0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan121 halaman

Analisis Rasio Keuangan Bank Syariah

Skripsi ini membahas pengaruh rasio keuangan terhadap market share perbankan syariah di Indonesia dengan profitabilitas sebagai variabel intervening. Rasio keuangan yang diteliti meliputi dana pihak ketiga, non performing finance, financing to deposit ratio, dan capital adekuasi ratio. Penelitian ini menggunakan data sekunder 10 bank umum syariah periode 2018-2020 untuk menguji hubungan variabel.

Diunggah oleh

Khurun Lala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan121 halaman

Analisis Rasio Keuangan Bank Syariah

Skripsi ini membahas pengaruh rasio keuangan terhadap market share perbankan syariah di Indonesia dengan profitabilitas sebagai variabel intervening. Rasio keuangan yang diteliti meliputi dana pihak ketiga, non performing finance, financing to deposit ratio, dan capital adekuasi ratio. Penelitian ini menggunakan data sekunder 10 bank umum syariah periode 2018-2020 untuk menguji hubungan variabel.

Diunggah oleh

Khurun Lala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI

MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH DENGAN


PROFITABILITAS MENJADI VARIABEL INTERVENING

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Disusun Oleh :

ACHMAD CANDRA NAZRUDIN

NIM 63010170389

PROGAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2022
ii
ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI
MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
DENGAN PROFITABILITAS MENJADI
VARIABEL INTERVENING
SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Disusun Oleh :

Achmad Candra Nazrudin

NIM 63010170389

PROGAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2022
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

Jalan Tentara Pelajar No. 02 Telepon (0298) 3432784 Salatiga 50721

Website: [Link]

Persetujuan

i
PENGESAHAAN
ii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN
iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI

iv
MOTTO
“Cobalah dulu baru cerita. Pahamilah dulu baru menjawab. Pikirlah dulu baru
berkata. Dengarlah dulu baru beri penilaian. Bekerjalah dulu baru berharap”
- Sokrates

-Agree to Disagree-

v
PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, skripsi ini saya persembahan untuk:

1. Kedua orang tua (Bapak Nurkholis dan Ibu Laila Mufidah) serta seluruh

keluarga tercinta yang telah mencurahkan cinta dan kasih sayangnya selama

mendidik dan membimbing saya dari kecil dengan penuh keikhlasan dan

kesabaran., hingga tumbuh menjadi seorang dewasa yang kuat dan penuh

tanggung jawab. Terima kasih untuk semua do’a yang selalu mengiringi

perjalananku.

2. Bapak Rofiudin selaku dosen pembimbing skripsi.

3. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga

yang tanpa lelah mendidik dan membina saya selama ini.

4. Almamater tercintaku, IAIN Salatiga.

vi
KATA PENGANTAR
Tiada kata terindah yang dapat penulis sampaikan, selain ucapan
alhamdulillah hirrobil ‘alamin dengan rasa penuh syukur ke hadirat Allah SWT,
karena dengan rahmat, hidayah serta pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaikan
penelitian yang berjudul “ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG
MEMPENGARUHI MARKET SHARE PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
DENGAN PROFITABILITAS MENJADI VARIABEL INTERVENING” dengan
lancar. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Agung
Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang senantiasa membawa
kita dari zaman jahiliah ke zaman terang benderang.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu tugas mahasiswa dalam mengamalkan
Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu berupa penelitian. Ucapan terimakasih sebesar-
besarnya penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan,
bimbingan dan bantuan dalam berbagai bentuk.

