ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI
MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH DENGAN
PROFITABILITAS MENJADI VARIABEL INTERVENING
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Disusun Oleh :
ACHMAD CANDRA NAZRUDIN
NIM 63010170389
PROGAM STUDI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2022
ii
ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI
MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
DENGAN PROFITABILITAS MENJADI
VARIABEL INTERVENING
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Disusun Oleh :
Achmad Candra Nazrudin
NIM 63010170389
PROGAM STUDI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2022
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Jalan Tentara Pelajar No. 02 Telepon (0298) 3432784 Salatiga 50721
Website: [Link]
Persetujuan
i
PENGESAHAAN
ii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN
iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI
iv
MOTTO
“Cobalah dulu baru cerita. Pahamilah dulu baru menjawab. Pikirlah dulu baru
berkata. Dengarlah dulu baru beri penilaian. Bekerjalah dulu baru berharap”
- Sokrates
-Agree to Disagree-
v
PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, skripsi ini saya persembahan untuk:
1. Kedua orang tua (Bapak Nurkholis dan Ibu Laila Mufidah) serta seluruh
keluarga tercinta yang telah mencurahkan cinta dan kasih sayangnya selama
mendidik dan membimbing saya dari kecil dengan penuh keikhlasan dan
kesabaran., hingga tumbuh menjadi seorang dewasa yang kuat dan penuh
tanggung jawab. Terima kasih untuk semua do’a yang selalu mengiringi
perjalananku.
2. Bapak Rofiudin selaku dosen pembimbing skripsi.
3. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga
yang tanpa lelah mendidik dan membina saya selama ini.
4. Almamater tercintaku, IAIN Salatiga.
vi
KATA PENGANTAR
Tiada kata terindah yang dapat penulis sampaikan, selain ucapan
alhamdulillah hirrobil ‘alamin dengan rasa penuh syukur ke hadirat Allah SWT,
karena dengan rahmat, hidayah serta pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaikan
penelitian yang berjudul “ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG
MEMPENGARUHI MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
DENGAN PROFITABILITAS MENJADI VARIABEL INTERVENING” dengan
lancar. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Agung
Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang senantiasa membawa
kita dari zaman jahiliah ke zaman terang benderang.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu tugas mahasiswa dalam mengamalkan
Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu berupa penelitian. Ucapan terimakasih sebesar-
besarnya penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan,
bimbingan dan bantuan dalam berbagai bentuk.
Ucapan terimakasih terutama penulis sampaikan kepada:
1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, [Link]. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri
Salatiga.
2. Bapak Dr. Anton Bawono, [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam IAIN Salatiga.
3. Bapak Ari Setiawan, [Link]. selaku Ketua Program Studi S1 Perbankan Syariah.
4. Bapak Mohammad Rofiudin, [Link]. selaku dosen pembimbing dalam penelitian
ini.
5. Segenap dosen dan staff Program Staudi Perbankan Syariah S1 yang telah
memberikan bekal berbagai teori, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang
sangat bermanfaat bagi penulis.
6. Kedua orang tua tercinta, Bapak Nurkholis dan Ibu Sholikhatun serta keluarga
terkasih, kakak dan sahabat yang telah memberikan doa, dorongan moril dan
materil, serta yang senantiasa selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi penulis
7. UKM LPM DinamikA dan Komunitas Pelajar JABODETABEK sebagai tempat
menimba ilmu selain dalam perkuliahan.
8. Nisa Puspita Arum dan Choirul Umam selaku teman yang telah banyak
membantu tersusunnya skripsi ini.
9. Elza Farenza dan Dwi Rahayu Setiawan selaku sahabat yang telah berjuang
bersama selama proses skripsi ini.
10. Teman-teman seangkatan Program Studi S1 Perbankan Syariah tahun 2017
yang peneliti banggakan
vii
viii
ABSTRAK
Nazrudin, Achmad Candra. 2021. Analisis Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi
Market Share Perbankan Syariah di Indonesia Dengan Profitabilitas
Menjadi Variabel Intervening. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Strata Satu Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negri (IAIN)
Salatiga. Dosen Pembimbing: Mohammad Rofiudin, [Link]
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio
keuangan terhadap market share Perbankan Syariah di Indonesia dengan
profitabilitas menjadi variabel intervenging. Rasio keuangan yang digunakan untuk
penelitian yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Finance (NPF),
Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Capital Adequency Ratio (CAR).
Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif, data yang
digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder dan jenis data nya merupakan
data panel. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 10 Bank Umum
Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode Januari 2018
– Desember 2020. Data penelitian didapatkan pada laporan publikasi triwulan
dengan mengakses situs resmi OJK. Pengolahan data menggunakan aplikasi
Eviews 9. Analisis yang dipakai untuk penelitian ini meliputi uji statistik deskriptif,
uji path analysis, uji asumsi klasik, dan uji kebaikan model.
Hasil uji regresi menunjukan bahwa: 1) Variabel DPK positif signifikan
terhadap profitabilitas; 2) variabel NPF negatif signifikan terhadap profitabilitas; 3)
Variabel FDR positif signifikan terhadap profitabilitas; 4) Variabel CAR positif
signifikan terhadap profitabilitas; 5) Variabel DPK positif signifikan terhadap
market share; 6) Variabel NPF negatif signifikan terhadap market share; 7)
Variabel FDR negatif signifikan terhadap market share; 8) Variabel CAR negatif
signifikan terhadap market share; 9) Variabel profitabilitas negatif signifikan
terhadap market share; 10) Variabel profitabilitas tidak mampu memediasi
hubungan antara DPK terhadap market share; 11) Variabel profitabilitas tidak
mampu memediasi hubungan antara NPF terhadap market share; 12) Variabel
profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara FDR terhadap market
share; 13) Variabel profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara CAR
terhadap market share.
Kata Kunci: Dana Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Financing to Deposit
Ratio, Capital Adequency Ratio, Profitabilitas, Market Share
ix
Daftar ISI
HALAMAN LOGO.............................................................................................................i
HALAMAN JUDUL..........................................................................................................ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................................................iii
PENGESAHAAN ............................................................................................ ii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI ...iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI...............................................................iv
MOTTO........................................................................................................... v
PERSEMBAHAN............................................................................................vi
KATA PENGANTAR..................................................................................... vii
ABSTRAK .......................................................................................................ix
DAFTAR TABEL........................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................................. 8
D. Sistematika Penulisan ............................................................................. 10
BAB II LANDASAN TEORI......................................................................... 12
A. Tinjauan Pustaka ................................................................................... 12
B. Kerangka Teori ..................................................................................... 24
C. Model Penelitian ................................................................................... 34
D. Hipotesis Penelitian ............................................................................... 34
BAB III Metode Penelitian ............................................................................ 45
A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 45
B. Teknik Pengumpulan Data..................................................................... 46
C. Definisi Konsep dan Oprasional............................................................. 48
D. Teknik Analisis ..................................................................................... 51
E Uji Kebaikan Model .............................................................................. 55
F. Uji Validitas Pengaruh(Uji T) ................................................................ 56
BAB IV ANALISIS DATA ............................................................................ 58
A. Deskripsi Objek Penelitian .................................................................... 58
x
B. Uji Kebaikan Model .............................................................................. 67
C. Pembahasan .......................................................................................... 76
BAB V PENUTUP ......................................................................................... 89
A. Kesimpulan ........................................................................................... 89
B. Implikasi dan Keterbatasan .................................................................... 89
C. Saran .................................................................................................... 90
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 1 perkembangan market share perbankan syariah ................................... 2
Tabel 1 2 reaserch gep ..................................................................................... 15
Tabel 3. 1 Proses pengambilan Sampel ............................................................. 47
Tabel 3. 2 Sampel Bank Umum Syariah ........................................................... 48
Tabel 3. 3 Definisi Konsep dan Oprasional ....................................................... 50
Tabel 4. 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif ............................................................ 59
Tabel 4. 2 Regresi Model pertama ................................................................... 61
Tabel 4. 3 Regresi Model Kedua ..................................................................... 61
Tabel 4. 4 Analisis Jalur .................................................................................. 63
Tabel 4. 5 Hasil Uji Multikolinearitas .............................................................. 65
Tabel 4. 6 Uji Heteroksidasitas Glesjer ............................................................. 66
Tabel 4. 7 Uji Autokorelasi Durbin Watson ..................................................... 66
Tabel 4. 8 Menentukan Adanya autokorelasi atau tidak .................................... 67
Tabel 4. 9 Hasil Uji R Square .......................................................................... 67
Tabel 4. 10 Hasil Uji F Simultan ...................................................................... 68
Tabel 4. 11 Hasil Uji T Regresi 1 ..................................................................... 69
Tabel 4. 12 Hasil Uji T regresi 2 ...................................................................... 70
Tabel 4. 13 Ringkasan Hasil Uji Hipotesisi....................................................... 75
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Hasil Uji Jarque Bera Pertama..........................................................53
Gambar 4.2 Hasil Uji Jarque Bera Kedua.............................................................53
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam membantu perekonomian negara, perbankan syariah menjadi
bagian penting dari sistem perbankan nasional untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi di Indonesia (Saputra, 2016). Bank syariah berperan sebagai lembaga
yang mendorong pembangunan nasional, memiliki peran utamanya yaitu
sebagai mediasi antara masyarakat pemilik dana dan yang membutuhkan dana,
kegiatan nya berupa menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana
kepada masyarakat (Almunawaroh & Merliana, 2018). Fungsi perbankan
syariah secara tidak langsung adalah sebagai perekat ukhuwah islamiyah,
artinya secara bersama-sama mencoba menghindari riba yang dilarang dalam
agama. Fungsi lainnya ialah menjadi fasilisator jaringan bisnis ekonomi
kerakyatan, memberdayakan ekonomi umat, memperkuat arus utama ekonomi
dan mendorong penurunan spekulasi di pasar keuangan. Terlebih di Indonesia
hampir 80% nya beragama islam, sudah waktunya umat islam diberdayakan
dengan baik untuk dapat mendorong perekonomian negara.
Peranan dan fungsi penting yang dimiliki bank syariah dalam setiap
aspek, maka bank hendaknya menjaga kepercayaan masyarakat guna
memperluas market share(Adelia et al., 2018). Pangsa pasar atau market share
mengambarkan presentase total penjualan pada industri, pangsa pasar adalah
bagian pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan(Maula, 2018). Oleh karena
itu untuk mengukur kinerja bank syariah, market share rasio bisa digunakan
sebagai indikator dalam mengukurnya. Besarnya market share bank syariah
1
menunjukan besar dan luas nya fungsi dari perbankan syariah ini untuk
membantu perekonomian nasional.
Market share perbankan syariah terbilang cukup kecil, per April 2020
market share bank syariah hanya 6,51%, meskipan mengalami kenaikan dari
tahun sebelumnya yaitu per April 2019 market share hanya mencapai 8%.
Market share perbankan syariah masih rendah dikarenakan terkait dengan
lemah nya di industri perbankan, keuangan lemah dan profitabilitas yang
rendah, kurangnya liquiditas, basis modal rendah dan tingkat teknologi yang
minim(Ubaidi, 2020). Dilansir dari OJK(Otoritas Jasa Keuangan) pertumbuhan
market share untuk lembaga keuangan syariah yang ditargetkan pemerintah
indonesia pada tahun 2023-2024 mencapai 20%, target yang terbilang masih
sangat jauh, terlebih target yang ingin dicapai kurang lebih hanya 3 tahun.
Tabel 1 1
Perkembangan Market Share Perbankan Syariah Dalam 5 Tahun
Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Market 4,87 5,30 5,74 5,72 5,95 6,51
Share
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2020
Pada tabel 1.1, pertumbuhan pangsa pasar bank syariah kecendrungan
mengalami peningkatan setiap tahunnya. indikasi positif untuk kinerja
perbankan syariah dalam 5 tahun terakhir, terlebih target pertumbuhan market
share untuk perbankan syariah yang ditetapkan pemerintah sebesar 20% pada
tahun 2023-2024. Pada tahun 2011 market share bank syariah hanya sebesar
2
3,98%, dalam kurang lebih 10 tahun terakhir pertumbuhan market share bank
syariah hanya mengalami kenaikan sebesar 5,05%.
Dilihat dari kacamata historis sangat sulit menaikan market share untuk
mencapai target dari pemerintah, yang kurang lebih hanya 3 tahun, untuk
mendukung tercapainya target tersebut maka masing-masing pihak dari
perbankan syariah baik BUS (Bank Umum Syariah) ataupun UUS ( Unit usaha
Syariah) harus meningkatkan kinerja keuangannya. RMP (Relative market
power) dapat dipakai dalam memprediksi hubungan antara market share
perusahaan dan kinerjanya (Ubaidi, 2020). Beberapa rasio kinerja keuangan
yang yang dijadikan indikator untuk mengukur tingkat market share dalam
penelitian ini antara lain, DPK (Dana Pihak Ketiga), NPF (Non Performing
Financing), FDR ( Finance to Deposit Ratio), dan CAR (Capital Adequency
Ratio). Teori RMP ini juga mendukung adanya hubungan positif antara market
share dan profitabilitas bank (Widiasari & Pangestuti, 2016), maka dari itu
rasio profitabilitas yang diukur menggunakan indikator ROE (Return on
Equity) digunakan sebagai variabel intervening, yang secara tidak langsung
ikut mempengaruhi market share.
Rasio profitabilitas adalah sejumlah laba yang didapatkan oleh bank,
tingkat profitabilitas perusahaan memiliki hubungan terhadap market share,
jumlah laba yang didapatkan mencerminkan jumlah pangsa nya didalam
industri (Fadma, 2020). Melalui pengelolaan keuangan yang efisien, dapat
mendapatkan profitabilitas yang optimal(Setyowati et al., 2019), dalam hal ini
3
ROE diproksikan sebagai profitabilitas, ROE digunakan untuk melihat
kemampuan bank syariah untuk menghasilkan keuntungan setelah pajak
dengan menggunakan modal sendiri. kemampuan dalam mendapatkan
keuntungan menggunakan modal sendiri ditunjukan dalam rasio ROE
(Setyowati et al., 2019). Pengaruh dari ROE terhadap market share dapat
dilihat dari peningkatan pendapatan atau laba yang seimbang dengan jumlah
modal yang ditambahkan. Penelitian terdahulu tentang pengaruh dari ROE
terhadap market share, dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kisworo et al.,
2021;Halin et al., 2017; Fadma, 2020;Ubaidi, 2020) menyatakan ROE positif
signifikan terhadap market share. tetapi dalam penelitian yang dilakukan oleh
(Mizan, 2018) menyatakan ROE negatif terhadap market share.
DPK (Dana Pihak Ketiga) adalah dana yang dihimpun dari masyrakat
dalam bentuk giro, tabungan, dan simpanan berjangka, jumlah dana yang
berhasil dihimpun akan menentukan besarnya pangsa pasar perbankan syariah,
semakin besarnya jumlah rasio Dana Pihak Ketiga maka market share akan
mengalami peningkatan (Asriningrum, 2019). Karena DPK berkaitan langsung
dengan masyarakat, oleh karena itu perkembangan bank dipengaruhi oleh
kemampuannya menyerap dana dari masyarakat. Beberapa penelitian
terdahulu tentang DPK terhadap market share. dimana penelitian dari
(Wulandari & Anwar, 2019;Lestiyaningsih, 2017; Dewi, 2020; Asriningrum,
2019; Siswandi, 2020) secara bersama-sama menunjukan jika DPK positif
signifikan terhadap market share.
4
NPF (Non Performing Financial) diproksikan untuk melihat kualitas
aktiva, karena akan mencerminkan risiko pembiayaan. Semakin meningkatnya
rasio NPF, maka itu akan menunjukan kualitas pembiayaan nya yang buruk (E.
S. Siregar, 2016). Tingkat kesehatan pembiayaan ini juga akan berdampak
jumlah profitabilitas yang didapatkannya, secara tidak langsung akan ikut
berdampak pada pencapaian pangsa pasar bank syariah. Penelitian terkait
mengenai NPF terhadap market share. dimana penelitian dari (I. B. Siregar,
2018) dan (Asriningrum, 2019) dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa
NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap NPF, sedangkan penelitian yang
dilakukan oleh (Maula, 2018;Purboastuti et al., 2016; Ludiman & Mutmainah,
2020) menunjukan hasil NPF negatif signifikan terhadap market share.
FDR (Finance to deposit ratio) digunakan bank sebagai rasio yang
mengukur tingkat rasio likuiditas bank dalam memenuhi hak deposan (Fatihin
et al., 2020). Semakin tinggi rasio FDR menyatakan bahwa semakin banyak
dana yang disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan, semakin banyak
pembiayaan yang disalurkan semakin besar market share nya dalam pasar.
Penelitian tentang FDR terhadap market share yang dilakukan oleh (Fatihin et
al., 2020), (Lestiyaningsih, 2017) menunjukan hasil FDR berpengaruh positif
signifikan terhadap market share, sementara beberapa penelitian yang
dilakukan oleh (Purboastuti et al., 2016) dan (Agista, 2016) menjelaskan FDR
negatif signifikan terhadap market share.
5
CAR (Capital Adequency Ratio) merupakan rasio permodalan yang
menunjukan kemampuan bank dalam menyediakan dana dan menjaga risiko
kerugian dana yang disebabkan oleh oprasional bank. CAR menunjukkan
sejauh mana penurunan assets bank masih dapat ditutup oleh equity bank yang
tersedia. Semakin tinggi CAR semakin baik kondisi sebuah bank (Ludiman &
Mutmainah, 2020). Karena dengan modal yang cukup, bank dapat melakukan
ekspansi untuk bisa meningkatkan market share nya. Penelitian terdahulu
tentang CAR terhadap market share yang dilakukan oleh (Rohman & Karsinah,
2018) dan (Saputra, 2016) mereka menunjukan CAR mempunyai dampak
positif signifikan terhadap market share, sementara penelitian yang dilakukan
oleh (Ludiman & Mutmainah, 2020; Lestiyaningsih, 2017;Maula, 2018)
menyebutkan bahwa CAR negatif signifikan terhadap market share.
Perbedaan penelitian ini dibanding penelitian yang terdahulu mengenai
market share bank syariah ialah dengan menggunakan profitabilitas yang
menggunakan indikator ROE dijadikan variabel intervening, definisi variavel
intervening secara tidak langsung berpengaruh dengan indikator seperti DPK,
NPF, FDR, dan CAR terhadap market share.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti akan melakukan
penelitian dengan tema “Analisis Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi
Market Share Perbankan Syariah Di Indonesia dengan Profitabilitas
Menjadi Variabel Intervening”
6
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijabarkan, market share atau pangsa
pasar perbankan syariah masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan bank
umum di Indonesia. terlebih pemerintah telah menargetkan market share untuk
perbankan syariah sebesar 20% pada tahun 2023-2024. Ada beberapa faktor
keuangan yang bisa dijadikan acuan untuk dapat mempengaruhi market share,
meskipun faktor tersebut masih terdapat perbedaan hasil penelitian. Berdasarkan
hal tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dijadikan dalam bentuk
pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana DPK mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?
