0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan10 halaman

Laporan Pelatihan BTCLS 2022

Laporan pelatihan BTCLS memberikan ringkasan singkat tentang 5 materi yang disampaikan pada hari pertama pelatihan, yaitu initial assessment, proses rujukan, manajemen jalan nafas dan pernafasan, bantuan hidup dasar, serta pengelolaan syok dan perdarahan. Pada hari kedua, 3 materi yang dibahas adalah trauma kepala, trauma thoraks, dan trauma abdomen.

Diunggah oleh

puskesmas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan10 halaman

Laporan Pelatihan BTCLS 2022

Laporan pelatihan BTCLS memberikan ringkasan singkat tentang 5 materi yang disampaikan pada hari pertama pelatihan, yaitu initial assessment, proses rujukan, manajemen jalan nafas dan pernafasan, bantuan hidup dasar, serta pengelolaan syok dan perdarahan. Pada hari kedua, 3 materi yang dibahas adalah trauma kepala, trauma thoraks, dan trauma abdomen.

Diunggah oleh

puskesmas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PELATIHAN BTCLS

HARI PERTAMA (24 Agustus 2022)

A. Materi 1
Initial Assessment
Oleh : Sutono, [Link].,[Link],[Link]
1. Pengertian
Initial Assessment adalah penilaian awal untuk melakukan tindakan yang cepat dan
sistematis
2. Tahapan
a. Kajian primer (primary survey)
Resusitasi dan stabilisasi fungsi organ dengan prosedur look, listen, and feel dan
memperhatikan :
 A : airway (membebaskan dan menstabilkan airway) + Cervical control (inline
immobilisation, neck collar)
 B : Breathing (Melakukan bantuan nafas) + Oxygenation (Memberikan O2 sbg
tindakan “pre-emptive”)
 C : Circulasi (Menentukan ada tidaknya syok ) + Hemorrhage control
 D : Disability (A : alert, V : voice respons, P : pain respons, U : unresponsive)
 E : Environment / Event (Mempertahankan stabilisasi)
b. Kajian sekunder (secondary survey)
 Anamnesis (A = Alergi obat, M = Medication ( Obat yang diminum rutin ), P =
Past Ilness ( RPD ), L = Last Meal ( persiapan operasi ), E = Event ( biomekanik
trauma )
 Pemeriksaan fisik (Head to Toe, Finger and Tube in every Orifices , Log Roll)
 Pemeriksaan Penunjang
c. Pengawasan (Observasi)
 Mempertahankan stabilitas
 Persiapan tindakan, tranfer / rujuk , pulang
B. Materi 2
Penatalaksanaan Proses Rujukan
Oleh : Sutono, [Link].,[Link],[Link]
1. Proses Rujukan
Rujukan bisa dilaksanakan secara vertikal dari tingkat pertama ke tingkat ke dua dan ketiga,
dan rujukan horizontal dilakukan pada tingkat pelayanan yang sama
2. Persyaratan Rujukan
Pastikan pasien sudah stabil -> pastikan rumah sakit yang menerima rujukan siap->
komunikasikan pada pasien/keluarga -> pastikan alat transportasi siap -> siapkan data yang
diperlukan
3. Mekanisme Rujukan
ABC pasien -> immobilisasi extremitas -> mekanisme tubuh penolong -> alat transportasi
mematuhi aturan lalu lintas -> serah terima pasien dan dokumen

C. Materi 3
Airway & Breathing Management
Oleh : DR. Dr. Djayanti Sari, [Link]., [Link]
1. Jalan Nafas dan Pernafasan (Airway and Breathing)
Bantuan Hidup Dasar -> Airway, Breathing, Circulation Management
Normal : tidak ada suara, ritme normal, volume tidal 6 – 8 ml/kgBB, usaha bernafas minimal,
tidak ada sianosis
2. Masalah pada jalan nafas
a. Sumbatan jalan nafas
 Parsial : ada suara gargling, snoring, crowing, stridor
 Total : tidak ada suara nafas
b. Managemen Jalan Nafas
 Tanpa alat : head tilt, chin-lift, jaw thrust