Ucapan terimakasih terutama penulis sampaikan kepada:


1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, [Link]. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri
Salatiga.
2. Bapak Dr. Anton Bawono, [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam IAIN Salatiga.
3. Bapak Ari Setiawan, [Link]. selaku Ketua Program Studi S1 Perbankan Syariah.
4. Bapak Mohammad Rofiudin, [Link]. selaku dosen pembimbing dalam penelitian
ini.
5. Segenap dosen dan staff Program Staudi Perbankan Syariah S1 yang telah
memberikan bekal berbagai teori, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang
sangat bermanfaat bagi penulis.
6. Kedua orang tua tercinta, Bapak Nurkholis dan Ibu Sholikhatun serta keluarga
terkasih, kakak dan sahabat yang telah memberikan doa, dorongan moril dan
materil, serta yang senantiasa selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi penulis
7. UKM LPM DinamikA dan Komunitas Pelajar JABODETABEK sebagai tempat
menimba ilmu selain dalam perkuliahan.
8. Nisa Puspita Arum dan Choirul Umam selaku teman yang telah banyak
membantu tersusunnya skripsi ini.
9. Elza Farenza dan Dwi Rahayu Setiawan selaku sahabat yang telah berjuang
bersama selama proses skripsi ini.
10. Teman-teman seangkatan Program Studi S1 Perbankan Syariah tahun 2017
yang peneliti banggakan

vii
viii
ABSTRAK
Nazrudin, Achmad Candra. 2021. Analisis Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi
Market Share Perbankan Syariah di Indonesia Dengan Profitabilitas
Menjadi Variabel Intervening. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Strata Satu Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negri (IAIN)
Salatiga. Dosen Pembimbing: Mohammad Rofiudin, [Link]
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio
keuangan terhadap market share Perbankan Syariah di Indonesia dengan
profitabilitas menjadi variabel intervenging. Rasio keuangan yang digunakan untuk
penelitian yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Finance (NPF),
Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Capital Adequency Ratio (CAR).
Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif, data yang
digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder dan jenis data nya merupakan
data panel. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 10 Bank Umum
Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode Januari 2018
– Desember 2020. Data penelitian didapatkan pada laporan publikasi triwulan
dengan mengakses situs resmi OJK. Pengolahan data menggunakan aplikasi
Eviews 9. Analisis yang dipakai untuk penelitian ini meliputi uji statistik deskriptif,
uji path analysis, uji asumsi klasik, dan uji kebaikan model.
Hasil uji regresi menunjukan bahwa: 1) Variabel DPK positif signifikan
terhadap profitabilitas; 2) variabel NPF negatif signifikan terhadap profitabilitas; 3)
Variabel FDR positif signifikan terhadap profitabilitas; 4) Variabel CAR positif
signifikan terhadap profitabilitas; 5) Variabel DPK positif signifikan terhadap
market share; 6) Variabel NPF negatif signifikan terhadap market share; 7)
Variabel FDR negatif signifikan terhadap market share; 8) Variabel CAR negatif
signifikan terhadap market share; 9) Variabel profitabilitas negatif signifikan
terhadap market share; 10) Variabel profitabilitas tidak mampu memediasi
hubungan antara DPK terhadap market share; 11) Variabel profitabilitas tidak
mampu memediasi hubungan antara NPF terhadap market share; 12) Variabel
profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara FDR terhadap market
share; 13) Variabel profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara CAR
terhadap market share.
Kata Kunci: Dana Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Financing to Deposit
Ratio, Capital Adequency Ratio, Profitabilitas, Market Share

ix
Daftar ISI
HALAMAN LOGO.............................................................................................................i
HALAMAN JUDUL..........................................................................................................ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................................................iii

PENGESAHAAN ............................................................................................ ii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI ...iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI...............................................................iv
MOTTO........................................................................................................... v
PERSEMBAHAN............................................................................................vi
KATA PENGANTAR..................................................................................... vii
ABSTRAK .......................................................................................................ix
DAFTAR TABEL........................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................................. 8
D. Sistematika Penulisan ............................................................................. 10
BAB II LANDASAN TEORI......................................................................... 12
A. Tinjauan Pustaka ................................................................................... 12
B. Kerangka Teori ..................................................................................... 24
C. Model Penelitian ................................................................................... 34
D. Hipotesis Penelitian ............................................................................... 34
BAB III Metode Penelitian ............................................................................ 45
A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 45
B. Teknik Pengumpulan Data..................................................................... 46
C. Definisi Konsep dan Oprasional............................................................. 48
D. Teknik Analisis ..................................................................................... 51
E Uji Kebaikan Model .............................................................................. 55
F. Uji Validitas Pengaruh(Uji T) ................................................................ 56
BAB IV ANALISIS DATA ............................................................................ 58
A. Deskripsi Objek Penelitian .................................................................... 58

