0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan22 halaman

Perencanaan Gedung Asrama Mahasiswa Surabaya

1. Dokumen membahas metode perencanaan pembangunan gedung asrama mahasiswa Nusantara Surabaya, termasuk lokasi, data umum proyek, kondisi eksisting, dan tahapan perencanaan. 2. Gedung ini akan dibangun di Jl. Jemur Andayani I Surabaya dengan luas lahan 9975 m2 dan memiliki 5 lantai. 3. Tahapan perencanaan mencakup permodelan struktur, pembebanan, studi literatur,

Diunggah oleh

Mhd Saipul Anwar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan22 halaman

Perencanaan Gedung Asrama Mahasiswa Surabaya

1. Dokumen membahas metode perencanaan pembangunan gedung asrama mahasiswa Nusantara Surabaya, termasuk lokasi, data umum proyek, kondisi eksisting, dan tahapan perencanaan. 2. Gedung ini akan dibangun di Jl. Jemur Andayani I Surabaya dengan luas lahan 9975 m2 dan memiliki 5 lantai. 3. Tahapan perencanaan mencakup permodelan struktur, pembebanan, studi literatur,

Diunggah oleh

Mhd Saipul Anwar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PERENCANAAN
3.1 Lokasi Perencanaan
Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya merupakan selama
mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Asrama Mahasiswa
Nusantara memiliki 5 lantai terdiri dari 4 massa bangunan. Proyek
Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara berlokasi di Kota
Surabaya, tepatnya JL. Jemur Andayani I Kota Surabaya dengan luas lahan
9975 m².

Gambar 3. 1 Akses Lokasi Proyek AMN


Gambar 3.1 Lokasi Proyek AMN

72
73

3.2 Data Perencanaan


3.2.1 Data Umum Proyek
Data umum Proyek Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa
Nusantara Kota Surabaya, Jawa Timur sebagai berikut :
• Nama Proyek : Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa
Nusantara Surabaya
• Lokasi Proyek : JL. Jemur Andayani I Kota Surabaya, Jawa
Timur
• Fungsi Bangunan : Asrama Mahasasiswa
• Tinggi Bangunan : 19,70 meter
• Luas Lahan : 9975 m²
• Tinggi Antar Lantai : Lantai Dasar : 5,10 meter
Lantai 2 : 3,65 meter
Lantai 3 : 3,65 meter
Lantai 4 : 3,65 meter
Lantai 5 : 3,65 meter
3.2.2 Data Bahan
Data bahan yang akan digunakan dalam Perencanaan Struktur
Gedung Asrama Mahasiswa Surabaya sebagai berikut :
• Mutu Beton (fc’) : 30 Mpa
• Fy : 400 Mpa

3.3 Kondisi Eksisting


Proyek pembangunan Gedung AMN sendiri masih belum berjalan
sehingga progress yang didapat masih 0%. Objek yang ditinjau pada tugas
akhir ini adalah Tower A. Luas bangunan Tower A 4632,3 m² dan untuk
tinggi bangunannya sendiri mencapai 19,70 meter dengan tinggi antar
lantai dari lantai dasar ke lantai 1 5,10 meter sedangkan tinggi antar lantai
dari lantai 2 hingga lantai 5 yaitu 3,65 meter.
74

Gambar 3.2 Kondisi Eksisting AMN

Gambar 3.3 Deliniasi Tapak

Gambar 3.4 Kondisi Sekitar Tapak


75

3.4 Data Teknis Bangunan


Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara memiliki beberapa Tower.
Objek yang diambil adalah Tower A. Bentuk dasar dari Tower A adalah
Bujur Sangkar. Bujur Sangkar merupakan sebuah figur bidang yang
memiliki empat sisi yang sama panjangnya dan empat buah sudut tegak
lurus. Bujur Sangkar stabil jika diletakkan pada salah satu sisinya dan
menjadi dinamis ketika berdiri di atas salah satu sudutnya.

Gambar 3. 5 Lay Out Asrama Mahasiswa Nusantara


76

Gambar 3.6 Denah Lantai Dasar

Gambar 3.7 Denah Lantai 1


77

Gambar 3.8 Denah Lantai 2

Gambar 3.9 Denah Lantai 3


78

Gambar 3.10 Denah Lantai 4

Gambar 3.11 Denah Atap


79

Gambar 3.12 Permodelan Struktur Utama Pada STAAD Pro CONNECT EDITIO
80

3.5 Tahapan Perencanaan


Pertama yang dilakukan dalam proses perencanaan adalah
pengumpulan data berdasarkan dengan literatur yang terkait, setelah itu
permodelan struktur utama terkait balok, kolom, dan plat dengan merubah
dimensi. Dilanjutkan dengan perencanaan pembebanan, balok induk dan
balok anak, kolom, plat dan menganalisa struktur menggunakan software
STAAD Pro CONNECT EDITION. Data yang dimaksud adalah terkait
dengan denah, luas bangunan, tinggi antar lantai dan mutu (kekakuan)
bahan dan struktur yang ada.

3.5.1 Permodelan Struktur


Dalam melakukan permodelan struktur tahan gempa menggunakan
gambar rencana yang diproleh pada saat melakukan pengumpulan data,
tetapi hanya merubah dimesi pada struktur utama (balok, kolom, dan plat)
pada bangunan AMN. Berikut ini merupakan gambar perencanaan struktur
utama (Balok, Kolom, dan Plat).

3.5.2 Permodelan Portal


Dalam melakukan permodelan Portal pada bangunan tahan gempa
menggunakan gambar rencana portal kolom dan balok yang diproleh pada
saat melakukan pengumpulan data. Analisis spektrum respons harus
dilakukan dengan menggunakan suatu nilai redaman ragam untuk ragam
fundamental di arah yang ditinjau tidak lebih besar dari nilai yang terkecil
dari redaman efektif sistem isolasi atau 30 % redaman kritis
81

Gambar 3.13 Denah Struktur Rencana Redesign Tower A


82

Gambar 3.14 Potongan Portal Pada Rencana Redesign Tower A


83

3.6 Rencana Redesign


Pada perencanaan ulang ini, Struktur Gedung Asrama Mahasiswa
Nusantara Surabaya tetap mempertahankan sistem penahan gempa semula
yaitu SRPMK, akan tetapi merubah dimensi dari Struktur Utama (Balok,
Kolom, Pelat). Berdasarkan gambar rencana yang didapat, kita dapat
mengetahui dimensi dari struktur utama yang digunakan pada perencanaan
proyek tersebut diantaranya dimensi balok, kolom, maupun plat sehingga
memudahkan untuk meredesign dimensi dari struktur utama.

3.7 Studi Literatur


Studi literatur bertujuan untuk mengumpulkan dasar-dasar
pemahaman mengenai struktur beton bertulang serta struktur tahan gempa.
SNI yang digunakan dalam perencanaan pada Tugas Akhir antara lain :
1. Badan Standarisasi Nasional. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton
Untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2019)
2. Badan Standarisasi Nasional. Tata Cara Perhitungan Beban Minimum
Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 1727-
2013)
3. Badan Standarisasi Nasional. Tata Cara Perhitungan Perencanaan
Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung
(SNI 1726-2019)

3.8 Preliminary Design


1. Perencanaan Plat
2. Perhitungan struktur balok
3. Perhitungan struktur kolom
4. Check persyaratan sesuai SNI (Kontrol plat, balok dan kolom mampu
menahan gaya dalam yang bekerja pada struktur.
5. Gambar detail penulangan
84

3.9 Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan sumber data untuk Tugas Akhir ini
menggunakan dua sumber yang menjadi dasar pertimbangan dalam
penentuan metode pengumpulan data yaitu menggunakan data primer dan
data sekunder.

3.9.1 Data Primer


Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan
penelitian secara langsung baik di wilayah pembangunan maupun di
sekitar lokasi pembangunan, yang dipergunakan sebagai sumber data
dalam perancangan struktur. Data primer dalam Perencanaan Struktur
Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya yaitu dengan
pengamatan langsung dilapangan, hal yang diamati meliputi :
1. Kondisi eksisting area yang akan di bangun Gedung Asrama
Mahasiswa Nusantara Surabaya.
2. Kondisi bangunan-bangunan lain di sekitar area pembangunan
Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya.

3.9.2 Data Sekunder


Data sekunder ialah data yang didapat atau dikumpulkan peneliti
dari semua sumber yang sudah ada dan pihak-pihak yang terlibat dalam
pembangunan konstruksi. Data sekunder yang didapat dari Gedung AMN
antara lain :
1. Data Teknis Bangunan (Gambar Rencana)
2. Data Tanah Di Lokasi Perencanaan
85

3.10 Pembebanan Struktur


Pembebanan yang akan diperhitungkan pada perencanaan Gedung
Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya antara lain :
3.10.1 Beban Mati (qDL)
Pada sebuah struktur perkiraan berat harus relevan dan diperoleh
dari rumus serta tabel yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
Indonesia yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI 1727-2013). Beban Mati
terdiri dari beban struktural dan non-struktural.
3.10.2 Beban Hidup (qDL)
Beban Hidup (qLL) ialah beban gravitasi yang timbul akibat
penggunaan suatu gedung selama masa layan. Beban hidup yang
dipergunakan dalam suatu perancangan (perencanaan) struktur bangunan
gedung serta struktur lainnya ialah menggunakan beban maksimum terjadi
akbiat penggunaan dan penghunian bangunan gedung, akan tetapi tidak
boleh kurang dari beban merata minimum yang ditetapkan dalam SNI
1727-2013.
3.10.3 Beban Gempa (E)

