100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
17 tayangan14 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi 2022

Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) ini merangkum rencana untuk memastikan keselamatan selama pembangunan Monumen Meriam Turki dengan (1) mengidentifikasi bahaya potensial dan menilai risikonya, (2) merencanakan program keselamatan, dan (3) menjamin dukungan sumber daya yang dibutuhkan. Dokumen ini juga memaparkan komitmen CV Tamiang Karya untuk menerapkan protokol keselamatan demi mencapai target

Diunggah oleh

holmes aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
17 tayangan14 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi 2022

Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) ini merangkum rencana untuk memastikan keselamatan selama pembangunan Monumen Meriam Turki dengan (1) mengidentifikasi bahaya potensial dan menilai risikonya, (2) merencanakan program keselamatan, dan (3) menjamin dukungan sumber daya yang dibutuhkan. Dokumen ini juga memaparkan komitmen CV Tamiang Karya untuk menerapkan protokol keselamatan demi mencapai target

Diunggah oleh

holmes aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM


CV. TAMIANG KARYA TURKI TAHUN ANGGARAN 2022

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal.
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi.

B. Perencanaan keselamatan konstruksi


B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi


C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi


D.1. Perencanaan Operasi
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI


CV. TAMIANG KARYA TAHUN ANGGARAN 2022

A.1. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN


KONSTRUKSI

Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal


Identifikasi isu internal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan
pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya :
1. Tata kelola, struktur organisasi, peran dan akuntabilitas
2. Kebijakan, tujuan, dan strategi untuk mencapainya
3. Kemampuan dan pemahaman dalam hal sumber daya, pengetahuan, dan kompetensi (seperti modal,
waktu, sumber daya manusia, proses, sistem, dan teknologi);
4. Hubungan dengan, serta persepsi dan nilai-nilai dari, pekerja
5. Pengaturan waktu kerja
6. Kondisi kerja
7. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas

Identifikasi isu Ekternal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan
pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya :
1. Lokasi pekerjaan, sosial, budaya, teknologi, dan alam
2. Subkontraktor, pemasok, mitra dan penyedia, teknologi baru, dan munculnya pekerjaan baru
3. Pengetahuan baru tentang produk dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan keselamatan
4. Hubungan dengan kepentingan pengguna jasa terkait dengan pekerjaan konstruksi
5. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas

Untuk mengantisipasi kedua isu tersebut diatas dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO-19001, SMK3 OHSAS 18001, SMK3 PP No. 50 tahun
2012 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 secara terintegrasi serta melakukan perbaikan
yang berkesinambungan.
2. Menjamin lingkungan kerja yang sehat, selamat dan ramah lingkungan, untuk meningkatkan
kepuasan dan produktivitas kerja melalui :
2.1. Pengutamaan Keselamatan Kerja.
2.2. Pencegahan Timbulnya Kecelakaan Kerja.
2.3. Pemeliharaan Kesehatan Pekerja dengan mencegah penyakit akibat kerja.
2.4. Pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan.
3. Mematuhi persyaratan Undang-undang dan persyaratan lain yang berlaku melalui pemutakhiran data.
4. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan Sumber Daya Guna menghasilkan produk yang
bermutu aman dan berwawasan lingkungan.

Ditetapkan di : Langsa
Tanggal : 07 Juli 2022

CV. TAMIANG KARYA

ALMAHDI
Wakil Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI


CV. TAMIANG KARYA
TAHUN ANGGARAN 2022

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ALMAHDI

Jabatan : Wakil Direktur

Bertindak Untuk : CV. TAMIANG KARYA

Dalam rangka pengadaan Otsus - Pembangunan Monumen Meriam Turki Tahun Anggaran 2022 pada
Pejabat Pengadaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Aceh Timur Tahun Anggaran 2022
berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan
memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Langsa , 07 Juli 2022

CV. TAMIANG KARYA

ALMAHDI
Wakil Direktur
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang

NAMA PERUSAHAAN : CV. TAMIANG KARYA


KEEGIATAN : OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN ANGGARAN 2022
LOKASI : KAB. ACEH TIMUR
TANGGAL DIBUAT : 07 JULI 2022