x
B. Uji Kebaikan Model .............................................................................. 67
C. Pembahasan .......................................................................................... 76
BAB V PENUTUP ......................................................................................... 89
A. Kesimpulan ........................................................................................... 89
B. Implikasi dan Keterbatasan .................................................................... 89
C. Saran .................................................................................................... 90

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 1 1 perkembangan market share perbankan syariah ................................... 2


Tabel 1 2 reaserch gep ..................................................................................... 15
Tabel 3. 1 Proses pengambilan Sampel ............................................................. 47
Tabel 3. 2 Sampel Bank Umum Syariah ........................................................... 48
Tabel 3. 3 Definisi Konsep dan Oprasional ....................................................... 50
Tabel 4. 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif ............................................................ 59
Tabel 4. 2 Regresi Model pertama ................................................................... 61
Tabel 4. 3 Regresi Model Kedua ..................................................................... 61
Tabel 4. 4 Analisis Jalur .................................................................................. 63
Tabel 4. 5 Hasil Uji Multikolinearitas .............................................................. 65
Tabel 4. 6 Uji Heteroksidasitas Glesjer ............................................................. 66
Tabel 4. 7 Uji Autokorelasi Durbin Watson ..................................................... 66
Tabel 4. 8 Menentukan Adanya autokorelasi atau tidak .................................... 67
Tabel 4. 9 Hasil Uji R Square .......................................................................... 67
Tabel 4. 10 Hasil Uji F Simultan ...................................................................... 68
Tabel 4. 11 Hasil Uji T Regresi 1 ..................................................................... 69
Tabel 4. 12 Hasil Uji T regresi 2 ...................................................................... 70
Tabel 4. 13 Ringkasan Hasil Uji Hipotesisi....................................................... 75

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Hasil Uji Jarque Bera Pertama..........................................................53


Gambar 4.2 Hasil Uji Jarque Bera Kedua.............................................................53

xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam membantu perekonomian negara, perbankan syariah menjadi

bagian penting dari sistem perbankan nasional untuk mendorong pertumbuhan

ekonomi di Indonesia (Saputra, 2016). Bank syariah berperan sebagai lembaga

yang mendorong pembangunan nasional, memiliki peran utamanya yaitu

sebagai mediasi antara masyarakat pemilik dana dan yang membutuhkan dana,

kegiatan nya berupa menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana

kepada masyarakat (Almunawaroh & Merliana, 2018). Fungsi perbankan

syariah secara tidak langsung adalah sebagai perekat ukhuwah islamiyah,

artinya secara bersama-sama mencoba menghindari riba yang dilarang dalam

agama. Fungsi lainnya ialah menjadi fasilisator jaringan bisnis ekonomi

kerakyatan, memberdayakan ekonomi umat, memperkuat arus utama ekonomi

dan mendorong penurunan spekulasi di pasar keuangan. Terlebih di Indonesia

hampir 80% nya beragama islam, sudah waktunya umat islam diberdayakan

dengan baik untuk dapat mendorong perekonomian negara.

Peranan dan fungsi penting yang dimiliki bank syariah dalam setiap

aspek, maka bank hendaknya menjaga kepercayaan masyarakat guna

memperluas market share(Adelia et al., 2018). Pangsa pasar atau market share

mengambarkan presentase total penjualan pada industri, pangsa pasar adalah

bagian pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan(Maula, 2018). Oleh karena

itu untuk mengukur kinerja bank syariah, market share rasio bisa digunakan

sebagai indikator dalam mengukurnya. Besarnya market share bank syariah

1
menunjukan besar dan luas nya fungsi dari perbankan syariah ini untuk

membantu perekonomian nasional.

