0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
147 tayangan4 halaman

Konsep Gaya Hidup Perkotaan Modern

Urban lifestyle adalah gaya hidup perkotaan yang dicirikan oleh aktivitas baru seperti mengunjungi restoran dan kafe serta tumbuhnya kompleks perbelanjaan dan hiburan. Mixed use building adalah bangunan multifungsi yang mampu menampung berbagai aktivitas seperti tinggal, bekerja dan berbelanja.

Diunggah oleh

Sere
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
147 tayangan4 halaman

Konsep Gaya Hidup Perkotaan Modern

Urban lifestyle adalah gaya hidup perkotaan yang dicirikan oleh aktivitas baru seperti mengunjungi restoran dan kafe serta tumbuhnya kompleks perbelanjaan dan hiburan. Mixed use building adalah bangunan multifungsi yang mampu menampung berbagai aktivitas seperti tinggal, bekerja dan berbelanja.

Diunggah oleh

Sere
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Konsep Gaya Hidup Perkotaan (Urban Lifestyle)

Kata Urban sendiri berasal dari bahasa latin, yaitu kata  Urbs yang berarti Kota
dan Lifestyle merupakan kata dari bahasa inggris yang berarti gaya hidup. Sehingga
kita dapat mengartikan Urban Lifestyle sebagai gaya hidup perkotaan. Gaya ini
kemudian banyak digandrungi oleh masyarakat bukan hanya perkotaan saja, tapi
hingga pedesaan yang mengalami transisi modernitas, akibat perkembangan
teknologi dan persebaran informasi digital.

Gaya hidup urban ini, cenderung dimulai dari kota-kota besar seperti; Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Medan, Solo, dan kota besar lainnya.
Para penganut gaya hidup ini sering digambarkan dalam tiga paradoks yaitu;
Hedonis, individualis, dan rasionalis. 

Urban Lifestyle merupakan salah satu gaya hidup yang memiliki keanekaragaman dan ciri
khas dari sebuah kota. Penerapan Urban Lifestyle pada bangunan dapat menghidupkan
suasana perkotaan sesuai harapan gaya hidup kaum Milenial ditengah perkotaan yang padat
dengan segala hiruk pikuk aktifitas di kota. Urban Lifestyle dapat menjadi salah satu respon
desain yang dapat berkesinambungan dengan kebiasaan dan gaya hidup masyarakat
perkotaan.

Berdasarkan teori-teori tersebut maka dapat disimpulkan gaya hidup perkotaan (Urban Life
style) adalah kebiasaan yang dipilih seseorang dan merupakan hasil dari ekonomi, sosial dan
aktivitas mereka yang menumbuhkan tingkat konsumsi ruang-ruang baru, seperti restoran dan
coffe bar. Selain itu juga turut tumbuh komplek ritel, umbul periklanan, pembangunan real
estate dan hiburan. Hal tersebut memunculkan suatu pola keruangan dan bentuk arsitektural
yang dapat menciptakan bentuk serta memperkokoh lingkungannya.

Dengan Urban Lifestyle sebagai konsepnya maka gaya yang akan digunakan adalah gaya
desain urban atau biasa disebut Urban Style. Urban Style dapat dikatakan sebagai gaya
yang mengandung perpaduan antara konsep dasar arsitektur modern beserta konsep
penggunaan material arsitektur industrialisme. Urban Style sendiri memiliki beberapa
ciri yang dapat memunculkan karakter gaya urban itu sendiri, antara lain: (1) Desain
Ruangan dan Furniture yang Multifungsi; (2) Material Menggunakan Bahan Industri.; (3)
Kesan Ruangan Lebih Luas Dari yang Sebenarnya (efisien dan minimalis)
Urban Lifestyle berkaitan dengan konsumsi ruang-ruang baru yang juga berarti aktifitas-
aktifitas baru. Maka dari itu dapat dikatakan konsep Urban Lifestyle ialah mengakomodasi
berbagai aktifitas dengan kata lain mixed use building

Mixed Use Building

Mixed use building adalah bangunan multifungsi, biasanya terdiri dari apartemen, hotel,
kantor dan pusat perbelanjaan. Sebagai bangunan multifungsi, mixed use building harus
mampu mewadahi berbagai kegiatan dasar manusia. Adapun yang dimaksud dengan kegiatan
dasar manusia di sini, yaitu bekerja, tinggal, belanja hingga rekreasi.

