0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan12 halaman

Landasan Hukum Flag of Convenience Kapal

Dokumen tersebut membahas tentang landasan hukum kapal berbendera (flag of convenience) dimana kapal harus memiliki identitas jelas, memenuhi syarat untuk dilayarkan, dan dioperasikan oleh kru yang kompeten. Ada tiga sistem pendaftaran kapal yaitu nasional, terbuka, dan seimbang. Penggunaan flag of convenience dapat menguntungkan pemilik kapal dengan biaya rendah tetapi berisiko melanggar hukum dan mengurangi kesejahteraan

Diunggah oleh

Puputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan12 halaman

Landasan Hukum Flag of Convenience Kapal

Dokumen tersebut membahas tentang landasan hukum kapal berbendera (flag of convenience) dimana kapal harus memiliki identitas jelas, memenuhi syarat untuk dilayarkan, dan dioperasikan oleh kru yang kompeten. Ada tiga sistem pendaftaran kapal yaitu nasional, terbuka, dan seimbang. Penggunaan flag of convenience dapat menguntungkan pemilik kapal dengan biaya rendah tetapi berisiko melanggar hukum dan mengurangi kesejahteraan

Diunggah oleh

Puputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Landasan Hukum Kapal Berbendera (Flag of Convinience)

Pelayaran di laut banyak mengandung resiko dan menyangkut hubungan internasional.


Untuk mewujudkan ketertiban lalu lintas pelayaran internasional, maka setiap kapal yang
berlayar di laut harus :
1.        Memiliki identitas yang jelas (aspek status hukum).
2.        Memenuhi syarat untuk dilayarkan (aspek keselamatan)
3.        Dijalankan oleh orang yang memiliki kompetensi untuk melayarkan kapal (aspek
pengawakan).
Kapal yang memenuhi persyaratan ini disebut “Laik Laut”.
Identitas kapal secara fisik diperlihatkan dengan bendera kebangsaan kapal.
Konvensi Hukum Laut Internasional 1982 (KHI 1982/UNCLOS 1982) yang diratifikasi
dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 1985 mengatur :
1.        Setiap negara baik berpantai atau tak berpantai dapat jadi negara bendera/flag state
(Psl.90).
2.        Harus ada hubungan yang sungguh-sungguh antara negara bendera dengan kapal yang
mengibarkan benderanya sebagai bendera kebangsaan, karena itu harus menetapkan
persyaratan pendaftaran dan pemberian kebangsaan pada kapal. (Psl.91 ayat (1) ).
3.        Negara bendera harus memberikan kepada kapal dokumen yang memberikan hak untuk
mengibarkan benderanya sebagai bendera kebangsaan kapal (Psl.91 ayat (2)).
4.        Kapal hanya boleh berlayar dibawah bendera suatu negara saja, kecuali ditentukan secara
khusus dalam konvensi ini atau suatu perjanjian international (Psl.92 ayat (1)).
5.        Perobahan atau penggantian bendera kebangsaan kapal hanya boleh dilakukan berdasarkan
perpindahan pemilikan yang nyata atau  perpindahan pendaftaran. (Psl.92 (1) ).
6.        Kapal yang berlayar dibawah bendera 2 (dua) negara atau lebih dan menggunakannya
berdasarkan kemudahan dapat dianggap sebagai kapal tanpa kebangsaan. (Psl.92 ayat
(2) ).
7.        Setiap negara bendera harus melaksanakan secara efektif yurisdiksi, dan pengawasannya
dalam bidang administratif teknis dan sosial atas kapal yang mengibarkan benderanya
sebagai bendera kebangsaan. (Psl.94).

Aliran/Sistem Pendaftaran Kapal.

