Project Based Learning
by sereliciouz Oktober 29, 2021
Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat
dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, ya. Guru selalu berupaya menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya. Salah satu caranya adalah
dengan menjadikan peserta didik sebagai pusat kegiatan untuk menghasilkan suatu
produk di akhir pembelajaran. Pembelajaran semacam ini disebut sebagai project
based learning. Jika Bapak/Ibu penasaran, inilah ulasan selengkapnya.
Daftar Isi Sembunyikan
Pengertian Project Based Learning
Pengertian Project Based Learning Menurut Para Ahli
Tujuan Project Based Learning
Sintak Model Pembelajaran
Contoh Project Based Learning
Kelebihan dan Kekurangan
Perbedaan Project Based Learning dan Problem Based Learning
Pengertian Project Based Learning
Project based learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menjadikan peserta
didik sebagai subjek atau pusat pembelajaran, menitikberatkan proses belajar yang
memiliki hasil akhir berupa produk. Artinya, peserta didik diberi kebebasan untuk
menentukan aktivitas belajarnya sendiri, mengerjakan proyek pembelajaran secara
kolaboratif sampai diperoleh hasil berupa suatu produk. Itulah mengapa kesuksesan
pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh keaktifan peserta didik.
Pengertian Project Based Learning Menurut Para Ahli
Para ahli boleh saja memiliki penafsiran arti yang berbeda-beda, namun inti
dasarnya tetap sama. Project based learning adalah model pembelajaran berupa
tugas nyata seperti kerja proyek, berkelompok, dan mendalam untuk mendapatkan
pengalaman belajar yang bermakna.
Adapun pengertian project based learning menurut para ahli adalah sebagai berikut.
1. Menurut Goodman dan Stivers, yaitu pendekatan pengajaran yang dibangun
di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan
bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk
dipecahkan secara berkelompok.
2. Menurut Made Wena, yaitu model pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada pendidik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan
melibatkan kerja proyek.
3. Menurut Grant, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik.
4. Menurut Afriana, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
dan memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik.
5. Menurut Fathurrohman, yaitu model pembelajaran yang menggunakan proyek
atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Tujuan Project Based Learning
Dengan diterapkannya suatu model pembelajaran tentu mengandung tujuan yang
hendak dicapai. Adapun tujuan project based learning adalah sebagai berikut.
1. Melatih sikap proaktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah.
2. Mengasah kemampuan peserta didik dalam menguraikan suatu
permasalahan di kelas.
3. Meningkatkan keaktifan peserta didik di kelas dalam menyelesaikan
permasalahan yang kompleks sampai diperoleh hasil nyata.
4. Mengasah keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan alat dan bahan di
kelas guna menunjang aktivitas belajarnya.
5. Melatih sifat kolaboratif peserta didik.
Sintak Model Pembelajaran
Sintak pembelajaran merupakan tahapan atau fase yang harus dikerjakan pada
pembelajaran. Dengan adanya sintak, alur kegiatan pembelajaran menjadi jelas dan
terstruktur. Adapun sintak model pembelajaran project based learning adalah
sebagai berikut.
1. Menentukan pertanyaan mendasar
Sebelum masuk ke materi, guru harus memberikan pertanyaan mendasar terkait
materi yang akan dipelajari. Pertanyaan tersebut bisa dikemas dalam studi kasus di
dunia nyata dilanjutkan dengan penelusuran lebih mendalam.
2. Menyusun desain perencanaan proyek
Penyusunan desain proyek bersifat kolaboratif. Artinya, kerja sama antara guru dan
peserta didik. Pada desain ini memuat sejumlah poin, misalnya aturan main,
aktivitas, dan presentasi.
3. Membuat jadwal aktivitas
Setelah guru dan peserta didik menyusun desain perencanaan proyek dilanjutkan
dengan membuat jadwal aktivitas. Adapun contoh jadwal aktivitasnya adalah
sebagai berikut.
Menentukan timeline pengerjaan
Menentukan deadline pengerjaan
Menentukan perencanaan baru untuk menyelesaikan proyek
Memberikan bimbingan bagi peserta didik yang menggunakan cara di luar
proyek.
4. Melakukan monitor pada perkembangan kinerja peserta didik
Selama peserta didik mengerjakan proyek yang ditugaskan, guru harus aktif
memonitor kegiatan mereka. Hal itu bertujuan untuk menjaga agar suasana belajar
tetap kondusif. Kegiatan monitor bisa dilakukan menggunakan alat perekam atau
rubrik.
5. Menguji hasil kinerja peserta didik
Tingkat pencapaian peserta didik dalam menyelesaikan proyek yang ditugasnya
akan diuji dan dinilai oleh guru. Penilaian ini diharapkan bisa memberikan umpan
balik bagi pemahaman peserta didik. Hasil kinerja juga bisa digunakan oleh guru
untuk menyusun strategi pada pembelajaran selanjutnya.
6. Mengevaluasi pengalaman
Evaluasi pengalaman berupa refleksi dari kegiatan yang sudah dijalankan. Pada
tahap ini guru bisa melakukan diskusi ringan dengan peserta didik terkait
pengalaman selama mengerjakan proyek.
Baca Juga: Cara Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning
Lengkap dengan Proyek!
Contoh Project Based Learning
Setelah memahami sintak di atas, perhatikan contoh project based learning berikut
ini.