 Dengan alat : oro-naso pharyngeal, intubasi, dan krikotirotomi jarum

3. Penyebab Kesulitan Bernafas


 Medik : asma akut, eksasebasi akut dari PPOK, edema paru kardiogenik akut,
pneumonia
 Trauma/Bedah : pneumothoraks, emboli paru, cedera paru akut (kontusi,
aspirasi, inhalasi)
4. Terapi Kesulitan Bernafas
a. Oksigenasi

Oksigen diberikan secukupnya : Hati-hati keracunan oksigen


b. Monitoring
 Observasi klinis
 Oksimetri
 Analisis Gas Darah
c. Tersedak - choking
Benda asing menyangkut di larynx
Pertolongan :

d. Posisi Pemulihan

D. Materi 4
Bantuan Hidup Dasar (BHD)
Oleh : DR. Dr. Djayanti Sari, [Link]., [Link]
1. Indikasi BHD : henti nafas, henti jantung
2. Langkah-langkah bantuan hidup dasar (BHD)
a. Pastikan aman lingkungan, penolong, dan korban
b. Periksa kesadaran korban
 Guncangan bahu dengan lembut
 Jika ada respon : jangan ubah posisi dan cari hal yang membuat korban tidak
sadarkan diri
c. Panggil bantuan (jika korban tidak respon)
 Telp 118 (atau nomer RS terdekat lain)
 Sebutkan : ID penelfon, lokasi, apa yang terjadi, jumlah korban, jumlah korban,
apa yang sudah dilakukan, informasi penting lain
d. Cek nadi dan nafas secara simultan selama 10 detik
e. Lakukan kompresi dada
 Letakkan pangkal telapak tangan di pertengahan bawah tulang dada
 Letakkan tangan yang lain di atas punggung tangan yang satunya
 Jari-jari saling mengunci
 Kompresi dada
 Jika mungkin, bergantian kompresi setiap 2 menit
f. Buka jalan nafas : head tilt chin lift / jaw thrust
g. Lanjutkan RJP 5 siklus, cek nadi setiap 2 menit
h. STOP BHD jika
 Kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan
 Pasien dialihrawatkan kepada yang lebih berwenang
 Ada tanda-tanda kematian yang irrevesibel
 Penolong Lelah atau keselamatannya terancam
 Adanya perintah DNAR
i. Jika korban mulai bernafas normal lagi, tempatkan dalam posisi “recovery”
E. Materi 5
Syok dan Perdarahan
Oleh : DR. Dr. Djayanti Sari, [Link]., [Link]
1. Definisi syok
Keadaan dimana terjadi gangguan perfusi organ dan oksigenasi jaringan akibat adanya
gangguan sirkulasi
2. Macam -macam syok
a. Syok hipovelemik : perdarahan, takikardi, tensi turun, kulit dingin
b. Syok obstruktif
 tension pneumothorax : trauma dada, nyeri dada, nafas sesak, suara nafas
unilateral, distensi jugularis, hiptensi, takhikardi
 tamponade jantung : hipotensi, distensi jugularis, suara jantung terdam (triad
beck)
c. Syok neurogenic : cedera spinal, hipotensi, bradikardi, kulit hangat
d. Syok kardiogenik
e. Syok anafilaksis
f. Syok septik : bahan biologis
3. Klasifikasi Syok

