0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan10 halaman

Pledoi Ario Wiguna dalam Kasus Pidana

Berdasarkan dokumen tersebut, ringkasannya adalah: 1. Terdakwa didakwa melakukan tindak pidana penggelapan berdasarkan Pasal 374 KUHP. 2. Jaksa menuntut Terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun. 3. Pemeriksaan persidangan mengungkapkan keterangan saksi yang menunjukkan Terdakwa mengambil laptop dan printer milik toko tanpa ijin.

Diunggah oleh

Kikishwl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan10 halaman

Pledoi Ario Wiguna dalam Kasus Pidana

Berdasarkan dokumen tersebut, ringkasannya adalah: 1. Terdakwa didakwa melakukan tindak pidana penggelapan berdasarkan Pasal 374 KUHP. 2. Jaksa menuntut Terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun. 3. Pemeriksaan persidangan mengungkapkan keterangan saksi yang menunjukkan Terdakwa mengambil laptop dan printer milik toko tanpa ijin.

Diunggah oleh

Kikishwl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Malang, 10 Desember 2021

 
Nomor: 236/P-IB/M&L/X/2021
Lampiran: -
Perihal: Pledoi (Nota Pembelaan) an. Ario Wiguna Dalam Perkara Pidana
NO. REG. PERK.: 210/Pid.B/2021/[Link] 

Kepada Yth.:
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang
Cq. Majelis Hakim Perkara No. Pidana 210/Pid. B/2021/PN. MLG
D/a: 
Jl. A. Yani No.198, Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang,
Jawa Timur 65126 

Dengan hormat,
 
Yang bertanda tangan di bawah ini:
 
Imania Octiana Hakiki.,S.H.,M.H
 
Advokat pada Kantor Bantuan Hukum " Justice For All", berdasarkan surat kuasa khusus
tertanggal 3 Desember 2021, dalam hal ini bertindak sebagai penasehat hukum:
 
Nama Lengkap : ARIO WIGUNA
Tempat Lahir : Malang
Umur / Tanggal Lahir : 22 tahun / 07 Maret 1999
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Jl. Muharto III Nomor 28 RT 3 RW 03, Kelurahan
Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan Swasta
     Pendidikan : SMA
 
Selaku Terdakwa dalam dugaan tindak pidana Pasal 374 atau Pasal 362 Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana.

PENDAHULUAN
Majelis Hakim yang kami hormati,
Saudara Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati, dan
Sidang yang Kami Muliakan,

Sebelum pembelaan ini kami mulai, sebagai insan yang beriman, pertama-tama kami
mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan Rahmat, taufik
dan Hidayah-Nya, sehingga pada hari ini kami penasehat hukum bisa membacakan dan
menyampaikan pembelaan di sidang yang terhormat ini. Tentunya, harapan kami, Pembelaan
ini dibacakan di hadapan serta disampaikan pada Yang Mulia Majelis Hakim untuk kiranya
dapat menjadi pertimbangan sepatutnya. Sebelum majelis Hakim sampai pada putusan akhir;
apakah Terdakwa ini sungguh melakukan perbuatan sebagaimana yang telah didakwakan
oleh Saudara Jaksa Penuntut Umum, atau apakah Terdakwa benar-benar terbukti secara sah
dan meyakinkan berbuat dan bersalah secara hukum sebagaimana yang dituntut oleh Saudara
Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya.
 
Setelah kami pelajari dengan seksama Surat Tuntutan terhadap diri Terdakwa yang dibacakan
oleh Jaksa Penuntut Umum pada persidangan di Pengadilan Negeri Malang pada hari Kamis,
13 Desember 2021 maka perkenankanlah kami Tim Penasehat Hukum menyampaikan Nota
Pembelaan (Pledoi) atas nama Terdakwa ARIO WIGUNA.
 
Sebelum menyampaikan Pembelaan, pertama-tama kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang telah memimpin persidangan ini
dengan penuh kesabaran, kearifan dan bijaksana sehingga persidangan ini berjalan impartial,
fair dan objective dan pada akhirnya semua saksi maupun terdakwa dapat menerangkan
peristiwa yang sebenarnya. Jika sekiranya dalam pemeriksaan persidangan ini terdakwa
memberikan keterangan yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya;
sama sekali tidak terlintas sedikitpun dalam benak Terdakwa untuk mengurangi wibawa
Pengadilan ataupun mempersulit jalannya persidangan.

