EDUKASI MENGENAI DIABETES MELLITUS (DM) KEPADA
PENGUNJUNG DI WILAYAH PKM BARENG
- SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok Bahasan : Edukasi mengenai Diabetes Mellitus (DM) kepada
pengunjung di wilayah PKM Bareng
Sasaran : Pengunjung di wilayah PKM Bareng
Tempat : Ruang tunggu PKM Bareng
Hari/Tanggal : Selasa, 26 April 2022
Waktu : Pukul 07.30-07.50 WIB
Penyuluh/Edukator : Christabel Engelberta
A. Tujuan Intruksional Umum
Setelah mengikuti edukasi tentang penyakit diabetes melitus dan
perawatannya, diharapkan sasaran mampu menjelaskan tentang penyakit
diabetes mellitus, cara pencegahan dan menerapkan perawatan yang tepat pada
diri sendiri dan anggota keluarga dengan penyakit diabetes mellitus.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Tujuan dari edukasi ini antara lain :
a. Sasaran dapat memahami pengertian diabetes mellitus
b. Sasaran dapat memahami penyebab diabetes mellitus
c. Sasaran dapat memahami tanda dan gejala diabetes mellitus
d. Sasaran dapat memahami komplikasi diabetes mellitus
e. Sasaran dapat memahami memahami penatalaksanaan perawatan serta
mengontrol diabetes mellitus
f. Sasaran dapat memahami cara pencegahan diabetes mellitus
C. Sasaran
Pengunjung di PKM wilayah Bareng.
D. Metode
Memberikan edukasi dengan metode ceramah serta tanya jawab menggunakan
media ppt dan flyer kepada pengunjung di PKM Bareng.
E. Media
1. PPT
2. Flyer
F. Pengorganisasian dan Uraian Tugas
No Tugas Uraian Kegiatan Petugas
1. Penyuluh a. Memperkenalkan diri dan tim Christabel
kepada peserta serta menjelaskan Engelberta
materi dengan jelas menggunakan
bahasa yang mudah dipahami dan
dimengerti oleh peserta.
b. Memberikan edukasi kepada
peserta dan memotivasi peserta
untuk terus aktif selama edukasi
berlangsung.
2. Daftar hadir dan a. Meminta peserta untuk mengisi Moh Iklil Hamas
notulensi daftar hadir.
b. Mencatat poin-poin penting yang
nantinya dibahas pada saat
edukasi.
3. Asistensi dan a. Membantu kelancaran teknis Qonita Amalia &
dokumentasi penyuluhan ketika penyuluhan Wina Akmila
berlangsung
b. Mendokumentasikan kegiatan
selama edukasi berlangsung baik
berupa foto maupun video.
G. Kegiatan Penyuluhan
Penyajian Waktu Kegiatan Kegiatan Peserta Metode Media
Penyuluhan
Pembukaan 5 mnt a. Membuka dengan a. Mendengarkan Penyuluhan PPT
salam materi
kelompok dan
b. Memperkenalkan b. Memperhatikan
diri pemateri flyer
c. Menjelaskan c. Menjawab
maksud dan pertanyaan yang
tujuan diberikan
d. Menjelaskan
kontrak waktu
e. Menggali
pengetahuan
peserta sebelum
dilakukan
penyuluhan
Kegiatan 20 mnt Menjelaskan tentang a. Mendengarkan Penyuluhan PPT
Inti materi penyuluhan materi
kelompok dan
secara teratur : b. Memperhatikan
a. Pengertian pemateri flyer
diabetes mellitus c. Memberi tanggapan
b. Penyebab dan pertanyaan
penyakit diabetes mengenai hal yang
mellitus kurang dimengerti
c. Tanda dan gejala
dari penyakit
diabetes mellitus
d. Komplikasi
penyakit diabates
mellitus
e. Penatalaksanaan
keperawatan
pasien diabetes
mellitus
f. Cara pencegahan
diabetes mellitus
Penutup 5 mnt a. Melakukan a. Mendengarkan dan Penyuluhan PPT
evaluasi memperhatikan
kelompok dan
b. Menyampaikan pemateri
kesimpulan materi b. Menjawab salam flyer
c. Mengakhiri
pertemuan dan
memberikan
salam
H. Evaluasi