4. Pengelolaan syok
A : Airway + control servikal
B : Breathing + oksigenasi
C : Circulation + control perdarahan
D : Disability – neurologis
E : Exposure : NGT, kateter
5. Petolongan pertama syok
a. Syok perdarahan : pasang infus RL/NaCl guyur. Bila ada perdarahan tekan/bebat dulu
b. Syok anafilaktik : epinephrine (1:1000) 0.3-0.5 ml subkutan diulang tiap 5-10menit
c. Syok tension pneumothorak : tusuk sic 2 mid klavikula
d. Syok neurogenic : resusitasi cairan, nor epinephrine
F. Materi 6
Aspek Legal dan Etik Keperawatan Gawat Darurat
Oleh : Tri Prabowo, [Link]., [Link]
1. Etik : kebaikan, beretik/bermoral, penerapan kode etik dan nilai moral
2. Legal
a. Keahlian (sertifikat keahlian) -> kompeten -> proses pengakuan
b. Kewenangan formil (STR) dan materiil (SIKP & SIPP)
3. Kondisi Gawat Darurat
Pasal 32 UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan
a. Faskes wajib pelayanan : menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan
b. Faskes dilarang : menolak pasien dan meminta uang muka
4. Tenaga perawat termasuk perawat gawat darurat adalah tenaga keperawatan professional
yang mempunyai dasar keilmuan dan standar professional
5. Kekeliruan penampilan profesi dapat dilihat dari 3 aspek yaitu : dimensi etik, disiplin, dan
hokum
6. Dalam menjalankan peran dan fungsinya perawat gawat darurat bertanggungjawab secara
hokum pidana maupun hukum perdata atas perbuatannya yang salah kepada pasien

HARI KEDUA (25 Agustus 2022)

A. Materi 1
Trauma Kepala
Oleh : dr. Agung Widianto, Sp-B-KBD
1. Cedera kepala : 50% kematian pada trauma dan 60% kematian akibat KLL
2. Anatomi Kepala
a. Kulit kepala (Skin, Connective tissue, Aponeurosis/Galea, Loose Areolar Tissue,
Pericranium
b. Skull
c. Meningens : durameter, arachnoid, piameter
d. Cairan Serebrospinal
e. Tentorium : supratentorial dan infratentorial
f. Brain
3. Klasifikasi trauma kepala
Berdasarkan mekanisme
 Tumpul : KLL
 Tajam : trauma tembak dan trauma tusuk
Berdasarkan GCS
 Ringan : GCS 14-15
 Sedang : GCS 9-13
 Berat : GCS 3-8
4. Penatalaksanaan
a. Primary survey : Airway & C-Spine control, Breathing, Circulation
b. Secondary Survey : anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang
5. Morfologi
a. Fraktur cranium : basis cranii (rhinorhoe dan otorhoe)
b. Lesi intracranial : fokal (EDH, SDH, ICH, IVH), difus (kontusio)
B. Materi 2
Trauma Thoraks
Oleh : dr. Agung Widianto, Sp-B-KBD
1. Macam-macam trauma thoraks
a. Trauma tumpul
b. Truma tajam
c. Barotrauma (tekanan)
d. Trauma inhalasi
2. Tanda-tanda trauma thoraks
A : tachypnea, stridor, suara nafas seperti orang berkumur
B : Gerakan dinding dada menurun
C : ada tanda syok
3. Kelainan Thoraks
a. Tension Pneumothoraks
Adanya udara didalam cavum pleura yang mendesak jantung
Tindakan : thoracocentesis, WSD
b. Open Pneumothoraks
Adanya vulnus di dinding dada sehingga udara dpat keluar lewat vulnus
Tindakan : tutup plastik pada luka dan plester di sisi sisakan 1 sisi tidak di plester
c. Flail chest
Adanya Gerakan paradoxical dari sebagian dinding thoraks akibat dari fraktur costae
segmental 2 atau lebih yang berurutan
Tindakan : lakukan pedding (plester coklat)
C. Materi 3
Trauma Abdomen
Oleh : dr. Agung Widianto, Sp-B-KBD
1. Abdomen Akut
a. Syok akibat perdarahan
Akibat robekan pembuluh darah
X-ray : pengkabutan
USG : cairan bebas
b. Peritonitis
Proses inflamasi pada lapisan peritoneum akibat iritasi peritoneum oleh cairan saluran
tubuh maupun infeksi bakteri
Klinis : nyeri tekan pada dinding perut (deffance musculaire/perut papan) melebihi ½
permukaan perut

