Pewarna Alami dan Sintetis dalam Makanan
Pewarna Alami dan Sintetis dalam Makanan
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pewarna
terutama berbagai produk jajan pasar dan berbagai makanan olahan yang dibuat
oleh industri kecil, industri rumah tangga dan industri besar (Yuliarti, 2007).
Pewarna merupakan zat warna atau bahan lain yang dibuat dengan cara sintetis atau
cara kimiawi lain, atau bahan alami dari tanaman, hewan, mineral atau sumber
lainnya yang diekstrak, diisolasi atau terbuat dari ekstrak atau isolat dengan atau
makanan, obat, kosmetik, atau ke bagian tubuh (bisa sendiri atau karena reaksi
dengan bahan lain) menjadi bagian dari warna dari bahan tersebut
(Tranggono,1990). Zat pewarna terbagi menjadi dua yaitu pewarna alami dan
pewarna buatan.
Banyak warna cemerlang yang bersumber dari tanaman dan hewan yang
digunakan sebagai pewarna untuk makanan. Beberapa pewarna alami turut ikut
(kunyit dan paprika) dan pemberi rasa (karamel) ke bahan olahannya. Dewasa ini,
banyak konsumen yang menginginkan bahan alami masuk dalam daftar diet
umumnya digunakan untuk pewarna menurut Saparinto (2006) tersaji dalam tabel
berikut:
Pewarna buatan atau pewarna sintetis merupakan bahan kimia yang dengan
diinginkan karena warna semula hilang selama proses pengolahan atau karena
seseorang menginginkan adanya warna tertentu. Warna dari suatu produk makanan
maupun minuman merupakan salah satu ciri yang penting. Warna juga turut
mempengaruhi persepsi akan rasa. Oleh sebab itu, warna menimbulkan banyak
pengaruh terhadap konsumen dalam memilih suatu produk makanan dan minuman
12
sebagai bahan berbahaya dan pewarna sintetis yang diizinkan diatur dalam
Permenkes RI No. 033 Tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan. Pewarna
makanan yang mengalami perubahan pada saat proses pengolahan. Pada buah,
1. Menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara dan temperatur yang
5. Untuk menjaga rasa dan vitamin produk simpan yang mungkin akan terpengaruh
sinar matahari.
dampak positif bagi produsen dan konsumen, diantaranya dapat membuat makanan
bahan dasar yang telah hilang selama pengolahan. Disamping dampak positif
penggunaan zat pewarna sintetis, ternyata zat pewarna sintetis juga dapat
menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan dan bahkan memberikan dampak
14
negatif bagi kesehatan konsumen. Menurut Cahyadi (2006), hal-hal yang mungkin
1. Bahan pewarna sintetis yang digunakan adalah zat pewarna yang dilarang
3. Bahan pewarna sintetis dimakan dalam jangka waktu yang cukup lama;
4. Kelompok masyarakat yang luas dengan daya tahan tubuh yang berbeda-beda
yaitu tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, mutu makanan sehari-
6. Penyimpanan bahan pewarna sintetis oleh pedagang bahan kimia yang tidak
memenuhi persyaratan.
reaksi keracunan;
nafas, jantung berdebar, gatal yang hebat, bengkak atau bilur dibawah kulit,
(ruam kulit), rinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam) dan anafilaksis
sistemik (shock);
ini tentu mengkhawatirkan untuk janin dan bayi dibawah enam bulan karena otak
pada industri cat dan tekstil. Pewarna sintetis ini sangat berbahaya apabila terhirup,
terkena kulit dan mata maupun tertelan (Wijaya, 2011). Menurut Wirasto (2008)
dalam Pratiwi (2013), Methanil Yellow merupakan pewarna sintetis yang dibuat
dari asam metanilat dan fenilamin. Kedua bahan ini bersifat toksik. Methanil
pewarna makanan, pewarna tersebut bersifat sangat stabil. Methanil Yellow biasa
digunakan untuk mewarnai wol, nilon, kulit, kertas, cat alumunium, detergen, kayu,
masyarakat mengenai zat pewarna untuk makanan dan minuman atau disebabkan
karena tidak adanya penjelasan dalam label yang melarang penggunaan senyawa
tersebut untuk bahan pangan dan harga zat pewarna untuk industri relatif jauh lebih
murah dibandingkan dengan harga zat pewarna untuk makanan. Zat warna untuk
tekstil tersebut memiliki warna yang lebih cerah dan praktis digunakan serta
tingkat bawah dapat membelinya. Zat warna Methanil Yellow memiliki beberapa
kelebihan diantaranya yaitu dapat menghasilkan warna yang lebih kuat, lebih
seragam dan lebih stabil. Warna yang dihasilkan dari pewarna ini akan tetap cerah
memberikan warna yang cukup signifikan. Akan tetapi apabila pewarna tersebut
terkontaminasi logam berat, makanan dan minuman akan menjadi sangat berbahaya
(Susilo, 2015).