DESKRIPSI RESIKO PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENG PENILAIAN SISA RESIKO


TINGKA END TINGKA
JENIS BAHAYA PERSYARATAN MEMENUHI PENGENDALIAN KEMUNG KEPARA NILAI KEMUN KEPARA NILAI
No.
URAIAN PEKERJAAN
IDENTIFIKASI BAHAYA
(Tipe PERATURAN AWAL KINAN HAN RESIKO
T ALIAN GKINAN HAN RESIKO T KETERA
(Skenario Bahaya) RESIKO LANJU RESIKO NGAN
Kecelakaan)
(F) (A) (F X A) (TR) (F) (A) (F X A) (TR)
TAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

I PEKERJAAN BETON BERTULANG

Pek. Beton Cor - Terjepit Kayu


- Tertusuk Paku /Kawat Terjadi Luka 1. UU No. 2 Tahun 2017 Tentang 1 Menggunakan 4 4 16 Besar Admini 4 4 16 Besar
Ringan dan Luka Jasa Konstruksi Helm dan Sepatu stratif
- Tertimpa Material Berat dan resiko Safety Serta
- Terkena Debu Semen meninggal pada 2. Permen PUPR 5 / 2014 tentang Peralatan
pekerja pedoman SMK3 Bidang PU Keamanan lainnya
Pek. Pembesian

Pek. Bekisting - Terkena Peralatan Kerja 3. SE Menteri PUPR 66/2015 2 Menyediakan


Tentang Biaya Penyelenggaraan Perlengkapan
SMK3 Konstruksi Bidang PU P3K di Lokasi
Pekerjaan
- Kecelakaan Kerja Lainnya 4. UU No 1 Tahun 1970 Tentang 3 Membuat Batas
Keselamatan Kerja Pengaman (Safety
Line di sepanjang
area pekerjaan

5. UU No. 40 Tahun 2004 Tentang


Jaminan Sosial Nasional
6. UU RI No. 23 Tahun 1992 Tentang
Kesehatan
7. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan
8. Permen Ketenagakerjaan Nomor 5
Tahun 2018

Catatan :
Nilai Kekerapan : Nilai Keparahan :
1 = Jarang Terjadi 1 = Tidak ada korban tewas dan jam kerja tidak terganggu
2 = Sering Terjadi 2 = Ada korban cedera dan jam kerja terganggu
3 = Sangat Sering Terjadi 3 = Ada korban cedera sampai tewas dan jam kerja terhenti
B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)

FORM TABEL B.2 RENCANA TINDAKAN (SASARAN & PROGRAM)


SASARAN KHUSUS PROGRAM
NO Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom Tabel 6 IBPRP)
JADWAL BENTUK INDIKATOR
URAIAN TOLAK UKUR URAIAN KEGIATAN SUMBER DAYA PENANGGUNG JAWAB
PELAKSANAAN MONITORING PENCAPAIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 - Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Serta - Tersedianya Instruksi - Sesuai Instruksi Kerja Menjalankan Metode Kerja - Dokumen Petunjuk Kerja - Dokumen Petunjuk Check List Dan Evaluasi 100% sesuai Petugas K3 Konstruksi
Peralatan Keamanan lainnya Kerja Kerja Kerja Serta Menyediakan standard dan Tertib
Petugas Pengawasan Melaksankan
Selama Pekerja Petunjuk Kerja

- Menyediakan Perlengkapan P3K di Lokasi Pekerjaan - Seluruh Pekerja - Tersedianya APD (Helm SNI, Menggunakan Standar APD - Sebelum Bekerja Harus Sudah - Sebelum Bekerja
Menggunakan APD Sesuai Rompi, Sepatu dan APD lain - Selama Berada di Lokasi Lengkap Dengan APD Harus Sudah
Standar dan Tersedianya lain) Pekerjaan Lengkap Dengan
Instruksi Kerja APD

