0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan70 halaman

Kontrol Hidroponik Indoor IoT dan HMI

Laporan ini merangkum purwarupa kontrol hidroponik indoor berbasis IOT dan HMI Nextion. Sistem ini dapat mengontrol dan memantau perangkat hidroponik secara online menggunakan smartphone melalui IOT dan secara offline menggunakan layar sentuh HMI Nextion. Sistem ini juga memiliki backup plan jika terjadi gangguan pada internet.

Diunggah oleh

Syahrani Umar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan70 halaman

Kontrol Hidroponik Indoor IoT dan HMI

Laporan ini merangkum purwarupa kontrol hidroponik indoor berbasis IOT dan HMI Nextion. Sistem ini dapat mengontrol dan memantau perangkat hidroponik secara online menggunakan smartphone melalui IOT dan secara offline menggunakan layar sentuh HMI Nextion. Sistem ini juga memiliki backup plan jika terjadi gangguan pada internet.

Diunggah oleh

Syahrani Umar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS AKHIR

PURWARUPA KONTROL HIDROPONIK INDOOR BERBASIS


IOT DAN HMI NEXTION NX4832T035_011R.

Disusun Oleh:
Nama : Rian Ramadhan

NIM : 3201711049

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2022
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN TUGAS AKHIR


PURWARUPA KONTROL HIDROPONIK INDOOR BERBASIS IOT DAN
HMI NEXTION NX4832T035_011R.

Oleh :
Rian Ramadhan
NIM. 3201711049

Tugas Akhir ini telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik Elektro
Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Pontianak

Disahkan oleh :
Ketua Jurusan Teknik Elektro Ketua Prodi Teknik Elektronika

Hasan, S.T.,M.T. Agus Riyanto, S.T., M.T.


NIP. 197108201999031003 NIP. 197202282006041001

Mengetahui
Direktur Politeknik Negeri Pontianak

Dr. Ir. H. Muhammad Toasin Asha, [Link]


NIP. 196112251990111001

i
LEMBAR PERNYATAAN

LAPORAN TUGAS AKHIR


PURWARUPA KONTROL HIDROPONIK INDOOR BERBASIS IOT DAN
HMI NEXTION NX4832T035_011R.

Oleh :
Rian Ramadhan
NIM. 3201711049

Telah dipertahankan didepan penguji pada tanggal 30 Agustus 2022 dan


dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai proposal Tugas Akhir

Dosen Pembimbing

Agus Riyanto, S.T., M.T.


NIP. 197202282006041001

Dosen Penguji I Dosen Penguji II

Hasan, S.T.,M.T. Mohd. Ilyas Hadikusuma, S.T., [Link].


NIP. 197108201999031003 NIP. 197907192005011001

ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Rian Ramadhan
Nim : 3201711049
Jurusan/Program Studi : Teknik Elektro / Teknik Elektronika
Judul Tugas Akhir : Purwarupa Kontrol Hidroponik Indoor Berbasis Iot Dan
Hmi Nextion Nx4832t035_011r.

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa penulisan Tugas Akhir ini


berdasarkan hasil penelitian, pemikiran dan pemaparan asli dari saya sendiri, baik
untuk naskah Tugas Akhir maupun kegiatan yang tercantum sebagai bagian dari Tugas
Akhir ini, jika terdapat karya orang lain, saya akan menyertakan sumber yang jelas.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian
hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh
karena karya tulis ini dan sanksi lain sesuai dengan peraturan yang berlaku di
Politeknik Negeri Pontianak.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari
pihak manapun.

Pontianak, 15 September 2022

Yang membuat pernyataan

Rian Ramadhan

NIM. 3201711049

iii
RIWAYAT HIDUP

Rian Ramadhan dilahirkan di Pontianak pada tanggal 16 Januari 1998, seorang


anak laki-laki pertama dari 5 bersaudara dari pasangan Bapak Syahmadi dan Ibu
Normawati. Merupakan mahasiswa dengan NIM 3201711049 yang mendaftar kuliah
di Politeknik Negeri Pontianak pada tahun 2017 di Jurusan Teknik Elektro Program
Studi Teknik Elektronika. Berasal dari Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya
Kalimantan Barat, Indonesia. Berikut riwayat pendidikan penulis:
1. SD Negeri 03 Sungai Raya
2. SMP Negeri 1 Rasau Jaya
3. SMK Negeri 1 Kubu Raya
4. Pada 2017 penulis melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak pada
jurusan Teknik Elektro program studi Teknik Elektronika

iv
ABSTRAK

Seiring pesat pembangunan infrastruktur dan semakin sempit lahan yang dapat
digunakan untuk bercocok tanam di kota-kota besar, maka tidak sedikit orang yang
memilih bercocok tanam dengan metode hidroponik karena dapat diterapkan didalam
ruangan sehingga keunggulannya yaitu tidak dapat dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan seperti perubahan iklim, suhu dan intensitas cahaya matahari. .
Untuk itu dibuatlah alat yang dapat mengontrol sekaligus memantau aktivitas
perangkat hidroponik didalam ruangan (indoor) yang dapat dikontrol menggunakan
smartphone secara online memanfaatkan sistem Internet of Things (IOT) dan juga
dapat dikontrol secara offline menggunakan HMI Nextion yang memiliki fitur layar
sentuh (touch screen).
Didalam alat ini terdapat backup plan jika terjadi kegagalan pada sistem IOT. Tak
dapat dipungkiri bahwa provider layanan internet terkadang mengalami gangguan
sehingga kontrol secara online menjadi tidak efisien. Maka kontrol secara offline
menjadi opsi jika terjadi gangguan pada internet.

Kata Kunci : Hidroponik, indoor, IOT, HMI Nextion, Backup plan.

v
ABSTRACT

A long with the rapid development of infrastructure and the narrower land that can be
used to grow crops in big cities, not a few people choose to grow crops using the hydroponic
method because it can be applied indoors so that the advantage is that it cannot be influenced
by environmental conditions such as climate change, temperature and humidity. and the
intensity of sunlight.
For this reason, a tool that can control and monitor the activities of indoor hydroponic
devices that can be controlled using a smartphone online is made using the Internet of Things
(IOT) system and can also be controlled offline using the HMI Nextion which has a touch
screen feature.
In this tool there is a backup plan in case of failure of the IoT system. It is undeniable that
internet service providers sometimes experience disturbances so that online control becomes
inefficient. So offline control is an option if there is interference with the internet.

Keywords : Hydroponics, Indoor, IOT, HMI Nextion, Backup Plan.

vi
PRAKATA

Puji syukur senantiasa kita hadapkan dengan rendah diri kepada Allah yang maha
kuasa dalam segala kehendak-Nya. Dzat yang tidak membutuhkan rasa syukur kita dan
kita adalah pihak yang membutuhkan Dia. Atas izin dan ridho yang semoga diberkati
kepada penulis, maka laporan tugas akhir ini dapat diselesaikan. Tiada daya dan upaya
kecuali dengan pertolongan Allah.
Sholawat dan kerinduan selalu terikat dan terarahkan kepada sang manusia terbaik
di peradaban umat manusia. Sosok lemah lembut sekaligus tegas dan kuat dalam
menjadi panutan untuk segala bentuk kehidupan. Nabi Muhammad SAW, adalah tolak
ukur sekaligus motivator penulis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Dan
semoga doa dan kerinduan selalu terkirimkan dan terbalaskan kepada nabi Muhammad
SAW, keluarga dan sahabatnya.
Setelah selesainya pelaksanaan program perkuliahan yang sebelumnya, maka
dilanjutkan dengan proses penyelesaian tugas akhir oleh mahasiswa D3 Elektronika di
Politeknik Negeri Pontianak dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam
proses belajar.
Bahwa sesungguhnya penyelesaian laporan ini adalah bentuk dari perjuangan
penulis dan bantuan dari segala pihak yang telah mendukung, membantu, memberikan
bimbingan dan arahan dan tentu saja dapat dilakukan dengan atas izin Allah yang maha
bijaksana.
Dengan hati yang penuh ketulusan, penulis hendak menyampaikan rasa terima
kasih dan kekaguman secara tertulis kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi
wasallam yang telah berjuang menyebarkan islam yang menjadi rahmat seluruh alam
dan akhirnya dapat manis dirasakan di dalam hati sanubari penulis, Orang tua saya
yaitu Syahmadi dan Normawati yang telah selalu saja ikhlas dan tulus menjadi faktor
tak terkalahkan dan tergantikan, kepada seluruh saudara dan keluarga kerabat baik
yang langsung maupun tidak langsung yang tidak pernah berhenti menjadi motivasi