2. Bagaimana NPF mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?
3. Bagaimana FDR mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?
4. Bagaimana CAR mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?
5. Bagaimana DPK mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah
di Indonesia?
6. Bagaimana NPF mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah di
Indonesia?
7. Bagaimana FDR mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah
di Indonesia?
8. Bagaimana CAR mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah
di Indonesia?
9. Bagaimana profitabilitas mempengaruhi pertumbuhan market share bank
syariah di Indonesia?
10. Bagaimana DPK mempengaruhi market share bank syariah Indonesia
melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?
7
11. Bagaimana NPF mempengaruhi market share bank syariah Indonesia
melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?
12. Bagaimana FDR mempengaruhi market share bank syariah Indonesia
melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?
13. Bagaimana CAR mempengaruhi market share bank syariah Indonesia
melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini
bertujuan untuk menguji:
a. Menganalisis bagaimana DPK mempengaruhi profitabilitas Bank
syariah di Indonesia
b. Menganalisis bagaimana NPF mempengaruhi terhadap
profitabilitas Bank syariah di Indonesia
c. Menganalisis bagaimana FDR mempengaruhi terhadap
profitabilitas Bank syariah di Indonesia
d. Menganalisis bagaimana CAR mempengaruhi terhadap
profitabilitas Bank syariah di Indonesia
e. Menganalisis bagaimana DPK mempengaruhi terhadap market
share Bank Syariah di Indonesia
f. Menganalisis bagaimana NPF mempengaruhi terhadap market
share Bank Syariah di Indonesia
g. Menganalisis bagaimana FDR mempengaruhi terhadap market
share Bank Syariah di Indonesia
h. Menganalisis bagaimana CAR mempengaruhi terhadap market
share Bank Syariah di Indonesia
8
i. Menganalisis bagaimana profitabilitas mempengaruhi terhadap
market share Bank Syariah di Indonesia
j. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi
hubungan antara DPK terhadap market share
k. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi
hubungan antara NPF terhadap market share
l. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi
hubungan antara FDR terhadap market share
m. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi
hubungan antara CAR terhadap market share
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Peneliti:
Diharapkan melalui penelitian ini, peneliti mendapatkan pengetahuan
baru tentang variabel yang diteliti melalui literatur yang telah didapatkan
serta dapat berbagi ilmu dengan yang lain.
b. Bagi Perguruan Tinggi:
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi mahasiswa lain
untuk dikembangkan kembali menjadi penelitian yang baru.
c. Bagi Perusahaan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan refrensi mengenai pengaruh
DPK, NPF, FDR, dan profitabilitas terhadap pertumbuhan market share,
sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kinerja keuangan
Bank Syariah di Indonesia.
9
D. Sistematika Penulisan
BAB I: PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi penjelasan latar belakang yang melandasi untuk melakukan
penelitian ini. Berisikan alasan serta studi empiris untuk menunjang penelitian
serta diperkuat dengan teori yang terkait. Perumusan masalah membahas
tentang merumuskan masalah yang terjadi dari yang ingin diteliti berdasarkan
fenomena gep yang sedang terjadi serta diharapkan mampu mendapatkan
jawaban dari penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian membahas
tentang hal apa yang ingin dituju dalam penelitian yang dilakukan. Manfaat
penelitian ialah dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat berguna bagi
banyak pihak, dan juga menjadi landasan literasi untuk dikembangkan kembali
menjadi penelitian yang baru dan lebih sesuai dengan zaman nya.
BAB II: LANDASAN TEORI
Bab yang menjelaskan tentang teori dan konsep yang mendukung dengan
penelitian yang akan dilakukan. Penelitian terdahulu adalah kumpulan
penelitian terkait yang sudah pernah diteliti, dijadikan sebagai dasar untuk
referensi yang akan dikaji dalam penelitian, disajikan dalam tabel research
gep. Hipotesis adalah jawaban sementara yang berdasarkan beberapa teori
untuk dibuktikan kebenarnnya.
BAB III : METODELOGI PENELITIAN
Bab ini menjelasken metode yang digunakan dalam penelitian guna
membuktikan hipotesis yang telah disusun. Metode yang digunakan terdiri dari
10
jenis penelitian, objek yang diteliti, data yang digunakan, definisi dan konsep
serta teknik analisis yang digunakan.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Membahas tentang deskripsi objek penelitian, analisis data, serta hasil dari
penelitian yang telah dilakukan.
BAB V : PENUTUP
Berisi uraian kesimpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dan
saran untuk penelitian selanjutnya dari hasil penelitian, agar penelitian dengan
tema terkait terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya.
11
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
Kumpulan studi empiris yang memiliki keterkaitan dengan judul
penelitian ini telah dilakukan oleh para peneliti sebelum. Hasil dari penelitian
terdahulu akan dijadikan sebagai dasar literasi dan perbandingan dalam
penelitian ini. Secara sederhana, hasil penelitian terdahulu dirangkum dalam
uraian sebagai berikut;
a. DPK terhadap Profitabilitas
Penelitian terkait hubungan DPK dengan Profitabilitas yang telah diteliti
oleh (Asiyah et al., 2018) teknik analisis regresi berganda digunakan untuk
menguji pengaruh antara DPK terhadap profitabilitas. Dari penelitian
tersebut memiliki hasil bahwa DPK positif sginifikan terhadap
profitabilitas. Sementara penelitian oleh (Putri & Farida, 2019) variabel
yang dianalisa adalah DPK dan Pembiayaan profitabilitas, teknik analisis
berganda digunakan untuk menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa DPK
negatif terhadap profitabilitas.
b. CAR terhadap Profitabilitas
Penelitan terkait hubungan antara CAR dengan profitabilitas yang diteliti
oleh (Ayuni, 2017) menganalisa tentang CAR, LDR, CIC terhadap
profitabilitas, teknik analisis regresi berganda digunakan untuk melihat
hasil bahwa CAR positif terhadap profitabilitas. Dalam penelitian
12
(Adiputra, 2017) variabel yang diteliti yaitu CAR, NPF, FDR BOPO.
Menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan kesimpulan bahwa
CAR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.
c. NPF terhadap Profitabilitas
Penelitian tentang NPF dengan profitabilitas yang dilakukan (Mayndarto,
2020) variabel yang diteliti ialah Pembiayaan dan NPF, dengan
menggunakan teknik analisis Path Analysis menghasilkan kesimpulan
bahwa NPF negatif terhadap profitabilitas. Sementara penelitian oleh
(Rahman & Safitrie, 2018) menggunakan teknik analisis regresi berganda
menghasilkan kesimpulan NPF positif signifikan terhadap profitabilitas.
d. FDR terhadap Profitabilitas
Penelitian terdahulu tentang FDR dengan profitabilitas yang dilakukan oleh
Rahmani, (2017) meneliti variabel NPF dan FDR dengan profitabilitas,
dengan menggunakan teknik analisis regresi bergada menghasilkan
kesimpulan FDR positif signifikan terhadap profitabilitas. Sementara
penelitian yang dilakukan Adiputra, (2017) menganalisa variabel FDR,
NPF, BOPO dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda
menghasilkan kesimpulan bahwa FDR negatif terhadap profitabilitas.
e. DPK terhadap Market Share
Penelitian tentang DPK terhadap market share yang diteliti oleh Wulandari
& Anwar, (2019), I. B. Siregar, (2018) meneliti tentang DPK dengan market
13
share menggunakan teknik analisis regresi berganda menghasilkan sebuah
kesimpulan bahwa DPK positif signifikan terhadap market share.
f. Profitabilitas terhadap Market Share
Penelitian tentang profitabilitas terhadap market share yang sudah diteliti
Setyowati et al., (2019), Fadma, (2020), Kisworo et al., (2021) variabel yang
diteliti ialah profitabilitas dengan market share secara serentak
menggunakan teknik analisis regresi berganda, menghasilkan kesimpulan
profitabilitas berpengaruh positif terhadap market share. Sementara
penelitian oleh (Ubaidi, 2020) meneliti tentang profitabilitas dengan market
share menggunakan efisiensi sebagai variabel moderasi, teknik analisis
regresi berganda yang digunakan dalam menghasilkan kesimpulan bahwa
profitabilitas positif signifikanterhadap market share.
g. NPF terhadap Market Share
Penelitian yang membahas tentang variabel NPF dengan market share
dilakukan oleh Maula, (2018) Purboastuti et al., (2016) Ludiman &
Mutmainah, (2020) meneliti tentang NPF dengan market share dengan
teknik analisis regresi berganda, mendapatkan kesimpulan bahwa NPF
negatif signifikan terhadap market share. Sementara penelitian oleh
Siregar, (2018) meneliti pengaruh NPF ke market share menggunakan
teknik analisis regresi berganda, mendapatkan kesimpulan bahwa NPF
berpengaruh positif terhadap market share.
14
h. FDR terhadap market share
Penelitian terdahulu tentang FDR dengan market share yang diteliti oleh
Maula, 2018; Purboastuti et al.,;2016;Agista, 2016) meneliti pengaruh FDR
ke market share menggunakan teknik analisis regresi berganda
mendapatkan hasil bahwa FDR negatif signifikan terhadap market share.
Sementara penelitian oleh Fatihin et al., (2020) Lestiyaningsih, (2017) hasil
yang didapatkan berbeda yaitu FDR positif signifikan terhadap market
share.
i. CAR terhadap Market Share
Penelitian terkait tentang CAR terhadap market share yang dilakukan oleh
Ludiman & Mutmainah, (2020) Maula, (2018) meneliti tentang CAR ke
market share dengan teknik analisis regresi berganda, mendapatkan hasil
CAR negatif signifikan terhadap market share. Sementara penelitian oleh
Rohman & Karsinah, (2018) Saputra, (2016) mendapatkan hasil yang
berbeda dengan teknik analisis regresi berganda yaitu bahwa CAR
berpengaruh positif terhadap market share.
Tabel 2.1
Tabel Reaserch Gap
NO Peneliti & Tahun Teknik Variabel Hasil
Analisis
Independen Dependen
Isu: Pengaruh DPK Terhadap profitabilitas
15
1 Asiyah et al., (2018) Uji Regresi X1:DPK Y: ROE DPK
Berganda X2: Liability Positif
signifikan
terhadap
profitabilitas
2 Putri & Farida, (2019) Uji Regresi X1: DPK Y: ROE DPK
Linier X2: Pembiayaan negatif
Berganda signifikan
terhadap
profitabilitas
3 Aldinawari, (2020) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK positif
Berganda signifikan
X2: NPF
terhadap
profitabilitas
4 Utami, (2020) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK
Berganda X2: CAR Positif
Signifikan
X3: NPf
terhadap
X4: BOPO
profitabilitas
5 Sukma, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK negatif
Berganda signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: NPL profitabilitas
Isu: Pengaruh CAR Terhadap profitabilitas
1 Ayuni, (2017) Regresi Linier X1: CAR Y: ROE CAR
Berganda
X2: LDR positif
X3: CIC
signifikan
terhadap
profitabilitas
16
2 Saputri & Oetomo,(2016) Regresi Linier X1: Car Y: ROE CAR
Berganda X2: BOPO positif
X3: FDR signifikan
terhadap
X4: NPL
profitabilitas
3 Rahmani, (2017) Regresi Linier X1: FDR Y: ROE CAR
Berganda X2: CAR positif
signifikan
terhadap
profitabilitas
4 Adiputra, (2017) Regresi Linier X1: NPF Y: ROE CAR
Berganda
X2: CAR negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: BOPO
profitabilitas
5 Sukma, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE CAR
Berganda
X2: CAR negatif
X3: NPL signifikan
terhadap
profitabilitas
Isu: Pengaruh NPF Terhadap Profitabilitas
1 Mayndarto, (2020) Analisa Jalur X1: Pembiayaan Y: ROE NPF
X2: NPF negatif
signifikan
terhadap
profitabilitas
17
2 Anggraeny, (2020) Regresi Linier X1: FDR Y: ROE NPF
Berganda negatif
X2: NPF
terhadap
profitabilitas
3 Inayatillah & Regresi Linier X1: Pembiayaan Y: ROE NPF
Subardjo, Berganda
X2: NPF negatif
(2017)
X3: FDR terhadap
X4: Jual Beli profitabilitas
4 Safietrie, (2017) Analisa Jalur X1: Dewan Y: ROE NPF
komisaris
negatif
X2: NPF
signifikan
terhadap
profitabilitas
5 Rahman & Safitrie, Regresi Linier X1:NPF Y: ROE NPF
(2018) Berganda
X2:DKI positif
signifikan
terhadap
profitabilitas
Isu: Pengaruh FDR Terhadap profitabilitas
1 (Rahmani, 2017) Regresi Linier X1: CAR Y: ROE FDR
Berganda X2: FDR positif
signifikan
terhadap
profitabilitas
2 inayatillah & Subardjo, Regresi X1:NPF Y: ROE FDR
(2017) Linier positif
X2: FDR
Berganda
signifikan
X3: Pembiayaan
terhadap
18
X4: Jual Beli profitabilitas
3 Saputri & Oetomo,(2016) Regresi X1: CAR Y: ROE FDR
Linier X2: BOPO positif
Berganda
X3: FDR signifikan
terhadap
X4: NPL
profitabilitas
4 Adiputra, (2017) Regresi X1:NPF Y: ROE FDR
Linier X2: FDR negatif
Berganda
X3: BOPO signifikan
terhadap
profitabilitas
5 Anggraeny, (2020) X1: NPF Y: ROE FDR Positif
signifikan
X2: FDR
terhadap
profitabilitas
Isu: Pengaruh DPK Terhadap Market Share
1 Wulandari & Regresi X1: DPK Y:Market DPK
Anwar,(2019) Linier Share
X2: Pembiayaa positif
Berganda
n signifikan
terhadap
market share
2 Siregar (2018) Regresi X1: DPK Y:Market DPK positif
Linier Share signifikan
X2: CAR
Berganda terhadap
X3: NPF market share
X4: ROA
19
3 Lestiyaningsih, (2017) Regresi X1: DPK Y: Market DPK positif
Linier Share signifikan
X2: CAR
Berganda terhadap
X3: FDR market share
X4: NPF
X5: ROA
4 Dewi (2020) Regresi X1: DPK Y: Market DPK
Linier X2: CAR Share positif
Berganda signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market share
5 Asriningrum, (2019) Regresi X1: DPK Y: Market DPK positif
Linier Share signifikan
X2: NPF
Berganda terhadap
X3: ROA market share
Isu: Pengaruh profitabilitas Terhadap Market Share
1 Setyowati et al., (2019) Regresi X1:ROA Y: Market profitabilitas
Linier Share positif
X2: ROE
Berganda signifikan
X3: BOPO terhadap
market share
X4: Inflasi
2 Fadma, (2020) Regresi X1: ROA Y: Market profitabilitas
Linier Share positif
X2: NPF
Berganda signifikan
X3: ROE terhadap
market share
3 Kisworo et al., (2021) Regresi X1: ROA Y: Market profitabilitas
Linier X2: CAR Share positif
Berganda signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: NPF market share
X5: ROE
20
4 Ubaidi, (2020) Regresi X1: ROA Y: Market Profitabilitas
Linier Share positif
X2: ROE
Berganda Signifikan
Z: Efisiensi terhadap
market share
5 Mizan, (2018) X1: ROA Y: Market profitabilitas
Share negatif
Regresi X2: ROE
signifikan
Linier
X3: EPS terhadap
Berganda
market share
Isu: Pengaruh NPF Terhadap Market Share
1 Siregar, (2018) Regresi X1: NPF Y: Market NPF positif
Linier Share signifikan
X2: ROA
Berganda terhadap
X3: DPK
market share
2 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market NPF
Berganda X2: CAR Share negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market share
3 Purboastuti et al., (2016) Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF negatif
Berganda Share signifikan
X2: DPK
terhadap
X3: ROA market share
X4: FDR
21
4 Ludiman & Mutmainah, Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF negatif
(2020) Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3 FDR
market share
X4: ROA
5 Asriningrum, (2019) Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF
Berganda X2: DPK Share negatif
signifikan
X3: ROA
terhadap
market share
Isu: Pengaruh FDR Terhadap Market Share
1 Fatihin et al., (2020) Regresi X1: FDR X2: Y: Market FDR positif
Linier Suku bunga X3: Share signifikan
Berganda Inflasi terhadap
market share
X4: ROA
2 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market FDR negatif
Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR
market share
X4: ROA
3 Purboastuti et al., (2016) Regresi Linier X1: NPF X2: Y: Market FDR
Berganda DPK Share negatif
signifikan
X3: ROA X4:
terhadap
FDR
market share
4. Agista, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y:Market FDR negatif
Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: NPF market share
X4: ROA
22
5 Lestiyaningsih, (2017) Regresi Linier X1: DPK Y: Market FDR
Berganda X2: CAR Share positif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: NPF market share
X5: ROA
Isu: Pengaruh CAR Terhadap Market Share
1 Rohman & Karsinah, Regresi Linier X1: ROA Y: Market CAR
(2018) Berganda Share positif
X2: CAR
signifikan
X3: FDR terhadap
market
X4: NPF X5:
share
BOPO
2 Saputra, (2016) Regresi Linier X1:ROA Y: Market CAR positif
Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR market share
X4: NPF
3 Ludiman & Mutmainah, Regresi Linier X1: NPF Y: Market CAR
(2020) Berganda X2: CAR Share Negatif
signifikan
X3 FDR
terhada
X4: ROA market
share
4 Lestiyaningsih, (2017) Regresi Linier X1: DPK Y: Market FDR negatif
Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR market share
X4: NPF
X5: ROA
23
5 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market CAR
Berganda X2: CAR Share Negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market
share
B. Kerangka Teori
1. Teori Kekuatan Pasar (Market Power Theory)
Pasar (market) menurut Mankiw adalah bertemunya penjual dan
pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi barang ataupun jasa
(Gregory, 2003). Setiap perusahaan masing-masing menawarkan produk
untuk dapat bersaing didalam sebuah pasar, yang bertujuan untuk
memenangkan persaingan antar pelaku pasar. Dalam hal ini bank syariah
menawarkan produk keuangan yang dimilikinya kepada nasabah.
Teori kekuatan pasar dalam industri perbankan menunjukan bahwa
struktur pasar dipengaruhi oleh kinerja bank(Tregenna, 2009), semaikin
baik posisi bank syariah didalam pasar tersebut maka mereka akan mudah
untuk mendapatkan profitabilitas, semakin mudah mendapatkan
profitabilitas semakin besar kesempatan bank syariah untuk ekspansi
usahanya untuk mendapatkan nasabah baru guna memperbesar market
share nya.