1. Evaluasi Input
a. Menyiapkan materi yang nantinya akan di edukasikan kepada peserta,
yaitu berupa ppt dan leaflet
b. Meminta izin kepada penanggung jawab untuk memberikan edukasi
kepada peserta
c. Bekerjasama dengan petugas yang ada di puskesmas
d. Konsultasi materi kepada penanggung jawab lahan
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi edukasi
b. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta
c. Suasana edukasi cukup kondusif
d. Informasi mengenai Diabetes Mellitus sudah dapat dipahami oleh
peserta
e. Penyuluh cukup menguasai materi
3. Evaluasi Hasil
a. Sasaran dapat memahami pengertian diabetes mellitus
b. Sasaran dapat memahami penyebab diabetes mellitus
c. Sasaran dapat memahami tanda dan gejala diabetes mellitus
d. Sasaran dapat memahami komplikasi diabetes mellitus
e. Sasaran dapat memahami penatalaksanaan perawatan serta mengontrol
diabetes mellitus
f. Sasaran dapat memahami cara mencegah diabetes mellitus
4. Evaluasi Output
Setelah dilakukan penyuluhan peserta mengerti dan memahami materi yang
disampaikan oleh penyuluh.
I. Daftar Pustaka
Syafitri, V. W. (2018). ASUHAN GIZI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RS PKU
MUHAMADIYAH KOTA YOGYAKARTA (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes
Yogyakarta).
Harmawati, H., & Yanti, E. (2020). UPAYA PENCEGAHAN DINI TERHADAP
DIABETES MELITUS TIPE 2. Jurnal Abdimas Saintika, 2(2), 43-46.
Aristya, M. M. S. D. HUBUNGAN KEPATUHAN DALAM KEGIATAN PROLANIS
DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE
2 DI PUSKESMAS LAMPER TENGAH.
Nur Mardiana, I. (2021). Pemahaman Diet 3J (Jumlah, Jenis, Jadwal) pada Penderita
Diabetes Mellitus di Wilayah Posbindu Kemuning.
Dr. Fadhli Rizal.M. [Link] tipe 1. ([Link]
1), diakses pada 17 April 2022
P2PTM Kemenekes RI. 2018. Diet Diabetes Melitus (DM) dilakukan dengan pola makan
sesuai dengan aturan 3J. ([Link]
diabetes-melitus/diet-diabetes-melitus-dm-dilakukan-dengan-pola-makan-sesuai-
dengan-aturan-3j-apa-saja-3j), diakses pada 19 April 2022
P2PTM Kemenkes RI. 2019. Tanda dan Gejala Diabetes. ([Link]
sehat/tanda-dan-gejala-diabetes), diakses pada 22 April 2022
Kemenkes RI. 2016. MENKES : Mari Kita Cegah Diabetes Dengan CERDIK.
([Link]
mari-kita-cegah-diabetes-dengan-cerdik/), diakses pada 22 April 2022
J. Lampiran Materi
Diabetes Mellitus
A. Pengertian Diabetes Mellitus
Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi
insulin atau penurunan sensitivitas insulin dan menyebabkan komplikasi
kronis mikrovaskuler, makrovaskuler dan neuropati. (Harmawati, H., &
Yanti, E. 2020)
Menurut WHO (1999), Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu
penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang
ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi
insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau
defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas,
atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.
Tipe-tipe penyakit DM
1. Diabetes melitus yang tergantung insulin ( DM tipe 1 ) : disebabkan
kekurangan produksi insulin. DM ini dapat terjadi karena kerusakan sel beta
langerhans dikelenjar pankreas akibat proses kekebalan tubuh (autoimun)
terjadi pelisisan (pembunuhan) sel tubuh oleh sistem imunitasnya sendiri.
