0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan3 halaman

Biaya Kepemilikan dan Depresiasi Peralatan

Dokumen tersebut membahas tentang biaya kepemilikan (owning cost) yang terdiri dari depresiasi, bunga bank, pajak, dan asuransi. Depresiasi adalah penurunan nilai aset akibat pemakaian dan umur. Terdapat beberapa metode depresiasi seperti cara langsung, cara penjumlahan angka tahun, dan cara pengurangan berganda. Biaya kepemilikan per jam dihitung dengan mempertimbangkan faktor investasi tahunan, tarif bunga

Diunggah oleh

Agil Muldah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan3 halaman

Biaya Kepemilikan dan Depresiasi Peralatan

Dokumen tersebut membahas tentang biaya kepemilikan (owning cost) yang terdiri dari depresiasi, bunga bank, pajak, dan asuransi. Depresiasi adalah penurunan nilai aset akibat pemakaian dan umur. Terdapat beberapa metode depresiasi seperti cara langsung, cara penjumlahan angka tahun, dan cara pengurangan berganda. Biaya kepemilikan per jam dihitung dengan mempertimbangkan faktor investasi tahunan, tarif bunga

Diunggah oleh

Agil Muldah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Biaya Kepemilikan (Owning Cost)


1. Depresiasi atau Penyusutan

Depresiasi adalah penurunan nilai harga dari pada peralatan akibat umur dan pemakaian. Umur
peralatan banyak dipengaruhi oleh cara pemakaian serta cara pemeliharaan peralatan yang
bersangkutan, misalnya Peralatan dengan pemeliharaan yang baik dapat mencapai umur
pemakaian ekonomis yang cukup lama dibandingkan kalau pemeliharaannya kurang baik.

Umur ekonomis suatu peralatan adalah tahun atau umur, dimana hasil pembagian antara total
biaya yang sudah dipakai pada peralatan tersebut (kumulatif) dengan waktu (tahun) nya
mencapai nilai yang paling rendah.

Pada umumnya peralatan mekanis mempunyai umur ekonomis rata-rata 5 sampai 6 tahun atau
10.000 sampai 12.000 jam (dengan pemakaian rata-rata 2000 jam per tahun teoritis).

Nilai Bersih peralatan untuk Depresiasi

Pada umumnya ban (pada peralatan mekanis dengan ban) dikeluarkan dari harga peralatan,
karena ban dianggap komponen yang cepat aus. Biaya ( harga ) ban dimasukan dalam biaya
operasi. Sampai dengan batas waktu ekonomisnya peralatan tadi masih mempuryai nilai jual
( Resale value ).

Untuk menghitung nilai peralatan untuk Depresiasi adalah sebagai berikut

 Harga peralatan pada penyerahan (A)


 Biaya (harga) ban (B)
 Harga jual. kembali (Resale value) (C)
 Maka, Nilai untuk Depresiasi = (A) - (B) - (C)

Metode Depresiasi

Ada 3 cara untuk menghitung depresiasi yaitu:

 Cara langsung (Straight Line Depreciation)


 Cara penjumlahan angka tahun (Sum of the year digits)
 Cara pengurangan berganda (double declining balance)

Contoh :

Sebuah Bulldozer, harga penyerahan, dengan umur ekanomis 5 (lima) tahun adalah Rp.
400.000.000,-
Nilai jual kembali (resale value) adalah Rp. 40.000.000,-
a. Cara langsung (Straight Line Depreciation)

Nilai yang akan disusutkan : Rp. 400.000.000 - Rp. 40.000.000 = RP. 360.000.000,-
Penyusutan tiap tahun = 360.000.000 / 5 tahun = Rp. 72.000.000,-

 Tahun 0, Penyusutan Rp, Nilai buku Rp400000000


 Tahun 1, Penyusutan Rp72000000, Nilai buku Rp328000000
 Tahun 2, Penyusutan Rp72000000, Nilai buku Rp256000000
 Tahun 3, Penyusutan Rp72000000, Nilai buku Rp184000000
 Tahun 4, Penyusutan Rp72000000, Nilai buku Rp112000000
 Tahun 5, Penyusutan Rp72000000, Nilai buku Rp40000000

b. Cara penjumlahan angka tahun (Sum of the year digits)

