuan kategori baik sebesar 25,7% kemudian setelah dilakukan pendidikan
kesehatan,jumlah responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Hasiluji Wilcoxon untuk
melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia diperoleh hasil yaitu Negative
Ranks=0, Positive Ranks=0 dang Ties= 43.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada Pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap Pengetahuan
lansia tentang cara pencegahan hipertensi di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja
Puskesmas Balinggi. Saran: Perlu menambah kegiatan rutin dalam setiap bulannya misalnya mengundang
petugas-petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan atau penyuluhan lainnya
yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.
38
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, (Register Puskesmas Balinggi, 2020). Ini
hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan menunjukkan prevalensi hipertensi terus
pemeriksaan tekanan darah secara berkala mengalamai kenaikan setiap tahun. Hal ini dapat
(Sidabutar, 2012). menjadi lebih serius jika tidak dicegah, terutama
Salah satu penyakit tidak menular yang pada lansia.
menjadi masalah kesehatan penting di seluruh Berdasarkan hasil wawancara awal kepada
dunia karena prevalensinya yang tinggi adalah beberapa pasien hipertensi, diperoleh bahwa ada
hipertensi. Angka prevalensinya terus meningkat yang menggunakan pengobatan alternatif (ramua-
serta berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler, ramuan tradisional). Kemudian yang lain
stroke, retinopati, dan penyakit ginjal. Hipertensi mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui
juga menjadi faktor risiko ketiga terbesar penyebab sedang menderita hipertensi sebelum berobat ke
kematian dini. The Third Nacional Health and Puskesmas. Untuk pencegahannya mereka
Nutrition Examination Survey mengungkapkan mengatakan bahwa telah mengukuti saran dari
bahwa hipertensi mampu meningkatkan risiko petugas kesehatan tetapi tidak dilakukan secara
penyakit jantung koroner sebesar 12% dan rutin karena kesibukan pekerjaan. Pasien juga
meningkatkan risiko stroke sebesar 24% (Triyanto, belum menerapkan pola hidup sehat karena
2014). sebagian pasien masih melakukan kegiatan
Menurut data WHO bahwa prevalensi produktif sehingga kadang mengabaikan tentang
penyakit hipertensi sekitar 15-37% dari populasi pencegahan hipertensi. Pasien juga belum
penduduk di dunia. Hampir 1 miliar orang di menerapkan pola hidup sehat terkait dengan
seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi. makanan penyebab hipertensi.
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama Hipertensi yang tidak terkendali, dapat
kematian dini di seluruh dunia. Selanjutnya menimbulkan komplikasi ke otak sehingga terjadi
dikatakan bahwa setengah populasi penduduk stroke, mempengaruhi ginjal dan jantung. Resiko
dunia yang berusia lebih dari 60 tahun menderita pada jantung dapat mencapai angka 75% berupa
hipertensi. Tahun 2025 diperkirakan ada sekitar pembengkakan jantung (left ventricel hypertrophy),
1,56 miliar orang dewasa akan hidup mengalami penyempitan pembuluh darah koroner (coronary
hipertensi. Dampak hipertensi menyebabkan 8 juta arteri disease) atau kombinasi keduanya. Semua
kematian per tahun di seluruh dunia dan 1,5 juta komplikasi tersebut akan meningkatkan angka
kematian per tahun di wilayah Asia Tenggara kematian akibat penyakit kardiovaskuler atau gagal
(WHO, 2015). jantung (Andra, 2010).
Hasil utama riskesdas tahun 2018
menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia Metode Penelitian
pada penduduk umur ≥ 18 tahun adalah 8,8%
dengan 36,9% pada wanita dan 31,9% pada pria. Jenis penelitian ini adalah analitik Pre
Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Experimental Design dengan pendekatan One grup
tahun 2018 juga didapatkan prevalensi tertinggi pre test post test design, penelitian ini menjelaskan
pada kelompok umur > 75 tahun, perkotaan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan
(34,4%) lebih tinggi dari perdesaan (33,7%). satu kelompok subjek. Kelompok subjek
Prevalensi hipertensi cenderung lebih tinggi pada diobservasi sebelum dilakukan intervensi,
kelompok pendidikan paling rendah dan kelompok kemudian diobservasi lagi setelah dilakukan
tidak bekerja, hal ini disebabkan karena intervensi (Nursalam, 2016)
pengetahuan yang dimiliki tentang hipertensi
kurang sehingga masyarakat tidak mengetahui Hasil Penelitian
tentang pola makan yang baik sehingga mereka
cenderung terserang hipertensi (Kemenkes RI, A. Karakterisitk Responden
2018).