- Membuat Batas Pengaman (Safety Line di sepanjang area pekerjaan


- Seluruh Lokasi Pekerjaan - Rambu dan Barikade Sesuai Menetapkan Standar Rambu Rambu Sesuai dengan Kebutuhan - Sebelum Bekerja
Diberikan Rambu dan Standar Peringatan Harus Sudah
Barikade Standar Lengkap

- Tersedianya Instruksi - Sesuai Instruksi Kerja Dokumen Petunjuk Kerja Sesuai dengan Jadwal Pelaksaan - Sesuai dengan Jadwal
Kerja Pelaksaan
- Seluruh Pekerja Terkait - Lulus Tes dan Paham Instruksi Program Materi / - Sebelum Bekerja Harus Sudah - Sebelum Bekerja
Mengikuti Pelatihan dan Mengenai Keselamatan Kerja Modul dan Tes Pemahan Lengkap Harus Sudah
Penyuluhan Peserta Lengkap
B.3. STANDAR DAN PERATURAN PERUNDANGAN

NAMA PERUSAHAAN : CV. TAMIANG KARYA


KEEGIATAN : OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN ANGGARAN 2022

LOKASI : KAB. ACEH TIMUR


TANGGAL DIBUAT : 07 JULI 2022

PERATURAN PERUNDANGAN DAN PASAL SESUAI DENGAN


NO. PENGENDALIAN RISIKO
PERSYARATAN LAINNYA PENGENDALIAN RESIKO

1 2 3 4
1 Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Serta UU Nomor 1 Tahun 1970Tentang Keselamatan
Pasal 1 Ayat (6)
Peralatan Keamanan lainnya Kerja
2 Menyediakan Perlengkapan P3K di Lokasi UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Pasal 59
Pekerjaan Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN


CV. TAMIANG KARYA
ANGGARAN 2022

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi


Dukungan Keselamatan Konstruksi dapat terwujud apabila Pihak manajemen memiliki kebijakan yang mendukung
pelaksanaan K3.

Sehubungan dengan hal itu Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui
Sistem Manajemam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

CV. TAMIANG KARYA konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara
efektif dan efesien dengan cara :
1. Menginformasikan kepada seluruh personil baik internal dan eksternal perusahaan mengenai tanggung jawabnya
dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan perusahaan.
2. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya
kedalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan.
3. Meminimalkan jumlah terjadinya kesalahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
4. Melakukan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala resiko-resiko K3.
5. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
6. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran kebijakan ini kepada seluruh personil secara berkala.

Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan
operasi perusahaan.

C.1. Sumber Daya


Menyediakan fasilitas yang memadai dan sumber daya sehingga kebijakan kesehatan dan keselamatan dapat
diimplementasikan dengan baik -termasuk anggaran, personil, pelatihan, kesempatan meningkatkan kualitas dan
wadah untuk berpartisipasi dalam perencanaan, evaluasi pelaksanaan, dan tindakan menuju perbaikan.

Pelatihan K3 harus dimulai dengan orientasi karyawan, ketika seorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan
baru. Sesi orientasi yang berkaitan dengan K3 biasanya harus mencakup :
1. Prosedur darurat;
2. Lokasi pertolongan pertama;
3. Tanggung Jawab K3 ;
4. Pelaporan cedera, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman;
5. Penggunaan peralatan pelindung diri (APD);
6. Hak untuk menolak pekerjaan yang berbahaya;
7. Bahaya, termasuk di luar area kerja mereka sendiri;
8. Alasan untuk setiap aturan K3.

Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan
dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan
berfungsinya kebijakan K3. Untuk melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya kesehatan
dan keselamatan, standar dan praktekpraktek yang relevan dengan pekerjaan mereka.
C.2. Kompetensi

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib
melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana
produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan,
mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk
berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.
Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan
muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada Paket pekerjaan ini Kami menyiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3.

C.3. Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan
operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.

Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI yang
mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui Sistem,
Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman serta
nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja.