Menurut Tregenna (2009) Terdapat dua pendekatan untuk
menentukan pangsa pasar, yaitu menggunakan struktur prilaku kinerja
(structure conduct performance) dan teori efisiensi. Struktur prilaku
24
kinerja menyatakan bahwa untuk meningkatkan profitabilitas, maka bank
harus meningkatkan konsentrasi kekuatan pasar mereka di industri
perbankan. Bank yang mendapatkan kosentrasi pasar yang tinggi akan
menerima keuntungan diatas rata-rata pesaing lainnya, Sedangkan teori
efisiensi menurut Setiawan (2009) kinerja perusahaan serta market share
mampu dipengaruhi oleh efisiensi operasional.
2. Pangsa Pasar (Market Share)
Menurut Siregar (2016) pangsa pasar bisa diartikan perusahaan yang
menguasai sebagian dari bagian pasar yang ada. Jika pangsa pasar yang
didominasi perusahaan kecil menunjukan perusahaan tidak mampu
menghadapi persaingan didalam industrinya(E. S. Siregar, 2016). Dalam
rangka memperbesar market share, perbankan syariah bersiap memulai
tahap baru dalam industrinya (Kisworo et al., 2021). Berbagai strategi
terus dilakukan oleh setiap perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan
market share perusahaan nya. Pasar potensial bank syariah masih sangat
besar, dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87%, jumlah yang
sangat besar jika terserap kedalam market share bank syariah.
Maula,(2018) menjelaskan bahwa market share merupakan
presentase volume total penjualan dalam industri. Market share dapat
dijadikan indikator meningkatnya kinerja suatu perusahaan, semakin baik
kinerja semakin meningkat market share perusahaan.
25
Secara sederhana, market share perbankan syariah ialah total
presentase dari luasnya pasar yang berhasil dikuasi dari total pasar industri
perbankan nasional (Dewi, 2020), dalam hal ini adalah presentase total
nasabah yang dilayani dari keseluruhan masyarakat Indonesia. Semakin
besar presentase pangsa pasarnya, maka makin besar fungsi serta perannya
bagi perekonomian nasional, dan semakin besar pula keuntungan yang
didapatkan. Ketika market share mencapai 15%, umumnya baru akan
muncul pengaruhnya terhadap pasar. Pada tingkat 25% hingga 30 % maka
derajat monopoli menjadi signifikan, yang artinya pengaruh terhadap
industri mulai terlihat, dan pada tingkat 40%-50% sudah dikategorikan
mempunyai market power yang besar (Lestiyaningsih, 2017). Apabila jika
market share kecil kurang dari 15% menandakan bahwa perusahaan
kurang mampu bersaing terhadap kompetitor nya didalam pasar.
Market share perbankan syariah secara perhitungan ialah:
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐚𝐫𝐢𝐚𝐡
Market share = 𝑋100%
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒆𝒕 𝑷𝒆𝒓𝒃𝒂𝒏𝒌𝒂𝒏 𝑵𝒂𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍
3. Dana Pihak Ketiga (DPK)
DPK adalah dana yang dihimpun dari masyarakat yang sengaja
dititipkan kepada bank syariah untuk dikelola dan diharapkan mendapat
keuntungan setelahnya. Dana yang paling digunakan oleh bank dan
menjadi sumber dana terbesar berasal dari DPK, total dari jumlah dana
yang dimiliki bank syariah, 80%-90% berasal Dana Pihak Ketiga yang
dikelola oleh bank (Asriningrum, 2019). Perkembangan setiap bank sangat
dipengaruhi oleh kemampuan nya menghimpun dana dari
26
masyarakat(Wulandari & Anwar, 2019). Jumlah dana pihak ketiga yang
berhasil dikumpulkan oleh bank akan mempengaruhi kemampuanya
dalam menyalurkan kredit.
Beberapa jenis sumber dana pihak ketiga yang dihimpun dari
masyarakat yaitu:
1. Giro
Merupakan bentuk simpanan yang pengambilannya dapat
menggunakan cek, bilyet giro dan juga dengan pemindah bukuan
(Nurfidayani, 2020). Giro dalam bank syariah menggunakan
skema wadiah dan mudharabah. Giro wadiah mennggunakan akad
penitipan, dengan ketentuan penitip dana memperbolehkan
pengelola dana untuk memanfaatkan dana tersebut untuk di
invesatsikan dan bank wajib mengembalikan dana tersebut apabila
pemilik dana ingin menarik dana tersebut. Giro mudharabah
dengan skema kerja sama antara dua pihak yaitu bank syariah yang
menjadi pengelola dana dan nasabah sebagai pemilik modal
dengan pembagian keuntungan berdasarkan dengan kesepakatan
pada saat akad.
2. Tabungan
suatu jenis layanan bank untuk menyimpan dana dari nasabah
yang sengaja dititipkan kepada bank. Dalam sistemnya, tabungan
memperoleh hasil pasti (fixed return), dalam bank syariah
27
tabungan menggunakan akad wadiah dan mudharabah yang
pengambilannya dilakukan menurut syarat tertentu sesuai dengan
kesepakatan dengan bank.
3. Deposito
dalam bank syariah disebut dengan rekening investasi atau
simpanan investasi (Husaeni, 2017). Rekening tersebut
mempunyai tanggal jatuh tempo yang berbeda sesuai dengan
kesepakatan di awal.
Perhitungan untuk mendapatkan jumlah DPK ialah
DPK = Giro + Tabungan + Deposito
3. Net Performing Finance (NPF)
NPF dalam perbankan syariah digunakan untuk melihat jumlah
pembiayaan bermasalah yang terjadi, semakin besar rasio NPF sebuah
bank akan mengindikasikan banyak kredit yang bermasalah, juga dapat
mempengaruhi permodalan, karena bank harus memenuhi
PPAP(Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) yang terbentuk(E. S.
Siregar, 2016). Dalam mengatur kinerja perbankan untuk mengatur risiko
pembiayaan yang dilakukan dapat ditunjukan oleh rasio NPF(Munir,
2018). Nilai NPF yang rendah akan menunjukan kinerja yang baik dari
bank syariah dalam pengelolaan pembiayaan bermasalah, rendahnya nilai
NPF maka pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam jumlah kecil, dan
akan berdampak kepada keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang
28
didapatkan menurun maka bank syariah tidak dapat memperkuat
kosentrasi mereka dipasar untuk menaikan market share.
NPF dapat dinilai berdasarkan kolektibilitasnya, kolektabilitas
digunakan untuk meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah yang akan
terjadi. Maka dalam hal ini kolektibilitas kredit dibagi kedalam lima
kategori yaitu: lancar (pass), dalam perhatiaan khusus (special mention),
kurang lancar ( substandar), diragukan (doubtful), dan macet (loss)
(Sanrego, 2016). Berdasarkan penilaian dari kolektibilitasnya, maka
dikategorikan kredit bermasalah adalah kredit yang sudah masuk dalam
kategori perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet.
(Siamat, 2005) dalam bukunya menjelaskan pembiayan bermasalah
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Faktor internal
Berhubungan dengan kebijakan dan strategi dari pihak bank syariah
a. Penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur pembiayaan, bank
terkadang tidak mengikuti pedoman yang ada saat melakukan
prosedur penyaluran pembiayaan.
b. Kurang nya pengawasan terhadap sistem administrasi dan
pengawasan kredit, dapat dilihat dari dokumen pembiayaan debitur.
Berkas pembiayaan kurang memenuhi persyaratan, dan pemantauan
terhadap usaha debitur tidak dilakukan secara berkala. Pengawasan
yang lemah terhadap sistem administrasi menyebabkan pembiayaan
29
yang memiliki potensial akan bermasalah dan tidak dapat dilacak
secara dini.
2. Faktor eksternal
Terkait dengan usaha debitur yang menjadi penyebab pembiayaan
bermasalah antara lain adalah:
a. Penurunan kegiatan ekonomi dan suku bunga yang tinggi,
disebabkan adanya kebijakan kenaikan suku bunga atau daya
beli masyarakat menurun yang dapat menyebabkan
pembiayaan bermasalah.
b. Kegagalan usaha debitur, disebabkan oleh manajemen yang
buruk dalam pengelolaan usaha, dapat juga disebabkan karna
adanya perubahan harga dipasar.
Untuk mendapatkan rasio NPF, bisa didapatkan dengan perhitungan:
𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡
NPF= 𝟏𝟎𝟎%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧
4. Finance to Deposti Ratio
Standar dalam mengelola FDR yang sudah ditetapkan oleh Bank
Indonesia berkisar 80% hingga 110% (Fatihin et al., 2020). Apabila rasio
FDR diatas 90% hal ini menyatakan bahwa bank menyalurkan pembiayaan
sebesar 90% dari seluruh dana yang dihimpun.
Rasio FDR digunakan bank dalam mengukur tingkat liquiditasnya
dalam memenuhi hak deposan. Semakin tinggi rasio FDR menunjukan
30
bahwa bank banyak menyalurkan pembiayaan. Banyaknya pembiayaan
yang disalurkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa
pembiayaan bank syariah, banyak nya masyarakat yang menggunkana jasa
bank syariah akan menaikan market share. Akan tetapi hal ini
menyebabkan lemahnya kemampuan liquiditas bank, karena sedikitnya
dana yang tersedia dan risiko tidak terpenuhinya kewajiban membayar hak
deposan lebih tinggi. Namun apabila tingkat liquiditas yang terlalu tinggi,
dan pembiayaan yang disalurkan rendah, hal ini mempengaruhi terhadap
pendapatan bank berupa tingginya biaya pemeliharaan kas yang
mengganggur (idle money) (Anggraeny, 2020).
Untuk mendapatkan rasio Financing to Deposit Ratio dapat
menggunakan rumus sebagai berikut :
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑫𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒊𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏
FDR= 𝟏𝟎𝟎%
𝑫𝒂𝒏𝒂 𝑷𝒊𝒉𝒂𝒌 𝑲𝒆𝒕𝒊𝒈𝒂
5. Capital Adequency Ratio
Untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank dalam
menunjang aktiva yang berisiko, rasio CAR dapat digunakan untuk
menunjukan hal tersebut (Pravasanti, 2018). Rasio ini dapat digunakan
untuk menilai tingkat kesehatan bank syariah. Nilai CAR didalam
ketentuan Bank Indonesia minimal 8% yang harus ada dalam
perbankan(Ludiman & Mutmainah, 2020). Bank yang memiliki rasio
CAR yang tinggi menunjukan bahwa bank mampu membiayai operasional
31
bank keadaan operasional yang baik tersebut akan berkontribusi yang
cukup besar bagi keuntungan bank(Hakiim, 2016).
Penetapan CAR oleh Bank Indonesia dengan tujuan agar
meminimalkan munculnya risiko menggunakan modal sendiri sebagai
akibat bertumbuhnya ekspansi aset (Ayuni, 2017). Ketentuan tentang nilai
minimum permodalan yang ditetapkan di Indonesia mengikuti pada
standar dari BIS (bank for international settlements) (Lestiyaningsih,
2017). Dalam menanggung setiap risiko pembiayaan atau aktiva produktif
maka bank yang memiliki rasio CAR yang besar akan sangat mudah untuk
menanganinya. Rasio CAR dapat diketahui mengunakan perhitungan
dengan rusmus berikut:
𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑩𝒂𝒏𝒌
CAR = 𝟏𝟎𝟎%
𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑻𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑹𝒔𝒊𝒔𝒊𝒌𝒐
6. Profitabilitas
Profitabilitas adalah keuntungan yang didapatkan oleh bank dalam
menjalankan bisnisnya. rasio profitabilitas untuk melihat kemampuan
bank dalam mencari keuntungan menggunakan modal sendiri dapat
diukur mengunakan return on equity (Anggraeny, 2020). Dalam mengukur
tingkat profitabilitas, ada banyak cara yang bisa digunakan, salah satu nya
ialah menggunakan rasio ROE.
Return on Equity diukur dengan membandingkan laba setelah pajak
dengan modal sendiri. Net income atau laba bersih diperoleh dari laba yang
32
didapatkan, dikurangi pajak yang dikenakan. Sedangkan modal sendiri
adalah dana yang berasal dari pemegang saham (Anggraeny, 2020). Nilai
ROE bisa didapatkan dengan perhitungan menggunakan rumus sebagai
berikut:
𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌
𝑹𝑶𝑬 = X 100 %
𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔
ROE menjadi indikator untuk menilai kinerja perusahaan dalam
mendapatkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (Ayuni, 2017).
ROE menjadi indikator bagi investor saham dan calon investor dalam
menilai kinerja bank untuk mendapatkan laba bersih yang berkaitan
kenaikan laba bersih bank, besarnya ROE akan mempengaruhi investor
dalam menanamkan modal untuk bank syariah, semakin banyak modal
yang tersedia maka dapat memperkuat kosentrasi bank tersebut di pasar
dengan melakukan ekspansi, modal yang melimpah juga akan berdampak
pada laba yang diterima.
33
C. Model Penelitian
H6
DPK
NPF
Profitabilitas Market
Share
FDR
CAR
H7
Gambar 1.1
Model Penelitian
D. Hipotesis Penelitian
Menurut Jujun S. (2007: 316) Didalam bukunya yang berjudul filsafat
ilmu, menjelaskan bahwa hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap
permasalahan yang diajukan. Dengan menggunakan landasan teori
penelitian sebelumnya untuk mengarahkan kepada jawaban
sesungguhnya(Jujun S, 2007).
Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1. Pengaruh DPK terhadap Profitabilitas
Dana yang bersumber dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan,
dan deposito merupakan dana pihak ketiga (Putri & Farida, 2019). Dana
34
yang terhimpun akan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan,
revenue dari pembiayaan yang disalurkan secara otomatis ikut berperan
dalam mempengaruhi laba yang diterima. Ketika DPK meningkat maka
peluang bank untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Beberapa
studi empiris yang menyebutkan bahwa DPK positif signifikan terhadap
profitabilitas yaitu Putri & Farida, (2019), Asiyah et al., (2018),
Aldinawari, (2020). Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang disusun
yaitu;
H1: DPK positif signifikan terhadap Profitabilitas
2. Pengaruh NPF terhadap profitabiltas
Risiko pembiayaan yang dihadapi bank akibat penyaluran kredit
kepada masyarakat dapat ditunjukan dalam rasio NPF. Berdasarkan
penelitian dari (Lemiyan & Litriani, 2016) menyatakan bahwa rasio NPF
yang kecil maka risiko pembiayaan bermasalah yang ditanggung bank
menjadi sedikit. Saat rasio NPF tinggi menyatakan bahwa ada banyak
pembiayaan yang bermasalah, itu berarti akan menurunkan pendapatan
bank. NPF merupakan variabel yang memiliki pengaruh negatif, semakin
tinggi rasio NPF maka pembiayaan bermasalah semakin banyak yang
berdampak pada laba yang didapatkan akan menurun (Rahman &
Safitrie, 2018). Penelitian yang dilakukan Mayndarto, (2020),
Anggraeny, (2020), Inayatillah & Subardjo, (2017) menyimpulkan NPF
negatif signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian tersebut,
hipotesis yang diajukan adalah:
35
H2: NPF negatif signifikan terhadap Profitabilitas
3. Pengaruh FDR terhadap Profitabilitas
Financing to deposit ratio menjelaskan bahwa rasio keuangan yang
menunjukan kemampuan bank dalam menyediakan dana dan
menyalurkan dana kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan
(Inayatillah & Subardjo, 2017). Rasio keuangan untuk mengukur tinggi
rendahnya tingkat rasio liquiditas bank syariah (Rina & Rofiuddin,
2021). Tingginya persentase rasio FDR berarti bahwa rendahnya
kemampuan liquiditas yang dimiliki bank. Tetapi semakin efektif bank
dalam menyalurkan pembiayaannya, sehingga bank berpeluang
mendapatkan laba yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan
Anggraeny, (2020), Inayatillah & Subardjo, (2017), Saputri & Oetomo,
(2016), Rahmani, (2017) menyimpulkan FDR positif signifikan atas
ROA, sementara penelitian yang dilakukan (Adiputra, 2017)
menunjukan bahwa FDR negatif terhadap Profitabilitas. Berdasarkan
uraian tersebut, hipotesis yang dibuat adalah.
H3: FDR positif signifikan terhadap profitabilitas
4. Pengaruh CAR terhadap profitabilitas
Capital adequency ratio merupakan rasio kecukupan moda yang
dimiliki bank syariah. Rasio yang dipakai untuk membiayaai kegiatan
oprasional bank dan juga untuk mengantisipasi risiko yang diterima
perbankan yang ditimbulkan dalam kegiatan oprasional bank (Ayuni,
36
2017). Apabila bank dapat membiayai seluruh operasionalnya dengan
baik, menunjukan bahwa persentase rasio car yang besar, yang akan
memberikan kontrubusi bagi pendapatan. Studi empiris yang dilakukan
oleh Rahmani, (2017), Ayuni, (2017), Saputri & Oetomo, (2016) secara
serentak menyimpulkan CAR positif signifikan terhadap profitabilitas,
sementara (Adiputra, 2017), (Sukma, 2016) menyimpulkan CAR negatif
siginifikan terhadap profitabilitas. Dari uraian diatas, hipotesis yang
disusun adalah:
H4: CAR positif signifikan terhadap profitabilitas
5. Pengaruh DPK terhadap market share
Indikator bank dianggap berhasil dari kegiatan oprasional nya dilihat
dari seberapa besar dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh bank
tersebut. Jika dana pihak ketiga nya tinggi maka bank syariah
mendapatkan keuntungan yang besar. Laba yang diperoleh dari pasar
mencerminkan kekuatan pangsa pasar nya (Maula, 2018). Penelitian
yang dilakukan oleh Wulandari & Anwar, (2019), Agista,
(2016),Asriningrum,(2019), Lestiyaningsih, (2017) Dewi, (2020)
menunjukan DPK positif signifikan terhadap market share. Dari uraian
tersebut, hipotesis yang dibuat adalah :
H4: DPK positif signifikan terhadap merket share
6. Pengaruh NPF terhadap market share
37
Pembiayaan bermasalah yang dicerminkan oleh NPF memiliki rasio
yang tinggi, belum terpenuhinya hutang pokok atau bagi hasil yang
didapatkan dari kredit nasabah. Maka ini akan berdampak pada
keuntungan yang diperoleh akan menurun. Hal ini junga mempengaruhi
pada penurunan porsi pangsa pasar bank syariah(uli nuha, 2016).
Penelitian juga dilakukan oleh Siregar, (2018) dan Asriningrum (2019)
secara bersamaan menyimpulkan NPF positif signifikan terhadap merket
share, tetapi penelitian yang dilakukan Maula (2018), Purboastuti et
al(2016), Ludiman & Mutmainah(2020)penelitian mereka
menyimpulkan bahwa NPF negatif signifikan terhadap market share.
dari uraian tersebut, hipotesis yang disusun ialah :
H6: NPF negatif signifikan terhadap market share
7. Pengaruh FDR terhadap market share
Dalam mengukur risiko liquiditas bank syariah, dapat menggunakan
rasio FDR. Jika rasio FDR tinggi maka semakin rendah kemampuan
liquiditasnya. Tetapi semakin efektif bank dalam menyalurkan
pembiayaannya, maka bank berpeluang menerima keuntungan yang
lebih besar. Sehingga akan meningkatkan market share nya dikarenakan
besarnya pembiayaan yang disalurkan. Penelitian terkait pernah
dilakukan oleh Fatihin et al (2020) dan Lestiyaningsih(2017)
menyimpulkan FDR positif signifikan terhadap market share, sementara
penelitian oleh Agista (2016) menyatakan bahwa FDR negatif terhadap
38
market share. berdasarkan penjelasan diatas, hipotesis yang disusun
adalah:
H7: FDR positif signifikan terhadap market share
8. Pengaruh CAR terhadap market share
Modal menjadi faktor yang kuat dalam mengembangkan usaha dan
menampung risiko kerugian (Rahmani, 2017). Nilai CAR yang tinggi
berarti bank tersebut mampu membiayai seluruh oprasionalnya dengan
baik.
Menurut Saputra, (2016) dalam meminimalisir risiko kerugian yang
muncul akibat dari perputaran aktiva, maka perlu adanya penyediaan
modal yang besar. Sebagian besar dana berasal dari masyarakat, dengan
rasio modal yang tinggi dapat melindungi deposan, serta kepercayaan
masyarakat kepada bank syariah akan meningkat. tingginya tingkat
kepercayaan nasabah kepada bank syariah, akan berdampak kepada
market share yang meluas.
penelitian yang dilakukan oleh (Rohman & Karsinah, 2018),
Saputra (2016) menunjukan jika CAR positif signifikan terhadap market
share. sementara penelitian dari Ludiman & Mutmainah (2020),
Lestiyaningsih (2017) menyimpulkan CAR negatif signifikan terhadap
market share. berdasarkan penjelasan diatas, hipotesis yang dibuat
adalah:
H8: CAR positif signifikan terhadap market share
39
9. Pengaruh Profitabilitas terhadap market share
Return on Equity menjadi indikator untuk melihat tingkat
profitabilitas yang didapatkan. Semakin besar nilai ROE, semakin besar
jumlah keuntungan yang diterima bank, dan menandakan bahwa kinerja
dan kekuatan di pasar yang baik (Saputra, 2016). Penelitian yang
dilakukan oleh Saputra (2016) Sandy et al (2019) Sani Noor Rohman
(2016) dalam penelitian tersebut menyatakan jika ROE positif
signifikan terhadap market share, sementara penelitian yang dilakukan
Maulana Ludfi Siswandi (2020) menyatakan bahwa ROE berpengaruh
negatif terhadap market share. berdasarkan uraian tersebut, hipotesis
yang disusun adalah:
H9: Profitabilitas positif signifikan terhadap market share
10. Pengaruh DPK terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
DPK mencerminkan kemampuan bank untuk menyerap dana dari
masyarakat, semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa
perbankan untuk mengelola modal nya, maka semakin bertumbuh
market share nya.
Menurut Maula, (2018) Dana Pihak Ketiga yang tinggi
memudahkan bank untuk dapat menyalurkan kembali dana nya ke
dalam bentuk penyaluran pembiayaan. Return dari pembiayaan yang
disalurkan akan menghasilkan keuntungan bagi bank syariah.
40
Semakin besar keuntungan yang didapatkan bank syariah, semakin
besar bank syariah dapat menaikan market share nya dengan
menguatkan kosentrasi kekuatan bank syariah didalam pasar.
Penelitian terdahulu tentang pengaruh DPK terhadap profitabilitas
yang dilakukan oleh Utami, (2020), Aldinawari,(2020), Asiyah et al.,
(2018) secara serentak menyatakan DPK positif signifikan terhadap
profitabilitas. Sementara penelitian terdahulu tentang profitabilitas
terhadap market share dilakukan oleh Setyowati et al (2019), Fadma,
(2020), Ubaidi (2020), secara serentak menyatakan bahwa
profitabilitas positif signifikan terhadap market share.
Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:
H10 Profitabilitas mampu menjadi variabel intervening antara
hubungan DPK terhadap market share
11. Pengaruh NPF terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
Menurut Munir, (2018) dalam mengatur risiko pembiayaan yang
dilakukan oleh bank syariah maka dapat menggunakan rasio NPF,
rasio yang digunakan untuk melihat kinerja bank syariah dalam
pembiayaan bermasalah.
Tinggi nya rasio NPF berarti bahwa pembiayaan bermasalah yang
banyak, hal tersebut akan menghambat atau bahkan mengurangi
keuntungan yang diterima oleh bank. Sebaliknya jika rasio NPF
rendah, menunjukan sedikitnya pembiayaan yang bermasalah, maka
41
keuntungan yang dihasilkan dari pendapataan pembiayaan akan
besar. Buruk nya rasio ini akan berdampak pada kepercayaan
deposan dalam menempatkan dana yang dimiliki nya, sehingga tinggi
nya NPF akan berdampak pada penurunan market share.
Penelitian terdahulu tentang NPF terhadap profitabilitas yang
dilakukan oleh (Mayndarto, 2020), (Anggraeny, 2020), (Inayatillah
& Subardjo, 2017) secara serentak menyatakan NPF negatif
signifikan terhadap profitabilitas. Sementara penelitian mengenai
profitabilitas terhadap market share dilakukan oleh (Ubaidi, 2020),
(Fadma, 2020), (Setyowati et al., 2019) secara bersamaan
menyatakan profitabilitas positif signifikan terhadap market share.
Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:
H11 Profitabilitas mampu menjadi variabel intervening
hubungan antara NPF terhadap market share
12. Pengaruh FDR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
FDR merupakan rasio liquiditas untuk mengukur kemampuan
bank dalam membayar kewajiban deposan dan juga rasio yang
menggambarkan pembiayaan yang disalurkan bank.
Menurut Maula (2018) Semakin tinggi rasio FDR menunjukan
tingginya pembiayaan yang disalurkan, semakin banyak pembiayaan
yang disalurkan maka akan memperbesar peluang bank mendapatkan
42
keuntungan, keuntungan yang didapatkan oleh bank akan
memperbesar market share bank tersebut.
Penelitian terdahulu tentang FDR terhadap profitabilitas yang
dilakukan oleh Rahmani (2017), Inayatillah & Subardjo (2017),
Saputri & Oetomo (2016) secara serentak menyatakan FDR positif
signifikan terhadap profitabilitas. Sementara penelitian terdahulu
tentang profitabilitas terhadap market share yang dilakukan oleh
(Fadma, 2020), (Ubaidi, 2020), (Setyowati et al., 2019) secara
bersama-sama menyatakan profitabilitas positifi signifikan terhadap
marketshare.
Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:
H12 profitabilitas mampu memediasi hubungan antara FDR
terhadap market share
13. Pengaruh CAR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
CAR merupakan rasio kecukupan modal untuk kegiatan
operasional dan juga melindungi risiko yang ditimbulkan akibat
perputaran aktiva (Maula, 2018). Rasio CAR yang baik akan
memudahkan bank dalam melakukan operasional nya untuk
mendapatkan keuntungan, risiko yang terlindungi sehingga bank
tidak ragu untuk memperbanyak pembiayaan yang disalurkan untuk
mendapatkan keuntungan.
43
Profitabilitas yang didapatkan bank dari perputaran aktiva tersebut
akan menaikan market share nya. Semakin baik rasio modal yang
dimiliki semakin leluasa bank dalam operasional bank untuk mencari
keuntungan yang juga akan berdampak pada market share nya.
Penelitian terdahulu tentang pengaruh CAR terhadap profitabilitas
yang dilakukan oleh (Ayuni, 2017), (Saputri & Oetomo, 2016),
(Rahmani, 2017), mereka menyatakan CAR positif signifikan
terhadap profitabilitas. Sementara penelitian tentang profitabilitas
terhadap market share yang dilakukan oleh (Ubaidi, 2020), (Fadma,
2020), (Setyowati et al., 2019) secara serentak menyatakan
profitabilitas positif signifikan terhadap market share
Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:
H13 Profitabilitas mampu memediasi hubungan antara CAR
terhadap market share
44
BAB III
Metode Penelitian
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan jenis metode kuantitatif. Metode ini
disebut metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme
(Sugiyono, 2017). Filsafat positivisme memandang realitas, gejala, dan
fenomena dapat diklasifikasikan, terukur, dan hubungan gejala bersifat
sebab akibat. Dalam metode ini data penelitian berbentuk angka angka
dan dianalisis menggunakan alat bantu statistik. Digunakan untuk
meneliti variabel-variabel pada populasi atau sampel tertentu (Maula,
2018), dengan tujuan menguji hipotesis yang telah diajukan.
B. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
panel (pool data) merupakan gabungan dari data runtut waktu (time
series) dan seksi silang (cross section) (Winarno, 2015). Data sekunder
didadapatkan dari informasi pihak ketiga. Dalam penelitian ini, data
sekunder tersebut berupa laporan keuangan Bank Umum Syariah periode
Januari 2017- Desember 2020 yang terdapat pada situs resmi Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini
menggunakan metode time series yaitu data yang dikumpulkan dari
waktu ke waktu pada beberapa obyek (cross secssion). Maka data panel
berasal dari beberapa individu yang diamati dalam kurun waktu tertentu.
(Ghozali, 2013).
45
C. Teknik Pengumpulan Data
1. Populasi
Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai karakteristik
tertentu yang telah ditetapkan untuk kemudian dipelajari dan nantinya
akan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2017). Maka populasi tidak hanya
manusia saja, tetapi obyek benda juga termasuk didalam populasi.
Populasi yang diamati dalam penelitian ini adalah seluruh Bank umum
Syariah(BUS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau
Bank Indonesia (BI).
2. Sampel
Sampel merupakan bagian yang diambil dari populasi yang akan
dipelajari dan diteliti. Apa yang diambil dari sampel itu,
kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi (Sugiyono,
2017). Sampel yang diambil harus tepat dan bagus agar dapat me-
representatifkan suatu populasi
Purposive sampling digunakan untuk teknik pengambilan data,
teknik pengambilan data yang dipilih dengan beberapa kriteria yang
sudah ditentukan. Kriteria pemilihan sampel yang akan dijadikan
bahan penelitian adalah:
a. Merupakan Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar
pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia
(BI) periode 2018 – 2020.
46
b. BUS yang sudah menerbitkan laporan keuangan triwulan
periode Januari 2018 – Desember 2020 dan telah
dipublikasikan baik di situs resmi masing-masing BUS
maupun pada situs Otoritas Jasa Keungan atau Bank
Indonesia (Saputra, 2014).
c. BUS dalam laporan publikasi menampilkan data yang
dibutuhkan sebagai bahan penelitian selama periode
Januari 2018 – Desember 2020. Berdasarkan kriteria
diatas, jumlah sampel dari penelitian ini dapat dijelaskan
pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 1
Proses Pengambilan Sampel
NO Kriteria Sampel Total
1 Bank Umum Syariah yang telah terdaftar 14
di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank
Indonesia
2 Bank Umum Syariah yang tidak memiliki 4
laporan keuangan dari tahun 2019-2020
Jumlah Sampel Peneliti 10
Sumber: [Link]
Dari tabel 2.1 diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
terdapat 10 sampel Bank Umum Syariah yang sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan. Adapun nama-nama perbankan
syariah yang akan diambil menjadi sampel dari penelitian ini
yaitu sebagai berikut:
47
Tabel 3. 2
Sampel Bank Umum Syariah
NO Nama Bank Umum Syariah
1 PT Bank Muamalat Syariah
2 PT Bank Jabar Banten Syariah
3 PT Bank Rakyat Indonesia Syariah
4 PT Bank Central Asia Syariah
5 PT Bank Nasional Indonesia Syariah
6 PT Bank Syariah Indonesia
7 PT Bank PT Bank Mega Syariah
8 PT Bank Panin Dubai Syariah
9 PT Bank Syariah Bukopin
10 PT Bank Tabungan Pensin Nasional Syariah
D. Definisi Konsep dan Oprasional
1. Variabel Independen
Variabel bebas atau independent variabel merupakan variabel
yang mempengaruhi variabel lain. Untuk menentukan hubungannya
dengan suatu gejala dengan menggunakan beberapa variabel bebas
untuk dihubungkan yang variabelitasnya diukur, dimanipulasi, atau
dipilih (Sarwono, 2010: 38). Variabel independen dalam penelitian
ini yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Ratio (NPF),
Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequancy Ratio (CAR).
2. Variabel Intervening
48
Variabel intervening adalah variabel yang secara tidak
langsung turut mempengaruhi hubungan antara variabel independen
dengan dependen(Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini variabel
intervening ialah profitabilitas yang diukur menggunakan ROE.
3. Variabel Dependen
Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang
dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono, 2017). Variabel terikat
merupakan variabel yang variabelitasnya diamati dan diukur untuk
mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel bebas
(Sarwono, 2010). Variabel dependen dalam penelitiabn ini ialah
market share.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap terhadap
variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka definisi
operasional sebagai berikut.
49
Tabel 3. 3
Definisi Konsep dan Oprasional
Variabel Konsep dan Oprasional
Dana Pihak DPK adalah dana yang dihimpun dari masyarakat,
biasanya dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito.
Ketiga X1
Jumlah dana yang berhasil dihimpun menentukan
besarnya pangsa pasar bank syariah. Untuk mencari
total DPK diformulakan sebagai berikut:
DPK = Giro + Tabungan + Deposito
Non NPF adalah rasio yang menunjukan seberapa banyak
Performing jumlah kredit yang bermasalah, semakin tinggi rasio
NPF sebuah bank akan mengindikasikan banyak
Ratio X2
kredit yang bermasalah, juga dapat mempengaruhi
permodalan, karena bank harus memenuhi
PPAP(Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif)
yang terbentuk (Siregar, 2018). Cara perhitungan
untuk mencari total rasio NPF ialah:
Pembiayaan Bermasalah
NPF= 1𝟎𝟎%
Total Pembiayaan
Capital Dalam mengukur kecukupan modal untuk
Adiquency menunjang aktiva yang berisiko, rasio CAR dapat
Ratio X4 digunakan untuk menggambarkan hal tersebut
(Pravasanti, 2018). Rasio ini digunakan untuk
membiayaai kegiatan oprasional bank dan juga
untuk mengantisipasi risiko yang diterima perbankan
Perhitungan CAR ialah :
𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑩𝒂𝒏𝒌
CAR = 𝟏𝟎𝟎%
𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑻𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑹𝒔𝒊𝒔𝒊𝒌𝒐
50
Profitabilitas Profitabilitas adalah keuntungan yang didapatkan
oleh bank dalam menjalankan bisnisnya. Kemampuan
X5 bank dalam memperoleh laba dengan menggunakan
modal sendiri dapat dicerminkan mengunakan return
on equity.
ROE menjadi indikatorpenting bagi para investor
dalam menilai kinerja bank dalam memperoleh laba
bersih yang nantinya akan dibagikan kepada
pemegang saham dalam bentuk deviden
Formula untuk mendapatkan rasio ROE adalah
berikut:
𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌
𝑹𝑶𝑬 = X 100 %
𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔
Market Menurut Siregar (2017) pangsa pasar bisa diartikan
share Y perusahaan yang menguasai sebagian dari bagian
pasar yang ada. Jika pangsa pasar yang didominasi
perusahaan kecil menunjukan perusahaan tidak
mampu menghadapi persaingan didalam industrinya.
Perhitungan market share ialah sebagai berikut :
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐧𝐤 𝐔𝐦𝐮𝐦 𝐒𝐲𝐚𝐫𝐢𝐚𝐡
MS= 100%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥
E. Teknik Analisis
1. Analisis Jalur (Path Analysis)
Analisis jalur merupakan sebuah metode dalam menganalisis
nilai jalur dalam model regresi berganda dan juga menganalisa
hubungan sebab akibatnya. Analisis jalur dalam penelitian ini
digunakan untuk menguji hubungan anatara variabel Dana Pihak
Ketiga (DPK), Non Performing financing (NPF), Capital Adequacy
Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Return on
Equity(ROE) terhadap Market Share dan apakah hubungan DPK,
51
NPF, FDR, dan CAR ke Market Share dipengaruhi oleh variabel
ROE.
Terdapat dua model regresi pada penelitian ini yang
dapat ditulis dalam persamaan matematik sebagai berikut:
Profitabilitas =α0+ β 1DPK+ β 2NPF+ β 3FDR+ β 4CAR+ϵ...………(2)
MS= α0+β1DPK+ β 2NPF+ β 3FDR+ β 4CAR+ β 5ROE+ϵ …… (1)
Keterangan:
MS : Market Share
α0 : Konstanta (constant)
β 1-5 : Koefisien regresi
DPK : Dana Pihak Ketiga
NPF : Non Performing Ratio
FDR : Financing to Deposit Ratio
CAR : Capital Adequency Ratio
e : Kesalahan
2. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi-asumsi regresi linier yang bertujuan agar data
terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas, bebas dari
autokorelasi dan homokendasititas(Bawono, 2006).
a. Uji Normalitas
52
Uji normalitas bertujuan untuk menguji model regresi, variabel
pengganggu atau residual terdistribusi normal(Ghozali, 2013).
Pengujian normalitas dilakukan dengan tabel Jarque bera test,
yaitu membandingkan nilai yang didapat dari histogram normality
test dengan nilai chi square. Dapat dikatakan berdistribusi normal
jika:
a. Jika nilai probability > 0,05 maka data berdistribusi normal
b. Jika nilai probability < 0,05 maka data tidak berdistribusi
normal
b. Uji Heteroskedasitisitas
Bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan variasi dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika variasi dari residual satupengamatan
lain tetap, maka terjadi homokedastisitas dan jika berbeda maka
terjadi heteroskedastisitas. Pengujian dapat dilakukan dengan
melakukan uji Glejser. Uji Glesjer dilakukan untuk meregres nilai
absolut residual terhadap variabel independen dengan persamaan
regresi: | Ut| = α + βXt + vt. Model regresi dikatakan bebas dari
gejala heteroskedastisitas jika nilai probabilitasnya lebih besar dari
taraf signifikansi 5%.
c. Uji Multikolineritas
53
Bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan
antar variabel dalam model regresi. Uji ini hanya dapat dilakukan
jika terdapat variabel independen lebih dari satu dalam model
regresi. Dalam penelitian ini uji multikolineritas dilakukan untuk
menguji adanya hubungan antar variabel independen yaitu variabel
DPK, NPF, FDR, dan CAR. Dikatakan adanya korelasi jika:
a. Jika nilai correlation (r) ≤ 0,8, maka tidak terdapat masalah
multikolineritas
b. Jika nilai correlation (r) > 0,8, maka terdapat masalah
multikolinearitas.
e. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu
(residual) pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada
periode t1 (sebelumnya). Pengujian dapat dilakukan dengan uji
Durbin –Watson, keputusan berdasarkan apabila nilai koefisien
Durbin Watson berada diantara du dan 4-du maka regresi
terbebas dari gejala autokorelasi.
