Kumpulan Doa Nabi untuk Kebaikan
Kumpulan Doa Nabi untuk Kebaikan
2
ada seorangpun yang dapat
menyesatkannya dan barang siapa yang
disesatkan-Nya maka tidak ada
seorangpun yang bisa memberinya
petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada
sembahan yang berhak disembah
kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-
Nya dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan rasul-
Nya.
Allah Ta'ala berfirman:
3
dalam keadaan beragama Islam". QS.
Ali Imran: 102.
Dan Allah Ta'ala berfirman:
4
kamu saling meminta satu sama lain,
dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah
selalu menjaga dan mengawasi
kamu". QS. An Nisa: 1.
Dan Allah Ta'ala berfirman:
5
telah mendapat kemenangan yang
besar". QS. Al Ahzab: 70-71.
Amma ba'du:
Sesungguhnya sebaik-baik
perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-
baik petunjuk adalah petunjuk Nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
dan seburuk-buruk perkara adalah
sesuatu yang mengada-ada dalam
agama dan setiap yang mengada-ada
dalam agama adalah bid'ah dan setiap
yang bid'ah adalah sesat dan setiap
kesesatan di dalam neraka.
Saya mendapatkan kumpulan
doa-doa ini dari kiriman melalui chat
whatsapp oleh Syaikh Prof. Dr. Ali bin
Ghazy At Tuwaijiry - Guru Besar
bidang tafsir di Universitas Islam
Madinah dan Masjid Nabawai -
hafizhahullah kemudian diterjemahkan
6
ke dalam bahasa Indonesia agar
bermanfaat untuk kaum muslimin.
Kumpulan doa ini adalah doa-doa
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam yang sahih untuk segala
kebaikan dunia dan akhirat, dan
walhamdulillah kami sajikan dengan
terjemah bahasa Indonesia agar
semakin mudah dipahami dan sehingga
semakin khusuk dalam berdoa.
Semoga buku ini bermanfaat untuk
kaum muslimin terutama pada saat-saat
penting untuk memperbanyak doa,
seperti; waktu sepertiga malam
terakhir, antara adzan dan iqamah,
sebelum salam dalam salat, saat sujud,
sepuluh malam terakhir Ramadan, saat
berpuasa, waktu sahur, ketika turunnya
hujan, di hari Jumat, hari Arafah, saat
sedang bersafar, saat di shafa dan
7
marwah, saat haji dan umrah, saat
terbangun di malam hari dan lain-lain.
8
1. ((Ya Allah wahai Tuhan kami
berikanlah kepada kami
kebaikan di dunia dan kebaikan
di akhirat, dan jauhkanlah kami
dari api neraka.))
Anas radhiyallahu ‘anhu telah berkata:
“Doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam yang paling banyak adalah:
9
10
2. ((Tidak ada Tuhan yang berhak
di sembah kecuali engkau, maha
suci Engkau, sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang
dzolim.))
Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh
radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Doanya Dzunnun (Nabi Yunus) ketika
berada di dalam perut paus:
ِ ِ ُ ك إِِّن ُك ْن
َ ت م َن الظهال ِم
}ني َ ْ{ َل إِلَ َه إِهل أَن
َ َت ُس ْب َحان
Artinya: “Tidaklah seseorang muslim
berdoa dengan doa tersebut meminta
sesuatu, melainkan Allah pasti akan
mengabulkan doanya tersebut.” Kitab
Shahihut Targhib (1644)
11
12
3. ((Ya Allah ampunilah dosaku,
rahmatillah aku, berikanlah
kesehatan padaku, dan
berikanlah aku rezeki.))
Dari Abu Malik Al Asyja'I radhiyallahu
‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
13
14
4. ((Ya Allah bantulah kami untuk
berdzikir dan bersyukur
kepada-Mu serta beribadah
kepada-Mu dengan baik.))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Apakah kalian
menyukai bersungguh-sunnguh dalam
berdoa? Maka katakanlah:
15
16
5. ((Ya Allah aku memohon
keselamatan kepada-Mu di
dunia dan di akhirat.))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda : “Tidak ada doa
yang lebih utama untuk dilantunkan
seorang hamba daripada doa:
17
18
6. ((Ya Allah perbaikilah bagiku
urusan agamaku karena itu
adalah penjaga segala urusanku,
dan perbaikilah bagiku duniaku
yang menjadi tempat
kehidupanku, dan perbaikilah
bagiku akhiratku yang menjadi
tempat kembaliku, ya Allah
jadikanlah kehidupan ini
mempunyai nilai tambahan
bagiku dalam segala kebaikan
dan jadikanlah kematianku
sebagai kebebasan bagiku dari
segala keburukan.))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
berkata, bahwasanya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
ِ ِ اللهه هم أ
ْ َصل ْح ِِل ِد ِيِن اله ِذي ُه َو ع
،ص َمةُ أ َْم ِري ْ ُ
َصلِ ْح ِِل ِ ِ
ْ َوأ،اي الهِِت ف َيها َم َعاشي
ِ وأ
َ ََصل ْح ِِل ُدنْ ي
ْ َ
19
ِ ِ ِ
ْ َو،آخ َرِِت الهِِت ف َيها َم َعادي
اج َع ِل ا ْْلَيَا َة ِزََي َد ًة ِِل ِِف
احةً ِِل ِم ْن ُك ِل َش ٍر ْ َو،ُك ِل َخ ٍْري
َ اج َع ِل ال َْم ْو
َ ت َر
Artinya: “Ya Allah perbaikilah bagiku
urusan agamaku karena itu adalah
penjaga segala urusanku, dan
perbaikilah bagiku duniaku yang
menjadi tempat kehidupanku, dan
perbaikilah bagiku akhiratku yang
menjadi tempat kembaliku, ya Allah
jadikanlah kehidupan ini
mempunyai nilai tambahan bagiku
dalam segala kebaikan dan
jadikanlah kematianku sebagai
kebebasan bagiku dari segala
keburukan.” HR. Muslim (2720)
20
21
7. ((Ya Allah aku memohon
kepada-Mu petunjuk,
ketaqwaan, iffah (keterjagaan),
dan kekayaan.))
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu
‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bahwasanya beliau dahulu
berdoa dengan doa :
»ك ا ْْلَُدى َوالتُّ َقى َوال ِْع هف َة َوال ِْغ ََن ْ «الله ُه هم إِِّن أ
َ َُسأَل
Artinya: “Ya Allah aku memohon
kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan,
iffah (keterjagaan), dan kekayaan.”
HR. Muslim (2721).
22
23
8. ((Wahai Dzat yang maha
membolak-balikkan hati,
teguhkanlah hatiku diatas
agama-Mu.))
Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhu
berkata: “Bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam banyak
berdoa dengan doa :
24
25
9. ((Ya Allah Dzat yang maha
memalingkan hati, palingkanlah
hatiku kepada ketaatan pada-
Mu.))
Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu
‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Sesungguhnya hati
anak-anak Adam itu berada diantara
jari jemari Ar Rahman (Allah) seperti
hati yang satu, Allah bolak-balikkan
sebagaimana yang Dia inginkan,
kemudian Rasullullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
ْ ص ِر
ف قُلُوبَنَا َعلَى ِ ُف الْ ُقل
َ ،وب َ «الله ُه هم ُم
ص ِر ه
َ ِاعت
»ك َ َط
Artinya: “Ya Allah Dzat yang maha
memalingkan hati, palingkanlah
26
hatiku kepada ketaatan pada-Mu.”
HR. Muslim (2654).
27
28
10. ((Ya Allah berikanlah aku
petunjuk, dan berikanlah aku
ketetapan.))
Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda kepadaku: “Katakanlah!