a) Biasanya terdiagnosis di bawah umur 35 tahun
b) Tidak gemuk
2. Diabetes melitus yang tidak tergantung pada insulin ( DM tipe 2 ) : akibat
kegagalan relatif sel beta langerhans dikelenjar pankreas sehingga produksi
insulin yang terjadi dengan kualitas rendah tidak mampu merangsang sel
tubuh agar menyerap gula darah. Misalnya karena obesitas, pola makan yang
tidak benar.
a) Biasanya terdiagnosis diatas umur 40 tahun
b) Biasanya gemuk
c) Gejala timbul perlahan-lahan (kronis)
3. Diabetes melitus disebabkan penyakit lain. DM tipe ini terjadi akibat penyakit
gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah akibat
faktor genetik fungsi sel beta, efek genetik kerja insulin, penyakit eksokrin
pankreas, penyakit metabolik endokrin lain, iatrogenik, infeksi virus, penyakit
autoimun dan sindrom genetik lain yang berkaitan dengan penyakit DM
misalnya: sirosis hati, penyakit kelenjar pankreas, infeksi, obat-obatan.
4. Diabetes melitus gastrointestinal, gejala-gejala yang muncul pada penyakit
ini adalah polifagia (makan banyak),poliuria (kencing banyak) dan polidipsi
(minum banyak). Kondisi lain yang muncul biasanya dapat berupa penurunan
berat badan, gatal, kesemutan, mata kabur, mudah lelah, luka yang tidak
sembuh, dan sering timbul infeksi kulit. DM tipe ini dapat terjadi selama
masa kehamilan, dimana intoleransi glukosa didapati pertama kali pada masa
kehamilan, biasanya pada trimester kedua dan ketiga. DM gestasional
berhubungan dengan meningkatnya komplikasi perinatal. Penderita DM
gestasional memiliki risiko lebih besar untuk menderita DM yang menetap
dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.
B. Penyebab Penyakit Diabetes Mellitus
1. Diabetes melitus tipe 1
a. Faktor genetik /keturunan
Hal ini berkaitan dengan mutasi gen HLA yang menghasilkan protein
untuk sistem kekebalan tubuh. Namun, tidak semua orangtua dapat
menurunkan penyakit ini pada keturunannya.
b. Imunologi
Diabetes melitus tipe 1 terdapat bukti adanya suatu respon autoimun.
Respon ini merupakan respon abnormal dimana antibodi terarah pada
jaringan normal tubuh dengan cara beraksi terhadap jaringan tersebut yang
dianggapnya seolah – olah sebagai jaringan asing.
c. Lingkungan
Faktor – faktor eksternal juga dapat memicu destruksi sel beta. Sebagai
contoh, terjadinya paparan terhadap beberapa virus coxsackie virus dan
rotavirus. Tak hanya itu, diduga bakteri juga dapat menjadi salah
satu penyebab diabetes tipe 1 ini, salah satunya adalah Mycobacterium
avium yang merupakan subspecies paratuberculosis (MAP).
2. Diabetes Melitus tipe 2
a. Usia
Terjadinya DM tipe 2 bertambah dengan pertambahan usia (jumlah sel
βeta yang produktif berkurang seiring pertambahan usia).
b. Obesitas
Obesitas menjadi salah satu faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit
DM. Berat badan lebih BMI >25 atau kelebihan berat badan 20%
meningkatkan dua kali risiko terkena DM. Hal tersebut dapat membuat sel
tidak sensitif terhadap insulin (retensi insulin). Semakin banyak jaringan
lemak dalam tubuh semakin resisten terhadap kerja insulin, terutama bila
lemak tubuh terkumpul di daerah sentral atau perut
c. Riwayat Keluarga
Orang tua atau saudara kandung mengidap DM. Sekitar 40% diabetes
terlahir dari keluarga yang juga mengidap DM, dan + 60%- 90% kembar
identik merupakan penyandang DM.
d. Gaya Hidup
Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditujukkan dalam aktivitas
sehari-hari. Makanan cepat saji (junk food), kurangnya berolahraga dan
minum-minuman yang bersoda merupakan faktor pemicu terjadinya
diabetes melitus tipe 2. Penderita DM diakibatkan oleh pola makan yang
tidak sehat dikarenakan pasien kurang pengetahuan tentang bagaimana
pola makan yang baik dimana mereka mengkonsumsi makanan yang
mempunyai karbohidrat dan sumber glukosa secara berlebihan, kemudian
kadar glukosa darah menjadi naik sehingga perlu pengaturan diet yang
baik bagi pasien dalam mengkonsumsi makanan yang bisa diterapkan
dalam kehidupan sehari-harinya.