Methanil Yellow merupakan salah satu zat warna azo yang dilarang
digunakan dalam pangan. Zat warna azo mempunyai sistem kromofor dari gugus
azo (-N=N) yang berikatan dengan gugus aromatik. Zat warna azo yang masuk ke
dalam sistem pencernaan akan diabsorpsi dan direduksi oleh mikroorganisme yang
berada di dalam saluran cerna pada kondisi anaerobik. Ikatan azo yang direduksi
ini menghasilkan produk antara (intermediat) yaitu turunan amino azo benzen yang
17
diduga bersifat karsinogen. Jadi efek toksik dari metanil yellow bukan disebabkan
oleh pewarna itu sendiri melainkan akibat adanya degradasi pewarna yang
hati melalui vena porta atau melalui sistem limfatik ke vena kava superior. Saat di
hati, senyawa tersebut dimetabolisme dan atau dikonjugasi (Susilo, 2015). Didalam
hati terjadi proses detoksifikasi sejumlah zat endogen dan eksogen. Salah satu yang
menyebabkan kerusakan hati adalah masuknya suatu bahan kimia yang tidak dapat
dimetabolisme dan detoksifikasi oleh hati. Hati akan mengalami perubahan struktur
menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati (Yudha, 2014). Setelah dari hati,
molekul yang tersebar dan larut dalam plasma, sebagai molekul yang terikat
reversibel dengan protein dan konstituen lain dalam serum, maupun sebagai
molekul bebas atau terikat yang tidak mengandung eritrosit dan unsur-unsur lain
dalam pembentukan darah. Zat warna yang dimetabolisme dan atau dikonjugasi
enterohepatik. Zat warna azo yang larut dalam air akan diekskresi secara kuantitatif
melalui empedu, sedangkan yang larut dalam lemak akan diabsorpsi sempurna
dalam usus dan dimetabolisme dalam hati oleh enzim azo-reduktase membentuk
akibat pajanan zat-zat kimia didalam tubuh yang melebihi ambang batas dan masuk
ke dalam tubuh manusia dalam jumlah yang besar atau dalam jumlah kecil secara
terus menerus. Tiap-tiap zat kimia tersebut memiliki target organnya masing-
masing yang menyebabkan kerusakan pada organ atau jaringan yang diserangnya.
Secara singkat kanker terjadi melalui tiga tahap yaitu tahap inisiasi, promosi, dan
manusia.
1. Inisiasi
kanker di dalam tubuh. Suatu sel dapat rentan menjadi kanker ketika dirangsang
oleh zat kimia karsinogen yang menempel pada reseptor sel. Zat kimia yang
menempel pada reseptor ini kemudian akan berinteraksi dengan DNA dan
pertumbuhan kanker dalam tubuh yaitu protooncogene dan tumor suppressor gene.
Protooncogene adalah bentuk tidak aktif dari oncogene yang berperan dalam
memicu perkembangan sel kanker, sedangkan tumor suppressor gene adalah gen
yang berperan dalam menekan perkembangan sel-sel tumor. Pada proses inisiasi,
menonaktifkan tumor suppressor gene. Sel-sel yang telah terinisiasi ini akan
menjadi sangat rentan dan berpotensi menjadi kanker. Namun, sel inisiasi tidak
akan berkembang tanpa adanya pemicu dari agen-agen promotor di dalam tubuh.
19
2. Promosi
Sel-sel terinisiasi di dalam tubuh merupakan sel yang sangat rentan terhadap
gangguan. Sel terinisiasi dapat menjadi kanker apabila berinteraksi dengan agen
tersebut di dalam tubuh melalui proses metabolisme. Sel inisiasi dapat menjadi
kanker apabila terjadi interaksi secara terus menerus oleh agen promotor. Jadi
proses promosi ini sangat tergantung kapada faktor fisiologis, seperti umur, pola
promotor tidak berikatan secara langsung dengan DNA pada sel inisiasi. Agen
promotor biasanya berikatan dengan reseptor permukaan sel. Pada ikatan ini akan
merangsang pengeluaran enzim kinase yang berperan dalam fosforilasi dan aktivasi
transkripsi tumor suppressor gene seperti CREB, Myc, dan E2F. Proses regulasi
transkripsi DNA sangat tergantung kepada reseptor sitoplasma bersama ligan. Pada
proses resptor sitoplasma biasanya meliputi interaksi protein, fosforilasi, dan proses
perubahan transkripsi DNA melalui interaksi transkripsi faktor. Pada kasus ini,
pada sel yang telah terinisiasi banyak agen promotor yang menyebabkan gangguan
pada proses sinyal-sinyal transkripsi DNA. Gangguan sinyal ini kemudian akan
menyebabkan gangguan transkripsi DNA dan pembelahan sel yang tidak terkontrol.
20
3. Progresi
pertumbuhan sel secara drastis, invasi sel-sel baru, metastatis, respon hormonal, dan
sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan.
Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernapasan, iritasi pada kulit,
iritasi pada mata serta bahaya kanker pada kandung dan saluran kemih. Apabila
tertelan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, mual, muntah, sakit
perut, diare, demam, lemah dan tekanan darah rendah (Susilo, 2015)
yang diberikan melalui pakannya selama 30 hari, diperoleh hasil yaitu terdapat
perubahan histopatologi dan ultrastruktural pada lambung, usus, hati dan ginjal.
Penelitian lain yang menggunakan tikus galur wistar sebagai hewan ujinya
menunjukkan hasil yaitu konsumsi Methanil Yellow dalam jangka panjang dapat
2.3 Pemanis
Pemanis merupakan zat yang memberikan rasa manis serta berfungsi untuk
meningkatkan cita rasa dan aroma, memperbaiki sifat-sifat fisik, sebagai pengawet,
21
kerusakan gigi, dan sebagai bahan substitusi pemanis utama (Eriawan, 2002).
Pemanis terbagi menjadi dua yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.
officanarum L) dan umbi bit (Beta vulgaris L). Bahan pemanis yang dihasilkan dari
kedua tanaman tersebut dikenal sebagai gula alam atau sukrosa. Beberapa pemanis
1. Sukrosa; 5. Maltose;
2. D-Glukosa; 6. Gliserol;
3. Laktosa; 7. Galaktosa;
4. D-Fruktosa; 8. Glisin.
rasa manis dalam makanan, namun tidak memiliki nilai gizi. Sekalipun
penggunaanya diizinkan, pemanis buatan dan juga bahan kimia lain sesuai
pemanis buatan tersebut aman dikonsumsi dalam kadar yang kecil, tetap saja dalam
ADI (Acceptable Daily Intake) atau asupan harian yang dapat diterima. ADI adalah
jumlah maksimal pemanis buatan dalam mg/kg berat badan yang dapat dikonsumsi
tiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek yang merugikan kesehatan
