0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan2 halaman

Teori Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks untuk siswa belajar melalui berpikir kritis dan pemecahan masalah guna memperoleh pengetahuan dan konsep esensial. PBL melibatkan siswa dalam menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, dan menguji hipotesis untuk menemukan solusi masalah. PBL dirancang untuk menum

Diunggah oleh

Kartina Tina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan2 halaman

Teori Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks untuk siswa belajar melalui berpikir kritis dan pemecahan masalah guna memperoleh pengetahuan dan konsep esensial. PBL melibatkan siswa dalam menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, dan menguji hipotesis untuk menemukan solusi masalah. PBL dirancang untuk menum

Diunggah oleh

Kartina Tina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang

memfokuskan pada pelacakan akar masalah dan memecahkan masalah tersebut (Abbudin, 2011:243)

Stepien,dkk,1993 (dalam Ngalimun, 2013: 89) menyatakan bahwa PBL adalah suatu model pembelajaran
yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahaptahap metode ilmiah sehingga
siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus
memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah

Sedangkan DIRJEN DIKTI (dalam hand out Cholisin :2006) memberikan pengertian bahwa Problem Based
Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai
suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah
dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran

Dilihat dari aspek psikologi belajar Pembelajaran Berbasis

Masalah bersandarkan kepada psikologi kognitif yang berangkat dari

asumsi bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat

adanya pengalaman (Wina Sanjaya, 2010:213)

Dilihat dari aspek filosofis tentang fungsi sekolah sebagai arena atau wadah untuk mempersiapkan anak
didik agar dapat hidup di masyarakat, maka PBL merupakan strategi yang sangat memungkinkan dan
sangat penting untuk dikembangkan (Wina Sanjaya, 2010:214)

Tahapan-tahapan Pembelajaran Berbasis Masalah

Banyak ahli yang menjelaskan penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning).
John Dewey dalam Wina (2010) menjelaskan 6 langkah PBL yang kemudian ia namakan metode
pemecahan masalah, yaitu: a. Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang
akan dipecahkan.

Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.
c. Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai
dengan pengetahuan yang ia miliki. d. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan
menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. e. Pengujian hipotesis, yaitu
langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan
hipotesis yang diajukan. f. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa
menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan
rumusan kesimpulan.

Pannen dalam Ngalimun (2013) mengemukakan 8 langkah pemecahan masalah dalam model Problem
Based Learning, yaitu: a. Mengidentifikasi masalah. b. Mengumpulkan data. c. Menganalisis data. d.
Memecahkan masalah berdasarkan data yang ada dan analisisnya. e. Memilih cara untuk memecahkan
masalah. f. Merencanakan penerapan pemecahan masalah. g. Melakukan ujicoba terhadap rancana
yang ditetapkan, dan h. Melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah

Sesuai dengan tujuan PBL untuk menumbuhkan sikap ilmiah, dari beberapa bentuk PBL yang
dikemukakan para ahli, maka secara umum PBL bisa dilakukan dengan langkah-langkah (Wina, 2010): a.
Menyadari masalah; b. Merumuskan masalah; c. Merumuskan hipotesis; d. Mengumpulkan data; e.
Menguji hipotesis; f. Menentukan pilihan penyelesaian.

Sebagai suatu model pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah dinilai memiliki beberapa kelebihan
(Abbudin, 2011:250), di antaranya: 1. Dapat membuat pendidikan di sekolah lebih relevan dengan
kehidupan, khususnya dengan dunia kerja. 2. Dapat membiasakan para siswa menghadapi dan
memecahkan masalah secara terampil, yang selanjutnya dapat mereka gunakan pada saat menghadapi
masalah yang sesungguhnya di masyarakat kelak. 3. Dapat merangsang pengembangan kemampuan
berpikir secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses pembelajarannya, para siswa banyak
melakukan proses mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai aspek.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Menurut Slameto (2003: 54) faktor-faktor yang
mempengaruhi belajar terdiri atas : a. Faktor-faktor Intern Dalam faktor intern ini terbagi atas : 1) Faktor
Jasmaniah 2) Faktor Psikologis 3) Faktor Kelelahan b. Faktor-faktor Ekstern 1) Faktor Keluarga 2) Faktor
Sekolah 3) Faktor Masyarakat

Anda mungkin juga menyukai