0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan28 halaman

Tinjauan Pelabuhan dan Bongkar Muat

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka mengenai pelabuhan, perusahaan bongkar muat, dan persiapan kegiatan pembongkaran cooking coal. Terdapat penjelasan mengenai definisi pelabuhan, jenis pelabuhan, perusahaan bongkar muat, dan langkah-langkah persiapan seperti perencanaan, mempersiapkan muatan dan peralatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan28 halaman

Tinjauan Pelabuhan dan Bongkar Muat

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka mengenai pelabuhan, perusahaan bongkar muat, dan persiapan kegiatan pembongkaran cooking coal. Terdapat penjelasan mengenai definisi pelabuhan, jenis pelabuhan, perusahaan bongkar muat, dan langkah-langkah persiapan seperti perencanaan, mempersiapkan muatan dan peralatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

Transportasi adalah alat untuk melawan jarak untuk memenuhi kebutuhan


(needs) yang secara geografis dari tempat asalnya (Hananto Soewedo.2016).
KM 14 Tahun 2002 Perusahaan Bongkar Muat adalah Badan Hukum
Indonesia yang khusus didirikan untuk menyelenggarakan dan mengusahakan
kegiatan bongkar muat dari dan ke kapal.
2.1.1 Pengertian Pelabuhan
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 pasal
1 (16) tentang pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan atau perairan
dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan
pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat tempat kapal bersandar, berupa
terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan
dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan antra dan antar moda transportasi.
Sedangkan Pelabuhan menurut fungsinya ada 3 (tiga) yaitu :
1. Pelabuhan Utama
Adalah pelabuhan yang berfungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan
laut dalam negeri dan internasional,alih muat angkutan laut dalam negeri
dan internasional dalam jumlah besar,dan sebagai tempat asal tujuan
penumpang atau [Link] angkutan penyeberangan dengan jangkauan
antar provinsi. Pasal 1 (17).
2. Pelabuhan Pengumpul
Adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut
dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah
menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan barang serta
angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antar provinsi.
Pasal 1 (18).
6

3. Pelabuhan Pengumpan
Adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut
dalam negeri,alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas,
merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul,
dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan barang, serta angkutan
penyebrangan dengan jangkauan pelayanan dalam [Link] 1 (19).
KM. 33 Tahun 2001 tentang kegiatan bongkar muat adalah kegiatan
bongkar muat barang dari dan atau ke kapal meliputi kegiatan pembongkaran
barang dari palka kapal ke atas dermaga di sisi lambung kapal atau sebaliknya
(stevedoring), kegiatan pemindahan barang dari dermaga di sisi lambung kapal
atau sebaliknya lambung kapal ke gudang/lapangan penumpukan/sebaliknya
(cargodoring) dan kegiatan pengambilan barang dari gudang/lapangan di bawa ke
atas truck atau sebaliknya (receiving/delivery) .
Kegiatan bongkar muat sebagaimana dimaksud pada ayat (2),dilakukan
terbatas hanya untuk melayani kapal milik dan atau kapal sewa/charter yang
dioperasikan secara nyata, terhadap :
[Link] milik penumpang
b. barang curah cair yang di bongkar atau dimuat di lakukan melalui pipa
c. barang curah kering yang dibongkar atau dimuat melalui conveyor atau
sejenisnya.
d. barang yang diangkut melalui kapal RoRo.
Perusahaan Bongkar muat berdarkan KM. 21 Tahun 2007 adalah
perusahaan berbadan hukum Indonesia yang khusus didirikan untuk
menyelenggarakan dan mengusahakan kegiatan bongkar/muat barang dari dan ke
kapal.
Bongkar-Muat menurut PP. Nomor 20 Tahun 2010 didefinisikan sebagai:
“Suatu kegiatan jasa yang bergerak yang membongkar atau pun memuat benda
atau barang baik dari kapal atau ke kapal yang meliputi dari kegiatan stevedoring,
cargodoring dan receiving-delivery” di pelabuhan.
7

Maka yang sesuai dengan type pembongkaran di PT. Krakatau Bandar Samudera
adalah Stevedoring adalah jasa bongkar/muat dari/ke kapal, dari/ke dermaga,
tongkang,/truck ke dalam kapal Smpai tersusun dalam palka kapal dengan
menggunakan derek kapal atau derek darat.
2.1.2. Persiapan Kegiatan Pembongkaran Cooking Coal
Suatu bagian dari prosedur pembongkaran yang dilakukan setelah work
order di serahkan kepada PBM yang telah ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan
pembongkaran dari atas kapal. Untuk menunjang kelancaran tersebut dan
melaksanakan dengan prosedur yaang telah di tentukan suatu perusahaan
pelayaran membuat perencanaan pelaksanaan pembongkaran sebagai berikut:
1. Metting intern
Adalah koordinasi yang dilakukan oleh perusahaan bongkar muat
dengan berbagai pihak yang bersangkutan dalam lingkup perusahaan antara
lain:
a. Kepala perusahaan bongkar muat
b. Stevedor
c. Foreman
d. Pemilik barang (consignee)
Meeting intern ini bertujuan agar dalam pelaksanaan pembongkaran barang
dapat berjalan dengan lancar,teratur,tidak mengecewakan. Dengan hasil yang
cepat dan teratur maka akan menunjukan kualitas dan kuantitas dari perusahaan
ini. Dalam meeting intern tersebut juga membuat surat pemberitahuan kerja
bongkar muat yang nantinya dokumen ini digunakan dalam kegiatan bongkar
muat.
2. Hal-hal yang akan dibahas dalam rapat tersebut adalah:
a. Rencana waktu kapal akan sandar (ship berthing)
b. Rencana tempat kapal sandar di pelabuhan
c. Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses pembongkaran barang
d. Jumlah buruh dan alat mekanis yang dibutuhkan.
8