29
30
11. ((Ya Allah sesungguhnya
Engkau maha pemaaf, dan
Engkau mencintai pemaafan,
maka maafkanlah aku.))
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam doa apakah yang aku baca
apabila aku mendapati lailatul qadr?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: engkau ucapkan
31
32
12. ((Ya Allah sesungguhnya
aku meminta kepada-Mu
karunia dan rahmat-Mu, karena
sesungguhnya tidak ada yang
memilikinya kecuali Engkau.))
Dari sahabat Abdullah bin Mas'ud
radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
33
34
13. ((Ya Alah cukupilah aku
dengan rezeki-Mu yang halal
hingga aku terhindar dari yang
Engkau haramkan, ya Allah
perkayalah diriku dengan
karunia-Mu hingga aku tidak
meminta apa-apa selain dari-
Mu.))
Dari sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda kepadanya:
“Maukah kamu aku ajarkan beberapa
doa, yang jikalau kamu memiliki
hutang seperti gunung sabir, niscaya
Allah akan melunaskan hutangmu,
maka katakanlah:
َ ِضل
ك َ ك َع ْن َح َر ِام
ْ َوأَ ْغنِِِن بَِف،ك َ ِالله ُه هم ا ْك ِف ِِن ِِبَ َالل
َ َع هم ْن ِس َو
اك
35
Artinya: “Ya Alah cukupilah aku
dengan rezeki-Mu yang halal hingga
aku terhindar dari yang Engkau
haramkan, ya Allah perkayalah
diriku dengan karunia-Mu hingga
aku tidak meminta apa-apa selain
dari-Mu.” Kitab Shahih Al-Jami' (2625)
36
37
14. ((Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari akhlak, amal
dan hawa nafsu yang mungkar.))
Dari sahabat Qutbah bin Malik
radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ِ ك ِمن م ْن َكر
ِ ات ْاْلَ ْخ َال ِق و ْاْلَ ْعم ِ ِ ه
ال َ َ َ ُ ْ َ الل ُه هم إِّن أَعُوذُ ب
َو ْاْل َْه َو ِاء
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari akhlak, amal dan
hawa nafsu yang mungkar.” Kitab
Shahih Tirmidzi (3591).
38
39
15. ((Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari
penyakit belang, gila, lepra, dan
dari keburukan segala macam
penyakit.))
Dari sahabat Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ِ ُص وا ْْلن
ون َوا ْْلُ َذ ِام َو َسيِ ِئ ِ َ ِاللهه هم إِِّن أَعوذُ ب
ُ َ ِ َْب
ََ ك م َن ال ُ ُ
ْاْلَ ْس َق ِام
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari penyakit
belang, gila, lepra, dan dari
keburukan segala macam penyakit.”
Kitab Shahih Al-Jami (1281).
40
41
16. ((Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari tetangga yang
buruk di akhirat karena
tetangga di dunia akan
senantiasa berubah-ubah.))
Dari sahabat Abu Hurairoh radhiyallahu
‘anhu bahwasannya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda di dalam
doanya:
ِ الس
،وء ِِف َدا ِر ال ُْم َق َام ِة ُّ ك ِم ْن َجا ِر َ ِ«الله ُه هم إِِّن أَعُوذُ ب
»اديَِة يَتَ َح هو ُل
ِ فَِإ هن جار الْب
َ ََ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari tetangga yang buruk
di akhirat karena tetangga di dunia
akan senantiasa berubah-ubah.”
Kitab Shahih Al-Jami' (1290).
42
43
17. ((Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kekurangan,
kefakiran, kehinaan dan aku
berlindung kepada-Mu dari
(kondisi) didzalimi dan
mendzalimi orang lain.))
Dari sahabat Abu Hurairoh radhiyallahu
‘anhu bahwasannya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
ِ و، والْ َف ْق ِر،ك ِمن ال ِْقله ِة
،الذلهِة ِ
َ َ َ َ «الله ُه هم إِِّن أَعُوذُ ب
»ك أَ ْن أَظْلِ َم أ َْو أُظْلَ َم
َ َِوأَعُوذُ ب
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kekurangan,
kefakiran, kehinaan dan aku
berlindung kepada-Mu dari (kondisi)
didzalimi dan mendzalimi orang
lain.” Kitab Shahih An-Nasa'i (5477).
44
45
18. ((Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu semua kebaikan
yang disegerakan maupun yang
ditunda, apa yang aku ketahui
maupun tidak aku ketahui. Aku
berlindung kepada-Mu dari
semua keburukan, baik yang
disegerakan maupun yang
ditunda, yang aku ketahui
maupun yang tidak aku ketahui.
Ya Allah sungguh aku memohon
kepada-Mu dari kebaikan apa
yang diminta oleh hamba dan
Nabi-Mu Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam kepada-Mu
dan aku berlindung kepada-Mu
dari apa yang diminta
perlindungan oleh hamba dan
Nabi-Mu. Ya Allah, aku
memohon kepada-Mu surga dan
46
apa yang mendekatkan
kepadanya baik berupa ucapan
maupun perbuatan. Dan aku
berlindung kepada-Mu dari
neraka dan apa yang
mendekatkan kepadanya baik
berupa ucapan atau perbuatan.
Dan aku memohon kepada-Mu
semua takdir yang Engkau
tentukan baik untukku.))
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
49
50
19. ((Ya Allah aku memohon
kepada-Mu keteguhan diatas
perkara ini (istiqamah di atas
kebenaran), dan kekuatan di
atas petunjuk yang benar
(mentaati perintah dan
meninggalkan larangan). Aku
memohon kepada-Mu hal-hal
yang bisa mendatangkan
rahmat-Mu dan mendapatkan
ampunan-Mu. Aku memohon
kepada-Mu agar aku bersyukur
atas nikmat-Mu dan beribadah
kepada-Mu dengan benar
(ikhlas danmencontoh Nabi).
Aku memohon kepada-Mu hati
yang suci dan lisan yang jujur.
Aku memohon kepada-Mu
kebaikan yang Engkau ketahui
dan aku berlindung dari
51
kejelekan yang Engkau ketahui
dan aku meminta ampunan dari
segala dosa yang Engkau
ketahui karena Engkau maha
mengetahui segala seuatu yang
ghaib.))
Dari Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda kepadanya: “Wahai
Syadad bin Aus jika engkau melihat
manusia mengumpulkan emas dan
perak, maka hafalkanlah kalimat ini :
َوال َْع ِزَيََة َعلَى،ات ِِف ْاْل َْم ِر َ َك الثهب ْ الله ُه هم إِِّن أ
َ َُسأَل
ك ُح ْس َن َ َُسأَل َ ِك ُش ْك َر نِ ْع َمت ِ ُّ
ْ َوأ،ك َ َُسأَلْ َوأ،الر ْشد
ِ ولِس ًاًن ص،ك قَ لْبا سلِيما
،ادقًا َ ل
َُأ َس أو ، ك
َ ِادت
َ بعِ
َ َ َ ً َ ً ْ َ َ
ك ِم ْن َش ِر َما َ ِ َوأَعُوذُ ب،ك ِم ْن َخ ِْري َما تَ ْعلَ ُم َ َُسأَل
ْ َوأ
52
ِ ُت َع هال ُم الْغُي
وب َ إِنه،َستَ غْ ِف ُر َك لِ َما تَ ْعلَ ُم
َ ْك أَن ْ َوأ،تَ ْعلَ ُم
"
Artinya: “Ya Allah aku memohon
kepada-Mu keteguhan diatas perkara
ini (istiqamah di atas kebenaran),
dan kekuatan di atas petunjuk yang
benar (mentaati perintah dan
meninggalkan larangan). Aku
memohon kepada-Mu hal-hal yang
bisa mendatangkan rahmat-Mu dan
mendapatkan ampunan-Mu. Aku
memohon kepada-Mu agar aku
bersyukur atas nikmat-Mu dan
beribadah kepada-Mu dengan benar
(ikhlas danmencontoh Nabi). Aku
memohon kepada-Mu hati yang suci
dan lisan yang jujur. Aku memohon
kepada-Mu kebaikan yang Engkau
ketahui dan aku berlindung dari
kejelekan yang Engkau ketahui dan
53
aku meminta ampunan dari segala
dosa yang Engkau ketahui karena
Engkau maha mengetahui segala
seuatu yang ghaib.” Kitab As-Silsilah
As-Shahihah (3228)
54
55
20. ((Ya Allah jadikanlah untuk
kami rasa takut kepada-Mu
yang dapat menghalangi kami
dari perbuatan maksiat (kepada
Mu). Dan jadikanlah untuk kami
bagian dari ketaatan kepada-Mu
yang dapat menyampaikan kami
kepada surga-Mu. Jadikanlah
untuk kami bagian dari rasa
keyakinan yang dengannya
Engkau meringankan kami
dalam menghadapi musibah
dunia. Ya Allah berilah
kenikmatan kepada kami
dengan pendengaran,
penglihatan, dan kekuatan kami
selama Engkau menghidupkan
kami, jadikanlah ia tetap ada
pada kami, jadikanlah
pembalasan kami kepada orang
56
yang menzhalimi kami, berilah
kami kemenangan atas orang
yang memusuhi kami, janganlah
Engkau jadikan musibah (yang
menimpa) kami mempengaruhi
agama kami, janganlah Engkau
jadikan dunia sebagai keinginan
terbesar dan tujuan ilmu kami,
dan janganlah Engkau jadikan
orang yang tidak menyayangi
kami (orang kafir dan orang
zhalim) sebagai orang yang
menguasai kami.))
Dari sahabat Abdullah bin Umar
radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi jarang
sekali shallallahu ‘alaihi wasallam
langsung berdiri meninggalkan majelis
hingga beliau berdoa untuk para
sahabatnya dengan doa ini:
57
ني
ول بَ ْي نَ نَا َوبَ ْ َ ك َما ََيُ ُ ْس ْم لَنَا ِم ْن َخ ْشيَتِ َ اللهه هم اق ِ
ُ
كَ ،وِم َن ك َما تُبَ لِغُنَا بِ ِه َجنهتَ َ اعتِ َ اص َ ِ
يكَ ،وم ْن طَ َ مع ِ
ََ
الدنْ يَاَ ،وَمتِ ْعنَا صيب ِ ِ ِ الْيَ ِق ِ
ات ُّ ني َما ُُتَ ِو ُن بِه َعلَْي نَا ُم َ
ِِب ْ ِ
ثاج َعلْهُ ال َْوا ِر َ صا ِرًَن َوقُ هوتِنَا َما أ ْ
َحيَ ْي تَ نَاَ ،و ْ َْسَاعنَا َوأَبْ َ
ص ْرًَن َعلَى َم ْن ِ
اج َع ْل ََث َْرًَن َعلَى َم ْن ظَلَ َمنَاَ ،وانْ ُ منهاَ ،و ْ
صيبَ تَ نَا ِِف ِدينِنَاَ ،وَل ََتْ َع ِل ُّ
الدنْ يَا اد َاًن ،وَل ََتْعل م ِ
َع َ َ َ ْ ُ
ط َعلَْي نَا َم ْن َل سلِ ْ ِ ِ أَ ْك ِ
َب َهنَا َوَل َم ْب لَ َغ علْمنَاَ ،وَل تُ َ ََ
يَ ْر َْحُنَا
Artinya: “Ya Allah jadikanlah untuk
kami rasa takut kepada-Mu yang
dapat menghalangi kami dari
perbuatan maksiat (kepada Mu). Dan
jadikanlah untuk kami bagian dari
ketaatan kepada-Mu yang dapat
menyampaikan kami kepada surga-
Mu. Jadikanlah untuk kami bagian
58
dari rasa keyakinan yang dengannya
Engkau meringankan kami dalam
menghadapi musibah dunia. Ya Allah
berilah kenikmatan kepada kami
dengan pendengaran, penglihatan,
dan kekuatan kami selama Engkau
menghidupkan kami, jadikanlah ia
tetap ada pada kami, jadikanlah
pembalasan kami kepada orang yang
menzhalimi kami, berilah kami
kemenangan atas orang yang
memusuhi kami, janganlah Engkau
jadikan musibah (yang menimpa)
kami mempengaruhi agama kami,
janganlah Engkau jadikan dunia
sebagai keinginan terbesar dan
tujuan ilmu kami, dan janganlah
Engkau jadikan orang yang tidak
menyayangi kami (orang kafir dan
orang zhalim) sebagai orang yang
menguasai kami.” Kitab Shahih At-
Tirmidzi (3502).
59
60
21. ((Ya Allah, jagalah diriku
dengan Islam ketika berdiri,
duduk,dan tidur. Jangan Engkau
beri kegembiraan bagi musuh
atau orang yang dengki di atas
penderitaanku. Ya Allah aku
meminta kepada-Mu segala
kebaikan yang gudangnya
berada dalam kuasa-Mu. Aku
berlindung kepada-Mu dari
segala keburukan yang
gudangnya berada dalam kuasa-
Mu.))
Dari sahabat Nabi Abdullah bin Mas'ud
radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu
membaca doa:
61
ْ َو،اح َفظ ِِْن ِِب ِْْل ْس َالِم قَائِ ًما
اح َفظ ِِْن ِِب ِْْل ْس َالِم ْ «الله ُه هم
الله ُه هم إِِّن،اس ًدا ِ ِف َع ُد ًّوا وَل ح َوَل تُ ِط ْع ِ ه ،اع ًدا ِ َق
َ َ
ك ِم ْن ُك ِل
َ ِ َوأَعُوذُ ب،ك ِم ْن ُك ِل َخ ٍْري َخ َزائِنُهُ بِيَ ِد َك َ َُسأَل
ْأ
»َش ٍر َخ َزائِنُهُ بِيَ ِد َك
Artinya: “Ya Allah, jagalah diriku
dengan Islam ketika berdiri, duduk,
dan tidur. Jangan Engkau beri
kegembiraan bagi musuh atau orang
yang dengki di atas penderitaanku.
Ya Allah aku meminta kepada-Mu
segala kebaikan yang gudangnya
berada dalam kuasa-Mu. Aku
berlindung kepada-Mu dari segala
keburukan yang gudangnya berada
dalam kuasa-Mu.” Kitab Shahih Al-
Jami’ (1260)
62
63
22. ((Ya Allah dengan ilmu-Mu
atas yang gaib dan dengan
kemahakuasaan-Mu atas
seluruh makhluk,
perpanjanglah hidupku, bila
Engkau mengetahui bahwa
kehidupan selanjutnya lebih
baik bagiku. Dan matikan aku
dengan segera, bila Engkau
mengetahui bahwa kematian
lebih baik bagiku. Ya Allah,
sesungguhnya aku mohon
kepada-Mu agar aku takut
kepada-Mu dalam keadaan
sembunyi (sepi) atau ramai. Aku
mohon kepadaMu, agar dapat
berpegang dengan kalimat hak
di waktu rela atau marah. Aku
minta kepada-Mu, agar aku bisa
melaksanakan kesederhanaan
64
dalam keadaan kaya atau fakir,
aku mohon kepada-Mu agar
diberi nikmat yang tidak habis
dan aku minta kepada-Mu, agar
diberi penyejuk mata yang tak
putus. Aku mohon kepada-Mu
agar aku dapat rela setelah
qadha-Mu (keputusan-Mu turun
pada kehidupanku). Aku mohon
kepada-Mu kehidupan yang
menyenangkan setelah aku
meninggal dunia. Aku mohon
kepada-Mu kenikmatan
memandang wajah-Mu (di
surga), kerinduan bertemu
dengan-Mu tanpa penderitaan
yang membahayakan dan fitnah
yang menyesatkan. Ya Allah,
hiasilah diri kami dengan
keimanan dan jadikanlah kami
sebagai penunjuk jalan (lurus)
65
yang memperoleh bimbingan
))dari-Mu.