Demikian pula diucapkan terima kasih kami sampaikan kepada saudara Jaksa Penuntut
Umum atas uraian Tuntutan yang telah disusun begitu rapih dan jelas, sehingga memudahkan
bagi kami dalam mengikuti jalan pandangan dari Saudara Jaksa Penuntut Umum.

Majelis Hakim Yang Terhormat,

Untuk menanggapi tuntutan dari Saudara Jaksa Penuntut Umum, Pembelaan ini kami sudah
susun dengan sistematika sebagai berikut:

1. SURAT DAKWAAN;
2. TUNTUTAN;
3. TENTANG FAKTA PERSIDANGAN;
4. PEMBAHASAN YURIDIS;
5. HAL-HAL YANG MERINGANKAN TERDAKWA.

Pembelaan ini dilandasi dengan sebuah harapan agar Yang Mulia Majelis Hakim Pemeriksa
dan Pemutus Perkara a quo dengan bijaksana dan penuh kearifan, serta senantiasa berkiblat
pada rasa keadilan, hati nurani kemanusiaan dan tanggungjawab kepada Tuhan yang Maha
Esa, sekiranya Yang Mulia Majelis Hakim berkenan untuk memberikan putusan terhadap diri
Terdakwa, suatu putusan yang adil, arif dan bijaksana yang semata-mata didasarkan pada
nilai-nilai Keadilan yang hakiki, atas dasar mencari Ridho dari Allah semata--Aamiin ya
Robbalalamin.
Sekiranya tidak berlebihan apabila di persidangan Yang Terhormat ini, sebagai salah satu
aparat penegak hukum yang selalu menjunjung tinggi Keadilan "Fiat Justitia Ruat Coelom",
kami menyampaikan sebuah adagium yang harus kita junjung bersama:
 
"LEBIH BAIK MEMBEBASKAN SERIBU ORANG YANG BERSALAH DARIPADA
MENGHUKUM SEORANG YANG TIDAK BERSALAH"

I. SURAT DAKWAAN

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati, serta
Para Hadirin Pengunjung sidang yang kami hormati.

Dalam Surat Dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum perkara a quo, terlihat bahwa Jaksa
Penuntut Umum mendakwa ARIO WIGUNO dengan Dakwaan Alternatif.
 
A. Dakwaan Pertama
 
Bahwa, dakwaan pertama dari Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah
mengenai Perbuatan sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 362 Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Bahwa Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana merumuskan sebagai


berikut: 
“Barangsiapa mengambil seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan
maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan
pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh
rupiah)".
 
Bahwa, apabila diperhatikan rumusan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana dimaksud, maka unsur-unsur yang terdapat di dalamnya adalah sebagaimana
berikut:
 
- Unsur perbuatan mengambil;
- Unsur seluruh atau sebagian;
- Unsur dengan maksud memiliki secara melawan hukum;

ATAU
 
B. Dakwaan kedua
 
Bahwa, Dakwaan kedua dari Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah mengenai
Perbuatan sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 374 Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana tentang Penggelapan dengan pemberatan.

Bahwa, Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana merumuskan sebagai


berikut: " Penggelapan yang dilakukan oleh orang memegang barang itu berhubung
dengan pekerjaannya atau jabatannya atau karena ia mendapat upah uang, dihukum
penjara selama-lamanya lima tahun.". 
 
Bahwa, apabila diperhatikan rumusan Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana dimaksud, maka unsur-unsur yang terdapat di dalamnya adalah sebagaimana
berikut:
- Unsur pengelapan;
- Unsur karena kelalaian;
- Unsur mengakibatkan orang lain meninggal dunia. 

II. TUNTUTAN

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati, serta
Para Hadirin Pengunjung sidang yang kami hormati.

Dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan NO. REG. PERK.:
210/Pid.B/2021/[Link] tertanggal 09 Desember 2021,  telah menuntut terdakwa
sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa ARIO WIGUNA terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana
dimaksud dalam dakwaan kedua pasal 374 KUHP;
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa ARIO WIGUNA dengan pidana penjara
selama 4 (empat) tahun ;
3. Menetapkan seluruh barang bukti yang diperoleh dari tindak pidana;
4. Menyatakan terdakwa ARIO WIGUNA tetap berada dalam rumah tahanan negara;
5. Memerintahkan masa penahanan yang telah diajalani terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; dan
6. Membebankan biaya perkara sebesar Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah)
kepada terdakwa.

III. TENTANG FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati, serta
Para Hadirin Pengunjung sidang yang kami hormati.

Bahwa yang telah terungkap dalam persidangan dari keterangan saksi-saksi :


SATRIA WIRA, GANJAR SETYA, DIAN TRI, DAN RIZAL DIMAS

1. Saksi Satria Wira [Pemilik Toko sekaligus Korban]


- Bahwa sebelum memberikan keterangan, terlebih dahulu saksi di sumpah
- Bahwa saksi adalah pemilik toko Indomei Cabang Kayutangan tempat Terdakwa
bekerja sejak April 2018.
- Bahwa pada 14 November 2021 pukul 13.00 WIB Saksi datang ke toko dan
menanyakan keberadaan laptop merk Dell Seri Latitude 3410 berwarna hitam dan
printer Epson G2010 warna hitam yang merupakan fasitilas toko.
- Bahwa saksi mendengar cerita dari saksi GANJAR SATYA yang mana ia terakhir
kali melihat laptop dan printer tersebut dibawa oleh salah satu pengawainya yang lain
(terdakwa). Namun, sudah beberapa hari pengawai tersebut (terdakwa) tidak datang
ke kantor serta tidak dapat di hubungi.
- Bahwa saksi dan salah satu pengawainya memutuskan untuk menemui Terdakwa di
rumahnya dan bertemu istri Terdakwa.
- Bahwa saat sedang berbicara dengan istri Terdakwa, pegawai Saksi melihat kardus
yang sama persis dengan yang dibawa Terdakwa terakhir kali terlihat.
- Bahwa setelah memastikan isi kardus tersebut adalah milik toko selanjutnya Saksi
segera melaporkan ke Kepolisian Resort Kota Malang.
2. Saksi Ganjar Setya [Rekan Kerja sekaligus Saksi Kejadian]
- Bahwa sebelum memberikan keterangan, terlebih dahulu Saksi di sumpah
- Bahwa Saksi adalah rekan kerja terdakwa yang juga mendapatkan giliran shift di hari
Terdakwa mengambil laptop dan printer.
- Bahwa Saksi mengenal Terdakwa sebagai karyawan di bagian pengelolaan dan
pencatatan laporan keuangan serta alur barang.
- Bahwa saksi mengatakan bahwa benar ia dan terdakwa mendapatkan shift siang dari
pukul 15.00 sampai pukul 22.00 WIB pada tanggal 19 November 2021.
- Bahwa Saksi mengatakan bahwa benar pada pukul 22.00 WIB melakukan cek barang
dan bersih- bersih untuk persiapan penutupan toko.
- Bahwa Saksi tidak menaruh curiga pada saat terdakwa tiba-tiba menyuruhnya untuk
pulang terlebih dahulu dan mengatakan terdakwa yang akan menutup toko.
- Bahwa Saksi memergoki terdakwa karena saksi hendak kembali kedalam toko untuk
mengambil charger handphone miliknya yang tertinggal.
- Bahwa Saksi melihat terdakwa membawa fasilitas kantor yaitu 1 buah laptop merk
Dell Seri Latitude 3410 warna hitam dan 1 buah printer Epson G2010 warna hitam.
- Bahwa Saksi menanyakan untuk apa barang tersebut, terdakwa mengaku bahwa
laptop dan printer itu digunakan untuk bekerja dari rumah.
- Bahwa Saksi mengatakan setelah kejadian terdakwa tidak pernah masuk untuk
bekerja dari hari Rabu 11 November 2021 sampai 14 November 2021.
- Bahwa Saksi mengatakan terdakwa tidak pernah mengangkat telpon dan membalas
pesannya.
- Bahwa Saksi bergegas menemui terdakwa dirumahnya dan dirumahnya hanya ada
istri terdakwa.
- Bahwa saat berada dalam rumah terdakwa, Saksi melihat kardus yang sama persis
dengan yang dilihatnya saat malam terakhir bertemu terdakwa.
- Bahwa Saksi meminta izin untuk melihat isi kardus tersebut, dan isi kardus ternyata 1
buah laptop merk Dell Seri Latitude 3410 warna hitam dan 1 buah printer Epson
G2010 warna hitam yang merupakan fasilitas kantor.
3. Saksi Dian Tri [Rekan Kerja]
- Bahwa sebelum memberikan keterangan, terlebih dahulu saksi di sumpah
- Bahwa Saksi merupakan rekan kerja Terdakwa yang juga mendapatkan giliran shift di
hari Terdakwa mengambil laptop dan printer
- Bahwa pada pukul 20.00 WIB Saksi izin untuk pulang terlebih dahulu karena merasa
masuk angin dan ingin istirahat di rumah.
4. Saksi Rizal Dimas [Rekan Kerja]
- Bahwa Saksi Rizal Dimas adalah rekan kerja Terdakwa.
- Bahwa Saksi Rizal Dimas beranggapan Terdakwa adalah orang yang rajin kerja dan
selalu datang tepat waktu.
- Bahwa Saksi Rizal Dimas mengatakan bahwa terdakwa adalah orang yang baik dan
tulus ketika membantu sesame rekan kerjanya.
- Bahwa Saksi Rizal Dimas mengetahui kalau Terdakwa memang mengalami kesulitan
secara ekonomi.
- Bahwa Saksi Rizal Dimas mengetahui kalau Terdakwa mempunya hutang pinjaman
online yang belum di bayar.
- Bahwa Saksi Rizal Dimas yakin kalau perbuatan yang dilakukan terdakwa semata-
mata karena terpaksa oleh keadaan.