Untuk dapat memenuhi hal tersebut maka kami berkomitmen :


1. Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) berpedoman pada Permen PU. Nomor: 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.
2. Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan program Manajemen K3
(Kesehatan & Keselamatan Kerja) secara berkala agar selaras, baik dengan perkembangan kondisi perusahaan,
peraturan atau standar yang berlaku.
3. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta
mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan kami.
4.
Melaksanakan identifikasi bahaya seuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam semua aktivitas operasi.

5. Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3.
6. Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3.
7. Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3.
8. Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja.
9.
Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua personil secara berkala.

10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya, termasuk
mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja.
11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan.
13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja.
14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja secara aman
dan selamat.
15. Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya.
C.4. Komunikasi
Faktor Komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan.

Karena hal itu, maka Kami akan membuat Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.

Tabel Jadwal Program Komunikasi

No. JENIS KOMUNIKASI PIC Waktu Pelaksanaan

Petugas K3 Sebelum Memulai


1 Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction)
Konstruksi Pekerjaan
Petugas K3 Sebelum Memulai
2 Pertemuan pagi hari (safety morning)
Konstruksi Pekerjaan
Petugas K3 Sebelum Memulai
3 Pertemuan Kelompok Kerja (toolbox meeting)
Konstruksi Pekerjaan
Petugas K3 Sebelum Memulai
4 Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting)
Konstruksi Pekerjaan

C.5. Informasi Terdokumentasi


ISO 9001: 2015 mendefinisikan informasi terdokumentasi sebagai data yang diperlukan untuk dikendalikan dan
dikelola oleh organisasi,

Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai Informasi Terdokumentasi adalah sebagai berikut :

1. Membuat dan memperbarui informasi didokumentasikan,


2. Dikontrol dan tersedia khususnya dan sesuai dengan yang diperlukan oleh organisasi,
3. Perlindungan yang memadai,
4. Ketentuan Distribusi yang berlaku misalnya akses, pengambilan, penggunaan, penyimpanan
5. pengendalian perubahan, retensi dan disposisi.

Ada beberapa informasi terdokumentasi yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2015


1. Bukti untuk menunjukkan kesesuaian produk / Jasa.
2. Hasil kajian persyaratan yang berkaitan dengan produk dan jasa.
3. Konfirmasi bahwa persyaratan desain dan pengembangan telah dipenuhi.
4. Output dari proses desain dan pengembangan.
5. Perubahan desain dan pengembangan.
6. Hasil evaluasi, pemantauan kinerja, dan re-evaluasi penyedia eksternal.
7.
Definisi karakteristik produk dan jasa, termasuk kegiatan yang akan dilakukan dan hasil yang akan dicapai.

8. Informasi yang diperlukan untuk mempertahankan traceability.


9. Hasil perubahan ketentuan produksi dan pelayanan.
10. Tindakan yang diambil pada output yang tidak sesuai baik itu pada proses, produk, dan jasa, termasuk konsesi
yang diperoleh.
11. Hasil kegiatan pemantauan dan pengukuran.
12. Bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit.
13. Bukti hasil tinjauan manajemen.
14. Bukti ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil, dan hasil dari setiap tindakan korektif.
D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi


Penyedia jasa wajib membuat identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan
Penanggung jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak /
Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Konstruksi pada pelaksanaan OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN
ANGGARAN 2022 merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan perpaduan antara kondisi lingkungan
dan tuntutan Spesifikasi Teknis yang di dalamnya terdapat interaksi antara peralatan, bahan dan sumber daya
manusia.
Interaksi tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat
kondisi tempat kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan
limbah dari proses produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan spesifikasi yang
dipersyaratkan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk
meminimalisasi terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak sehat demi
pemenuhan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi di proyek
yang disusun oleh Penyedia Jasa dan diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yang selanjunya
dijadikan sebagai kerangka acuan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak yang terkait dalam
rangka penyelenggaraan dan penerapan K3 Konstruksi pada Proyek ini.

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum.