Untuk melakukan persiapan kegiatan bongkar muat barang setelah meeting intern
diperlukan alokasi dermaga sebuah kapal, ada 3 hal pokok yang mendasar :
1. Estimasi kedatangan kapal (ETA)
2. Ukuran dan dimensi kapal
3. Data terperinci dari muatan (Bongkar/muat) (Tim Penyusun Direktorat
Operasi Perum Pelabuhan II: 2007)
a. Estimasi kedatangan kapal (ETA).
Kegiatan Estimasi kedatangan kapal menyangkut dalam hal :
Menyangkut tentang perkiraan datangnya kapal di dermaga tempat tujuan
pembongkaran agar kapal dapat sandar di dermaga yang tepat,sesuai
dengan fasilitas bongkar/muat yang tersedia dan untuk menentukan posisi
sandar kapal (sandar kiri/kanan), tetapi melihat juga di jadwal yang sesuai
apakah dermaga tersebut kosong pada saat ETA kapal dan dapat di
gunakan selama kapal sandar.
b. Ukuran dan dimensi kapal
Penting adanya informasi tentang ukuran kapal dimensi karena untuk
menentukan lokasi kapal tersebut untuk sandar ke lokasi dermaga yang
sesuai dengan ukuran dan dimensi kapal tersebut,agar tidak terjadi kandas,
dan dapat mempersiapkan alat bongkar
c. Data terperinci dari muatan (Bongkar/muat),setiap perusahaan bongkar
muat harus mengetahui tentang muatan tersebut karena agar tahu tentang
jenis muatan yang ditangani dan jumlah total muatan tersebut agar tidak
terjadi salah paham antara crew kapal dan owner cargo tersebut, dan
mempersiapakan tenaga bongkar dan jumlah alat, jenis yang di perlukan
selama pembongkaran.
Adapun kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh perusahan bongkar
muat agar pelaksanaan berjalan dengan rencana kerja (Operation Planing) dan
dapat tercapainya produktivitas yang tinggi,perusahaan bongkar muat harus juga
memperhatikan persiapan-persiapan bongkar muat sesuai dengan prosedur yang
ditentukan oleh perusahaan bongkar muat tersebut. Adapun persiapan-persiapan
tersebut yaitu:
9

3. Mempersiapkan Muatan
Sebelum melakukan kegiatan bongkar muat,hal yang harus dipelajari adalah
rencana pembongkaran (stowage plan) yang telah dipersiapkan agar tidak terjadi.
Stowage plane sendiri yaitu suatu gambaran informasi atau rencana penempatan
muatan, pembongkaran muatan, berat muatan di kapal yang akan dilakukan di
satu atau beberapa pelabuhan dalam satu kerja pelayaran (voyage). Stowage plane
dibuat berdasarkan denah yang telah tersedia untuk masing-masing kapal,
berbentuk standar sesuai dengan karakteristik ruang muatan (palka-palka) setiap
kapal untuk menghindari adanya broken stowage. Pengertian Broken Stowage
yaitu presentase ruang palka yang tidak dapat terisi oleh muatan karena bentuk
dan jenis muatan. Terjadinya Broken Stowage tersebut yaitu :
a. Tidak melaksanakan pembongkaran dengan baik
b. Tidak adanya pengawasan selama waktu pembongkaran
c. Penggunaan dunnage yang tidak efisien
d. Penggunaan ruang muat tidak disesuaikan dengan bentuk muatan.
Konfigurasi stowage plane, memperhatikan kedudukan muatan, posisi
muatan, jenis muatan,pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan. Dalam satu denah
sekaligus serta ketinggian atau batasnya dengan muatan lain di dalam salah satu
palka.
4. Rencana operasi (operation planing)
a. Merupakan rencana terperinci kegiatan bongkar muat selama kapal di
tambat.
b. Di buat oleh agen pelayaran/PBM (stevedoring company) sebelum
kapal tambat, berdasarkan data muatan (stowage plane atau manifest)
Merupakan pedoman dalam mempersiapkan buruh,peralatan bongkar
muat, dan peralatan penunjang lainnya.
c. Digunakan pula sebagai pedoman dalam menyiapkan rencana alokasi
tambatan dan perkiraan lama kapal ditambat.
10

5. Mempersiapkan Peralatan Pembongkaran


Suatu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh PBM untuk mmenunjang
kelancaran arus barang yang akan di bongkar dari atas kapal. Untuk menentukan
penggunaan pemakaian peralatan dan perelengkapan bongkar muat,perlu
memperhatikan beberapa faktor yaitu:
a) Jenis muatan
b) Berat muatan
c) Tingkat keselamatan yang di inginkan.
Faktor-faktor merupakan suatu persiapan yang di laksanakan ataupun
yang diterapkan oleh PBM Krakatau Bandar Samudera agar tercapainya
produktifitas pembongkaran dan mendapatkan hasil efisien.
6. Mempersiapkan Alokasi Buruh (TKBM)
Peruntukan alokasi buruh direncanakan sedemikian rupa dan secara
tepat di setiap palka dengan maksud mengurangi sebanyak mungkin waktu di
kapal di pelabuhan atau mempersingkat waktu di pelabuhan.
a) Mempelajari kondisi muatan(jenis,type,dan posisi muatan dikapal).
b) Memahami dan menggambarkan kondisi muatan di setiap palka yang
diperoleh dari Hatch list dan Hatch plan.
c) Menentukan Work Content yaitu jumlah muatan yang telah dikerjakan
di setiap palka dan diukur melalui Gang Shift atau Gang hours. (Tim
Penyusun Direktorat Operasi Perum Pelabuhan II:2007)
7. Pengalokasian buruh yaitu sebagai berikut :
a) Kualitas buruh
Ada kegiatan yang memerlukan keterampilan khusus dari buruh
b) Komposisi buruh
Apakah diperlukan operator Front Loader atau Excavator atau tidak.
c) Jumlah buruh perpalka
Kegiatan yang memerlukan penempatan buruh perpalka
d) Kegiatan di dermaga maupun di dalam palka
Kegiatan di dermaga maupun di dalam palka memerlukan pergantian
buruh setiap 1 shift.
11

e) Operator FL atau Excavator


FL dan Excavator yang mempunyai spesifikasi tertentu.
2.1.3. Pelaksanaan Kegiatan Pembongkaran Cooking Coal
Di Indonesia pekerjaan dari dan ke kapal dilakukan oleh perusahaan yang
khusus di bentuk untuk pekerjaan bongkar muat,bisa swasta penuh ataupun
BUMN.
Secara garis besar pelaksanaan bongkar muat dapat di bagi dua yaitu :
1) Bongkar Muat Secara Langsung Ke Truck (Truck Lossing)
2) Bongkar Muat Melalui Penimbunan (Peralatan Pelabuhan :2009)
1) Bongkar Muat Secara Langsung Ke Truck (Truck Lossing)
Pada hakekatnya pembongkaran ataupun pemuatan dengan cara truck
lossing hanya di lakukan terhadap barang- barang tertentu misalnya barang
berbahaya yang tidak boleh di timbun di gudang/ lapangan dan barang strategis
misalnya beras, gula, semen dan lain-lain.
2) Bongkar Muat Melalui Penimbunan
Pelaksanaan pembongkaran atau pemuatan sebagian besar dilakukan oleh
tenaga kerja bongkar muat yang di kelola oleh koperasi tenaga kerja bongkar muat
atau Koperasi TKBM yang ada tiap pelabuhan.
Pekerjaan Perusahaan Bongkar Muat dapat di bagi menjadi tiga pekerjaan utama
yaitu :
[Link] Stevedoring
[Link] Cargodoring
[Link] Receiving/Delivery
Adapun jenis pekerjaan yang di terapkan oleh Perusahaan PT. Krakatau Bandar
Samudera , menggunakan jenis pekerjaan stevedoring dalam melakukan setiap
pembongkarannnya.
Pekerjaan Stevedoring yaitu pekerjaan yang membongkar dari dek atau palka
kapal ke dalam palka kapal dengan menggunakan derek(Crane) kapal ataupun
derek(Crane) darat. Untuk pekerjaan ini standar buruh per-palka pergilir kerja
membutuhkan 12 oang termasuk 1 orang mandor, 2 orang tukang derek(operator
crane) dan 1 orang pilot(foreman) yang mengkomandoi derek kapal.
12

Dalam suatu pelaksanaan pembongkaran pasti harus ada suatu perintah


terlebih dahulu untuk memulai pembongkaran PT. Krakatau Bandar Samudera
seringkali melaksanakan kegiatan pembongkaran barang-barang jenis bijih
besi,sesuai dengan prosedur yang diterapkan setelah mendapatkan Surat Perintah
Kerja/Permintaan Pelayanan Jasa dari Consignee atau perusahaaan pelayaran dan
diadakan nya Meeting Intern atau Ekstern untuk pelaksanaan kegiatan
pembongkaran. Kemudian mengurus Surat Pemberitahuan Bongkar Muat (SPBM)
yaitu:
a. Surat Perintah Kerja/Permintaan Pelayanan Jasa .
b. Permohonan Kegiatan Bongkar Muat.
c. B/L
Setelah perusahaan bongkar muat diinformasikan dari agen tentang
estimasi sandar kapal atau waktu sandar kapal perusahaan bongkar muat tersebut
mempersiapkan semua hal yang di perlukan sebagai mana mempersiapkan alokasi
buruh (TKBM), Perlatan yang dibutuhkan dalam pembongkaran untuk menunjang
kelancaran arus barang dan hasil yang efisien.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan/dilakukan oleh Supervisor Cargo
Handling dalam mempersiapkan dan melaksanakan Bongkar/Muat (Tim
Penyusun Direktorat Operasi II .2007).
1. Pastikan Saudara mendapat copy/salinan dari Stowage Plan pada saat yang
tepat,pelajari sebelum kapal tiba.
2. Gunakan Stowage Plan untuk menyiapkan Squene Discharge disertai dengan
data muatan yang lengkap.
3. Squene Discharge untuk menyiapkan jadwal kegiatan (work schedule) untuk
setiap shift dan setiap palka.
4. Periksa data kapal yang memiliki type/kontruksi tersendiri dan diperkirakan
dapat menyulitkan dalam penumpukan/pembongkaran muatan
5. Buatkan salinan/copy dan distribusikan Squene Discharge pastikan mereka
telah membaca dan mengetahui dengan jelas.
6. Bicarakan setiap permasalahan serius dengan perwira kapal yang berkaitan
/melalui stowage plan
13

7. Jangan tempatkan muatan dalam 1 konosemen (B/L) pada palka yang terpisah,
kecuali dalam party yang besar sekali jumlahnya.
8. Pastikan, cargo dalam satu pengriman dengan pelabuhan tujuan yang berbeda,
terpisah dengan baik melalui tanda/merkah yang jelas/dan mudah dibaca.
9. Rencanakan dapat memudahkan pembongkaran agar tetap memudahkan alat
bantu B/M dan perlatan lainnya
10. Penggunaan alat bantu bongkar/muat di sesuaikan dengan jenis muatan.
2.1.4 Dokumen – Dokumen Yang di Perlukan Saat Pembongkaran
Setiap Kegiatan yang dilaksanakan pasti adanya suatu dokumen – dokumen
dalam kegiatan tersebut untuk menunjangnya agar kegiatan tersebut berjalan
lancar sesuai dengan prosedur pembongkaran dan tidak adanya salah komunikasi.
Adapun dokumen yang di perlukan dalam pembongkaran menurut (Hananto
Soewedo .2016)
Dalam proses pembongkaran Cooking Coal yang dikerjakan oleh PBM PT.
Krakatau Bandar Samudera di perlukan dokumen-dokumen untuk membantu
kelancaran arus pembongkaran barang, yaitu :
1. Permintaan Pelayanan Jasa (PPJ) : Yaitu dokumen yang berisikan permintaan
pelayanan jasa dari pemilik barang/ yang di wakilkan oleh perusahaan pelayaran
untuk meminta pelayanan jasa dalam pembongkaran dengan fasilitas alat yang
telah di sediakan oleh perusahaan bongkar muat .
2. Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK) : Yaitu dokumen yang di buat oleh
perusahaan pelayaran selaku perwakilan yang telah di tunjuk dari pihak kapal
memberitahukan tentang spesifikasi dan rencana tiba kapal ,sandar di dermaga.
3. B/L (Bill of Lading) : Yaitu dokumen yang dibuat oleh pengirim barang tentang
jumlah,banyak, dan spesifikasi barang yang akan di bongkar dan sebagai bukti
kepemilikan barang juga.
4. Permohonan Kegiatan Bongkar Muat : Yaitu dokumen yang dibuat oleh
perusahaan bongkar muat untuk perijinan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
5. Statement Of Fact (SOF) : Yaitu dokumen dokumen yang berisi aktualisasi
kegiatan proses bongkar atau muat kapal yang dibuat oleh foreman per shift dan di
setujui oleh chief checker dan master of mv/kapten kapal.
14