5. Tentang Keterangan Terdakwa


- Bahwa pada 10 November 2021 Terdakwa mendapatkan shift siang yang dimulai
pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Bersama kedua rekannya DIAN TRI dan saksi
GANJAR SATYA.
- Bahwa pada pukul 20.00 WIB salah satu rekan Terdakwa, DIAN TRI izin pulang
lebih dulu karena merasa masuk angina dan ingin istirahat di rumah.
- Bahwa pada pukul 22.00 WIB setelah terdakwa dan rekannya saksi GANJAR
SATYA melakukan cek barang dan bersih-bersih sebelum menutup toko, Terdakwa
menyuruh saksi GANJAR SATYA untuk pulang duluan dan menawarkan diri untuk
menutup toko sendiri.
- Bahwa setelah Ganjar pergi Terdakwa beranjak menuju gudang penyimpanan barang
yang ada di ruang paling belakang toko tersebut dan mengambil 1 buah laptop merk
Dell Seri Latitude 3410 warna hitam dan 1 buah printer Epson G2010 warna hitam.
- Bahwa saat hendak menutup pintu toko dan membawa barang tersebut, Terdakwa
terkejut karena bertemu dengan saksi GANJAR SATYA yang hendak kembali ke
dalam toko untuk mengambil Charger HP yang ketinggalan hingga menjatuhkan
kardus tersebut.
- Bahwa saat ditanya saksi GANJAR SATYA alasan Terdakwa membawa fasilitas toko
tersebut, Terdakwa beralasan bahwa laptop dan printer tersebut akan dia gunakan
untuk bekerja di rumah karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini,
kemudian laptop dan printer tersebut akan di kembalikan esok harinya
- Bahwa Terdakwa mengaku tidak datang ke toko pada hari Rabu 11 November 2021
hingga beberapa hari berikutnya.
- Bahwa Saksi GANJAR SATYA memang berusaha menghubungi Terdakwa namun
tidak dihiraukan Terdakwa.
- Bahwa saat membawa pulang laptop dan printer tersebut Terdakwa beralasan bahwa
isi kardus yang di bawanya adalah printer yang baru dibelinya kepada istrinya.
- Bahwa Terdakwa mengatakan hal tersebut ia lakukan karena adanya desakan
ekonomi.
- Bahwa Terdakwa mengatakan harus membayar SPP anaknya yang telah menunggak
selama 4 bulan yg harus dibayarkan minggu depan sebesar Rp. 1.000.000,00.
- Bahwa Terdakwa mengatakan memilki hutang dari pinjaman online sebesar Rp.
3.500.000,- yang sudah berjalan selama 1 tahun.
- Bahwa Terdakwa mengatakan bahwa dirinya mendapatkan tekanan dari debt collector
pinjaman online yang selalu meneror keluarganya.
- Bahwa Terdakwa menngatakan bahwa dirinya berinisiatif untuk meminjam barang di
toko untuk dijual, dan selama dijual dirinya akan mengatakan perangkat elektronik
tersebut rusak sehingga perlu di servis untuk waktu yang lama.
- Bahwa menurut keterangan dari Terdakwa mengatakan bahwab dirinya tetap berniat
untuk mengembalikan barang-barang tersebut jika sudah menerima gajiannya bulan
ini.

