Collaborative Learning
Di susun oleh:
Asyifa Nur Rohmah, S. Pd
Asep Rahmat, S. Pd
M. Darmawan, S. Pd
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, pembelajaran secara tradisional
memusatkan peran penting pengajar dalam proses pembelajaran dan
peserta didik sebagai objek harus segera digantikan dengan pembelajaran
yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan
keaktifan peserta didik adalah collaborative learning, dimana perspektif dari
metode ini adalah seseorang dikatakan belajar apabila orang tersebut
terlibat aktif dalam proses pembelajaran
Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Model pembelajaran Collaborative Learning ?
2. Apa karakteristik model Pembelajaran Collaborative Learning ?
3. Apa saja tahapan-tahapan dalam implementasi model pembelajaran Collaborative
Learning ?
4. Apa saja pendekatan pembelajaran Collaborative Leaning?
5. Apa saja Keunggulan dan kelemahan dalam penggunaan model pembelajaran
berbasis Collaborative Learning ?
Pengertian
Kolaboratif dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah
kerja sama. Pembelajaran kolaboratif (collaborative
learning) adalah perpaduan dua atau lebih peserta didik
yang bekerja bersama-sama dan berbagi beban kerja
secara setara, perlahan, untuk mewujudkan hasil
pembelajaran yang diinginkan.
model pembelajaran ini menekankan bahwa proses pembelajaran adalah konstruksi
pengetahuan dalam konteks sosial yang mendorong akulturasi individu ke dalam konteks
tertentu. Atau dengan kata lain, pengetahuan dapat dibentuk dan dibangun secara bersama-
sama. Collaborative learning memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
mengevaluasi, memperbaiki, dan me-nambah pengetahuan serta informasi yang mereka
miliki ketika mereka bertemu dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki pemikiran
yang berbeda. Pembelajaran dengan metode ini juga memungkinkan peserta didik untuk
saling bekerja sama dalam mencari pemahaman atas suatu topik.
Menurut (Smith & Mc Gregor, 1992) mengatakan bahwa collaborative
learning adalah metode pembelajaran yang didasari pada beberapa asumsi,
yaitu :
• Seseorang dikatakan belajar apabila dirinya terlibat aktif dalam mempelajari
suatu materi;
• Dalam belajar sangat bergantung pada konteks;
• Pada dasarnya setiap peserta didik memiliki latar belakang yang berbeda-beda,
seperti gaya belajar yang berbeda, pengalaman yang berbeda, sifat yang
berbeda, dan pemikiran yang berbeda;
• Belajar merupakan bagian dari kegiatan yang bersifat sosial, di mana dalam
prosesnya dibutuhkan interaksi dan komunikasi untuk membentuk pemahaman
dan makna yang dapat diterima oleh semua.
Karakteristik collaborative
learning
1. Pada proses pembelajaran peserta didik diberikan kesempatan
untuk terlibat secara langsung dalam proses pertukaran ide-ide
dan informasi mengenai suatu topik;
2. Proses pembelajaran memberikan kesempat-an kepada
peserta didik untuk menyelidiki lebih jauh tentang suatu hal atau
topik dan meng-implementasikan berbagai cara atau solusi untuk
memecahkan suatu masalah;
3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan penyesuaian
lingkungan tempat belajar yang dapat mendukung proses belajar secara
berkelompok;
4. Proses pembelajaran dapat disebut sebagai collaborative learning
apabila dapat memberikan waktu atau kesempatan yang cukup, ruang,
dan juga sumber-sumber agar pembelajaran secara berkelompok dapat
terlaksana;
5. Kegiatan pembelajaran banyak mengimplementasikan kegiatan seperti
pemecahan masalah dan penyelesaian suatu proyek.
Tahapan tahapan Collaborative Learning
• Mengorientasikan peserta didik Dalam
pembelajaran kolaboratif
• Membentuk kelompok,
• Menyusun tugas pembelajaran,
• Memfasilitasi kolaborasi peserta didik,
• Memberi nilai dan mengevaluasi
pembelajaran kolaboratif
Pendekatan Pembelajaran Collaborative Learning
1
• TAPPS (Think-Aloud Pair Problem Solving)
peserta didik menerima sejumlah masalah dan juga beberapa
peran khusus yaitu sebagai pemecah masalah dan pendengar
secara bergantian sesuai dengan setiap masalah
2
• SAP ( Send-A-Problem )
Setiap kelompok harus menerima sebuah masalah,
mencoba menyelesaikannya, kemudian mengirimkan
masalah tersebut dan solusinya kepada kelompok yang
ada disebelahnya.
3
• CS (Case Study)
kelompok peserta didik mengulas sebuah studi tertulis dari
kehidupan nyata yang di dalamnya terdapat situasi masalah yang
terkait dengan sebuah bidang. Para anggota kelompok
mengaplikasikan konsep-konssep pembelajaran untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi pendekatan-pendekatan
alternatif penyelesaian masalah tersebut.
4
• SPS (Structured Problem Solving)
memberi peserta didik sebuah proses untuk menyelesaikan
permasalahan kompleks yang berbasis konten dalam kurun
waktu tertentu. Semua anggota harus sepakat terhadap sebuah
solusi dan harus mampu menjelaskan jawaban maupun strategi
yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
5
• AT (Analytic Teams)
anggota tim mengasumsikan peranperan dan tugas-tugas
tertentu untuk dijalankan ketika mereka ditugaskan membaca
bacaan yang ditugaskan kepada mereka, mendengarkan materi,
atau menyaksikan video secara kritis. Peran-peran seperti
perangkum, penghubung, pendukung, dan pengkritik yang lebih
fokus pada proses analitik ketimbang pada proses kelompok.
6
• GI (Group Investigation)
Dalam group investigation, kelompok peserta didik
merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan proyek riset-
riset mendalam. Proyek-proyek ini memberi kesempatan
peserta didik mempelajari sebuah topik secara intensif dan
dapat pengetahuan khusus mengenai suatu bidang tertentu.
Collaborative Learning
Kelebihannya : Kelemahannya :
a. Collaborative learning mengajarkan nilai-nilai kerja a. Tidak memiliki kepercayaan diri atau minat dalam bekerja
sama sehingga peserta didik enggan untuk mencoba.
sama.
b. Keberhasilan collaborative learning ini membutuhkan cukup
b. Collaborative learning mengajarkan keterampilan hidup waktu untuk persiapan.
dasar, yaitu mendengarkan pendapat orang lain,
c. Tanpa adanya tujuan pembelajaran yang jelas, maka peserta
berkomunikasi secara efektif, mengatasi konflik, dan didik akan sulit mendapatkan informasi selama proses
bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. pembelajaran.
c. Mendorong siswa saling belajar dalam kerja kelompok
Kesimpulan
Collaborative Learning penerapan dalam PAI, Model
Pembelajaran seperti ini sangat bagus diterapkan dalam
pembelajaran apalagi dalam materi yang membahas
permasalahan-permasalahan yang bersifat sebuah kasus seperti
dalam pembahasan ilmu mawaris, Fiqih dan Aqidah akhlak.
Saran dari penulis sebelum melakukan metode
pembelajaran ini adalah sebaiknya guru menentukan
terlebih dahulu tema dan tujuan pembelajaran,
supaya siswa memahami Batasan dan hal apa yang
harus mereka bahas dalam kelompok masing-masing.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH