0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan17 halaman

Pengolahan Air Limbah: Koagulasi & Flokulasi

Modul ini membahas proses pengolahan air limbah tahap pertama secara kimia melalui koagulasi, flokulasi, dan netralisasi. Proses-proses tersebut digunakan untuk menghilangkan kontaminan fisik dan kimia dari air limbah agar memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Tujuannya adalah menghasilkan air olahan yang aman bagi lingkungan.

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan17 halaman

Pengolahan Air Limbah: Koagulasi & Flokulasi

Modul ini membahas proses pengolahan air limbah tahap pertama secara kimia melalui koagulasi, flokulasi, dan netralisasi. Proses-proses tersebut digunakan untuk menghilangkan kontaminan fisik dan kimia dari air limbah agar memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Tujuannya adalah menghasilkan air olahan yang aman bagi lingkungan.

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

MODUL PERKULIAHAN

Teknik
Pengolahan Air
dan Air Limbah
Pengolahan Pertama secara
Kimia : Koagulasi,Flokuasi &
Netralisasi

Abstrak Sub-CPMK 1

Metode pengolahan air limbah Mampu menjelaskan screening cominutor,


tahap Pertama (Primary Treat- netralisasi, koagulasi dan flokulasi
ment) secara kimiawi, dengan
penambahan Bahan kimia me-
lalui reaksi kimia, antara lain
dengan proses Koagulasi,
Flokulasi, Netralisasi .

Fakultas Program Studi Tatap Muka Disusun Oleh

Teknik Teknik Sipil


02 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
[Link]

1.1 Latar Belakang

Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah
tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan
apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah.
Sebagai contoh: kota-kota besar di Indonesia, umumnya merupakan sebuah kota
yang amat padat sehingga letak septic tank, cubluk, dan pembuangan sampah
berdekatan dengan sumber air tanah.
Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa 285 sampel dari 636 titik
sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri Coli.
Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum
yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.
Seperti halnya limbah domestik, limbah cair yang merupakan hasil buangan sisa
industri mengandung berbagai macam kandungan berbahaya dan tak berguna.
Oleh karena itu wajib bagi para pelaku industri untuk mengolah limbah nya terlebih
dahulu agar layak dibuang ke lingkungan. Lemahnya penegakan hukum terhadap
para pelaku industri yang tidak mau mengolah limbah menjadi salah satu penyebab
rusaknya lingkungan sekitar. Jika dipikirkan lebih jauh maka dampak kerugiannya
tidak sederhana, rusaknya lingkungan dapat berdampak pada matinya makhluk
hidup pada daerah tersebut, yang kemudian dapat mematikan mata pencaharian
penduduk yang biasanya bekerja sebagai nelayan. Ada kemungkinan bahwa ikan
beracun yang tercemar limbah dapat meracuni manusia yang memakan ikan
tersebu , karena secara tidak langsung ikan termakan manusia.

1.2 Komposisi Air Limbah

Komposisi air limbah sangat bervariasi , berikut adalah daftar yang mungkin menjadi
komponen penyusun air limbah dalam suatu waktu:

• Air ( > 95%)


• Bakteri patogen

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


2 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
• Bakteri non-patogen
• Bahan organik tak larut seperti feses, rambut, makanan, serat kertas dan
sebagainya
• Bahan organik larut air seperti urea, urin, bahan kimia obat-obatan, dan
sebagainya
• Partikel anorganik seperti pasir, pecahan kaca, pecahan keramik, dan
sebagainya
• Bahan anorganik larut air seperti amonia, garam, sianida, senyawa merkuri,
dan sebagainya
• Bahan padat berukuran makro seperti kantong plastik, mainan anak-anak, dan
sebagainya
• Bahan padat berukuran sangat besar seperti, pepohonan, dan sebagainya,
terjadi ketika banjir besar
• Hewan hidup seperti ikan, serangga
• Bangkai atau potongan tubuh hewan
• Tanaman air, alga
• Potongan tanaman seperti daun, ranting, dan sebagainya
• Gas seperti hidrogen sulfida, karbon dioksida, dan metana

1.3 Sifat Air Limbah

Karakteristik air limbah perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara
pengolahan yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan hidup.

Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan sebagai berikut:

1.3.1 Karakteristik fisik


Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan
padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna
suram seperti larutan sabun, sedikit berbau.

Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna dan sayur, bagian-


bagian tinja, dan sebagainya.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


3 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
• Padatan: pada limbah cair terdapat padatan organik dan nonorganik
yang mengendap dan tersuspensi sehingga bisa mengendap dan
menyebabkan pendangkalan.
• Kekeruhan: kekeruhan menunjukkan sifat optis di dalam air karena
terganggunya cahaya matahari saat masuk ke dalam air akibat adanya
koloid dan suspensi
• Bau: bau dikarenakan karena adanya mikroorganisme yang
menguraikan bahan organik.
• Suhu: limbah cair memiliki suhu yang berbeda dibandingkan dengan air
biasa, biasanya suhunya lebih tinggi karena adanya proses
pembusukan

1.3.2 Karakteristik kimiawi

Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik


yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari
penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainnya.

Oleh sebab itu pada umumnya bersifat basa pada waktu masih baru dan
cenderung ke asam apabila sudah mulai membusuk.

• Keasaman: keasaman limbah cair dipengaruhi oleh adanya bahan


buangan yang bersifat asam atau basa. Agar limbah tidak berbahaya,
maka limbah diupayakan untuk memiliki pH netral.
• Logam berat beracun: Cadmium dari industri tekstil, merkuri dari pabrik
cat, raksa dari industri perhiasan dan jenis logam berat yang lainnya.
• Nitrogen: umumnya terdapat sebagai bahan organic dan diubah
menjadi ammonia oleh bakteri sehingga menghasilkan bau busuk dan
bisa menyebabkan permukaan air menjadi pekat sehingga tidak bisa
ditembus cahaya matahari.
• Fenol: salah satu bahan organic yang berasal dari industri tekstil,
kertas, minyak dan batubara sehingga menyebabkan keracunan.
• BOD: kebutuhan oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa
organic yang ada di dalam air.
• COD: kebutuhan oksigen yang diperlukan mikroba untuk
menghancurkan bahan organik

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


4 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Substansi organik dalam air buangan terdiri dari 2 gabungan, yakni :

• Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya urea, protein, amine


dan asam amino.
• Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya lemak, sabun
dan karbohidrat, termasuk selulosa.

1.3.3 Karakteristik bakteriologis

Kandungan bakteri patogen serta organisme golongan coli terdapat juga


dalam air limbah tergantung darimana sumbernya namun keduanya tidak
berperan dalam proses pengolahan air buangan.

2. Pengolahan Air Limbah


Pengolahan air limbah menjadi permasalahan yang serius akhir-akhir ini. Semakin
berkembangnya sebuah kota, maka akan semakin banyak limbah yang dihasilkan.

Disinilah peran pengolahan air limbah diperlukan. Bila tidak ada pusat pengolahan dan
pengolahan air limbah, maka air limbah akan menjadi ancaman bagi penduduk kota
tersebut. Banyak penyakit dan kelainan kesehatan yang cukup serius bahkan
mengancam jiwa yang dapat timbul akibat limbah ini.

Pengolahan air limbah adalah proses penghilangan kontaminan dari air limbah dan
limbah rumah tangga, baik limpasan (efluen) maupun domestik.

Hal ini meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan kontaminan fisik,
kimia dan biologis.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan aliran limbah (atau efluen yang telah diolah) dan
limbah padat atau lumpur yang cocok untuk pembuangan atau penggunaan kembali
terhadap lingkungan.

Bahan ini sering secara tidak sengaja terkontaminasi dengan banyak racun senyawa
organik dan anorganik.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


5 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah
memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit.

Untuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari
perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air
limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang
cermat.

Biasanya untuk pabrik / industri besar, Pusat pengolahan air limbah dibuat agar limbah
yang dihasilkan menjadi lebih aman untuk dibuang dan tidak merusak lingkungan maupun
membahayakan makhluk hidup disekitar, termasuk kita, manusia.

Air limbah yang sudah diproses melalui sistem Pengolahan air limbah akan dapat
diuraikan oleh mikroorganisme di alam, selaras dengan proses pemurnian air secara
alami.

