D.1.1.
Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja
Melakukan kegiatan mendukung keandalan bangunan serta mendukung terciptanya tempat, suasana,
kegiatan, dan aset kerja yang aman dari gangguan huru-hara dan anarkisme, tindak kriminal, termasuk
tindak terorisme di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi melalui cara:
a. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan
- Mutu Bahan
Material/bahan yang akan digunakan pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi harus melalui
tahapan inspeksi yang dilakukan oleh Petugas yang berwenang dan mendapat persetujuan oleh
Pengawas Pekerjaan.
- Metode pekerjaan konstruksi
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sesuai dengan tahapan pekerjaan konstruksi yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Teknik
- Memuat Analisis Keselamatan Pekerjaan (AKP/3SA) yang ditandatangani oleh Ahli Teknik
terkait dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Izin kerja (Permit to Work/PTW
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin kerja/PTW berdasarkan
persyaratan Keselamatan Konstruksi sesuai dengan tahapan Pekerjaan Konstruksi yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi. Izin kerja harus dilengkapi dengan dokumen sebagai berikut:
- Analisis keselamatan pekerjaan (AKP)/3ob Safety Analysis (JSA) yang ditandatangani oleh
Ahli Teknik terkait dan Penanpgunp Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja berdasarkan persyaratan
Keselamatan Konstruksi sesuai lingkup pekerjaan dalam tahapan pekerjaan yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Teknik
Lembar periksa yang telah ditandatangani oleh petugas yang berwenang sesuai hasil inspeksi
yang telah dilakukan.
- Memuat formulir izin kerja yang sekurang-kurangnya terdiri dari 3 lembar rangkap untuk
didokumentasikan oleh masing-masing unit terkait. Lembar asli (pertama) disimpan sebagai
bagian dari informasi terdokumentasi oleh Pengguna Jasa, lembar kedua disimpan oleh
Penyedia Jasa, lembar ketiga disimpan oleh Pengawas Pekerjaan. Formulir izin kerja dibagi
sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam tahapan Pekerjaan Konstruksi yang ditandatangani oleh
Unit Keselamatan Konstruksi diantaranya adalah sebagai berikut :
-
pekerjaan panas
galian (hot work) yaitu
(excavation) seluruh
yaitu untukpekerjaan
pekerjaanyang berpotensi
galian yang akanmenghasilkan sumber api;
dilakukan; pekerjaan
- pengangkatan (lifting) yaitu untuk pekerjaan yang menggunakan alat angkat; pekerjaan di
ruang terbatas (confined space) yaitu untuk pekerjaan di dalam ruangan yang mungkin
ventilasinya secara alami kurang, mengandung gas mudah terbakar dan/atau mengandung gas
beracun;
- pekerjaan menyelam (diving) yaitu untuk pekerjaan di bawah permukaan air;
- pekerjaan dingin (cold work) yaitu seluruh pekerjaan Iain yang tidak tercakup pada pekerjaan
di atas;
- pekerjaan di ketinggian;
- pekerjaan di malam hari (working at night) yaitu jika terdapat pekerjaan yang dilakukan
melebihi jam kerja normal;
- pekerjaan menggunakan perancah;
- pekerjaan dengan menggunakan radiography (x-ray);
- pekerjaan bertegangan listrik (electrical work); dan/atau
- pekerjaan penggalian atau kedalaman (excavation work).
b. Pengelolaan Pendukung Keandalan Lingkungan
- Pengamanan Lingkungan Kerja
- Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengamanan lingkungan Memuat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengamanan lingkungan yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi/Wakil Manajemen yang sekurang-kurangnya
mencakup:
- Petugas keamanan dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan pada pengendalian risiko
keamanan.
- CCTV yang digunakan untuk pekerjaan dengan tingkat risiko besar. CCTV
ditempatkan pada lokasi yang telah teridentifikasi memilki risiko bahaya besar dan
berpotensi terhadap tindakan kriminal.
- Pagar pengaman yang digunakan pada lokasi yang berbatasan langsung dengan
masyarakat sekitar dan berpotensi terjadinya kecelakaan.
- Tanda pengenal (ID Card) yang digunakan untuk seluruh pekerja, tamu, pemasok, dan
pihak-pihak terkait pada pelaksanaan pekerjaan yang masuk ke dalam area pekerjaan
konstruksi.
- Manajemen keselamatan IaIu lintas (Traffic Management)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja dalam melakukan manajemen keselamatan lalu lintas
(traffic management) pada lokasi pekerjaan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas
pengguna jalan yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
- Izin Keluar/Masuk Barang
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin keluar/masuk barang
yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi/Wakil Manajemen.