6. Daily Working Report (DWR) : Suatu dokumen yang berisi laporan hasil
bongkar muat selama 3 shift atau 24 jam atau dokumen harian bongkar muat yang
dibuat oleh foreman dan disetujui atau ditandatangani oleh chief officer.
7. S/L (Short/Overlanded Cargo) : Dokumen bongkar muat yang dikeluarkan di
akhir proses bongkar atau muat berdasarkan hasil draft survey yang di isi oleh
surveyor consignee.
8. Loading/Discharging Report : adalah dokumen yang berisi aktualisasi kegiatan
proses bongkar atau muat kapal yang dibuat oleh foreman per shift dan di setujui
oleh chief checker dan master of mv/kapten kapal.
9. Cargo manifest : Dokumen dari kapal yang berisi tentang berapa banyak
muatan dan letak muatannya.
10. Stowage Plan : Dokumen yang diminta dari kapal yang berisi perencanaan
pembongkaran muatan mana yang terlebih dahulu di bongkar.
11. Sequence Discharge : Dokumen yang diminta dari chief officer yang berisi
langkah-langkah pembongkaran palka dan muatan mana yang terlebih dahulu agar
tidak terjadi broken stowage.
12. Ship Particular : Dokumen yang di minta dari kapal yang berisi karakterisitik
dan spesifikasi kapal secara keseluruhan.
13. Draft Survey Sheet : Dokumen yang berisi draft kapal pada saat sebelum
muatan di bongkar dan setelah muatan di bongkar dari pihak surveyor owner
cargo.
2.1.5 Instansi–Intansi Yang Terkait Dalam Penanganan Kegiatan
Pembongkaran
Dalam mengelola pelabuhan Krakatau Bandar Samudera tentu tidak bisa
bekerja sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan berbagai instansi lain yang
terkait, mengingat begitu kompleksnya masalah di pelabuhan. Istansi-instansi
pelabuhan menurut (Raja Oloan dan Eko Hariyanto. 2007) :
1. Port Facility Security Officer (PFSO)
Petugas Keamanan Fasilitas Pelabuhan berarti orang yang ditunjuk
untuk bertanggung jawab dalam pengembangan, implementasi, revisi, dan
pemeliharaan rancangan keamanan fasilitas pelabuhan dan untuk koordinasi
15

atau berkomunikasi dengan para petugas keamanan kapal dan para petugas
keamanan perusahaan. (ISPS Code, 2002).
2. Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP)
Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) adalah unit pelaksana teknis
di bidang keamanan pelabuhan, perairan laut, [Link] bantuan SAR dalam
lingkungan Departemen Perhubungan. KPLP dalam tugasnya mempunyai
fungsi menegakan peraturan bidang perhubungan laut di daerah pelabuhan dan
perairan Bandar, melaksanakan patroli perairan dan bantuan SAR.
(Departemen Perhubungan Laut).
3. Distrik Navigasi/Pemanduan Kapal
Distrik Navigasi adalah unit pelaksana teknis pemerintahan di bidang
perambuan, penerangan pantai, dan elektronika pelayaran dalam lingkungan
departemen perhubungan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Perhubungan Laut.
4. Syahbandaran
Syahbandar adalah pejabat pemerintah di pelabuhan yang di angkat
oleh Menteri memiliki kewenangan tertinggi untuk menjalakan dan melakukan
pengawasan terhadap di penuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan
untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran . Tugas kesyahbandaran
adalah melaksanakan pemilikan kebandaran, keselamatan kapal, pengukuran
dan pendaftaran kapal, serta kegiatan jasa domestic.
5. Direktorat Jendral Bea dan Cukai ( DJBC )
Direktorat Jendral Bea dan Cukai adalah suatu instansi pemerintah yang
mempunyai fungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehubungan
dengan kewajiban masyarakat untuk memenuhi hak–hak negara yang
berkaitan dengan pemasukan barang, pengendalian dan penerimaan fiksal dan
bea masuk barang dari dan ke Indonesia akibat aktivitas akibat aktivitas
perdagangan internasional (ekspor dan impor). Termasuk pengawasan atau
pemeriksaan atas barang dan dokumen barang yang dilarang masuk atau secara
terbatas di perbolehkan masuk Indonesia.
16

6. Karantina Kesehatan Pelabuhan


Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai unsur pelabuhan merupakan Port
Health Authority dalam daerah pelabuhan. Oleh karena itu, semua kegiatan di
kapal dan daerah pelabuhan yang mungkin dapat berkaitan dengan mencegah
dan memelihara, diupayakan sehingga terjadi peningkatan-peningkatan
kesehatan yang sepadan dengan aktifitas serta gerak pengembangan pelabuhan
pada umumnya. Serta melakukan pemeriksaan secara fisik menyelesaikan
dokumen yang terkait dengan hewan,tumbuh–tumbuhan, ikan yang dianggap
berbahaya ataupun langka.
7. Imigrasi
Imigrasi pada dasarnya mengawasi kedatangan dan keberangkatan
orang-orang yang datang dari luar maupun yang berangkat keluar negeri
melalui pelabuhan, dengan melakukan pemeriksaan dan penyelesaian dokumen
yang terkait dengan awak kapal dan penumpang asing .
8. Perusahaan Agen Kapal
Perusahaan Agen Kapal adalah suatu perusahaan pelayaran nasional
yang di tunjuk oleh perusahaan angkutan laut asing di luar negeri untuk
mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan kapalnya (baik
kapal milik chater maupun kapal yang di operasikanya)
2.1.6. Alat – Alat Yang Diperlukan Dan Hambatan Yang Terjadi Dalam
Pembongkaran
Alat–Alat Dalam Pembongkaran Menurut (PT Pelabuhan Indonesia.2009)
1. Ship unloader adalah crane yang dioperasikan di dermaga guna bongkar
muatan curah ke dan dari kapal (multi moda). Biasa juga disebut shore crane.
2. Loader/ buldozer adalah suatu alat bongkar muat yang berfungsi sebagai
pengangkut muatan curah di dalam palka kapal atau untuk cleaning dermaga.
3. Excavator adalah suatu alat proses bongkar muat yang mampu menjangkau
muatan sedikit di dalam palka kapal dan mampu untuk meratakan muatan di
dalam palka kapal.
4. Conveyor adalah suatu mesin pengangkut barang khusus dari crane menuju
gudang dengan otomatis melalui jalur yang di tentukan
17