 Tahun 0, Penyusutan Rp.0, Nilai buku Rp.-400.000.000,00


 Tahun 1, Penyusutan Rp.5/15 X 360.10^6, Nilai buku Rp.280.000.000,-
 Tahun 2, Penyusutan Rp.4/15 X 360.10^6, Nilai buku Rp.184.000.000,-
 Tahun 3, Penyusutan Rp.3/15 X 360.10^6, Nilai buku Rp.112.000.000,-
 Tahun 4, Penyusutan Rp.2/15 X 360.10^6, Nilai buku Rp.64.000.000,-
 Tahun 5, Penyusutan Rp.1/15 X 360.10^6, Nilai buku Rp.40.000.000,-

c. Cara pengurangan berganda (double declining balance)

Biaya penyusutan tiap tahun = 2 x nilai penyusutan cara langsung x nilai buku

 Tahun 0, Penyusutan Rp.0, Nilai buku Rp.-400.000.000,00


 Tahun 1, Penyusutan Rp.40 % x 400.10^6, Nilai buku Rp.240.000.000,-
 Tahun 2, Penyusutan Rp.40 % x 240.10^6, Nilai buku Rp.144.000.000,-
 Tahun 3, Penyusutan Rp.40 % x 144.10^6, Nilai buku Rp.86.400.000,-
 Tahun 4, Penyusutan Rp.40 % x 86,4.10^6, Nilai buku Rp.51.840.000,-
 Tahun 5, Penyusutan Rp.11,84.106, Nilai buku Rp.40.000.000,-

Dalam penyusutan cara pengurangan berganda diatas nilai jual kembali (resale value) tidak ikut
dikurangkan pada nilai yang akan disusutkan kecuali karena sebagai nilai buku pada akhir tahun
ekonomis saja. Ini berarti bahwa apabila nilai penyusutan sudah lebih tinggi dari nilai buku,
maka peralatan tidak dihitung lagi penyusutannya.

Bunga Bank, Asuransi dan Pajak

Bunga bank disini adalah biaya penanaman modal pada peralatan ini, kebalikan dari suku bunga
apabila dalam bentuk Penabungan uang. Pajak yang diperhitungkan adalah pajak kekayaan yang
dikenakan pada peralatan yang bersangkutan.
Contoh :

Bunga Bank = 22 %
Pajak = 1,5 %
Asuransi = 1,5 %
Sehingga,jumlah (tarif tahunan) = 25 %

Pemakaian per tahun 2000 jam


harga perolehan peralatan Rp. 400.000.000
Biaya bunga bank, pajak dan asuransi per jam
faktor x harga perolehan / pemakaian per tahunx 25 %

Dimana
Faktor = faktor investasi tahunan rata-rata
(n + 1) / 2 n → ( n = masa penyusutan )

Biaya bunga bank, pajak dan asuransi per jam = 0,6 x 400.10^6 x 0,25 / 2000 = Rp. 30.000,-

Cara menghitung biaya bunga bank, pajak dan asuransi, ini dapat juga dengan memakai faktor
pengali yang diambil dari grafik dibawah ini

Biaya Bunga Bank, Pajak dan Asuransi per jam


= Faktor pengali x harga perolehan / 1000
= 0,075 x 400.10^6 / 1000
= RP. 30.000,-

Cara mencari faktor pengali adalah sebagai berikut :

Pada sumbu datar grafik kita tentukan titik dengan nilai tarif tahunan 25 %. Tarik garis tegak
lurus dari titik tersebut keatas dan akan memotong garis pemakaian tahunan 2000 jam/tahun.
Dari titik potong ini ditarik garis mendatar ke kiri dan memotong sumbu tegak yaitu garis sumbu
faktor pengali, titik ini menunjuk angka 0,075.

Jumlah total Biaya Pemilikan per jam-nya = Biaya penyusutan + Biaya bunga, pajak, asuransi

Biaya penyusutan
= 400.10^6 - 40.10^6 / 10.000
= Rp. 36.000,-
Biaya bunga, pajak, asuransi = Rp. 30.000,-

Jadi jumlah total Biaya Pemilikan per jam-nya = p. 36.000 + Rp. 30.000 = Rp. 66.000,-

Anda mungkin juga menyukai