0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan12 halaman

Studi Kelayakan Proyek Bisnis 2023

Dokumen tersebut membahas tentang studi kelayakan proyek atau bisnis yang mencakup berbagai aspek seperti hukum, ekonomi, sosial budaya, pasar, teknis, dan manajemen/keuangan. Studi kelayakan digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek layak dilaksanakan atau ditunda atau dibatalkan.

Diunggah oleh

Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan12 halaman

Studi Kelayakan Proyek Bisnis 2023

Dokumen tersebut membahas tentang studi kelayakan proyek atau bisnis yang mencakup berbagai aspek seperti hukum, ekonomi, sosial budaya, pasar, teknis, dan manajemen/keuangan. Studi kelayakan digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek layak dilaksanakan atau ditunda atau dibatalkan.

Diunggah oleh

Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 3

KEPEMIMPINAN
MAKALAH
"
Studi Kelayakan Proyek atau Bisnis yang mencakup aspek-aspek ruang lingkup studi
kelayakan proyek"
Di kerjakan oleh :
NAMA
: DENUR M YUSRON ZAUHARUL FUAD
NIM
: 030673308
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas terbuka
Bandung
2019
Bab 1 pendahuluan.

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para
investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang
memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya
kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka
untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui
tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih
menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian,
pemerataan kesempatan kerja, dll.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka
diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi
tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan
atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam
studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang
atau aspek masing-masing seperti ekonomi, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi
dan lain sebagainya.

Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang
dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan
orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu
proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan
ekonomis.
Pengertian studi kelayakan proyek atau bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai
aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran,
aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu
semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk
mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan
bahkan ditidak dijalankan.

Bab 2 permasalahan.

1. Apa saja persiapan sebelum menjalankan studi kelayakan bisnis?


2. Bagaimana manfaat studi kelayakan bisnis bagi pihak investor?
3. Jelaskan tahapan-tahapan studi kelayakan bisnis?
4. Terbagi dalam beberapa aspek kah studi kelayakan bisnis?

Bab 3 pembahasan.

Faktor yang membuat studi kelayakan bisnis ini mengalami kesalahan diantaranya : data dan
informasi yang didapat kurang lengkap, tidak teliti, salah perhitungan, pelaksanaan pekerjaan
salah, kondisi lingkungan sekitar maupun unsur sengaja oleh pembuatnya. Beberapa
persiapan sebelum menjalankan studi kelayakan bisnis :

1. Pengumpulan data dan informasi.


2. Pengolahan data.
3. Analisis data.
4. Pengambilan keputusan.

Manfaat studi kelayakan bisnis :

1. Pihak investor.

Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan investor akan


mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, karena investor memiliki
kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan
ditanamkan.

2. Pihak kreditor.

Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan
mempertimbangkan bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimiliki.

3. Pihak manajemen.

Perusahaan sebagai leader manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis
untuk mengetahui dana yang dibutuhkan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri,
rencana pendanaan dari investor dan kreditor.

4. Pihak pemerintah dan masyarakat.

Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan


oleh pemerintah agar dapat diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.

5. Bagi tujuan pembangunan ekonomi.

Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang
ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena sedapat mungkin proyek dibuat
demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.

Tahapan studi kelayakan bisnis.

Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis ada beberapa tahapan studi yang hendaknya
dikerjakan, berikut beberapa tahapannya.:

1. Penemuan ide.

Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilkan produk laku untuk dijual dan
menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber
daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan :

* Ide proyek sesuai dengan kata hatinya.

* Pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis.
* Keyakinan akan kemampuan proyek menghasilakan laba. Misalnya beberapa ide proyek
yang lolos setelah dipilih adalah ide mengenai bisnis rental gaun pengantin, rental motor,
rental komputer.

2. Tahap penelitian.

Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode
ilmiah :

* Mengumpulkan data.

* Mengolah data.

* Menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data.

* Menyimpulkan hasil.

* Membuat laporan hasil.