68
69
23. ((Wahai Tuhanku,
tolonglah aku dan jangan tolong
musuhku terhadapku,
menangkanlah aku dan jangan
menangkan musuhku atasku,
buatlah makar bagiku dan
jangan buat makar kepadaku,
tunjukilah aku dan
mudahkanlah petunjuk
kepadaku, dan menangkanlah
aku atas orang-orang yang
durhaka terhadapku. Wahai
Tuhanku, jadikanlah aku orang
yang banyak bersyukur kepada-
Mu, banyak berzikir kepada-Mu,
orang yang takut kepada-Mu,
orang yang taat kepada-Mu,
orang yang khusyuk kepada-Mu,
dan orang yang bertobat
kepada-Mu. Wahai Tuhanku,
70
terimalah tobatku, cucilah
kegelisahanku, kabulkanlah
doaku, tunjukilah hatiku,
teguhkanlah hujjahku,
tepatkanlah lisanku, dan
cabutlah dendamku.))
Dari sahabat Abdullah bin Abbas
radhiyallahu ‘anhuma berkata : “Dahulu
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
membaca doa:
ِب أ
َع ِِن َوَل تُِع ْن ِ «ر
ُ ص ْرِّن َوَل تَ ْن
،ص ْر َعلَ هي ُ ْ َوان،َعلَ هي َ
، َو ْاه ِدِّن َويَ ِس ِر اْلَُدى ِِل،َعلَ هي َو ْام ُك ْر ِِل َوَل َتَْ ُك ْر
كَ َاج َعل ِِْن ل
ْ ب ِ َر،بَغَى َعلَ هي ص ْرِّن َعلَى َم ْن ُ َْوان
ِ َ َ ل،ك رههاِب
ك َ َ ل،اعا ً ك مط َْو ً َ َ َ ل،ارا ً ك ذَ هك َ َ ل،ارا ً َش هك
َوا ْغ ِس ْل،ب تَ َقبه ْل تَ ْوبَِِتِ َر،ك أَ هو ًاها ُمنِيبًاَ إِلَْي،ُُمْبِتًا
،س ِاّن ِ ِ ْ ِ َوثَب،ب َد ْع َوِِت ِ
َ َو َسد ْد ل،ت ُح هج ِِت ْ َوأَج،َح ْوبَِِت
»ص ْد ِري ِ ِ
َ َيمة َ اسلُ ْل َسخ ْ َو،َو ْاهد قَ لِِْب
71
Artinya: “Wahai Tuhanku, tolonglah
aku dan jangan tolong musuhku
terhadapku, menangkanlah aku dan
jangan menangkan musuhku atasku,
buatlah makar bagiku dan jangan
buat makar kepadaku, tunjukilah
aku dan mudahkanlah petunjuk
kepadaku, dan menangkanlah aku
atas orang-orang yang durhaka
terhadapku. Wahai Tuhanku,
jadikanlah aku orang yang banyak
bersyukur kepada-Mu, banyak
berzikir kepada-Mu, orang yang
takut kepada-Mu, orang yang taat
kepada-Mu, orang yang khusyuk
kepada-Mu, dan orang yang bertobat
kepada-Mu. Wahai Tuhanku,
terimalah tobatku, cucilah
kegelisahanku, kabulkanlah doaku,
tunjukilah hatiku, teguhkanlah
hujjahku, tepatkanlah lisanku, dan
72
cabutlah dendamku.” HR. Tirmidzi
(3551).
73
24. ((Ya Allah hisablah diriku
dengan hisab yang mudah.))
Dari sahabat Aisyah radhiyallahu ‘anha
berkata: “Aku mendengar Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam membaca di
sebagian solat nya:
ِ ِ ِ ه
»ريا َ «الل ُه هم َحاس ْب ِِن ح
ً س ًاِب يَس
kemudian aku berkata: Wahai
Rasulullah, Apa hisab yang mudah itu?
Kemudian beliau menjawab: Seorang
yang Allah lihat catatan amalnya
kemudian memaafkannya, karna
orang yang diperdebatkan di hari itu
pasti celaka wahai Aisyah". Kitab
Takhrij Misykatul Mishbah (5495).
74
75
25. ((Ya Allah aku memohon
kepada-Mu agar aku dapat
melakukan perbuatan-
perbuatan baik, meninggalkan
perbuatan mungkar, mencintai
orang miskin, dan agar Engkau
mengampuni dan
menyayangiku. Jika Engkau
hendak menimpakan suatu
fitnah (malapetaka) pada suatu
kaum, maka wafatkanlah aku
dalam keadaan tidak terkena
fitnah itu. Dan aku memohon
kepada-Mu rasa cinta kepada-
Mu, rasa cinta kepada orang-
orang yang mencintaimu, dan
rasa cinta kepada segala
perbuatan yang
mendekatkanku untuk
mencintai-Mu.)
76
Dari sahabat Nabi Abdullah bin Abbas
radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Rabb ku mendatangi ku dengan
wujud yang paling indah”, Ibnu Abbas
berkata: Aku mengira Nabi berkata
dalam mimpinya bahwa Allah
berfirman: Wahai Muhammad,
tahukah engkau apa yang di
perdebatkan oleh malaikat tertinggi?
dan Allah berkata: Wahai
Muhammad apabila kau mendirikan
solat maka ucapkanlah:
77
baik, meninggalkan perbuatan
mungkar, mencintai orang miskin,
dan agar Engkau mengampuni dan
menyayangiku. Jika Engkau hendak
menimpakan suatu fitnah
(malapetaka) pada suatu kaum,
maka wafatkanlah aku dalam
keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan
aku memohon kepada-Mu rasa cinta
kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-
orang yang mencintaimu, dan rasa
cinta kepada segala perbuatan yang
mendekatkanku untuk mencintai-
Mu.” Kitab HR. Tirmidzi (3233)
78
79
26. ((Ya Allah, sesungguhnya
saya adalah hamba-Mu, putra
hamba laki-laki-Mu, putra
hamba perempuan-Mu, ubun-
ubunku berada di tangan-Mu,
telah berlalu padaku hukum-
Mu, adil ketentuan-Mu untukku.
Aku meminta kepada-Mu
dengan seluruh nama yang
Engkau miliki, yang Engkau
menamakannya untuk Diri-Mu
atau yang Engkau ajarkan
kepada seseorang dari
makhluk-Mu atau yang Engkau
turunkan dalam kitab-Mu atau
yang Engkau simpan dalam ilmu
ghaib yang ada di sisi-Mu.
Jadikanlah Al-Qur`an sebagai
musim semi (penyejuk) hatiku
dan cahaya dadaku, pengusir
80
kesedihanku serta penghilang
kegundahanku.))
Dari sahabat Abdullah bin Mas'ud
radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba di timpa
kegundahan atau kesedihan
kemudian dia membaca doa:
82
kita tidak mempelajarinya?” Maka
Rasulullah pun menjawab: “Tentu
wajib bagi yang mendengar doa
tersebut untuk mempelajarinya.”