Riskesdas 2018 menunjukkan Provinsi 1. Umur.
Sulawesi Tengah dengan prevalensi hipertensi Kategori yang digunakan untuk
berdasarkan diagnosis dokter pada usia ≥ 18 tahun mengukur usia responden yaitu, umur masa
menempati peringkat 27 dari 34 propinsi di lansia awal (46-55 tahun), masa lansia akhir
Indonesia. Data dari Dinas Kesehatan Parigi (56-65 tahun) dan Manula (> 65 tahun)
Moutong pada tahun 2019 jumlah penderita
hipertensi pada umur ≥18 tahun sebanyak 71.934
orang (Dinas Kesehatan Parigi Moutong, 2020).
Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti
di Puskesmas Balinggi diperoleh data prevalensi
hipertensi pada lansia setiap tahun menunjukkan
peningkatan tiga tahun terakhir. Prevalensi
hipertensi pada lansia tahun 2017 sebanyak 149
orang, meningkat tajam tahun 2018 menjadi 602
orang dan tahun 2019 sebanyak 609 orang
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 3
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
B. Analisis Univariat
100%. Selanjutnya berdasarkan tabel 6 setelah
Kategori pengetahuan dibagi menjadi 3 dilakukan uji Wilcoxon diperoleh hasil Negative
kategori yaitu baik, jika skor jawaban responden Ranks = 0, Positive Ranks = 0 dang Ties = 43.
≥ 76%, cukup, jika skor jawaban responden 56
-75%, kurang, jika skor jawaban < 56%, Pembahasan
Wawan dan Dewi (2011). Gambaran
pengetahuan pasien hipertensi tentang diet di Berdasarkan tabel 5 menujukkan bahwa
Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dari 43
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Balinggi dapat responden pengetahuan kategori baik sebesar
dilihat pada tabel 5: 25,7% kemudian setelah dilakukan pendidikan
kesehatan, jumlah responden dengan pengetahuan
Tabel 5.
Distribusi Frekuensi Pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 100%. Tabel 6
Responden Sebelum dan Sesudah menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji
Dilakukan Pendidikan Kesehatan di Wilcoxon untuk melihat pengaruh pendidikan
Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari kesehatan terhadap pengetahuan lansia diperoleh
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas hasil yaitu Negative Ranks = 0, Positive Ranks = 0
Balingi. dang Ties = 43.
Sumber: Data Primer, 2020 Menurut asumsi peneliti responden yang
berpengetahuan baik sudah sering menerima
informasi tentang cara pencegahan hipertensi.
Pengetahuan
Sebelum Sesudah Dengan menerima informasi responden menjadi
Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
tahu tentang cara pencegahan hipertensi. Dilihat
dari jawaban responden, dimana responden yang
Baik 11 25,6 43 100,0
berpengetahuan baik sudah mampu memahami
Cukup 29 67,4 0 0 tentang cara melakukan pencegahan hipertensi
Kurang 3 7,0 0 0 seperti bisa membedakan jenis makanan yang
Jumlah 43 100,0 43 100,0
dianjurkan dan dihindari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 43 responden yang
Berdasarkan tabel 5 di atas memiliki pengetahuan dalam kategori baik lebih
menunjukkan bahwa sebelum dilakukan banyak pada kelompok dewasa akhir dan
pendidikan kesehatan dari 43 responden kelompok masa lansia awal.
pengetahuannya baik 25,6%, pengetahuan Menurut asumsi peneliti dengan
cukup sebanyak 67,4% dan pengetahuan kurang bertambahnya usia responden maka kematangan
7,0%. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan pengalaman hidup semakin baik sehingga
tentang cara pencegahan hipertensi maka berkaitan dengan pengetahuan responden dalam
diperoleh hasil yang menunjukkan dari 43 memahami tentang hipertensi. Menurut pendapat
responden, semua memiliki pengetahuan yang Notoatmodjo (2012), faktor umur juga dapat
baik 100%. mempengaruhi pengetahuan, dimana semakin
bertambah usia, tingkat kematangan dan kekuatan
C. Analisis Bivariat seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan
Hasil penilaian pengaruh pendidikan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat
kesehatan terhadap pengetahauan lansia tentang sesorang yang lebih lebih dewasa dipercaya dari
cara pencegahan hipertensi dapat dilihat pada orang yang belum tinggi kedewasaannya. Hal ini
tabel berikut : akan sebagai dari pengalaman dan kematangan
jiwa.
Tabel 6.