Misalnya: berdasarkan contoh diatas telah ditentukan 3 macam ide proyek. Selanjutnya,
ketiga ide proyek dikaji melalui aspeknya secara cukup luas dan mendalam untuk
mendapatkan masukan untuk mengevaluasi ide-ide tersebut.

3. Tahap evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau
kriteria yang bersifat kuantitatif atau [Link] yang dibandingkan dalam
evaluasi bisnis adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis
serta manfaat atau benefit yang diperkirakan akan diperoleh. Ada 3 macam
evaluasi :

* Mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan.

* Mengevaluasi proyek yang akan dibangun.

* Mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin. Setelah dilakukan evaluasi
terhadap ketiga ide proyek diatas, misalnya, ternyata hanya dua ide proyek yang dianggap
fisibel, yaitu rental motor dan rental komputer.

Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan
oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4. Tahap pengurutan usulan yang layak.

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan
pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar
kriteria penilaian yang telah ditentukan. Dilakukan evaluasi terhadap kedua ide proyek,
ternyata pengambilan keputusan hanya mampu mengerjakan satu ide proyek, misalkan ide
proyek rental motor.

5. Tahap rencana pelaksanaan.

Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek.
Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan
dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen. Misalnya, setelah yang dipilih adalah
rencana bisnis rental motor, maka pelaksanaan untuk membangun proyek bisnis rental motor
serta rencana operasional rutinnya perlu disiapkan.

6. Tahap pelaksanaan.

Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai
dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar
selalu bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam
operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran,
produksi dan operasi.

Aspek-aspek studi kelayakan bisnis.

Proses analisis setiap aspek saling keterkaitan antara satu aspek dan aspek lainnya sehingga
hasil analisis aspek-aspek tersebut menjadi terintegrasi. Sebagai misal, ketika seorang peneliti
tengah menganalisis aspek keuangan, hendaknya dia memanfaatkan hasil analisis aspek-
aspek lain, walaupun tetap dimungkinkan mencari data yang dibutuhkan sesuai dengan
kebutahannya langsung dari lapangan.

1. Aspek pasar.
Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa
adanya permintaan atas barang/ jasa yang dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis
aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan
permintaan, dan market-share dari produk bersangkutan. Pembahasan aspek-aspek studi
kelayakan diawali dengan aspek pasar dan pemasaran.

2. Aspek internal perusahaan.

Didalam aspek internal perusahaan terbagi atas beberapa aspek :

Aspek pemasaran.

Kegiatan perusahan yang bertujuan menjual barang atau jasa yang di produksi perusahaan
kepasar. Oleh karena itu, aspek ini bertanggung jawab dalam menentukan ciri-ciri pasar yang
akan dipilih. Analisis kelayakan dari aspek ini yang utama dalam hal ;

 Penentuan segmen, target, dan posisi produk pada pasarnya.


 Kajian untuk mengetahui konsumen potensial, seperti perihal sikap, perilaku, serta
kepuasaan mereka atas produk.
 Menentukan strategi kebijakan dan program pemasaran yang akan dilaksanakan.

Aspek teknis dan teknologi.

Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses
pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/ bisnis tersebut selesai dibangun/
didirikan. Berdasarkan analisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya
investasi termasuk start up cost/ pra operasional proyek yang akan dilaksanakan.

Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan dan
bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Untuk bisnis industri
manufaktur, misalnya, perlu dikaji mengenai kapasitas produksi, jenis teknologi yang
dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi pabrik, dan tata-letak pabrik yang paling
menguntungkan. lalu dari kesimpulan itu, dapat dibuat rencana jumlah biaya pengadaan harta
tetapnya.
Aspek sumber daya manusia.

Aspek ini membutuhkan daya imajinasi tinggi untuk membayangkan bentuk organisasi apa
yang akan dibangun kelak ketika berdiri. Setelah gambaran organisasi terbentuk dengan
segala kelengkapannya, selanjutnya dianalisis proses pengadaan sumber daya manusianya
untuk menduduki dan memegang bagian dan fungsi organisasi sesuai dengan yang
direncanakan.

Aspek manajemen.