Kitab As-Silsilah As-Shahihah (199).
83
84
27. ((Ya Allah, Pemilik seluruh
kekuasaan. Engkau beri
kekuasaan kepada siapa yang
Engkau kehendaki, dan Engkau
mencabutnya dari siapa yang
Engkau kehendaki. Engkau
memuliakan siapa yang Engkau
kehendaki, dan Engkau
menghinakan siapa yang
Engkau kehendaki. Di tangan-
Mu-lah segala kebaikan, dan
Engkau maha berkuasa atas
segala sesuatu. Wahai Maha
pengasih di dunia dan akhirat
dan penyayang di keduanya,
Engkau memberikan keduanya
(dunia dan akhirat) kepada
siapa saja yang Engkau
kehendaki, dan menahan
keduanya dari siapa saja yang
85
Engkau kehendaki. Rahmatilah
aku dengan rahmat-Mu yang
menjadikanku tak lagi
memerlukan belas kasih selain
dari-Mu.))
Dari sahabat Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Maukah aku ajarkan sebuah doa
yang kalian panjatkan dengannya,
walaupun kau memiliki hutang
sebesar gunung uhud maka Allah
pasti akan membayarkan untukmu,
katakanlah wahai Muadz :
ِ ك الْمل ِ
ُ َوتَ ْن ِزع، ُشاء َ تُ ْؤِِت ال ُْمل، ْك
َ َْك َم ْن ت ُ ُ الله ُه هم َمال
ُشاء َ َ َوتُ ِذ ُّل َم ْن ت، ُشاء َ َ َوتُِع ُّز َم ْن ت، ُشاء َ َْك ِِمه ْن ت
َ ال ُْمل
َر ْْحَا ُن، ك َعلَى ُك ِل َش ْي ٍء قَ ِد ٌير ْ بِيَ ِد َك،
َ اْلَ ِْري إِنه
َوَتَْنَ ُع ِم ْن ُه َما، ُشاء َ َيه َما َم ْن ت ِ ِ ِ
ُ تُ ْعط، الدنْ يَا َو ْاْلخ َرة ُّ
86
ْار َْحِِْن َر ْْحَ ًة تُغْنِ ِيِن ِِبَا َع ْن َر ْْحَ ِة َم ْن، ُشاء
َ ََم ْن ت
َ ِس َو
اك
Artinya: “Ya Allah, Pemilik seluruh
kekuasaan. Engkau beri kekuasaan
kepada siapa yang Engkau
kehendaki, dan Engkau mencabutnya
dari siapa yang Engkau kehendaki.
Engkau memuliakan siapa yang
Engkau kehendaki, dan Engkau
menghinakan siapa yang Engkau
kehendaki. Di tangan-Mu-lah segala
kebaikan, dan Engkau maha
berkuasa atas segala sesuatu. Wahai
Maha pengasih di dunia dan akhirat
dan penyayang di keduanya, Engkau
memberikan keduanya (dunia dan
akhirat) kepada siapa saja yang
Engkau kehendaki, dan menahan
keduanya dari siapa saja yang
Engkau kehendaki. Rahmatilah aku
87
dengan rahmat-Mu yang
menjadikanku tak lagi memerlukan
belas kasih selain dari-Mu.” Kitab
Shahih At-Targhib (1921).
88
89
28. ((Wahai Allah, Rabb langit
yang tujuh, Rabb ‘arsy yang
agung dan Rabb segala sesuatu,
Dzat yang menurunkan Taurat,
Injil dan Al Quran, Yang
menumbuhkan butir tumbuh-
tumbuhan dan biji buah-
buahan, tiada sembahan yang
berhak diibadahi selain Engkau,
aku berlindung dengan-Mu dari
keburukan setiap sesuatu,
Engkaulah Yang mengambil
nasibnya, Engkau adalah Al-
Awwal, tidak ada sesuatupun
sebelum-Mu dan Engkau adalah
Al-Akhir, tidak ada sesuatu
setelah-Mu, dan Engkaulah Azh
Zhahir, tidak ada sesuatu
apapun di atas-Mu dan Engkau
adalah Al Bathin, tidak ada
90
sesuatu apapun di bawah-Mu,
lunaskanlah hutang kami dan
jauhkanlah kami dari
))kefakiran.
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu berkata: “Fatimah datang kepada
Nabi meminta seorang pembantu,
kemudian nabi berkata: “Katakanlah
wahai Fatimah:
91
Artinya: “Wahai Allah, Rabb langit
yang tujuh, Rabb ‘arsy yang agung
dan Rabb segala sesuatu, Dzat yang
menurunkan Taurat, Injil dan Al
Quran, Yang menumbuhkan butir
tumbuh-tumbuhan dan biji buah-
buahan, tiada sembahan yang berhak
diibadahi selain Engkau, aku
berlindung dengan-Mu dari
keburukan setiap sesuatu, Engkaulah
Yang mengambil nasibnya, Engkau
adalah Al-Awwal, tidak ada
sesuatupun sebelum-Mu dan Engkau
adalah Al-Akhir, tidak ada sesuatu
setelah-Mu, dan Engkaulah Azh
Zhahir, tidak ada sesuatu apapun di
atas-Mu dan Engkau adalah Al Bathin,
tidak ada sesuatu apapun di bawah-
Mu, lunaskanlah hutang kami dan
jauhkanlah kami dari kefakiran.” HR.
Tirmidzi (3481).
92
93
29. ((Ya Allah sesungguhnya
aku memohon kepada-Mu
keimanan yang tidak akan
lepas, kenikmatan yang tidak
pernah habis dan nikmat dapat
menyertai Nabi Muhammad
shallallohu 'alaihi wa sallam di
surga yang paling tinggi selama-
lamanya.))
Doa yang di ucapkan oleh Abdullah bin
Mas'ud radhiyallahu ‘anhu ketika
salatnya, yang mana nabi shallallahu
‘alaihi wasallam berkata kepadanya:
"Mintalah! kau akan diberi, mintalah!
kau akan diberi". Kitab As-Silsilah As-
Shahihah (5/379).
94
95
30. ((Ya Allah, berikanlah
manfaat dengan ilmu yang telah
Engkau berikan kepadaku,
ajarilah aku apa-apa yang
bermanfaat bagiku dan
berikanlah aku rezeki berupa
ilmu yang dengannya Engkau
berikan manfaat kepadaku.))
Dari sahabat Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu
membaca doa:
96
dan berikanlah aku rezeki berupa
ilmu yang dengannya Engkau
berikan manfaat kepadaku.” Kitab As-
Silsilah As-Shahihah (3151).
97
98
31. ((Ya Allah, jadikanlah
dihatiku cahaya, pada lisanku
cahaya, dipandanganku cahaya,
dalam pendengaranku cahaya,
dari kananku cahaya, dari
kiriku cahaya, dari atasku
cahaya, dari bawahku cahaya,
dari depanku cahaya,
belakangku cahaya, dan
jadikanlah untukku cahaya.))
