Tugas Individu
ANALISIS DATA KATEGORIK
Tabel Kontigensi 3 Arah
OLEH :
NAMA : ERWIANTI
NIM : F1A219006
PROGRAM STUDI S1 STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya sehingga kita dalam
keadaan sehat dan saya dapat menyelesaikan makalah analisis data kategorik
tentang tabel kontigensi 3 arah. . Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kebaikan dan
kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia
Terimah kasih tak lupa penulis ucapkan kepada dosen yang telah
membimbing dan mengajarkan kami tentang analisis data [Link]
makalah ini diharapkan dapat menjadi suatu bahan pembelajaran yang baik bagi
mahasiswa dalam peningkatan pengetahuan terkait dengan analisis data.
Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurrna.
Maka dari itu dan saran dan kritik dari pembaca di perlukan untuk membuat dan
mengembangkan makalah yang lebih baik lagi
Kendari, 19 Mei 2022
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 6
1.1 Latar belakang ........................................................................................ 6
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 7
1.3 Tujuan ...................................................................................................... 8
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 7
2.1 Definisi Tabel Kontigensi 3 Arah ............................................................. 7
2.2 Model Tabel Kontigengsi 3 Arah .............................................................. 7
2.3 Analisis Tabel Kontigensi 3 Arah ............................................................. 9
2.4 Contoh Kasus ............................................................................................ 9
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 17
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang
disusun menurut kategori-kategori tertentu, dalam suatu daftar. Dalam
tabel, disusun dengan cara alfabetis, geografis, menurut besarnya angka,
historis, atau menurut kelas-kelas yang lazim. Penelitian erat kaitannya
dengan analisis [Link] penelitian tertentu data yang dikumpulkan atau
variabelnya dalam bentuk kualitatif. Misalnya dalam penelitian ilmu sosial atau
biomedika dan ilmu-ilmu yang lain, pencatatan data lebih sering dilakukan dalam
bentuk kualitatif dibandingkan dalam bentuk kuantitatif. Data kualitatif disini
adalah data yang merupakan suatu variable yang bersifat kategori. Salah satu
contoh bentuk data kategori dalam ilmu social adalah ada sejumlah mahasiswa
tamatan sekolah kejuruan ditanya tentang keinginannya akan melanjutkan sekolah
atau ingin langsung bekerja
Data kategorik adalah informasi yang memberikan keterangan, gambaran,
atau fakta mengenai suatu persoalan dalam bentuk kategori, huruf, atau lambang.
Menurut Elfriede Mahulae (2010), manfaat menggunakan data kategorik adalah:
1) Ruang yang diperlukan untuk menyimpan data menjadi sangat sempit/kecil
dibandingkan dengan data aslinya atau data primernya.
2) Waktu yang dilakukan untuk menganalisis data akan menjadi lebih singkat.
3) Hasil analisis data kategorik dapat dilakukan atau dipertanggung jawabkan
atas dasar pemikiran sebagai berikut:
a) Pada dasarnya, analisis statistik dilakukan dengan tujuan untuk
mempelajari perbedaan atau persamaan kelompok-kelompok individu
yang dibentuk berdasarkan kategori sebuah variabel atau lebih, antara
lain perbedaan proporsi, prevalensi atau insiden suatu peristiwa antara
4
kelompok individu yang ditinjau.
b) Mempelajari asosiasi ganda antar variabel kategorik denmenerapkan
model loglinier atau model regresi logistik yang melipenerapan statistik
Rasio Kesamaan atau Rasio Kecenderungan.
c) Model asosiasi atau korelasi antar variabel kategorik dinyatakan
tmempunyai pola yang standard atau baku sehingga lebih mudah
dadipahami dan diulang kembali dengan memakai berbagai macam
dkategorik sesuai dengan bidangnya masing-masing.
d) Kesimpulan yang diambil berdasarkan model asosiasi (empiris)
anvariabel numerik kerap kali tidak dapat dipertanggungjawabkan,
kardata yang dipakai pada umumnya bukanlah data yang sesuai.
