0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
588 tayangan12 halaman

Tanggung Jawab Moral dalam Keilmuan

Makalah ini membahas tentang tanggung jawab moral keilmuan, termasuk pengertian tanggung jawab, moral, dan tanggung jawab moral. Makalah ini juga membahas sumber-sumber keilmuan dan sikap keilmuan yang harus dimiliki."

Diunggah oleh

ѕчmвíσѕíѕ.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
588 tayangan12 halaman

Tanggung Jawab Moral dalam Keilmuan

Makalah ini membahas tentang tanggung jawab moral keilmuan, termasuk pengertian tanggung jawab, moral, dan tanggung jawab moral. Makalah ini juga membahas sumber-sumber keilmuan dan sikap keilmuan yang harus dimiliki."

Diunggah oleh

ѕчmвíσѕíѕ.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH FILSAFAT ILMU

“TANGGUNG JAWAB MORAL KEILMUAN”

Disusun oleh PS-C kelompok 13 :


Fathul Alim Azka 3322108
Tiara Al-Fitri 3322106

Dosen pengampu :
Yenita Oktavia, M. Hum

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UIN SJECH [Link] DJAMBEK BUKITTINGGI
2022/2023
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamulillah segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt.
yang atas rahmatnya dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya. Adapun tema dari makalah ini adalah “Tanggung Jawab Moral
Keilmuan”.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya
kepada dosen mata kuliah Filsafat Ilmu yang telah memberikan tugas kepada kami.
Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang turut
membantu dalam pembuatan makalah ini.

Kami jauh dari kata sempurna. Dan ini merupakan langkah yang baik dari
studi yang sesungguhnya oleh karna itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami.
Maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bukittinggi, 21 September 2022

Tim penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah……………………………………………… 1


B. Rumusan Masalah……………………………………………………. 2
C. Tujuan Penulisan Makalah…………………………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Tanggung Jawab, Moral, Tanggung Jawab Moral………. 3


B. Sumber-sumber Keilmuan…………………………………………… 4
C. Sikap Keilmuan……………………………………………………… 6

BAB III PENUTUP

Kesimpulan……………………………………………………………… 8

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

[Link] Belakang Masalah

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki
dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia
bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi membutuhkan dimensi moral sebagai pertimbangan dan mempunyai
pengaruh terhadap proses perkembangan ilmu dan teknologi.

Di sisi lain, timbul kekhawatiran yang sangat besar terhadap perkembangan


ilmu itu, karena tidak ada seorang pun atau lembaga yang memiliki otoritas untuk
menghambat efek negatif dari perkembangan ilmu. Dewasa ini ilmu bahkan sudah
berada di ambang kemajuan yang mempengaruhi reproduksi dan penciptaan
manusia itu sendiri.

Ilmu bukan saja menimbulkan gejala dehumanisasi namun bahkan


kemungkinan hakikat kemanusiaan itu sendiri, atau dengan perkataan lain, ilmu
bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya,
namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri. Sehingga
diperlukan moral keilmuan agar ilmu yang dimiliki dan yang diperoleh dapat
bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Berpangkal permasalahan tersebut, penulis akan menjelaskan tentang


tanggung jawab moral keilmuan, sumber sumber keilmuan, serta kesadaran dalam
bersikap keilmuan. Dengan makalah kami yang bertemakan “Tanggung Jawab
Moral Keilmuan”.

1
[Link] Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka


rumusan masalah yang diangkat dalam penulisan makalah ini adalah:

1. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab, moral, dan tanggung jawab
moral?
2. Kesadaran moral seperti apa yang harus dilakukan dalam keilmuan?
3. Apa saja yang menjadi sumber keilmuan?
4. Sikap keilmuan seperti apa yang harus kita terapkan?

[Link] Penulisan Makalah

1. Mengetahui pengertian dari tanggung jawab, moral, dan tanggung jawab


moral
2. Mengetahui kesadaran moral seperti apa yang harus diterapkan dalam
keilmuan
3. Mengetahui sumber-sumber ilmu pengetahuan berasal.
4. Mendapatkan informasi tentang sikap keilmuan yang harus diterapkan
5. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu dalam mata
kuliah filsafat ilmu

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB, MORAL, DAN TANGGUNG


JAWAB MORAL1

1. Tanggung Jawab

Pengertian tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),


tanggung jawab adalah kewajiban yang ditanggung oleh seseorang atau individu
termasuk menanggung akibatnya. Contoh tanggung jawab yaitu seorang siswa
wajib belajar demi memenuhi kewajibannya. Kadar tanggung jawab ini diterima
ketika dia menerima hasil ujian apakah nilainya bisa membaik atau buruk. Setiap
tindakan dan keputusan ini dituntut untuk memiliki tanggung jawab. Tanggung
jawab dipercayakan pada seseorang atau orang lain diterima sebagai tugas. Sikap
tanggung jawab ini diwujudkan pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sikap
ini terbentuk seiring perkembangan seorang anak sampai dewasa.