Dari sahabat Abdullah bin Abbas
radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ia sedang
tidur dengan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, maka ia bangun dan
berwudhu, lalu muadzin
mengumandangkan adzan dan ia keluar
menuju shalat, sedang ia mengatakan:
99
ِ
َ َ َوِِف ب،ورا
ص ِري ً ُ َوِِف َْسْعي ن،ورا ْ الله ُه هم
ً ُاج َع ْل ِِف قَ لِِْب ن
،وراُن ي ِ وأَم، وعن ِِش ِاِل نُورا، وعن ََيِ ِيِن نُورا،نُورا
ام
ً ََ ً َ ََْ ً ََْ ً
ِ ِ
ً ُاج َع ْل ِِل ن
.ورا ً ُ َوَُتِِْت ن،ورا
ْ َو،ورا ً ُ َوفَ ْوقي ن،ورا ً َُو َخلْفي ن
». وراً ُاج َعل ِِْن ن
ْ َو:ال
َ َأ َْو ق
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah
dihatiku cahaya, pada lisanku
cahaya, dipandanganku cahaya,
dalam pendengaranku cahaya, dari
kananku cahaya, dari kiriku cahaya,
dari atasku cahaya, dari bawahku
cahaya, dari depanku cahaya,
belakangku cahaya, dan jadikanlah
untukku cahaya.” HR. Bukhari (6316)
dan muslim (763)
100
101
32. ((Ya Allah hidupkanlah aku
dalam keadaan miskin, dan
matikanlah aku dalam keadaan
miskin, dan kumpulkanlah aku
(pada hari kiamat) dalam
rombongan orang-orang
miskin.))
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anha,
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam, pernah berkata:
ِ ِ ِ ِ ِ
ش ْرِّن ِِف ْ َو، َوأَم ْت ِِن م ْسكينًا،الله ُه هم أَ ْحيِِِن م ْسكينًا
ُ اح
ني يَ ْوَم ال ِْقيَ َام ِة
ِ ِساك ِ
َ ُزْم َرة ال َْم
lalu Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Mengapa wahai Rasulullah?” dan
beliau bersabda: “Sesungguhnya
mereka lebih dahulu masuk surga
daripada orang orang kaya di antara
102
mereka dengan jarak empat puluh
tahun.” HR. Tirmidzi (2352).
103
104
33. ((Ya Allah tutupi lah
auratku, tenangkanlah aku dari
rasa takutku, dan lunaskanlah
hutangku.))
Dari Khabbab bin Al Arat radhiyallahu
‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam pernah berkata:
ِ و،اللهه هم اس ُُت عورِِت
ِ آم ْن َرْو َع ِِت َواق
ْض َع ِِن ال هديْ َن َ َ َْ ْ ْ ُ
Artinya: “Ya Allah tutupi lah auratku,
tenangkanlah aku dari rasa takutku,
dan lunaskanlah hutangku.” Kitab
Shahih Al-Jami' (1262)
105
106
34. ((Ya Allah, Sesungguhnya
aku telah menzalimi diriku
sendiri dengan kezaliman yang
banyak. Tidak ada yang bisa
mengampuni dosa-dosa kecuali
Engkau. Maka ampunilah aku
dengan ampunan dari sisi-Mu
dan rahmati aku. Sesungguhnya
Engkau Dzat Maha pengampun
lagi Penyayang.))
Diriwayatkan dari Abu Bakar As-
Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, beliau
berkata kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam: "Ajarkan aku satu doa
yang aku baca dalam shalatku”, Beliau
bersabda, "Ucapkanlah (wahai Abu
Bakar):
107
َول يَغْ ِف ُر،ريا ِ
ً ت نَ ْفسي ظُل ًْما َكث
ِ ُ الله هم إِِّن ظَلَم
ْ ُ
، فَا ْغ ِف ْر ِِل َم ْغ ِف َرًة ِم ْن ِع ْن ِد َك،تَ ْوب إِهل أَن َ ُالذن ُّ
يم ِ َ إِنه،َو ْار َْحِِْن
َ ْك أَن
ُ ور ال هرح
ُ ت الْغَ ُف
Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku
telah menzalimi diriku sendiri
dengan kezaliman yang banyak.
Tidak ada yang bisa mengampuni
dosa-dosa kecuali Engkau. Maka
ampunilah aku dengan ampunan
dari sisi-Mu dan rahmati aku.
Sesungguhnya Engkau Dzat Maha
pengampun lagi Penyayang.” HR.
Bukhari (834).
108
109
35. ((Ya Allah, Engkau adalah
Rabb-ku, tidak ada ilah (yang
berhak diibadahi dengan benar)
kecuali Engkau, Engkau-lah
yang menciptakanku. Aku
adalah hamba-Mu. Aku akan
setia pada perjanjian-ku
dengan-Mu semampuku. Aku
berlindung ke-pada-Mu dari
kejelekan (apa) yang kuperbuat.
Aku mengakui nikmat-Mu (yang
diberikan) kepadaku dan aku
mengakui dosaku, oleh karena
itu, ampuni-lah aku.
Sesungguhnya tidak ada yang
dapat mengampuni dosa kecuali
Engkau.))
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu
‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam: “Sayyidul istighfar
110
(istighfar yang paling sempurna)
adalah apabila seseorang
mengucapkan:
112
113
36. ((Aku mohon ampun
kepada Allah yang Maha Besar,
tidak ada tuhan melainkan Dia,
yang maha hidup yang terus-
menerus mengurus
makhluknya, dan aku bertobat
kepadanya.))
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu
‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan:
ِ اَّلل الْع ِظ ِ أ
ُ ُّيم الهذي َل إِلَ َه إِهل ُه َو ا ْْلَ ُّي الْ َقي
،وم َ َ ََستَ ْغف ُر ه ْ
وب إِلَْي ِه
ُ َُوأَت
Artinya: “Aku mohon ampun kepada
Allah yang Maha Besar, tidak ada
tuhan melainkan Dia, yang maha
hidup yang terus-menerus mengurus
makhluknya, dan aku bertobat
114
kepadanya.” dan mengucapkannya
tiga kali: maka di ampuni dosanya,
walaupun ia telah kabur dari
peperangan.” Kitab Shahih Attarghib
(1623).
115
116
37. ((Ya Allah, ampunilah
kesalahanku, ketidaktahuanku,
dan kelebihan saya dalam
semua urusan saya, dan apa
yang Engkau tahu lebih baik
dari aku tentang hal-hal ini. Ya
Allah, ampunilah semua
kesalahanku, apa yang aku
lakukan dengan sengaja atau
karena ketidaktahuanku atau
bercandaku dan dalam semua
yang aku lakukan. Engkaulah
yang mengutamakan sesuatu
dan yang menundanya. Engkau
memiliki kekuasaan atas segala
sesuatu.))
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
biasa membuat permohonan ini :
117
، َوإِ ْس َر ِاِف ِِف أ َْم ِري، َو َج ْهلِي،الله ُه هم ا ْغ ِف ْر ِِل َخ ِطيئَِِت
، َو َه ْزِِل، الله ُه هم ا ْغ ِف ْر ِِل َج ِدي،ت أَ ْعلَ ُم بِ ِه ِم ِِن َ َْوَما أَن
الله ُه هم ا ْغ ِف ْر ِِل،ك ِع ْن ِدي َ ِ َو َع ْم ِدي َوُك ُّل َذل،َو َخطَئِي
َوَما،ت ُ ت َوَما أَ ْعلَْنُ َس َرْرْ َوَما أ،ت ُ ت َوَما أَخ ْهر ُ َما قَ هد ْم
تَ ْ َوأَن،ت ال ُْم َؤ ِخ ُر َ ْ أَن،ت أَ ْعلَ ُم بِ ِه ِم ِِن
َ ْت ال ُْم َق ِد ُم َوأَن َ ْأَن
َعلَى ُك ِل َش ْي ٍء قَ ِد ٌير
Artinya: “Ya Allah, ampunilah
kesalahanku, ketidaktahuanku, dan
kelebihan saya dalam semua urusan
saya, dan apa yang Engkau tahu lebih
baik dari aku tentang hal-hal ini. Ya
Allah, ampunilah semua
kesalahanku, apa yang aku lakukan
dengan sengaja atau karena
ketidaktahuanku atau bercandaku
dan dalam semua yang aku lakukan.
