PPIC
Dosen Pengampu :
Apt, Dra. Idajani Hadinoto, MS
PPIC (Production Planning and Inventory Control) atau PPPP
(Perencanaan dan Pengendalian Produksi dan Persediaan)
Adalah Proses untuk merencanakan dan mengendalikan material yang
masuk, mengalir dan keluar, di sesuaikan dengan kapasitas produksi
sehingga permintaan pasar dipenuhi dalam jumlah yang tepat, waktu
penyerahan yang tepat, biaya produksi yang minimum dan merupakan
bagian fungsional yang berkedudukan langsung dibawah Direktur Produksi.
TUGAS PPIC / PPPP
Tugas PPIC / PPPP
Menyusun perencanaan dan pengendalian produksi dan persediaan.
Penyusunan dilakukan berdasarkan data dari Bidang Supply Chan
Management dan hasilnya disampaikan ke Bidang Produksi. Penyusunan ini
dimaksudkan agar produksi yang dihasilkan tetap dapat memenuhi
permintaan pasar, tetapi ada pengendalian persediaan barang tidak terlalu
tinggi sehingga terjadi keseimbangan antara produksi dan permintaan
barang. Bidang PPPP mempunyai dua fungsi yaitu :
Fungsi Perencanaan
Fungsi Pengendalian
1. Fungsi Perencanaan :
Merupakan landasan utama dalam penentuan permintaan marketing dan langkah-langkah
yang diperlukan untuk memastikan tercapainya permintaan tersebut dengan menetapkan
standar untuk perencanaan bahan seperti:
1. Jenis spesifikasi bahan yang dibutuhkan
2. Sediaan maximum dan minimum bahan :
• Buffer stock & Reorder point
• Frekuensi pemesanan bahan
• Kapasitas gudang
3. Lead time
4. Jumlah pesanan :
• Jumlah & jadwal produksi
• Minimal packing
• MOQ (Minimum Order Quantity)
2. Fungsi Pengendalian :
Merupakan alat manajemen untuk memastikan tersedianya bahan awal, produk
ruah dan produk jadi untuk terpenuhinya permintaan marketing, serta
pengaturan agar tidak terjadi over stock atau out of stock.
• Monitoring kedatangan bahan sampai dengan bahan tersebut bisa
dipergunakan untuk proses produksi
• Memantau inventory bahan (terutama bahan yang dipakai banyak item)
• Analisa terhadap perubahan pasar, disain produk dan kemasan, kegagalan
produk dan kerusakan bahan, nilai persediaan
• Monitoring kemajuan dan kendala pengadaan bahan.
• Koordinasi problem solving.
Wewenang Dari PPIC
1. Memperoleh prakiraan penjualan yang cukup
akurat, data stok bahan awal, bahan pengemas,
stok WIP, dan produk jadi di GPJ dan produk jadi
Berikut di distributor
merupakan 2. Memperoleh informasi perkembangan produksi
wewenang dari dan stok bahan, serta kesesuaiannya dengan
departemen PPIC: jadwal produksi
3. Memperoleh informasi terbaru sehubungan
dengan stok bahan, wip, Barang jadi, actual
sales, soles trend, delivery time, dan minimum
order quantity bahan dan sebagainya untuk
menghitung ketepatan perencanaan stok.
Berikut 4. oleh informasi lengkap perihal kapasitas
merupakan sumber daya di produksi, ukuran bets, lead
time produksi, dan yang berhubungan dengan
wewenang dari perencanaan produksi
departemen PPIC: 5. memperoleh standar forecast accuracy untuk
menghitung sales forecasting
6. ah data stok aktual dan tepat waktu.