D. Materi 4
Trauma Ekstremitas
Oleh : dr. Agung Widianto, Sp-B-KBD
1. Cedera pada trauma ekstremitas
a. Luka / vulnus
 Luka robek / v. laceratum
 Luka iris / v. scissum (perdarahan, kedalaman)
 Luka tusuk / v. punctum (kedalaman, cidera organ dibawahnya
 Luka barut / v. excoriativum (luas, kedalaman)
 Luka memar / v. contusum (kedalaman, cidera oran dibawahnya)
Penanganan : Hentikan perdarahan, debridement, golden periode, rapatkan, batul, obat
(antibiotic, ATS, analgetik, anti inflamasi)
b. Dislokasi
Penanganan : imobilisasi, traksi pelan
c. Fraktur
 Tertutup : tulang tetap ada di dalam
 Terbuka : ujung tulang keluar kulit
d. Fraktur dislokasi
Terjadi fraktur dan dislokasi di satu lokasi
e. Cidera otot
 V. contusum / memar
 Sindrom kompatmen
f. Cidera syaraf – pembuluh darah
2. Penatalaksanaan
 Survei primer (ABC)
 Survei sekunder : look (ada luka), feel (raba, palbasi), move (pasief, aktif), ukur
(bandingkan kanan dan kiri)
 Umum : imobilisasi, penyangga / splinting
3. Macam-macam splint
 Rigid (papan, plastic keras, besi)
 Soft (udara, bantal, mitela)

E. Materi 5
Luka Bakar
Oleh : dr. Agung Widianto, Sp-B-KBD
1. Penyebab luka bakar
a. Suhu : panas (api, uap, air) dan dingin (frost bite)
b. Listrik
c. Kimia (asam – basa)
d. Radiasi
e. Laser
2. Kedalaman luka bakar
a. Derajat satu : superficial skin burn (luka bakar terkena sinar matahari)
b. Derajat dua : partial thickness skin burn (nyeri, ada bula, syaraf masih bagus)
c. Derajat tiga : full thickness skin burn (syaraf terganggu)
3. Luas luka bakar

4. Penanganan
STOP – DROP – ROLL
A : ET lebih baik daripada tracheostomy
B : Escharotomy
C : Infus RL 4 x luas LB x BB (kg)
5. Perawatan Lukas
a. Derajat 2 : cuci nacl 500cc + savlon 5cc, sufratul, kasa sterile tebal (biarkan 1 minggu)
b. Derajat 3 : cuci nacl 500cc + savlon 5cc, debridement tiap hari, burnazin tiap hari
F. Materi 6
EKG aritmia letal
Oleh : dr. Irsad Andi Arso, [Link]., [Link] (K)
1. Pengertian EKG
EKG adalah pencatatan grafis potensial listrik yang ditimbulkan oleh jantung pada waktu
berkontraksi
2. Normal sinus rhythm
Regular, gelombang T selalu diikuti oleh QRS
3. Ventrikel takhikardi (VT)
Ada gelombang vebtrikel ekstrasistole 3 kali berturut-turut dengan kecepatan diatas
100x/mnt

VT -> raba nadi


Tidak ada nadi -> RJP (syokable)
4. Ventrikel fibrilasi
Tidak ada gelombang P, QRS atau T yang dapat dikenali

VF -> tidak perlu raba nadi -> RJP (syokable)


5. Pulseless Electrical Activity (PEA) / Aliran Listrik Tanpa Nadi
Tidak ada nadi tetapi ada aktivitas listrik yang teratur
6. Asystole
Tidak terlihat aktivitas ventrikel atau tidak ada aktivitas listrik sama sekali

G. Materi 7
Sindroma Koroner Akut (SKA)
Oleh : dr. Irsad Andi Arso, [Link]., [Link] (K)
1. Pengertian
Suplai darah/oksigen ke miokard terganggu
a. Angina pektoris tidak dtabil (APTS)
b. Infark miokard akut (IMA)
 Nyeri dada kiri khas kardial
 Perubahan EKG
 Kenaikan enzyme kardial
2. Manifestasi
a. Stemi : oklusi total, stabil, kaya fibrin dan eritosit -> thrombus merah
Gambaran EKG : evolusi gelombang Q
b. Non Stemi : oklusi tidak total dengan kolateral, thrombus tidak stabil, kaya platelet ->
thrombus putih
Gambaran EKG : 2 lead bersebelahan
3. Tatalaksana