Engkaulah yang mengutamakan
sesuatu dan yang menundanya.
118
Engkau memiliki kekuasaan atas
segala sesuatu.” HR. Bukhari (6398)
dan Muslim (2719).
119
120
38. ((Ya Allah ampunilah
kesalahanku dan dosa-dosaku
semuanya, ya Allah angkatlah
derajatku dan lindungilah aku,
dan tunjukilah aku kepada
amalan saleh dan akhlak yang
mulia, karena sesungguhnya
tidak ada yang memberi
hidayah kepada amal dan
akhlak yang saleh dan tidak ada
yang menjauhkan aku dari amal
dan akhlak yang buruk kecuali
Engkau.))
Dari Abu Umamah Al Bahili
radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
berkata:
121
ِ
ُ وّب ُكله َها؛
!الله هم ِ ُي َوذُن َ الله هم! ا ْغف ْر ِِل َخطَ َاَي
ُ «
ِ ال و ْاْلَ ْخ
ِ ِ ِانْ ِع ْش ِِن واجَبِّن و ْاه ِدِّن ل
،الق َ صال ِح ْاْلَ ْع َم َ َ ُْ ْ َ
ِ ِ
»تَ ْف َسيِئَ َها إِهل أَن ْ َصاْلِِ َها َول ي
ُ ص ِر َ إِنههُ ل يَ ْهدي ل
Artinya: “Ya Allah ampunilah
kesalahanku dan dosa-dosaku
semuanya, ya Allah angkatlah
derajatku dan lindungilah aku, dan
tunjukilah aku kepada amalan saleh
dan akhlak yang mulia, karena
sesungguhnya tidak ada yang
memberi hidayah kepada amal dan
akhlak yang saleh dan tidak ada yang
menjauhkan aku dari amal dan
akhlak yang buruk kecuali Engkau.”
Kitab Shahih Al-Jami (1266).
122
123
39. ((Ya Allah kepada-Mu aku
berserah diri, dan kepada-Mu
aku beriman, dan kepada-Mu
aku bertawakal, kepada-Mu aku
kembali, dan kepada-Mu aku
berargumentasi. Ya Allah aku
berlindung kepada-Mu dengan
kekuatan-Mu; tidak ada
sesembahan yang berhak
disembah kecuali Engkau Yang
Maha Esa, bahwa Engkau
melindungiku dari kesesatan.
Engkaulah Yang Maha Hidup
yang tidak pernah mati,
sedangkan manusia dan jin
semuanya akan mati.))
Dari Abdillah bin Abbas radhiyallahu
‘anhuma, bahwasannya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam pernah berkata:
124
ُ ك تَ َوهكل
،ْت َ َو َعلَْي،ت ُ آم ْن
َ ك َ ِ َوب،ت ُ َسلَ ْمْك أ َ َالله ُه هم ل
ِ
كَ ت الله ُه هم إِِّن أَعُوذُ بِ ِع هزتُ اص ْم
َ ك َخ َ ِ َوب،ت َ َوإِلَْي
ُ ك أَنَ ْب
ُ ُت ا ْْلَ ُّي اله ِذي َل ََي
،وت ِ ُت أَ ْن ت
َ ْ أَن،ضلهِِن َ َْل إِلَ َه إِهل أَن
س ََيُوتُو َن ِ ِ
ُ َْوا ْْل ُّن َو ْاْلن
Artinya: “Ya Allah kepada-Mu aku
berserah diri, dan kepada-Mu aku
beriman, dan kepada-Mu aku
bertawakal, kepada-Mu aku kembali,
dan kepada-Mu aku berargumentasi.
Ya Allah aku berlindung kepada-Mu
dengan kekuatan-Mu; tidak ada
sesembahan yang berhak disembah
kecuali Engkau Yang Maha Esa,
bahwa Engkau melindungiku dari
kesesatan. Engkaulah Yang Maha
Hidup yang tidak pernah mati,
sedangkan manusia dan jin
semuanya akan mati.” Kitab Shahih Al-
Jami (1309).
125
126
40. ((Ya Allah aku berlindung
kepada-Mu dari malapetaka
yang parah, dari kesengsaraan
yang menimpaku, dari
kemalangan dalam keputusan,
dan dari kegembiraan musuh-
musuhku.))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam meminta perlindungan dari
malapetaka yang parah....”. Kitab Shahih
Bukhari (6347).
127
41. ((Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari
kebingungan dan kesedihan.
128
Aku berlindung kepada-Mu dari
kelemahan dan kemalasan. Aku
berlindung kepada-Mu dari sifat
pengecut dan kikir. Aku
berlindung kepada-Mu dari
lilitan utang dan kesewenang-
wenangan manusia.))
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, dalam
ceritanya perjalanan nya bersama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menuju Khaibar: “Pada waktu itu aku
menjadi pelayan Rasullullah shallallahu
alaihi wasallam ketik beliau singgah,
dan aku banyak mendengar beliau
berdoa dengan:
َوال َْع ْج ِز،ا ْْلَِم َوا ْْلََز ِن ك ِم َن َ ِالله هم إِِّن أَعُوذُ ب
ُ "
ضلَ ِع ال هديْ ِن َوغَلَبَ ِة َ َو ِ ُْ َوا ْْل،س ِل
،ب َوالْبُ ْخ ِل َ َوالْ َك
ِ الر َج
" ال ِ
129
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari
kebingungan dan kesedihan. Aku
berlindung kepada-Mu dari
kelemahan dan kemalasan. Aku
berlindung kepada-Mu dari sifat
pengecut dan kikir. Aku berlindung
kepada-Mu dari lilitan utang dan
kesewenang-wenangan manusia.”
Kitab Shahih Bukhari (2893).
130
131
42. ((Ya Allah aku berlindung
kepada-Mu dari keburukan
yang telah aku lakukan, dan
keburukan yang belum aku
kerjakan.))
Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya
tentang doa yang dibaca Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia
berkata bahwasannya Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam berdoa
dengan:
ُ ك ِم ْن َش ِر َما َع ِمل
ْ َوَم ْن َش ِر َما ََل،ْت َ ِالله هم إِِّن أَعُوذُ ب
ُ
أَ ْع َم ْل
Artinya: “Ya Allah aku berlindung
kepada-Mu dari keburukan yang
telah aku lakukan, dan keburukan
yang belum aku kerjakan.” Kitab
Shahih Muslim (2716)
132
133
43. ((Ya Allah, aku berlindung
dengan ridha-Mu dari
kemurkaan-Mu, aku berlindung
dengan maaf-Mu dari hukuman-
Mu, dan aku berlindung kepada-
Mu dari siksa-Mu, Aku tidak bisa
menyebut semua pujian untuk-
Mu, sebagaimana Engkau
memuji diri-Mu sendiri.))
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Aku kehilangan Rasulullah pada suatu
malam giliranku (Rasulullah bermalam
bersama Aisyah), maka tanganku
meraba mencari beliau (karena
gelapnya malam), sampai tanganku
menyentuh telapak kaki beliau yang
sedang berada di masjid dalam keadaan
sujud, dan beliau berdoa:
134
ك ِم ْن َ ِ َوِِبَُعافَات،ك َ اك ِم ْن َس َخ ِط َض َ الله ُه هم أَعُوذُ بِ ِر
كَ اء َعلَْي ن ث
َ ي ِ ُح
ص أ لَ ، ك
َ ن
ْ ِ ك
م َ ِ َوأَعُوذُ ب.ك َ ِعُ ُقوبَت
ً َ ْ
ك َ ت َعلَى نَ ْف ِس َ ت َك َما أَثْ نَ ْيَ ْأَن
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
dengan ridha-Mu dari kemurkaan-
Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu
dari hukuman-Mu, dan aku
berlindung kepada-Mu dari siksa-
Mu, Aku tidak bisa menyebut semua
pujian untuk-Mu, sebagaimana
Engkau memuji diri-Mu sendiri.” HR.