Jenis tabel berdasarkan pengaturan datanya yaitu tabel frekuensi,
tabel klasifikasi, tabel kontingensi, dan tabel korelasi. Pada makalah ini
akan dibahas mengenai tabel kontingensi khususnya tabel kontingensi dua
arah.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa definisi dari tabel kontigensi 3 arah ?
2) Bagaimana model kontigensi 3 arah?
3) Bagaimana analisis dari kontigensi 3 arah?
4) Bagaimana contoh kasus dan penyelesaian dari tabel kontigensi 3
arah?
5
1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui definisi dari tabel kontigensi 3 arah
2) Untuk mengetahui model kontigensi 3 arah
3) Untuk mengetahui analisis dari kontigensi 3 arah
4) Untuk mengetahui contoh kasus dan penyelesaian dari tabel
kontigensi 3 arah
6
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Tabel Kontigensi 3 Arah
Tabel Kontingensi merupakan tabel yang digunakan untuk mengukur
hubungan (asosiasi) antara dua (atau lebih) variabel kategorik dimana
tabel tersebut merangkum frekuensi bersama dari observasi pada setiap
kategori variabel. Misalkan n sampel diklasifikasikan secara silang
berdasarkan dua atribut dalam suatu tabel berukuran m x n, m merupakan
kategori dari variabel X dan n merupakan kategori dari variabel Y maka
didapatkan tabel kontingensi berukuran m x n.
Tabel kontingensi tiga arah adalah table silang yang terdiri dari tiga variable
yang bersifat katagori atau merupakan tabel yang memuat 3 karakteristik hubungan
antara variabel X, Y, dan Z. Tabel kontingensi merupakan . ukuran menurut
banyaknya kategori atau golongan dalam baris dan banyaknya kategori. Jika
kategori dalam baris ada b buah dan kategori dalam kolom ada k buah maka table
kontingensi yang demikian dinamakan table kontingensi b x k. Tabel kontingensi
tiga arah terdiri dari tiga variabel, misalnya variable A dengan a kategori, variabel
B dengan b kategori dan variable lapis yaitu variable C dengan c kategori. Bentuk
umum table kontingensi tiga arah a x b x c dapat dilihat pada table III, Tabel tersebut
mempunyai a x b x c buah sel dan sel (i, j, k) berisi frekuensi (nijk) yang terjadi
karena variable-variabel A, B, dan C.
2.2 Model Tabel Kontigengsi 3 Arah
Penyajian data seperti dalam Tabel 2 memudahkan memperoleh jumlah-jumlah
frekuensi yang diperlukan untuk perhitungan [1].
𝑐 𝑏
𝑛𝑖𝑗+ = ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘 𝑛𝑖+𝑘 = ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘
𝑘=1 𝑗=1
7
𝑎
𝑛+𝑗𝑘 = ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘
𝑖=1
𝑏 𝑐 𝑏
𝑛𝑖++ = ∑ ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘 = ∑ 𝑛𝑖𝑗+
𝑗=1 𝑘=1 𝑗=1
𝑎 𝑐 𝑎
𝑛+𝑗+ = ∑ ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘 = ∑ 𝑛𝑖𝑗+
𝑖=1 𝑘=1 𝑖=1
𝑎 𝑏 𝑏
𝑛++𝑘 = ∑ ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘 = ∑ 𝑛+𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1 𝑗=1
𝑎 𝑏
𝑁 = 𝑛+++ = ∑ ∑ 𝑛𝑖𝑗𝑘
𝑖=1 𝑗=1
Keterangan:
𝑛𝑖𝑗+ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 𝑗
𝑛𝑖+𝑘 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑝𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑘
𝑛+𝑗𝑘 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 𝑗 𝑑𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑝𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑘
𝑛𝑖++ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
𝑛+𝑗+ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 𝑗 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
𝑛++𝑘 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑝𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑘
𝑁 = 𝑛+++ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛
8
2.3 Analisis Tabel Kontigensi 3 Arah
Tabel age smoking status x breathing test result
Age Smoking Status Test Result
Never 577 34
<40 Current 682 57
40- Never 164 4
59 Current 245 74
Terdapat 3 variabel dimana variabel “age” sebagai variabel kontrol kategorik.