Berikut Beberapa Contoh Struktur
Organisasi Department PPIC di
Beberapa Perusahaan Farmasi
o Contoh struktur organisasi department PPIC di Salah Satu Perusahaan Farmasi ( A )
GM PLANT & SUPPLY
PPIC MANAGER
PPIC OFFICER
Supervisor Gudang
PPIC STAF SUPERVISOR Supervisor Gudang
Bahan Awal dan CODING
Produksi Jadi
Pengemasan
Asisten super visior
Asisten Supervisor
gudang bahan Operator Coding Petugas Sortir
Gudang Produk Jadi
awal & Pengemas
Operator gudang
Operator gudang
bahan awal &
Produk Jadi
Pengemas
Hubungan Kerja Bidang
PPPP / PPIC Dengan
Bidang Lain
Bidang
Hubungan Kerja Bidang
Bidang
Quality Supply Chain PPPP Dengan Bidang Lain
Control Management
(SCM)
Bidang Hubungan kerja Bidang
Produksi bidang PPPP Logistik
dengan bidang
lain
Bidang
Pemastian
Mutu Bidang
(Quality Pengadaan
Assurance /
QA ) Bidang
Litbang
Bidang Supply Chain Management (SCM)
• Bidang SCM memberikan Rencana Penjualan (RP) dan Master Production
Schedule (MPS) kepada bidang PPPP / PPIC, Berdasarkan data tersebut
maka disusunlah perencanaan Pembelian dengan mengeluarkan purchase
Request, Kemudian bidang PPPP memberikan informasi rencana supply
produk ke bidang SCM.
Bidang Supply Chain Management (SCM)
Rencana Penjualan (RP)
PPIC / PPPP
Bidang Supply Chain
Management (SCM)
Master Production
Schedule (MPS)
Rencana Supplay Produk
Bidang Logistik
• Bidang Logistik memberikan informasi kepada Bidang PPPP/PPIC jumlah stok
barang yang ada. Tugas umum bidang Logistic adalah penerimaan bahan awal,
penyimpanan barang, dan pengeluaran barang sesuai permintaan.
Departemen Logistik bertanggung jawab terhadap penerimaan, penyimpanan,
pengeluaran bahan baku, wadah, bahan kemas, dan produk jadi. Departemen
Logistik bersama dengan departemen lainnya, antara lain QA/QC, TS,
Purchasing, PPIC, Produksi, dan Teknik memiliki keterkaitan dalam
menjalankan peran tersebut.
Bidang Logistik
Penerimaan
Penyimpanan
Penyaluran
Penarikan Kembali
Bidang Logistik
Penerimaan-1
Penerimaan Sepengetahuan PJ
Pemastian obat yg diterima sesuai
dengan dipesan (item,jumlah,bets
dan keaslian) dan Pemeriksaan
kualitas produk
Dokumen (kartu stok)
Bidang Logistik
• Proses penerimaan memastikan bahwa
bahan obat yg diterima benar, berasal dari
pemasok yg disetujui, tidak rusak atau tidak
mengalami perubahan selama transportasi
Penerimaan.2 • Tindakan yg dilakukan harus dapat
memastikan bahwa identitas bahan obat
tidak hilang, penyimpanan sesuai dgn
spesifikasi yg tercantum pada kemasan
• Proses penerimaan oleh Penanggung
jawab /QA harus terdokumentasi
Bidang Logistik
• Kepala Logistik harus memperhatikan
bangunan/ruangan untuk penyimpanan
(gudang), meliputi: Area dan fasilitas
penyimpanan harus didesign sedemikian
rupa sehingga menjamin kondisi
penyimpanan yang baik, seperti harus
bersih, bebas dari banjir, bebas dari
sampah, debu, unggas serangga, hama,
kebocoran atau pecahan, mikrorganisme
dan kontaminasi silang. Pemeliharaan
secara berkala harus dilakukan untuk
POINT PENTING Dalam Bidang Logistik menjamin fasilitas penyimpanan selalu
dalam kondisi yan baik.