(Yuliarti, 2007). Beberapa pemanis sintetis yang dikenal dan banyak digunakan
1. Sakarin; 4. Dulsin 5;
3. Aspartame; 6. Nitro-propoksi-ani.
Tujuan semula dari pemakaian pemanis yaitu untuk memperbaiki rasa dan
bau bahan makanan, sehingga rasa manis yang ditimbulkan dapat meningkatkan
adalah salah satu faktor penyakit jantung yang merupakan penyebab utama
kematian. Bagi orang yang kurang aktif secara fisik disarankan untuk
23
mengurangi masukan kalori perharinya. Pemanis sintetis adalah salah satu bahan
3. Sebagai penyalut obat. Beberapa obat memiliki rasa yang tidak menyenangkan,
oleh karena itu untuk menutupi rasa yang tidak enak dari rasa tersebut biasanya
dibuat tablet yang bersalut. Pemanis sering digunakan untuk penyalut obat
pemanis sintetis karena bahan permen ini mempunyai rasa manis yang lebih
tinggi dari gula, pemakaian dalam jumlah sedikit saja sudah menimbulkan rasa
digunakan untuk menekan biaya produksi karena pemanis sintetis ini selain
mempunyai tingkat rasa manis yang lebih tinggi juga harganya relatif murah
makanan telah diatur dalam Peraturan Kepala BPOM RI No. 4 Tahun 2014 tentang
diwaspadai karena dalam takaran yang lebih dapat menimbulkan efek samping
beberapa jenis pemanis buatan yang berpotensi menyebabkan tumor dan bersifat
memiliki potensi menyebabkan tumor dan bersifat karsinogenik. Oleh karena itu
(ADI) atau kebutuhan per orang per hari, yaitu 0-5 mg/kg BB/hari. Hasil penelitian
sakarin, dan siklamat), yang efek negatifnya dapat mempengaruhi syaraf otak dan
26
buatan membawa efek samping yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh
sebab itu, selain ketentuan mengenai penggunaan pemanis buatan, juga harus
2.4 Sakarin
tahun 1879 oleh Ira Remsen dan Constantin Fahlberg dari Jhon Hopskin Univercity.
atau senyawa 23-Dehidro-3 oxo benziso sulfanasol dan masih banyak nama sintetis
yang lainnya (Sudarmadji, 1982). Rumus molekul Sakarin adalah C7H5NO3S, dan
Sifat Sakarin yaitu berupa kristal putih, mempunyai titik lebur pada 226 –
2300C dan menyublim bila dipanaskan diatas titik lebur dan sangat mudah larut
dalam air. Natrium Sakarin yang terserap kedalam tubuh tidak dapat mengalami
Penambahan Sakarin yang terlalu banyak dalam makanan atau minuman secara
27
organoleptik akan menimbulkan rasa yang tidak enak (pahit). Rasa pahit yang
(Syafrie,1982).
Peraturan Kepala BPOM RI No. 4 Tahun 2014 yang disajikan dalam tabel berikut:
berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Nilai Acceptable Daily Intake
(ADI), yaitu nilai asupan yang dapat diterima oleh tubuh perharinya, untuk Sakarin
adalah 0-5 mg/kg berat badan (Bararah, 2008). Sakarin diekskresikan melalui urine
sempurna. Sakarin mampu keluar melalui urine dalam bentuk yang utuh tetapi ada
juga yang tetap tertinggal didalam tubuh. Sakarin yang tertinggal dalam tubuh
secara terus-menerus dalam waktu yang lama akan terakumulasi di tubuh dan
hati merupakan tempat metabolisme dari seluruh bahan makanan, sebagai perantara
sistem pencernaan dengan darah, dan tempat detoksifikasi dalam tubuh. Sakarin
2014). Efek samping penggunaan Sakarin dalam waktu lama dapat menimbulkan
peningkatan radikal bebas atau yang dikenal sebagai Reactive Oxygen Species
buatan pada bahan makanan di Amerika Serikat sangat dibatasi. Pada pembungkus
kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare,
sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, kanker otak serta
konsumsi Sakarin oleh orang dewasa sebanyak 1 gram atau lebih rendah tidak
30
menyebutkan bahwa Sakarin dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kanker pada
hewan percobaan. Pada tahun 1977 Canada’s Health Protection Branch melaporkan
bahwa Sakarin bertanggung jawab terhadap kanker kantong kemih. Sejak saat itu
tinggi dosis penggunaan Sakarin, maka akan semakin tinggi pula derajat kerusakan
2.5 Jamu
sebelum obat modern menyentuh dan masuk kedalam masyarakat. Pengobatan serta
(Sulistyomeisasi, 2003).