Tahapan dalam menganalisa gaya gempa metode statik ekivalen


adalah sebagai berikut:
a. Mencari Kategori Resiko Gempa, Faktor Keutamaan Gempa dan
Kelas Situs
b. Kategori Desain Seismik
c. Kategori Desain Seismik
d. Spektrum Respon Desain

e. Faktor Koefisien Modifikasi Respons, Kuat Lebih Sistem,


Pembesaran Defleksi.

f. Penetuan Periode

g. Distribusi Vertikal Gaya Seismik


86

3.10.4 Data Gempa Proyek

1. Lokasi bangunan : Surabaya

2. Kondisi tanah : Lunak (dari Soil test)

3. Fungsi bangunan : Asrama Mahasiswa

4. Jumlah lantai : 5 lantai (19,70 meter)

5. Kategori risiko : II (tabel 3, SNI 1726:2019)

6. Faktor keutamaan gempa : 1,0 (tabel 4, SNI 1726:2019)

7. Lokasi Surabaya : SS = 0,704 g (dari Grafik Puskim)

S1 = 0,304 g (dari Grafik Puskim)

Fa = 1,372 (dari Grafik Puskim)

FV = 2,781 (dari Grafik Puskim)

SDS = 0,644 g (dari Grafik Puskim)

SD1 = 0,564 g (dari Grafik Puskim)


87

3.10.5 Beban Kombinasi


Struktur serta komponen elemen struktur harus dirancang
sedemikian hingga kuat rencananya sama atau melebihi pengaruh beban
terfaktor dengan kombinasi pembebanan sesuai SNI 1726-2019 sebagai
berikut :
(a) 1,4D

(b) 1,2D + 1,6L + 0,5 (Lr atau R)

(c) 1,2D + 1,6L (Lr atau R) + (L atau 0,5W)

(d) 1,2D + 1,0W + L + 0,5 (Lr atau R)

(e) 1,2D + 1,0E + L

(f) 0,9D +1,0W

(g) 0,9D + 1,0E

3.11 Analisa Struktur


Dalam analisa struktur peneliti akan mencari kebutuhan tulangan,
maka dari itu, peneliti harus mencari gaya dalam yang terjadi pada struktur
tersebut. Pada penelitian ini diperlukan bantuan program software untuk
menganalisa serta melakukan perhitungan. Aplikasi penunjang yang
dimaksud ialah STAAD Pro CONNECT EDITION, Microsoft office serta
AutoCAD.
Analisa data untuk beban gempa spektrum respon gempa yaitu
dengan meninjau beban – beban gempa yang bekerja. Hasil output dari
program STAAD Pro CONNECT EDITION dengan kombinasi beban yang
digunakan hanya untuk mencari analisis mekaniknya. Dengan mengambil
momen terbesar pada elemen struktur tertentu yang dimensinya sama,
sedangkan elemen lain dengan momen yang lebih kecil dianggap
terwakili. Sedangkan desain tulangan dikerjakan dengan perhitungan
manual.
88

3.12 Diagram Alur Perencanaan (Flow Chart)

Gambar 3.15 Diagram Alur Perencanaan


89

Gambar 3.16 Lanjutan Diagram Alur Perencanaan


90

3.13 Diagram Alur Design Balok


Pada perhitungan balok induk dan balok anak terdiri dari dua bagian
yaitu perhitungan balok arah melintang dan balok arah memanjang serta
dibuat secara dua dimensi.

Gambar 3.17 Diagram Alur Design Balok


91

3.14 Diagram Alur Design Kolom


Kolom termasuk dari salah satu bagian paling penting dalam sebuah
bangunan gedung bertingkat, maka dari itu berkaitan dengan kekuatan
sebuah bagian pada bangunan.

Gambar 3.18 Diagram Alur Desain Kolom (1)


92

Gambar 3.19 Diagram Alur Desain Kolom (2)


93

3.15 Diagram Alur Design Plat


Plat lantai adalah salah satu komponen penting dalam struktur
bangunan bertingkat. Salah satu jenis yang sering diterapkan di banyak
bangunan adalah plat lantai beton. Pelat ini merupakan pembatas antara
tingkat satu dengan tingkat lainnya dalam bangunan
[Link] pelat lantai juga disertai balok-balok yang
bertumpu pada kolom bangunan.

Gambar 3.20 Diagram Alur Desain Plat

Anda mungkin juga menyukai