54
F. Uji Kebaikan Model
1. Koefisien Determinasi (R Square)
Koefisien determinasi (R2 ) digunakan untuk menghitung besar
presentase sambungan variabel independen secara bersamaan terhadap
variabel dependen (Halin et al., 2017). Jika nilai R2 diatas 0,5 maka
dianggap baik karena nilai R2 diantara 0 sampai 1.
2. Uji F
Uji F digunakan untuk mengukur apakah terdapat perbedaan
signifikan antara kelompok-kelompok yang telah diukur baik pada
skala interval maupun sekala rasio (Maula, 2018). Berikut hipotesis
yang digunakan dalam penelitian ini:
1) Ho: β1 = 0, artinya variabel independen secara bersama-sama
tidak berpengaruh secara langsung terhadap variabel
dependen.
2) Ha: β1 ≠ 0, artinya variabel independen secara bersama-sama
berpengaruh secara langsung terhadap variabel dependen.
Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima yang berarti bahwa
tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen secara
bersama-sama (X123..) terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika F
55
hitung > F tabel, maka Ho ditolak berarti terdapat pengaruh yang
signifikan antara variabel independen secara bersama-sama(X123.. )
terhadap variabel dependen (Y)(Bawono, 2006).
G. Uji Validitas Pengaruh(Uji T)
Digunakan untuk menguji apakah variabel independen memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen atau tidak (Bawono
& Shina, 2018). Pengambilan keputusan berdasarkan nilai t hitung
memiliki signifikasi dibawah 5% atau 0,05, maka hipotesis yang diajukan
ialah (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Sedangkan bila nilai t hitung
memiliki signifikasi di atas 5% (0,05) maka hipotesis yang diajukan ialah
(Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Uji signifikasi parameter individual
dapat dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut
1) Ho: β1 = 0, artinya variabel independen secara bersama-sama tidak
berpengaruh secara langsung terhadap variabel dependen
2) Ha: β1 ≠ 0, artinya variabel independen tidak berpengaruh secara
langsung terhadap variabel dependen
Untuk melihat pengaruh antar variabel independent (X) pada
dependent (Y) melalui variabel intervening (Z) dapat menggunakan Sobel
test, dengan rumus sebagai berikut.
S ab = √𝑏 2 𝑠𝑎2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2
56
Dimana:
Sab : standar error
Sa : standar error koefisien a
Sb : standar error koefisien b
B : koefisien variabel mediasi
a : koefisien variabel bebas
57
BAB IV
ANALISIS DATA
A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Deskripsi Data
Pada penelitian ini, melibatkan variabel independen atau variabel
bebas, variabel dependen atau variabel terikat, dan variabel intervening
atau variabel yang memediasi hubungan antara variabel independen
terhadap dependen. Variabel independen terdiri dari Dana pihak ketiga,
Net Performing Finance, Financing to Deposit Ratio, dan Capital
Adequency Ratio. Variabel dependen yaitu Market share, serta variabel
intervening adalah profitabilitas yang diukur menggunakan Return on
[Link] yang diperlukan untuk bahan penelitian didapatkan dari
laporan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bentuk data penelitian yang diolah ialah data panl, yaitu gabungan
dari data time series dan cross section. Populasi yang diambil adalah
Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia, dengan sampel yang
diambil untuk diteliti berjumlah 10 Bank Umum Syariah dalam periode
Januari 2018 sampai Desember 2020. Untuk data menggunakan laporan
triwulan melalui masing bank yang dipilih menjadi sampel.
2. Statistik Deskriptif
Uji statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan penjelasan
data berupa jumlah sampel (n), nilai mean, median, maximum dan
minimum, dan standar deviasi. Berikut data yang didapatkan yang
tersaji dalam tabel 4.1.
58
Tabel 4. 1
Hasil Uji Statistik Deskriptif
MS Profitabilitas DPK NPF FDR CAR
Mean 0,017386 0,077938 2.47E+13 0,039795 0,862672 0,223727
Median 0,001350 0,042250 7.83E+12 0,034900 0,887950 0,193050
Maximum 1,382700 0,911500 1.13E+14 0,222900 1,967300 0,494300
Minimum 0,000500 0,000100 2.08E+12 0,000700 0,015000 0,101600
Std. Dev. 0,126913 0,113938 2.77E+13 0,034593 0,205056 0,089674
Observations 120 120 120 120 120 120
Pada tabel hasil uji statistik diatas terlihat bahwa seluruh data yang
digunakan untuk penelitian berjumlah 120 sampel yang didapatkan dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa laporan triwulan 10 Bank Umum
Syariah periode Januari 2018 – Desember 2020.
Dari uji tersebut diketahui bahwa variabel Market Share(MS)
mempunyai nilai Mean atau rata-rata sebesar 0,017386 atau 1,7386%.
Nilai market share terbesar dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia(BSI)
sebesar 1,3827% pada periode Desember 2020. Sementara nilai MS
terkecil dimiliki oleh Bank Bukopin Syariah(BKS) sebesar 0,0005 atau
0,05% pada periode September 2020 – Desember 2020.
Profitabilitas memiliki rata-rata 0,077938 atau 7,7938%. Nilai
tertinggi Profitabilitas dimiliki oleh BCA Syariah sebesar 0,9115 atau
9,11% pada periode Juni 2018. Sedangkan nilai terkecil sebesar 0,0001
atau 0,01% dimiliki Bank Panin Dubai pada periode Desember 2020.
Dana pihak ketiga (DPK) memiliki rata rata
Rp.[Link].000.000. nilai maksimal DPK sebesar
59
Rp.[Link].000 dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia pada
periode Desember 2020. Sementara nilai minimal DPK sebesar
Rp.[Link].000 dimiliki Bank Bukopin Syariah pada periode
Desember 2020.
Net Performing Finance (NPF) memiliki rata-rata 0,039795. Nilai
maksimal NPF sebesar 0,222900 dimiliki oleh bank Jabar Syariah pada
periode juni 2018. Sedangkan nilai minimum sebesar 0,000700 dimiliki
oleh bank bukopin Syariah pada periode September 2020.
Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki rata-rata 0,862672.
Nilai terbesar FDR dimiliki oleh Bank Bukopin Syariah sebesar 1,9673
atau 1,96% pada periode Desember 2020. Nilai terkecil
sebesar 0,015000 atau 15,00% dimiliki Bank Bukopin Syariah pada
periode September 2020.
Capital Adequency Ratio (CAR) memiliki rata-rata 0,223727 atau
22,372%. Nilai CAR paling besar sebesar 0,494300 atau 49,43%
dimiliki oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPNS)
pada periode Desember 2020. Sementara nilai CAR terkecil 0,101600
atau 10.16% dimiliki oleh Bank Muamalat pada periode Maret 2018.
3. Analisis Jalur (Path Analysis)
Path analysis dengan melakukan regresi kepada dua persamaan,
regresi pertama semua variabel independen terhadap profitabilitas,
60
persamaan kedua semua variabel independen dan variabel intervening
terhadap market share.
Hasil dari olah data yang menggunakan software Eviews 9.0 dapat
diringkas menjadi berikut:
a. Dirrect Effect (Pengaruh Langsung)
Dari hasil uji t atau uji parsial regresi model pertama didapatkan
nilai koefisien masing-masing variabel sebagai berikut:
Tabel 4. 2
Regresi Model Pertama
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
DPK 6.92E-10 3.66E-10 1.892564 0.0609
NPF -0.275735 0.287136 -0.960291 0.3389
FDR -0.145886 0.046780 -3.118545 0.0023
CAR 0.578988 0.117353 4.933747 0.0000
Tabel 4. 3
Regresi Model Kedua
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
DPK 1.78E-09 4.54E-10 3.933054 0.0001
NPF 0.012483 0.352053 0.035458 0.9718
FDR 0.023425 0.059494 0.393731 0.6945
CAR 0.063981 0.157750 0.405585 0.6858
Profitabilotas 0,030185 0,113877 0,265070 0,7914
Hasil uji regresi pada tabel 4.2 regresi model pertama
didapatkan nilai t DPK terhadap profitabilitas sebesar 1,892564
merupakan nilai path 1 atau P1. NPF terhadap profitabilitas dengan
nilai t -0,960291 merupakan nilai path 2 atau P2 . FDR terhadap
profitabilitas mempunyai nilai t -3,118545 merupakan nilai path 3
atau P3. CAR terhadap profitabilitas nilai t sebesar 4,933747
61
merupakan path 4 atau P4. Kemudian mencari nilai e2 dengan
persamaan :
e2 = √1 − 𝑅 𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = √1 − 0,275 = √0,725 =0,851
Selanjutnya pada model regresi kedua, didapatkan nilai t-
Statistik DPK terhadap market share sejumlah 3,933054 nilai
tersebut adalah nilai path 5 atau P5. Variabel NPF terhadap market
share memiliki nilai t-Statistik sebesar 0,035458 nilai tersebut
merupakan path 6 atau P6. Variabel FDR terhadap market share
dengan nilai t-Statistik 0,393731 merupakan path 7 atau P7.
Variabel CAR terhadap market share mempunyai nilai t-Statistik
0,405585 merupakan path 8 atau P8. Profitabilitas terhadap market
share dengan t-Statistik 0,265070 merupakan path 9 atau P9.
Kemudian mencari nilai e2 menggunakan persamaan :
e2 = √1 − 𝑅 𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = √1 − 0,1376 = √0,8624 = 0,9286
62
Tabel 4. 4
Analisis Jalur
P6 = -0.304553
Dana Pihak Ketiga P5 = 3,933054
Net Performing
Finance
Profitabilitas Market Share
Financing to
Deposit Ratio
Capital Adequency
Ratio
P8= 0,405585
P7= 0,393731
P9 = 0,265070
B. Uji Asumsi Klasik
Data yang ada harus memenuhi beberapa syarat asumsi klasik, yaitu
data harus berdistribusi normal, tidak terjadi gejala multikolinearitas,
autokorelasi dan heterosiditas
2. Uji Normalitas
Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi
secara normal atau tidak, dapat dikatakan berdistribusi normal
apabila nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05
63
70
Series: Standardized Residuals
60 Sample 2018Q1 2020Q4
Observations 120
50
Mean -5.78e-20
Median 0.004360
40
Maximum 1.212830
Minimum -0.137301
30
Std. Dev. 0.117848
Skewness 9.120811
20
Kurtosis 95.13770
10 Jarque-Bera 44110.56
Probability 0.000000
0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2
Gambar 4.1
Hasil Uji Jarque-Bera pertama
Dari gambar 4.1 di atas diketahui jika nilai probabilitas
sebesar 0.000000 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% atau 0,005.
maka disimpulkan model regresi tidak memenuhi syarat untuk
asumsi normalitas. Dapat diatasi dengan transformasi logaritma
dan menghilangkan nilai yang terjangkit outlier, transformasi
logaritma dilakukan untuk variabel dependen yaitu Market Share
sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.
14
Series: Standardized Residuals
12 Sample 2018Q1 2019Q4
Observations 80
10
Mean 2.78e-18
8
Median -0.056050
6 Maximum 0.643674
Minimum -0.456690
4 Std. Dev. 0.214086
Skewness 0.476907
2 Kurtosis 3.205092
0
-0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 Jarque-Bera 3.172744
Probability 0.204667
Gambar 4.2
Hasil Kedua Uji Normalitas
64
Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa hasil kedua uji
normalitas menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,0204667
lebih besar dari 0,05. dapat diambil kesimpulan bahwa data
berdistribusi normal.
3. Uji Multikolinearitas
Sebuah uji untuk mengetahui hubungan linier sempurna atau
pasti antara variabel independen. Apabila nilai koefisien lebih dari
0,8 maka diduga terjadi multikolinearitas dalam model.
Tabel 4. 5
Hasil Uji Multikolinearitas
DPK NPF FDR CAR ROE
DPK 1,000000 0,170959 0,001500 -0,320799 0,274865
NPF 0,170959 1,000000 0,273907 -0,463905 -0,309736
FDR 0,001500 0,273907 1,000000 0,112045 -0,026158
CAR -0,320799 -0,463905 0,112045 1,000000 0,385175
ROE 0,274865 -0,309736 -0,026158 0,385175 1,000000
Dari hasil tabel diatas, diketahui bahwa semua variabel
memiliki nilai dibawah 0,8 itu berarti bebas dari masalah
multikolinearitas antar variabel independen.
4. Uji Heteroksiditas
Uji ini untuk melihat apakah data terdapat varian residual
atau pengganggu bersifat konstan. Metode yang digunakan dalam uji
heterokesiditas adalah uji Glejser, pengambilan keputusan untuk uji
Glejser apabila nilai probabilitas di atas 0,05, maka disimpulkan
model regresi tidak mengandung gejala heteroskedasitas.
65
Tabel 4. 6
Uji Heteroksiditas Glesjer
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
DPK 0,568877 0,617447 0,921338 0,3590
NPF -0,070419 0,066297 -1,062177 0,2906
FDR -0,049299 0,125465 -0,392929 0,6952
CAR 0,137296 0,362947 0,378281 0,7060
Profitabilitas 0,012512 0,099535 0,125705 0,9002
Tabel diatas menunjukan hasil uji dengan metode Glesjer,
bahwa seluruh variabel memiliki nilai probabilitas diatas 0,05, maka
dari itu disimpulkan model regresi terbebas dari gejala
heteroskedastisitas.
5. Uji Autokorelasi
Dalam uji autokorelasi menggunakan metode Durbin
Watson. Kesimpulan diambil apabila nilai d lebih besar dari du dan
kurang dari 4 – du maka dinyatakan data tidak mengangandung
autokorelasi.
Tabel 4. 7
Uji Autokorelasi Durbin Watsson
F-statistic 3,314953 R-squared 0,306516
Durbin-Watson stat 1,886662 Prob(F-statistic) 0,000210
Berdasarkan tabel 4.8 hasil uji Autokorelasi didapatkan nilai
Durbin-Watson sebesar 1,886662. Dilihat dari tabel DW dengan
nilai signifikansi 5% dimana nilai k didapatkan dari jumlah variabel
bebas yaitu berjumlah 5 dan n ialah sampel berjumlah 120, maka
nilai k = 5 dan n = 120. Didapatkanlah nilai D L 1.6164 dan nilai DU
1,7896.
66
Tabel 4. 8
Menentukan adanya autokorelasi atau tidak
T idak dapat Bebas T idak dapat Autokorel
Autokorelasi
diputuskan Autokorelasi diputuskan asi negatif
Positif
d1.886662
0 DL 1.6608 DU 1.7896 4-DU 2.3836 4-DL 2.2105
C. Uji Kebaikan Model
1. Koefisien Determinasi Model Pertama (R Square)
Uji R square digunakan untuk melihat persentase pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Dalam model pertama dan
model ini menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel
intervening. Hasil uji termuat kedalam tabel dibawah ini:
Tabel 4. 9
Hasil Uji R Square
R Square ADJ R Square
Persamaan 1 0,275701 0,250508
Persamaan 2 0,137692 0,099872
Berdasarkan tabel 4.9 diketahui bahwa koefisien determinasi
didapatkan dari nilai R-Squared sebesar 0,275701. menandakan bahwa
variabel bebas pada riset ini bisa mendeskripsikan variabel DPK, NPF,
FDR, dan CAR berpengaruh sebesar 27,5% terhadap variabel
profitabilitas. Sedangkan 72,5% dijelaskan variabel lain diluar model
penelitian.
67
Selanjutnya hasil R-Square model kedua berdasarkan penyajian
pada tabel regresi model yang terpilih, dapat dilihat angka dari R-
Squared variabel bebas yaitu DPK, NPF FDR, CAR, dan Profitabilitas
bisa mendeskripsikan variasi variabel sebanyak 0.306516, jadi hal ini
menandakan bahwa variabel bebas pada riset ini bisa mendeskripsikan
sebesar 30,6% variasi variabel Market Share, sedangkan sebanyak
69,4% sisanya dijelaskan variabel lain diluar model.
2. Uji F (Uji Simultan)
Tabel 4. 10
Hasil Uji F (Simultan)
Regresi 1 Prob(F-Statistik) 0,000000 F-Statistik 10,94353
Regresi 2 Prob(F-Statistik) 0,004302 F-Statistik 3,314953
Uji F digunakan untuk melihat apakah variabel independen secara
serentak memberikan pengaruh terhadap profitabilitas. Dalam tabel 4.10
nilai Prob(F-Statistik) dalam regresi 1 sebesar 0,000000 ini berarti
bahwa variabel independen yaitu DPK, NPF, FDR, CAR secara
serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel profitabilitas.
Pengujian regresi 2 pada uji F dikerjakan guna membuktikan apakah
secara serentak, variabel independent pada riset ini memiliki pengaruh
kepada variabel dependen yaitu market share. Berdasarkan tabel 4.10
uji simultan pada riset ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
Penjelasan uji simultan pada riset ini dibuktikan atas dasar hasil
penyajian pada tabel model regresi yang terpilih, dimana pada tabel
tersebut menghasilkan nilai koefisien senilai -0,327964 dan nilai Prob
68
(F-Statistic) senilai 0,004302 < 0,05 artinya semua variabel independent
secara serentak memiliki pengaruh signifikan terhadap Market Share.
3. Uji Validitas Pengaruh (Uji T)
untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen. Uji T model pertama untuk menguji pengaruh variabel Dana
Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Finance to Deposit Ratio,
Capital Adequency Ratio terhadap variabel Profitabilitas. Uji T model
kedua untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel Dana
Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Finance to Deposit Ratio,
Capital Adequency terhadap variabel dependen yaitu market share.
Dapat dikatakan berpengaruh positif dengan syarat variabel independent
menghasilkan nilai probabilitasnya kurang dari taraf signifikansi sebesar
0,05. berikut persamaan regresi model pertama dan kedua.
Tabel 4. 11
Hasil Uji T Regresi 1 Terhadap Profitabilitas
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
DPK 6,92E-10 3,66E-10 1,892564 0,0609
NPF -0,275735 0,287136 -0,960291 0,3389
FDR -0,145886 0,046780 -3,118545 0,0023
CAR 0,578988 0,117353 4,933747 0,0000
69
Tabel 4. 12
Hasil Uji T Regresi 2 Terhadap Market Share
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
DPK 1.75E-09 4.54E-10 3.933054 0,0001
NPF 0,012483 0,352053 0,035458 0,9718
FDR 0,023425 0,059494 0,393731 0,6945
CAR 0,063981 0,157750 0,405585 0,6858
PROFITABILITAS 0,030185 0,113877 0,265070 0,7914
Dari hasil uji diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Pengaruh DPK terhadap profitabilitas
Nilai koefisien sebesar 6.92E-10 dengan nilai probabilitas
0,0609 dalam signifikansi 5% maka lebih besar dari 0,05
dinyatakan tidak positif signifikan, akan tetapi apabila pada taraf
signifikansi 10% atau 0,010 maka dinyatakan positif signifikan.
maka H1 diterima, disimpulkan bahwa DPK positif signifikan
terhadap profitabilitas.
b. Pengaruh NPF terhadap profitabilitas
Besaran koefisien dari NPF yaitu -0.275735, nilai
probabilitas nya sebesar 0,3389 lebih dari 0,05, maka H 2
diterima, disimpulkan NPF negatif signifikan terhadap
profitabilitas.
c. Pengaruh FDR terhadap profitabilitas.