yang terbuat dari tanaman berkhasiat obat, misalnya jahe, kunyit, kencur dan lain-
lain. Jamu tradisional umumnya berupa jamu gendong yang berbentuk cair dan
langsung dikonsumsi (Susilandari, 1999). Hal ini dibenarkan oleh Widiastuti dalam
tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan dan terbuat dari tanaman berkhasiat
31
obat, misalnya jahe, kunyit, kencur, temulawak dan lainnya. Sedangkan menurut
Hidayat (2012), jamu merupaan sebutan orang jawa terhadap obat hasil ramuan
tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai zat
tambahan.
bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain bertujuan menjaga kesehatan atau
bertujuan secara promotif atau preventif jamu yang dikonsumsi juga bertujuan
jamu untuk kesehatan penggunaanya misalnya jamu beras kencur untuk menambah
penyakit atau menghilangkan gejala penyakit misalnya jamu kunci sirih untuk
dengan pernyataan Hidayat (2012) yang menyatakan bahwa jamu berkhasiat dalam
Mutu jamu ditentukan dari beberapa aspek yaitu komposisi yang benar
meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif,
jamu diolah dari simplisia berdasarkan jumlah yang tertera dalam formulir
pendaftaran serta aman dan tidak dicampur dengan zat berkhasiat lain seperti bahan
kimia obat. Jamu tidak boleh mengalami perubahan fisik dan kimia serta tidak boleh
Jamu kunyit asam merupakan ramuan tradisional yang terbuat dari bahan
utama buah Asam (Tamarindus indica) dan kunyit (Curcuma domestica) yang
Jamu kunyit asam merupakan suatu minuman yang diolah dengan menggunakan
bahan utama kunyit dan asam yang berkhasiat bagi tubuh misalnya sebagai
pengurang rasa nyeri pada dismenorea primer, memiliki efek samping minimal dan
Menurut Melin (2016), kunyit asam adalah salah satu produk herbal atau jamu yang
sudah biasa dikonsumsi masyarakat untuk mengurangi keluhan nyeri saat haid.
bulan/dismenorea (Sari, 2012). Selain itu manfaat jamu kunyit asam yaitu sebagai
minuman kaya antioksidan, anti kanker, anti diabetes dan anti hiperlipidemik
(Mulyani, 2014). Melin (2016) menambahkan jamu kunyit asam juga memiliki
bahan utama kunyit dan beluntas. Kedua racikan bahan ini, diketahui sebagai obat
tradisional yang bermanfaat bagi tubuh terutama dalam mengatasi bau badan.
Walaupun daun beluntas berbau menyengat dan rasanya getir, daun beluntas dapat
digunakan sebagai obat demam (diaforetikum), memperkuat urat syaraf dan sebagai
kunyit mengandung kurkumin dan minyak atsiri yang memiliki peran sebagai
antioksidan, anti mikroba, anti tumor, anti kanker, anti pikun dan anti racun. Secara
serangga, penyakit mata, cacar, sakit perut (diare, sembelit, kembung), gangguan
lain, mengurangi rasa nyeri dan sakit pada penderita rematik arthritis.