vii
untuk penulis, Bapak Ir. H. Muhammad Toasin A., [Link] selaku Direktur Politeknik
Negeri Pontianak, Bapak Hasan, ST., MT selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Pontianak sekaligus sebagai penguji 1 Tugas Akhir, Bapak Agus
Riyanto, ST., MT selaku Ketua Program Studi Elektronika Politeknik Negeri Pontianak
sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Tugas Akhir, Bapak Mohd. Ilyas Hadikusuma,
ST., [Link]., selaku Dosen Penguji 2, Raihadi Arfais Yunus Pratama [Link].T dan
Syahrani [Link].T., kepada seluruh teman seperjuangan yang telah berjuang bersama
dalam menyelesaikan kewajiban dan saling mendukung dan semua pihak yang tidak
mampu disebutkan satu persatu yang telah melancarkan penyelesaian laporan ini.
Tak ada gading yang tak retak dan tak ada manusia yang sempurna. Begitupun
tulisan penulis ini yang jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, tentunya diharapkan dapat
menyampaikan saran dan komentar terhadap tulisan yang dibuat ini sehingga dapat
ditingkatkan untuk kedepannya. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca atau siapapun
yang berhubungan dengan tulisan ini.

Pontianak, 14 September 2022

Rian Ramadhan

viii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. i


LEMBAR PERNYATAAN ............................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ...................................................iii
RIWAYAT HIDUP .......................................................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................................ v
ABSTRACT ..................................................................................................... vi
PRAKATA ...................................................................................................... vii
DAFTAR ISI .................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv
DAFTAR TABEL ........................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah .......................................................................................2
1.3. Batasan Masalah .........................................................................................2
1.4. Tujuan Penulisan.........................................................................................3
1.5. Sistematika Penulisan..................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................5
2.1. Tinjauan Pustaka .........................................................................................5
2.2. Teori Dasar .................................................................................................6
2.2.1. ESP32 ................................................................................................6
2.2.2. HMI Nextion NX4832T035_011R .................................................. 10
2.2.3. RTC DS3231 .................................................................................. 12
2.2.4. Relay .............................................................................................. 13
2.2.5. Catu Daya ( Power Supply ) ............................................................ 14
2.2.6. DC Buck Converter......................................................................... 15
2.2.7. Arduino Nano ................................................................................. 17

ix
2.2.8. Arduino IDE ................................................................................... 19
2.2.9. Thingsboard .................................................................................... 19
BAB III RANCANGAN SISTEM .................................................................. 21
3.1. Gambaran Kerja Sistem Alat .................................................................... 21
3.2. Desain Alat .............................................................................................. 23
3.3. Alat dan Bahan ........................................................................................ 23
3.4. Diagram Alir ( Flowchart ) ...................................................................... 25
3.5. Rangkaian Skema Alat ............................................................................. 27
3.5.1. Rangkaian Infra Red ..................................................................... 27
3.5.2. Rangkaian Relay 8 Channel .......................................................... 28
3.5.3. Rangkaian RTC ............................................................................ 29
3.5.4. Rangkaian ESP32 ......................................................................... 29
3.6. Proses Pembuatan Tampilan HMI Nextion ............................................... 30
3.6.1. Siapkan Software Nextion Editor .................................................. 30
3.6.2. New Project .................................................................................. 31
3.6.3. Menentukan Seri dan Model HMI ................................................. 31
3.6.4. Menentukan Sudut Pandang Tampilan dan karakter pengkodean .. 32
3.6.5. Mengenal Fungsi Bagian-Bagian Pada Nextion Editor .................. 32
3.6.6. Tampilan Halaman Utama HMI Nexton........................................ 41
3.6.7. Tampilan Halaman Setting Tower 1 .............................................. 41
3.6.8. Tampilan Halaman Setting Tower 2 .............................................. 42
3.6.9. Tampilan Halaman Setting Air Conditioner ( AC ) ........................ 42
3.6.10. Tampilan Halaman Setting Koneksi WIFI ..................................... 43
3.6.11. Tampilan Halaman Setting Tower Semai ...................................... 43
3.7. Tampilan Webserver Thingsboard ............................................................ 44
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 47
4.1. Proses Pembuatan Alat ............................................................................. 47
4.2. Pengujian Alat ......................................................................................... 48
4.3. Analisa Permasalahan .............................................................................. 52

x
BAB V PENUTUP ......................................................................................... 53
5.1. Kesimpulan .............................................................................................. 53
5.2. Saran........................................................................................................ 53
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 54
LAMPIRAN ................................................................................................... 55

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Bagian Atas ESP32 .......................................................................... 6


Gambar 2.2. Konfigurasi Pin ESP ........................................................................ 8
Gambar 2.3. HMI Nextion NX4832T035_011R ................................................. 10
Gambar 2.4. Pin RTC DS3231 ........................................................................... 13
Gambar 2.5. Modul Relay .................................................................................. 14
Gambar 2.6. Diagram Blok Power Supply .......................................................... 15
Gambar 2.7. Rangkaian DC Buck Converter ...................................................... 16
Gambar 2.8. Tampak Atas Arduino Nano .......................................................... 17
Gambar 2.9. Konfigurasi Pin Out Arduino Nano ................................................ 18
Gambar [Link] Software Arduino IDE ................................................... 19
Gambar [Link] Dashboard Thingsboard .............................................. 20
Gambar 3.1. Diagram Blok ................................................................................ 21
Gambar 3.2. Tampak Fisik Penutup Alat ............................................................ 23
Gambar 3.3. Rangkaian Infra Red ...................................................................... 27
Gambar 3.4. Program Air Conditioner ( AC ) ..................................................... 27
Gambar 3.5. Rangkaian Relay 8 Channel ........................................................... 28
Gambar 3.6. Program Relay ............................................................................... 28
Gambar 3.7. Rangkaian RTC ............................................................................. 29
Gambar 3.8. Program RTC ................................................................................ 29
Gambar 3.9. Rangkaian ESP .............................................................................. 29
Gambar [Link] Nextion Editor................................................................ 30
Gambar [Link] Awal Software Nextion Editor....................................... 30
Gambar 3.12. Membuat File Proyek Baru .......................................................... 31
Gambar 3.13. Menentukan Seri dan Model HMI Nextion................................... 31
Gambar 3.14. Menentukan Sudut Pandang dan Karakter Pengkodean ................ 32
Gambar 3.15. Bagian – Bagian Software Nextion Editor .................................... 32

xii
Gambar 3.16. Title ............................................................................................. 33
Gambar 3.17. Menu Utama ................................................................................ 33
Gambar 3.18. Panel Toolbox .............................................................................. 36
Gambar 3.19. Panel Picture ............................................................................... 37
Gambar 3.20. Panel Page ................................................................................... 38
Gambar 3.21. Panel Attribute ............................................................................. 39
Gambar 3.22. Panel Output ................................................................................ 39
Gambar 3.23. Panel Event .................................................................................. 40
Gambar 3.24. Tab Display dan Programs .......................................................... 40
Gambar 3.25. Tampilan Utama HMI Nextion .................................................... 41
Gambar 3.26. Tampilan Setting Tower 1 ............................................................ 41
Gambar 3.27. Tampilan Setting Tower 2 ............................................................ 42
Gambar 3.28. Tampilan Setting Air Conditioner ( AC ) ...................................... 42
Gambar 3.29. Tampilan Setting Koneksi WIFI ................................................... 43
Gambar 3.30. Tampilam Setting Tower Semai ................................................... 43
Gambar 3.31. Tampilan Webserver Thingsboard ............................................... 44
Gambar 3.32. Program Pengaturan Status ON/OFF Pada Pin GPIO ................... 45
Gambar 3.33. Program Mencari Status Pin GPIO ............................................... 45
Gambar 3.34. Program Merespon Input Pada Pin ............................................... 46
Gambar 3.35. Program Mengirim Data JSON .................................................... 46
Gambar [Link] PCB Yang Telah Disusun ..................................................... 47
Gambar 4.2. Pengecekan Board PCB ................................................................. 48
Gambar 4.3. Pengujian Pada HMI Nextion......................................................... 49
Gambar 4.4. Pengujian Menu Pengaturan AC .................................................... 49
Gambar 4.5. Pengujian Pada Infra Red Remote .................................................. 50
Gambar 4.6. Pengujian Pada Kontrol Web Server Thingsboard .......................... 50
Gambar 4.7. Proses Pengujian Komunikasi ........................................................ 51
Gambar 4.8. Pengecekan Data Yang Dikirim ESP32 ke Arduino Nano .............. 51
Gambar 4.9. Pengecekan Data Yang Diterima Arduino Nano dari ESP .............. 52

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Spesifikasi ESP32 ............................................................................... 9


Tabel 2.2. Spesifikasi HMI Nextion NX4832T035_011R................................... 11
Tabel 2.3. Karakteristik HMI Nextion NX4832T035_011R ............................... 12
Tabel 2.4. Fitur Memori HMI Nextion NX4832T035_011R ............................... 12

xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Purwarupa Kontrol Hidroponik Indoor Berbasis IOT dan HMI Nextion
NX4832T035_011R adalah sebuah alat kendali sekaligus pemantau aktivitas
perangkat hidroponik didalam ruangan yang terintegrasi dengan teknologi dan
layanan internet.
Seiring pesat pembangunan infrastruktur dan semakin sempit lahan yang
dapat digunakan untuk bercocok tanam di kota-kota besar, maka tidak sedikit
orang yang memilih bercocok tanam dengan metode hidroponik karena dapat
diterapkan didalam ruangan sehingga keunggulannya yaitu tidak dapat
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti perubahan iklim, suhu dan intensitas
cahaya matahari.
Dalam menerapkan metode hidroponik didalam ruangan atau indoor tetap
harus menyediakan kondisi yang mirip dengan metode hidroponik outdoor yaitu
kebutuhan nutrisi tanaman, suhu ruangan dan cahaya sehingga menyerupai dengan
kondisi outdoor. Hanya saja, sinar matahari yang berperan dalam proses
fotosistensis, digantikan dengan memanfaatkan intensitas cahaya buatan (artificial
lighting). Semua parameter penting tersebut dapat dikendalikan secara seimbang
dan otomatis dengan menerapkan teknologi elektronika modern yang
dikolaborasikan dengan pemanfaatan teknologi Internet of Things sebagai kendali
jarak jauh menggunakan smartphone.
Akan tetapi tak dipungkiri bahwa beberapa provider penyedia layanan
internet terkadang mengalami gangguan sehingga sistem hidroponik indoor secara
online gagal terkoneksi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dibuat mode
online dan offline sehingga gangguan pada mode online dapat teratasi.
Pada mode offline menggunakan HMI NEXTION NX4832T035 sebagai mini PC
yang bertugas untuk mengubah mode online ke offline ataupun sebaliknya secara

1
2

otomatis. Dengan menggunakan perangkat HMI Nextion sebagai display sekaligus


kontrol, perangkat ini memiliki beberapa fitur seperti layar sentuh ( touch screen )
dan sudah terintegrasi dengan Arduino. Sehingga perangkat tersebut dapat di
gunakan untuk mengontrol perangkat hidroponik indoor.
Dengan pembuatan alat ini diharapkan dapat mempermudah dan
menyelesaikan permasalahan yang diangkat dari latar belakang. Sehingga
pengguna maupun calon pengguna tidak perlu khawatir akan keamanan maupun
kegagalan dari system iot. Karena dengan adanya backup plan yang direncanakan
oleh penulis dapat meminimalisir kecemasan dari beberapa kemungkinan resiko
yang akan terjadi.

1.2. Rumusan Masalah


Di bawah ini merupakan rumusan masalah dari pembuatan Purwarupa
Kontrol Hidroponik Indoor Berbasis IOT dan HMI Nextion NX4832T035_011R :
a. Bagaimana alat ini dapat membackup sistem hidroponik indoor ketika offline
b. Bagaimana cara menggunakan HMI Nextion sebagai I/O

1.3. Batasan Masalah


Ada pula batasan masalah dari Purwarupa Kontrol Hidroponik Indoor
Berbasis IOT dan HMI Nextion NX4832T035_011R yaitu:
a. Menggunakan ESP32 sebagai pengontrol sistem utama.
b. Beban listrik yang dapat dikontrol berdasarkan spesifikasi relay sebesar 10A
c. Menggunakan ESP32 untuk menghubungkan alat ke WebServer melalui
jaringan internet.
d. Waktu kecepatan pengiriman informasi tergantung pada kondisi sistem
jaringan pada saat itu.
e. Menggunakan Webserver thingsboard untuk kontrol secara online.
f. Menggunakan HMI Nextion NX4832T035_011R sebagai I/O.
3

1.4. Tujuan Penulisan


Adanya tujuan dari tugas akhir ini diharapkan penggunaan display HMI
Nextion NX4832T035_011R dapat lebih familiar digunakan sehingga
perkembangan teknologi dapat mempermudah dan menyelesaikan permasalahan
yang diangkat dari latar belakang. Sehingga pengguna maupun calon pengguna
tidak perlu khawatir akan keamanan maupun kegagalan sistem IOT dari
hidroponik indoor. Karena dengan ada nya backup plan yang di rencanakan oleh
penulis, semoga dapat meminimalisir kecemasan dari beberapa skenario yang
memungkinkan terjadinya resiko kegagalan mode online. Alat ini diharapkan
dapat memantau penggunaan perangkat listrik hidroponik indoor secara real time.

1.5. Sistematika Penulisan


Dalam penulisan tugas akhir ini dibagi dalam beberapa bab dan dalam tiap
bab terdapat sub bab yang berisi penjelasan lebih rinci. Sistematika penulisan tugas
akhir ini adalah sebagai berikut :
 BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini, berisikan latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
 BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini, akan membahas teori dasar yang berhubungan dengan teori
dasar yang relevan dalam pembahasan masalah dan mendukung dalam
perancangan dan pembuatan tugas akhir yang berjudul “ Purwarupa Kontrol
Hidroponik Indoor Berbasis IOT dan HMI Nextion NX4832T035_011R “.
 BAB III PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini, akan membahas proses perancangan dan pembuatan serta
hal-hal yang bersifat teknis dalam sistem “ Purwarupa Kontrol Hidroponik
Indoor Berbasis IOT dan HMI Nextion NX4832T035_011R “.
4

 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada bab ini, berisikan tentang pengukuran dan hasil uji coba yang
dilakukan.
 BAB V PENUTUP
Pada bab ini, berisikan tentang beberapa kesimpulan dari semua
permasalahan dan saran mengenai pengembangan dari penulisan tugas akhir.
 LAMPIRAN
Pada bagian ini berisikan datasheet, gambar dan data data pendukung
lainnya.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka


Penyelesaian tugas akhir ini memerlukan referensi yang berkaitan dengan
materi yang akan diangkat sebagai bahan acuan untuk tugas akhir ini yaitu:
 Tugas Akhir Lim, Andrian Budiawan, 2020, Yogyakarta : Universitas Sanata
Dharma , berjudul Sistem Kendali Hidroponik Dalam Ruangan Berbasis
Raspberry PI. Tulisan ini membahas tentang sistem pengendalian kadar Total
Dissolveds Solids pada air, sistem pemberian nutrisi dan sistem pencahayaan
kebun hidroponik didalam ruangan menggunakan mikrokontroller Rapsberry
PI dan Arduino. Semua nilai-nilai dari sensor serta aktuator sistem juga
menjadi data digital yang ditampilkan pada Graphical User Interface.
 Tugas Akhir Pratama Putra Awang, 2021, Politeknik NSC Surabaya, berjudul
Perancangan dan Implementasi Sistem Smart Home Dengan Menggunakan
Mikrokontroler ESP32 Dengan Konsep Internet Of Things ( IOT ) Berbasis
Smartphone. Tulisan ini membahas tentang kontrol sistem smart home
berbasis ESP32 dengan menggunakan smartphone.
 Berkala Fisika Supriyadi, Achmad, Agus Setyawan , dan Jatmiko Endro
Suseno, 2019, Bontang, [Link] LNG, berjudul Rancang Bangun Sistem
Kendali Unit Pengolahan Air Bersih Berbasis Arduino Uno R3 Dan Nextion
Nx4827t04_011R . Tulisan ini berisi tentang menambah efisiensi dari segi
biaya, kinerja dan faktor keamanan pada perusahaan dengan menggunakan
HMI Nextion Nx4827t04_011R dan Arduino Uno.

5
6

2.2. Teori Dasar


2.2.1. ESP32
ESP 32 adalah serangkaian sistem berbiaya rendah dan berdaya rendah pada
mikrokontroler chip dengan Wi-Fi terintegrasi dan Bluetooth mode ganda. Pada
mikrokontroler ini sudah tersedia modul WiFi dalam chip sehingga sangat
mendukung untuk membuat sistem aplikasi Internet of Things. Seri ESP 32
menggunakan mikroprosesor Tensilica Xtensa LX6 baik dalam variasi dual-core
dan single-core dan termasuk switch antena built-in, RF balun, penguat daya,
penguat penerima derau rendah, filter dan modul manajemen daya ESP 32 dibuat
dan dikembangkan oleh Espressif Systems, sebuah perusahaan China yang
berbasis di Shanghai dan diproduksi oleh TSMC menggunakan proses 40 nm
mereka. Ini merupakan penerus mikrokontroler ESP 8266.[1]

Gambar 2.1. Bagian Atas ESP32


Sumber : Tugas Akhir Awang Pratama Politeknik NSC Surabaya 2021 [1]

Konfigurasi ESP32 memliki beberapa bagian yaitu :

1. Soket Micro-USB
7

Soket ini guna menghubungkan komputer dengan ESP32 melalui kabel USB.
Soket ini digunakan untuk mengunggah program dan juga bisa untuk
debugging serial karena ESP32 mendukung komunikasi secara serial.
2. Tombol EN
Tombol EN pada ESP32 digunakan untuk tombol reset yang berfungsi
mengatur ulang kode yang berjalan pada modul EPS32.
3. Tombol Booting (Boot)
Tombol boot digunakan untuk mengunggah program yang sudah dibuat di
ardunio IDE kedalam ESP32. Pada saat mengunggah program maka tombol
boot harus ditekan. Jangan menekan tombol boot dan EN secara bersamaan
karena akan masuk ke mode unggahan firmware. Sebaiknya jangan gunakan
mode ini kecuali jika benar benar menguasainya.
4. LED Merah
LED merah yang terpasang pada ESP32 berfungsi sebagai indikator catu daya.
Jadi LED merah akan menyala pada saat ESP32 terhubung ke power supply.
5. LED Biru
LED biru yang terpasang pada ESP32 merupakan LED yang telah terhubung
ke pin GPIO. LED biru bisa hidup maupun mati melalui pemrograman yang
telah dibuat.
6. ESP-WROOM-32
ESP-WROOM-32 merupakan mikroprosesor 32-bit.
7. Pin Input/Output
Pada ESP32 memiliki 38 pin input/output (I/O) yang memiliki spesifikasi yaitu
:
 VIN : pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya digital.
 GND : pin ground untuk catu daya digital
 Analog to Digital Converter (ADC) : 16 kanal SAR ADC 12 bit. Rentang
ADC bisa diatur di dalam program, apakah 0-1 V, 0-1.4 V, 0-2V atau 0-4V.
8

 Digital to Analog Converter (DAC) : terdapat DAC 8 bit yang bisa


menghasilkan tegangan analog.
 Pulse Width Modulation (PWM) : 16 kanal PWM yang bisa digunakan
untuk mengendalikan LED atau motor. 
 Touch Sensor : 10 GPIO memiliki kemampuan pengindera kapasitif yang
dapat digunakan sebagai 10 tombol buttonpad. 
 UART : 2 kanal antarmuka UART. Satu diantaranya digunakan untuk
mengunduh program secara serial.
 I2C, SPI, I2S : Terdapat dua antarmuka I2C dan 4 antarmuka SPI untuk
mengakses sensor dan perangkat ditambah lagi 2 antarmuka I2S. [1]

Gambar 2.2. Konfigurasi Pin ESP32


Sumber : [Link]
[Link]
9

Berikut ini adalah Spesifikasi yang dimiliki oleh ESP32 yaitu :

Tabel 2.1. Spesifikasi ESP32 [1]

Atribut Detail

CPU Tensilica Xtensa LX6 32bit Dual-Core di 160/240MHz

SRAM 520 KB

FLASH 2MB (max. 64MB)

Tegangan 2.2V sampai 3.6V

Arus Kerja Rata-rata 80Ma

Dapat dIprogram Ya (C, C++, Python, Lua, dll)

Open Source Ya

Dimensi 55x28 mm

Konektivitas

Wi-Fi 802.11 b/g/n

BluetoothⓇ 4.2BR/EDR + BLE

UART 3
10

2.2.2. HMI Nextion NX4832T035_011R


Nextion adalah solusi Human Machine Interface (HMI) tanpa batas yang
menyediakan kontrol antarmuka dan visualisasi antara manusia dan proses, mesin,
aplikasi, atau alat. Nextion terutama diterapkan pada bidang IoT atau elektronik
konsumen. Ini adalah solusi terbaik untuk mengganti tabung LCD dan LED Nixie
tradisional. Dengan perangkat lunak Nextion Editor (Unduhan Resmi), pengguna
dapat membuat dan mendesain kontrol antarmuka mereka sendiri untuk tampilan
Nextion.
Perangakat keras nextion yaitu layar Liquid Crystal Display (LCD) yang terdiri
dari serangkaian Thin Film Transistor (TFT) yang hanya berupa layar LCD saja
atau berupa layar sentuh dengan teknologi Resistive Touchscreen pada tipe
tertentu, salah satunya adalah Nextion NX4832T035_011R. Untuk berkomunikasi
dengan piranti lain Nextion menggunakan sistem UART ( Universal
Asynchronous Receiver-Transmitter). Dua pin serial (Rx dan Tx) dan dua pin lagi
untuk power supply. Pin-pin tersebut terletak pada bagian belakang layar.[3]

Gambar 2.3. HMI Nextion NX4832T035_011R


Sumber : [Link]
11

Tabel 2.2. Spesifikasi HMI Nextion NX4832T035_011R [10]

Data Deskripsi
Warna 64K 65536 colors 16 bit 565, 5R-6G-5B
100.5 (L)×54.94 (W)×4.25 NX4832T035_011N
Ukuran tata letak (H)
100.5 (L)×54.94 (W)×5.45 NX4832T035_011R
(H)
Daerah Aktif 85.50mm(L)×54.94mm(W)
(A.A.)
Daerah 73.44mm(L)×48.96mm(W)
Penglihatan
(V.A.)
Resolusi 480×320 pixel Juga dapat diatur menjadi
320 × 480 pixel
Jenis Sentuhan Resistive
Menyentuh > 1 juta

Lampu Latar LED


Masa Pakai >30,000 Hours
Lampu Latar
(Average)
Kecerahan 200nit 0% to 100%, Interval
(NX4832T035_011N) penyesuaian adalah 1%
180 nit 0% to 100%, Interval
(NX4832T035_011R) penyesuaian adalah 1%
Berat 38.2g
(NX4832T035_011N)
48.2g (NX4832T035_011R)
12

Tabel 2.3. Karakteristik HMI Nextion NX4832T035_011R [10]

Kondisi Tes Min Typical Max Unit


Tegangan Operasi 4.75 5 7 V

Arus Operasi VCC=+5V, Kecerahan 100% – 145 – mA


Mode Sleep – 15 – mA
Sumber Daya yang dianjurkan:5V, 500mA, DC

Tabel 2.4. Fitur Memori HMI Nextion NX4832T035_011R [10]

Jenis memori Kondisi Tes Min Typical Max Unit


Memori FLASH Simpan kata dan gambar 16 MB
Memori RAM Simpan variable 3584 BYTE

2.2.3. RTC DS3231


RTC DS3231 adalah salah satu jenis modul yang dimana berfungsi sebagai
RTC (Real Time Clock) atau pewaktuan digital serta penambahan fitur pengukur
suhu yang dikemas kedalam 1 modul. Selain itu pada modul terdapat IC EEPROM
tipe AT24C32 yang dapat dimanfaatkan juga. Interface atau antarmuka untuk
mengakses modul ini yaitu menggunakan i2c atau two wire (SDA dan SCL).
Sehingga apabila diakses menggunakan mikrontroler misal Arduino Nano, pin
yang dibutuhkan 2 pin saja dan 2 pin power.
Module DS3231 RTC ini pada umumnya sudah tersedia dengan baterai CR2032
3V yang berfungsi sebagai backup RTC apabila catu daya utama mati.
13

Dibandingkan dengan RTC DS1302, RTC DS3231 ini memiliki banyak


kelebihan. Sebagai contoh untuk range VCC input dapat disupply menggunakan
tegangan antara 2.3V sampai 5.5V dan memiliki cadangan baterai. [2]

Gambar 2.4. Pin RTC DS3231


Sumber : [Link]
datasheet

2.2.4. Relay
Relay adalah salah satu modul yang beroperasi berdasarkan prinsip
elektromagnetik untuk menggerakkan kontaktor guna memindahkan posisi ON ke
OFF atau sebaliknya dengan memanfaatkan tenaga listrik. Peristiwa tertutup dan
terbukanya kontaktor ini terjadi akibat adanya efek induksi magnet yang timbul
dari kumparan induksi listrik. Perbedaan yang paling mendasar antara relay dan
sakelar adalah pada saat pemindahan dari posisi ON ke OFF. Relay melakukan
pemindahan-nya secara otomatis dengan arus listrik, sedangkan sakelar dilakukan
dengan cara manual. [5]
14

Gambar 2.5. Modul Relay


Sumber : [Link]

2.2.5. Catu Daya ( Power Supply )


Catu daya adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber
daya supaya piranti lain dapat bekerja. Catu daya memiliki rangkaian yang
mengubah arus listrik AC menjadi DC. DC Power Supply atau Catu Daya ini juga
sering dikenal dengan nama “Adaptor”. Catu daya 11 memilki 4 bagian utama agar
dapat menghasilkan arus DC yang stabil. [13]
Keempat bagian tersebut di antaranya :
a. Transformator
b. Penyearah (Rectifier)
c. Penyaring (Filter)
d. Regulator yang berfungsi sebagai penstabil tegangan.
15

Gambar 2.6. Diagram Blok Power Supply


Sumber : [Link]

2.2.6. DC Buck Converter


DC Buck Converter adalah rangkaian elektronika yang berfungsi sebagai
penurun tegangan DC ke DC (converter DC-to-DC atau Choppers) dengan metode
[Link] garis besar, rangkaian konverter dc to dc ini memakai komponen
switching seperti MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor),
thyristor, IGBT untuk mengatur duty cycle.
Secara umum komponen penyusun DC Chopper Tipe Buck (Buck Converter)
antara lain : [8]

 Sumber masukan DC
 Rangkaian Kontrol (Drive Circuit)
 Dioda Freewheeling
 Induktor
 Kapasitor
 MOSFET
 Beban (R)
16

Gambar 2.7. Rangkaian DC Buck Converter


Sumber : [Link]

Fungsi dari komponen penyusun diatas :

 Mosfet digunakan sebagai pencacah arus sesuai dengan pengaturan duty cycle
sehingga keluaran DC Chopper sesuai dengan nilai yang setting.
 Drive Circuit digunakan untuk mengendalikan MOSFET, sehingga timing
untuk MOSFET bekerja dapat dikendalikan kapan harus ON atau OFF.
 Induktor digunakan untuk menyimpan energi dalam bentuk arus. Energi
tersebut disimpan dikala MOSFET on dan dilepas dikala MOSFET off.
 Dioda Freewheeling digunakan untuk mengalirkan arus yang dihasilkan
induktor dikala MOSFET off. [8]
17

2.2.7. Arduino Nano


Arduino Nano merupakan pengembangan aplikatif dari mikrokontroler dan
sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Salah satu yang membuat Arduino
banyak digemari orang adalah karena sifatnya yang open source, baik untuk
hardware maupun software-nya. Arduino Nano adalah papan pengembangan
(development board) mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P dengan
bentuk yang sangat kecil dan memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang
mikrokontroler. 12 Disebut sebagai papan pengembangan karena board ini
memang berfungsi sebagai arena prototyping sirkuit mikrokontroller. Dengan
menggunakan papan pengembangan, akan lebih mudah merangkai rangkaian
elektronika mikrokontroller dibanding jika memulai merakit ATMega328 dari awal
di breadboard.[4]

Gambar 2.8. Tampak Atas Arduino Nano


Sumber : [4]

Konfigurasi pin Arduino Nano memiliki beberapa bagian yaitu :


1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya digital.
2. GND merupakan pin ground untuk catu daya digital.
3. AREF merupakan referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan
fungsi analog reference().
18

4. RESET merupakan jalur LOW ini digunakan untuk me-reset (menghidupkan


ulang) mikrokontroler. Biasanya digunakan untuk menambahkan tombol reset
pada shield yang menghalangi papan utama Arduino
5. Serial RX (0) merupakan pin sebagai penerima TTL data serial.
6. Serial TX (1) merupakan pin sebagai pengirim TT data serial.
7. Interrupt (Interupsi Eksternal) merupakan pin yang dapat dikonfigurasi untuk
memicu sebuah interupsi pada nilai yang rendah, meningkat atau menu
run, atau perubahan nilai.
8. Output PWM 8 Bit merupakan pin yang berfungsi untuk data analogWrite().
9. SPI merupakan pin yang berfungsi sebagai pendukung komunikasi.
10. LED merupakan pin yang berfungsi sebagai pin yag diset bernilai HIGH, maka
LED akan menyala, ketika pin diset bernilai LOW maka LED padam. LED
Tersedia secara built-in pada papan Arduino Nano.
11. Input Analog (A0-A7) merupakan pin yang berfungsi sebagi pin yang dapat
diukur/diatur dari mulai Ground sampai dengan 5 Volt, juga memungkinkan
untuk mengubah titik jangkauan tertinggi atau terendah mereka menggunakan
fungsi analog reference(). [4]

Gambar 2.9. Konfigurasi Pin Out Arduino Nano


Sumber : [4]
19

2.2.8. Arduino IDE


Pemrograman papan ESP32 menggunakan software Arduino IDE. Chip
yang terdapat pada ESP32 telah diisi program awal yang sering disebut
bootloader. Bootloader tersebut yang bertugas untuk memudahkan melakukan
pemrograman lebih sederhana menggunakan Arduino IDE tanpa harus
menggunakan tambahan hardware lain. Cukup hubungkan ESP32 dengan kabel
USB ke PC, MAC, atau Linux kemudian jalankan software Arduino IDE dan
sudah dapat memulai memrogramnya. Lebih mudah lagi, didalam Arduino IDE
sudah diberikan contoh program yang dapat digunakan belajar mikrokontroller.[1]

Gambar 2.10. Tampilan Software Arduino IDE


Sumber : [1]

2.2.9. Thingsboard
ThingsBoard merupakan sebuah platform internet of things (IoT) open
source berbasis web server yang memungkinkan untuk memantau dan menyimpan
data secara realtime dari perangkat-perangkat sensor elektronika serta
menyediakan infrastruktur di sisi server, terdiri dari database, MQTT broker dan
web server yang juga terdapat dashboard yang memudahkan pengguna (user)
dalam menganalisa data-data tersebut. Selain itu thingsboard sangat mudah dalam
20

perancangannya sehingga tidak memerlukan pemahaman Bahasa pemrograman


yang kompleks [12]

Gambar 2.11. Visualisasi Dashboard Thingsboard


Sumber : Dokumentasi Pribadi
BAB III
RANCANGAN SISTEM

3.1. Gambaran Kerja Sistem Alat


Alat yang dibuat pada tugas akhir yang berjudul Purwarupa Kontrol
Hidroponik Indoor Berbasis IOT dan HMI Nextion NX4832T035_011R dapat
digambarkan proses pengontrolannya pada blok diagram dibawah ini :

INPUT PROSES OUTPUT


Lampu
Relay Tower 1

Kipas
Relay Tower 1

Pompa
Relay Tower 1
Lampu
RTC Relay Tower 2
ESP Kipas
Relay
LCD 32 Tower 2
Pompa
HMI Relay Tower 2

Lampu
Relay Semai

Kipas
Relay Semai

CLOUD SERVER Arduino


Infrared AC
Nano
THINKSBOARD

Gambar 3.1. Diagram Blok


Sumber : Dokumentasi Pribadi

21
22

Pada gambar diagram blok diatas dapat dikelompokan dalam beberapa


bagian dari sistem pengontrolan tersebut yaitu :
1. INPUT
Pada bagian ini terdapat LCD ( HMI Nextion NX4832T035_011R )
yang berfungsi sebagai pengendali yang dilengkapi fitur layar sentuh dan
penampil status kerja alat yang telah terkoneksi ke pusat kontrol yaitu ESP32.
Sistem ini biasa disebut Human Machine Interface sehingga LCD ini bisa
dikatakan sebagai input maupun output.
RTC sebagai penyimpanan data waktu dan tanggal yang dilengkapi sumber
tegangan baterai. Sehingga meskipun alat dalam keadaan mati (tidak ada
sumber tegangan), penyimpanan data waktu dan tanggal pada sistem kontrol
alat dapat terjaga.
Cloud Server Thingsboard berfungsi sebagai penerima dan penampung data
dari ESP32 dengan sistem IoT ( Internet of Things ) berbasis web. Sehingga
akan menampilkan data yang dikemas didalam widget cloud server
thingsboard berupa tombol kontrol secara online.

2. PROSES
Pada bagian ini terdapat ESP32 sebagai pusat kontrol alat dan Arduino
Nano sebagai penghubung antara sensor infra red dan ESP32.

3. OUTPUT
Pada bagian terdapat relay sebagai saklar otomatis untuk mengaktifkan
atau mengnonaktifkan lampu, kipas dan pompa.
Infra red sebagai sensor untuk mengaktif AC
23

3.2. Desain Alat


Proses perancangan bentuk fisik penutup alat dapat dilihat pada bagian
dibawah ini :

Gambar 3.2. Tampak Fisik Penutup Alat


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.3. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan untuk mengerjakan tugas akhir ini adalah
sebagai berikut :
1. ESP32
2. RTC DS3231
3. HMI Nextion NX4832T035_011R
4. Power Supply 12V 15A Slim
5. DC Buck Converter
6. Box Plastik Sedang
7. Modul Relay 8 Channel
8. Kabel Data
9. Kabel Power
10. Stylus Pen
24

11. RS485
12. Akrilik 3mm
13. Kontrol Remot AC
14. Lampu AC
15. Fitting Lampu AC
16. Kabel
17. PCB
18. Spacer
19. Mata Bor
20. Jack DC
21. Pin Header
22. Terminal Blok
25

3.4. Diagram Alir ( Flowchart )

START

HMI Nextion
Reconnect

HMI Nextion

Apakah HMI
Tidak
Nextion
Merespon ?

Ya

Aktifkan Sistem Hidroponik


Indoor

Connect WIFI

Connect Thingsboard

Reconnect

HMI Thingsboard

Apakah Thingsboard dan Tidak


HMI Nextion ada
masukan (input) ?

Ya

1
26

Apakah status Ya Apakah status Ya Apakah status Ya Apakah status Ya


relay 1 On ? relay 2 On ? relay 3 On ? relay 4 On ?

Tidak Tidak Tidak Tidak

Relay 1 Off Relay 2 Off Relay 3 Off Relay 4 Off

Relay 1 On Relay 2 On Relay 3 On Relay 4 On

Selesai
27

3.5. Rangkaian Skema Alat


3.5.1. Rangkaian Infra Red

Gambar 3.3. Rangkaian Infra Red


Sumber : [Link]
arduino-for-infrared-signals-using-uart/

Gambar 3.4. Program Air Conditioner ( AC )


Sumber : Dokumentasi Pribadi
28

3.5.2. Rangkaian Relay 8 Channel

Gambar 3.5. Rangkaian Relay 8 Channel


Sumber : [Link]

Gambar 3.6. Program Relay


Sumber : Dokumentasi Pribadi
29

3.5.3. Rangkaian RTC [14]

Gambar 3.7. Rangkaian RTC


Sumber : [Link]
DS3231-RTC-Mod/

Gambar 3.8. Program RTC


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.5.4. Rangkaian ESP32

Gambar 3.9. Rangkaian ESP


Sumber : Dokumentasi Pribadi
30

3.6. Proses Pembuatan Tampilan HMI Nextion


Dalam pembuatan tampilan pada perangkat HMI Nextion menggunakan
software Editor Nextion memiliki beberapa langkah, yaitu :
3.6.1. Siapkan software Nextion Editor

Gambar 3.10. Software Nextion Editor


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.11. Tampilan Awal Software Nextion Editor


Sumber : Dokumentasi Pribadi
31

3.6.2. New project

Gambar 3.12. Membuat File Proyek Baru


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.6.3. Menentukan seri dan model HMI Nextion

Gambar 3.13. Menentukan Seri dan Model HMI Nextion


Sumber : Dokumentasi Pribadi
32

3.6.4. Menentukan sudut pandang tampilan HMI dan karakter pengkodean

Gambar 3.14. Menentukan Sudut Pandang HMI dan Karakter Pengkodean


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.6.5. Mengenal fungsi bagian-bagian pada Nextion Editor

1
1
2
1

3
1 5
1
9
1

6
1

4
1 7 8
1 1

Gambar 3.15. Bagian - Bagian Software Nextion Editor


Sumber : Dokumentasi Pribadi
33

Pada Software Nextion Editor terdapat beberapa bagian yaitu :


1. Title
Berisi path lengkap ke proyek yang sedang dimuat

Gambar 3.16. Title


Sumber : Dokumentasi Pribadi
2. Menu utama

Gambar 3.17. Menu Utama


Sumber : Dokumentasi Pribadi

 Menu file
Di sini, pengguna dapat membuat proyek baru , buka proyek yang
sudah ada, simpan proyek saat ini, simpan sebagai untuk mengganti
nama dan menyimpan proyek yang sedang dimuat, tutup proyek untuk
menutup proyek saat ini, dan keluar dari editor berikutnya. Proyek
impor akan menambahkan proyek yang ada ke dalam proyek saat ini.
 Menu tools
pengguna dapat mengakses alat eksternal Font Generator,
GmovMaker, VideoBox dan PictureBox.
 Menu setting
berisi dua item yaitu konfigurasi dan atur ulang tata letak .
 Menu help
34

Kumpulan instruksi berikutnya tidak lagi tersedia sebagai tab di


Nextion Editor berikutnya. memilih item menu set instruksi akan
meluncurkan set instruksi berikutnya di browser web default .Memilih
item menu panduan Nextion Editor akan meluncurkan panduan
Nextion Editor di browser web default.
 Menu about
Menu about akan menampilkan kotak about dengan versi Nextion
Editor. Mengklik tautan akan membawa ke situs web Nextion tempat
untuk dapat mengakses forum dan dokumentasi lainnya. Memilih item
menu periksa versi baru di Menu about akan menampilkan dialog
perbarui saat versi baru tersedia atau dialog yang menginformasikan
bahwa memiliki versi terbaru.
 Open, new dan save
Ini akan membuka proyek yang ada, membuat proyek baru atau
menyimpan proyek yang sedang dibuka
 Compile
Gunakan kompilasi atau compile untuk memeriksa kesalahan dalam
proyek yang sedang dimuat. Setiap peringatan atau pesan kesalahan
akan ditempatkan di panel keluaran.
 Debug
Debug akan membuka dialog untuk membuka file *.TFT yang
dikompilasi secara langsung. Ini berguna untuk memuat demo atau
berbagi ide tanpa menyerahkan kode sumber aslinya. Meskipun
simulator debug dapat menjalankan file *.TFT dari seri atau model
Nextion apa pun yang didukung oleh versi Editor Nextion maka
penting bahwa versi yang sama dari Editor Nextion dan file *.TFT
digunakan untuk berhasil mensimulasikan
35

 Upload
Memilih unggah atau upload akan meluncurkan dialog buka untuk
memilih file *.TFT sebelum dialog unggah ke perangkat
berikutnya. Pastikan Nextion terhubung melalui serial (biasanya
melalui adaptor USB ke TTL) sebelum mengunggah atau port
mungkin tidak tersedia untuk dipilih. Fitur pencarian otomatis akan
mencari balasan Nextion untuk instruksi koneksi , tetapi menyadari
bahwa data sedang dikirim pada semua port serial yang dicari (dan
dapat mengganggu perangkat serial lain yang terhubung). Pilihan yang
lebih baik adalah memilih Port dan Baud Rate yang benar. Konfigurasi
yang tepat dari adaptor Serial, driver Windows, konflik perangkat dan
lain lain berada di luar cakupan dukungan Nextion dan tetap menjadi
domain tanggung jawab pengguna untuk mengetahui sistem operasi
dan perangkat yang mereka gunakan.
Setelah Nextion merespons instruksi koneksi, proses pengunggahan
akan dimulai. Jangan hentikan proses ini sampai selesai. Jika proses
telah terganggu, reset port serial mungkin diperlukan. Ketika file
*.TFT sebagian telah diunggah dan mengunggah melalui serial tidak
lagi menjadi pilihan, maka pengguna perlu mengunggah melalui
metode microSD
 Copy, cut, paste dan delete
Pengguna dapat memilih komponen atau beberapa komponen
lalu salin, potong, tempel dan delete sesuai kebutuhan.
 Lock dan unlock
Pengguna dapat memilih komponen atau beberapa komponen dan
kemudian mengunci ( lock ) atau membuka kunci ( unlock ) sesuai
kebutuhan. Penguncian mencegah komponen diposisikan ulang
dengan mouse sampai tidak terkunci. ikon kunci muncul di sudut
36

kanan atas komponen visual saat terkunci yang dapat mengganggu


inspeksi visual desain HMI.
 Undo dan redo
Gunakan undo ( batalkan ) dan dedo ( ulangi ) untuk membatalkan
operasi terakhir atau untuk mengulangi operasi terakhir yang
dibatalkan.
3. Panel toolbox
Komponen Halaman yang tidak tercantum di panel toolbox selalu dibuat
saat halaman baru ditambahkan ke panel halaman. Komponen halaman
akan selalu memiliki .id 0 dan selalu merupakan lapisan paling
bawah. Efek halaman baru dan kemampuan menggesek untuk mengubah
halaman ditambahkan untuk seri Intelligent. Ada batas keras 250
komponen yang diizinkan per halaman.

Gambar 3.18. Panel Toolbox


Sumber : Dokumentasi Pribadi
4. Panel Picture
Gambar di impor ke proyek HMI melalui panel picture. Gambar
ditambahkan dengan tambah , dihapus dengan hapus , dan ditukar dengan
ganti . Sisipkan akan menambahkan gambar yang diimpor sebelum
gambar yang disorot. Gunakan panah atas dan panah bawah untuk
37

memberi nomor ulang nomor sumber gambar dalam panel sumber


gambar.
Menggunakan sampah akan menghapus semua gambar di dalam panel.
Perhatikan bahwa hapus tidak akan menghapus sumber gambar jika
digunakan dengan komponen.

Gambar 3.19. Panel Picture


Sumber : Dokumentasi Pribadi

5. Panel page
Setiap proyek HMI harus memiliki setidaknya satu halaman. Halaman
dapat dibuat dan diimpor ke proyek HMI melalui panel halaman (page).
Halaman dibuat dengan tambah , dihapus dengan hapus , dan disalin
dengan salin . Sisipkan akan membuat halaman baru sebelum halaman
yang disorot. Gunakan move up dan move down untuk memberi nomor
ulang nomor halaman di dalam page pane. Menggunakan hapus
semua (sampah) akan menghapus semua halaman dalam proyek.
38

Gambar 3.20. Panel Page


Sumber : Dokumentasi Pribadi

6. Panel Attribute
Panel attribute berisi daftar komponen yang disertakan dalam halaman
desain saat ini di drop-down komponen. Mengklik komponen, atau
memilihnya dari tarik-turun akan menampilkan atribut komponen yang
tersedia. Sisi kiri berisi nama atribut, sisi kanan berisi nilai atribut saat
ini. Mengklik atribut akan menampilkan arti atribut dan rentang/opsi
yang valid di bagian bawah panel attribute. Mengklik dua kali bidang
dengan memunculkan editor sumber daya untuk atribut jika panel
attribute memilikinya.
39

Gambar 3.21. Panel Attribute


Sumber : Dokumentasi Pribadi

7. Panel Output
Panel output berisi detail tentang proses build saat compile/ debug/
upload dipilih. Kompilasi perlu dilakukan terlebih dahulu, pengguna
HMI dirakit menjadi file TFT yang dapat digunakan untuk Model
Nextion yang dipilih. Empat baris pertama dari output akan
mencantumkan jumlah total Memori yang tersedia, memori SRAM
Global yang digunakan oleh proyek HMI, dan kemudian statistik untuk
jumlah total ruang Flash yang digunakan sumber daya gambar, diikuti
dengan jumlah total ruang Flash yang ZI Sumber daya font dikonsumsi.

Gambar 3.22. Panel Output


Sumber : Dokumentasi Pribadi
40

8. Panel event
Panel peristiwa atau event berisi instruksi Nextion yang valid. Bagian ini
tidak akan mengajarkan pemrograman, tetapi akan dengan cepat
memberikan gambaran umum tentang berbagai jenis acara di mana
tersedia penyisipan kode pengguna. Kode acara selalu lokal ke halaman
dan tidak pernah global.

Gambar 3.23. Panel Event


Sumber : Dokumentasi Pribadi

9. Tab display dan programs


Tab display untuk menampilkan kanvas desain dan tab programs untuk
mengatur variabel global proyek dan kode awal proyek.

Gambar 3.24. Tab Display dan Programs


Sumber : Dokumentasi Pribadi
41

3.6.6. Tampilan halaman utama HMI NEXTION

Gambar 3.25. Tampilan Utama HMI Nextion


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.6.7. Tampilan halaman setting tower 1

Gambar 3.26. Tampilan Setting Tower 1


Sumber : Dokumentasi Pribadi
42

3.6.8. Tampilan halaman setting tower 2

Gambar 3.27. Tampilan Setting Tower 2


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.6.9. Tampilan halaman setting Air Conditioner ( AC )

Gambar 3.28. Tampilan Setting Air Conditioner (AC)


Sumber : Dokumentasi Pribadi
43

3.6.10. Tampilan halaman setting koneksi WIFI

Gambar 3.29. Tampilan Setting Koneksi WIFI


Sumber : Dokumentasi Pribadi

3.6.11. Tampilan halaman setting tower semai

Gambar 3.30. Tampilan Setting Tower Semai


Sumber : Dokumentasi Pribadi
44

3.7. Tampilan WebServer Thingsboard

Gambar 3.31. Tampilan Webserver Thingsboard


Sumber : Dokumentasi Pribadi
45

Gambar 3.32. Program Pengaturan Status ON/OFF pada Pin GPIO


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.33. Program Mencari Status Pin GPIO


Sumber : Dokumentasi Pribadi
46

Gambar 3.34. Program Merespon Input Pada Pin


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.35 Program Mengirim data JSON


Sumber : Dokumentasi Pribadi
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Proses Pembuatan Alat


a. Tahap pembuatan PCB
Tahap ini merupakan proses pembuatan PCB yang nantinya akan
digunakan. Berikut merupakan tahap tahap pengerjaan dimulai dari
perancangan di software Eagle seperti pada gambar berikut ini :

Gambar 4.1. Board PCB Yang Telah Disusun.


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Setelah perancangan di software selesai, kemudian dilanjutkan dengan


tahap sablon dari kertas hasil fotocopy di setrika ke papan PCB yang telah
dipotong sesuai dengan ukuran yang akan di sablon. Setelah itu papan PCB
akan di etching menggunakan larutan ferriclhorida (FeCl3). Setelah di etching
papan PCB akan di bor menggunakan mata bor ukuran 1mm dan 1.5mm sesuai
dengan kaki komponen yang digunakan.

47
48

b. Tahap pemasangan komponen


Pada tahap ini komponen akan diletakkan pada papan PCB sesuai dengan
skematik yang telah dibuat sebelumnya. Lalu komponen tersebut akan di solder
satu per satu hingga selesai. Setelah di solder maka, papan PCB akan dicek
menggunakan multimeter apakah jalur pada tiap komponen sudah terpasang
sesuai dengan keinginan.

Gambar 4.2. Pengecekkan Board PCB


Sumber : Dokumentasi Pribadi

c. Tahap pengujian PCB


Pada tahap ini papan PCB akan diuji dengan memberikan tegangan pada
supplay input yang telah disediakan sebelum pemasangan ESP32 dan HMI
Nextion. Pengecekkan ini dilakukan bertujuan untuk mengatur tegangan agar
sesuai dengan spesifikasi dari ESP32 dan HMI Nextion yang membutuhkan
sumber tegangan masing masing 5 Volt DC.

[Link] Alat
a. Pengujian HMI Nextion
Pada tahap ini pengujian dilakukan agar HMI Nextion dapat bekerja
sesuai dengan perintah yang telah dibuat. Pengujian ini dilakukan dengan
49

mengecek fungsi fungsi menu yang telah dibuat pada HMI Nextion. Berikut
merupakan gambar dari hasil pengujian yang telah dilakukan :

Gambar 4.3. Pengujian Pada HMI Nextion


Sumber : Dokumentasi Pribadi

b. Pengujian Infra Red Remote dan RTC


Untuk pengujian Infra Red perlu melakukan setting pada HMI Nextion
pada menu setting AC yang memerlukan pengaturan seperti waktu hidup, waktu
mati dan suhu AC yang di perlukan. Setelah di atur maka apabila waktu pada
RTC sudah sama dengan settingan waktu hidup maka ESP32 akan mengirim
perintah untuk mengaktifkan program pada Arduino nano menggunakan
module rs485 file yang dikirim menggunakan format JSON untuk
mempermudah pengiriman data. Setelah diterima Arduino nano maka, data
akan langsung di eksekusi oleh Arduino nano untuk menghidupkan AC dan
mengatur suhu AC.

Gambar 4.4. Pengujian Menu Pengaturan AC.


Sumber : Dokumentasi Pribadi
50

Gambar 4.5. Pengujian Pada Infra Red Remote


Sumber : Dokumentasi Pribadi

c. Pengujian Komunikasi
Pengujian komunikasi Web Server ini dilakukan untuk mengecek apakah
tombol untuk mengaktifkan relay dapat bekerja dengan baik ketika alat dalam
kondisi online.

Gambar 4.6. Pengujian Pada Kontrol Web Server Thingsboard


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Pengujian komunikasi serial ESP32 to Arduino nano menggunakan


module rs485. Tahap ini bertujuan untuk mengecek data yang masuk ke
Arduino nano dan memastikan kedua perangkat dapat saling berkomunikasi via
rs485. Dibawah ini merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada gambar 4.6
merupakan gambar proses pengujian, 4.7 merupakan hasil pengecekan data
yang akan dikirim oleh ESP32 ke Arduino nano, sedangkan 4.8 merupakan data
51

yang berhasil diterima oleh Arduino nano yang berasal dari ESP32. Komunikasi
serial ini menggunakan rs485 sebagai penghubung antara ESP32 dan Arduino
nano. Lalu, format file yang dikirim berbentuk file JSON.

Gambar 4.7. Proses Pengujian Komunikasi


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 4.8. Pengecekan Data Yang Dikirim ESP32 Ke Arduino Nano


Sumber : Dokumentasi Pribadi
52

Gambar 4.9. Pengecekan Data Yang Diterima Arduino Nano Dari ESP32
Sumber : Dokumentasi Pribadi

[Link] Permasalahan
Kegiatan pengamatan selama proses pembuatan alat telah dilakukan dan
berikut ini adalah Analisa permasalahan yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Proses komunikasi serial menggunakan rs485 terkadang terjadi error yang
disebabkan oleh metode pemrograman yang digunakan masih belum sempurna.
Perlu dilakukan pengujian lebih dalam lagi unntuk menentukan metode yang
digunakan dalam hal komunikasi menggunakan rs485.
b. Penggunaan WebServer versi demo mempengaruhi respon dari kinerja HMI
Nection dalam mengupdate data. Sehingga, terdapat jeda selama 3 – 5detik
HMI Nextion mengupdate data dan fungsi tombol pada HMI Nextion juga
mengalami delay 2 – 3detik.
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisa permasalahan dan hasil uji yang telah dilakukan, maka
diambil kesimpulan :
a. Alat ini sebagai pengontrol sekaligus pemantau aktivitas hidroponik indoor
yang memanfaatkan sistem Internet of things menggunakan webserver
Thingsboard sebagai kontrol secara online dan HMI Nextion dengan fitur
layar sentuh sebagai kontrol secara offline.
b. Alat ini tersedia backup plan dalam mengantipasi kegagalan pada sistem IOT
yang terkadang mengalami gangguan pada jaringan provider. Sehingga jika
terjadi kegagalan pada kontrol secara online akan dapat diatasi secara
otomatis dan kemudian kembali ke kontrol secara offline.

5.2. Saran
a. Menambahkan sensor pada output yang digunakan seperti sensor cahaya pada
lampu, sensor air pada pompa dan sensor suhu pada ruangan yang difungsikan
sebagai indikator agar alat dapat berkerja dengan efisien.
b. Dikarenakan kontrol secara online menggunakan Cloud Server Thingsboard
versi demo yang memiliki batas waktu penggunaan, maka disaran untuk
mengaktifkan versi berbayar jika menggunakannya dengan jangka panjang.

53
DAFTAR PUSTAKA

[1] Pratama, Awang Putra, “Perancangan dan Implementasi Sistem Smart Home
Dengan Menggunakan Mikrokontroler ESP32 Dengan Konsep Internet Of
Things ( IOT ) Berbasis Smartphone”, 2021, [Online], Program Studi
Teknologi Komputer, Politeknik NSC Surabaya [Diakses : 22 Juli 2022]
[2] Lim, Andrian Budiawan, “Sistem Kendali Hidroponik Dalam Ruangan
Berbasis Raspberry PI”, 2020, [Online], Fakultas Sains dan Teknologi,
Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik Elektro, Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta [Diakses : 2 Agustus 2022]
[3] Supriyadi, Achmad, Agus Setyawan , dan Jatmiko Endro Suseno, “Rancang
Bangun Sistem Kendali Unit Pengolahan Air Bersih Berbasis Arduino Uno
R3 Dan Nextion Nx4827t04_011R”, 2019, [Online], [Link] LNG,
Bontang [Diakses : 6 Agustus 2022]
[4] Tholib Rifqi “ Automatic Warning System Smarttrash (AWASSH) Berbasis
Arduino Nano”, 2017, [Online], Program Studi Teknik Elektronika, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta [Diakses : 4 September 2022]
[5] “Modul Relay Arduino”, [Online],
Tersedia : [Link]
[Diakses : 20 Juli 2022]
[6] “Backdoor uPWM Hack di Arduino untuk sinyal Inframerah menggunakan
UART” , [Online],
Tersedia : [Link]
on-arduino-for-infrared-signals-using-uart/ [Diakses : 4 September 2022]
[7] “Papan Relay 8 Channel”, [Online],
Tersedia : [Link]
proofreading/156722 [Diakses : 4 September 2022]

54
55

[8] “Penjelasan Tentang Sistem DC Buck Converter”, [Online],


Tersedia : [Link]
converter/ [Diakses : 2 Agustus 2022]
[9] “Memanfaatkan Nilai ADC Pada ESP32 Untuk Led”, [Online],
Tersedia : [Link]
[Link] [Diakses : 5 September 2022]
[10] “HMI Nextion NX4832T035_011R Data Sheet”, [Online],
Tersedia : [Link] [Diakses : 2 Agustus
2022]
[11] ”Modul RTC DS3231”, [Online],
Tersedia : [Link]
circuit-datasheet [Diakses : 5 September 2022]
[12] “Pengenalan Thingsboard Fast Dashboard Untuk IOT’, [Online],
Tersedia : [Link]
dashboard-untuk-iot/ [Diakses : 26 Juli 2022]
[13] ”Power Supply”, [Online],
Tersedia : [Link]
[Diakses : 25 Juli 2022]
[14] “How to Create a Clock Using Arduino , DS3231 RTC Module and OLED
Display ”, [Online],
Tersedia : [Link]
Arduino-DS3231-RTC-Mod/ [Diakses : 12 September 2022]

Anda mungkin juga menyukai