0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan27 halaman

Pengendalian Temperatur Ekstrim Panas

Dokumen tersebut membahas tentang antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian temperatur ekstrim panas. Secara garis besar, dibahas tentang definisi temperatur ekstrim panas, dampaknya terhadap tubuh, metode rekognisi bahaya temperatur ekstrim panas, evaluasi lingkungan kerja berdasarkan indeks termal dan NAB, serta pengendalian bahaya melalui eliminasi, substitusi, kontrol teknis, administratif, dan penggunaan APD.

Diunggah oleh

Daffa Farisa 2020
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan27 halaman

Pengendalian Temperatur Ekstrim Panas

Dokumen tersebut membahas tentang antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian temperatur ekstrim panas. Secara garis besar, dibahas tentang definisi temperatur ekstrim panas, dampaknya terhadap tubuh, metode rekognisi bahaya temperatur ekstrim panas, evaluasi lingkungan kerja berdasarkan indeks termal dan NAB, serta pengendalian bahaya melalui eliminasi, substitusi, kontrol teknis, administratif, dan penggunaan APD.

Diunggah oleh

Daffa Farisa 2020
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Antisipasi, Rekognisi, Evaluasi, dan

Pengendalian Temperatur Ekstrim


Panas

Kelompok 2 - Higiene Industri

20XX

Our Team

11201010000035 Alka Saufika

11201010000040 Daffa Farisa

11201010000056 Puji Handayani

11201010000065 Feby Dwi Naisya Rahmah

11201010000071 Humaira Jannatinnisa

11201010000090 Ibnu Reyhan Dhiyail Milal


Table of contents
Antisipasi Rekognisi
Temperatur Temperatur
Ekstrim Ekstrim
Panas Panas
01 02
Evaluasi Pengendalian
Temperatur Temperatur
Ekstrim Ekstrim
Panas Panas
03 04
01
Antisipasi Temperatur Ekstrim Panas

20XX

Temperatur Ekstrim adalah tekanan
udara yang lebih tinggi/rendah dari
tekanan udara normal (1 Atmosfer).
Jadi, temperatur ekstrim panas

Apa itu adalah ketika tekanan udara berada


lebih tinggi dari tekanan udara
normal.

Temperatur
Ekstrim? Permenakertrans No
05/2018
Tubuh hanya memiliki kapasitas terbatas untuk menyesuaikan diri dengan
suhu dan kelembapan yang ekstrem. Tekanan panas yang ditimbulkan dari
lingkungan akan menyebabkan ketegangan pada tubuh, yang biasanya
menghasilkan reaksi fisiologis seperti peningkatan suhu kulit, produksi
keringat, peningkatan detak jantung, dan suhu inti yang lebih tinggi.
Temperatur suhu lingkungan kerja yang panas melebihi toleransi tubuh
merupakan kondisi yang berbahaya bagi pekerja. Hal ini dapat menyebabkan
gejala-gejala tertentu pada pekerja seperti: Heat cramps, Heat exhaustion,
dan Heat stroke.
Rentang Toleransi Terhadap Temperatur Lingkungan

Suhu tubuh (suhu inti tubuh) atau core body temperature harus berkisar antara 37°C – 38°C.
Namun, tiap orang berbeda, secara umum suhu tubuh dalam tidak boleh turun kurang dari 36°C
atau naik ke lebih dari 38°C. Peningkatan suhu sekitar 5°C kemungkinan besar akan menyebabkan
kematian, begitu juga penurunan hanya sebesar 3°C-4°C.

