Rencana Keselamatan Konstruksi 2022
Rencana Keselamatan Konstruksi 2022
DAFTAR ISI
Identifikasi isu Ekternal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan
pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya :
1. Lokasi pekerjaan, sosial, budaya, teknologi, dan alam
2. Subkontraktor, pemasok, mitra dan penyedia, teknologi baru, dan munculnya pekerjaan baru
3. Pengetahuan baru tentang produk dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan keselamatan
4. Hubungan dengan kepentingan pengguna jasa terkait dengan pekerjaan konstruksi
5. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas
Untuk mengantisipasi kedua isu tersebut diatas dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO-19001, SMK3 OHSAS 18001, SMK3 PP No. 50 tahun
2012 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara terintegrasi serta melakukan perbaikan
yang berkesinambungan.
2. Menjamin lingkungan kerja yang sehat, selamat dan ramah lingkungan, untuk meningkatkan
kepuasan dan produktivitas kerja melalui :
2.1. Pengutamaan Keselamatan Kerja.
2.2. Pencegahan Timbulnya Kecelakaan Kerja.
2.3. Pemeliharaan Kesehatan Pekerja dengan mencegah penyakit akibat kerja.
2.4. Pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan.
3. Mematuhi persyaratan Undang-undang dan persyaratan lain yang berlaku melalui pemutakhiran data.
4. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan Sumber Daya Guna menghasilkan produk yang
bermutu aman dan berwawasan lingkungan.
Ditetapkan di : Langsa
Tanggal : 07 Juli 2022
ALMAHDI
Wakil Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
Nama : ALMAHDI
Dalam rangka pengadaan Otsus - Pembangunan Monumen Meriam Turki Tahun Anggaran 2022 pada
Pejabat Pengadaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Aceh Timur Tahun Anggaran 2022
berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan
memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
ALMAHDI
Wakil Direktur
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang
Catatan :
Nilai Kekerapan : Nilai Keparahan :
1 = Jarang Terjadi 1 = Tidak ada korban tewas dan jam kerja tidak terganggu
2 = Sering Terjadi 2 = Ada korban cedera dan jam kerja terganggu
3 = Sangat Sering Terjadi 3 = Ada korban cedera sampai tewas dan jam kerja terhenti
B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
1 - Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Serta - Tersedianya Instruksi - Sesuai Instruksi Kerja Menjalankan Metode Kerja - Dokumen Petunjuk Kerja - Dokumen Petunjuk Check List Dan Evaluasi 100% sesuai Petugas K3 Konstruksi
Peralatan Keamanan lainnya Kerja Kerja Kerja Serta Menyediakan standard dan Tertib
Petugas Pengawasan Melaksankan
Selama Pekerja Petunjuk Kerja
- Menyediakan Perlengkapan P3K di Lokasi Pekerjaan - Seluruh Pekerja - Tersedianya APD (Helm SNI, Menggunakan Standar APD - Sebelum Bekerja Harus Sudah - Sebelum Bekerja
Menggunakan APD Sesuai Rompi, Sepatu dan APD lain - Selama Berada di Lokasi Lengkap Dengan APD Harus Sudah
Standar dan Tersedianya lain) Pekerjaan Lengkap Dengan
Instruksi Kerja APD
- Tersedianya Instruksi - Sesuai Instruksi Kerja Dokumen Petunjuk Kerja Sesuai dengan Jadwal Pelaksaan - Sesuai dengan Jadwal
Kerja Pelaksaan
- Seluruh Pekerja Terkait - Lulus Tes dan Paham Instruksi Program Materi / - Sebelum Bekerja Harus Sudah - Sebelum Bekerja
Mengikuti Pelatihan dan Mengenai Keselamatan Kerja Modul dan Tes Pemahan Lengkap Harus Sudah
Penyuluhan Peserta Lengkap
B.3. STANDAR DAN PERATURAN PERUNDANGAN
1 2 3 4
1 Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Serta UU Nomor 1 Tahun 1970Tentang Keselamatan
Pasal 1 Ayat (6)
Peralatan Keamanan lainnya Kerja
2 Menyediakan Perlengkapan P3K di Lokasi UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Pasal 59
Pekerjaan Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
Sehubungan dengan hal itu Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui
Sistem Manajemam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
CV. TAMIANG KARYA konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara
efektif dan efesien dengan cara :
1. Menginformasikan kepada seluruh personil baik internal dan eksternal perusahaan mengenai tanggung jawabnya
dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan perusahaan.
2. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya
kedalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan.
3. Meminimalkan jumlah terjadinya kesalahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
4. Melakukan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala resiko-resiko K3.
5. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
6. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran kebijakan ini kepada seluruh personil secara berkala.
Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan
operasi perusahaan.
Pelatihan K3 harus dimulai dengan orientasi karyawan, ketika seorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan
baru. Sesi orientasi yang berkaitan dengan K3 biasanya harus mencakup :
1. Prosedur darurat;
2. Lokasi pertolongan pertama;
3. Tanggung Jawab K3 ;
4. Pelaporan cedera, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman;
5. Penggunaan peralatan pelindung diri (APD);
6. Hak untuk menolak pekerjaan yang berbahaya;
7. Bahaya, termasuk di luar area kerja mereka sendiri;
8. Alasan untuk setiap aturan K3.
Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan
dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan
berfungsinya kebijakan K3. Untuk melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya kesehatan
dan keselamatan, standar dan praktekpraktek yang relevan dengan pekerjaan mereka.
C.2. Kompetensi
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib
melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana
produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan,
mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.
Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk
berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.
Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan
muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada Paket pekerjaan ini Kami menyiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3.
C.3. Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan
operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.
Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI yang
mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui Sistem,
Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman serta
nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja.
5. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3.
6. Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3.
7. Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3.
8. Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja.
9.
Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua personil secara berkala.
10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya, termasuk
mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja.
11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan.
13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja.
14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja secara aman
dan selamat.
15. Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya.
C.4. Komunikasi
Faktor Komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan.
Karena hal itu, maka Kami akan membuat Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.
Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai Informasi Terdokumentasi adalah sebagai berikut :
Kegiatan Konstruksi pada pelaksanaan OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN
ANGGARAN 2022 merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan perpaduan antara kondisi lingkungan
dan tuntutan Spesifikasi Teknis yang di dalamnya terdapat interaksi antara peralatan, bahan dan sumber daya
manusia.
Interaksi tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat
kondisi tempat kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan
limbah dari proses produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan spesifikasi yang
dipersyaratkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk
meminimalisasi terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak sehat demi
pemenuhan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi di proyek
yang disusun oleh Penyedia Jasa dan diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yang selanjunya
dijadikan sebagai kerangka acuan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak yang terkait dalam
rangka penyelenggaraan dan penerapan K3 Konstruksi pada Proyek ini.
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum.
No.
Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
1 2 3 4 6
Pek. Beton Cor - Terjepit Kayu 1 Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Petugas K3 Konstruksi
Serta Peralatan Keamanan lainnya
Perusahaan membangun metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur sebagai
satu kesatuan bagian dari keseluruhan sistem manajemen Perusahaan. Pemantauan melibatkan pengumpulan
informasi-informasi berkaitan dengan bahaya K3, berbagai macam pengukuran dan penelitian berkaitan dengan
resiko K3, jam lembur tenaga kerja serta penggunaan peralatan/mesin/perlengkapan/bahan/material beserta cara-
cara penggunaannya di tempat kerja.
Pengukuran kinerja K3 dapat berupa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 di tempat
kerja.
5.
Menyediakan data untuk mengukur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif maupun secara reaktif.
6. Menyediakan data untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja
Perusahaan.
7. Menyediakan data untuk menilai kompetensi personil K3.
Perusahaan mendelegasikan tugas pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli K3 Umum Perusahaan atau
Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja termasuk anggota-anggota di bawah kewenangan
Ahli K3 Umum Perusahaan.
Hasil dari pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat
keberhasilan kinerja K3 ataupun kebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan peningkatan
kinerja K3 lainnya.
Pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di tempat kerja.
Prioritas pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong
peningkatan kinerja K3 dan mengurangi kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.
Perusahaan menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran
kinerja K3 seperti alat pengukur tingkat kebisingan, pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya sesuai dengan
aktivitas operasi perusahaan yang berkaitan dengan K3.
Perusahaan juga menggunakan komputer dan program-program komputer sebagai alat untuk menganalisa hasil
pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
Keseluruhan alat-alat yang digunakan dalam pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dikalibrasi secara berkala dan
disesuaikan pengaturan nilai besaran satuannya sesuai dengan standar nilai besaran satuan yang berlaku baik
Internasional maupun secara lokal.
Perusahaan tidak menggunakan alat-alat yang tidak dikalibrasi dengan tepat ataupun yang sudah mengalami
kerusakan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
Kalibrasi dan perawatan alat ukur pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dilaksanakan oleh personil ahli terhadap
pelaksanaan kalibrasi dan perawatan alat-alat ukur yang digunakan.
Petugas K3
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi
Konstruksi
Petugas K3
2 Patroli Keselamatan Konstruksi
Konstruksi
Petugas K3
3 Audit internal
Konstruksi
ALMAHDI
Wakil Direktur