Muslim (486)
135
136
44. ((Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari
hilangnya kenikmatan yang
telah Engkau berikan, dari
berubahnya kesehatan yang
telah Engkau anugerahkan, dari
siksa-Mu yang datang secara
tiba-tiba, dan dari segala
kemurkaan-Mu.))
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu
‘anhuma berkata: “Bahwasannya
diantara doa-doa Nabi adalah:
137
kesehatan yang telah Engkau
anugerahkan, dari siksa-Mu yang
datang secara tiba-tiba, dan dari
segala kemurkaan-Mu.” HR. Muslim
(2739)
138
139
45. ((Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari sifat pengecut
dan kikir, dan aku berlindung
kepada-Mu dari dikembalikan
kepada umur yang paling hina
(kepikunan), aku berlindung
kepada-Mu dari fitnah dunia,
dan aku berlindung kepada-Mu
dari fitnah kubur.))
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash
radhiyallahu ‘anhu berkata: dahulu Nabi
mengajari kami doa tersebut,
sebagaimana kami diajari menulis:
140
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari sifat pengecut dan
kikir, dan aku berlindung kepada-Mu
dari dikembalikan kepada umur
yang paling hina (kepikunan), aku
berlindung kepada-Mu dari fitnah
dunia, dan aku berlindung kepada-
Mu dari fitnah kubur.” H.R. BUKHARI
(6390)
141
142
46. ((Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kelemahan,
kemalasan, kekikiran,
ketuaan—kepikunan–, dan
siksa kubur. Ya Allah,
datangkanlah pada jiwaku ini
ketakwaannya dan
bersihkanlah ia. Engkaulah
sebaik-baik yang dapat
membersihkannya, Engkaulah
Pelindungnya dan Rabbnya. Ya
Allah, aku berlindung kepada-
Mu dari ilmu yang tidak
bermanfaat, hati yang tidak
khusyuk, nafsu yang tidak
pernah puas, dan doa yang tidak
dikabulkan.))
Dari Zaid bin Arqom radhiyallahu ‘anhu
berkata: “Aku tidak menyampaikan doa
kepada kalian, kecuali sebagaimana
143
yang Rasulullah katakan, dulu beliau
berdoa dengan:
ِ ُْ َوا ْْل،س ِل ِ َ ِاللهه هم إِِّن أَعوذُ ب
،ب َ ك م َن ال َْع ْج ِز َوالْ َك ُ ُ
آت نَ ْف ِسي ِ اب الْ َق َِْب الله ُه هم ِ َو َع َذ، َوا ْْلَرِم،َوالْبُ ْخ ِل
َ
ت َولِيُّ َهاَ ْ أَن،اها َ ت َخ ْريُ َم ْن َزهك َ ْ َوَزكِ َها أَن،تَ ْق َو َاها
َوِم ْن،ك ِم ْن ِعل ٍْم َل يَنْ َف ُع َ ِ الله ُه هم إِِّن أَعُوذُ ب،َوَم ْوَل َها
َوِم ْن َد ْع َوٍة َل،س َل تَ ْشبَ ُع ٍ َوِم ْن نَ ْف،ش ُعَ ْْب َل ََي ٍ قَ ل
اب َْلَا
ُ يُ ْستَ َج
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari kelemahan,
kemalasan, kekikiran, ketuaan—
kepikunan–, dan siksa kubur. Ya
Allah, datangkanlah pada jiwaku ini
ketakwaannya dan bersihkanlah ia.
Engkaulah sebaik-baik yang dapat
membersihkannya, Engkaulah
Pelindungnya dan Rabbnya. Ya Allah,
144
aku berlindung kepada-Mu dari ilmu
yang tidak bermanfaat, hati yang
tidak khusyuk, nafsu yang tidak
pernah puas, dan doa yang tidak
dikabulkan.” HR. Muslim (2722).
145
146
47. )(Ya Allah, aku meminta
perlindungan pada-Mu dari
kejelekan pada pendengaranku,
dari kejelekan pada
penglihatanku, dari kejelekan
pada lisanku, dari kejelekan
pada hatiku, serta dari
kejelekan pada mani atau
kemaluanku.))
Dari Syakl bin Humaid Al-Absi
radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam berkata
kepadanya: "Katakanlah:
147
kejelekan pada penglihatanku, dari
kejelekan pada lisanku, dari
kejelekan pada hatiku, serta dari
kejelekan pada mani atau
kemaluanku.” Kitab Shahih Al Jami’
(4399).
148
149
48. ((Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari
kebinasaan (terjatuh),
kehancuran (tertimpa sesuatu),
tenggelam, kebakaran, dan aku
berlindung kepada-Mu dari
dirasuki setan pada saat mati,
dan aku berlindung kepada-Mu
dari mati dalam keadaan
berpaling dari jalan-Mu, dan
aku berlindung kepada-Mu dari
mati dalam keadaan tersengat.))
Dari Ka’ab bin Amr radhiyallahu ‘anhu,
bahwasannya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam berdoa dengan doa:
150
َ ِوت ِِف َسبِيل
،ك ُم ْدبًِرا َ ك أَ ْن أ َُم َ ِ َوأَعُوذُ ب،ت ِ الْمو
َْ
»وت لَ ِديغًا َ َِوأَعُوذُ ب
َ ك أَ ْن أ َُم
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari
kebinasaan (terjatuh), kehancuran
(tertimpa sesuatu), tenggelam,
kebakaran, dan aku berlindung
kepada-Mu dari dirasuki setan pada
saat mati, dan aku berlindung
kepada-Mu dari mati dalam keadaan
berpaling dari jalan-Mu, dan aku
berlindung kepada-Mu dari mati
dalam keadaan tersengat.” Kitab
Shahih Abu Dawud (1552).
151
152
49. ((Ya Allah aku berlindung
kepada-Mu dari fitnah neraka
dan azab neraka, dari fitnah
kubur dan azab kubur, dari
kejelakan fitnah kaya dan
kejelekan fitnah fakir, dan aku
berlindung kepada-Mu dari
keburukan fitnah Al Masih
Dajjal. Ya Allah bersihkanlah
hatiku dengan salju dan air
dingin, dan sucikanlah hatiku
dari kesalahan-kesalahanku
seperti baju putih yang
disucikan dari noda, dan
jauhkanlah antara diriku dan
kesalahan-kesalahanku
sebagaimana Engkau
menjauhkan antara barat dan
timur. Ya Allah aku belindung
153
kepada-Mu dari sifat malas,
))perbuatan dosa, dan hutang.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam dulu berdoa dengan:
155
156
50. ((Ya Allah, Rabb-nya Jibril
dan Mika’il, Rabb-nya Israfil,
aku berlindung kepada-Mu dari
panasnya Neraka dan dari siksa
kubur.))
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam dulu berdoa dengan:
ِ ِ ور ه،ب ِج َْبائِيل وِمي َكائِيل
ُ أَعُوذ،يل
َ ب إ ْس َراف ََ َ َ َ َ الله ُه هم َر ه
ِ َوِم ْن َع َذ،ك ِم ْن َح ِر النها ِر
اب الْ َق َِْب َ ِب
Artinya: “Ya Allah, Rabb-nya Jibril dan
Mika’il, Rabb-nya Israfil, aku
berlindung kepada-Mu dari
panasnya Neraka dan dari siksa
kubur.” Kitab Shahih An-Nasai (5534).
157