Hal ini menjadi kewajiban setiap pabrik dan perusahaan saat ini. Seperti yang kita
ketahui, kualitas air pada banyak kota industri di Indonesia dapat dikatakan sangat buruk.
Dibutuhkan Sistem Pengolahan air limbah untuk mengatasi masalah tersebut.

Masalah penting lainnya adalah ketersediaan dana yang dikeluarkan oleh perusahaan
untuk membangun sistem pengolahan air limbah sangat besar.

Termasuk biaya perawatan dan pengoperasian yang diperlukan setiap bulannya. Oleh
karena itu, dibutuhkan kecermatan dalam memilih teknologi dan proses yang paling
efektif. Sehingga pengolahan air limbah dapat berfungsi dengan lebih optimal. Hal ini
tidak hanya menghemat dana yang dikeluarkan, tetapi, hasil yang didapat juga jauh lebih
baik.

Teknologi pengolahan air limbah yang dipilih harus sesuai dengan limbah yang
dihasilkan oleh sebuah pabrik atau suatu kegiatan domestik. Karena itu, pemilihan
teknologi ini memerlukan penelitian dan pengumpulan data secara mendalam agara
benar-benar tepat sasaran.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


6 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Gambar 1. Tipikal rangkaian Pengolahan Air Limbah

2.1 Fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) (wastewater treatment plant, WWTP), adalah
sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari
air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktifitas yang lain.

Fungsi dari IPAL mencakup:

• Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu


pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
• Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan
limbah rumah tangga lainnya.
• Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari
aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga
aktivitas pertambangan.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


7 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang
mampu melakukan beragam fungsi.

Beberapa metode seperti biodegradasi diketahui tidak mampu menangani air limbah
secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Oleh karena itu pengolahan limbah menjadi suatu hal yang sangat penting dan
wajib untuk melindungi alam ini

2.2 Parameter Kualitas air limbah

Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang
digunakan.

Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu


parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik.

Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam
limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen
demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan
total petrolum hydrocarbons (TPH).

Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended
solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi.

Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik
atau inorganik.

2.3 Indikator Kualitas air limbah

Setiap bahan yang mampu dioksidasi yang ada di saluran air atau air limbah
industri akan dioksidasi secara biokimia oleh bakteria, atau secara kimiawi.
Akibatnya adalah kadar oksigen di dalam air akan berkurang.

Bahan yang mampu dioksidasi + bakteri + nutrisi + O2 → CO2 + H2O + Bahan


anorganik teroksidasi seperti O3- or SO4--

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


8 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Konsumsi oksigen oleh bahan kimia yang tereduksi seperti sulfida dan nitrit, adalah
sebagai berikut:

S-- + 2 O2 → SO4--
NO2- + ½ O2 → NO3-

Karena semua saluran air secara alami mengandung bakteri dan nutrisi, hampir
semua komponen sampah yang masuk akan mengalami reaksi biokimia seperti di
atas.

Reaksi biokimia tersebut adalah yang diteliti di laboratorium sebagai kebutuhan


oksigen biologis (BOD).

Berbagai bahan kimia juga mampu bereaksi akibat bahan oksidator kuat dan reaksi
kimia ini diukur di dalam laboratorium sebagai kebutuhan oksigen kimiawi (COD).

Baik uji BOD maupun COD adalah ukuran efek pengurangan kadar oksigen akibat
kontaminasi limbah / sampah. Keduanya diadopsi sebagai ukuran
efek polusi terhadap lingkungan, karena kadar oksigen yang berkurang
menyebabkan makhluk hidup yang biasa hidup di air, menjadi semakin sulit
ditemukan.

Indikator lainnya yang juga digunakan yang merupakan indikator yang terihat
sebagai hasil reaksi maupun kondisi awal air limbah seperti temperatur, pH, kadar
garam, kadar logam berat, kadar bahan padat terlarut, tingkat kejernihan air, bau,
dan sebagainya.

3. Pengolahan Secara Kimiawi

Pada pengolahan Tahap Pertama ( Primary Treatment ) , tujuan pengolahan yang


dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-partikel padat organik dan
anorganik melalui proses fisika, yakni sedimentasi dan flotasi.
Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan
minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease).