Sesuai dengan KHL (Konvensi Hukum Laut) 1982 pengaturan lebih lanjut mengenai
pendaftaran kapal menjadi wewenang masing-masing negera bendera yang didasarkan
kepada sistem atau aliran pendaftaran kapal yang dianut didunia maritim yaitu :
1.       The National School
Aliran ini menganut peraturan registrasi yang keras (rigid), contohnya Portugal
Kapal yang dapat didaftar di negara ini adalah :
a.  Kapal yang dibuat di negara pendaftar,
b.  dimiliki oleh warga dari negara tersebut,
c.   nakhoda dan ABK nya harus warga negara dari negara pendaftar.
       Aliran ini dapat disebut sistem pendaftaran tertutup yang kaku (rigid closed registry).
2.       The School of The Relaxed Law
Aliran ini dianut oleh Panama, Liberia, Honduras, Costarica dan sebagainya yang sering
dihubungkan dengan “Flag of Convenience” karena mereka mengizinkan registrasi atas
kapal-kapal yang dimiliki oleh pihak asing tanpa syarat apapun dan seringkali atas dasar
perlakuan yang sama seperti kepada kapal-kapal dari warga negaranya sendiri (open
registry).
Aliran ini mengaburkan prinsip “genuine link” yang diatur dalam KHI 1982.

3.       The Balanced School


Aliran ini mendasarkan terutama kepada pemilikan kapal untuk menerbitkan adanya
hubungan yang sungguh-sungguh (genuine link) antara negara bendera dan kapal yang
mengibarkan benderanya sebagai bendera kebangsaan. Sebagai contoh adalah Inggris dan
India.
Penganut aliran ini mensyaratkan pendaftaran kapal kepada kepemilikan oleh warga
negaranya atau badan hukum negara dan berkedudukan di wilayah negara pendaftar serta
seluruh atau sebagian pengurus dan kepemilikan sahamnya oleh warga negara pendaftar.
Aliran ini dapat disebut system pendaftaran tertutup (closed registry) yang luwes.

III.   Akibat Hukum Pendaftaran Kapal.

Sistem pendaftaran apapun yang dianut oleh suatu negara, semuanya mempunyai akibat
hukum yang luas, baik secara nasional maupun internasional, antara lain :

1.        Hanya kapal yang telah didaftarkan saja yang dapat memperoleh hak untuk mengibarkan
bendera kebangsaan (maritime flag) dari negara pendaftar sebagai bendera kebangsaan
kapal.
2.        Kapal yang telah didaftarkan diberi surat tanda kebangsaan kapal sebagai legalitas untuk
mengibarkan bendera kebangsaan kapal.
3.        Kapal berhak mendapatkan perlindungan hukum dari negara bendera (flag state).
4.        Negara bendera wajib  melaksanakan yurisdiksi dan pengawasan yang efektif terhadap
kapal yang mengibarkan benderanya sebagai bendera kebangsaan, melalui peraturan
perundang-undangan nasional dibidang administratif, terknis dan sosial.
5.        Timbulnya hubungan hukum antara negara dengan kapal melalui bendera kapal dan surat
tanda kebangsaan kapal.
6.        Kapal yang telah didaftarkan diberlakukan sebagai benda tidak bergerak.

IV.     Aspek Dalam Bendera Kapal.


Dalam bendera kapal terkandung beberapa aspek yaitu : Aspek yuridis, aspek ekonomi dan
aspek politis.
1.        Aspek Yuridis.
Kewajiban masing-masing negara untuk menetapkan dalam hukum nasionalnya syarat-
syarat pendaftaran dan pemberian bendera kapal serta melaksanakan secara efektif
yurisdiksi dan pengawasan dalam bidang administratif, teknis dan sosial terhadap kapal-
kapal yang mengibarkan benderanya.

2.        Aspek Ekonomis.
Karena kapal yang terdaftar merupakan asset nasional, karenanya ia harus diupayakan
agar mendapatkan alokasi muatan yang wajar (fair share) dalam angkutan perdagangan
dalam maupun luar negeri. Peran pemerintah sangat penting untuk menciptakan kondisi
yang menguntungkan bagi armada nasional, antara lain pengaturan mengenai preferensi
muatan (cargo preference), pengaturan azas cabotage dan lain-lain.