1) Analisis Tabel 3 Arah
Analisis dilakukan dengan penyederhanaan tabel menjadi:
a) Tabel marginal
b) Tabel parsial
Tabel diatas akan digunakan untuk menguji hubungan antara 2 variabel
dengan ukuran asosiasi yang disajikan dakm NILAI ODS RATIO.
1. Tabel marginal
Tabel marginal adalah tabel yang lebih sederhana yang diperoleh tanpa
melihat kategori variabel lain/variabel kontrol (kategori variabel lain
digabungkan).
Age Smoking Status Test Result
Never 577 34
<40 Current 682 57
40- Never 164 4
59 Current 245 74
Nilai asosiasi pada marginal tabel disebut marginal association disajikan
dengan nilai marginal ods ratio(MOR)
Smoking Status Test Result
Never 741 38
Current 927 131
9
Nilai MOR = 2,75
Menunjukan kecenderungan orang yang tidak merokok berpeluang
mendapat hasil test normal lebih besar 2,75 kali daripada orangg yang
merokok dan mendapat hasil test normal.
2. Tabel parsial
Tabel parsial adalahh tabel yang lebih sederhana yang diperoleh dengan
hanya melihat pada salah satu kategori variabel lain.
Smoking
Age Status Test Result
Never 577 34
<40 Current 682 57
Never 164 4
40-59 Current 245 74
Nilai asosiasi pada partial tabel disebut conditionall association,
disajikan dengan nilai conditional ods ratio(COR)
Untuk age : < 40
Smoking Status Test Result
Never 577 34
Current 682 57
Nilai COR: 1,41
Menunjukan pada kelompok usia <40 tahun kecenderungan orang yang
tidak merokok berpeluang mendapat hasil test normal lebih besar 1,41
kali daripada orang yang merokok dan mendapat hasil test normal.
Untuk age: 40-59
Smoking
Status Test Result
Never 164 4
Current 245 74
10
Nilai COR: 12,37
Menunjukan pada kelompok usia 40-59tahun kecenderungan orang yang
tidak merokok berpeluang mendapat hasil test normal lebih 12,37kali
daripada orang yang merokok dan mendapat hasil test normal.
2) Indikasi asosiasi
Jika nilai MOR=1, menunjukan tidak ada asosiasi antar variabel pada tabel
marginal atau marginal independence.
Jika nilai MOR tidak=1 menunjukan ada asosiasi antar variabel pada tabel
marginal atau marginal dependence.
Jika nilai COR=1 menunjukan tidak ada asosiasi antar variabel pada tabel
partial atau parsial independence.
Jika nilai COR=1 menunjukan ada asosiasi antar variabel pada tabel partial
atau conditional dependence.
Dari pernyataan diatas terdapat 4 kondisi yaitu
Marginal table Partial table Result
Independence Independence Not interesting
Independence Dependence Conditional dependence
Dependence Independence Conditional independence
Dependence dependence Conditional dependence
3) Simpson’s paradox
Perbedaan arah asosiasi antara dua variabel, pada tabel kontigengsi 3 arah.
Marginal table Partial table(1) Partial table(2)
OR>1 OR<1 OR<1
OR<1 OR>1 OR>1
OR>1 OR<1 OR<1
OR<1 OR>1 OR>1
11
Nilai yang cetak miring tidak termasuk Simpson’s paradox karena salah satu
asosiasinya mengikuti marginal table.
2.4 Contoh Kasus
Tabel
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Kepahiang berdasarkan jenis
kelamin dari Tahun 2011-2015 (persen)
Analisis Tabel Kontingensi 3 arah
Pada tahapan ini, data akan dianalisis secara parsial maupun marginal.