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


9 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Pengolahan Tahap Pertama ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama dengan
Pengolahan Pendahuluan (awal).
Perbedaan nya adalah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi adalah :
Netralisasi , Penambahan bahan Kimia ( Coagulant Aid ) , berikut Flokulasi dan
Coagulasi , umumnya diikuti dengan proses selanjutnya yakni : Flotasi, Sedimentasi
dan Filtrasi.

Pengolahan limbah secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan kimia


kedalam air limbah. Dalam hal ini yang sangat penting adalah menentukan jenis bahan-
bahan kimia yang diperlukan.

Dalam pengolahan limbah secara kimiawi, waktu dan area yang di perlukan jauh lebih
kecil dibandingkan pengolahan limbah secara fisik dan biologi. Air limbah yang
mengandung zat-zat kimia termasuk logam berat, sangat tepat bila pengolahan limbah
dilakukan secara kimiawi.

3.1 Netralisasi

Netralisasi adalah : penambahan bahan kimia berupa zat asam ataupun basa
terhadap air limbah yang bersifat asam maupun basa, sampai pH berkisar 7,0

Bahan Kimia yang diperlukan :

Asam : H SO , HCl, HNO dan Basa : Ca(OH) , NaOH


2 4 3 2

Proses netralisasi, proses ini diperlukan apabila kondisi limbah masih berada di luar
baku mutu limbah (pH 6-8), sebab limbah di luar kondisi tersebut dapat bersifat
racun atau korosif.
Netralisasi dilakukan dengan mencampur limbah yang bersifat asam dengan limbah
yang bersifat basa.
Pencampuran dilakukan dalam suatu bak equalisasi atau tangki netralisasi.

Netralisasi dengan bahan kimia dilakukan dengan menambahkan bahan yang


bersifat asam kuat atau basa kuat.
• Air limbah yang bersifat asam umumnya dinetralkan dengan larutan kapur
(Ca(OH)2), soda kostik (NaOH) atau natrium karbonat (Na2CO3).

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


10 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
• Air limbah yang bersifat basa dinetralkan dengan asam kuat seperti asam
sulfat (H2SO4), HCI atau dengan memasukkan gas CO2 melalui bagian
bawah tangki netralisasi.

3.2 Penambahan Bahan Kimia , Flokulasi dan Koagulasi

Kekeruhan dalam air limbah dapat dihilangkan melalui penambahan atau


pembubuhan sejenis bahan kimia yang disebut flokulan.
Pada umumnya menggunakan bahan: aluminium sulfat (tawas), fero sulfat, poli
amonium khlorida atau poli elektrolit organik yang dapat digunakan sebagai
flokulan.
Untuk menentukan dosis yang optimal, dipilih flokulan yang sesuai dan pada kondisi
pH tertentu yang akan digunakan dalam proses pengolahan air limbah. 7

Secara sederhana dapat dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakan test


yang merupakan model sederhana dari proses koagulasi.
Dalam pengolahan limbah cara ini, hal yang penting harus diketahui adalah jenis
dan jumlah polutan yang dihasilkan dari proses produksi.
Umumnya zat pencemar industri terdiri dari tiga jenis yaitu padatan terlarut, padatan
koloidal, dan padatan tersuspensi.

Flokulasi adalah proses penggabungan partikel-pertikel kecil menjadi partikel besar


dengan memanfaatkan tenaga hidrodinamik.
Umumnya jenis alat flokulasi yang digunakan adalah rotating paddles.
Partikel-partikel secara berttahap akan bergabung melaui proses flokulasi perikinetik
, namun proses ini terjadi sangat lambat.
Proses dapat dipercepat dengan dengan memberikan kecepatan gradient yang
menghasilkan flokulan orthokinetik.
Dengan kata lain flokulasi Orthokinetik dapat meningkat dengan cara memberikan
kecepatan gradient pada cairan.
Partikel-partikel yang bergerak dengan kecepatan berbeda cenderung untuk
bergabung menjadi partikel yang lebih besar. Pada prakteknya kecepatan gradient
rata-rata adalah fungsi dari input tenaga pencampuran (mixing power).