Bidang Logistik
Penyimpanan-1
Penyimpanan sesuai jenis produk dan
bentuk sediaan (minimalisir risiko)
Penyimpanan sesuai spesifikasi produk dan
menggunakan palet (mempertahankan
mutu)
Mengutamakan Sistem FIFO/FEFO dan
label yang jelas (kesalahan pengambilan)
Rusak, ED, Terkontaminasi, Retur
inventarisir, disimpan terpisah dan terkunci
Bidang Logistik
Penyimpanan-2
Untuk menjaga
Kondisi akurasi persediaan
penyimpanan bahan stok, harus di
obat harus sesuai lakukan stok
dengan persyaratan opname secara
yg tertera pada berkala berdasarkan
label pendekatan risiko
Kontainer / wadah Rotasi Stok harus
bahan obat yg diatur sesuai
diterima harus dengan tanggal
dibersihkan dahulu kedaluwarsa bahan
sebelum disimpan obat (fist Expired
First Out/FEFO)
Penyimpanan-3
Pengelolaan pest-
Luasnya cukup Tingkat kebersihan
control yang
memadai dan aman yang terpelihara
terkendali
Perlengkapan memadai Dapat mencegah terjadinya
a.l.: palet, alat pemadam kerusakan obat (suhu, RH, cahaya)
kebakaran
Penyimpanan-4
Bidang Logistik
Bangunan & Peralatan :
• Mempunyai Catatan Monitoring Suhu
• Mempunyai Termometer yang telah dikalibrasi dengan
bukti kalibrasi
• Dilengkapi Alarm yang memberi peringatan pada suhu
kritis
• Dilengkapi dengan “temperature Chart” yang dapat
memberi informasi bahwa vaksin tidak pernah
mengalami suhu yg merusak mutu
• Mempunyai generator otomatis/non-otomatis dengan
petugas 24 jam
• Mempunyai petugas khusus yang menangani vaksin.
Bidang Logistik
Kepala Logistik melakukan penataan dan
identifikasi tempat penyimpanan dengan
mempertimbangkan:
• Alur penyimpanan dan pengeluaran barang
• Ketersediaan alat penyimpanan barang seperti
Rack, shelving, lemari, chiller/freezer dan flow
rack
• Jumlah jenis barang per kelompok tipe
POINT PENTING Dalam Bidang Logistik penyimpanan
• Luas lorong antar rack/shelving/flow rack yang
dapat digunakan untuk lalu lintas reach
truck/hand pallet/picker Tempat berjalan dan
tempat transit barang baik di area penerimaan
barang maupun di area pengiriman. . Ruang
Bidang Logistik
Pengambilan barang dilakukan dengan tepat sesuai
dengan dokumen yg tersedia untuk memastikan bahan
obat yg diambil benar. Bahan obat yg diambil harus
memiliki jangka waktu yg memadai sebelum kedaluwarsa
Bidang Logistik
• Sistem Penyimpanan Kepala Logistik
harus menyimpan barang pada
tempat yang sesuai dengan
persyaratan dan suhu penyimpanan
POINT PENTING Dalam Bidang Logistik yang telah ditentukan oleh pabrikan
dan/atau peraturan pemerintah yang
berlaku. Untuk produk farma dan alkes
disimpan dalam satu gudang dengan
lokasi terpisah (dapat disimpan dalam
ruangan, rak, shelfing terpisah).
Pemisahan dapat dilakukan dengan
menggunakan pembatasan rak
(wiremesh, gypsum).
POINT PENTING Dalam Bidang Logistik
Berikut Terlampir Contoh
Penyimpanan Barang di Gudang
yang Harus Berdasarkan Kategori
Bidang Logistik
• Perlakonan terhadap bahan yang rusak selama penyimpanan diajukan
permintaan uji mutu dilaporkan ke bidang PPPP (PPIC) setelah usulan disetujui
untuk diajukan permintaan pemusnahan barang usulan pemusnahan barang ke
Direksi. Pemusnahan dilakukan oleh tim yang terdiri atas Bidang Umum,
Quality Assurance dan Logistik disertai Berita Acara Pemusnahan Khusus untuk
produk prekrusor dan psikotropik pemusnahan barang disaksikan juga oleh
BPOM.
