0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan9 halaman

Analisis Halusinasi Pendengaran Klien

Dokumen tersebut merangkum hasil observasi pertemuan pertama antara perawat dengan pasien bernama Hendrik yang mengalami halusinasi pendengaran. Pertemuan dimulai dengan perkenalan diri, menanyakan keluhan pasien, dan mengidentifikasi gejala halusinasi yang dialami pasien seperti suara yang menyuruhnya memukul orang serta frekuensi dan situasi timbulnya.

Diunggah oleh

AldinRahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan9 halaman

Analisis Halusinasi Pendengaran Klien

Dokumen tersebut merangkum hasil observasi pertemuan pertama antara perawat dengan pasien bernama Hendrik yang mengalami halusinasi pendengaran. Pertemuan dimulai dengan perkenalan diri, menanyakan keluhan pasien, dan mengidentifikasi gejala halusinasi yang dialami pasien seperti suara yang menyuruhnya memukul orang serta frekuensi dan situasi timbulnya.

Diunggah oleh

AldinRahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPANITERAAN KLINIK NERS

DEPARTEMEN KEPERAWATAN JIWA


SUB STASE PSIKIATRI

Analisis Proses Interaksi


21-Juni-2022

HALUSINASI PENDENGARAN

Disusun Oleh:

HASADA.
N. 202101057

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN NERS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MANDALA WALUYA
2022
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Tn. H


Diagnosa Keperawatan : Halusinasi Pendengaran
Pertemuan ke : Ke I (SP 1)
Tindakan Generalis : Perkenalan
Lingkungan : Teras depan, berhadapan dengan klien, suasana
tenang
Deskripsi klien : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut
bersih disisir dan wajah bersih, sudah mandi.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien dapat mengenal perawat dan
mengungkapkan secara terbuka permasalahnya
Nama Mahasiswa : Hasada
Tanggal : 21 Juni 2022
Jam : 10.00 WITA
ANALISA
ANALISA
KOMUNIKASI KOMUNIKASI BERPUSAT
BERPUSAT RASIONAL
VERBAL NON VERBAL PADA
PADA KLIEN
PERAWAT
P : Selamat siang P : Memandang Ingin Masih ragu Salam
Bapak, boleh Klien dan membuka terhadap orang merupakan
saya duduk di tersenyum. percakapan baru yang kalimat
sebelah Ibu? dengan klien masuk ke pembuka untuk
K : Menatap ke
dan berharap lingkungannya. memulai suatu
arah
dengan sapaan percakapan
Perawat
sederhana sehingga dapat
sambil
Perawat bisa terjalin rasa
tersenyum.
diterima oleh percaya.
Klien.

K : Selamat siang ! K : Tersenyum. Merasa senang Ragu terhadap


karena Klien orang baru.
P: Memandang
mau
Klien dan
menjawab
tersenyum.
salam.

P : Oh ya, P : Duduk Berharap Klien Memperkenalka


perkenalkan disamping dapat memberikan n diri dapat
saya Hasada, Klien, melanjutkan respon sepintas menciptakan
Saya mengulurk pembicaraan. dan rasa percaya
mahasiswa an tangan menunjukkan klien terhadap
Profesi Ners untuk perhatian perawat.
Mandala bersalaman cukup terhadap
Waluya dengan Perawat.
Kendari Klien.
yang
K: Mau
sementara
bersalaman
praktek di
, tersenyum
sini selama 2
dan
minggu.
menatap ke
Kalau bapak
arah
siapa
Perawat.
namanya?

K : Nama Saya K : Menyebut Merasa lega Klien Mengenal nama


Hendrik. nama karena Klien memberikan pasien akan
dengan mau merespon respon memudahkan
menunduk stimulus yang interaksi
dan disampaikan
menarik oleh Perawat
tangannya dan Klien mau
menyebut
P: Sikap
namanya.
terbuka,
tetap
tersenyum.

P : Oh... namanya P : Sikap Ingin menjalin Klien mencoba Nama panggilan


Hendrik, terbuka, kedekatan mengingat merupakan
biasanya tetap dengan pasien. nama yang nama akrab
dipanggil tersenyum. disukainya klien sehingga
apa? menciptakan
K:
rasa senang
memperhat
akan adanya
ikan
pengakuan atas
Perawat
namanya.
namun
kelihatan
masih ragu.

K : Hendrik. K : Melihat ke Senang Klien mulai


arah walaupun tertarik dengan
Perawat jawaban perkenalan
dan singkat.
menjawab
singkat lalu
menunduk
lagi.

P: Sikap
terbuka,
tetap
tersenyum.

P : Bagaimana P : Menatap Merasa lega Berbicara Menanyakan


perasaan Klien. karena masih pelan. keadaan untuk
bapak hari mendapat membina
K : Menjawab
ini? Apa respon yg hubungan baik.
singkat.
keluhannya? baik.

K : Baik-baik saja. K : Menjawab Senang Menjawab


singkat. walaupun pelan
jawaban
P: Sikap
singkat.
terbuka,
tetap
tersenyum.

P : Baiklah, P : Terjadi Merasa senang Bicara pelan.


bagaimana kontak karena klien
kalau kita mata. masih
berbicara berespon
K : Menjawab
tentang dengan baik.
pelan.
perasaan
bapak saat
ini?

K : Iya.

P : Bapak mau P : Menatap Berharap Klien bersedia Kontrak


mengobrol klien. dapat melanjutkan pertemuan
dimana dan melanjutkan pembicaraan. sangat penting
K : Menjawab
berapa lama pembicaraan. dilakukan untuk
singkat.
waktu yang menilai
kita butuhkan. ketersediaan
Bagaimana dan kesiapan
kalau 10-20 klien
menit? berinteraksi
dengan perawat
K : Iya.

