100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
57 tayangan19 halaman

Program Literasi Sekolah Dasar 2022-2023

Program Literasi Sekolah Dasar menjelaskan tujuan dan target literasi sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang literat di sekolah dasar dimana seluruh warganya dapat belajar dengan menyenangkan dan saling peduli, serta mampu berkomunikasi dan berkontribusi kepada lingkungan. Kecakapan literasi yang dikembangkan meliputi kemampuan berbahasa reseptif dan aktif seperti membaca, menyimak, berbicara, dan menul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
57 tayangan19 halaman

Program Literasi Sekolah Dasar 2022-2023

Program Literasi Sekolah Dasar menjelaskan tujuan dan target literasi sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang literat di sekolah dasar dimana seluruh warganya dapat belajar dengan menyenangkan dan saling peduli, serta mampu berkomunikasi dan berkontribusi kepada lingkungan. Kecakapan literasi yang dikembangkan meliputi kemampuan berbahasa reseptif dan aktif seperti membaca, menyimak, berbicara, dan menul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

........................

PROGRAM

SEKOLAH DASAR NEGERI KOPO 01


CISARUA – BOGOR
TAHUN PELAJARAN 2022 - 2023

Nina L. Suryani, [Link]


DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar ................................................................................. 1

2. Latar Belakang ................................................................................ 2

3. Pengertian Literasi Sekolah ............................................................. 3

4. Tujuan dan Target Literasi Sekolah ................................................... 4

5. Kecakapan Literasi di Sekolah Dasar ................................................... 7

6. Contoh - Contoh Berkarya Melalui Literasi ......................................... 8

7. Pembudayaan Litersi Kelas VI ( Enam ) – B SD Negeri Kopo 01


dan contoh format pelaksanaan program literasi SD Negeri Kopo 01
tahun pelajaran 2019 – 2020 ............................................................. 11

8. Referensi ............................................................................................ 12
KATA PENGANTAR.....................................

Gerakan Literasi Sekolah yang digagas dan dikembangkan Direktorat


Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan kepedulian atas
rendahnya kompetensi peserta didik Indonesia dalam bidang matematika,
sains, dan membaca. Data penelitian dalam Progress International Reading
Literacy Study (PIRLS) tahun 2011 menunjukkan bahwa kemampuan siswa
Indonesia dalam memahami bacaan berada di bawah rata-rata internasional.
Melalui penguatan kompetensi literasi, terutama literasi dasar, peserta didik
diharapkan dapat memanfaatkan akses lebih luas pada pengetahuan agar
rendahnya peringkat kompetensi tersebut dapat diperbaiki...............................
Kompetensi literasi dasar (menyimak-berbicara, membaca-menulis,
berhitung, memperhitungkan, dan mengamati-menggambar) sudah
selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada
jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat meningkatkan
kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Selain itu,
peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak
bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada
kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks
(lisan, tulis, visual). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satunya, mengenai
kegiatan membaca buku nonpelajaran selama lima belas menit sebelum
waktu belajar dimulai. Kegiatan tersebut adalah upaya menumbuhkan
kecintaan membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang
menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi. Sebagai salah satu desain
induk penumbuhan budi pekerti, Gerakan Literasi Sekolah perlu melibatkan
para pemangku kepentingan secara terprogram dengan satu tujuan agar
peserta didik, terutama di tingkat pendidikan dasar, menjadi insan
berbudaya literasi. Untuk itu, perlu disusun Program Gerakan Literasi
Sekolah di Sekolah Dasar. Program ini merupakan langkah upaya awal
untuk menuju pelaksanaan kegiatan literasi yang terintegrasi dan efektif.

1
...............................................................LATAR BELAKANG
...........................................

Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat
dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan
memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi,
pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan hal tersebut.
Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca
peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi
untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for
Economic Cooperation and Development) dalam Programme for
International Student Assessment (PISA). PISA 2009 menunjukkan peserta
didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata
OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia
berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496)
(OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012.
Dari kedua hasil ini dapat dikatakan bahwa praktik pendidikan yang
dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai
organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan semua warganya
menjadi terampil membaca untuk mendukung mereka sebagai pembelajar
sepanjang hayat. Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS) yang
melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari
tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain
itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yakni orang tua peserta
didik, alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri juga menjadi komponen
penting dalam GLS. GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda
prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud,
khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan
adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia;
(6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional
sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa
Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh
kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat butir
Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal
pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif 2 Panduan
Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar dan berdaya saing, berkarakter,
serta nasionalis. Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu
panduan yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk
Gerakan Literasi Sekolah (2016). Buku Panduan GLS ini berisi penjelasan
pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni:
pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran beserta langkah-langkah
operasional pelaksanaan dan beberapa contoh praktis instrumen
penyertanya. Panduan ini ditujukan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga
kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di
SD.