Bidang Logistik
• Bidang PPIC Berhak Memperoleh
informasi terbaru sehubungan
dengan stok bahan, Karena itu
kepala Logistik yg Bertanggung
• POINT PENTING Dalam Bidang Logistik jawab melaksanakan stok opname,
Penghitungan fisik Persediaan obat
dan/bahan Obat untuk di cocokkan
dengan cacatan dokumen.
Bidang Logistik
Pada Umumnya Jadwal stock opname sbb:
1. Stock Opname Tahunan : dilakukan minimal 1
(satu) kali dalam satu tahun pada awal bulan
Januari setiap tahunnya
2. Stock Opname 3 Bulanan
• POINT PENTING Dalam 3. Stock Opname Bulanan
Bidang Logistik
Di luar jadwal tersebut di atas, stock opname
dapat dilakukan secara mingguan atau bahkan
harian dengan metode stock opname parsial
(hanya memeriksa sebagian stok saja,
berdasarkan tingkat risikonya. Semakin tinggi
risiko yang dimiliki oleh obat dan/atau bahan
obat semakin sering frekuensi stock opname
yang dilakukan
Bidang Pengadaan
Bidang PPPP/PPIC memberikan Surat Pemberitahuan Pembelian Barang (SPPB)ke
Bidang pengadaan, memberikan Rencana Kedatangan Barang (RKB) ke bidang
PPPP/PPIC. Rencana kedatangan barang harus dipantau oleh bidang pengadaan.
Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengadaan memperhatikan masalah QCD
(Quality, Cost, Delivery). Upaya dilakukan dalam pengadaan barang/bahan berkualitas
dengan cara m sesuai bahan baku, pengemasan dan penolong mengikuti spesifikas
telah dibuat Bidang Pemastian Mutu dan Litbang. Masalah paling sulit adalah
meningkatnya harga pembelian bahan baku dan menurunny tukar rupiah terhadap
valuta asing.
Bidang Pengadaan
• Pada Umumnya Bidang Pengadaan terbagi menjadi dua seksi :
Seksi Pengadaan Bahan I
bertugas mengadakan bahan baku aktif, bahan penolong, yang dibeli
dari luar negri dan dari dalam negeri
Seksi Pengadaan Bahan II
bertugas mengadakan bahan kemas dan barang non bahan awal
seperti perlengkapan laboratorium, produksi, peralatan umum, alat tulis
kantor, barang-barang investasi dan lain-lain.
Bidang Pengadaan
1. Proses seleksi pemasok wajib dilakukan sebelum Fasilitas Distribusi
menentukan Pemasok yang dipilih.
2. Proses seleksi dilakukan dengan menganalisa profil pemasok dengan
memperhatikan kriteria antara lain sebagai berikut :
• Pemasok memiliki ijin sesuai dengan peraturan perundang undangan yang
berlaku.
• Profil perusahaan pemasok memiliki manajemen dan struktur organisasi
yang jelas, sistem pengendalian operasional (termasuk pelaporan,
pengendalian mutu dan sistem pengendalian persediaan serta sistem
komunikasi yang baik dan personil yang kompeten.
Bidang Pengadaan
• Pemilihan Pemasok harus dikendalikan dengan prosedur
tertulis, hasil kualifikasinya didokumentasikan dan diperiksa
ulang secara berkala
• Harus melakukan kualifikasi yg tepat sebelum pengadaan di
Kualifikasi laksanakan Daftar pemasok yg disetujui harus tersedia
• Pemilihan pemasok, termasuk kualifikasi dan persetujuan
Pemasok penunjukannya, merupakan hal operasional yang penting
• Informasi yang dibutuhkan untuk
proses pemilihan Pemasok bisa
didapatkan dari berbagai sumber baik
dari data primer maupun sekunder.