2. Moral

a. Pengertian Moral

Dalam Wikipedia 2 Bahasa Indonesia Istilah moral yang kita kenal


berasal dari Bahasa Latin, yaitu “mores” yang berarti adat kebiasaan. Dalam
kehidupan sehari-hari moral lebih dikenal dengan arti susila. Moral
mengandung arti praktis, moral merupakan ide-ide universal tentang
tindakan seseorang yang baik dan wajar dalam masyarakat. Dari pengertian
diatas dapat di simpulkan bahwa moral adalah budi pekerti, sikap mental
atau budi perangai yang tergambar dalam bentuk tingkah laku berbicara,
berpikir dan sebagainya yang merupakan ekspresi jiwa seseorang, yang

1Bakhtiar, Amsal. (2004). Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hal 162
2Wikipedia, Moral. [Online] [Link] [21 September
2022]

3
akan melahirkan perbuatan baik menurut akal dan syari’at atau perbuatan
buruk. Ruang lingkup moral meliputi bagaimana caranya agar dapat hidup
lebih baik dan bagaimana caranya untuk berbuat baik serta keburukan.

b. Kesadaran Moral

Nilai dan norma yang harus berada pada moral keilmuan adalah nilai
dan norma moral. Bagi seorang ilmuan nilai dan norma moral yang
dimilikinya akan menjadi penentu, apakah ia sudah menjadi ilmuan yang
baik atau belum. Ilmuan yang memiliki moral tidak akan menyalahgunakan
ilmu yang dimilikinya, dan begitupun sebaliknya.

3. Tanggung Jawab Moral

Dalam filsafat, tanggung jawab moral adalah status moral yang pantas dipuji,
disalahkan, dihargai, atau dihukum atas suatu tindakan atau kelalaian sesuai dengan
kewajiban moral seseorang. Memutuskan apa (jika ada) yang dianggap sebagai
"wajib secara moral" adalah perhatian utama etika. Filsuf merujuk pada orang-
orang yang memiliki tanggung jawab moral atas suatu tindakan sebagai pelaku
moral. Pelaku memiliki kemampuan untuk merefleksikan situasi mereka, untuk
membentuk niat tentang bagaimana mereka akan bertindak, dan kemudian
melakukan tindakan itu. Gagasan kehendak bebas telah menjadi isu penting dalam
perdebatan tentang apakah individu pernah bertanggung jawab secara moral atas
tindakan mereka dan, jika demikian, dalam arti apa. Incompatibilists menganggap
determinisme bertentangan dengan kehendak bebas, sedangkan compatibilists
berpikir keduanya bisa hidup berdampingan. Tanggung jawab moral tidak selalu
sama dengan tanggung jawab hukum. Seseorang bertanggung jawab secara hukum
atas suatu peristiwa ketika sistem hukum bertanggung jawab untuk menghukum
orang itu atas peristiwa itu. Meskipun mungkin sering terjadi bahwa ketika
seseorang secara moral bertanggung jawab atas suatu tindakan, mereka juga
bertanggung jawab secara hukum untuk itu.3

3Suriasumantri, Jujun. S. (2010), Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan. Hal.149.

4
B. SUMBER-SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Ilmu pengetahuan dapat kita peroleh dari mana saja, contohnya majalah, surat
kabar, jurnal, buku, televisi, internet, dan lain sebagainya. adapun sumber ilmu
pengetahuan menurut sudut pandang filsafat Islam yaitu :

1. Al-Qur’an dan Hadist

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an


dan Hadist sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan
keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya,
sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala kekeliruan apapun, karena
Al-Qur’an dan Hadist diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil.
Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah
SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat-Nya dan menjadikan
Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal. Sebagaimana firman Allah SWT:

‫اْل ِخ َر‬ َ ‫سنَةٌ ِلِّ َم ْن كَانَ يَ ْر ُجوا ه‬


ٰ ْ ‫ّٰللا َوا ْليَ ْو َم‬ َ ‫س َوةٌ َح‬
ْ ُ ‫ّٰللا ا‬ ُ ‫لَقَ ْد كَانَ لَ ُك ْم فِ ْي َر‬
ِ ‫س ْو ِل ه‬
َ ‫َوذَك ََر ه‬
‫ّٰللا َك ِثي ًْرا‬
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang
banyak mengingat Allah. ([Link]-Azhab:21)

2. Alam Semesta

Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta


dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara ayat – ayat yang
telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti:

a. Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11)

‫ط ْوعًا اَ ْو ك َْرهًا‬ ِ ‫س َم ۤا ِء َو ِه َي ُد َخا ٌن فَقَا َل لَ َها َو ِل ْْلَ ْر‬


َ ‫ض ائْتِيَا‬ َّ ‫ى اِلَى ال‬ ٓ ‫ستَ ٰو‬ ْ ‫ث ُ َّم ا‬
َ‫ط ۤا ِٕى ِع ْين‬
َ ‫قَالَتَا ٓ اَتَ ْينَا‬