Pengaruh pendidikan Terhadap Dilihat dari jenis kelamin sebagian besar
Pengetahuan lansia tentang cara pengetahuan baik berjenis kelamin laki-laki, dan
pencegahan hipertensi di Posyandu pengetahuan cukup lebih banyak pada perempuan.
Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Menurut asumsi peneliti pengetahuan yang baik
Kerja UPTD Puskesmas Balinggi sebagian besar dimiliki oleh laki-laki berkaitan
Sumber: Data Primer, 2020 dengan aktivitas dan sebagai kepala rumah tangga
Berdasarkan tabel 6 di atas menujukkan laki-laki harus sehat sehingga berupaya mencari
bahwa setelah dilakukan pendidikan kesehatan informasi tentang hipertensi demi kesembuhannya.
pengetahuan responden meningkat menjadi Sejalan dengan pendapat Bady (2007) yang
Ranks N
Negative Ranks 0
Positive Ranks 0
Ties 43
P 0,000
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
Karo, S. K. 2016. Cegah & atasi penyakit jantung Sidabutar, 2010. Hipertensi Esensial dalam Ilmu
& pembuluh darah. Jakarta: Praninta Aksara. Penyakit. FKUI. Jakarta1.
Kemenkes RI, 2012. Profil Kesehatan Sugiyono, 2012. Stastistik Untuk Penelitian.
[Link]///[Link]. Diakses Alphabeta. Bandung.
17 Mei 2020.
Sumosardjuno, 2012. Penyakit Jantung. Salemba
Kemenkes RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Medika. Jakarta.
Kemenkes RI. Jakarta. Diakses 20 Mei 2020.
Suriasumantri, 2012. Filsafat Ilmu: Sebuah
Kemenkes RI, 2014. Hipertensi. Kemenkes RI. Pengantar Populer. Pustaka Sinar Harapan.
Jakarta. Diakses 20 Mei 2020. Jakarta.
Kemenkes RI, 2018. Hasil Utama Riskesdas Niman, S. 2017. Promosi Dan Pendidikan
2018. Kemenkes RI : Jakarta. diakses 17 Kesehatan. Kramat Jati. Jakarta Timur. Trans
Mei 2020. Info Media.
Machfoedz, 2012. Statistika Deskritif: Bidang Tirtana A, 2011. Pengaruh Pendidikan Kesehatan
Kesehatan. Keperawatan. dan Bidan (Bio Terhadap Pengetahuan Hipertensi pada
Statistik). Fitramaya. Yogyakarta. Lansia Hipertensi di RW 04 Tegal Rejo
Kelurahan Tegal Rejo Tahun 2011. Skripsi
Mansjoer dkk, 2012. Kapita Selekta Kedokteran Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah
Edisi Ketiga. FKUI Jakarta. Tinggi Ilmu Kesehatan „AISYIYAH
Yogyakarta.
Meliono, 2012. Pengetahuan. Available. Jakarta.
Tjokronegoro, 2011. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Nasir. dkk. 2011. Buku Ajar Metodologi Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Penelitian Kesehatan Konsep Pembuatan
Karya Tulis Ilmiah dan Thesis untuk Triyanto, 2014. Pelayanan Keperawatan Bagi
Mahasiswa Kesehatan. Nuha Medika. Penderita Hipertensi Secara Terpadu.
Yogyakarta Yogyakarta : Graha Ilmu.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metodologi Wade, 2010. Using a Problem Detection Study
Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. (PDS) to Identify and Compare Health Care
Jakarta. Privider and Consumer Views
, 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu ofAntihypertensive therapy. Journal of
Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta. Human Hypertension. Jun Vol 17
Issue6.p.397.
Noviyanti, 2015. Hipertensi Kenali, Cegah &
Obati. Yogyakarta: Notebook. Walidah, Z. 2017. Pengaruh Pemberian Edukasi
Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien
Panggabean PASH, Sirait Esron, Rasiman Banne Hipertensi di Puskesmas Sutojayan
Noviany, Subardin, Wartana I Kadek, Kabupaten Blitar. [Skripsi] Fakultas
Pelima Robert V, 2017. Pedoman
Penulisan Proposal Skripsi. Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya:
Palu.
Pramestutie, 2016. Tingkat Pengetahuan Pasien
Hipertensi tentang Penggunaan Obat di
Puskesmas Kota Malang. Jurnal Farmasi
Klinik Indonesia. Diakses 20 Mei 2020.
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengatahuan Lansia, Ni Kadek Rai Sugiantini1,
Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya) Vol. 21 No. 1, Februari 2021 (38- 4