6. Tentang Barang Bukti


Dalam hal ini barang bukti dari Penasihat Hukum terdakwa adalah sebagai berikut :
[Link]
1. Surat Kertas Tagihan SPP 4 bulan sebesar Rp. 1.000.000
2. Surat Riwayat tagihan hutang Pinjaman Online sebesar RP. 3.500.000

IV. PEMBAHASAN YURIDIS

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,  serta
Para Hadirin Pengunjung sidang yang kami hormati.

Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan, berdasarkan keterangan-keterangan para


saksi, maka kami dari Tim Penasehat Hukum Terdakwa akan menganalisa lagi unsur-
unsur pasal dalam dakwaan pertama atau dakwaan kedua sebagaimana dakwaan Jaksa
Penuntut Umum.

Bahwa, setelah membaca secara cermat Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum, di dalam
bagian Pembahasan Yuridis pledoi ini, Penasehat Hukum Terdakwa hanya akan
membahas Dakwaan kedua saja.

1. Terhadap Dakwaan Kedua. Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam


jabatan, yang mana unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
- Unsur subyektif
Unsur ini berupa kesengajaan pelaku, untuk menggelapkan barang milik orang
lain yang dirumuskan dalam pasal Undang-undang melalui kata : “dengan
sengaja”.
Bahwa, terkait dengan unsur "Dengan sengaja" terdapat relasi dengan teori-teori
Kesengajaan, dalam ilmu pengetahuan hukum pidana dibagi menjadi 2 (dua),
yaitu: 1. Teori Kehendak (Wilsthheorie), inti kesengajaan adalah kehendak untuk
mewujudkan unsur-unsur delik dalam rumusan undang-undang (Tokohnya adalah
Simons dan Zevenbergen);
2. Teori Pengetahuan/Membayangkan (Voorstellingtheorie), sengaja berarti
membayangkan akan timbulnya akibat perbuatannya, orang tak bisa menghendaki
akibat, melainkan hanya dapat membayangkannya. Teori ini menitikberatkan pada
apa yang diketahui atau dibayangkan oleh si Pelaku ialah apa yang akan terjadi
pada waktu ia akan berbuat (Tokohnya adalah Frank).
Bahwa, unsur "Dengan sengaja" jika dikaitkan dengan fakta-fakta persidangan perkara a
quo, khususnya keterangan dari Terdakwa ARIO WIGUNA, sebagai berikut: 
-bahwa terdakwa memang dengan sengaja mengambil barang yang dimana barang
tersebut adalah fasilitas kantor, akan tetapi semua itu semata-mata karena adanya
desakan ekonomi yang menyulitkannya.
- Unsur obyektif
-Unsur Barang Siapa
Unsur barang siapa diatas menunjukkan orang, apabila orang tersebut memenuhi
semua unsur tindak pidana penggelapan, maka ia disebut pelaku atau “dader” dari
tindak pidana yang bersangkutan. Dalam hal ini, memang benar pelaku adalah
Terdakwa atau ARIO WIGUNA.

-Unsur menguasai secara melawan hukum


Unsur menguasai secara melawan hukum (bermaksud memiliki), maksud unsur
ini adalah penguasaan secara sepihak oleh pemegang sebuah benda, seolah-olah ia
merupakan pemiliknya, bertentangan dengan hak yang membuat benda tersebut
berada padanya. Dalam hal ini, Terdakwa atau ARIO WIGUNA memang
mengambil barang tersebut akan tetapi Terdakwa tidak merasa untuk memilikinya
karena barang tersebut akan di jual kembali setelahnya.