3.        Aspek Politis
Karena kapal merupakan asset nasional maka ia harus mendapatkan perlindungan dari
negara dan negara berkewajiban untuk mengembangkan potensi armada niaga nasional
serta menjaga agar bendera kapal tidak disalahgunakan.

Pengertian dari Flag of Convenience (FoC)

Apabila membaca dari latar belakang pada makalah ini, pasti pembaca akan bertanya-
tanya apa itu  flag of convenience dan seberapa pentingkah flag ofconvenience
 dalam industri pelayaran di Indonesia. Maka pada bab ini dijelaskan bahwa flag of
convenience
 merupakan bendera dari negara-negara tertentu yang sudahterdaftar dalam ITF
(International Transport Workers Federation) sebagai negara-negara yang dapat
memudahkan secara hukum untuk berlayar dengan bendera anggota FoC. Sebuah kapal
dikatakan sudah mengibarkan FoC apabila kapalnyasudah di daftarkan oleh owner di
negara bukan tempat domisili kapal itu berlabuhmelainkan di sebuah negara anggota FoC.
Total anggota negara yang memeakai sistem FoC berjumlah 32 sebagai contoh Panama,
Barbados, Myanmar, Jamaika,Lebanon dan lainnya.
this can mean:

 very low wages


 poor on-board conditions
 inadequate food and clean drinking water
 long periods of work without proper rest, leading to stress and fatigue

By ‘flagging out’, ship owners can take advantage of:

 minimal regulation
 cheap registration fees
 low or no taxes
 freedom to employ cheap labour from the global labour market
Hukum internasional mengharuskan setiap kapal niaga terdaftar di suatunegara. Kapal
yang sudah terdaftar dalam suatu negara tertentu maka disebut negara benderanya, dan
negara bendera kapal terdaftar dapat memberikan hak untuk berlayar.
 
Sebuah negara bendera kapal yang sudah terdaftar dapat memegang hak penuh
untukmelakukan kontrol regulasi atas kapal dan selalu melakukan pemeriksaan
secarateratur, sertifikasi peralatan kapal dan kru, serta masalah keamanan dan
dokumen pencegahan pencegahan lingkungan

Penciptaan dan pemanfaatan FoC dapat menjadi suatu pemanfaatan dan celah bagi
pengusaha perkapalan serta owner  ship yang dapat menghindari suatu peraturan ketat
yang terus dikembangkan oleh negara-negara lain.
Kekhawatiran utama dari pihak terkait antara lain makin mudahnya pendaftaran
suatu kapal niaga mendapatkansuatu negara bendera karena kapal tersebut bisa memakai
regulasi yang ada di peraturan anggota FoC. Yang kedua adalah keuntungan
menjadi anggota
FoC adalah pajaknya rendah karena anggota FoC merupakan negara yang tidak mengandal
kan sektor maritim dalam pemasukan devisa. Ketiga adalah pengurangan biaya operasi
untuk anggota FoC serta terakhir adalah kontrol penuh dari negara maju kepada anggota
Foc yang tidak lain adalah negara-negara berkembang