5
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia
berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-
Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya ."menjawab, “Kami datang dengan
patuh

b. Ayat tentang urutan penciptaan

َ‫ض بَ ْع َد ٰذ ِلك‬ َ ْ ‫ َو‬.‫ج ض ُٰحى َه ۖا‬


َ ‫اْل ْر‬ َ ‫ش لَ ْيلَ َها َواَ ْخ َر‬ َ ‫ َواَ ْغ‬.‫س هوى َه ۙا‬
َ ‫ط‬ َ َ‫س ْم َك َها ف‬
َ ‫َرفَ َع‬
‫د َٰحى َها‬
28. Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya. 29. dan Dia
menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
30. Dan setelah itu bumi Dia hamparkan. (QS. An-nazi’at 28-30).

Berdasarkan keterangan ayat di atas sudah semestinya lah kita sebagai


makhluk Allah yang sempurna dan memiliki akal, dapat mentafakuri segala ciptaan
Allah SWT baik yang ada di langit maupun di bumi.

3. Diri Sendiri

Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses


penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik maupun psikologis/jiwa manusia
tersebut.

4. Sejarah/Riwayat Masa Lampau4

Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya


melalui lembar sejarah. Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu-Nya dan
akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih,
Fir’aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam
sejarah hingga saat ini.

Berdasarkan 4 sumber pengetahuan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa


agama islam telah menjelaskan secara terperinci tentang sumber-sumber ilmu

4Suriasumantri, Jujun. S. (2010). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan. Hal.21

6
pengetahuan yang harus kita yakini kebenarannya. Tidak hanya adab, tataraca
melakukan ibadah tetapi di dalam al-Qur’an juga dijelaskan tentang fakta
penciptaaan alam semesta.

C. SIKAP KEILMUAN5

Sikap keilmuan dalam hal ini merupakan sikap ilmiah dari seorang peneliti
atau ilmuan. Sikap ilmiah adalah sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap
ilmuwan dalam melakukan tugasnya untuk mempelajari meneruskan, menolak atau
menerima serta merubah atau menambah suatu ilmu.

Menurut para ahli dalam pendapatnya mereka menyebutkan enam macam


sikap ilmiah di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Obyektifitas

Dalam peninjauan yang penting adalah obyeknya.

2. Sikap serba relatif

Ilmu tidak mempunyai maksud mencari kebenaran mutlak, ilmu berdasarkan


kebenaran-kebenaran ilmiah atas beberapa postulat, secara priori telah diterima
sebagai suatu kebenaran. Malahan teori-teori dalam ilmu sering untuk mematahkan
teori yang lain.

3. Sikap Skeptis

Adalah sikap untuk selalu ragu-ragu terhadap pernyataan-pernyataan yang


belum cukup kuat dasar-dasar pembuktiannya.

4. Kesabaran Intelektual

5 Liza. Sikap Ilmiah. [Online] [Link] philosophy/2114497-sikap ilmiah


Liza [19 Maret 2012]

7
Sanggup menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah pada tekanan agar
dinyatakan suatu pendirian ilmiah , karena memang belum selesainya dan cukup
lengkapnya hasil dari penelitian , adalah sikap seorang ilmuwan

5. Kesederhanaan

Adalah sikap cara berfikir, menyatakan, dan membuktikan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1. Tanggung jawab menurut (KBBI), adalah kewajiban yang ditanggung oleh


seseorang atau individu termasuk menanggung akibatnya.
2. Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia Istilah moral yang kita kenal berasal
dari Bahasa Latin, yaitu “mores” yang berarti adat kebiasaan. Moral adalah
budi pekerti, sikap mental atau budi perangai yang tergambar dalam bentuk
tingkah laku berbicara, berpikir dan sebagainya yang merupakan ekspresi
jiwa seseorang, yang akan melahirkan perbuatan baik menurut akal dan
syari’at atau perbuatan buruk.
3. Bagi seorang ilmuan nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi
penentu, apakah ia sudah menjadi ilmuan yang baik atau belum.
4. Dalam filsafat, tanggung jawab moral adalah status moral yang pantas
dipuji, disalahkan, dihargai, atau dihukum atas suatu tindakan atau kelalaian
sesuai dengan kewajiban moral seseorang.
5. Ada beberapa sumber-sumber ilmu pengetahuan diantaranya: Al-Qur’an,
Alam Semesta, Diri Sendiri, dan Sejarah.
6. Sikap keilmuan yang harus diterapkan diantaranya: Objektifitas, Sikap
serba relatif, Sikap skeptis, Kesabaran intelektual, dan Kesederhanaan.

8
DAFTAR PUSTAKA

Akbar. Haji. Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam. [Online]


[Link]
islam/ [21 September 2022]

Liza. Sikap Ilmiah. [Online] [Link]


philosophy/2114497-sikap-ilmiah/ Liza [21 September 2022]

Suriasumantri, Jujun. S. (2010). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer.


Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Bakhtiar, Amsal. (2004). Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Anda mungkin juga menyukai