e. Riwayat diabetes pada kehamilan (Gestational)
Seorang ibu yang hamil akan menambah konsumsi makanannya, sehingga
berat badannya mengalami peningkatan 7-10 kg, saat makanan ibu
ditambah konsumsinya tetapi produksi insulin kurang mencukupi maka
akan terjadi DM. Memiliki riwayat diabetes gestational pada ibu yang
sedang hamil juga dapat meningkatkan resiko DM, diabetes selama
kehamilan atau melahirkan bayi lebih dari 4,5 kg dapat meningkatkan
resiko DM tipe II.
C. Tanda dan gejala dari Penyakit Diabetes Mellitus
1. Banyak minum dan mudah haus. Penderita DM banyak buang air kecil
sehingga penderita DM juga harus banyak minum, sebab terus menerus
dalam keadaan haus.
2. Banyak buang air kecil (BAK)
3. Berat Badan menurun. Tubuh orang penderita DM tidak terdapat cukup
insulin untuk mengubah gula menjadi tenaga, maka orang tersebut menjadi
semakin kurus setiap harinya, karena tubuh akan menggunakan simpanan
lemak dan protein untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga walaupun orang
tersebut banyak makan tetapi akan terus merasa lapar.
4. Rasa lapar yang berlebihan. Ketika kadar gula dalam darah merosot, tubuh
lebih menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel.
5. Kulit menjadi bermasalah. Kulit gatal, kulit kering hingga kondisi kulit
lainnya seringkali dapat menjadi tanda peringatan diabetes, misalnya kulit
jadi gelap di sekitar leher atau ketiak.
6. Penyembuhan lambat. Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan
cepat merupakan tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena
pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah
berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri.
7. Iritasi genital. Kandungan glukosa yang tinggi dalam urin membuat daerah
genital jadi seperti sariawan dan akibatnya menyebabkan pembengkakan
dan gatal.
8. Pandangan kabur. Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan
cahaya merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Membiarkan
gula darah tidak terkendali dapat meyebabkan kerusakan permanen pada
penglihatan, bahkan dapat menyebabkan kebutaan.
9. Kesemutan atau mati rasa. Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki,
bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak, merupakan
tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Jika kadar gula darah
dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.
10. Hasil tes toleransi glukosa. Apabila hasil tes toleransi glukosa
menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih pasien dapat di
diagnosis menderita diabetes.
D. Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus
1. Komplikasi akut
a. (komplikasi yang segera terjadi dalam waktu pendek) : hipoglikemi
(kekurangan glukosa/gula).
b. Gejalanya: lapar, gemetar, keringat dingin, pusing.
c. Penanggulangan : makan makanan yang mengandung karbohidrat
tinggi dan mudah dicerna seperti : makan roti dan pisang.
2. Koma diabetik (glukosa terlalu tinggi).
a. Gejalanya: nafsu makan menurun, haus, minum dan BAK banyak,
mual, muntah, nafas cepat.
b. Penanggulangan: segera kerumah sakit.
3. Komplikasi kronis (komplikasi yang muncul dalam waktu yang lama, bila
kadar gula tidak terkontrol). Seperti :
a. Telinga : pendengaran menurun
b. Mata : pengelihatan berkurang
c. Ginjal : mudah terkena penyakit ginjal
d. Urat syaraf : tegang, kesemutan, rasa baal, keram
e. Pembuluh darah : mengecil dan mudah timbul luka
E. Cara Perawatan dan Mengontrol Penyakit Diabetes Mellitus
1. Perencanaan makan (diet)
a. Jangan mengurangi jadwal makan atau menunda waktu makan karena
hal ini akan menyebabkan fluktuasi (ketidakstabilan) kadar gula darah.
b. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan yang mengandung banyak
kolesterol LDL, antara lain: daging merah, produk susu, kuning telur,
mentega, saus salad dan makanan pencuci mulut berlemak lainnya, dan
minuman yang beralkohol serta tinggi kadar garam.
c. Diet 3J (Jumlah,Jenis dan Jadwal)
1) Jumlah : jumlah makanan yang dikonsumsi disesuaikan
dengan BB yang dirasa nyaman untuk seorang diabetes
serta disesuaikan dengan hasil konseling gizi.