Berdasarkan hasil uji, FDR memiliki koefisien sebesar -
0,145886, nilai probabilitas 0,0023 lebih kecil dari 0,05, Maka
70
H3 diterima, dapat disimpulkan FDR positif signifikan terhadap
profitabilitas.
d. Pengaruh CAR terhadap profitabilitas
Dari hasil uji, koefisien CAR ialah 0,578988, memiliki nilai
probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05, Maka H 4
diterima, disimpulkan bahwa CAR positif signifikan terhadap
profitabilitas.
e. Pengaruh DPK terhadap Market Share
Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa
nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 1.78E-09
dengan nilai probabilitas senilai 0,0001 (0,0000 < 0,05), maka
H5 diterima, disimpulkan bahwa variabel DPK positif signifikan
terhadap Market Share.
f. Pengaruh NPF terhadap Market Share
Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa
nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,012483
dengan nilai probabilitas senilai 0,9718 (0,9718 > 0,05), maka
H6 diterima, disimpulkan bahwa variabel NPF negatif signifikan
terhadap Market Share.
g. Pengaruh FDR terhadap Market Share
Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa
nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,023425
dengan nilai probabilitas senilai 0,6945 (0.6945 > 0,05), maka
71
H7 ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel FDR negatif
signifikan terhadap Market Share.
h. Pengaruh CAR terhadap Market Share
Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa
nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,153218
dengan nilai probabilitas senilai 0,063981 (0,063891 > 0,05),
maka H8 ditolak, disimpulkan bahwa variabel CAR negatif
signifikan terhadap Market Share.
i. Pengaruh Profitabilitas terhadap Market Share
Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa
nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,030185
dengan nilai probabilitas senilai 0,7914 (0,7914 > 0,05), maka
H9 ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas
negatif signifikan terhadap Market Share.
Untuk mengetahui pengaruh variabel intrervening dalam
menghubung antara variabel bebas dan variabel terikat, maka
menggunakan sobel test dan menghitung nilai t dari masing-masing
variabel.
j. Pengaruh DPK terhadap Market share melalui profitabilitas
Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2
0,028985𝑋15,882376 + 2,420168𝑋0,012771
=√
+ 15,882376 𝑋 0,028985
= √0,95161356
72
= 0,975506
1,555689 𝑋 0,017025
t =
0,975506
= 0,02715
Dari hasil perhitungan diatas, diperoleh thitung 0,02715, nilai
tersebut lebih kecil dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar
1,65765, maka H10 ditolak, disimpulkan bahwa variabel
profitabilitas tidak dapat memediasi antara DPK dengan Market
Share
k. Pengaruh NPF terhadap Market Share melalui profitabilitas
Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2
0,028985𝑋0,110416 + −0,010241𝑋0,012771
=√
+0,110416𝑋0,012771
= √0,0044798648
= 0,066931
𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏
−0,004629 𝑋 0,017026
=
0,066931
= - 0,02574
Berdasarkan perhitungan diatas, didapatkan nilai t-hitung -
0,02574 nilai tersebut lebih kecil dari t-tabel dengan taraf
signifikansi sebesar 1,65765. Maka H 11 ditolak, disimpulkan
73
bahwa variabel profitabilitas tidak mampu mempengaruhi
hubungan antara NPF dengan Market Share.
l. Pengaruh FDR terhadap Market Share melalui profitabilitas
Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2
0,028985𝑋0,001800 + −0,000313𝑋0,028985
=√
+ 0,110416𝑋0,012771
= √5,220737
= 2,284893
𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏
−0,017701 𝑋 0,017025
=
2,284893
= -0,000131
Dari hasil perhitungan diatas, nilai t-hitung sebesar -
0,000131nilai tersebut lebih besar dari t-tabel dengan taraf
signifikansi 5% sebesar 1, 65765. Maka H 12 ditolak, disimpulkan
bahwa profitabilitas tidak mampu mempengaruhi hubungan
antara FDR dengan Market Share.
m. Pengaruh CAR terhadap Market Share melalui profitabilitas
Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2
0,000289𝑋 0,020104 + −0,000021𝑋0,012771
=√
+ 0,020104𝑋0,012771
= √3,0909702
74
= 1,75811
𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏
−0,004629 𝑋 0,017025
=
1,75811
= -4,48256
Dari perhitungan diatas, didapatkan nilai t-hitung -4,48256,
nilai tersebut lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,65765. Maka h13
ditolak, disimpulkan bahwa profitabilitas tidak mampu
mempengaruhi hubungan antara CAR dengan Market Share
Tabel 4. 13
Ringkasan Hasil Uji Hipotesis
No, Hipotesis Uraian Hipotesis Hasil
1. Hipotesis 1 Dana Pihak Ketiga positif Diterima
signifikan terhadap
profitabilitas
2. Hipotesis 2 NPF negatif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
3. Hipotesis 3 FDR positif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
4. Hipotesis 4 CAR positif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
5. Hipotesis 5 DPK positif signifikan Diterima
terhadap market share
6. Hipotesis 6 NPF negatif signifikan Diterima
terhadap market share
7. Hipotesis 7 FDR positif signifikan Ditolak
terhadap market share
8. Hipotesis 8 CAR positif signifikan Ditolak
terhadap market share
9 Hipotesis 9 Profitabilitas positif Ditolak
signifikan terhadap market
share
10. Hipotesis 10. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara DPK
terhadap market share
11. Hipotesis 11. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara NPF
terhadap market share
75
12 Hipotesis 12. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara FDR
terhadap market share
13 Hipotesis 13 Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara CAR
terhadap market share
D. Pembahasan
1. Pengaruh Dana Pihak Ketiga Terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (Uji T) disimpulkan bahwa
DPK positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di
Indonesia tahun 2018-2020. Hasil dari penelitian tersebut menemukan
bahwa banyaknya dana yang dihimpun dari masyarakat memberikan
pengaruh bagi keuntungan Bank Syariah. Hal ini sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Rahman & Safitrie, 2018)Aldinawari, (2020),
Utami, (2020), Asiyah et al (2018)
Hal ini sejalan dengan teori kekuatan pasar menurut Tregenna (2009)
, menyatakan struktur pasar dipengaruhi kinerja bank, semakin baik posisi
bank dalam pasar, maka mereka akan mudah untuk profitabilitas. Bank
yang memiliki kekuatan pasar yang besar akan dengan mudah untuk
menyerap dana dari masyarakat yang nantinya dana tersebut akan diolah
kembali menjadi keuntungan.
Dalam penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa bank yang
mampu memperoleh DPK paling banyak ialah Bank Syariah Indonesia,
tahun 2020 pada triwulan pertama sampai triwulan ke-empat, BSI mampu
menghimpun Dana Pihak Ketiga diatas 100 Miliar. Tahun tersebut
profitabilitas yang didapatkannya melebihi dari bank pesaing. Dari hasil
76
tersebut membuktikan bahwa bank yang mampu menghimpun dana dari
masyarakat yang besar akan mendapatkan keuntungan yang tinggi.
2. Pengaruh NPF terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), disimpulkan bahwa
NPF negatif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di
Indonesia tahun 2018-2020. NPF adalah variabel yang mempunyai
pengaruh negatif. Hasil tersebut menunjukan bahwa tingginya rasio NPF
dapat menurunkan jumlah profitabilitas, sebaliknya rendah nya rasio NPF
dapat meningkatkan profitabilitas. Hal ini sesuai dengan apa yang telah
diteliti oleh Mayndarto, (2020), Anggraeny, (2020), Inayatillah &
Subardjo, (2017), Rahman & Safitrie, (2018)
Peneletian ini sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan dalam
Setiawan (2009) menyatakan bahwa efisiensi operasional perusahaan
mampu mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Dalam hal ini bank
mampu mengefisiensi dana yang disalurkan dengan meminimalisir
terjadinya pembiayaan bermasalah, sehingga keuntungan yang
didapatkan lebih maksimal.
Dalam penelitian ditemukan bahwa bank syariah yang mampu
mengontrol rasio NPF secara ketat adalah BCA syariah. Terlihat dari nilai
NPF dari tahun 2018-2020 tidak lebih besar dari 1%. Sehingga
profitabilitas yang didapatkan nya lebih besar dari bank lain, dan
pengembalian kepada investor akan besar, sehingga banyak investor yang
tertarik untuk menanamkan modal nya. Fungsi pembiayaan sebagai salah
77
satu pendapatan terbesar bank syariah, maka penting untuk mengelola
dan meminimalisir pembiayaan bermasalah, karena akan berdampak pada
keuntungan yang didapatkan.
3. Pengaruh FDR terhadap profitabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), dapat disimpulkan
bahwa FDR positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah
di Indonesia tahun 2018-2020. Temuan tersebut sesuai dalam penelitian
(Inayatillah & Subardjo, 2017) menyatakan bahwa rasio FDR
kemampuan bank dalam membayar hak deposan dengan menggunakan
pembiayaan yang diberikan sebagai sumber liquiditasnya, semakin besar
pembiayaan yang disalurkan otomatis keuntungan akan mengalami
peningkatan. Akan tetapi, rasio FDR terlalu tinggi itu berarti bank
menyalurkan liquditas nya yang besar untuk pembiayaan, apabila return
dari pembiayaan yang disalurkan bermasalah, maka akan mengakibatkan
menurunnya kemampuan bank dalam membayar hak deposan. Oleh
karena itu sebaiknya dalam menyalurkan pembiayaan, harus secara ketat
mengontrol keluarnya pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah, agar
tidak terjadinya pembiayaan tidak lancar.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori efisiensi menurut Setiawan,
(2009), oprasional perusahaan mampu mempengaruhi kinerja, dalam hal
ini bank mampu mengefisiensi dana yang dimiliki untuk diolah yang
kemudian akan mendapatkan keuntungan. Dalam penelitian Anggraeny
(2020) menyatakan apabila tingkat liquiditas yang terlalu tinggi, dan
78
pembiayaan yang disalurkan rendah, hal ini akan mempengaruhi
pendapatan bank, disebabnya tinggi nya biaya pemeliharaan kas yang
menganggur.
Temuan dari penelitian yang dilakukan, menemukan bahwa bank
dengan keuntungan yang lebih besar dari yang lain, memiliki rasio NPF
sekitar 80%-90%. Bank masih menyisahkan 10% dana nya untuk
membayar kewajiban nya kepada deposan, sehingga perputaran uang
untuk menghasilkan keuntungan terjaga dengan baik.
4. Pengaruh CAR terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), dapat disimpulkan
bahwa CAR positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum
Syariah di Indonesia tahun 2018-2020, karena nilai probabilitas nya
dibawah 0,05. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Rahmani (2017), Saputri & Oetomo (2016), dan Rahmani
(2017). Secara serentak membuktikan bahwa CAR positif signifikan
terhadap profitabilitas.
Penelitian ini sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan
Setiawan (2009) operasional perusahaan mampu mempengaruhi
keuntungan yang didapatkan. Dalam hal ini bank mampu mengelola
modal nya dengan baik sehingga mendapatkan keuntungan dari kegiatan
operasional nya.
CAR merupakan rasio permodalan, yang digunakan untuk menutupi
resiko dari penanaman aktiva berisiko, Menurut Rahmani (2017) dalam
79
penelitian nya menyatakan bahwa tingginya rasio CAR menggambarkan
bahwa bank mampu membiayai operasional nya dan memberikan
dampak yang cukup besar bagi profitabilitas dikarenakan bank dapat
berekspansi menggunakan modal nya untuk meraup keuntungan yang
lebih.
Minimal rasio car yang dimiliki bank syariah ialah sebesar 8%,
namun dalam penelitian ditemukan semua bank syariah mempunyai rasio
CAR diatas 10%, menandakan bahwa seluruh bank syariah untuk
menjalankan oprasional nya, sudah tercakup oleh modal yang dimiliki.
Bank Tabungan Pensiun Negara Syariah (BTPNS) mempunyai rasio
CAR paling besar diantara pesaing. Secara nyata berdampak kepada
profitabilitas yang didapatkan lebih besar dari yang lain.
5. Pengaruh DPK terhadap Market Share
Hasil penelitian uji validitas pengaruh, dapat disimpulkan bahwa
DPK positif signifikan terhadap Market Share Bank Umum Syariah tahun
2018-2020, karena probabilitas lebih kecil dari 0,05. Menurut Wulandari
& Anwar (2019) dalam penelitiannya menyatakan pertumbuhan bank
syariah dipengaruhi kemampuannya dalam menghimpun dana dari
masyarakat. Semakin tinnggi DPK maka semakin banyak masyarakat
yang menggunakan jasa bank syariah, semakin tinggi pula market share
nya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari &
Anwar, 2019), (I. B. Siregar, 2018), (Lestiyaningsih, 2017), (Dewi, 2020)
serentak menyatakan DPK positif signifikan terhadap market share.
80
Hal ini sesuai dengan teori kekuatan pasar (Market Power Theory)
dinyatakan dalam Tregenna (2009) yang menyatakan bahwa struktur
pasar dipengaruhi oleh kinerja bank. Dalam hal ini DPK yang dihimpun
dari masyarakat, bank yang kinerja nya baik dalam menghimpun dana
maka akan menguatkan posisi dalam pasar dalam hal ini menaikan market
share.
Temuan bahwa pada periode 2020 Bank Syariah Indonesia (BSI)
mampu menghimpun dana dari masyarakat paling besar, yang mana
langsung berdampak pada market share nya yang tinggi.
6. Pengaruh NPF terhadap Market Share
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh, disimpulkan bahwa NPF
negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di
Indonesia tahun 2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa
penelitian sebelum yang dilakukan oleh Maula (2018), Ludiman &
Mutmainah (2020) Purboastuti et al (2016), Asriningrum (2019) yang
menyatakan NPF negatif signifikan terhadap market share.
Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
Lestiyaningsih (2017) menyatakan bahwa pembiayaan bermasalah yang
tercerminkan oleh rasio NPF, menandakan pembiayaan dalam
pelaksanaan nya belum memenuhi target yang diinginkan bank, hal ini
jelas mempengaruhi market share dikarenakan banyak nya pembiayaan
bermasalah dan pengembalian uang menjadi terhambat, maka semakin
banyak uang yang tidak dapat diputarkan kembali.
81
Hal ini sejalan dengan teori efisiensi menurut Setiawan (2009) bank
yang mampu mengefisiensi operasional nya akan mendapatkan
keuntungan serta mampu meningkatkan market share nya., bank mampu
menjaga rasio NPF tetap terkontrol akan mendapatkan keuntungan yang
serta menaikan market share.
NPF yang rendah tergantung dari manajemen sebuah bank dan juga
target pasarnya. Seperti bank BCA syariah memiliki rasio NPF paling
rendah dari pada bank lain, dikarenakan nasabah yang menggunakan
BCA syariah berasal dari golongan kelas menengah sehingga untuk
masalah pembiayaan agak sulit terjadi.
7. Pengaruh FDR terhadap Market Share
Hasil dari uji validitas pengaruh yang dilakukan disimpulkan bahwa
FDR negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah tahun
2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian sebelum
yang dilakukan oleh Maula (2018), Purboastuti et al (2016), dan Agista
(2016) yang secara serentak menyatakan bahwa FDR negatif signifikan
terhadap market share.
Hal tesebut tidak sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan oleh
Setiawan (2009) menurutnya operasional perusahaan yang baik akan
meningkatkan keuntungan, keuntungan yang besar dapat meningkatkan
market share, akan tetapi secara langsung masih terdapat masalah
82
sehingga keuntungan yang berhasil didapatkan tidak mampu menaikan
market share.
Secara teori, rasio FDR menggambarkan jumlah pembiayaan yang
disalurkan dan juga kemampuan bank dalam memenuhi hak deposan,
semakin tinggi rasio FDR maka pembiayaan yang disalurkan juga
semakin banyak, pembiayaan yang disalurkan akan menghasilkan
keuntungan bagi bank. Akan tetapi, banyak terjadi nya masalah pada
pengembalian pembiayaan yang disalurkan menimbulkan persoalan lain,
yaitu akan mengakibatkan menurunnya kemampuan bank dalam
kewajiban nya kepada deposan, hak deposan yang tidak terpenuhi maka
akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah kepada bank, hal ini akan
berdampak kepada penurunan tingkat market share.
8. Pengaruh CAR terhadap Market Share
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh, disimpulkan bahwa CAR
negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di
Indonesia tahun 2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa
penelitan sebelum yang dilakukan oleh Ludiman & Mutmainah (2020),
Lestiyaningsih (2017), Maula (2018) secara serentak menyatakan bahwa
CAR negatif signifikan terhadap market share. Menurut penelitian yang
dilakukan oleh Ludiman & Mutmainah (2020) menyatakan bahwa tidak
berpengaruhnya CAR terhadap market share disebabkan karena
masyarakat di Indonesia dalam melakukan transaksi perbankan tidak
83
mempertimbangkan tinggi rendahnya CAR yang ada dalam bank. Mereka
lebih mempertimbangkan kenyamanan dan kepuasan yang ditawarkan
bank.
Hal ini tidak sejalan dengan teori efisiemsi yang dinyatakan
Setiawan,(2009) bahwa operasional perusahaan mampu mempengaruhi
market share. meskipun bank mampu memanfaatkan permodalaan yang
dimiliki nya untuk operasional, akan tetapi tidak mampu untuk menaikan
market share nya.
CAR merupakan rasio permodalan untuk melindungi risiko yang
diterima dari pergerakan aktiva dan juga digunakan untuk operasional
bank. CAR yang tinggi menunjukan kesehatan sebuah bank dalam
menanggulangi risiko yang terjadi. Secara teori CAR yang bagus berarti
bank mampu menjalankan operasional nya untuk mendapatkan
keuntungan dan juga menaikan market share dengan baik. Namun, dalam
penelitian ini CAR memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap market
share.
9. Pengaruh Profitabilitas terhadap Market Share
Berdasarkan penelitian uji validitas pengaruh yang telah dilakukan,
dapat disimpulkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh negatif
signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di Indonesia tahun
2018-2020.
Dalam teori Structur Conduct Performance untuk meningkatkan
profitabilitas maka bank harus meningkatkan kosentrasi kekuatan pasar
84
mereka dalam industri, kosentrasi kekuatan pasar dalam hal ini ialah
jumlah jaringan yang menjangkau nasabah baru.
Keuntungan yang berhasil didapatkan bank syariah di Indonesia
dalam jangka pendek tidak selalu diikuti dengan meningkatnya market
share bank. Disebabkan karena keuntungan yang didapat digunakan
kembali untuk memperkuat kosentrasi bank didalam pasar, dengan cara
memperbaiki layanan kepada nasabah dan juga untuk memperluas
jaringan mereka untuk mencapai nasabah yang lebih banyak.
10. Pengaruh DPK terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
Berdasarkan hasil uji analisis jalur (Analisys Path) disimpulkan
bahwa profitabilitas tidak dapat menjadi variabel intervening antara DPK
terhadap market share Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2018-
2020. Maka H10 yang menyatakan profitabilitas mampu menjadi variabel
intervening antara hubungan DPK terhadap market share ditolak.
DPK merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan bank
dalam menghimpun dana dari masyarakat, DPK menjadi penyumbang
modal terberar bagi operasional bank, dana yang dihimpun akan
disalurkan kembali kedalam bentuk pembiayaan. Return dari pembiayaan
akan menjadi keuntungan bagi bank syariah.
Profitabilitas ialah keuntungan yang didapatkan bank, alat ukur
profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan rasio ROE, yang mana
melihat kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan menggunakan
85
modal sendiri. Namun, profitabilitas secara jangka pendek memiliki
pengaruh negatif signifikan terhadap market share, dikarenakan
keuntungan yang didapat akan diputar kembali untuk memperkuat
konsentrasi nya didalam pasar, dengan cara memperluas jaringan bank
untuk menjangkau nasabah dan untuk memperbaiki layanan perbankan
yang akan ditawarkan kepada nasabah.
Oleh karena itu DPK mampu mempengaruhi keuntungan bank, akan
tetapi keuntungan bank secara jangka pendek tidak mempengaruhi
market share. Maka penelitian yang dilakukan menemukan bahwa
profitabilitas tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan
DPK terhadap market share.
11. Pengaruh NPF terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
Hasil uji nalisis jalur yang dilakukan, disimpulkan bahwa
profitabilitas tidak dapat menjadi variabel intervening antara hubungan
NPF terhadap market share. maka H11 yang menyatakan profitabilitas
mampu menjadi variabel intervening antara hubungan NPF terhadap
market share ditolak.
NPF merupakan ukuran untuk kesehatan pembiayaan yang
disalurkan, semakin tinggi rasio NPF menggambarkan banyak masalah
pembiayaan tidak lancar yang terjadi. Hal ini akan berdampak pada
keuntungan yang akan diterima. NPF memiliki pengaruh negatif
signifikan terhadap profitabilitas, berarti bahwa jika nilai NPF tinggi
86
maka keuntungan yang didapatkan menurun, sebaliknya jika rasio NPF
rendah maka keuntungan yang didapatkan meningkat.
Namun, profitabilitas dalam jangka pendek tidak berpengaruh
terhadap market share. keuntungan yang didapatkan dari kecil nya raiso
NPF yang menunjukan kesehatan pembiayaan yang disalurkan, tidak
mempengaruhi pertumbuhan market share.
12. Pengaruh FDR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
Berdasarkan hasil uji analisis jalur, disimpulkan bahwa profitabilitas
tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan FDR
terhadap market share.
FDR mempengaruhi keuntungan yang didapatkan bank, karena FDR
merupakan rasio yang menggambarkan jumlah pembiayaan yang
disalurkan dan juga rasio kemampuan bank dalam memenuhi hak
deposan. Semakin tinggi rasio FDR semakin banyak pembiayaan yang
disalurkan, semakin besar kemungkinan keuntungan yang didapatkan.
Akan tetapi, profitabilitas yang didapatkan dari pembiyaan yang
disalurkan, dalam jangka pendek memiliki pengaruh negatif signifikan
terhadap market share. Maka profitabilitas tidak mapu menjadi variabel
intervening antara hubungan FDR terhadap market share.
13. Pengaruh CAR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai
variabel intervening
87
Hasil uji anlisis jalur yang dilakukan, disimpulkan bahwa
probabilitas tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan
CAR terhadap market share.
CAR merupakan rasio permodalan yang digunakan untuk
operasional bank dan juga mengantisipasi risiko yang terjadi dari
pergerakan aktiva. CAR dapat mempengaruhi keuntungan yang
didapatkan bank, karena bank yang memiliki modal yang baik akan
leluasa menjalankan usaha nya untuk mendapatkan keuntungan yang
lebih, karena risiko telah tertanggung oleh modal yang ada.
Namun, keuntungan yang didapatkan memiliki pengaruh negatif
signifikan terhadap market share, artinya keuntungan yang didapatkan
secara jangka pendek tidak mampu menaikan market share. oleh karena
itu dalam penelitian ini profitabilitas tidak mampu menjadi variabel
intervening antara hubungan CAR terhadap market share.
88
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berlandaskan rumusan masalah pada bab sebelumnya, didapati kesimpulan
sebagai berikut, Dana Pihak Ketiga, Financing to Deposit Ratio, Capital
Adequency Ratio menghasilkan kesimpulan positif signifikan terhadap
profitabilitas, sementara itu Non Performing Ratio berkesimpulan negatif
signifikan terhadap profitabilitas.
Penelitian terhadap market share disimpulkan bahwa, Dana Pihak Ketiga
positif signifikan terhadap market share. Sementara , Financing to Deposit
Ratio, Capital Adequency, dan profitabilitas negatif signifikan terhadap market
share.
Penelitian terhadap variabel intervening, yaitu profitabilitas dalam
mempengaruhi hubungan Dana Pihak Ketiga, Non Performing Finance,
Financing to Deposit Ratio, Capital Adequency dalam mempengaruhi terhadap
market share, disimpulakan bahwa variabel profitabilitas tidak dapat
memediasi.
B. Implikasi dan Keterbatasan
Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi yang dapat diambil. Tema
market share masih dapat dikembangkan dan diperdalam yang dapat dilakukan
pada penelitian selanjutnya, yang merujuk pada penelitian ini. Dikarenakan
keterbatasan peneli dalam meneliti faktor-faktor yang terkait pada pengaruh
market share. penelitian kali ini hanya berfokus pada sisi faktor ratio keuangan
89
perbankan syariah. pada penelitian selanjutnya dapat mengembangkan ke
faktor marketing untuk dapat menghasilkan keakuratan yang lebih besar.
Keterbatasan yang dimiliki dalam penelitian kali ini yaitu hanya terdapat
enam hipotesis yang terbukti dari tiga belas hipotesis yang diajukan, dan juga
pada penelitian ini hanya berfokus kepada penelitian faktor ratio keuangan
yang mempengaruhi market share. Ruang yang dimiliki peneliti sangat sempit
sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan dalam melihat gambaran mengenai
faktor yang mempengaruhi market share Bank Umum Syariah di Indonesia.
C. Saran
Penelitian dengan tema market share agar lebih dikembangkan kembali,
dengan mencoba berbagai variabel lain yang terkait, dan juga jangka waktu
periode penelitian dapat diperpanjang untuk dapat melihat perkembangan
demi perkembangan yang terjadi pada setiap periodenya.
90
Daftar Pustaka
Adelia, S., Andriani, S., & Ananda, N. A. (2018). Analisis Faktor – Faktor
Keuangan Dan Aspek Teknologi Terhadap Market Share Perbankan Di
Indonesia Periode 2013-2017. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 3(2).
[Link]
Adiputra, F. (2017). Pengaruh CAR, NPF, FDR dan BOPO Terhadap Profitabilitas
(ROA dan ROE) Pada Bank UmumSyariah. In Journal of Chemical
Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Agista, A. R. (2016). Analisis Pengaruh DPK, CAR, NPF, dan ROA Terhadap. In
Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical (Vol. 44, Issue 8).
[Link]
Aldinawari, I. (2020). Pengaruh Tingkat NPF(Non Performing Financing) dan DPK
Terhadap Tingkat Profitabilitas di BNI Syariah. In Journal of Chemical
Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). UIN Alaudin Makasar.
Almunawaroh, M., & Merliana, R. (2018). Pengaruh CAR, NPF dan FDR
Terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia. 2(1), 1–18.
Anggraeny, A. (2020). Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) dan NON
Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Equity (ROE) (Studi Pada
PT Bank Syariah Mandiri Periode 2014- 2018). In Orphanet Journal of Rare
Diseases (Vol. 21, Issue 1). IAIN Metro.
Asiyah, B. N., Susilowati, L., & Muslim, N. A. (2018). Pengaruh Dana Pihak
Ketiga (DPK) Mudharabah Anggota dan Liability Lembaga Lain Terhadap
Return On Equity (Study Pada Lembaga Keuangan Syariah Non Bank di
Tulungagung dan Blitar). 5(1).
Asriningrum, C. (2019). Analisis Pengaruh NPF , DPK , dan ROA Terhadap
Market Share Bank Syariah di Indonesia ( Studi Kasus Pada Bank Umum
Syariah Periode 2014-2018 ).
Ayuni, Y. Q. (2017). Pengaruh car, ldr dan cic terhadap roe perbankan yang
terdaftar di bei. Ilmu Dan Riset Manajemn, 6, 1–17.
Bawono, A. (2006). Multivariate Analysisi dengan SPSS. STAIN Salatiga Press.
Bawono, A., & Shina, A. F. I. (2018). Ekonometrika Terapan Untuk Ekonomi dan
Bisnis Islam Aplikasi dengan Eviews. Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga.
Dewi, B. I. (2020). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Dana Pihak Ketiga Terhadap
Market Share Perbankan Syariah di Indonesia (Periode Januari 2013 –
Desember 2018). Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama
Islam Negeri Surakarta.
Fadma, M. (2020). Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Market Share
Asuransi Jiwa. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Negeri
91
Sumatra Utara (Vol. 21, Issue 1). Universitas Islam Negeri Sumatra Utara.
Fatihin, M. K., Siswanto, E., RUsgianto, S., & Hadi, N. H. (2020). Dampak Makro
Ekonomi dan Financial Performance Terhadap Market Share Perbankan
Syari’ah di Indonesia. Jurnal Ekonomi, 25(1), 51.
[Link]
Ghozali. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21
Update PLS Regresi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gregory, N. M. (2003). Teori Makro Ekonomi (I. Nurmawan (ed.); Edisi Keem).
Penerbit Erlangga.
Hakiim, N. (2016). Pengaruh Internal Capital Adequency Ratio ( Car ), Financing
To Deposit Ratio ( Fdr ), Dan Biaya Operasional Per Pendapatan
Operasional. 1(1), 60–74.
Halin, H., Wijaya, H., & Yusilpi, R. (2017). Pengaruh Harga Jual Kaca Patri Jenis
Silver Terhadap Nilai Penjualan Pada Cv. Karunia Kaca Palembang Tahun
2004-2015. Jurnal Ecoment Global, 2(2), 49.
[Link]
Husaeni, U. A. (2017). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Non Performing
Financing Terhadap Return on Asset Pada BPRS di Indonesiah. Equilibrium:
Jurnal Ekonomi Syariah, 5, nomer 1(2), 16.
[Link]
Inayatillah, Y., & Subardjo, A. (2017). Pengaruh Pembiayaan Bagi Hasil ,
Pembiayaan Jual Beli, FDR, NPF Terhadap Profitabilitas Bank Syariah.
Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 6(12), 1–17.
Jujun S, S. (2007). Filsafat Ilmu (Natasa T (ed.)). Pustaka Sinar Harapan.
Kisworo, Y., Salama, H., & Paramita, G. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja
Keuangan Market Share Perbankan Syariah Dengan Perbankan Konvensional
(Studi Kasus BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BCA Syariah
dengan Bank BRI Tbk, BNI Tbk, Mandiri Tbk dan BCA Tbk). Journal of
Information System, Applied, Management, Accounting and Research , 5(1),
1–12.
Lemiyan, & Litriani, E. (2016). Pengaruh Npf, Fdr, Bopo Terhadap Return on Asset
(Roa) Pada Bank Umum Syariah. I-Economics, 2(1), 31–49.
Lestiyaningsih, N. (2017). Pengaruh DPK dan Kinerja Keuangan Terhadap
Market share Perbankan Syariah di Indonesia. IAIN Surakarta.
Ludiman, I., & Mutmainah, K. (2020). Analisis Determinan Market Share
Perbankan Syariah di Indonesia (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah dan
Unit Usaha Syariah yang Terdaftar di OJK Periode Maret 2017 sampai
September 2019). Journal of Economic, Management, Accounting and
Technology, 3(2), 169–181. [Link]
92
Maula, A. K. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Market Share
melalui Return On Asset Bank Umum Syariah Di Indonesia .
Mayndarto, E. C. (2020). The Infulence of Mudharabah and Musyarakah FInance
on Reduced Profitability Through Non Performing Financing . 3(2), 147–157.
Mizan, E. (2018). Pengaruh Pengukuran Return on Asset , Return on Equity ,
Earning Per Share , Dan Economic Value Added Terhadap Market Share.
AKTIVA Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 3(1), 25–43.
Munir, M. (2018). Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap
Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia. Ihtifaz: Journal of Islamic
Economics, Finance, and Banking, 1(1), 89.
[Link]
Nurfidayani, E. (2020). Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Non Performing
Financing Terhadap Return on Asset Pada Bank Umum Syariah Tahun 2018-
2019 [IAIN Ponorogo]. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo
(Vol. 95, Issue 1).
[Link]
ndteint.2017.12.003%0A[Link]
Pravasanti, Y. A. (2018). Pengaruh NPF dan FDR Terhadap CAR dan Dampaknya
Terhadap ROA Pada Perbankan Syariah Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi
Islam, 4(03), 148. [Link]
Purboastuti, N., Anwar, N., & Suryahani, I. (2016). Pengaruh Indikator Utama
Perbankan Terhadap Pangsa Pasar Perbankan Syariah. Jejak, 8(1), 13–22.
[Link]
Putri, T. A., & Farida, A. (2019). Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Pembiayaan
Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2014-2018.
Malia (Terakreditasi), 11(1), 1–20. [Link]
Rahman, T., & Safitrie, D. (2018). Peran Non Performing Financing (NPF) Dalam
Hubungan Antara Dewan Komisaris Independen dan Profitabilitas Bank
Syariah. 6(1), 145–171.
Rahmani, N. A. B. (2017). Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan
Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return On Asset (ROA) dan
Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan Bank Umum Syariah di Indonesia.
Human Falah, 4(2), 299–316.
Rina, R., & Rofiuddin, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas
pada Bank Umum Syariah. Journal of Accounting and Digital Finance, 1(1),
25–35. [Link]
Rohman, S. N., & Karsinah, K. (2018). Analisis Determinan Pangsa Pasar Bank
Syariah dengan Kinerja Bank Syariah di Indonesia Periode 2011-2016.
Economics Development Analysis Journal, 5(2), 135–142.
[Link]
93
Safietrie, D., & Rahman, T. (2017). Pengaruh Dewan Komisaris Indepeden
terhadap Profitabilitas Bank Syariah dengan Non Performing Financing (NPF)
sebagai Variabel Intervening. In Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Sandy, M., Mulazid, A. S., & Mubarok, F. (2019). An Analysis on the Effect of
Performance Factors and Technology Aspect on Market Share of Sharia -
Compliant Banking in Indonesia. 101(Iconies 2018), 370–375.
[Link]
Saputra, B. (2016). Faktor-Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Market Share
Perbankan Syariah Di Indonesia. Akuntabilitas, 7(2), 123–131.
[Link]
Saputri, S. F. H., & Oetomo, H. W. (2016). Pengaruh CAR, BOPO, NPL Dan FDR
Terhadap ROE Pada Bank Devisa. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen, 5(5), 1–
19. [Link]
Sarwono, J. (2010). Belajar Statistik Menjadi Mudah dan Cepat (PASW Stati). CV
Andi Offset.
Setiawan, A. (2009). Analisis Pengaruh Faktor Makroekonomi, Pangsa Pasar dan
Karakteristik Bank Terhadap Profitabilitas Bank Syariah (studi pada Bank
Syariah Periode 2005-2008). Universitas Diponegoro Semarang.
Setyowati, D. H., Sartika, A., & Setiawan, S. (2019). Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Pangsa Pasar Industri Keuangan Syariah Non-Bank. Jurnal
Iqtisaduna, 5(2), 169. [Link]
Siamat, D. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan. Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia.
Siregar, E. S. (2016). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perbankan
Syariah Terhadap Market Share Perbankan Syariah di Indonesia. Journal of
Islamic Economics, Finance, and Banking, 39–50.
Siregar, I. B. (2018). Pengaruh Non Performing Financing (NPF)m Return on Asset
(ROA), Dana Pihak Ketiga(DPK), dan Jumlah Kantor Terhadap Market Share
Bank Syariah di Indonesia (Periode 2012-2016) [UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta]. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta (Vol. 15, Issue
40).
[Link]
A[Link]
ublicaciones jesus/capitulos_espanyol_jesus/2005_motivacion para el
aprendizaje Perspectiva [Link]%0A[Link]
Siswandi, M. L. (2020). Pengaruh Return on Asset dan Zakat Performance Ratio
Terhadap Perkembangan Market Share Bank Umum Syariah Periode 2017-
2018. Skripsi Fakultas Dan Ekonomi Bisnis Islam Universitas Raden Intan
Lampung, (9), 40–41.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan
94
Ke). Penerbit Alfabeta.
Sukma, Y. L. (2016). Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Kecukupan Modal dan Risiko
Kredit Terhadap Profitabilitas. Universitas Negeri Padang.
Tregenna, F. (2009). Characterising deindustrialisation: An analysis of changes in
manufacturing employment and output internationally. Cambridge Journal of
Economics 2009, 33, 433–466.
Ubaidi, A. (2020). Peningkatan Market Share Bank Syariah Melalui Kinerja
Keuangan; Antara Moderasi Efisiensi Dan Risk-Taking Behavior. MALIA:
Journal of Islamic Banking and Finance, 4(2), 118.
[Link]
uli nuha, astiwi indriani. (2016). Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital
Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) terhadap
Profitabilitas Bank Syariah dengan Pembiayaan sebagai Variabel Intervening.
Diponegoro Journal of Management, 5(4), 1–11.
Utami, S. R. (2020). Analisis Pengaruh CAR, NPF, BOPO, ROA, dan ROE
Terhadap Dana Pihak Ketiga dengan ROA dan ROE SebagainVariabel
Intervening. In Skripsi: Vol. IAIN Salat. IAIN Salatiga.
Widiasari & Pangestuti. (2016). Pengaruh Struktur Pasar, Kompetisi,
Diversifikasi,Kapitalisasi, Risiko Kredit, Dan Size Terhadap Profitabilitas
Bank. Diponegoro Journal of Management, 4(6), 1–12. [Link]
[Link]/[Link]/dbr
Winarno, W. (2015). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. UPP
STIM YKPN.