Jamu beras kencur (Oryza sativa L.; Kaempferia galanga L.) merupakan
keadaan sel yang rusak, karena dapat menangkap senyawa radikal bebas,
pada sel (Latifah, 2014). Syaputra (2014) menyatakan bahwa jamu beras kencur
berkhasiat untuk menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai tonikom atau
penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur,
tubuh dapat terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul ketika lelah
bekerja. Hal ini selaras dengan Wulandari (2014) yang menyatakan bahwa jamu
Jamu sinom yaitu jamu sebangsa kunyit asam. Manfaat jamu sinom mirip
dengan jamu kunyit asam, yakni untuk melancarkan menstruasi dan menangkal
radikal bebas. Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak
jauh berbeda dengan jamu kunyit asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan
bahan sinom (Syahputra, 2014). Selain itu, jamu sinom juga berkhasiat pada
Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah metode kromatografi cair yang paling
sederhana. Kromatografi lapis tipis dapat dipakai dengan dua tujuan. (1) digunakan
dilakukan dengan menggunakan lebih dari 1 fase gerak dan jenis semprot. Teknik
spiking dengan menggunakan senyawa baku yang telah diketahui sanat dianjurkan
digunakan untuk analisis kuantitatif dengan KLT, yang dapat dilakukan dengan dua
cara yaitu: (1) bercak diukur langsung pada lempeng dengan menggunakan ukuran
luas atau densitometri; (2) adalah dengan mengerok bercak lalu menetapkan kadar
senyawa yang terdapat dalam bercak tersebut dengan metode analisis lain, misalnya
3. Dapat dilakukan elusi secara menaik (ascending) dan menurun (descending) atau
4. Ketetapan penentuan kadar akan lebih baik karena komponen yang akan
intraday. Apabila nilai Rf tiap pengujian sama, maka metode KLT tersebut presisi
untuk digunakan dalam identifikasi zat warna sintetis. Dilihat dari hasil presisi
untuk inter- dan intra-day sesuai dengan syarat keterterimaan yaitu nilai koefisien
variasi (KV) < 2%, hal ini menandakan metode yang digunakan memenuhi syarat
2.6.1 Spektrofotometri
unsur yang kemudian dianalisa dengan pengompleks yang sesuai (Noviarty, 2013).
radiasi elektromagnetik dengan materi (atom, ion atau molekul). Interaksi tersebut
yang menyebabkan adanya perpindahan energi dari sinar radiasi ke materi disebut
absorbansi (Pecsok, 1976). Apabila cahaya jatuh pada senyawa, maka sebagian dari
cahaya diserap oleh molekul-molekul sesuai dengan struktur dari molekul. Setiap
Sumber belajar adalah semua sumber (data, manusia dan barang) yang
digunakan oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk
memperlancar belajar. Dalam hal ini sumber belajar meliputi pesan, orang,
material, alat, teknik, dan lingkungan. Sumber balajar dapat berubah menjadi
dan terkontrol. Setiap bentuk sumber belajar harus mampu berinteraksi dengan
siswa untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar yang optimal (Arsyad, 2010).
dan lain-lain.
sumber belajar yang memadai dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu yang
2010).
dalam tiga bentuk. Bentuk pertama yaitu pemanfaatan proses dan produk sebagai
sumber belajar untuk pembelajaran pada kompetensi dasar tertentu, kelas tertentu,
dan jenjang sekolah tertentu. Bentuk kedua yaitu pemanfaatan produk penelitian
sebagai sumber belajar dalam wujud sebagai buku. Buku yang dimaksud yaitu buku
ajar bagi siswa. Sebagai buku ajar, peruntukannya dapat bersifat sebagai buku
pengayaan atau buku bacaan populer. Bentuk ketiga yaitu pemanfaatan produk
(Rofieq,2016).
potensinya; (2) Kejelasan sasarannya; (3) Kesesuaian dengan tujuan belajar; (4)
dan (6) Kejelasan hasil yang diharapkan. Haqqi (2016) menyebutkan bahwa
kriteria, antara lain: (1) Ekonomis atau biaya, pemilihan sumber belajar tidak harus
mahal, tetapi sesuai dengan pembelajaran; (2) Teknisi (tenaga), yaitu guru atau
pihak lain yang dijadikan sumber belajar; (3) Bersifat praktis atau sederhana,
sumber belajar mudah dijangkau, mudah dilaksanakan, dan tidak sulit; (4) Bersifat
proses pembelajaran; (5) Relevan dengan tujuan dari pembelajaran dan komponen-
Memiliki nilai positif bagi proses atau aktivitas pengajaran khususnya dalam proses
pembelajaran; dan (8) Sesuai dengan strategi pembelajaran yang telah di rancang.