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


11 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Terdapat 3 (tiga) tahapan penting yang diperlukan dalam proses flokulasi-
koagulasi yaitu : tahap pembentukan inti endapan, tahap flokulasi, dan tahap
pemisahan flok dengan cairan.

a. Tahap Pembentukan Inti Endapan


Pada tahap ini diperlukan zat koagulan yang berfungsi untuk penggabungan
antara koagulan dengan polutan yang ada dalam air limbah. Agar
penggabungan dapat berlangsung diperlukan pengadukan dan pengaturan pH
limbah. Pengadukan dilakukan pada kecepatan 60-100 rpm selama 1-3 menit;
pengaturan pH tergantug dari jenis koagunlan yang digunakan, misalnya untuk:
Alum pH 6- 8, Fero Sulfat pH 8-11, Feri Sulfat pH 5-9, dan PAC pH 6-9,3.

b. Tahap Flokulasi
Pada tahap ini terjadi penggabungan inti inti endapan sehingga menjadi molekul
yang lebih besar, pada tahap ini dilakukan pengadukan lambat dengan
kecepatan 40-50 rpm selama 15-30 menit.
Untuk mempercepat terbentuknya flok dapat ditambahkan flokulan misalnya
polielektrolit. Polielektrolit digunakan secara luas, baik untuk pengolahan air
proses maupun untuk pengolahan air limbah industri.
Polielektrolit dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu nonionik, kationik dan anionik;
biasanya bersifat larut air. Sifat yang menguntungkan dari penggunaan
polielektrolit adalah : volume lumpur yang terbentuk relatif lebih kecil,
mempunyai kemampuan untuk menghilangkan warna, dan efisien untuk proses
pemisahan air dari lumpur ( dewatering)

c. Tahap Pemisahan Flok dengan Cairan Flok


Tahap Pemisahan Flok dengan Cairan Flok yang terbentuk selanjutnya harus
dipisahkan dengan cairannya, yaitu dengan cara pengendapan atau
[Link] flok yang terbentuk dipisahkan dengan cara pengendapan,
maka dapat digunakan alat klarifier, sedangkan bila flok yang terjadi diapungkan
dengan menggunakan gelembung udara, maka flok dapat diambil dengan
menggunakan [Link] berfungsi sebagai tempat pemisahan flok dari
cairannya.
Dalam klarifier diharapkan lumpur benar- benar dapat diendapkan sehingga
tidak terbawa oleh aliran air limbah yang keluar dari klarifier, untuk itu diperlukan
perencanaan pembuatan klarifier yang akurat.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


12 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Kedalaman klarifier dipengaruhi oleh diameter klarifier yang
[Link] klarifier dengan diameter lebih kecil dari 12m, diperlukan
kedalaman air dalam klarifirer minimal sebesar 3,0 m.

Gambar 2. Bak Koagulasi dan Flokulasi

Chemical addition and coagulation ini merupakan proses yang digunakan untuk
memisahkan padatan tersuspensi dari cairan jika kecepatan pengendapan secara
alami padatan tersebut lambat atau tidak efisien.

Koagulasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air


limbah. Koagulan yang sering digunakan adalah tawas (Al2(SO4)3).18H20; FeC13;
FeSO4.7H20; Garam Besi, dan polimer untuk merubah muatan ion, dan lain-lain.
Mengikat dan menyisihkan senyawa organik dan anorganik serta partikel – partikel
koloid berukuran halus.

Penambahan bahan koagulan dengan disertai pengadukan cepat dapat dilanjutkan


dengan mekanisme pengadukan lambat (flokulasi) agar terbentuk gumpalan yang
besar.

Hasil koagulasi – flokulasi dipisahkan dengan proses pengendapan dan atau filtrasi .

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


13 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
3.3 Flotasi ( pengapungan )

Flotasi (pengapungan) merupakan suatu unit operasi yang dipergunakan untuk


pemisahan padatan tersuspensi, cairan (minyak dan lemak) dalam fase cair (air
atau air limbah). Peristiwa flotasi didasarkan atas adanya gelembung gas, biasanya
menggunakan udara yang diinjeksikan kedalam air limbah.

Dalam pengolahan air limbah, flotasi dipergunakan untuk penyisihan padatan


tersuspensi, minyak, lemak, flok pada proses pengolahan air limbah secara kimia,
dan lumpur (mikroba) pada proses biologi.

