0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan8 halaman

Program GLS SDN 01 Madiun Lor 2021/2022

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SDN 01 Madiun Lor bertujuan untuk membentuk budaya literasi membaca dan menulis siswa melalui kegiatan membaca rutin, mengelola perpustakaan sekolah, dan memberikan penghargaan untuk meningkatkan motivasi baca siswa.

Diunggah oleh

Yesida Apriliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan8 halaman

Program GLS SDN 01 Madiun Lor 2021/2022

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SDN 01 Madiun Lor bertujuan untuk membentuk budaya literasi membaca dan menulis siswa melalui kegiatan membaca rutin, mengelola perpustakaan sekolah, dan memberikan penghargaan untuk meningkatkan motivasi baca siswa.

Diunggah oleh

Yesida Apriliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HALAMAN PENGESAHAN

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


pada SDN 01 Madiun Lor
Tahun Pelajaran 2021/2022
disusun sebagai pedoman pelaksanaan Literasi Sekolah
pada SDN 01 Madiun Lor

Mengetahui:

Ketua Komite [Link] SDN 01 Madiun Lor

Arief Budi S Suyanto,[Link]


NIP.19630903 199308 1 001

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Alloh SWT, karena atas karunia-Nyalah kami dapat
menyelesaikan penyusunan dokumen “Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SDN 01
Madiun Lor Tahun Pelajaran 2021/2022” dapat terselesaikan sesuai dengan rencana.

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SDN 01 Madiun Lor yang merupakan
pedoman dalam mengimlementasikan keterbacaan warga SDN 01 Madiun Lor menuju
masyarakat literat sehingga mampu menjadi spirit dan motivasi peningkatan kinerja dan prestasi
sekolah.

Tersusunnya Program ini, tentulah berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak,
oleh karena itu sudah selayaknya kami memberikan apresiasi, penghargaan, dan ucapan terima
kasih kepada:

1. Kepala SDN 01 Madiun lor yang banyak memberikan arahan manajerial terhadap pola
kegiatan sekolah
2. Dewan Guru, Staf Administrasi Sekolah, dan Komite, serta semua pihak yang telah banyak
membantu secara material maupun spiritual terkait penyusunan program ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa program ini, baik dilihat dari isi dan tampilannya
sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran yang bersifat korektif konstruktif dari semua
pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan program sejenis tahun berikutnya.

Madiun, Juli 2021

2
DAFTAR ISI

                                                              
                                                             
Hal
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... ii

KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iv

A Pendahuluan ...................................................................................... 1

B Tujuan Gerakan Literasi Sekolah ........................................................ 2

C Pelaksanaan GLS di SDN 01 Madiun Lor .......................................... 2

D Kesimpulan .......................................................................................... 10

3
A. PENDAHULUAN
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.
Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan
bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri
peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang
warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta
didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi
kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan
literasi peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di
Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil studi
yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi bahwa
kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta
Post, 2016).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam
persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan wajib baca sangat penting
diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat
luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta
membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah
pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g)
meningkatkan kemampuan literasi tinggi.

B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan:

1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah,


2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat,
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar
warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca

4
C. PELAKSANAAN GLS DI SDN 01 MADIUN LOR
Pelaksanaan GLS di SDN 01 Madiun Lor mempertimbangkan tiga tahap literasi, yakni
(1) pembiasaan (belum ada tagihan), (2) pengembangan (ada tagihan non akademik), dan (3)
pembelajaran (ada tagihan akademik).

1. Tahap Pembiasaan
a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-0.
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1)    Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
2)    Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3)    Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.

b) Mengelola sudut baca.


Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini salah
satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.

c) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran
membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap
guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu kelas
untuk berkunjung ke perpustakaan.

e) Membacakan cerita.  
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan di depan
peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca cerita
menarik lain di hadapan teman sekelas.  
5) Diadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

5
2. Tahap Pengembangan

a. Mengelola sudut baca


Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan menambahkan
beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola
sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
5) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
6) Peserta didik mengumpulkan hasil serume di meja uru.
7) Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
8) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil bacaan di
kelas.

b.  Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Kegiatan
penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:
1)    memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,
2)    memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.

i. Menyusun Portofolio Membaca


Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan membaca peserta didik.
Portofolio hasil membaca dapat berupa dokumen bukti fisik
1) hasil membaca misalnya ringkasan buku-buku yang telah dibaca atau jurnal membaca,
laporan tugas membaca peserta didik, dan hasil membaca kreatif peserta didik. Berikut
langkah-langkahnya.
2) Guru meminta semua produk hasil membaca peserta didik untuk dikumpulkan.
3) Peserta didik menyiapkan bahan-bahan untuk membuat portofolio (lembar kerja, folder,
dan map dokumen).
4) Peserta didik menyusun portofolio berdasarkan bentuk dan isi produk.
5) Tentukan isi portofolio (semua karya peserta didik atau hasil laporan membaca)
6) Bentuk portofolio meliputi identitas peserta didik, daftar isi protofolio atau garis besar
portofolio dan kumpulan karya-karya.
7) Setiap hari peserta didik mengerjakan portofolio (misalnya lima belas menit setiap sore).
8) Portofolio yang telah disusun, kemudian disimpan atau digantung berjajar di kelas secara
berurutan.

6
9) Guru memantau dan menilai portofolio yang telah disusun peserta didik.

3. Tahap Pembelajaran
a. Membaca Buku Cerita
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca buku
cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok.

b. Mading Kelas
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan membaca karya
secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah dinding (mading) kelas.
1) membuat mading kelas,
2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.

e.  Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap pembelajaran, ada
tambahan langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut ini alternatif langkah yang dapat
dilakukan.
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap
guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu kelas
untuk berkunjung ke perpustakaan.
3) Guru memberikan tugas untuk membaca buku yang berkaitan topik pembelajaran,
membuat resume, dan berdiskusi.

7
D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh
dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya
literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi
adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari
berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang
bermanfaat bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh budaya yang amat kuat
terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari
komitmen seluruh warga besar SDN 01 Madiun Lor dan pihak terkait secara kolaboratif.

Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan dalam
kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai