RUMKITAL Dr.
OEPOMO
TIM PPI
NOTA DINAS
Nomor : ND / / VIII / 2022
Kepada : Yth. Karumkital Dr. Oepomo
Dari : Ketua Tim PPI Rumkital Dr. Oepomo
Perihal : In House Training CSSD
1. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, ketrampilan , pelayanan mutu
terhadap pasien, dan untuk menurunkan angka resiko infeksi (HAIs) di Rumkital
[Link].
2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, mohon dapatnya diadakan kegiatan In
House Training Sterilisasi dan Dekontaminasi sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
3. Demikian terima kasih atas perhatiannya.
Surabaya, 24 Agustus 2022
Ketua Tim PPI Rumkital Dr. Oepomo,
dr. Surya YalaYuniarti
Penata III/c NIP.198306212015032001
RUMKITAL [Link]
TIM PPI
TOR IN HOUSE TRAINING STERILISASI
RUMKITAL [Link]
TIM PPI
2022
I. PENDAHULUAN
Sterilisasi merupakan proses penghilangan semua jenis organisme hidup,
dalam hal ini adalah mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, dan
virus) yang terdapat dalam suatu benda.
Proses ini melibatkan aplikasi biocidal agent atau proses fisik untuk membunuh
atau menghilangkan mikroorganisme. Sterilisasi ini bertujuan untuk menjamin
sterilitas produk maupun karakteristik kualitas sediaannya, termasuk kestabilan
yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan.
Agen kimia untuk sterilisasi disebut sterilant. Proses sterilisasi merupakan hal
yang paling utama dalam menentukan kesterilan dari sediaan akhir yang nantinya
akan dibuat. Sehingga, perlu dilakukan metode sterilisasi yang tepat dan sesuai
dengan sifat masing-masing bahan, alat serta wadah yang akan digunakan.
Salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan rumah sakit yang merupakan
institusi penyedia pelayanan kesehatan adalah rendahnya angka infeksi HAIs di
rumah sakit. .
Dalam upaya mencapai keberhasilan tersebut maka perlu dilakukan pengendalian
infeksi di rumah sakit. Pusat sterilisasi merupakan salah satu mata rantai yang
penting untuk pengendalian infeksi dan berperan dalam upaya menekan kejadian
infeksi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sterilisasi, pusat sterilisasi sangat
bergantung pada unit penunjang lain seperti unsur pelayanan medik, unsur
penunjang medik maupun instalasi antara lain perlengkapan, rumah tangga,
pemeliharaan sarana rumah sakit, sanitasi dan lain-lain. Jika terjadi hambatan
pada salah satu sub unit di atas maka pada akhirnya akan mengganggu proses
dan hasil sterilisasi
Jika dilihat berdasarkan volume alat dan bahan yang harus disterilisasikan di
rumah sakit demikian besar, maka rumah sakit dianjurkan untuk memiliki suatu
instalasi pusat sterilisasi tersendiri dan mandiri, yang merupakan salah satu
instalasi yang berada dibawah dan tanggung jawab langsung Karumkit atau
Kabag rumah sakit.
Pusat Sterilisasi bertugas untuk memberikan pelayanan terhadap semua
kebutuhan kondisi steril atau bebas dari semua mikroorganisme (termasuk
endospora) secara tepat dan cepat, untuk melaksanakan tugas sterilisasi alat atau
bahan secara profesional, diperlukan pengetahuan atau keterampilan tertentu oleh
perawat, apoteker ataupun tenaga non medik yang berpengalaman di bidang
sterilisasi.
II. LATAR BELAKANG
Sterilisasi adalah proses pengolahan alat atau bahan yang bertujuan untuk
menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba termasuk endospora dan dapat
dilakukan dengan proses kimia atau fisika.
Rumah sakit sebagai institusi penyedia pelayanan kesehatan berupaya untuk
mencegah resiko terjadinya infeksi bagi pasien dan petugas rumah sakit. Salah
satu indikator keberhasilan dalam pelayanan rumah sakit adalah rendahnya
angka infesi HaIs di rumah sakit,.
KegiatanSterilisasi merupakan salah satu mata rantai yang penting untuk
pencegahan infeksi.
Kegiatan Sterilisasi dapat dilakukan di masing – masing unit rumah sakit ataupun
disuatu pusat unit sterilisasi. Dimanapun kegiatan sterilisasi dilakukan di rumah
sakit, yang terpenting adalah kegiatan sterilisasi dilakukan menurut metoda yang
telah sesuai standar yang ditetapkan. Dengan hasil sterilisasi yang selalu
terkontrol .
Untuk mencegah infeksi HAis yang terus meningkat maka perlu dilakukan
kegiatan Pencegahan dan pengendalian Infeksi di Rumah sakit. Salah satu
elemen kegiatan PPI adalah Sterilisasi
III. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Sebagai pedoman bagi petugas medis Rumah Sakit [Link] untuk
melakukan pelayanan sterilisasi.
b. Tujuan Khusus
1. Sebagai pedoman pelaksanaan Steriliasi di Rumah Sakit
2. Agar Pelaksanaan Sterilisasi sesuai dengan kritertia yang ditetapkan RS
3. Menghindari terjadinya komplikasi yang disebabkan kesalahan sterilisas
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Menetapkan SDM yang berkompeten untuk sterilisasi.
Dalam program peningkatan mutu pelayanan khususnya untuk peningkatan mutu
dalam sterilisasi rumah sakit, maka perlu menetapkan SDM yang berkompeten
dalam bidang sterilisasi alat. Kualifikasi untuk SDM minimal D3, mimiliki
kompetensi dalam bidang sterilisasi alat atau sudah memiliki pengalaman di ruang
bedah
2. Melengkapi sarana dan prasarana di instalasi CSSD.
Demi untuk mendukung terlaksananya program sterilisasi maka perlu
kelengkapan fasilitas seperti lemari penyimpanan alat yang sudah steril, AC dalam
. ruangan sterilisasi, paraffin dan kertas pasir untuk membersihkan alat-alat bedah
yang sudah berkarat, menyediakan kain pembungkus untuk alat-alat yang akan
disterilkan, kertas 3M untuk penanda alat yang sudah steril
3. Melengkapi alat-alat set untuk tindakan kedokteran dan instrument bedah.
Untuk memaksimalkan dan melancarkan kegiatan sterilisasi di sentaralisasi
Alat CSSD maka perlu adanya kelengkapan set alat-alat untuk tindakan
kedokteran baik penggantian alat yang berkarat maupun penambahan alat set
bedah.
V. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN.
1. Sosialisasi materi tentang :
a Kebijakan DEPKES tentang CSSD
b. Peran Dan Fungsi CSSD
c. Pengendalian Infeksi
d. Teknik Aseptis Dan Pencegahan Infeksi.
e Dekontaminasi Dan Desinfeksi.
f. Metode Sterilisasi.
g. Teknik Pengemasan.
h. Monitoring.
i. Penyimpanan Dan Distribusi Alat Dan Bahan Steril.
2. Praktek Dekontaminasi dan Sterilisasi
VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2022.
VII. ANGGARAN.
Kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan IHT CSSD sbb:
No. Rincian anggaran Total
1. Jasa Nara sumber 2 (dua) orang @Rp.300.000,- Rp. 600.000,-
2. Snack dan minum Nara sumber 2 (dua) org @Rp.25.000 Rp. 50.000,-
3. Snack peserta @Rp. 10.000 x 15 org Rp. 150.000,-
4. Pembelian ATK Rp. 200.000,-
5. Pembelian bahan praktek ( alkazid, first aid, dll) Rp. 300.000,-
Total Rp. 1.300.000,-
VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN & PELAPORAN
Evaluasi/monitoring pelaksanaan kegiatan dilaksanakan Oleh Tim PPI meliputi
penilaian sejauh mana petugas memahami dan melaksanakan SPO unit
sterilisasi, serta masalah yang timbul pada pelaksanaan SPO.
Metode dalam melaksanakan evaluasi adalah observasi dilapangan dan
pengawasan terhadap petugas pelaksana sterilisasi.
IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Evaluasi kegiatan dilakukan setiap 3 bulan dengan menyusun laporan hasil
kegiatan, dan dilaporkan kepada Karumkit disertai rekomendasi/ tindak lanjut.
X. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini disusun dengan harapan kegiatan dapat terlaksana
sesuai rencana, dan memberikan dampak positif yang menunjang kualitas
pelayanan Rumah Sakit [Link].
Surabaya, 24 Juni 2019
Ketua TIM PPI
dr. Surya Yala Yuniarti
Penata III/c NIP. 198306212015032001
RUMKITAL [Link]
TIM PPI
LAPORAN KEGIATAN
IN HOUSE TRAINING CSSD
RUMKITAL [Link]
TIM PPI
2022
A. PENDAHULUAN
Rumkital [Link] sebagai Rumah Sakit klas D saat ini sedang
berusaha untuk meningkatkan mutu pelayanan termasuk di dalamnya adalah
keamanan dan keselamatan kerja serta keselamatan pasien. Berbagai upaya
telah dan akan dilaksanakan termasuk di antaranya peningkatan mutu
pengetahuan dan ketrampilan dalam sterilisasi dan dekontaminasi.
Karena salah satu penyebab terjadinya infeksi dapat melalui alat atau bahan
bahan yg terkontaminasi dengan bakteri atau spora.
B. LATAR BELAKANG DAN MASALAH
Petugas pelayanan kesehatan setiap hari dihadapkan kepada tugas
yang berat untuk bekerja dengan aman dalam lingkungan yang
membahayakan. Kini, resiko pekerjaan yang umum dihadapi oleh petugas
pelayanan kesehatan adalah kontak dengan darah dan tubuh sewaktu
memberikan pelayanan terhadap pasien. Pemaparan terhadap pathogen ini
meningkatkan resiko mereka terhadap infeksi yang serius dan kemungkinan
kematian, karena resiko yang tinggi ini, panduan dan praktik perlindungan
infeksi yang lebih baik diperlukan untuk melindungi staf yang bekerja di area ini.
Lagipula, anggota staf yang tahu cara melindungi diri mereka dari pemaparan
darah dan cairan tubuh dan secara konsisten menggunakan tindakan –
tindakan ini akan membantu melindungi pasiennya juga.
Rumah sakit sebagai institusi penyedia pelayanan kesehatan berupaya
untuk mencegah resiko terjadinya infeksi bagi pasien dan petugas rumah sakit.
Salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan rumah sakit adalah
rendahnya angka infeksi HaIs di rumah sakit,.
KegiatanSterilisasi merupakan salah satu mata rantai yang penting untuk
pencegahan infeksi, Kegiatan Sterilisasi yang dilaksanakan di rumah sakit
ataupun disuatu pusat unit sterilisasi. Dimanapun kegiatan sterilisasi dilakukan
di rumah sakit, yang terpenting adalah kegiatan sterilisasi dilakukan menurut
metoda yang telah sesuai standar yang ditetapkan. Dengan hasil sterilisasi
yang selalu terkontrol.
C. DASAR
1. Peningkatan Mutu pelayanan pasien Rumkital [Link]
2. Peningkatan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi HaIs Di Rumkital
[Link].
3. Peningkatan pengetahuan kemampuan dan ketrampilan tentang sterilisasi .
4. Program kerja Tim PPI Rumkital [Link]
D. MAKSUD DAN TUJUAN
Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali petugas rumah sakit
dengan ilmu dan ketrampilan tentang pentingnya Sterilisasi dan Dekontaminasi
yang baik dan benar untuk mencegah infeksi dengan tujuan agar mempunyai
kemampuan untuk melindungi diri dan pasien terhadap infeksi yang ada dirumah
sakit.
E. SASARAN
Sasaran utama dari kegiatan ini adalah petugas CSSD Rumkital [Link]
F. HASIL PELAKSANAAN
Kegiatan IHT CSSD terlaksana pada :
Hari / Tanggal : Selasa, 30 Agustus 2022
Pukul : 09.00 – 11.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Rumkital [Link].
Peserta : 15 Orang
G. PENUTUP
Demikian laporan kegiatan ini dibuat untuk menjadi acuan kegiatan yang akan
datang
Surabaya, 05 Juli 2019
Ketua TIM PPI
dr. Surya Yala Yuniarti
Penata III/c NIP. 198306212015032001