-Unsur suatu benda


Suatu benda yang menurut sifanya dapat dipindah-pindahkan ataupun dalam
prakteknya sering disebut “benda bergerak”.
- Bahwa benar barang yang diambil oleh Terdakwa ARIO WIGUNA
merupakan benda bergerak anatara lain yaitu :
1. 1 buah laptop merk Dell Seri Latitude 3410 warna hita; dan
2. 1 buah printer Epson G2010 warna hitam.

-Unsur sebagian atau seluruhnya milik orang lain


Benda yang diambil haruslah barang atau benda yang dimiliki baik seluruhnya
ataupun sebagian milik orang lain. Jadi harus ada pemiliknya sebagaimana
dijelaskan diatas, barang atau yang tidak bertuan atau tidak ada pemiliknya tidak
apat menjadi objek penggelapan. Dengan demikian dalam tindak pidana
penggelapan, tidak dipersyaratkan barang yang dicuri itu milik orang lain secara
keseluruhan. Penggelapan tetap ada meskipun itu hanya sebagian yang dimiliki
oleh orang lain.
- Berdasarkan keterangan para saksi dan terdakwa dimuka persidangan
diperoleh fakta bahwa benar barang bukti berupa 1 buah laptop merk Dell Seri
Latitude 3410 warna hitam dan 1 buah printer Epson G2010 warna hitam
merupakan fasilitas kantor dari Toko Indomei milik SATRIA WIRA.
-Unsur benda tersebut ada padanya bukan karena kejahatan
Bahwa dalam hal ini, niat terdakwa melakukan tindak pidana ini karena unsur
keterpaksaan dan desakan situasi keluarganya. Dan Terdakwa tidak pernah
mempunya niatan untuk melakukan kejahatan lebih dari itu serta apabila kondisi
keluarganya cukup baik maka Terdakwa tidak akan pernah melakukan tindak
pidana ini.

Maka dalam pledoi ini, Terdakwa mengakui segala tindak pidana yang memang sudah di
lakukan dan akan mengembalikan fasilitas kantor yang sudah diambil oleh terdakwa.
Terdakwa akan menerima segala putusan yang ditetapkan oleh Yang Mulia Majelis
Hakim dan meminta hukuman yang seadil-adilnya.

V. HAL-HAL YANG MERINGANKAN TERDAKWA


Berikut saya lampirkan hal-hal yang meringankan terdakwa dan sekiranya Yang Mulia
Majelis Hakim dapat mempertimbangkannya:
1. Terdakwa belum pernah dihukum;
2. Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya;
3. Terdakwa mengakui perbuatannya sehingga memperlancar jalannya persidangan;
4. Terdakwa melakukan karena desakan ekonomi diantaranya yaitu SPP anaknya yang
telah menunggak selama 4 bulan yang harus dibayarkan minggu depan sebesar Rp.
1.000.000,00 serta hutang dari pinjaman online sebesar Rp. 3.500.000,00 yang telah
berjalan selama satu tahun dan karena terdakwa memiliki tekanan dari debt collector
pinjaman online maka debt collector itu selalu meneror keluarganya,
5. Terdakwa berniat akan mengembalikan barang-barang tersebut setelah mendapatkan
gajinya bulan ini; dan
6. Terdakwa berperilaku jujur Ketika menghadapi tuduhan Penuntut Umum.
 
Berdasarkan uraian sebagaimana di atas Penasehat Hukum Terdakwa memohon kepada
Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili perkara a quo agar menjadi
bahan pertimbangan dalam mengambil putusan, dan memohon kepada Majelis Hakim Yang
Mulia agar memutus sebagai berikut:
1. Dilepaskan dari segala tuntunan hukum yang memberatkan terdakwa
2. Setidak-tidaknya diringankan dari hukuman Pidana dengan meninjau kembali hal-hal
yang dapat meringankan terdakwa
3. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan Harkat serta
martabatnya

 
Hormat Kami,
Penasehat Hukum Terdakwa

Imania Octiana Hakkiki., S.H.,M.H

Anda mungkin juga menyukai