39
Penelitian ini secara garis besar dapat dituliskan secara konseptual seperti
berikut:
Mempunyai
Jamu Permasalahan
Dijadikan
Sumber Belajar Biologi
Penyalahgunaan bahan pewarna tekstil seperti Methanil Yellow dalam makanan sering terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan harga murah pewarna tekstil dibandingkan zat pewarna makanan. Hal ini mengakibatkan risiko kesehatan yang serius dan merata pada masyarakat menengah ke bawah yang mungkin mengonsumsinya secara tidak sadar, meningkatkan beban kesehatan masyarakat secara keseluruhan .
Pemakaian berlebihan pemanis sintetis dapat menimbulkan efek samping seperti potensi tumor dan karsinogenik. Pemerintah, melalui regulasi seperti Acceptable Daily Intake (ADI), mengatur batas penggunaan pemanis untuk memastikan keamanan konsumen. Regulasi ini membatasi jumlah yang boleh dikonsumsi setiap harinya untuk mencegah efek kesehatan yang merugikan .
Sakarin tidak dimetabolisme dalam tubuh dan diekskresikan melalui urin, namun penggunaannya dibatasi karena dapat menimbulkan rasa pahit yang tidak diinginkan dalam makanan. Selain itu, penggunaan berlebihan sakarin dihubungkan dengan potensi risiko kesehatan yang memerlukan pengaturan ketat, seperti potensi penyebab kanker yang menjadi perhatian WHO dan BPOM .
Perubahan preferensi konsumen yang lebih menyukai bahan alami mendorong industri makanan untuk mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alami. Pewarna alami tidak hanya memberikan warna tetapi juga bisa menambahkan nilai nutrisi pada produk makanan, sehingga menarik minat konsumen yang sadar kesehatan. Hal ini menyebabkan banyak produsen makanan beralih menggunakan pewarna alami dalam produk mereka .
Penelitian tentang bahan tambahan pangan sintetis memberikan pemahaman tentang dampak kesehatan dan regulasi penggunaan bahan tersebut, menjadikannya materi yang relevan dalam pendidikan terkait keselamatan pangan. Sebagai sumber belajar, penelitian ini dapat diimplementasikan dalam bentuk buku ajar atau media pembelajaran seperti komik, menambah wawasan pelajar tentang sains dan kesehatan .
Spektrofotometri adalah metode analisis yang mengukur absorbansi atau transmisi cahaya oleh senyawa di suatu panjang gelombang tertentu. Metode ini digunakan untuk menganalisis keberadaan dan konsentrasi zat aditif dalam makanan dengan membaca intensitas cahaya yang diserap oleh senyawa tersebut, memungkinkan kuantifikasi komponen dengan sensitivitas tinggi .
Methanil Yellow merupakan pewarna sintetis yang berbahaya dan penggunaannya dalam makanan dilarang karena bersifat toksik. Pewarna ini biasanya digunakan dalam industri tekstil dan dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan jika tertelan atau terhirup. Risiko kesehatan lain termasuk potensi karsinogenik dan efek toksik jangka panjang jika dikonsumsi secara terus-menerus .
Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah metode analisis yang digunakan untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen bahan pewarna dalam makanan. Metode ini melibatkan penggunaan lapisan tipis untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan pergerakan melalui fase gerak. Teknik ini memungkinkan identifikasi komponen pewarna berdasarkan warna, fluoresensi, atau reaksi dengan sinar UV .
Jamu beras kencur mengandung senyawa fenolik yang bertindak sebagai antioksidan, membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas dan stres oksidatif, serta memiliki khasiat menghilangkan pegal-pegal dan meningkatkan nafsu makan. Kandungan antioksidan ini juga berkontribusi dalam pencegahan penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus .
Pewarna alami berasal dari sumber alami seperti tanaman dan hewan dan seringkali memberikan nilai nutrisi tambahan, sedangkan pewarna buatan adalah bahan kimia sintetis yang ditambahkan untuk memberikan atau memperkuat warna pada makanan. Pewarna alami lebih diinginkan oleh konsumen modern yang peka terhadap bahan alami, sedangkan pewarna buatan dapat memberikan warna yang lebih stabil dan konsisten namun memiliki potensi risiko kesehatan jika digunakan berlebihan .