Tabel Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)


Nama Pekerja : CV. TAMIANG KARYA
Nama Paket Pekerjaan : Otsus - Pembangunan Monumen Meriam Turki Tahun Anggaran 2022

Tanggal Pekerjaan : 07 Juli 2022

Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan:

No. JENIS ALAT PELINDUNG DIRI (APD) KETERANGAN

1 Topi Pelindung (Safety Helmet) P


2 Pelindung Mata (Googles, Spectacles) P
3 Tameng Muka (Face Shield) P
4 Pelindung Pernapasan dan Mulut (Masker) P
5 Sarung Tangan (Safety Glofes) P
6 Sepatu Keselamatan (safety Shoes) P
7 Penununjang Seluruh Tubuh (Full Body Harnes) P
8 Rompi Keselamatan (Safety Vest) P
9 Celemek (Apron/Coveralls) P
10 Pelindung Jatuh (Fall Arester) P
11 Desinvectan dan Atisptic (C-100) P
12 Baju Coverall Hazmat (APD Covid-19) P
13 Pengkur Suhu Tubuh (Covid-19) P
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat

NAMA PERUSAHAAN : CV. TAMIANG KARYA


KEEGIATAN
: OTSUS - PEMBANGUNAN MONUMEN MERIAM TURKI TAHUN ANGGARAN 2022
LOKASI : KAB. ACEH TIMUR
TANGGAL DIBUAT : 07 JULI 2022

No.
Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab

1 2 3 4 6

I PEKERJAAN BETON BERTULANG

Pek. Beton Cor - Terjepit Kayu 1 Menggunakan Helm dan Sepatu Safety Petugas K3 Konstruksi
Serta Peralatan Keamanan lainnya

- Tertusuk Paku /Kawat 2 Menyediakan Perlengkapan P3K di


Lokasi Pekerjaan
Pek. Pembesian
- Tertimpa Material 3 Membuat Batas Pengaman (Safety Line
di sepanjang area pekerjaan
Pek. Bekisting
- Terkena Debu Semen

- Terkena Peralatan Kerja

- Kecelakaan Kerja Lainnya


E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan evaluasi

Perusahaan membangun metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur sebagai
satu kesatuan bagian dari keseluruhan sistem manajemen Perusahaan. Pemantauan melibatkan pengumpulan
informasi-informasi berkaitan dengan bahaya K3, berbagai macam pengukuran dan penelitian berkaitan dengan
resiko K3, jam lembur tenaga kerja serta penggunaan peralatan/mesin/perlengkapan/bahan/material beserta cara-
cara penggunaannya di tempat kerja.

Pengukuran kinerja K3 dapat berupa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 di tempat
kerja.

Pengukuran dan Pemantauan bertujuan antara lain untuk :


1. Melacak perkembangan dari pertemuan-pertemuan K3, pemenuhan Tujuan K3 dan peningkatan
berkelanjutan.
2. Memantau pemenuhan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya berkaitan dengan penerapan
K3 di tempat kerja.
3. Memantau kejadian-kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
4.
Menyediakan data untuk evaluasi keefektivan pengendalian operasi K3 atau untuk mengevaluasi perlunya
modifikasi pengendalian ataupun pengenalan pilihan pengendalian baru.

5.
Menyediakan data untuk mengukur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif maupun secara reaktif.

6. Menyediakan data untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja
Perusahaan.
7. Menyediakan data untuk menilai kompetensi personil K3.

Perusahaan mendelegasikan tugas pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli K3 Umum Perusahaan atau
Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja termasuk anggota-anggota di bawah kewenangan
Ahli K3 Umum Perusahaan.
Hasil dari pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat
keberhasilan kinerja K3 ataupun kebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan peningkatan
kinerja K3 lainnya.

Pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di tempat kerja.
Prioritas pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong
peningkatan kinerja K3 dan mengurangi kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.