Sumber: Hendra. (2009). Tekanan Panas Dan Metode Pengukurannya Di Tempat Kerja.
Mekanisme Untuk Meminimalkan Perolehan
atau Kehilangan Panas

1 Konduksi 2 Konveksi

Pemindahan panas melalui kontak Jika suhu udara di atas 35 °C, tubuh
langsung dengan padat, cairan, akan mendapatkan panas dari udara.
dan gas (termasuk udara)
 Jika di bawah 35 ° C, akan ada
kehilangan panas melalui kulit


3 Radiasi 4 Evaporasi
Radiasi adalah proses di mana tubuh Panas dapat dihilangkan oleh penguapan
mendapatkan panas dari benda panas dan keringat. Keringat dipanaskan oleh kulit dan
sekitarnya, tanpa sebenarnya menyentuh diubah menjadi uap air, yang kemudian terbawa
mereka. Beberapa sumber panas memancar dari kulit oleh arus udara atau disebut proses
termasuk matahari, api atau boiler
 penguapan air dari kulit



 

02
Rekognisi Temperatur Ekstrim Panas

20XX

Metode Rekognisi
Accident or Injury Physical
Employee notifications
Reports examinations

Literature and discussions Walk-through


Required inspections
with other professionals inspections

Sampling and spot Preliminary Review of process


inspections hazard analysis flows

Critical incident Failure mode and


Fault-tree analysis
technique effect

Job safety analysis


Rekognisi Temperatur Ekstrim Panas

Accident or Injury Reports Employee notifications

Dilakukan setelah terjadinya Mengumpulkan data dari


kecelakaan yang berhubungan pengalaman dan
dengan bahaya temperatur pengetahuan pekerja melalui
ekstrim panas.
 wawancara


Physical examinations Required inspections

Pemeriksaan fisik pekerja Dilakukan pada sumber


secara berkala terkait paparan temperatur panas untuk
mencegah terjadinya bahaya
temperatur ekstrim panas
pada pekerja

untuk identifikasi kondisi kronis

Rekognisi Temperatur Ekstrim Panas

Literature and discussions


Sampling and spot
with other professionals inspections
Melakukan diskusi dan studi Mengenali bahaya temperatur
literatur dengan para ahli untuk ekstrim panas dengan pengambilan
mendapatkan informasi tambahan sampel yang memadai dan pemilihan
bahaya temperatur ekstrim panas
 lokasi inspeksi yang tepat


Walk-through Preliminary hazard


inspections analysis

Digunakan untuk mengenali Mengenali bahaya temperatur


bahaya temperatur ekstrim panas ekstrim panas dengan mengatur
yang sudah jelas diketahui secara logis fakta yang dimiliki
keberadaannya di tempat kerja
 untuk penentuan potensi bahaya

Rekognisi Temperatur Ekstrim Panas

Review of Fault-tree Critical incident


process flows analysis technique

Digunakan untuk Berawal dari kejadian Mewawancarai pekerja


mengidentifikasi potensi tertentu (pekerja yang untuk menemukan
bahaya pada setiap sakit) dan dianalisis informasi terkait unsafe
langkah proses kerja akar masalah atau act yang terjadi selama
untuk meninjau potensi penyebab dasarnya
 bekerja di temperatur
kontak antara pekerja ekstrim panas

dengan pajanan panas

Rekognisi Temperatur Ekstrim Panas

Failure mode effect Job safety analysis

Mengenali bahaya
Meninjau semua tugas
temperatur ekstrim panas
pekerja, peralatan yang
dengan asumsi jika terjadi
digunakan, dan pengendalian
kegagalan pada suatu
untuk mengurangi paparan
komponen/elemen, lalu
bahaya temperatur ekstrim
ditentukan dampak dari
panas pada pekerja