Dalam melakukan pelaksanaan bongkar muat tentu tidak berjalan dengan


lancar seperti apa yang di rencanakan, tapi setidaknya bukan dari kesalahan dalam
proses pembongkaran. Adapun kendala-kendala yang sering di alami saat
pembongkaran oleh PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA :
1. Keterlambatan barang
Kendala dalam mengatasi keterlambatan barang (waiting cargo), maka
dengan ini perusahaan sebagai pihak pembongkaran di pelabuhan segera
melakukan koordinasi kepada consignee (penerima barang), bahwa
keterlambatan pengiriman barang dari gudang eksportir akan memperlambat
pembongkaran dan mendapat hasil yang tidak sesuai yang di rencanakan pada
pelaksanaan Meeting Ekstern. Kendala tersebut terjadi bukan karena kelalaian
pihak PBM tetapi dari pihak Shipper sendiri.
2. Kendala pengaruh cuaca alam
Yaitu kendala yang sering terjadi saat musim penghujan,kejadian ini
tentu tidak perlu di salahkan lagi dari masing-masing pihak. Pembongkaran
pada Cooking Coal akan di berhentikan apabila cuaca alam tidak mendukung
misal, hujan, swell (ombak) karena untuk mencegah barang semakin berat dan
akan berlumpur dan akan membahayakan para pekerja di dalam palka pada
saat proses pembongkaran dan mencegah kerusakan pada alat bongkar muat
nya.
Untuk mengatasi kendala kendala tersebut perlu adanya komunikasi
yang baik antara perusahaan bongkar muat yang berada di pelabuhan dengan
penerima barang (consignee) karena keterlambatan pengiriman barang akan
berpengaruh terhadap pelaksaan pembongkaran dan menghambat
pembongkaran, apabila kendala tersebut terjadi karena pengaruh cuaca alam
maka pihak perusahaan bongkar muat memaklumi karena bukan terjadi akibat
kesalahan atau kelalaian staff pembongkaran dan apabila cuaca alam tidak
mendukung maka akan diberhentikan pembongkaran.
18

Perlu adanya komunikasi dengan crew kapal jika sekiranya cuaca


kurang mendukung agar segera menutup palka secara bersamaan tidak satu -
persatu agar air hujan tidak merusak dari jenis muatan tersebut.
3. Kendala pengaruh dari alat conveyor
Yaitu kendala yang terjadi apabila conveyor mengalami trouble mungkin
belt conveyor yang sudah rapuh,atau sobek ataupun dari sistem dari
pengoperasian alat tersebut sendiri. Conveyor ialah alat yang di gunakan sebagai
penghubung dari kapal setelah muatan diambil oleh crane kemudian langsung di
salurkan ke gudang owner [Link] mengatasi jika terjadi permasalahan tersebut
langkah :
a) komunikasi terlebih dahulu antara foreman dengan petugas operator crane
untuk berhenti sejenak tidak mengambil muatan terlebih dahulu
b) foreman komunikasi dengan pengawas operator conveyor jika terjadi
problem dalam conveyor tersebut untuk segera menghentikan
pengoperasiannya
c) foreman komunikasi dengan pihak mekanik agar segera mengecek
problem yang terjadi pada conveyor,karena bisa dari sistemnya atau pun
adanya sobek belt coveyor atau terlepas roll untuk menjalakan conveyor
tersebut
d) foreman komunikasi ke pihak logistik service untuk segera menyiapkan
trucking agar waktu tidak terbuang sia – sia pada saat pembongkaran dan
tetap berlangsung.
4. Dari jenis bentuk palka kapal tersebut
Jadi jika si pencarter akan mengirim barang jangan lah memilih palka
yang terlalu banyak frame karena mengakibatkan menempelnya muatan tersebut
di dinding palka sehingga dapat menghambat pada saat melakukan kegiatan
pembongkaran menjadi tidak efesien dalam waktu pembongkaran.
19

2.2 Gambaran Umum Obyek Penulisan


2.2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Pelabuhan Cigading didirikan untuk menyediakan fasilitas bongkar muat
untuk semua bahan baku, produk, dan suku cadang Krakatau Steel Company
(KSC). Pada tahun 1970, Pemerintah Indonesia menunjuk Pertamina untuk
mengambil alih operasional dengan nama asli Pabrik Baja Trikora dan pada saat
itu didirikan KSC. KSC segera mulai pembukaan lahan untuk memperluas
fasilitas untuk memproduksi bilet, spons dan bahan lainnya. Pada tahun 1975
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Industri mengambil alih pengoperasian
KSC karena kesulitan keuangan yang sedang dialami oleh Pertamina.
Sebuah rencana strategis terpadu dikembangkan dan diimplementasikan
untuk mengembangkan PT. Krakatau Foundry dan Rolling Mill membuat KSC
menjadi pabrik baja terintegrasi terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Pada
tahun yang sama, PT. Krakatau mulai membangun tambatan pelet pertama dengan
panjang 300 meter dan apron seluas 33 meter. dermaga ini dibangun untuk
menampung kapal 50.000 DWT yang diresmikan oleh Presiden pada tahun 1997.
Pembangunan 270 meter dermaga spons diikuti penyelesaian dermaga
pelet. dermaga ini juga untuk menampung kapal 50.000 DWT. Pabrik bar mill
mulai produksi pada periode yang sama. Sebuah dermaga untuk tongkang selesai
pada tahun 1984, dan pada tahun 1990 sebuah dermaga tambahan pelet dibangun
dengan memperluas sebuah dermaga yang ada 285 meter tambahan dengan apron
seluas 25,2 meter. Ini dermaga terbaru, telah selesai pada tahun 1992 dan mampu
menampung kapal 70.000 DWT. Pada Februari 1995, pembangunan dermaga
untuk baja scrap dimulai.
Pada tahun 1997 dermaga itu selesai dengan panjang 240 meter. Pada
tahun 1996, PT Krakatau Steel merilis manajemen Pelabuhan Cigading untuk
anak perusahaannya bernama PT. Krakatau Bandar Samudera. Ini adalah bagian
dari strategi restrukturisasi yang dibuat oleh PT. Krakatau Steel untuk
mengoperasikan Pelabuhan Cigading dengan profesional. Dengan bangga, kami
sebagai Badan Usaha Pelabuhan, PT Krakatau Bandar Samudera
memperkenalkan Pelabuhan Cigading sebagai pintu gerbang menuju keunggulan
20

kompetitif regional dan global. Pelabuhan Cigading, sebagai pelabuhan terdalam


di indonesia disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering,
curah cair maupun container. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan eksport
import barang melalui laut, maka sarana dan prasarana terus dikembangkan,
meliputi dermaga, ship unloader (crane), conveyor maupun pergudangan.
Kapasitas Pelabuhan Cigading saat ini mampu manangani cargo hingga 12 juta
ton, dalam waktu dekat dan sesuai dengan perkembangan maka pelabuhan
cigading akan mampu menangani hingga 20 – 30 juta ton. Dengan pengalaman
luas dalam menangani aneka jenis cargo curah, Krakatau Bandar Samudera
berkomitmen untuk menjadi pelabuhan penyedia layanan curah kelas dunia.
Pelabuhan Cigading - dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudera
merupakan entitas bisnis yang berkonsentrasi kepada penanganan curah (bulk)
baik berupa bahan baku bijih besi, curah kering (gypsum, gula, soyabean meal,
dan lain-lain) serta barang-barang seperti batu bara dan besi tua. Menjalankan
operasinya di daerah Cigading, suatu Kawasan Industri di Cilegon yang dapat
dengan mudah diakses, baik melalui rute kereta api, jalan tol maupun jalan biasa
ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Pelabuhan Cigading memiliki kedalaman
pelabuhan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain di Indonesia, berbagai jenis
kapal bisa dengan mudah bersandar, mulai jenis Handy, Panamax maupun
Capesize dengan kapasitas angkut sampai 150.000 ton.
Untuk menopang kelancaran bisnisnya di samping pasokan listrik dan air
yang lebih dari cukup, KBS dilengkapi pula dengan tiga buah gudang tertutup
yang masing-masing berukuran 30 x 130 m, gudang terbuka, dan masih tersedia
kurang lebih 240 Ha lahan siap untuk investasi. Dengan ketersediaan dermaga
luar sepanjang 855 m, dermaga dalam sepanjang 243 m, dan dermaga tongkang
75 m, menjadikan Cigading sebagai pelabuhan besar dan terdalam di Indonesia
dan menjadi pilihan utama bagi kapal-kapal yang akan melakukan tambat.
Fasilitas yang dimiliki berupa dermaga untuk ekspor dan sandar yang mampu
melayani 10 kapal dalam waktu bersamaan dan tidak hanya untuk keperluan PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, namun juga pengguna jasa pelabuhan lain. Dengan
fasilitas dermaga yang memadai Pelabuhan Cigading disiapkan untuk menangani
21

segala jenis kargo curah, baik untuk muat, transshipment maupun untuk
pengolahan industri. Selain menyediakan jasa bongkar muat dengan kecepatan
kompetitif (tabel 3), PT KBS juga memberikan jasa tambahan untuk
meningkatkan kualitas pelayanan dengan konsep Total Landed Cost, yaitu
memberikan kesempatan kepada konsumen untuk meraih produk yang lebih
kompetitif. Secara umum jasa yang diberikan Pelabuhan Cigading meliputi: jasa
dermaga, bongkar muat, jasa pengarungan, dan jasa kawasan. Untuk mendukung
kegiatan penyediaan jasa tersebut, PT KBS juga menyediakan sebuah loading
crane, 4 buah unloading crane, 2 buah sistem conveyor, suplai air dan listrik,
lahan seluas 240 Ha, serta ketersediaan gudang 2 dengan kapasitas 12.000 m.
2.2.2. Visi Misi dan Struktur Organisasi Perusahaan
Visi
Menjadi badan usaha pelabuhan terkemuka di Indonesia
Misi
Berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan bermanfaat dalam
industry kepelabuhan dan yang terkait bagi stakeholder serta lingkungan sekitar.
Nilai-nilai budaya Perusahaan
- Intact Sincerity
- Competence
- Integrity
- Reliability
- Innovative
Kebijakan Mutu
Kami selalu berkomitmen untuk menawarkan layanan yang memuaskan untuk
pelanggan kami dengan cepat, efisien nyaman, layanan aman, dan handal dengan
berpegang pada nilai-nilai utuh kompetensi ketulusan, inovasi, kehandalan dan
itegritas meningkatkan kualitas berkesinambungan/terus menerus-melalui
program transformasi bisnis-untuk mengejar-kepuasan pelanggan, karyawan,
stakeholder, pemerintah dan masyarakat.
22

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Struktur Organisasi PT. Krakatau Bandar Samudera divisi Stevedoring

KEPALA DIVISI
OPERASI
PELABUHAN

KEPALA BIDANG
OPERASI
PELABUHAN

Kepala Bagian Kepala Bagian Operasi Kepala Elektrik


Mekanik Dermaga

Mekanik Dermaga Fore Man Elektrik Dermaga

Operator MCR

OPERATOR CRANE

Sumber: [Link] BANDAR SAMUDERA


23

[Link] dan Tanggung Jawab Karyawan PT KBS

a. Kepala Divisi Operasi Pelabuhan


Saat ini di PT KBS dipimpin oleh Bapak Andri Subyakto
Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasi pelabuhan dermaga 1
dan 2
b. Kepala Bidang Operasi Pelabuhan Cigading 2
Saat ini di PT KBS dipimpin oleh Bapak Suharna
Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasi pelabuhan di cigading
2 dan bertugas mengawasi semua kegiatan yang terjadi di dermaga
cigading 2
c. Kepala Bagian Operasi (Jetty Master)
Saat ini di PT KBS dipimpin oleh Ahmad Affandi
Bertanggung jawab atas pengawasan operasi pelabuhan di dermaga
cigading 2 meliputi proses penyandaran kapal dan kegiatan bongkar
muat.
d. Kepala Bagian Mekanik Dermaga
Saat ini di PT KBS dipimpin oleh Bapak Heri
Bertanggung jawab atas semua kegiatan mekanik peralatan bongkar
muat meliputi perawatan,dan perbaikan alat alat bongkar muat.
e. Kepala Bagian Elektrik Dermaga
Saat ini di PT KBS dipimpin oleh Bapak Andi Darisman
Bertanggung jawab atas semua kegiatan elektrik(kelistrikan) peralatan
bongkar muat meliputi perawatan,dan perbaikan alat alat bongkar
muat.
f. Foreman/Stevador
Bertanggung jawab atas semua kegiatan proses bongkar muat di atas
kapal dan mengawasi seluruh kegiatan bongkar muat di atas kapal
sesuai waktu yang di tentukan.
g. Operator MCR (Monitoring Conveyor Room)
24

Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasi dan perawatan


conveyor.
h. Operator Crane
Bertugas sebagai operator crane yang cepat,tanggap dan sesuai target
dan bertanggung jawab atas perawatan crane.
i. Mekanik Dermaga
Bertugas sebagai petugas yang memperbaiki mesin crane dan
bertanggung jawab atas perawatan crane.
j. Elektrik Dermaga
Bertugas sebagai petugas yang memperbaiki elektrik system crane
dan penerangan lampu di sekitar dermaga.