Bidang Pengadaan Apabila dari proses seleksi sudah
ditetapkan pemasok obat dan/atau
bahan obat yang dipilih, maka
selanjutnya dilakukan proses
penawaran/penjajakan kerjasama
dengan Pemasok terpilih
Bidang Pengadaan
• Bagian Pengadaan dihadapkan pada dua hal yang berbeda, yaitu mutu dan
harga. Dapat dikatakan bahwa mutu hasil produksi dapat tergantung mutu
bahan awalnya. Demikian pula mengenai harga jual produk dipengaruhi oleh
harga perolehannya. Pada umumnya mutu dan harga berbanding lurus, mutu
bahan awal yang baik akan mempunyai harga yg tinggi dengan demikian
menjadi suatu tantangan untuk mendapatkan bahan bermutu baik dengan
harga relatif rendah. Bidang Pengadaan melayani permintaan bahan yang
sangat kompleks. Oleh karena itu tanpa adanya spesifikasi yang jelas,
prosedur dan sistem administrasi yang baik, maka akan sulit mencapai hasil
yang diinginkan .
Bidang Pengadaan
• Prosedur bidang pengadaan dari Pengadan Bahan Awal, seleksi dan evaluasi
rekanan, pengadaan barang non bahan awal dan investasi, pengadaan
sampel bahan awal dan suplies khusus. Prosedur pengadaan bahan awal
yaitu sebagai berikut:
Bidang Pengadaan
• Bidang Pengadaan Melalukan
Evaluasi Penawaran harga
• Setelah Tercapai kesepakatan
dengan salah satu approved
Surat vendor, di terbitkan surat Surat
Permintaan pesanan (SP) untuk supplier Permintaan
Pembelian local dan OC untuk supplier Penawaran
bahan luar negri Harga
PPPP / PPIC • Menginformasikan Rencana Approved Vendor
Kedatangan barang Perusahan farmasi
• Mengajukan bukti kas keluar
untuk invoice yang telah di
terima dng di lengkapi Berita
Acara Penerimaan barang yg
di terbitkan oleh bidang
Logistic bahan Awal
Bidang Pengadaan
Pengadaan sepengetahuan PJ
(PJ dapat melakukan akses dan control terhadap pemesanan atau dapat
mengontrol jika menggunakan system (manual maupun komputerisasi)
Berasal dari sumber resmi-List Suplier
Dokumen (sp,faktur/spb, catatan pembelian)
Bidang litbang / Bidang Penelitian Dan
Pengembangan
• Bidang Litbang / Bidang Penelitian dan Pengembangan memberikan
formula produk serta kemasan yang akan dipakai dalam produksi Ke pada
pppp / ppic, bidang ini memiliki peranan yaitu pengembangan Produk Baru
dan Optimasi Produk Existing sesuai dengan CPOB. Tujuan optimasi produk
existing yaitu:
Bidang litbang / Bidang Penelitian Dan Pengembangan
1. Untuk menjamin ketersediaan produk dipasaran
dengan baik
2. Memberikan Harga kompetitif, caranya yaitu
• Tujuan optimasi produk existing dengan mengefisiensi formula
yaitu: 3. Menjaga Kualitas yang memenuhi persyaratan
Upaya optimasi produk existing dilakukan
dengan:
a. aReformulasi
b. Substitusi bahan
c. Reproses
Bidang litbang / Bidang Penelitian Dan Pengembangan
1. Meneliti dan mengembangkan produk.
2. Mengoptimalkan produk, yang meliputi
optimasi formula termasuk optimasi dan
substitusi bahan.
• Tugas Pengembangan dan 3. Pengembangan metode analisis.
Penelitian produk antara lain : 4. Penyiapan dokumen registrasi lokal dan ekspor.
5. Desain Kemasan.
6. Mengorganisasi uji klinis obat dan penelitian
ketersediaan hayati yang bekerjasama dengan
instansi lain.
7. Mengadakan kerja sama di bidang penelitian
dengan instansi lain seperti LIPI, BBPT dan
perguruan tinggi.
Bidang litbang / Bidang Penelitian Dan Pengembangan
PPIC
formula produk serta
kemasan yang akan
dipakai dalam produksi Tujuan optimasi
produk existing
Litbang/ Bidang
Penelitian & Tugas
Pengembangan Pengembangan
dan Penelitian
produk
Bidang Pemastian Mutu (Quality Assurance / QA )
• PPPP/PPIC memberikan Usulan Perubahan (UP) kepada Bidang Pemastian
Mutu (QA) Bidang Pemastian Mutu (QA) bersifat independen dan terpisah dari
Pengawasan Mutu (QC). Secara organisasi bidang QA berada di atas ang QC.