Secara Parsial
Tabel parsial X dan Y saat Z berkategori kawin
Z=kawin
Uji odds ratio bersayarat
Hasil diatas dapat diinterpretasikan bahwa ketika berstatus kawin, perempuan
dengan pendidikan tinggi cenderung 3,65 kali lebih banyak berstatus pengangguran
dibandingkan perempuan dengan pendidikan rendah. Dengan menggunakan 𝛼 0.05
didapat selang kepercayaan diantara 3,12 dan 4,28. Hal ini mengindikasikan bahwa
memang terdapat asosiasi antara tingkat pendidikan dengan status kegiatan
12
perempuan usia 15 tahun pada saat perempuan tersebut berstatus kawin.
Uji Odds Ratio Bersyarat
Hasil diatas dapat diinterpretasikan bahwa ketika berstatus tidak kawin,
perempuan dengan pendidikan tinggi cenderung 2,63 kali lebih banyak berstatus
pengangguran dibandingkan perempuan dengan pendidikan rendah. Dengan
menggunakan 𝛼 0.05 didapat selang kepercayaan diantara 2,27 dan 3,04. Hal ini
mengindikasikan bahwa memang terdapat asosiasi antara tingkat pendidikan
dengan status kegiatan perempuan usia 15 tahun pada saat perempuan tersebut
berstatus tidak kawin. Selanjutnya akan dilihat apakah ada asosiasi antara tingkat
pendidikan dengan status perkawinan dan status perkawinan dengan status kegiatan
pada perempuan usia 15 tahun.
13
Dari nilai kedua Odds ratio diatas terlihat bahwa kedua nilai tersebut tidak
sama dengan satu. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat asosiasi antara tingkat
pendidikan dengan status perkawinan dan status perkawinan dengan status
kegiatan. Dari hasil analisis menggunakan tabel parsial maupun tabel marginal
terlihat bahwa memang ada asosiasi (hubungan) antara tingkat pendidikan, status
kegiatan dan status perkawinan pada perempuan usia 15 tahun. Untuk lebih
memastikan apakah ada asosiasi antara tingkat pendidikan dengan status kegiatan
pada masing-masing kategori pada status perkawinan, maka dilakukan pengujian
hipotesis menggunakan statistik uji Metode Cochran Mantel Haenzel (CMH).
14
15
KESIMPULAN
Dari hasil pengujian, dapat ditarik beberapa kesimpulan:
Terdapat hubungan (asosiasi) antara tingkat pendidikan dengan status kegiatan
pada penduduk perempuan usia 15 tahun di Kabupaten Kepahiang, yaitu
perempuan dengan pendidikan tinggi cenderung 4,40 kali lebih banyak berstatus
pengangguran dibandingkan perempuan dengan pendidikan rendah.
Asosiasi antara tingkat pendidikan dengan status kegiatan pada penduduk
perempuan usia 15 tahun di Kabupaten Kepahiang juga dipengaruhi oleh status
perkawinannya.
Perempuan yang berpendidikan tinggi cenderung lebih banyak berstatus
pengangguran pada saat berstatus kawin, dibandingkan perempuan yang
berstatus tidak kawin.
Dari kedua hal diatas dapat dikatakan bahwa pengangguran perempuan di
Kabupaten Kepahiang merupakan pengangguran sukarela (voluntary
unemployment).
16
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tabel kontingensi tiga arah adalah table silang yang terdiri dari tiga variable
yang bersifat katagori atau merupakan tabel yang memuat 3 karakteristik hubungan
antara variabel X, Y, dan Z. Tabel kontingensi merupakan . ukuran menurut
banyaknya kategori atau golongan dalam baris dan banyaknya kategori. Jika
kategori dalam baris ada b buah dan kategori dalam kolom ada k buah maka table
kontingensi yang demikian dinamakan table kontingensi b x k. Tabel kontingensi
tiga arah terdiri dari tiga variabel, misalnya variable A dengan a kategori, variabel
B dengan b kategori dan variable lapis yaitu variable C dengan c kategori. Bentuk
umum table kontingensi tiga arah a x b x c dapat dilihat pada table III, Tabel tersebut
mempunyai a x b x c buah sel dan sel (i, j, k) berisi frekuensi (nijk) yang terjadi
karena variable-variabel A, B, dan C.
17
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
18