Market share perbankan syariah terbilang cukup kecil, per April 2020

market share bank syariah hanya 6,51%, meskipan mengalami kenaikan dari

tahun sebelumnya yaitu per April 2019 market share hanya mencapai 8%.

Market share perbankan syariah masih rendah dikarenakan terkait dengan

lemah nya di industri perbankan, keuangan lemah dan profitabilitas yang

rendah, kurangnya liquiditas, basis modal rendah dan tingkat teknologi yang

minim(Ubaidi, 2020). Dilansir dari OJK(Otoritas Jasa Keuangan) pertumbuhan

market share untuk lembaga keuangan syariah yang ditargetkan pemerintah

indonesia pada tahun 2023-2024 mencapai 20%, target yang terbilang masih

sangat jauh, terlebih target yang ingin dicapai kurang lebih hanya 3 tahun.

Tabel 1 1

Perkembangan Market Share Perbankan Syariah Dalam 5 Tahun


Indikator 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Market 4,87 5,30 5,74 5,72 5,95 6,51

Share

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2020

Pada tabel 1.1, pertumbuhan pangsa pasar bank syariah kecendrungan

mengalami peningkatan setiap tahunnya. indikasi positif untuk kinerja

perbankan syariah dalam 5 tahun terakhir, terlebih target pertumbuhan market

share untuk perbankan syariah yang ditetapkan pemerintah sebesar 20% pada

tahun 2023-2024. Pada tahun 2011 market share bank syariah hanya sebesar

2
3,98%, dalam kurang lebih 10 tahun terakhir pertumbuhan market share bank

syariah hanya mengalami kenaikan sebesar 5,05%.

Dilihat dari kacamata historis sangat sulit menaikan market share untuk

mencapai target dari pemerintah, yang kurang lebih hanya 3 tahun, untuk

mendukung tercapainya target tersebut maka masing-masing pihak dari

perbankan syariah baik BUS (Bank Umum Syariah) ataupun UUS ( Unit usaha

Syariah) harus meningkatkan kinerja keuangannya. RMP (Relative market

power) dapat dipakai dalam memprediksi hubungan antara market share

perusahaan dan kinerjanya (Ubaidi, 2020). Beberapa rasio kinerja keuangan

yang yang dijadikan indikator untuk mengukur tingkat market share dalam

penelitian ini antara lain, DPK (Dana Pihak Ketiga), NPF (Non Performing

Financing), FDR ( Finance to Deposit Ratio), dan CAR (Capital Adequency

Ratio). Teori RMP ini juga mendukung adanya hubungan positif antara market

share dan profitabilitas bank (Widiasari & Pangestuti, 2016), maka dari itu

rasio profitabilitas yang diukur menggunakan indikator ROE (Return on

Equity) digunakan sebagai variabel intervening, yang secara tidak langsung

ikut mempengaruhi market share.

Rasio profitabilitas adalah sejumlah laba yang didapatkan oleh bank,

tingkat profitabilitas perusahaan memiliki hubungan terhadap market share,

jumlah laba yang didapatkan mencerminkan jumlah pangsa nya didalam

industri (Fadma, 2020). Melalui pengelolaan keuangan yang efisien, dapat

mendapatkan profitabilitas yang optimal(Setyowati et al., 2019), dalam hal ini

3
ROE diproksikan sebagai profitabilitas, ROE digunakan untuk melihat

kemampuan bank syariah untuk menghasilkan keuntungan setelah pajak

dengan menggunakan modal sendiri. kemampuan dalam mendapatkan

keuntungan menggunakan modal sendiri ditunjukan dalam rasio ROE

(Setyowati et al., 2019). Pengaruh dari ROE terhadap market share dapat

dilihat dari peningkatan pendapatan atau laba yang seimbang dengan jumlah

modal yang ditambahkan. Penelitian terdahulu tentang pengaruh dari ROE

terhadap market share, dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kisworo et al.,

2021;Halin et al., 2017; Fadma, 2020;Ubaidi, 2020) menyatakan ROE positif

signifikan terhadap market share. tetapi dalam penelitian yang dilakukan oleh

(Mizan, 2018) menyatakan ROE negatif terhadap market share.

DPK (Dana Pihak Ketiga) adalah dana yang dihimpun dari masyrakat

dalam bentuk giro, tabungan, dan simpanan berjangka, jumlah dana yang

berhasil dihimpun akan menentukan besarnya pangsa pasar perbankan syariah,

semakin besarnya jumlah rasio Dana Pihak Ketiga maka market share akan

mengalami peningkatan (Asriningrum, 2019). Karena DPK berkaitan langsung

dengan masyarakat, oleh karena itu perkembangan bank dipengaruhi oleh

kemampuannya menyerap dana dari masyarakat. Beberapa penelitian

terdahulu tentang DPK terhadap market share. dimana penelitian dari

(Wulandari & Anwar, 2019;Lestiyaningsih, 2017; Dewi, 2020; Asriningrum,

2019; Siswandi, 2020) secara bersama-sama menunjukan jika DPK positif

signifikan terhadap market share.

4
NPF (Non Performing Financial) diproksikan untuk melihat kualitas

aktiva, karena akan mencerminkan risiko pembiayaan. Semakin meningkatnya

rasio NPF, maka itu akan menunjukan kualitas pembiayaan nya yang buruk (E.

S. Siregar, 2016). Tingkat kesehatan pembiayaan ini juga akan berdampak

jumlah profitabilitas yang didapatkannya, secara tidak langsung akan ikut

berdampak pada pencapaian pangsa pasar bank syariah. Penelitian terkait

mengenai NPF terhadap market share. dimana penelitian dari (I. B. Siregar,

2018) dan (Asriningrum, 2019) dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa

NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap NPF, sedangkan penelitian yang

dilakukan oleh (Maula, 2018;Purboastuti et al., 2016; Ludiman & Mutmainah,

2020) menunjukan hasil NPF negatif signifikan terhadap market share.

FDR (Finance to deposit ratio) digunakan bank sebagai rasio yang

mengukur tingkat rasio likuiditas bank dalam memenuhi hak deposan (Fatihin

et al., 2020). Semakin tinggi rasio FDR menyatakan bahwa semakin banyak

dana yang disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan, semakin banyak

pembiayaan yang disalurkan semakin besar market share nya dalam pasar.

Penelitian tentang FDR terhadap market share yang dilakukan oleh (Fatihin et

al., 2020), (Lestiyaningsih, 2017) menunjukan hasil FDR berpengaruh positif

signifikan terhadap market share, sementara beberapa penelitian yang

dilakukan oleh (Purboastuti et al., 2016) dan (Agista, 2016) menjelaskan FDR

negatif signifikan terhadap market share.

5
CAR (Capital Adequency Ratio) merupakan rasio permodalan yang

menunjukan kemampuan bank dalam menyediakan dana dan menjaga risiko

kerugian dana yang disebabkan oleh oprasional bank. CAR menunjukkan

sejauh mana penurunan assets bank masih dapat ditutup oleh equity bank yang

tersedia. Semakin tinggi CAR semakin baik kondisi sebuah bank (Ludiman &

Mutmainah, 2020). Karena dengan modal yang cukup, bank dapat melakukan

ekspansi untuk bisa meningkatkan market share nya. Penelitian terdahulu

tentang CAR terhadap market share yang dilakukan oleh (Rohman & Karsinah,

2018) dan (Saputra, 2016) mereka menunjukan CAR mempunyai dampak

positif signifikan terhadap market share, sementara penelitian yang dilakukan

oleh (Ludiman & Mutmainah, 2020; Lestiyaningsih, 2017;Maula, 2018)

menyebutkan bahwa CAR negatif signifikan terhadap market share.