Bidang QA membawahi 4 seksi yaitu
Bidang Pemastian Mutu (Quality
Assurance / QA )
1. seksi Pengembangan Sistem a. Prosedur, yaitu dokumen yang mengatur
bertanggung bertanggungjawab cara kerja keterkaitan antar bidang
dalam pengembangan dokumen dan b. Ketentuan umum
pengembangan CPOB. Dokumen
yang dikendalikan meliputi :
c. Protab, berisi detail teknis bagaimana
pekerjaan harus dilakukan.
d. Formulir / catatan hasil / laporan hasil
analisa, yang merupakan laporan
pengikut protab jika diperlukan.
Bidang Pemastian Mutu (Quality Assurance / QA )
• seksi ini bertanggung jawab menyusun rencana
kalibrasi, kualifikasi, dan validasi serta
mengerjakannya. Proses kalibrasi dilakukan
terhadap alat ukur atau sistem pengukur. Proses
[Link] Kalibrasi, kualifikasi dilakukan terhadap mesin dan fasilitas
/ sarana penunjang seperti AHU, Water sistem,
3. Kualifikasi Dan Validasi steam, dll. Kualifikasi merupakan kegiatan
pembuktian bahwa perlengkapan, fasilitas yang
digunakan dalam suatu proses selalu bekerja
sesuai dengan kriteria yang diinginkan dan
konsisten
Bidang Pemastian Mutu (Quality Assurance / QA )
• Seksi Training System. Bertanggung jawab
dalam menjamin produk melalui pemastian
mutu bahan awal, termasuk air, proses,
produk, lingkungan dan limbah yang
dimulai dari desain hingga pasca
4. Seksi Training System pemasaran, seksi ini mempunyai wewenang
menolak atau meluluskan bahan awal,
produk antara, poroduk ruahan serta jadi
berdasarkan hasil pengujian dan menolak
atau menyetujui hal hal lain yang berkaitan
dgn mutu produk
Bidang Produksi
• Bidang PPPP/PPIC memberikan Perintah Produksi (PP) dan Perintah Kemas
(PK). Berdasarkan PP dan PK, Bidang Produksi membuat Rencana Produksi
Mingguan RPM ( pada umumnya ) yang disesuaikan dengan kapasitas
produksi. RPM yang di gunakan sebagai pedoman dalam proses produksi.
Proses produksi dilaporkan dalam bentuk laporan produksi dan ditujukan
antara lain kepada Bidang PPPP / PPIC sebagai informasi untuk fungsi
pengendalian produksi.
Bidang Produksi
• Produksi hendaklah dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah
ditetapkan dan memenuhi ketetentuan CPOB, sehingga menjamin produk
yang dihasikan senantiasa memenuhi. persyaratan mutu serta memenuhi
ketentuan izin pembuatan dan izin edar. Oleh karena itu, departemen
produksi berperan dalam proses pembuatan obat harus mampu
menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang persyaratan yang
telah ditetapkan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sesuai dengan
CPOB.