Studi aspek manajemen dilaksanakan dua macam :

 Manajemen saat pembangunan proyek bisnis.


 Manajemen saat bisnis dioperasionalkan secara rutin. Bahkan banyak terjadi, bahwa
proyek-proyek bisnis gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebkan
karena aspek lain, tetapi karena lemahnya manajemen.

Aspek keuangan.

Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan
tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan. Ada beberapa sumber data penting
yang akan digunakan, yaitu :

 Data awal aspek pasar dan pemasaran berupa : proyeksi penjualan/ permintaan, harga
produk, dan anggaran (biaya) pemasaran.
 Data operasi dan produksi, berupa : rencana lokasi baik sewa maupun beli, harga
pokok produksi (bahan baku, TKL, bahan pembantu), dan rencana pengadaan mesin,
peralatan, teknologi yang digunakan.
 Data personalia, berupa : rencana biaya perekrutan, biaya pelatihan, biaya upah tetap,
tunjangan-tunjangan, dan lain-lain.
 Legalitas, berupa : biaya notaris, biaya perizinan prinsip (misal, DepKeu, DepDag,
DepAg, DepHut, DepHub, DepKeh, DepKes, DikNas dll), biaya perizinan
operasional (pemda).
Aspek ekonomi dan budaya.

Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek
tersebut :

a. Dari sisi budaya,

Mengkaji tentang dampak keberadaan proyek terhadap kehidupan masyarakat setempat,


kebiasaan adat setempat.

b. Dari sudut ekonomi,

Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat.
Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau
upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

c. Dan dari segi sosial,

Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin
lancer, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat
setempat.

3. Aspek hukum dan legalitas.

Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi
ketentuan hukum yang berlaku termasuk :

a. Perijinan.

i) Izin lokasi.

 Sertifikat (akte tanah),


 Bukti pembayaran PBB yang terakhir,
 Rekomendasi dari RT/ RW/ kecamatan.

ii) Izin usaha.

 Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/ CV atau berbentuk badan hukum
lainnya.
 NPWP (nomor pokok wajib pajak),
 Surat tanda daftar perusahaan,
 Surat izin tempat usaha dari pemda setempat.
 Surat tanda rekanan dari pemda setempat,
 SIUP setempat,
 Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh kanwil departemen penerangan.

Beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan, yaitu :

 Badan hukum apa yang paling sesuai untuk dijadikan bentuk formal badan usaha yang
akan didirikan.
 Komoditas usaha termasuk jenis barang dagangan (komiditas) yang diperbolehkan
atau dilarang undang-undang.
 Cara berbisnisnya melanggar hukum agama atau tidak.
 Teknis operasional mendapatkan izin dari instansi/ departemen/ dinas terkait atau
tidak.

4. Aspek dampak lingkungan eksternal.

Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini, karena
setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan
di sekitarnya, antara lain :

 Dampak terhadap air.


 Dampak terhadap tanah.
 Dampak terhadap udara.
 Dampak terhadap kesehatan manusia.

Pada akhirnya pendirian usaha akan berdampak terhadap kehidupan fisik, flora dan fauna
yang ada di sekitar usaha secara keseluruhan.

Bab 4 kesimpulan dan saran.

Kesimpulan.
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para
investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang
memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya
kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka
untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui
tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih
menitik beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian,
pemerataan kesempatan kerja, dll.

Sistematika studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam
tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau
tidaknya suatu bisnis [Link] utama dilakukan studi kelaykan bisnis ini tentunya
yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek atau panjang serta
untuk mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung
maupun situasi yang tidak mendukung.

Saran.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka
diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi
tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan
atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam
studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang
atau aspek masing-masing seperti ekonomi, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi
dan lain sebagainya.

Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang
dimaksud adalah studi yang menitik beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan
orientasi tidak pada laba (sosial), yang dimaksud adalah studi yang menitik beratkan suatu
proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan
ekonomis.
Daftar pustaka.

ADPU4338.

[Link]
%20BISNIS%20SISTEMATIKA%20STUDI%20KELAYAKAN%[Link]

Anda mungkin juga menyukai