Wulandari, V., & Anwar, D. (2019). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga dan
Pembiayaan Terhadap Market Share Perbankan Syariah di Indonesia Melalui
Aset Sebagai Variabel Intervening. SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen
Dan Bisnis Islam, 1(2), 33–44. [Link]
Yulizar D Sanrego, Z. D. P. (2016). Pengaruh Variabel Makro Dan Mikro Terhadap
Npl Perbankan Konvensional Dan Npf Perbankan Syariah. Tazkia Islamic
Finance and Business Review, 6(2), 79–104.
95
DAFTAR LAMPIRAN
96
Data Rasio Keuangan Triwulan
Bank Umum Syariah
Periode Januari 2018-2020
Nama FDR CAR ROE Market
bank Periode DPK X1 NPF X2 X3 X4 Z Share Y
Muamalat Mar-18 47,160,374,000,000 0.0476 0.8841 0.1016 0.0151 0.0077
Muamalat Jun-18 43,726,808,000,000 0.0165 0.8437 0.1767 0.052 0.0072
Muamalat Sep-18 44,314,882,000,000 0.0250 0.7903 0.1212 0.0369 0.0070
Muamalat Des-18 45,635,574,000,000 0.0387 0.7318 0.1234 0.0116 0.0070
Muamalat Mar-19 45,711,285,000,000 0.0443 0.7117 0.1258 0.0025 0.0067
Muamalat Jun-19 45,691,524,000,000 0.0541 0.6805 0.1201 0.0027 0.0066
Muamalat Sep-19 44,547,334,000,000 0.0564 0.6851 0.1241 0.0026 0.0064
Muamalat Des-19 40,357,214,000,000 0.0522 0.7351 0.1227 0.0045 0.0059
Muamalat Mar-20 40,283,880,000,000 0.0562 0.7378 0.1212 0.0030 0.0056
Muamalat Jun-20 38,597,650,000,000 0.0570 0.7481 0.1212 0.0031 0.0056
Muamalat Sep-20 38,597,650,000,000 0.0569 0.7380 0.1248 0.0029 0.0053
Muamalat Des-20 38,432,743,000,000 0.0481 0.6988 0.1521 0.0029 0.0055
Bukopin Mar-18 5,188,094,000,000 0.0768 0.8293 0.1925 0.0050 0.0009
Bukopin Jun-18 4,686,355,000,000 0.0691 0.8953 0.1964 0.0100 0.0008
Bukopin Sep-18 4,525,340,000,000 0.0687 0.9148 0.1791 0.0119 0.0008
Bukopin Des-18 4,543,665,000,000 0.0571 0.9340 0.1931 0.0026 0.0007
Bukopin Mar-19 5,050,680,000,000 0.0589 0.8400 0.1960 0.0018 0.0008
Bukopin Jun-19 4,681,005,000,000 0.0635 0.8640 0.1599 0.0022 0.0007
Bukopin Sep-19 4,565,901,000,000 0.0614 0.9359 0.1622 0.0028 0.0007
Bukopin Des-19 5,087,295,000,000 0.0589 0.9348 0.1524 0.0023 0.0007
Bukopin Mar-20 4,313,004,000,000 0.0632 1.0987 0.1444 0.0029 0.0006
Bukopin Jun-20 2,874,521,000,000 0.0710 1.6111 0.1466 0.0015 0.0006
Bukopin Sep-20 2,421,771,000,000 0.0007 0.0182 0.1508 0.0014 0.0005
Bukopin Des-20 2,080,391,000,000 0.0749 1.9673 0.2221 0.0002 0.0005
BJB Mar-18 5,599,193,000,000 0.2181 0.8982 0.1753 0.0432 0.0009
BJB Jun-18 5,474,136,000,000 0.2229 0.9016 0.1761 0.0427 0.0008
BJB Sep-18 5,165,486,000,000 0.2082 0.9866 0.1628 0.0454 0.0008
BJB Des-18 5,182,147,000,000 0.0458 0.8985 0.1643 0.0263 0.0008
BJB Mar-19 5,132,079,000,000 0.0449 0.9383 0.1594 0.0627 0.0008
BJB Jun-19 5,524,338,000,000 0.0387 0.9125 0.1629 0.0344 0.0008
BJB Sep-19 5,674,166,000,000 0.0403 0.9184 0.1519 0.0306 0.0008
BJB Des-19 5,788,150,000,000 0.0354 0.9353 0.1495 0.0233 0.0009
BJB Mar-20 5,593,292,000,000 0.0391 0.9629 0.1658 0.0391 0.0008
BJB Jun-20 5,444,239,000,000 0.0396 1.0067 0.1604 0.0363 0.0008
97
BJB Sep-20 6,094,767,000,000 0.0386 0.9274 0.1634 0.0473 0.0008
BJB Des-20 6,664,770,000,000 0.0528 0.8664 0.2414 0.0051 0.0009
BRIS Mar-18 28,298,102,000,000 0.0410 0.9075 0.2363 0.0692 0.0046
BRIS Jun-18 26,835,941,000,000 0.0513 0.7778 0.2931 0.0637 0.0047
BRIS Sep-18 27,757,732,000,000 0.0530 0.7640 0.2978 0.0487 0.0046
BRIS Des-18 28,862,524,000,000 0.0673 0.9532 0.2971 0.0249 0.0046
BRIS Mar-19 28,437,288,000,000 0.0568 0.7955 0.2782 0.0254 0.0047
BRIS Jun-19 28,094,837,000,000 0.0498 0.8525 0.2688 0.0151 0.0044
BRIS Sep-19 28,220,775,000,000 0.0445 0.9678 0.2654 0.0160 0.0044
BRIS Des-19 34,124,895,000,000 0.0522 0.8012 0.2525 0.0157 0.0050
BRIS Apr-20 33,019,275,000,000 0.0500 0.9210 0.2199 0.0630 0.0048
BRIS Jun-20 41,070,821,000,000 0.0399 0.9101 0.2373 0.0487 0.0057
BRIS Sep-20 48,734,958,000,000 0.0335 0.8265 0.1937 0.0520 0.0061
BRIS Des-20 49,347,162,000,000 0.0324 0.8099 0.1904 0.0589 0.0620
BNIS Apr-18 32,948,145,000,000 0.0318 0.7198 0.1942 0.0985 0.0051
BNIS Jun-18 32,393,323,000,000 0.0304 0.8543 0.1924 0.1051 0.0049
BNIS Sep-18 33,535,968,000,000 0.0308 0.8003 0.1921 0.1047 0.0050
BNIS Des-18 35,496,520,000,000 0.0293 0.7962 0.1930 0.1053 0.0050
BNIS Mar-19 38,447,580,000,000 0.0290 0.7642 0.1823 0.1265 0.0054
BNIS Jun-19 36,323,743,000,000 0.0303 0.8707 0.1837 0.1462 0.0051
BNIS Sep-19 37,490,514,000,000 0.0305 0.8474 0.1872 0.1402 0.0052
BNIS Des-19 43,771,879,000,000 0.0333 0.7431 0.1888 0.1354 0.0058
BNIS Apr-20 44,859,452,000,000 0.0380 0.7193 0.1929 0.1795 0.0059
BNIS Jun-20 43,643,750,000,000 0.0390 0.7167 0.2065 0.1086 0.0058
BNIS Sep-20 45,648,390,000,000 0.0344 0.7062 0.2059 0.1033 0.0057
BNIS Des-20 47,974,351,000,000 0.0338 0.6879 0.2135 0.0997 0.0059
BSI Mar-18 82,584,156,000,000 0.0397 0.7392 0.1558 0.0685 0.0125
BSI Jun-18 82,416,504,000,000 0.0397 0.7547 0.1561 0.0731 0.0121
BSI Sep-18 82,275,458,000,000 0.0365 0.7908 0.1645 0.0798 0.0120
BSI Des-18 87,471,843,000,000 0.0328 0.7725 0.1626 0.0821 0.0121
BSI Mar-19 87,154,766,000,000 0.0306 0.7939 0.1562 0.1259 0.0121
BSI Jun-19 87,354,851,000,000 0.0289 0.8163 0.1584 0.1401 0.0124
BSI Sep-19 90,494,317,000,000 0.0266 0.8141 0.1608 0.1455 0.0123
BSI Des-19 99,809,729,000,000 0.0244 0.7554 0.1614 0.1565 0.0123
BSI Mar-20 101,915,689,000,000 0.0249 0.7413 0.1643 0.1639 0.0130
BSI Jun-20 101,781,696,000,000 0.0257 0.7416 0.1741 0.1571 0.1319
BSI Sep-20 106,117,345,000,000 0.0266 0.7456 0.1768 0.1524 0.1317
BSI Des-20 112,584,645,000,000 0.0251 0.7398 0.1687 0.1503 1.3827
BMS Mar-18 4,881,240,000,000 0.0284 0.9426 0.2340 0.0396 0.0008
BMS Jun-18 4,973,332,000,000 0.0239 0.9249 0.2290 0.0426 0.0008
BMS Sep-18 5,013,099,000,000 0.0246 0.9435 0.2138 0.0419 0.0008
BMS Des-18 5,672,207,000,000 0.0215 0.9088 0.2053 0.0408 0.0009
98
BMS Mar-18 5,346,840,000,000 0.0191 0.9923 0.2105 0.0316 0.0009
BMS Jun-19 5,781,820,000,000 0.0191 0.9923 0.2045 0.0495 0.0009
BMS Sep-19 5,763,564,000,000 0.0191 0.9923 0.2021 0.0316 0.0009
BMS Des-19 6,403,049,000,000 0.0149 0.9453 0.1996 0.0427 0.0009
BMS Mar-20 6,342,428,000,000 0.0255 0.9724 0.1936 0.0542 0.0009
BMS Jun-20 6,894,451,000,000 0.0227 0.8373 0.1928 0.0492 0.0009
BMS Sep-20 6,961,193,000,000 0.0404 0.7619 0.2195 0.0698 0.0010
BMS Des-20 7,689,022,000,000 0.0169 0.6394 0.2414 0.0976 0.0017
Panin
Dubai Mar-18 6,562,611,000,000 0.1128 0.8790 0.2708 0.0150 0.0011
Panin
Dubai Jun-18 6,158,775,000,000 0.0845 0.8877 0.2774 0.0123 0.0011
Panin
Dubai Sep-18 5,989,300,000,000 0.0479 0.9344 0.2597 0.0113 0.0010
Panin
Dubai Des-18 6,905,806,000,000 0.0481 0.8882 0.2315 0.0145 0.0010
Panin
Dubai Mar-19 6,604,435,000,000 0.0500 0.0150 0.1847 0.0150 0.0010
Panin
Dubai Jun-19 7,676,789,000,000 0.0456 0.9466 0.1666 0.0079 0.0011
Panin
Dubai Sep-19 7,575,902,000,000 0.0441 0.9788 0.1516 0.0088 0.0011
Panin
Dubai Des-19 8,707,657,000,000 0.0381 0.9572 0.1445 0.0108 0.0013
Panin
Dubai Mar-20 8,414,118,000,000 0.0393 0.9821 0.1607 0.0174 0.0012
Panin
Dubai Jun-20 7,843,398,000,000 0.0377 1.0547 0.1627 0.0025 0.0012
Panin
Dubai Sep-20 8,850,918,000,000 0.0368 0.9387 0.1564 0.0003 0.0011
Panin
Dubai Des-20 7,918,781,000,000 0.0338 1.1171 0.3142 0.0001 0.0012
BCA
Syariah Mar-18 4,856,671,000,000 0.0053 0.8836 0.2772 0.0426 0.0008
BCA
Syariah Jun-18 5,170,692,000,000 0.0073 0.0439 0.2499 0.9115 0.0008
BCA
Syariah Sep-18 5,327,897,000,000 0.0054 0.8943 0.2479 0.0442 0.0008
BCA
Syariah Des-18 5,506,107,000,000 0.0035 0.8899 0.2426 0.0501 0.0008
BCA
Syariah Mar-19 5,462,121,000,000 0.0048 0.8676 0.2567 0.0397 0.0008
BCA
Syariah Jun-19 5,633,049,000,000 0.0068 0.8731 0.2567 0.0409 0.0008
BCA
Syariah Sep-19 5,692,827,000,000 0.0059 0.8868 0.4378 0.0347 0.0010
BCA
Syariah Des-19 6,204,931,000,000 0.0058 0.9098 0.3827 0.0397 0.0010
99
BCA
Syariah Mar-19 5,890,827,000,000 0.0067 0.9639 0.3836 0.0237 0.0009
BCA
Syariah Jun-20 6,053,103,000,000 0.0069 0.9440 0.3844 0.0240 0.0009
BCA
Syariah Sep-20 6,068,546,000,000 0.0053 0.9006 0.3956 0.0251 0.0009
BCA
Syariah Des-20 6,848,544,000,000 0.0050 0.8132 0.4525 0.0307 0.0010
BTPNS Apr-18 6,695,530,000,000 0.0167 0.9321 0.2774 0.3716 0.0012
BTPNS Jun-18 7,021,474,000,000 0.0165 0.9789 0.3690 0.3392 0.0014
BTPNS Sep-18 7,253,274,000,000 0.0156 0.9603 0.3968 0.3179 0.0014
BTPNS Des-18 7,612,114,000,000 0.0139 0.9560 0.4092 0.3082 0.0014
BTPNS Mar-19 7,817,372,000,000 0.0138 0.9603 0.3934 0.2875 0.0015
BTPNS Jun-19 8,883,670,000,000 0.0134 0.9617 0.3940 0.2930 0.0016
BTPNS Sep-19 9,025,414,000,000 0.0130 0.9868 0.4110 0.3015 0.0017
BTPNS Des-19 9,446,549,000,000 0.0136 0.9527 0.4439 0.3133 0.0017
BTPNS Mar-20 9,679,321,000,000 0.0143 0.9469 0.4239 0.2977 0.0018
BTPNS Jun-20 9,462,140,000,000 0.0179 0.9237 0.4227 0.1519 0.0017
BTPNS Sep-20 9,244,566,000,000 0.0187 0.9848 0.4308 0.1279 0.0017
BTPNS Des-20 9,780,481,000,000 0.0191 0.9737 0.4943 0.1608 0.0017
100
Lampiran Hasil Seluruh Uji
6. Uji Statistik Deskriptif
Date: 10/06/21
T ime: 10:27
Sample: 2018Q1 2020Q4
MARKET SHAR
E ROE DPK NPF FDR
Mean 0.017439 0.078065 24660655 0.039844 0.862696
Median 0.001550 0.042250 7830385. 0.034900 0.887950
Maximum 1.382700 0.911500 1.13E+08 0.222900 1.967300
Minimum 0.000500 0.000100 2080391. 0.000700 0.015100
Std. Dev. 0.126908 0.113887 27709302 0.034592 0.205052
Skewness 10.51736 3.951293 1.535472 3.365147 0.005152
Kurtosis 113.5093 25.90274 4.558746 17.76326 15.82603
Jarque-Bera 63273.85 2934.932 59.30193 1316.254 822.5356
Probability 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000
Sum 2.092700 9.367800 2.96E+09 4.781300 103.5235
Sum Sq. Dev. 1.916585 1.543459 9.14E+16 0.142398 5.003493
Observations 120 120 120 120 120
7. Uji Analisis Path
Regresi Terhadap Profitabilitas
Dependent Variable: Profitabilitas
Method: Panel Least Squares
Date: 10/23/21 Time: 15:07
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 120
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.068298 0.052694 1.296124 0.1975
DPK 6.92E-10 3.66E-10 1.892564 0.0609
NPF -0.275735 0.287136 -0.960291 0.3389
FDR -0.145886 0.046780 -3.118545 0.0023
CAR 0.578988 0.117353 4.933747 0.0000
R-squared 0.275701 Mean dependent var 0.078065
Adjusted R-squared 0.250508 S.D. dependent var 0.113887
S.E. of regression 0.098596 Akaike info criterion -1.754806
Sum squared resid 1.117926 Schw arz criterion -1.638661
Log likelihood 110.2884 Hannan-Quinn criter. -1.707639
F-statistic 10.94353 Durbin-Watson stat 1.358985
Prob(F-statistic) 0.000000
101
Regresi Terhadap Market Share
Dependent Variable: MARKETSHA RE
Method: Panel Least Squares
Date: 11/30/21 Time: 16:33
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 120
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.063926 0.064818 -0.986240 0.3261
DPK 1.78E-09 4.54E-10 3.933054 0.0001
NPF 0.012483 0.352053 0.035458 0.9718
FDR 0.023425 0.059494 0.393731 0.6945
CAR 0.063981 0.157750 0.405585 0.6858
ROE 0.030185 0.113877 0.265070 0.7914
R-squared 0.137692 Mean dependent var 0.017439
Adjusted R-squared 0.099872 S.D. dependent var 0.126908
S.E. of regression 0.120404 Akaike info criterion -1.347213
Sum squared resid 1.652686 Schw arz criterion -1.207838
Log likelihood 86.83278 Hannan-Quinn criter. -1.290612
F-statistic 3.640683 Durbin-Watson stat 1.021677
Prob(F-statistic) 0.004302
9. Uji Normalitas
14
Series: Standardized Residuals
12 Sample 2018Q1 2019Q4
Obs ervations 80
10
Mea n 2.78e-18
8
Median -0.056050
6 Maximum 0.643674
Minimum -0.456690
4 Std. Dev. 0.214086
Skewnes s 0.476907
2 Kurtos is 3.205092
0
-0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 Jarque-Bera 3.172744
Probability 0.204667
10. Uji Multikolinearitas
DPK NPF FDR CAR ROE
DPK 1.000000 0.170959 0.001500 -0.320799 0.274865
NPF 0.170959 1.000000 0.273907 -0.463905 -0.309736
FDR 0.001500 0.273907 1.000000 0.112045 -0.026158
CAR -0.320799 -0.463905 0.112045 1.000000 0.385175
ROE 0.274865 -0.309736 -0.026158 0.385175 1.000000
102
11. Uji Heteroksidasitas
Dependent Variable:RESABS
Method: Panel Least Squares
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 120
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -17.03194 18.64927 -0.913276 0.3632
DPK 0.568877 0.617447 0.921338 0.3590
NPF -0.070419 0.066297 -1.062177 0.2906
FDR -0.049299 0.125465 -0.392929 0.6952
CAR 0.137296 0.362947 0.378281 0.7060
ROE 0.012512 0.099535 0.125705 0.9002
12. Uji Autokorelasi
Root MSE 0.105247 R-squared 0.306516
Mean dependent var 0.017386 Adjusted R-squared 0.214051
S.D. dependent var 0.126913 S.E. of regression 0.112513
Akaike info criterion -1.415022 Sum squared resid 1.329221
Schw arz criterion -1.066585 Log likelihood 99.90130
Hannan-Quinn criter. -1.273520 F-statistic 3.314953
Durbin-Watson stat 1.886662 Prob(F-statistic) 0.000210
103