Bidang Produksi
• Proses produksi dalam departemen Produksi dibedakan menjadi dua macam, yaitu
proses pengolahan dan proses pengemasan (primer dan sekunder). Kedua proses
ini dimulai ketika Departemen Production and Planning Iventory Control (PPIC)
mengeluarkan dokumen proses produksi yang biasa disebut Proses Pengolahan
Induk (PPI Olah) dan Proses Pengemasan Induk (PPI Kemas) beberapa hari sebelum
proses produksi berlangsung
Bidang Produksi
• Berikut Contoh flow Proses Hubungan Kerja Bidang PPPP / PPIC Dengan
Bidang Produksi di Salah satu perusahaan farmasi ( A )
PPPP / PPIC BIDANG PRODUKSI QC
IPC
Penimbangan
Pencampuran Produk Antara
Pencetakan
Produk Ruahan
Produk Pengemasan
Pengemasan
Karantina Obat Jadi
BPOJ QC
Gudang Obat Jadi
Bidang Quality Control
• PPPP / PPIC menerima klaim Bahan Awal sebagai informasi status atau
ketersediaan bahan yang datang, industri farmasi berkewajiban untuk
mempunyai bagian / sortemen Quality Control (QC) yang independen,
Departemen ini bertugas untuk memberikan kepastian bahwa produk memiliki
mutu yang konsisten sesuai dengan tujuan pemakaiannya. Bagian QC harus
memiliki sumber daya yang memadai untuk memastikan bahwa semua fungsi
pengawasan mutu dapat dilaksanakan secara efektif dan dapat diandalkan.
Secara keseluruhan Departemen QC bertanggung jawab melakukan kegiatan
sampling, inspecting, testing, dan monitoring terhadap sebagai berikut :
Bidang Quality Control
• Bagian raw material ( RM ) bertugas untuk
memeriksa kualitas bahan baku yang datang dari
supplier baik bahan aktif maupun bahan
tambahan. Pengambilan sampel dan pengujian
RM di bawah pengawasan supervisor RM.
[Link] Material (RM) Kegiatan ini dilakukan oleh inspektor dan analis
sesuai dengan instruksi kerja yang telah ada.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, supervisor QC
akan mengeluarkan keputusan untuk bahan baku
tersebut apakah label 'DITERIMA' atau
'DITOLAK'. Adapun parameter yang diuji dari RM
adalah identifikasi, pemerian, kemunian, kadar,
sisa pijar dan cemaran mikroba. Selain itu, bagian
ini bertugas melakukan pemeriksaan
mikrobiologi terhadap bahan baku maupun
produk yang dihasilkan. Pemeriksaan ini hanya
dilakukan untuk produk-produk tertentu.
Bidang Quality Control
• Bagian packaging material (PM) bertugas
untuk memeriksa bahan kemas dan
wadah yang akan digunakan dalam proses
[Link] Material (PM) produksi. Parameter yang diuji dari PM
adalah dimensi IB dan OB, gramatur
(bobot per cm2) untuk IB, OB, brosur,
etiket, redaksional untuk brosur dan
etiket, aluminium foil, serta ketebalan
bahan pengemas. Alur pemeriksaannya
sama dengan alur pemeriksaan bahan
baku.
Bidang Quality Control
• Bagian ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan
terhadap produk antara yang akan mengalami proses
coating dan produk ruah yang akan dikemas dan
memutuskan statusnya, apakah diterima atau ditolak.
Departemen QC bagian rutin bertugas melakukan In
Process Control (IPC), sampling produk antara, produk
ruahan, dan produk jadi. Tujuan dari IPC yaitu untuk
mendeteksi kesalahan diawal. Pada IPC, point
c. Semi Finished Goods pengukurannnya meliputi pemerian, friabilin, waktu
hancur, bobot, kekerasan, tebal, dan dimensi (diameter,
panjang. dan lebar ) Pada produk yang tidak memenuhi
persyaratan dilakukan penelusuran dari produk tersebut
dan selanjutnya diputuskan tindakan setelah pelaporan dan
pengisian formulir NC, selanjutnya Departemen QA akan
menentukan apakah akan dimusnahkan atau diproses
ulang.
Bidang Quality Control
• Pengawasan mutu tidak hanya sebatas pada saat produk dibuat saja,
melainkan tetap dilakukan setelah produk diluluskan ke pasaran.
Pengawasan tersebut merupakan tanggung jawab Bagian ini bertugas
untuk memverifikasi umur (shelf life) produk yang telah ditetapkan dan
menjamin kualitas produk sesuai dengan persyaratan yang telah
ditentukan, memastikan kualitas produk jadi yang dipasarkan masih
memenuhi persyaratan selama shelf life, serta mengevaluasi kemungkinan
perpanjangan umur produk.
SEKIAN
THANK YOU