- Memuat formulir izin keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh Penanggung 3awab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
D.1.2. Pengelolaan Keselamatan Kerja
Melakukan kegiatan untuk menghilangkan/mengurangi bahaya atas risiko pekerjaan melalui cara:
a. Mutu Peralatan
- Prosedur/petunjuk kerja penggunaan peralatan
Memuat prosedur/petunjuk kerja penggunaan pesawat angkat & angkut (alat berat) dan
peralatan konstruksi lainnya yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Peralatan dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Seluruh alat berat dan perkakas yang akan digunakan di area
Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi harus lolos tahapan inspeksi yang dilakukan oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan memiliki sticker "Laik Operasi”.
b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja berdasarkan program kerja
yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang
ditandatangani oleh Penanggung 3awab Keselamatan Konstruksi.
c. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok
Memuat uraian pengendalian subpenyedia jasa dan pemasok dalam mendukung pelaksanaan kontrak
sesuai dengan kontrak yang telah disetujui dan menjelaskan hubungan koordinasi antara subpenyedia
jasa/pemasok dengan penyedia jasa dalam rangka pengelolaan keselamatan kerja. Penyedia Jasa
harus memastikan bahwa di dalam kontrak antara Penyedia Jasa dan Subkontraktor serta Pemasok
telah menganggarkan Biaya Penerapan SMKK.
D.1.3. Pengelolaan Kesehatan Kerja
Melakukan kegiatan untuk untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi - tingginya bagi tenaga kerja
konstruksi dan masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan jasa konstruksi dengan melakukan
pencegahan gangguan kesehatan dan penyakit akibat melalui cara:
a. Pemeriksaan Kesehatan
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan kerja mencakup: pemeriksaan
kesehatan berkala, pemeriksaan kesehatan khusus, pencegahan penyakit menular dan penyakit
akibat kerja yang ditandatangani oleh Ahli terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
/Wakil Manajemen. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan kerja
sekurangkurangnya mencakup:
- Pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pekerja dilakukan sebelum atau beberapa saat setelah
memasuki masa kerja pertama kali dan secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun.
- Terdapat klinik yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana kesehatan yang dibutuhkan
untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko besar dan akses terbatas menuju fasilitas
kesehatan.
- Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat dan disimpan u/ referensi.
- Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
- Terdapat peralatan P3K dengan jumlah 1 kotak P3K untuk setiap 25 pekerja dan
ditempatkan di area yang mudah dilihat dan dijangkau.
- Isi kotak P3K sekurang-kurangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Isi kotak P3K harus diperiksa secara teratur dan harus dijaga supaya tetap berisi (tidak
boleh kosong).
- Pemberantasan penyakit menular dan berbahaya
Dilakukan identifikasi bahaya kesehatan dgn melakukan tindakan pencegahan diantaranya :
- Demam berdarah dengan melakukan kegiatan Fogginp yang berkoordinasi dengan
puskesmas terdekat.
- HIV/AIDS dengan melakukan tindakan pencegahan melalui sosialisasi sesuai peraturan
yang ada.
- Penyakit epidemik lainnya.
- Peningkatan kesegaran jasmani untuk menjamin kebugaran pekerja.
- Perlindungan sosial tenaga kerja
Seluruh pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan;
D.1.4. Pengelolaan Lingkungan Kerja
a. Pengukuran Kondisi Lingkungan
Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan lingkungan kerja I' emuat prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan lingkungan kerja terkait pencegahan pencemaran (terhadap air, tanah, dan udara)
yang ditandatangani oleh Penanggung 3awab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi /WakiI Manajemen. Pengukuran kondisi lingkungan sekurang- kurangnya
terdiri atas sebagai berikut:
Nilai Ambang Peraturan Perundang
No. Jenis Pengukuran Periode Pengukuran
Batas (NAB) - Undangang
1 Debu
2 Kebisingan
3 Getaran
4 Pencahayaan
5 Udara
6 Air
7 Gas Berbahaya
8 Uji Emisi Kendaraan
b. Tata Graha (Housekeeping)
- Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan tata graha (housekeeping)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan Tata Graha (Housekeeping) terkait
Program SR (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin) yang ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil
Flanajemen. Program tata graha (housekeeping) yang dilakukan sekurang-kurangnya satu kali
sehari di akhir pelaksanaan pekerjaan.
c. Pengolahan Sampah dan Limbah
- Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan sampah/limbah Memuat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan sampah/limbah yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan sekurang-kurangnya mencakup:
- Terdapat tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenis sampah yaitu sampah organik,
sampah anorganik, sampah B3 sekurang-kurangnya 1 tempat sampah di setiap area
pekerjaan.
- Terdapat tempat penampungan sampah sementara berdasarkan jenis sampah yaitu sampah
organik, sampah anorganik dan sampah B3.