ELEKTRONIKA DIGITAL
ENCODER
NOVITA ASTIN
Jurusan Teknologi Multimedia Broadcasting
Departemen Teknologi Multimedia Kreatif
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
Pokok Bahasan :
- Macam macam Encoder
- Priority Encoder
- Aplikasi Encoder
Tujuan :
- Menjelaskan tentang prinsip kerja Encoder
- Mengetahui macam – macam encoder
- Mengetahui aplikasi encoder khususnya pada bidang
brodcasting
Encoder
Sebuah rangkaian Encoder
menterjemahkan keaktifan salah satu
inputnya menjadi urutan bit-bit biner.
Encoder terdiri dari beberapa input line,
hanya salah satu dari input-input tersebut
diaktifkan pada waktu tertentu, yang
selanjutnya akan menghasilkan kode output
N-bit.
2N inputs and N outputs
Binary Encoding
Mengkonversi 2n input dan dikeluarkan ke
dalam bentuk n bit output
Banyak digunakan untuk kompresi data
Dapat dibangun menggunakan AND atau OR
Gate
Encoder
4 to 2 Encoders
INPUT OUTPUT
I1 I2 I3 I4 A B
1 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 1
0 0 1 0 1 0
0 0 0 1 1 1
Encoder
A = I3 + I4
B = I2 + I4
4 Input Line I4
B
I3
I2
A
I1
Encoder
8 to 3 Encoders
16 to 4 Encoders
10 to 4 Encoders
Priority Encoder
Priority Encoder adalah rangkaian Encoder
yang mempunyai fungsi prioritas. Operasi
dari rangkaian Priority Encoder adalah
sebagai berikut :
Jika ada dua atau lebih input bernilai “1”
pada saat yang sama, maka input yang
mempunyai prioritas tertinggi yang akan
diambil
Kondisi ‘x’ adalah kondisi don’t care, yang
menyatakan nilai input bisa “1” atau ‘0”.
Input D3 mempunyai prioritas tertinggi, sehingga
bila input ini bernilai “1” maka output X dan Y
keduanya akan bernilai “1” (11 menyatakan biner
dari 3).
Input D2 mempunyai prioritas kedua, dengan output
X dan Y bernilai 10 menyatakan biner 2, dimana
input D2 = “1” dan D3=”0”.
Input D1 adalah prioritas ketiga dengan output X
dan Y bernilai 01 menyatakan biner 1, dimana input
D1 =”1”, sedangkan D2= D3=”0”.
Prioritas terendah adalah input D0,
yang akan memberikan output X dan Y
= 00 (menyatakan biner 0), jika input
D1 bernilai “1”, sedang ketiga input
lainnya bernilai “0”.
Validitas - akan bernilai “1” jika satu atau
lebih inputnya bernilai “1”, dan bernilai “0”
jika tidak ada inputnya yang bernilai “1”
Priority Encoder
INPUT OUTPUT
D3 D2 D1 D0 A B V
0 0 0 0 X X 0
0 0 0 1 0 0 1
0 0 1 X 0 1 1
0 1 X X 1 0 1
1 X X X 1 1 1
Priority Encoder
Output A #) 0 = low = ‘ ------ 1 = high
D0D1
D2D3 D0’D1’ D0’D1 D0D1 D0D1’
D2’D3’ x 0 0 0
D2’D3 1 1 1 1
D2D3 1 1 1 1
D2D3’ 1 1 1 1
A = D3 + D2
Priority Encoder
Output B #) 0 = low = ‘ ------ 1 = high
D0D1
D2D3 D0’D1’ D0’D1 D0D1 D0D1’
D2’D3’ x 1 1 0
D2’D3 1 1 1 1
D2D3 1 1 1 1
D2D3’ 0 0 0 0
B = D3 + D1
Priority Encoder
Output V #) 0 = low = ‘ ------ 1 = high
D0D1
D2D3 D0’D1’ D0’D1 D0D1 D0D1’
D2’D3’ 0 1 1 0
D2’D3 1 1 1 1
D2D3 1 1 1 1
D2D3’ 1 1 1 1
V = D2 + D3 + D1D2’
Priority Encoder
D3 A
B
D2
D1
D0
Aplikasi Encoder
Jika pada suatu instalasi panggung terdapat sound
system dan lighting system yang saling berhubungan,
buatlah sistem instalasi antar keduanya jika di tentukan
kriteria sbb :
8 Parled high beam menyala ketika drum di mainkan
1 unit laser RG dual red, dual green aktif ketika piano di
mainkan
Parled dan RG dual menyala ketika bass di mainkan
Ketika seruling di mainkan maka seketika otomatis I unit
smoke machine akan aktif
Tentukan rangkaian logika dari instalasi sistem di atas.
Dalam sebuah navigasi kapal selam,
terdapat 8 arah mata angin yang
menentukan besarnya sudut dari posisi
kapal tersebut. Buatlah rangkaian logika
encoder dari sistem navigasi kapal tsb.
Soal Latihan
1. Buatlah rangkaian 4 to 2 Encoder
2. Sebutkan contoh contoh aplikasi
Encoder dalam dunia broadcasting
Referensi
Kleitz William, “ Digital Electronics A Pratical Approach “,
1987
Philip [Link],”HDTV and the Transition to Digital
Broadcsting”, 2007
Wijaya Widanarka,”Teknik Digital”, 2006
Prima Kristalina, [Link] “Elektronika
Digital”
TERIMA KASIH