Perbedaan penelitian ini dibanding penelitian yang terdahulu mengenai

market share bank syariah ialah dengan menggunakan profitabilitas yang

menggunakan indikator ROE dijadikan variabel intervening, definisi variavel

intervening secara tidak langsung berpengaruh dengan indikator seperti DPK,

NPF, FDR, dan CAR terhadap market share.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti akan melakukan

penelitian dengan tema “Analisis Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi

Market Share Perbankan Syariah Di Indonesia dengan Profitabilitas

Menjadi Variabel Intervening”

6
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijabarkan, market share atau pangsa

pasar perbankan syariah masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan bank

umum di Indonesia. terlebih pemerintah telah menargetkan market share untuk

perbankan syariah sebesar 20% pada tahun 2023-2024. Ada beberapa faktor

keuangan yang bisa dijadikan acuan untuk dapat mempengaruhi market share,

meskipun faktor tersebut masih terdapat perbedaan hasil penelitian. Berdasarkan

hal tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dijadikan dalam bentuk

pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimana DPK mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?

2. Bagaimana NPF mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?

3. Bagaimana FDR mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?

4. Bagaimana CAR mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia ?

5. Bagaimana DPK mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah


di Indonesia?

6. Bagaimana NPF mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah di


Indonesia?

7. Bagaimana FDR mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah


di Indonesia?

8. Bagaimana CAR mempengaruhi pertumbuhan market share bank syariah


di Indonesia?

9. Bagaimana profitabilitas mempengaruhi pertumbuhan market share bank


syariah di Indonesia?

10. Bagaimana DPK mempengaruhi market share bank syariah Indonesia


melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?

7
11. Bagaimana NPF mempengaruhi market share bank syariah Indonesia
melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?

12. Bagaimana FDR mempengaruhi market share bank syariah Indonesia


melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?

13. Bagaimana CAR mempengaruhi market share bank syariah Indonesia


melalui profitabilitas sebagai variabel intervening?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini
bertujuan untuk menguji:

a. Menganalisis bagaimana DPK mempengaruhi profitabilitas Bank


syariah di Indonesia

b. Menganalisis bagaimana NPF mempengaruhi terhadap


profitabilitas Bank syariah di Indonesia

c. Menganalisis bagaimana FDR mempengaruhi terhadap


profitabilitas Bank syariah di Indonesia

d. Menganalisis bagaimana CAR mempengaruhi terhadap


profitabilitas Bank syariah di Indonesia

e. Menganalisis bagaimana DPK mempengaruhi terhadap market


share Bank Syariah di Indonesia

f. Menganalisis bagaimana NPF mempengaruhi terhadap market


share Bank Syariah di Indonesia

g. Menganalisis bagaimana FDR mempengaruhi terhadap market


share Bank Syariah di Indonesia

h. Menganalisis bagaimana CAR mempengaruhi terhadap market


share Bank Syariah di Indonesia

8
i. Menganalisis bagaimana profitabilitas mempengaruhi terhadap
market share Bank Syariah di Indonesia

j. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi


hubungan antara DPK terhadap market share

k. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi


hubungan antara NPF terhadap market share

l. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi


hubungan antara FDR terhadap market share

m. Menganalisis bagaimana profitabilitas dapat mempengaruhi


hubungan antara CAR terhadap market share

2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Peneliti:

Diharapkan melalui penelitian ini, peneliti mendapatkan pengetahuan

baru tentang variabel yang diteliti melalui literatur yang telah didapatkan

serta dapat berbagi ilmu dengan yang lain.

b. Bagi Perguruan Tinggi:

Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi mahasiswa lain

untuk dikembangkan kembali menjadi penelitian yang baru.

c. Bagi Perusahaan

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan refrensi mengenai pengaruh

DPK, NPF, FDR, dan profitabilitas terhadap pertumbuhan market share,

sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kinerja keuangan

Bank Syariah di Indonesia.