Keuntungan mendasar flotasi dibanding dengan sedimentasi dalam hal pemisahan


padatan tersuspensi yaitu flotasi dapat memisahkan padatan tersupensi yang
sangat kecil, ringan, dan sulit mengendap dalam waktu relatif cepat. Pada proses
flotasi, udara diinjeksikan ke dalam tangki sehingga terbentuk gelembung yang
berfungsi untuk mengapungkan padatan sehingga mudah dipisahkan. Dengan
adanya gaya dorong dari gelembung tersebut, padatan yang berat jenisnya lebih
tinggi dari air akan terdorong ke permukaan. Demikian pula halnya dengan padatan
yang berat jenisnya lebih rendah dari air. Hal ini merupakan keunggulan teknik
flotasi dibanding pengendapan karena dengan flotasi partikel yang ringan dapat
disisihkan dalam waktu yang bersamaan.

Metode ini efektif digunakan untuk menyingkirkan polutan berupa minyak atau
lemak, dan banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung,
agar tidak menggangu proses pengolahan berikunya.

Proses pengapungan dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat


menghasilkan gelembung- gelembung udara berukuran kecil (± 30 – 120 mikron).
Gelembung udara tersebut akan membawa partikel –partikel minyak dan lemak ke
permukaan air limbah sehingga kemudian dapat disingkirkan.

Flotasi juga dapat digunakan sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi


(clarification) atau pemekatan lumpur endapan (sludge thickening) dengan
memberikan aliran udara ke atas (air flotation).

Selanjutnya penjabaran tentang Flotasi juga akan dibahas pada Modul 3 .

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


14 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
j
Gambar 3. Skhematis Rangkaian Pengolahan Air Limbah Cair

4. Dampak terhadap Kesehatan

Sesuai dengan zat-zat yang terkandung didalam air limbah, maka air limbah yang tidak
diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat
dan lingkungan hidup antara lain:

• Menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama kolera,


typhus abdominalis, disentri basiler.
• Menjadi media berkembang-biak mikroorganisme patogen.
• Menjadi tempat-tempat berkembangbiak nyamuk atau tempat hidup larva
nyamuk.
• Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.
• Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan lingkungan hidup
lainnya.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


15 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
• Mengurangi produktivitas manusia karena orang bekerja dengan tindak
nyaman dan sebagainya.

Untuk mencegah atau mengurangi akibat-akibat buruk tersebut di atas diperlukan kondisi,
persyaratan, dan upaya-upaya sedemikian rupa sehingga air limbah tersebut:

• Tidak mengkontaminasi sumber air minum.


• Tidak mengakibatkan pencemaran permukaan tanah.
• Tidak menyebabkan pencemaran air untuk mandi, perikanan, air sungai, atau
tempat-tempat rekreasi.
• Tidak dapat dihinggapi serangga dan tikus dan tidak menjadi tempat
berkembangbiaknya berbagai bibit penyakit dan vektor.
• Tidak terbuka kena udara luar (jika tidak diolah) serta tidak dapat dicapai oleh
anak-anak.
• Baunya tidak mengganggu.

Gambar 4. Dampak polusi air/air limbah terhadap kesehatan manusia

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


16 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]
Daftar Pustaka

1. Metcalf & Eddy, (2003): Wastewater Engineering – Treatment, Disposal,


Reuse, [Link]-Hill, New 2003, 

2. Reynold, Tom & Paul A. Richards.”Unit Operation and Processes in
nd
Environmental engineering”, 2 ed, PWS, Boston 1996. 

3. Eckenfelder, Jr 1997 : ” Industrial Pollution Control”Mc Graw Hill. 

4. Duncan Mara. Pengolahan Air Limbah di Daerah Beriklim Panas. ELBS and
John Wiley & Sons, 1978
5. Fair, Geyer, Okun, “ Water and wastewater Engineering “ John Willey and
Sons, New York.
6. Howard S peavy, Donald R Powe, George T, “ Environmental Engineering “Mc
Graw Hill, Inc.

2022 Teknik Pengolahan Air dan Air Limbah


17 Ir. Indrarini Tenrisau . Dipl SE
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
[Link]

Anda mungkin juga menyukai