H. Materi 8
Pertolongan Henti Jantung
Oleh : dr. Irsad Andi Arso, [Link]., [Link] (K)
1. Pastikan keamanan korban dan penolong
2. Pastikan diagnosis henti jantung (respon, respirasi, denyut nadi)
3. Cari bantuan
4. Bebaskan jalan napas
5. Kerjakan BHD. Kompresi 5 siklus
6. Lakukan defibrilasi bila ada indikasi. Sewaktu melakukan RKP epineprin dapat diberikan
berulang
7. Cek irama setiap 2 menit
8. Bila tidak ada monitor teruskan RJP sampai adanya denyut nadi
9. Sewaktu melakukan defibrilasi waktu mengentikan RJP tidak lebih dari 10 detik, juga
tindakan lain cek irama
10. Berikan obat i.v bila memungkinkan. Bolus 20-50cc nacl setelah pemberian obat i.v
I. Materi 9
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)
Oleh : Subroto, [Link].,Ns.,[Link]
1. Pengertian SPGDT
System koordinasi multi sector, pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat
2. Pelaksanaan SPGDT
a. Pelayanan pra RS
 Pelayanan sehari-hari : Public Safety Center, Brigade Siaga Bencana, pelayanan
ambulance, jejaring komunikasi
 Pelayanan pada keadaan bencana : koordinasi, mobilisasi SDM, simulasi,
reporting, monitoring, evaluasi
b. Pelayanan intra RS
 Sarana dan pra sarana (HCU, ICU, UGD
 Hospital disaster plan
 Transportasi intra hospital
 Pelatihan
 Pembiayaan
c. Pelayanan antar RS
 Jejaring rujukan
 Evakuasi
 System informasi management
 Koordinasi
J. Materi 10
Triase
Oleh : Subroto, [Link].,Ns.,[Link]
1. Pengertian triase
Suatu proses yang mana pasien digolongkan menurut tipe dan tingkat kegaatan kondisinya
2. System Triage Dunia
a. Australasian Triage Scale (ATS)
b. Manchester Triage Scale (MTS)
c. Canadian Triage and Acuity Scale (CTAS)
d. Emergency Severity Index (ESI)
3. Konsep Triage
a. Single Triage (SIT)
Untuk pasien tunggal
Kategori
 Immediate (AMI, perdarahan dalam) : tindakan langsung
 Urgent (stroke, app) : tindakan secepatnya
 Non urgent (luka, dislokasi, fraktur) : tindakan dengan persiapan
 Meninggal
b. Simple Triage and Rapid Treatment (START)
Untuk konrban dalam jumlah banyak
Kategori
 Hijau : walking wounded
 Merah : gangguan airway berat dan syok
 Kuning : delay
 Hitam : meninggal
c. Secondary Assessement for Victims Endpoint (SAVE)
Bila jumlah korban luar biasa dan jauh melampaui kapasitas penolong
Kategori
 Yang tidak selamat apapun tindakan yang dilakukan
 Yang akan tidak selamat apapun tindakan yang dilakukan
 Yang tidak termasuk kedua golongan diatas

HARI KE TIGA (26 Agustus 2022)


A. SKILL STATION BANTUAN HIDUP DASAR
B. SKILL STATION AIRWAY : PEMASANGAN ET
C. SKILL STATION DEFIBRILASI
D. SKILL STATION PEMBALUTAN DAN PEMBIIDAIAN
HARI KE EMPAT (27 Agustus 2022)
A. SKILL STATION BANTUAN HIDUP DASAR
B. SKILL STATION AIRWAY : PEMASANGAN ET
C. SKILL STATION DEFIBRILASI
D. SKILL STATION PEMBALUTAN DAN PEMBIIDAIAN
E. SKILL KOMPREHENSIF
HARI KE LIMA (28 Agustus 2022)
A. SKILL STATION BANTUAN HIDUP DASAR
B. SKILL STATION AIRWAY : PEMASANGAN ET
C. SKILL STATION DEFIBRILASI
D. SKILL STATION PEMBALUTAN DAN PEMBIIDAIAN

Yogyakarta, 28 Agustus 2022

Adila Kurnianingrum, [Link]

19950309 201903 2 009

Anda mungkin juga menyukai