9
D. Sistematika Penulisan

BAB I: PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi penjelasan latar belakang yang melandasi untuk melakukan

penelitian ini. Berisikan alasan serta studi empiris untuk menunjang penelitian

serta diperkuat dengan teori yang terkait. Perumusan masalah membahas

tentang merumuskan masalah yang terjadi dari yang ingin diteliti berdasarkan

fenomena gep yang sedang terjadi serta diharapkan mampu mendapatkan

jawaban dari penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian membahas

tentang hal apa yang ingin dituju dalam penelitian yang dilakukan. Manfaat

penelitian ialah dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat berguna bagi

banyak pihak, dan juga menjadi landasan literasi untuk dikembangkan kembali

menjadi penelitian yang baru dan lebih sesuai dengan zaman nya.

BAB II: LANDASAN TEORI


Bab yang menjelaskan tentang teori dan konsep yang mendukung dengan

penelitian yang akan dilakukan. Penelitian terdahulu adalah kumpulan

penelitian terkait yang sudah pernah diteliti, dijadikan sebagai dasar untuk

referensi yang akan dikaji dalam penelitian, disajikan dalam tabel research

gep. Hipotesis adalah jawaban sementara yang berdasarkan beberapa teori

untuk dibuktikan kebenarnnya.

BAB III : METODELOGI PENELITIAN


Bab ini menjelasken metode yang digunakan dalam penelitian guna

membuktikan hipotesis yang telah disusun. Metode yang digunakan terdiri dari

10
jenis penelitian, objek yang diteliti, data yang digunakan, definisi dan konsep

serta teknik analisis yang digunakan.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN


Membahas tentang deskripsi objek penelitian, analisis data, serta hasil dari

penelitian yang telah dilakukan.

BAB V : PENUTUP
Berisi uraian kesimpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dan

saran untuk penelitian selanjutnya dari hasil penelitian, agar penelitian dengan

tema terkait terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi yang

sebenarnya.

11
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
Kumpulan studi empiris yang memiliki keterkaitan dengan judul

penelitian ini telah dilakukan oleh para peneliti sebelum. Hasil dari penelitian

terdahulu akan dijadikan sebagai dasar literasi dan perbandingan dalam

penelitian ini. Secara sederhana, hasil penelitian terdahulu dirangkum dalam

uraian sebagai berikut;

a. DPK terhadap Profitabilitas

Penelitian terkait hubungan DPK dengan Profitabilitas yang telah diteliti

oleh (Asiyah et al., 2018) teknik analisis regresi berganda digunakan untuk

menguji pengaruh antara DPK terhadap profitabilitas. Dari penelitian

tersebut memiliki hasil bahwa DPK positif sginifikan terhadap

profitabilitas. Sementara penelitian oleh (Putri & Farida, 2019) variabel

yang dianalisa adalah DPK dan Pembiayaan profitabilitas, teknik analisis

berganda digunakan untuk menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa DPK

negatif terhadap profitabilitas.

b. CAR terhadap Profitabilitas

Penelitan terkait hubungan antara CAR dengan profitabilitas yang diteliti

oleh (Ayuni, 2017) menganalisa tentang CAR, LDR, CIC terhadap

profitabilitas, teknik analisis regresi berganda digunakan untuk melihat

hasil bahwa CAR positif terhadap profitabilitas. Dalam penelitian

12
(Adiputra, 2017) variabel yang diteliti yaitu CAR, NPF, FDR BOPO.

Menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan kesimpulan bahwa

CAR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.

c. NPF terhadap Profitabilitas

Penelitian tentang NPF dengan profitabilitas yang dilakukan (Mayndarto,

2020) variabel yang diteliti ialah Pembiayaan dan NPF, dengan

menggunakan teknik analisis Path Analysis menghasilkan kesimpulan

bahwa NPF negatif terhadap profitabilitas. Sementara penelitian oleh

(Rahman & Safitrie, 2018) menggunakan teknik analisis regresi berganda

menghasilkan kesimpulan NPF positif signifikan terhadap profitabilitas.

d. FDR terhadap Profitabilitas

Penelitian terdahulu tentang FDR dengan profitabilitas yang dilakukan oleh

Rahmani, (2017) meneliti variabel NPF dan FDR dengan profitabilitas,

dengan menggunakan teknik analisis regresi bergada menghasilkan

kesimpulan FDR positif signifikan terhadap profitabilitas. Sementara

penelitian yang dilakukan Adiputra, (2017) menganalisa variabel FDR,

NPF, BOPO dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda

menghasilkan kesimpulan bahwa FDR negatif terhadap profitabilitas.