2. Jam kerja PT. Krakatau Bandar Samudera

Tabel 2.1
Jam Kerja Non Shift
Non Shift
Hari Jam kerja Jam istirahat
Senin 08.00 – 16.30 12:00 – 13:00
Selasa 08.00 – 16.30 12:00 – 13:00
Rabu 08.00 – 16.30 12:00 – 13:00
Kamis 08.00 – 16.30 12:00 – 13:00
Jumat 08.00 – 17.00 12:00 – 14:00
Sumber : Primer PT. Krakatau Bandar Samudera

Tabel 2.2
Jam Kerja Shift 1 cigading 2
Shift 1
Hari Jam kerja Jam istirahat
Senin 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Selasa 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Rabu 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Kamis 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Jumat 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Sabtu 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Minggu 07:00 – 15:00 12:00 – 13:00
Sumber : Primer PT. Krakatau Bandar Samudera
25

Tabel 2.3
Jam Kerja Shift 2
Shift 2
Hari Jam kerja Jam istirahat
Senin 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Selasa 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Rabu 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Kamis 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Jumat 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Sabtu 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Minggu 15:00 – 23:00 18:00 – 19:00
Sumber : Primer PT. Krakatau Bandar Samudera

Tabel 2.4
Jam Kerja Shift 3
Shift 3
Hari Jam Kerja Jam Istirahat
Senin 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Selasa 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Rabu 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Kamis 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Jumat 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Sabtu 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Minggu 23:00 – 07:00 00:00 – 01:00
Sumber : Primer PT. Krakatau Bandar Samudera

3. Letak Geografis dan Topografi Pelabuhan Cigading PT Krakatau Bandar


Samudera yaitu :
Pelabuhan Cigading merupakan pelabuhan sebagai pintu gerbang menuju
keunggulan kompetitif regional dan global. Dengan posisi geografis sebagai
berikut.
Letak goegrafis
Secara geografis pelabuhan Cigading terletak di Selat Sunda - Banten –
Indonesia. Pelabuhan Cigading teletak pada posisi 08 o 43’ – 500 2’’ LS dan 1160 –
040 2 BT
Topografi
26

Lokasi Perusahaan PT. Krakatau Bandar Samudera

Gambar 2.1

Sumber data sekunder : Google Maps

Gambar 2.2

Sumber data sekunder : Google Maps


27

[Link]

Jumlah kargo yang dibongkar/dimuat di Pelabuhan Cigading mencapai 9 juta


ton/tahun, mencakup iron ore pellet, iron scrap, steel products, corn,
soyabean, rawsugar,salt,fertilizer,coal,gypsum, dan lain-lain. Beberapa kargo
langsung diangkut dengan menggunakan conveyor ke stock yard atau gudang,
sedangkan barang lainnya menggunakan truk ke gudang tujuan, baik yang ada
di area pelabuhan, area sekitar Banten, maupun Jakarta.
[Link] Pelabuhan Cigading Banten
1. Fasilitas Dermaga
Pelabuhan Cigading terletak di wilayah kawasan industri Cilegon, Banten, di Selat
Sunda. Dengan ketersediaan dermaga luar sepanjang 855 m, dermaga
dalam sepanjang 243 m, dan dermaga tongkang 75 m, menjadikan
Cigading sebagai pelabuhan besar dan terdalam di Indonesia dan menjadi pilihan
utama bagi kapal-kapal yang akan melakukan tambat. Dermaga untuk ekspor
dan sandarnya mampu melayani 10 kapal sekaligus dalam waktu bersamaan.
Berikut ini adalah gambar slot dermaga PT Krakatau Bandar Samudera.
2.5 Tabel slot dermaga PT. Krakatau Bandar Samudera

Description Length (M) Depth (m, LWS) Capacity (DWT)

Terminal Cigading 1
Jetty 1.1 150 -15 60.000
Jetty 1.2 150 -15 60.000
Jetty 1.3 270 -15 60.000
Jetty 1.4 285 -20 150.000
Jetty 1.5 240 -14 40.000
Jetty 1.6 121 -12 30.000
Jetty 1.7 122 -12 30.000
Jetty 1.8 142 -14 40.000
Jetty 2 240 -16 70.000
Jetty 3 170 -12 30.000
28

Jetty 4.1 270 -8 12.000


Jetty 4.2 240 -8 12.000
Terminal Cigading 2
Jetty 6 600 -21 200.000
Jetty 5 600 -21 20.000

2. Fasilitas Pendukung
Fasilitas pendukung merupakan fasilitas yang digunakan untuk mendukung
kegiatan kepelabuhanan di PT. KBS. Pelabuhan Cigading menyediakan berbagai
fasilitas pendukung seperti: workshop, mesin bagging , alat berat, hopper truck,
timbangan, pasokan air dengan kapasitas 2.000 Liter/detik, pembangkit listrik 400
MW, telekomunikasi, internet, dll. Lebih dari 300 Dump Truck siap melayani
dalam transportasi internal atau untuk mendukung pelabuhan ke pintu layanan.
Akses mudah ke jalan tol atau jalan kereta api sangat memungkinkan.
3. Fasilitas Penanganan
a. Ship Unloader
Ada 4 unit ship unloader untuk yang membongkar dengan total kapasitas rata-rata
27.000 ton per hari untuk pelet bijih besi dan dimanfaatkan juga untuk
membongkar kargo curah lainnya seperti: kedelai, jagung, kedelai makan,
Batubara, gips, garam, pupuk dan gula mentah. Sejalan dengan meningkatnya
permintaan pelayanan jasa pelabuhan, maka dalam tahun mendatang KBS akan
menambah 2 crane lagi.
b. Multiguna Crane
Ada 1 unit crane Multiguna berkapasitas 30 ton, dan 2 unit Double Level Luffing
Crane (DLLC) mempunyai kapasitas 20 Ton yang bisa diterapkan untuk
membongkar / memuat kargo massal seperti kedelai, jagung, gula mentah,
batubara, dan juga untuk umum atau kargo curah seperti skrap baja, produk baja,
kontainer, dll
29

c. Conveyor
Ada 2 garis conveyor dari dermaga sampai ke halaman PT Krakatau Steel,
sepanjang 7 km, yang dapat dihubungkan ke lapangan batubara PT Indocement.
Daya dukung setiap conveyor mencapai lebih dari 15.000 ton per hari untuk bijih
besi. Selain itu, ada feeder Gabah yang terhubung ke gudang PT Grain Terminal
sentra dan SILO dari PT Suba Indah.
d. Gudang
Pergudangan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah
perusahaan. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku,
barang setengah jadi, suku cadang maupun produk jadi. Peningkatan produktivitas
dan pelayanan pergudangan akan sangat berpengaruh pada performansi
perusahaan secara keseluruhan.