Dampak dari Flag of Convinience

Dari penjelasan di atas penggunaan


 Flag of Convenience
 untuk negara-negaratersebut merupakan suatu keuntungan dikarenakan nantinya akan
banyak kapal akanmelakukan pendaftaran bendera negara ke anggota FoC. Selain itu
negara-negaraanggota FoC mendapatkan keuntungan pendapatan dari pajak yang bisa di
ambil darinegara bendera suatu kapal. Namun fakta di lapangan menyatakan bahwa
dampak buruk dari penggunaan FoC ini ternyata lebih banyak terjadi, contoh yang banyakt
erjadi misalnya
owner ship
 menghindari pajak yang harusnya dibayarkan, kemudianmenghindari peraturan-
peraturan keselamatan pelayaran serta penggajian ABK yang bisa di bawah standar yang
sudah ditentukan ITF hal ini bertentangan karena apabilamemakai regulasi negara lain
contohnya Amerika Serikat serta Jepang maka standarmengenai penggajian ABK akan lebih
tinggi. Hal ini yang harusnya menjadi pemikiran bersama mengenai evaluasi
regulasi tersebut. Untuk itu, suatu negara
harus berpikir ulang ketika melakukan pendaftaran menjadi anggota
 Flag of Convenience
,meskipun terlihat akan banyak mendapatkan pendapatan dari sektor pajak, namunresiko
kehilangan pendapatan juga akan besar. Untuk itu, suatu negara harusmenentukan
menganut sistem register tertentu yaitu open registry dan close registry.
2.4
Open Registry dan Close Registry
 
Open registry
 (pendaftaran terbuka) adalah suatu sistem pendaftaran kapal
di bawah bendera suatu negara yang terbuka untuk semua kapal tanpa memperhatikankeb
angsaan asal kapal-kapal tersebut dan kepemilikannya. Negara-
negara yang menganut sistem open registry ini adalah negara yang potensimaritimnya
tidak terlalu besar misalnya Panama, Liberia, [Link], Bahamas,Honduras, dan bendera
kapal dari anggota negara yang disebut Flag of [Link]-kapal dari negara lain
misalnya kapal yang dimiliki oleh seorang owner ship didaftarkan Panama akan
mengibarkan bendera Panama. Karena kapal memakai bendera Panama maka hukum
yang berlaku diatas kapal itu adalah hukum Panama.
Close registry (pendaftaran tertutup).
Artinya kapal yang dapat
mengibarkan bendera negara tertentu adalah kapal yang didaftarkan di negara tersebut da
n hanyadilakukan secara terbatas kepada kapal-kapal yang dimiliki oleh perseorangan
atau pemilik tunggal serta penganut close registry yang lain dari badan hukum Indonesia.

Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

 Antigua and 1,257[4] 1,215[4] 97% Germany 1094, Denmark 20,


Barbuda Netherlands 17, Latvia 16, Estonia
International 10, Iceland 10, Norway 9,
Shipping Register[3] Switzerland 7, Turkey 7, US 7,
Greece 4, Lithuania 3, Russia 3,
New Zealand 2, Poland 2, Albania
1, Colombia 1, Mexico 1, UK 1[4]

 Bahamas 1,160[5] 1,063[5] 92% Greece 225, Norway 186, US 109,


Maritime Authority Canada 96, Japan 88, Denmark 69,
Poland 34, Germany 30, Cyprus
23, Netherlands 23, UAE 23, UK
18, Saudi Arabia 16, Bermuda 15,
France 15, Malaysia 13, Sweden
11, Finland 8, Monaco 8,
Singapore 7, Angola 6, Belgium 6,
Guernsey 6, Spain 6, Thailand 4,
Hong Kong 3, Ireland 3, Turkey 3,
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

Indonesia 2, Jordan 2, Montenegro


2, Nigeria 2, Australia 1, Brazil 1,
Croatia 1, Italy 1, Kuwait 1, South
Korea 1, Switzerland 1[5][6]

 Barbados 109[7] 83[7] 76% Norway 38, Greece 14, Canada 11,
Maritime Ship UK 6, Iran 5, Sweden 4, Lebanon 2,
Registry Syria 1, Turkey 1, UAE 1[7]

 International 247[8] 152[8] 62% China 61, Russia 30, Turkey 16, China refuses
Merchant Marine Latvia 9, Ukraine 6, Singapore 4, diplomatic
Registry of Belize Syria 4, UK 4, Italy 3, UAE 3, relations with
Greece 2, Norway 2, Bulgaria 1, Belize
Croatia 1, Estonia 1, Iceland 1,
Lithuania 1, Netherlands 1,
Switzerland 1, Thailand 1[8]