P :Apa bapak P : Melihat Perawat Berespon Mengidentifikas


sering Klien dan senang karena dengan baik. i isi halusinasi
mendengar menanyaka Klien mau
suara tanpa n. menjawab.
ada
K : Menjawab
wujudnya?
pertanyaan.
Apa yg
dikatakan
suara itu?

K : Iya, suara
orang
menyuruh
memukul
orang.

P : Apakah terus P : Melihat Perawat Menjawab Mengidentifikas


menerus? Klien dan senang karena pelan. i frekuensi dan
Kapan yang menanyaka Klien mau situasi
paling sering n. menjawab. timbulnya
dan dalam halusinasi
K: Menjawab
keadaan apa?
pertanyaan.
K : Terus
menerus,
pada saat
sendirian.

P : Apa yang P : Melihat Berharap Bingung. Mengidentifikas


bapak Klien dan dapat i respon
rasakan saat menanyaka melanjutkan halusinasi
itu? n. pembicaraan.

K : Bingung. K : Bingung.

P : Apa yang P : Melihat Bertanya Menjawab Mengidentifikas


bapak pasien dan dengan ramah. singkat. i upaya yang
lakukan saat menanyaka dilakukan untuk
mendengar n. mengatasi
suara itu? halusinasi
K : Terdapat
K : Tutup telinga. kontak
mata.

P : Apa dengan P : Melihat Merasa senang Menjawab Mengidentifikas


cara tersebut Klien dan karena Klien singkat. i efektivitas
suara akan menanyaka terbuka. upaya yang
hilang? n. dilakukan untuk
mengatasi
K : Tidak. K : Menjawab
halusinasi
singkat.

P : Bagaimana P : Berhadapan Meminta Pasien mulai Topik dan


kalau kita dengan persetujuan kooperatif. tujuan
belajar cara Klien. Klien. pertemuan
mengontrol sangat penting
K : Menjawab
agar suara itu dilakukan untuk
singkat.
tidak muncul? menilai
ketersediaan
K : Iya.
dan kesiapan
klien
berinteraksi
dengan perawat

P : Begini pak, P : Melihat Bicara Klien Diharapkan


terdapat 4 Klien dan menjelaskan menunduk dan Klien mengerti
cara yang menjelaska dengan jelas. mendengarkan. cara mengatasi
pertama yaitu n. masalah yang
dengan cara dialaminya
K : Menjawab
menghardik
singkat.
suara
tersebut,
kedua
dengan,
bercakap-
cakap dengan
orang lain, ke
tiga
melakukan
kegiatan
sesuai jadwal
dan yang ke
empat rutin
meminum
obat?

K : Oh begitu ya.

P : Bagaimana P: Menjelaskan Klien Untuk


kalau kita Menjelaska dan memperhatika mengajarkan
belajar satu n dan memperagaka n dan agar lebih
cara dulu memperaga n. mempraktekka mengerti
yaitu kan. n.
menghardik,
K:
caranya jika
Memperhat
muncul suara
ikan dan
itu segera
memprakte
tutup telinga
kkan.
dan katakan
pada suara
itu: pergi,
pergijangan
ganggu saya,
Kamu suara
palsu, kamu
tidak nyata?

K : Pergi, pergi
jangan ganggu
saya, Kamu
suara palsu,
kamu tidak
nyata.

P : Bagus sekali P : Melihat Merasa Klien merasa Diharapkan


bapak sudah Klien, senang. lega. Klien mengerti
bisa menanyaka cara mengatasi
memperagak n dan masalah yang
annya. menyarank
Bagaimana an. dialaminya
perasaannya
K : Mampu
setelah
bekerja
latihan tadi?
sama dan
Kalau suara
terjadi
itu muncul
kontak
silahkan coba
mata.
cara tersebut.

K : Iya sus.

P : Apakah bapak P : Melihat Berharap Klien mau Untuk


ingin berlatih Klien dan Klien antusias. melakukan mengurangi
dengan cara menanyaka kegiatan. halusinasi agar
yang lain n. tidak terjadi lagi
untuk
K : Menjawab
mengontrol
pertanyaan.
halusinasinya
.

K : Iya sus.

P : Besok kita P : Melihat Membuat Klien mau Kontrak


akan bertemu Klien dan jadwal bertemu pertemuan
lagi untuk menanyaka pertemuan. kembali. sangat penting
belajar cara n. dilakukan untuk
mengontrol menilai
K : Menjawab
halusinasi ketersediaan
pertanyaan.
cara ke dua, dan kesiapan
bapak tidak klien
keberatan berinteraksi
kan? dengan perawat

K : Tidak sus.

P : Dimana besok P : Melihat Membuat Klien Untuk


kita akan Klien dan jadwal menentukan melanjutkan
mengobrol? menanyaka pertemuan. tempat dan intervensi
Jam berapa? n. waktu
pertemuan.
K : Disini saja sus, K : Menjawab
Jam 10.00. pertanyaan.
P : Baiklah P : Berjabat Merasa Klien Salam
sampai jumpa tangan dan senang. Kooperatif. terapeutik
besok, tersenyum.
selamat
K : Mau
siang?
bersalaman
K : Iya,selamat , tersenyum
siang. dan
menatap ke
arah
Peraat.

Kesan Perawat:
Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan pertama perawat berhasil mencapai
hubungan saling percaya dengan klien. Hal ini ditandai dengan klien sudah mau bercerita
tentang apa yang dirasakannya dan bersedia belajar cara penyelesaian masalah. Hasil
interaksi menunjukkan kemampuan klien menerima dan mempraktikkan cara yang
diajarkan, Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien mengoptimalkan
kemampuan (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki baik kognitif, psikomotor, afektif.

Anda mungkin juga menyukai