Cargo yang penah ditimbun pada gudang PT. KBS antara lain :
[Link](jagung)
[Link](Soil Beam Milk) / Bungkil
[Link]
[Link]
5. Gula
Tabel 2.6 Gudang PT. Krakatau Bandar Samudera
GUDANG LUAS TON/M2 KAPASITAS (TON)
Gudang A 1.726 3.69 7.000
Gudang B 3.900 4.95 13.650
Gudang C 2.900 4.95 13.650
Gudang D 6.600 5 27.225
Gudang E 6.510 5 22.785
Gudang F 4.032 3.72 14.112
Gudang G 4.032 3.72 14.112
Gudang H 4.032 3.72 14.112
Gudang I 10.080 2.18 52.920
Gudang J 6.804 3.09 35.721
30

e. Coal Termial
Mulai tahun 2010 di pelabuhan cigading akan dioperasikan coal terminal yang
mampu menangani batu bara 5 juta ton/tahun dengan fasilitas : ship unloader,
conveyor, coal stock file, coal blending dan ship loader.
f. Lahan Industri
Lahan industri tepi pantai seluas 246 Ha yang memiliki akses langsung ke
Pelabuhan Cigading, serta terintegrasi dengan kawasan industri milik PT. KIEC
seluas 700 Ha. Lahan ini cocok untuk industri kimia, liquid, processing terminal,
tank storage, cement, atau industri berat lainnya.
g. Jetty Management
Mulai tahun 2009, KBS melakukan ekspansi pasarnya di luar Pelabuhan
Cigading, yahkni dengan dipercayakannya KBS untuk mengelola pelabuhan-
pelabuhan milik PT PLN, seperti PLTU Labuan dan PLTU Rembang. Masing-
masing pelabuhan menangani pembongkaran 2-3 juta ton batu bara setiap
tahunnya. Ruang lingkup pelayarannya meliputi pelayanannya meliputi jasa
pandu dan tunda, pengoperasian dan perawatan ship unloader, serta perwatan
infrastruktur pelabuhan (dermaga, alur/kolam pelabuhan, sarana bantu navigasi,
cathodic protection) dan pengelolaan lingkungan. Saat ini KBS merupakan satu-
satunya perusahaan di Indonesia yang telah menguasai teknologi crane atau ship
unloader buatan china. Sebelumnya KBS sudah menguasai teknologi crane
buatan Jerman maupun Inggris.
4. Fasilitas pembinaan Koperasi TKBM
Koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) kojaboma merupakan wadah
untuk menciptakan kesejahteraan buruh di pelabuhan
Pelayanan PT. Krakatau Bandar Samudera
a. Pelayanan jasa bongkar muat
Konsep layanan yang dilakukan oleh PT. Krakatau Bandar Samudera
adalah untuk melayani pelanggan dengan konsep cepat, efisien, bersih, rapi,
terjamin, dan aman. Kami telah berpengalaman selama sepuluh tahun lebih untuk
bongkar muat cargo dari dan atau ke kapal. Kami memiliki 9 unit crane untuk
bongkar muatan dengan discharging rate lebih dari 30.000 ton / hari untuk
31

penanganan steel produk, barang curah kering, dan fertilizer


[Link] Logistik
Konsep Layanan untuk melayani pelanggan dengan konsep cepat, efisien, bersih,
rapi, terjamin, dan aman. Untuk memuaskan pelanggan PT. Krakatau Bandar
Samudera Manajemen Pelabuhan Cigading memperluas pelayanannya dalam
bidang logistik. Kegiatan sepenuhnya dikelola oleh KBS digabungkan dengan
mitra strategis di sekitar
Banten dan Jakarta. Kegiatan adalah:

1. Memberikan pelayanan dalam vessel agency


2. Menyediakan layanan dalam custom clearance document
3. Menyediakan layanan bongkar muat
4. Menyediakan layanan dalam Transportasi
5. Menyediakan layanan dalam Manajemen Gudang.

Manfaat yang dapat diperoleh oleh pelanggan adalah:

1. Meminimalkan biaya.
2. Memberikan keuntungan kepada pelanggan
3. Pelayanan Terpadu dalam semua kegiatan penanganan
Trucking,Timbangan, A2B, Kereta Api

c. Jasa Tambat
Jasa tambat merupakan jasa pelayanan yang telah disediakan oleh PT. KBS untuk
menambatkan kapal pada dermaga. Untuk semua jenis kapal yang bersandar di
pelabuhan Cigading, akan dikenakan port facility berupa jasa tambat yang
besarannya ditetapkan oleh pemerintah.
d. Jasa pendukung
Jasa pendukung merupakan jasa-jasa yang disediakan oleh PT. KBS yang
digunakan untuk mendukung kegiatan kepelabuhanan. Jasa-jasa tersebut adalah:

1. Penyewaan gudang dan lahan


2. Handling dan Haullaging
32

3. Workshop
4. Pengisian air bersih dan BBM

e. Jasa Alat Bongkar Muat


Merupakan jasa pelayanan yang telah disediakan oleh PT. KBS untuk
menyediakan alat demi kebutuhan dalam melakukan bongkar muat barang pada
kapal. Kami memilki alat bongkar muat yang memadai dengan tingkat
produktivitas yang tinggi untuk mendukung kegiatan pelayanan jasa
kepelabuhanan. Crane kami menggunakan sistem alat kontrol otomatis sehingga
pembongkaran cargo berjalan lebih optimal.
f. Jasa Tunda
Merupakan jasa pelayanan yang telah disediakan oleh PT. KBS untuk
menyandarkan kapal pada dermaga dengan menggunakan kapal pendorong (Tug
Boat). Untuk menyandarkan kapal, selain menggunakan Tug Boat, pihak KBS
juga menyiapkan jasa pandu untuk membantu dalam menavigasi penyandaran
kapal
g. Jasa Stevedoring
Kami juga berpengalaman dalam kegiatan bongkar muat muatan kapal karena
didukung oleh tenaga kerja yang ahli, profesional, dan bersitifikat. Dengan
discharging rate yang tinggi sehingga proses bongkar muat dapat selesai tepat
waktu.

Anda mungkin juga menyukai