2
...............................PENGERTIAN LITERASI SEKOLAH.....................................
..................

1. Pengertian Literasi Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah


kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara
cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat,
menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. ......................................................
2. Gerakan Literasi Sekolah GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan
secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan
publik. .....
..................................................

..........................TUJUAN DAN TARGET LITERASI SEKOLAH....................


.......................
....................
1. Tujuan Umum : Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik
melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah
yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah
agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
2. Tujuan Khusus: a. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
b. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan
sekolah agar literat.>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
c. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang
menyenangkan dan ramah anak agar warga
sekolah mampu mengelola pengetahuan............
d. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan
menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca.
[Link] Pencapaian .

Pelaksanaan GLS di SD : GLS di SD menciptakan ekosistem


pendidikan di SD yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat
adalah lingkungan yang :

1. menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan


semangat warganya dalam belajar.
2. semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai
sesama.
3. menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan.
4. memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat
berkontribusi kepada lingkungan sosialnya.
5. mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan
eksternal SD.
...................................................................................................
.........

3
4
5

6
4. Kecakapan Literasi di SD

Kegiatan literasi pada tahap pembelajaran meningkatkan kemampuan


berbahasa reseptif (membaca dan menyimak) dan aktif (berbicara dan
menulis) yang dijelaskan secara rinci dalam konteks dua kegiatan utama di
tahap ini, yaitu membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis
dijenjangkan agar peningkatan kecakapan di empat area berbahasa tersebut
(membaca, menyimak, berbicara, dan menulis) dapat dilakukan secara
terukur dan berkelanjutan. Jenjang kemampuan membaca dan menulis
dibagi dalam tiga tingkatan: awal, pemula, dan madya, yang merentang dari
SD kelas rendah ke kelas tinggi.

Contoh – contoh berkarya melalui literasi


7
8
9
10
PEMBUDAYAAN LITERASI...................................
Sekolah Dasar Negeri Kopo 01.............................
KELAS VI ( Enam ) – B.....................................
TAHUN PELAJARAN 2022 – 2023

KEGIATAN PEMBIASAAN RUTIN

Contoh Format Pelaksanaan Program Literasi

No Nama Judul Penerbit, Penulis Mata Keterangan


Buku tahun terbit Buku pelajaran
PROGRAM KHUSUS LITERASI 6-B

1. Menciptakan sudut baca di lingkungan kelas


a. Ruang dan Buku – Buku bacaan di dalam kelas
b. Majalah Dinding di dalam kelas
c. Pohon Literasi di dalam kelas

2. Menginventarisir buku – buku bacaan yang didonasikan oleh peserta didik


dan dicatat dalam form sbb :

Judul buku yang Nama Tanggal Keadaan buku


No didonasikan donatur kelas donasi buku Baik sedang rusak Ket.

3. Membuat kartu peminjaman dan pengembalian buku dari/ke rak sudut


baca dengan format sbb :

Nama Judul buku Tanggal Keadaan Paraf Tanggal Keadaan buku


No peminjam yang peminjamam buku yang peminjam pengembalian yang
dipinjam dipinjam dikembalikan
4. Menginventarisir karya dan kegiatan peserta didik
dalam bentuk bundle seperti :
a. Kumpulan Fota Dokumentasi Kegiatan Kerajianan Tangan Peserta Didik
b. Kumpulan Puisi karya peserta didik
c. Kumpulan cerita pendek karya peserta didik
d. Kumpulan gambar karya peserta didik
e. Kumpulan cerita bergambar karya peserta didik
f. Kumpulan kliping karya peserta didik
dan lain – lain .

Mengetahui, Cisarua, 20 Juni 2022


Kepala SDN Kopo 01 Pendidik Kelas VI-B

Papat, [Link] Nina Lilih Suryani, [Link]


NIP.196812091992032006 NIP . 197505072014052001
11

REFERENSI

1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2013


tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/
Kota.

2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2015


tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

3. Panduan Gerakan Literasi Sekolah Dasar


Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun
2016
12

Anda mungkin juga menyukai