 Bermuda 139[10] 105[10] 76% US 26, Germany 14, Sweden 14,


Department of UK 14, Nigeria 11, Greece 8,
Maritime Norway 5, Hong Kong 4, Israel 3,
Administration[9] Japan 2, Monaco 2, France 1,
Ireland 1[10]

 Bolivia 18[11] 5[11] 28% Syria 4, UK 1[11] Bolivia is a


landlocked
nation

 International 544[12] 352[12] 65% China 177, Russia 50, Ukraine 35,
Ship Registry of Syria 22, Turkey 15, Hong Kong
Cambodia 10, South Korea 10, Lebanon 5,
Cyprus 4, Egypt 4, Singapore 3,
Canada 2, Greece 2, Indonesia 2,
UAE 2, Belgium 1, Estonia 1,
French Polynesia 1, Gabon 1,
Ireland 1, Japan 1, Taiwan 1, UK 1,
Vietnam 1[12]
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

 Cayman Islands 116[14] 102[14] 88% US 57, Japan 23, Greece 9, Italy 7,
Shipping Registry[13] Germany 3, UK 2, Switzerland 1[14]

 Maritime 149[15] 73[15] 49% Russia 12, Ukraine 10, Turkey 8,


Administration of UAE 8, Pakistan 5, Syria 5,
the Union of Bulgaria 4, Greece 4, Cyprus 2,
Comoros Kenya 2, Latvia 2, Lebanon 2, US 2,
Bangladesh 1, China 1, Kuwait 1,
Lithuania 1, Nigeria 1, Norway 1,
UK 1[15]

 Curaçao 120[16] 101[16] 84% Netherlands 52, Germany 32, Figures are from
Directorate of Turkey 8, Angola 2, Norway 2, most recent
Shipping and Cuba 1, Denmark 1, Estonia 1, World Factbook
Maritime Affairs Hong Kong 1, Sweden 1[16] data listed
forNetherlands
Antilles.

 Republic of 838[17] 622[17] 74% Greece 201, Germany 192, Russia


Cyprus Department 46, Poland 24, Netherlands 23,
of Merchant France 16, Japan 16, Norway 14,
Shipping Iran 10, UK 7, China 6, Denmark 6,
Estonia 6, Italy 6, Spain 6, Slovenia
5, Sweden 5, US 5, India 4, Belgium
3, Ireland 3, UAE 3, Ukraine 3,
Canada 2, Hong Kong 2, Portugal
2, Angola 1, Austria 1, Bermuda 1,
Philippines 1, Singapore 1, Turkey
1[17]

 Equatorial 5[18] 1[18] 20% Norway 1[18]


Guinea

 Faroe Islands 37[19] 28[19] 76% Norway 13, Sweden 11, Iceland
4[19]

 French 162[21] 151[21] 93% UK 39, Cyprus 16, Bahamas 15,


International Ship Luxembourg 15, Malta 8, Belgium
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

Register[20] 7, Marshall Islands 7, Panama 7,


Norway 5, Hong Kong 4, US 4,
Morocco 3, Singapore 3, Ireland 2,
Italy 2, Netherlands 2, Saint
Vincent and the Grenadines 2,
South Korea 2, Taiwan 2, Bermuda
1, Canada 1, Egypt 1, Indonesia 1,
Mexico 1, unknown 1[21]

 Georgia 142[22] 95[22] 67% Syria 24, Turkey 14, China 10,
Ukraine 10, Egypt 7, Romania 7,
Russia 6, UK 5, Hong Kong 3, Italy
2, UAE 2, Bulgaria 1, Israel 1,
Latvia 1, Lebanon 1, US 1[22]

 German 427[23] 6[23] 1% Finland 3, Switzerland 2,


International Ship Netherlands 1[23]
Register

 Gibraltar Ship 267[24] 254[24] 95% Germany 123, Norway 46,


Registry Netherlands 34, Sweden 11,
Greece 8, Denmark 7, UK 6, UAE 5,
Italy 4, Morocco 4, Finland 2,
Belgium 1, Cyprus 1, Iceland 1,
Jersey 1[24]