Mata Pelajaran: IPA Kelas 9
Kompetensi Dasar
3.10 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia
4.10 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan
sekitar
Topik: Bioteknologi
Alokasi waktu: 45 hari atau 1,5 bulan
Penentuan pertanyaan mendasar
Peserta didik diberikan gambaran tentang bioteknologi dalam kehidupan, lalu
diminta menuliskan rasa ingin tahunya dalam bentuk pertanyaan. Contohnya,
“apakah kita bisa membuat tape?”
Menyusun desain perencanaan proyek
Guru bersama peserta didik mulai membuat rencana awal tentang upaya untuk
membuat tape sebagai produk bioteknologi konvensional. Untuk aturan main
pengerjaan proyek harus disusun secara kolaboratif antara peserta didik dan guru,
misalnya bahan yang digunakan, lamanya waktu pengerjaan, dan proyek dilakukan
individu atau berkelompok.
Membuat jadwal aktivitas
Jadwal disusun oleh peserta didik agar proyek tersebut bisa selesai tepat waktu.
Berikut ini contoh timeline pengerjaan project based learning yang bisa Bapak/Ibu
jadikan acuan.
Jadwal Rencana Aktivitas
1-3 November Bapak/Ibu mengirimkan tugas.
4-7 November Siswa memahami kerangka proyek dan memulai perencanaan.
8-10 November Sesi diskusi.
Siswa Mengerjakan Proyek. Misalnya:
11-18 November
Mempelajari peran bioteknologi dalam kehidupan beserta cara untuk mem
Mempelajari mekanisme fermentasi pada tape.
Studi literatur dari berbagai sumber, baik buku pelajaran, jurnal, website, d
19-21 November Bapak/Ibu mengawasi pelaksanaan proyek.
22-29 November Siswa masuk ke tahap penyelesaian proyek. Seperti:
Membuat tape berdasarkan panduan yang telah diperoleh.
Mencatat atau mendokumentasikan setiap proses yang dilakukan saat mem
Menguji tape yang dihasilkan dengan cara mencicipinya.
Membuat laporan hasil pembuatan tape.
Tahap pengumpulan proyek, seperti:
30 November
Membahas ulasannya secara umum pada guru.
Mempresentasikan hasil pembuatan tape.
Menyerahkan laporan hasil pembuatan tape.
1-12 Desember Bapak/Ibu melakukan penilaian.
13-15 Desember Bapak/Ibu meng-input nilai.
Kelebihan dan Kekurangan
Sama seperti model pembelajaran lainnya, model project based learning juga
memiliki kelebihan dan kekurangan.
Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
1. Bisa meningkatkan ketekunan peserta didik saat pembelajaran.
2. Suasana belajar menjadi lebih menyenangkan karena peserta didiknya aktif.
3. Keterampilan peserta didik dalam mengelola suatu proyek semakin terasah.
4. Meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik.
5. Melatih sifat kolaboratif di dalam kelas.
Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut.
1. Membutuhkan peralatan yang lebih kompleks, sehingga dibutuhkan tim
teaching.
2. Waktu yang dibutuhkan lebih lama, sehingga guru harus bisa mengondisikan
agar kelas tetap kondusif.
3. Perbedaan topik yang diberikan oleh guru bisa menimbulkan ketidakpahaman
peserta didik tentang keseluruhan topik.
4. Proyek akan terhambat jika peserta didiknya pasif dan kesulitan dalam
mengumpulkan data.
Perbedaan Project Based Learning dan Problem Based
Learning
Lantas, apa perbedaan project based learning dan problem based learning?
Bukankah keduanya sama-sama menjadikan peserta didik sebagai subjek
pembelajaran?
Dilansir dari situs web [Link], dalam project based learning siswa harus
menghasilkan sesuatu atau produk untuk menunjukkan hasil belajar mereka.
Sedangkan dalam problem based learning, siswa harus menyajikan solusi otentik
untuk masalah yang diberikan.
Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu.
Jika Bapak/Ibu sedang mencari informasi seputar dunia guru lainnya,
silahkan update Quipper Blog, ya. Tetap jaga kesehatan dengan menerapkan
protokol kesehatan 5M. Salam Quipper!
SHARE
LAINYA UNTUK ANDA
5 Tips Membuat Desain Media Pembelajaran Lebih Menarik...
Juni 7, 2022
9 Langkah Membuat Perencanaan Pembelajaran yang Efektif
Mei 13, 2022
Hybrid Learning – Pengertian, Manfaat, Langkah
Februari 5, 2022
Pembahasan Pembelajaran Inovatif Referensi untuk Pengajar
Januari 11, 2022
Negara dengan Pendidikan Terbaik
Januari 10, 2022
Psikologi Belajar – Pengertian, Ruang Lingkup, Jenis
Januari 4, 2022
Quipper adalah perusahaan teknologi pendidikan yang memiliki misi untuk membawa pendidikan terbaik ke
seluruh pelosok dunia dan berkomitmen untuk menjadi bagian ekosistem pendidikan di Indonesia
QUIPPER UNTUK SISWA
Quipper Video
Quipper Campus
Super Teacher
Masterclass
Paket Intensif
SBMPTN
QUIPPER UNTUK GURU
Quipper School for Teacher
Quipper School Premium
@2021 - All Right Reserved.
#JadiLebihSiap sekolah bareng Quipper, diskon hingga 69%!
Cek Paket