Alat Ukur dan Pengukuran
OSILOSKOP
KELOMPOK 7
ANGGOTA KAMI
Raakan Rahmad Aufa
Arya
Abdurrafi Rofiq
Wijaya Mengetik dan
Pengumpul Materi
Pengumpul Materi Pengumpul Materi
Pendahuluan
Osiloskop merupakan alat ukur elektronika yang fungsinya
memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan
dipelajari. Pada osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar
katode. Kemudian peranti pemancar elektron akan
memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar
katode. Sorotan elektron tersebut membekas pada layar.
Rangkaian khusus dalam osiloskop akan menyebabkan
sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan.
SEJARAH OSILOSKOP
Osiloskop pertama kali ditemukan pada 1897 oleh
seorang fisikawan Jerman bernama Karl Ferdinand
Braun yang awalnya berupa tabung sinar katoda dan.
Kemudian tabung ini dikembangkan selama beberapa
dekade oleh perusahaan AC Cossor. Hingga pada
tahun 1934, osiloskop pertama dirilis secara komersil
oleh General Radio, dan menjadi osiloskop pertama
yang digunakan di luar laboratorium. Sejak saat itu,
osiloskop kebutuhan pokok yang setiap insinyur dalam
melakukan penelitian atau berbagai macam
pekerjaan lainnya.
JENIS OSILOSKOP
OSILOSKOP ANALOG OSILOSKOP DIGITAL
Osiloskop analog menggunakan tegangan yang diukur untuk Osiloskop Digital menggunakan LCD untuk menampilkan
menggerakkan berkas electron dalam tabung sesuai bentuk sinyal listrik atau gelombang dengan menggunakan ADC
gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung (Analog to Digital Converter). ADC berfungsi sebagai
ditampilkan bentuk gelombang tersebut. Osiloskop tipe waktu pengubah besaran tegangan yang yang diukur menjadi
nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang besaran digital. Cara kerja Osiloskop Digital adalah
listrik dengan melalui gerakan pancaran elektron (electron Gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling
beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT -cathode ray dan didigitalisasikan, lalu menyimpan nilai tegangan
tube) dari kiri kekanan. bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di
memori (DSO-digital storage osciloscope). Setelah itu
osiloskop mengulang proses ini sampai dihentikan.
BAGIAN DARI OSILOSKOP
17. POSITION
1. Tombol Power 18 XY
ON/OFF 19. Sakelar
2. Lampu Indikator TIME/DIV
3. ROTATION 20. Tombol CAL
4. INTENSITY (TIME/DIV)
5. FOCUS 21. VARIABLE
6. CAL 22. GND
7. POSITION 23. Tombol CHOP
8. INV (INVERT) dan ALT
9. Sakelar 24. HOLD OFF
VOLT/DIV 25. LEVEL
10. VARIABLE 26. Tombol NORM
11. AC – DC dan AUTO
12. GNDVERTICAL 27. Tombol LOCK
INPUT CH-1 28. Sakelar
13. VERTICAL INPUT COUPLING
CH-2 29. Sakelar SOURCE
14. Sakelar MODE 30. TRIGGER ALT
15. GND 31. SLOPE
16. x10 MAG 32. EXT
Prinsip kerja osiloskop yaitu menggunakan
layar katoda. Dalam osiloskop terdapat
tabung panjang yang disebut tabung sinar
katode atau Cathode Ray Tube (CRT).
PRINSIP KERJA
Secara prinsip kerjanya ada dua tipe
osiloskop, yakni tipe analog (ART - analog
real time oscilloscope) dan tipe digital
OSILOSKOP (DSO-digital storage osciloscope), masing-
masing memiliki kelebihan dan
keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun
praktisi yang bekerja di laboratorium perlu
mencermati karakter masing-masing agar
dapat memilih dengan tepat osiloskop
mana yang sebaiknya digunakan dalam
kasus-kasus tertentu yang berkaitan
dengan rangkaian elektronik yang sedang
diperiksa atau diuji kinerjanya.
CARA MENGGUNAKAN OSILOSKOP
Mengukur satu sinyal listrik
[Link] kutubpositif (probe merah) sumber tegangan
ke probe berbentuk pengait di osiloskop, kita gunakan
function generator sebagai sumber tegangan. Sumber
berupa tegangan sinusoidal, frekuensi 15kHz dan amplitudo
5V. Sedangkan probe hitam(negative) dihubungkan dengan
capit kecil osiloskop.
[Link] tekan tombol AUTO, tunggu sebentar maka
sinyal ditampilkan pada layar
[Link] mengetahui amplitude gelombang, perhatikan pada
bagian bawah layar yang ditandai dengan warna kuning
(untuk channel 1). Tertulis 500mV, apa artinya?
Amplitudonya sebesar 500mV x 10 = 5V. 10 adalah factor
pengali, kita ketahui saat kalibrasi atau sebenarnya pengal
iini dapat dipilih pada probe osiloskop, ada dua pilihanya itu
pengali 1 dan 10, sebaiknya pakai pengali 10 supaya
oslioskop lebih maksimal dalam menampilkan sinyal.
[Link] untuk sumbu x terdiri dari frekuensi dan
periode, pada layar di gambar 5 sudah tertulis dengan jelas
bahwa frekuensinya sebesar 15kHz
Mengukur dua sinyal listrik sekaligus
1. Sinusoidal pertama di hubungkan ke channel 1
sedangkan gelombang ke dua ke channel 2 osiloskop'
2. Tekan tombol AUTO pada osiloskop maka tampilan
sinyalnya akan seperti di gambar
3. Kita dapat merubah tinggisinyal dengancarame mutar
tombol 2 (perhatikangambar 3) Kekiri kekanan, selain itu
kita juga dapa tmengatur lebar sinyal dengan carame
mutar kiri kanan pada tombol 3.
4. Perhatikan bahwa tulisan berwarna kuning adalah untuk
gelombang pada channel 1 sedangkan yang warna biru
untuk channel 2. Lalu apa tujuannya menampilkan dua
sinyals ekaligus? Supaya kita dapat membandingkannya,
misalkan ingin membandingkan sinyal sebelum dan
setelah diberi rangkaian penguat, dan lain sebagainya.
CARA MERAWAT OSILOSKOP
Cara merawat osiloskop sangatlah mudah. Dengan cara:
1. Jangan menggunakannya ketika casing-nya terbuka.
2. Selalu digunakan pada jala-jala listrik yang memiliki 3 kabel (outlet 3
kabel) di manasalah satunya adalah kabel ground dengan grounding
yang mantap.
3 .Jangan menghubungkan probe osiloskop dengan bagian yang panas.
4. Jangan menutup lubang ventilasi osiloskop, dan ketika osiloskop
digunakan, pastikansirkulasi udara ventilasi tersebut lancar.
5.J angan mengenakan tegangan yang melebihi 400 volt dc atau p-p
6. Hindarkan dari terkena cahaya matahri langsung, kelmbaban dan suhu
tinggi, getaranmekanik, serta medan magnet dan medan listrik kuat
(motor, power supply besar,transformator)
7. Dalam penggunaannya, ground pada probe harus selalu dekat dengan
titik yangdiukur/dideteksi (agar terhindar dari efek looping)
Selalu memeriksa trace rotation, probe, dan ketepatan kalibrasi dengan
cara yang benar
01 [Link]
02 [Link]
Referensi 03 [Link]
04 [Link]
05 [Link]
KESIMPULAN
Osiloskop atau disebut osiloskop Osiloskop digunakan untuk
sinar katoda merupakan alat mengukur besar tegangan
yang digunakan untuk listrik dan hubungannya
melihat dinamika besaran terhadap waktu, mengukur
sebagai fungsi waktu secara frekuensi sinyal yang berisolasi,
visual. Dengan menggunakan mengecek jalannya suatu
osiloskop ini harga suatu sinyal pada sebuah rangkaian
besaran dapat dilihat setiap listrik.
saat sepanjang waktu berjalan
terus.
Prinsip kerja osiloskop adalah Fungsi osiloskop adalah sebagai
dengan menerima sinyal listrik berikut :
dari generator (sumber - Mengukur besar tegangan
tegangan) yang sampai listrik dan hubungannya
mengenai layar pendar terhadap waktu
kemudian menghasilkan bintik - Mengukur frekuensi sinyal yang
terang. berosilasi
Bintik terang ini bisa diatur - Mengecek jalannya suatu
posisi dan panjangnya sinyal yang berosilasi
sehingga menghasilkan suatu - Mengetahui noise pada
gelombang yang tertera pada sebuah rangkaian listrik
layar osiloskop.
Terima kasih!