Berikut ciri-ciri mixed use building :


 Mampu mewadahi minimal tiga atau lebih fungsi bangunan urban.
 Setiap fungsi bangunan dalam mixed-use building saling terintegrasi dan
tersinergi.
 Mixed-use building memiliki kelengkapan fasilitas tinggi sehingga
penghuninya minim mobilitas ke luar bangunan.
 Terdapat efisiensi pergerakan dalam mixed-use building, karena fungsi
bangunan dikelompokan sedemikian rupa.

STYLE ARSITEKTUR
A. Futuristik
Futuristik hadir pada abad ke-20 di Italia. Arsitektur futuristik adalah gaya desain yang
menghadirkan tampilan masa depan. 
Futuristik biasanya menerapkan desain bergaya minimalis yang berkelas. 
Pada desain interiornya, futuristik tidak menggunakan terlalu banyak furnitur dan benda
dekorasi.
Prinsip minimalis yang diusung gaya futuristik menampilkan desain yang simpel dan modern.
Yang digunakan biasanya berupa furnitur esensial dan menggunakan bahan-bahan baru dan
berkelas.
Bentuk furnitur dan desain yang ditampilkan pun cenderung berbeda dan anti-mainstream
dengan kebanyakan desain minimalis lainnya.
Dalam arsitektur futuristik konsep masa depan yang diusung dianggap menarik dan unik
sehingga menghasilkan gaya yang berbeda.
B. Gaya Arsitektur Minimalis
Banyak sekali orang-orang yang menyangka bahwa gaya minimalis itu muncul pada 10 tahun
terakhir, pada kenyataannya gaya minimalis sudah ada sejak dahulu hanya saja orang awam
terutama orang-orang Indonesia banyak yang baru tahu ada gaya minimalis sejak 10 tahun
terakhir ini. ciri khas dari rumah minimalis adalah menggunakan dak beton mengikuti bentuk
dasar polos atau tanpa ornament, serta menggunakan dua kombinasi material.

Dengan mengetahui gaya minimalis ini dapat kita simpulkan bahwa inti dari gaya minimalis
adalahkesederhanaan, plat, monokrom menyingkirkan bagian yang tidak perlu.

C. Gaya Arsitektur Modern


Arsitektur modern merupakan Internasional Style yang menganut Form Follows Function
(bentuk mengikuti fungsi). Bentukan platonic solid yang serba kotak, tak berdekorasi,
perulangan yang monoton, merupakan ciri arsitektur modern. Arsitektur modern mempunyai
pandangan bahwa arsitektur adalah olah pikir dan bukan olah rasa (tahun 1750), dan
permainan ruang dan bukan bentuk.

Ciri-ciri dari arsitektur modern adalah :

 Satu gaya Internasional atau tanpa gaya (seragam)


 Merupakan suatu arsitektur yang dapat menembus budaya dan geografis.
 Berupa khayalan, idealis
 Bentuk tertentu, fungsional
 Bentuk mengikuti fungsi, sehingga bentuk menjadi monoton karena tidak diolah.

D. Gaya Arsitektur Klasik


Arsitektur klasik adalah gaya bangunan dan teknik mendesain yang mengacu pada zaman
klasik Yunani, seperti yang digunakan di Yunani kuno pada periode Helenistik dan
Kekaisaran Romawi. Dalam sejarah arsitektur, Arsitektur Klasik ini juga nantinya terdiri dari
gaya yang lebih modern dari turunan gaya yang berasal dari Yunani.
Langgam Arsitektur Klasik muncul bersamaan dengan dimulainya peradaban tulisan secara
formal. Belum ditemukan secara spesifik kapan era ini dimulai maupun berakhir. Namun,
jenis langgam ini banyak dijumpai di benua Eropa. Dalama beberapa alasan, jenis arsitektur
ini dibangun dengan tiga tujuan: sebagai tempat berlindung (fungsi rumah tinggal, sebagai
wadah penyembahan Tuhan (fungsi rumah peribadatan) dan tempat berkumpul (balai kota,
dsb). Untuk alasan kedua dan ketiga inilah bangunan ini dibuat sedetail mungkin dan seindah
mungkin dengan memberi ornamen-ornamen hiasan yang rumit.
Seiring waktu berlalu, bangunan menjadi lebih rumit dan lebih rinci. Beberapa peradaban
yang tumbuh dari batu dan lumpur turut memperkaya ragam bentuk Arsitektur Klasik,
misalnya candi dan kuburan orang-orang Mesir
Ciri Langgam Arsitektur Klasik:
Mengunakan Kolom, ornamen-ornamen dengan banyak profil.
Penggunaan pola Simetris
Berkesan Megah / mewah / angkuh

Anda mungkin juga menyukai