Termasuk dalam pengukuran proaktif kinerja K3 antara lain :


1. Penilaian kesesuaian dengan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan penerapan
K3 di tempat kerja.
2. Keefektivan hasil inspeksi dan pemantauan kondisi bahaya di tempat kerja.
3. Penilaian keefektivan pelatihan K3.
4. Pemantauan Budaya K3 seluruh personil di bawah kendali Perusahaan.
5. Survey tingkat kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
6. Keefektivan hasil audit internal dan audit eksternal Sistem Manajemen K3.
7. Jadwal penyelesaian rekomendasi-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja.
8. Penerapan Program - program K3.
9. Tingkat keefektivan partisipasi tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
10. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di tempat kerja.
Termasuk dalam pengukuran reaktif kinerja K3 antara lain :
1. Pemantauan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
2. Tingkat keseringan kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
3. Tingkat hilangnya jam kerja akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
4. Tuntutan tindakan pemenuhan dari pemerintah.
5. Tuntutan tindakan pemenuhan dari pihak ke tiga yang berhubungan dengan Perusahaan.

Perusahaan menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran
kinerja K3 seperti alat pengukur tingkat kebisingan, pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya sesuai dengan
aktivitas operasi perusahaan yang berkaitan dengan K3.
Perusahaan juga menggunakan komputer dan program-program komputer sebagai alat untuk menganalisa hasil
pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
Keseluruhan alat-alat yang digunakan dalam pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dikalibrasi secara berkala dan
disesuaikan pengaturan nilai besaran satuannya sesuai dengan standar nilai besaran satuan yang berlaku baik
Internasional maupun secara lokal.

Perusahaan tidak menggunakan alat-alat yang tidak dikalibrasi dengan tepat ataupun yang sudah mengalami
kerusakan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.

Kalibrasi dan perawatan alat ukur pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dilaksanakan oleh personil ahli terhadap
pelaksanaan kalibrasi dan perawatan alat-alat ukur yang digunakan.

Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit


BULAN KE
No. KEGIATAN PIC
I II III IV V VI

Petugas K3
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi
Konstruksi
Petugas K3
2 Patroli Keselamatan Konstruksi
Konstruksi
Petugas K3
3 Audit internal
Konstruksi

E.2. Tinjauan manajemen


Tinjauan Manajemen fokus terhadap keseluruhan kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kesesuaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap operasional dan aktivitas
Perusahaan.
2. Kecukupan pemenuhan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap
Kebijakan K3 Perusahaan.
3. Keefektivan penyelesaian tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta hasil-hasil lain yang dicita-
citakan.
Tinjauan Manajemen dilaksanakan oleh Pimpinan Perusahaan dan dilaksanakan secara berkala yang secara umum
dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Perusahaan berjalan secara tepat.
Hal-hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :
1. Laporan keadaan darurat (termasuk kejadian serta pelatihan/simulasi/pengujian tanggap darurat).
2. Survey kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
3. Statistik insiden kerja (termasuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja).
4. Hasil-hasil inspeksi.
5. Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
6. Kinerja K3 Kontraktor.
7. Kinerja K3 Pemasok.
8. Informasi perubahan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan penerapan
K3 di tempat kerja.

E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi


Peninjauan yang dilakukan terhadap manajemen perusahaan diantaranya tentang evaluasi kepatuhan terhadap
persyaratan peraturan, kinerja K3, pencapaian sasaran K3, komunikasi yang terjalin dengan pihak luar berkaitan
dengan kritik dan saran yang membangun, status penyelidikan IBPR serta persyaratan perundang-undangan yang
terkait dengan K3.
Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3, pengusaha
dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja harus :
1. Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala.
2. Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk barang dan
jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi :


1. Evaluasi terhadap kebijakan K3.
2. Tujuan, sasaran dan kinerja K3.
3. Hasil temuan audit SMK3.
4. Evaluasi efektifitas penerapan SMK3, dan kebutuhan untuk pengembangan SMK3.

Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan :


1. Perubahan peraturan perundangan-undangan;
2. Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;
3. Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;
4. Perubahan struktur organisasi perusahaan;
5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemologi;
6. Hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;
7. Adanya pelaporan dan/atau;
8. Adanya saran dari pekerja/buruh.

Langsa ,07 Juli 2022

CV. TAMIANG KARYA

ALMAHDI
Wakil Direktur

Anda mungkin juga menyukai