 Honduras 88[25] 47[25] 53% Singapore 11, South Korea 6, China refuses


Bahrain 5, Greece 4, Japan 4, China diplomatic
2, Egypt 2, Lebanon 2, Thailand 2, relations with
Canada 1, Chile 1, Israel 1, Honduras
Montenegro 1, Panama 1, Taiwan
1, UAE 1, UK 1, US 1[25]

 Jamaica Ship 14[27] 14[27] 100% Germany 10, Greece 3, Denmark


Registry[26] 1[27]
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

 Lebanese 29[28] 2[28] 7% Syria 2[28]


Bureau of Shipping

 Liberian 2,771[29] 2,581[29] 93% Germany 1185, Greece 505, Russia


International Ship & 109, Japan 110, Taiwan 94, US 53,
Corporate Registry Hong Kong 48, Italy 47, Norway
38, UAE 37, Israel 34, UK 32,
Netherlands 31, Switzerland 25,
Singapore 22, UK 22, Brazil 20,
Saudi Arabia 20, Turkey 16,
Poland 13, Sweden 12, Ukraine 10,
Chile 9, Cyprus 9, Denmark 8,
India 8, Monaco 8, Slovenia 7,
Gibraltar 5, Latvia 5, Qatar 5,
Bermuda 4, China 4, Indonesia 4,
Nigeria 4, Egypt 3, Romania 3,
Canada 2, South Korea 2, Angola 1,
Argentina 1, Australia 1, Belgium
1, Croatia 1, Lebanon 1, Syria 1,
Uruguay 1[29]

 Transport 1,650[30] 1,437[30] 87% Greece 469, Turkey 233, Germany


Malta 135, Norway 96, Iran 48, Italy 45,
Russia 45, Denmark 34, US 34,
Cyprus 32, Ukraine 29, Poland 21,
UK 21, Switzerland 20, Estonia 16,
Bermuda 15, Bulgaria 8, France 8,
Latvia 8, Spain 8, Angola 7,
Belgium 7, Romania 7, China 6,
Croatia 6, Lebanon 6, Canada 5,
Japan 5, Libya 5, Oman 5, Hong
Kong 4, Ireland 4, Singapore 4,
Slovenia 4, Syria 4, Finland 3,
India 3, Israel 3, Kuwait 3,
Luxembourg 3, Monaco 3,
Netherlands 3, Portugal 3, Saudi
Arabia 2, South Korea 2,
Azerbaijan 1, Egypt 1, Malaysia 1,
Sweden 1, UAE 1[30]

 International 1,593[31] 1,468[31] 92% Greece 408, Germany 248, US 200, China refuses
Registries, Inc. Norway 75, Turkey 70, Japan 59, diplomatic
(Marshall Islands) South Korea 41, Cyprus 40, relations with
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

Bermuda 35, Monaco 30, Marshall Islands


Singapore 30, Qatar 29,
Netherlands 21, Latvia 19, China
14, Croatia 12, Switzerland 12,
UAE 12, UK 12, Jersey 11, Malaysia
11, India 10, Canada 8, Taiwan 8,
Denmark 7, France 7, Ireland 6,
Slovenia 6, Russia 5, Hong Kong 3,
UK 3, Iraq 2, Kuwait 2, Mexico 2,
Romania 2, Belgium 1, Brazil 1,
Egypt 1, Indonesia 1, Italy 1,
Pakistan 1, Sweden 1, Ukraine 1[31]

 Ministry of 4[32] 0[32] 0%


Public
Infrastructure,
National
Development Unit,
Land Transport, &
Shipping (Mauritius)

 Moldova Ship 121[33] 63[33] 52% Turkey 18, Ukraine 14, Egypt 5, Moldova is a
Registration Russia 5, Syria 5, Yemen 4, UK 3, landlocked
Israel 2, Romania 2, Bulgaria 1, nation.
Denmark 1, Greece 1, Lebanon 1,
Pakistan 1[33]