kegagalan tersebut 

03
Evaluasi Temperatur Ekstrim Panas

20XX

Evaluasi

❏ Indeks Thermal dapat dinilai baik dalam istilah subjektif atau dengan pengukuran objektif.
Dalam kasus sebelumnya, individu diminta untuk memberikan pendapat tentang indeks thermal
yang mereka alami.
❏ Hal ini sangat relevan dalam menilai kenyamanan thermal di lingkungan tipe kantor, misalnya,
di mana sejumlah besar orang mungkin mengalami lingkungan objektif yang serupa.
❏ Pendekatan alternatif adalah untuk mengukur parameter objektif yang membentuk lingkungan,
yaitu, suhu udara, suhu radiasi, kelembaban dan kecepatan udara, bersama dengan aktivitas dan
pakaian.
❏ Namun, spesifikasi enam parameter ini untuk menentukan lingkungan thermal tidak praktis dan
tidak banyak berguna bagi semua kecuali pekerja berpengalaman di lapangan.
❏ Dengan mengamati satu gejala patut mendapat perhatian, mengamati dua atau lebih gejala
memerlukan suatu tindakan.

Gardiner, K. Harrington, J.M. (Eds 1. 2005). Occupational hygiene, 3rd ed. ed. Blackwell Pub, Malden, Mass

NAB Temperatur Ekstrim Panas

Nilai ambang batas dari temperatur ekstrim panas


merupakan batas pajanan yang harus diperhatikan
pada tempat kerja yang tidak boleh melampaui 8 jam
kerja per hari.

NAB temperatur panas pada lingkungan kerja


ditentukan berdasarkan alokasi waktu kerja dan
istirahat dalam satu siklus kerja (8 jam per hari) serta
rata-rata laju metabolik pekerjaan.

Permenkes No. 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. 

Nilai Koreksi Pakaian Kerja
Hasil pengukuran iklim lingkungan kerja harus ditambah dengan nilai koreksi
pakaian kerja.

Permenkes No. 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. 

Nilai Koreksi Pakaian Kerja
Hasil pengukuran iklim lingkungan kerja harus ditambah dengan nilai koreksi
pakaian kerja.

Permenkes No. 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. 

Perhitungan Laju Metabolik

Untuk menentukan kategori beban kerja, maka dapat mengacu pada rumus berikut:

Permenkes No. 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. 

Kategori Beban Kerja Berdasarkan Laju Metabolik
04 Pengendalian Temperatur
Ekstrim Panas

20XX

CDC Workplace safety and health

Administrative
Eliminasi
 Substitusi
 Engineering Control
 PPE

Control


Membatasi Waktu Garmen berpendingin



 
 Meningkatkan ventilasi

Paparan dan/atau Suhu
 air


Mengurangi Beban Pakaian berpendingin



 
 Pendinginan evaporatif

Panas Metabolik
 udara


Meningkatkan

 
 Spot cooling
 Toleransi terhadap Rompi pendingin

Panas


Radiant reflective Pelatihan Kesehatan Pakaian dalam yang



 

shielding
 dan Keselamatan
 dibasahi


perpindahan panas
Skrining untuk

 
 dengan padatan, 

Intoleransi Panas

cairan, atau gas


Menurunkan tekanan Program Peringatan



 
 

uap air ambien
 Panas

Permenaker 5 no 2018

Administrative
Substitusi
 Eliminasi
 Engineering Control
 PPE

Control


mengisolasi

atau membatasi Menyediakan sistem Penggunaan baju kerja

 

pajanan
 ventilasi
 yang sesuai

sumber panas


Penggunaan alat
menyediakan sistem
 Menyediakan air

 
 pelindung diri yang
ventilasi;
 minum

sesuai


Mengatur atau

 
 
 membatasi waktu
pajanan


Terhadap sumber

 
 
 panas atau sumber
dingin



 
 
 

Pakaian berpendingin
udara

Rompi pendingin
Referensi
Gardiner, K. Harrington, J.M. (Eds 1. 2005). Occupational hygiene, 3rd ed. Blackwell Pub, Malden,
Mass

Hendra. 2009. Tekanan Panas Dan Metode Pengukurannya Di Tempat Kerja.

Levy S, Barry., et al. 2011. Occupational and Environmental Health: Recognizing and Preventing
Disease and Injury – 6th Edition. Oxford University Press Inc.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang


Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Permenkes No. 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja
Industri. Tersedia di:
[Link]
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai