0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Potensi dan Pengembangan Pulau Rupat

Pulau Rupat diarahkan menjadi zona pertanian, perkebunan sawit, permukiman, dan konservasi lahan gambut dan mangrove. Saat ini, sebagian besar pulau digunakan untuk perkebunan sawit. Bagian selatan pulau, dekat Dumai, lebih berkembang dibanding utara. Pulau ini memiliki potensi pariwisata dan geostrategis karena berada di Selat Malaka yang sibuk.

Diunggah oleh

ibnufazar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Potensi dan Pengembangan Pulau Rupat

Pulau Rupat diarahkan menjadi zona pertanian, perkebunan sawit, permukiman, dan konservasi lahan gambut dan mangrove. Saat ini, sebagian besar pulau digunakan untuk perkebunan sawit. Bagian selatan pulau, dekat Dumai, lebih berkembang dibanding utara. Pulau ini memiliki potensi pariwisata dan geostrategis karena berada di Selat Malaka yang sibuk.

Diunggah oleh

ibnufazar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis

 Berdasarkan RTRW Kabupaten Bengkalis hingga tahun 2031, pulau Rupat di arahkan
menjadi zona pertanian lahan basah, perkebunan (sawit), permukiman perkotaan
dan perdesaan. Serta diarahkan menjadi konservasi lahan gambut di tengah pulau,
konservasi mangrove di sebelah utara pulau.

 Kondisi saat ini, Pulau Rupat telah terdapat lahan perkebunan sawit dengan luas ¼
dari luas pulau, khususnya di sebelah selatan pulau yang orientasi ke arah Dumai
karena produksi dan pelabuhan ada di sana.
Dumai

 Pulau Rupat mempunyai kondisi perkembangan yang ekstrem dimana bagian selatan
lebih berkembang di banding bagian utara. Walaupun di bagian utara (Tanjung
Medang) telah tumbuh permukiman tetapi tetap orientasi ke Dumai walaupun jarak
dan waktu tempuh cukup lama. Akses dari Dumai ke Tanjung Medang lewat darat 5
jam sedangkan menggunakan kapal roro selama 3 jam.
 Kondisi alam Pulau Rupat terbagi 2 karakter alam yang khas yang dibatasi dengan
sungai
Karakter alam
pertanian dan subur

Karakter alam
perkebunan

 Bagian utara mempunyai potensi pariwisata yang cukup besar, ada atraksi pantai,
mercusuar, lahan pertanian yang subur dan wetland serta hutan magrove yang luas
dan lebat dan aneka ekosistem

 Kondisi geostrategik Pulau Rupat berada di sekitar selat malaka yang cukup padat
rute pelayaran. Selat Malaka dan Selat Singapura memiliki peran strategis baik
secara nasional maupun internasional, terutama pada sektor perdagangan dan
kegiatan ekonomi. Pasalnya, Selat Malaka merupakan jalur perdagangan paling
padat di dunia, sebagai rute utama jalur lalu lintas perdagangan dari wilayah India ke
Timur Tengah dengan Asia Timur ke Pasifik, dan sebaliknya. Selain itu, Selat Malaka
juga menjadi salah satu selat tersibuk di dunia dengan arus lalu lintas kapal mencapai
kurang lebih 200 kapal per-harinya. Kondisi geografis Selat Malaka yang
menghubungkan Laut Cina Selatan dengan Laut Andaman-Teluk Bengala-Samudera
India
Frekwensi jalur pelayanan di selat Malaka
 Potensi pengembangan bagian utara cukup besar karena terkoneksi dengan kawasan
internasional

Kuala Lumpur

Malaka
Pulau Rupat

Singapore

Anda mungkin juga menyukai