7.5.
GLASIR DAN PIGMEN
Glasir (glase) dalam keramik adalah lapisan tipis berbentuk gelas yang
melekat pada badan keramik. Tujuan pemberian glasir dalah :
Untuk memberi ketahanan air pada keramik. Untuk memberi keindahan
pada badan keramik. Keramik mudah dibersihkan.
Glasir dapat berbentuk cerah/bening, buram putih atau pudar, berwarna,
permukaannya rata/halus, kasar, berbintik, dll.
a. Glasir garam
Glasir yang terbuat dari garam dapur NaCl, dilakukan dengan cara
menaburkan garam ke dalam tungku pembakaran, maka garam ini pada
suhu tinggi akan terurai menjadi NaO. Karena adanya uap air maka akan
terbentuk NaOH dan HCl. NaOH ini akan bereaksi dengan silikat yang ada
pada badan keramik Aluminanya membentuk semacam gelas tipis di
seluruh permukaan keramik yang tersentuk oleh uap garam. Dengan
adanya lapisan glasir garam ini permukaan keramik terlihat mengkilap dan
lebih rapat air.
Badan keramik yang baik untuk diglasir dengan garam adalah yang banyak
mengandung silica bebas.
Warna keramik yang diglasir dengan garam umumnya coklat muda atau
tua tergantung dari warna keramiknya.
Biasanya dipakai untuk pembuatan pipa gress (sewer pipe), ubin tahan
asam, bata klinker, guci/botol keramik dan alat-alat laboratorium.
b. Glasir Kasar
Terbuat dari bahan-bahan yang tidak larut dalam air yang
dilekatkan/dilapiskan pada permukaan keramik kemudian dibakar sampai
lebur.
Bahan asalnya digiling sampai sangat halus kemudian dibuat suspensi,
dilapiskan pada badan keramik lalu dibakar.
Glasir ini titik lelehnya tinggi.
Bahan pelebur glasir terdiri dari : feldspar, oksida timbale atau kapur.
c. Glasir Frit
Glasir frit adalah glasir yang sebelum dipakai dilebur dulu. Hasil
peleburannya langsung dimasukkan air sehingga berbentuk pasir gelas
kemudian digiling halus.
Glasir ini paling banyak dipakai pada industri keramik karena mudah
dipakai dan dapat digunakan untuk keramik dengan bakaran suhu rendah.
Bahan- Bahan Pembuat Glasir
a. Silika
Merupakan bahan utama pembuat glasir. Silika banyak terdapat pada batu
api (plint) yang digiling halus.
b. Oksida bor (B 2O3)
Dapat menghasilkan glasir yang lebur pada suhu rendah dan pemuaian
kecil. Bila terlalu banyak pemakaiannya akan menyebabkan rendahnya
ketahanan glasir terhadap asam dan air.
c. Alumina (Al2O3)
Memiliki sifat basa atau asam. Alumina digunakan untuk membuat glasir
tahan api dan menaikkan titik lebur glasir. Untuk glasir suhu rendah,
alumina yang dipakai berasal dari feldspar. Untuk glasir suhu tinggi,
alumina yang dipakai menggunakan kaolin.
d. Kapur atau magnesia.
CaO atau MgO dipakai sebagai pelebur (fluk) untuk glasir yang suhunya
tinggi.
e. Oksida timbal (PbO)
Merupakan bahan pelebur yang paling banyak dipakai dalam glasir karena
dapat bereaksi dengan silica dengan baik dan merendahkan suhu leburnya.
Oksida ini berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu dalam pemakaiannya
melalui proses frit.
f. Na2O dan K2O
Unsur ini banyak terdapat pada feldspar. Biasanya digunakan sebagai
pelebur (fluk) dan digunakan untuk membuat glasir suhu rendah. Sebaiknya
pemakaiannya berbentuk glasir frit.
Pewarna Keramik (Pigmen)
Jenis pewarna keramik ada 2 jenis yaitu : dipakai di bawah glasir
(underglaze colors) dan dipakai di atas glasir (overglaze colors).
Underglaze colors terbuat dari oksida berwarna dicampur dengan bahan
tahan api seperti kaolin dan alumina. Bersifat memiliki titik leleh yang lebih
tinggi dibandingkan dengan titik leleh glasir.
Overglaze colors terbuat dari oksida berwarna dicampur pelebur (fluk) lalu
dibuat frit dan digiling halus. Memiliki sifat tidak leleh pada suhu rendah
yang tidak meleburkan glasir di bawahnya.
Jenis-jenis oksida yang biasa dipakai untuk pigmen adalah : oksida besi,
oksida cobalt, oksida tembaga, oksida mangan, dll.
7.6. REFRAKTORI
Refraktori adalah bahan/produk keramik yang tahan lebur/deformasi pada
suhu tinggi. Produk ini tidak meleleh pada suhu ± 1515 °C. Biasanya
digunakan oleh industri lain yang bekerja pada suhu tinggi.
Jenis-jenis refraktori : a. Refraktori asam
Jenis refraktori ini paling banyak digunakan karena tahan terhadap terak
yang bersifat asam. Jenis-jenis produk refraktori asam meliputi :
Jenis tanah liat tahan api, berupa bata samot yang digunakan pada
industri-industri keramik/industri dengan proses suhu tinggi.
Jenis refraktori silica, berupa bata silica tahan api. Terbuat dari kuarsa yang
mengandung SiO 2 95 % dan CaO2 %. Umumnya digunakan untuk atap
tungku pada industri gelas.
Jenis bata alumina, yaitu bata yang memiliki kadar Al2O3 ± 50 %, titik lebur
1800°C, tahan terhadap pengaruh terak. Biasanya
terdiri dari : dolomite, chrome, chrome magnesit (kadar chromenya
dominant), magnesit chrome. Biasanya dikenal dengan nama bata tahan api
dolomite.
c. Refraktori netral
Jenis refraktori/bata tahan api yang tahan terhadap terak asam atau basa.
Diproduksi dalam jumlah kecil karena mahal dan sulit pembuatannya.
Bahan dasarnya berupa grafit, silicon karbit dan alumina murni. Biasanya
digunakan untuk peleburan logam non ferro, dimana suhu peleburannya
tidak terlalu tinggi.
RANGKUMAN :
Bahan baku keramik adalah tanah liat (lempung), yang terdapat dalam
bentuk
batuan adalah feldspar, kwarsa dan batu kapur.
Proses pembuatan keramik terdiri dari : penyiapan bahan mentah,
pembentukan produk keramik, pengeringan, pembakaran dan finishing.
Jenis-jenis produk keramik kasar yaitu bata merah biasa, bata berlubang,
bata merah pelapis, bata klinker, ubin tahan asam, genteng keramik,
bata berongga dan bata berglasir.
Jenis-jenis produk keramik halus yaitu produk viterous dan semi viterous.
Contohnya adalah alat-alat sanitair.
Glasir adalah lapisan tipis berbentuk gelas yang melekat pada badan
keramik. Tujuan pemberian glasir adalah untuk memberi ketahanan air
pada keramik, memberi keindahan pada badan keramik dan keramik
mudah dibersihkan. Ada 3 jenis glasir, yaitu : glasir garam, glasir
kasar/glasir tanah dan glasir frit.
Refraktori adalah bahan/produk keramik yang tahan lebur/deformasi pada
suhu tinggi. Produk ini tidak meleleh pada suhu ± 1515 °C.
Biasanya digunakan oleh industri lain yang bekerja pada suhu tinggi. Jenis-
jenis refraktori adalah refraktori asam, basa dan netral. Contoh produk
refraktori :