 Mongolia Ship 57[34] 44[34] 77% Vietnam 33, Singapore 3, Mongolia is a


Registry Indonesia 2, Japan 2, Russia 2, landlocked
North Korea 1, Ukraine 1[34] nation

 Department of 29[35] 2[35] 7% Germany 1, Japan 1[35]


Marine
Administration
(Myanmar)

 North Korea 158[36] 13[36] 8% Syria 4, China 3, UAE 2, Belgium 1,


Nigeria 1, Singapore 1, South
Korea 1[36]
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

 Autoridad 6,413[37] 5,162[37] 80% Japan 2372, China 534, Greece China refuses
Marítima de Panamá 379, South Korea 373, Taiwan diplomatic
328, Hong Kong 144, Singapore relations with
92, US 90, UAE 83, Norway 81, Panama
Turkey 62, Russia 49, Vietnam 43,
Denmark 41, UK 37, Syria 34,
Spain 30, Bermuda 27, Italy 25,
Germany 24, India 24, Switzerland
15, Chile 14, Venezuela 13, Kuwait
12, Malaysia 12, Egypt 11, Jordan
11, Monaco 11, Saudi Arabia 11,
Indonesia 10, Oman 10, Portugal
10, Peru 9, Ukraine 8, France 7,
Bahamas 6, Bulgaria 6, Canada 6,
Netherlands 6, Nigeria 6, Thailand
6, Mexico 5, UK 5, Argentina 5,
Bangladesh 5, Cyprus 5, Iran 5,
Philippines 5, Australia 4, Albania
4, Yemen 4, Brazil 3, Burma 3,
Ecuador 3, Lithuania 3, Pakistan 3,
Romania 3, Colombia 2, Croatia 2,
Cuba 2, Finland 2, Lebanon 2,
Maldives 2, Malta 2, Sweden 2,
Tanzania 2, Belgium 1, Gabon 1,
Gibraltar 1, Ireland 1, Israel 1,
Luxembourg 1, Qatar 1[37]

 Sã o Tomé and 3[38] 2[38] 67% China 1, Greece 1[38] China refuses
Príncipe diplomatic
relations with
Sã o Tomé and
Príncipe

 SVG Maritime 412[40] 325[40] 79% China 65, Greece 42, US 18, Latvia China refuses
Administration 15, Norway 13, Turkey 13, diplomatic
(Saint Vincent and Ukraine 12, Russia 11, Sweden 10, relations with
the Grenadines)[39] Bulgaria 9, Denmark 9, Lithuania Saint Vincent
9, Syria 9, Croatia 8, Estonia 8, and the
Switzerland 7, Belgium 7, UK 6, Grenadines
Hong Kong 5, Singapore 5, Italy 4,
Cyprus 3, Germany 3, Israel 3,
Japan 3, Poland 3, UAE 3, Egypt 2,
France 2, Guyana 2, Kenya 2,
Lebanon 2, Monaco 2, Austria 1,
Azerbaijan 1, Bangladesh 1,
Flag of convenience registries and statistics (of ships of 1,000 GRT and greater)

Foreign-
Ships Percent
Registry owned Foreign-owned ship profile Remarks
Registered Foreign
ships

Bermuda 1, Czech Republic 1,


Dominica 1, Netherlands 1,
Romania 1, Slovenia 1, Venezuela
1[40]

 Merchant 21[41] 8[41] 38% Germany 8[41]


Shipping Division
(Sri Lanka)

 Tonga 7[42] 2[42] 29% Australia 1, UK 1[42] International


registry
suspended in
2002.[43]

 Vanuatu 77[44] 72[44] 94% Japan 39, Poland 9, Russia 7,


Maritime Services Canada 5, Greece 3, Singapore 2,
Limited US 2, Belgium 1, China 1, Norway
1, Taiwan 1, UAE 1[44]

THE END

Anda mungkin juga menyukai