2) Jenis : jenis makanan utama yang dikonsumsi dapat
disesuaikan dengan konsep piring T (mengandung zat
energi, protein, vitamin dan mineral. Serta jumlah sayur
harus lebih banyak dibandingkan protein dan karbohidrat)
3) Jadwal : jadwal makan terdiri dari 3x makan utama dan 2-
3x makanan selingan mengikuti prinsip porsi kecil.
2. Kontrol glukosa darah sewaktu
a. Tes gula darah sewaktu
Tes ini bertujuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darah pada
jam tertentu secara acak. Jika hasil tes gula darah sewaktu
menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, maka pasien dapat
didiagnosis menderita diabetes.
b. Gula darah puasa
Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam.
Setelah pasien berpuasa akan dilakukan pengambilan sampel
darah. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula
darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah
normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL
menunjukkan pasien menderita pradiabetes. Sedangkan untuk hasil
tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien
menderita diabetes.
c. Tes toleransi glukosa
Tes ini dilakukan dengan berpuasa selama semalaman terlebih
dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula
darah puasa. Setelah tes dilakukan, pasien akan diminta untuk
meminum larutan gula khusus, kemudian sampel gula darah akan
diambil kembali setelah 2 jam setelah pasien meminum larutan
gula tersebut. Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL
menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes toleransi glukosa
dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi
pradiabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200
mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
d. Tes HbA1c
Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien
selama 2-3 bulan ke belakang. Tes ini mengukur kadar gula darah
pada hemoglobin. Dalam tes HbA1c pasien tidak perlu menjalani
puasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1c di bawah 5,7% merupakan
kondisi normal. Hasil tes HbA1c di antara 5,7-6,4% menunjukkan
pasien mengalami kondisi pradiabetes. Hasil tes HbA1c di atas
6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.
3. Perawatan kaki diabetik
a. Periksa kaki setiap hari, apakah ada kulit retak, melepuh, luka,
pendarahan
b. Bersihkan kaki setiap hari pada waktu makan dengan air bersih dan
sabun mandi
c. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak
terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam.
d. Pakai alas kaki sepatu atau sendal untuk melindungi kuku agar
tidak terjadi luka
e. Gunakan sepatu atau sendal yang baik yang sesuai dengan ukuran
dan nyaman untuk dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup
dengan jari-jari
f. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda
tajam seperti jarum dan duri
g. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari
jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik
h. Bila ada luka kecil, obati dan tutup dengan pembalut bersih
i. Edukasi perawatan kaki pada pasien dan keluarga yang meliputi
kebersihan kaki, perawatan kuku, pemilihan alas kaki, pencegahan
dan pengelolaan cedera awal pada kaki.
F. Cara Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus dengan konsep
CERDIK
1. C : Cek kesehatan secara teratur untuk mengendalikan berat badan agar
tetap ideal serta agar tidak mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah dan
kolestrol secara teratur, apabila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL
maka pasien dapat di diagnosis menderita diabetes
2. E : Enyahkan asap rokok dan jangan merokok
3. R : Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti
berolahraga, berjalan kaki, senam diabetes,bersepeda. Upayakan dilakukan
dengan baik, benar, teratur dan terukur
4. D : Diet yang seimbang menggunakan konsep 3J (Jumlah, Jenis,Jadwal)
dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah
sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin untuk menekan konsumsi
gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari
makanan/minuman yang manis atau berkarbonasi
5. I : Istirahat yang cukup
6. K: Kelola stres dengan baik dan benar
7.
K. Lampiran Media
1. PPT
2. Flyer
L. Dokumentasi
M. Daftar Hadir
N. Notulensi