e. DPK terhadap Market Share

Penelitian tentang DPK terhadap market share yang diteliti oleh Wulandari

& Anwar, (2019), I. B. Siregar, (2018) meneliti tentang DPK dengan market

13
share menggunakan teknik analisis regresi berganda menghasilkan sebuah

kesimpulan bahwa DPK positif signifikan terhadap market share.

f. Profitabilitas terhadap Market Share

Penelitian tentang profitabilitas terhadap market share yang sudah diteliti

Setyowati et al., (2019), Fadma, (2020), Kisworo et al., (2021) variabel yang

diteliti ialah profitabilitas dengan market share secara serentak

menggunakan teknik analisis regresi berganda, menghasilkan kesimpulan

profitabilitas berpengaruh positif terhadap market share. Sementara

penelitian oleh (Ubaidi, 2020) meneliti tentang profitabilitas dengan market

share menggunakan efisiensi sebagai variabel moderasi, teknik analisis

regresi berganda yang digunakan dalam menghasilkan kesimpulan bahwa

profitabilitas positif signifikanterhadap market share.

g. NPF terhadap Market Share

Penelitian yang membahas tentang variabel NPF dengan market share

dilakukan oleh Maula, (2018) Purboastuti et al., (2016) Ludiman &

Mutmainah, (2020) meneliti tentang NPF dengan market share dengan

teknik analisis regresi berganda, mendapatkan kesimpulan bahwa NPF

negatif signifikan terhadap market share. Sementara penelitian oleh

Siregar, (2018) meneliti pengaruh NPF ke market share menggunakan

teknik analisis regresi berganda, mendapatkan kesimpulan bahwa NPF

berpengaruh positif terhadap market share.

14
h. FDR terhadap market share

Penelitian terdahulu tentang FDR dengan market share yang diteliti oleh

Maula, 2018; Purboastuti et al.,;2016;Agista, 2016) meneliti pengaruh FDR

ke market share menggunakan teknik analisis regresi berganda

mendapatkan hasil bahwa FDR negatif signifikan terhadap market share.

Sementara penelitian oleh Fatihin et al., (2020) Lestiyaningsih, (2017) hasil

yang didapatkan berbeda yaitu FDR positif signifikan terhadap market

share.

i. CAR terhadap Market Share

Penelitian terkait tentang CAR terhadap market share yang dilakukan oleh

Ludiman & Mutmainah, (2020) Maula, (2018) meneliti tentang CAR ke

market share dengan teknik analisis regresi berganda, mendapatkan hasil

CAR negatif signifikan terhadap market share. Sementara penelitian oleh

Rohman & Karsinah, (2018) Saputra, (2016) mendapatkan hasil yang

berbeda dengan teknik analisis regresi berganda yaitu bahwa CAR

berpengaruh positif terhadap market share.

Tabel 2.1

Tabel Reaserch Gap


NO Peneliti & Tahun Teknik Variabel Hasil
Analisis
Independen Dependen

Isu: Pengaruh DPK Terhadap profitabilitas

15
1 Asiyah et al., (2018) Uji Regresi X1:DPK Y: ROE DPK
Berganda X2: Liability Positif
signifikan

terhadap
profitabilitas

2 Putri & Farida, (2019) Uji Regresi X1: DPK Y: ROE DPK
Linier X2: Pembiayaan negatif
Berganda signifikan
terhadap
profitabilitas

3 Aldinawari, (2020) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK positif


Berganda signifikan
X2: NPF
terhadap

profitabilitas

4 Utami, (2020) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK


Berganda X2: CAR Positif
Signifikan
X3: NPf
terhadap
X4: BOPO
profitabilitas

5 Sukma, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE DPK negatif


Berganda signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: NPL profitabilitas

Isu: Pengaruh CAR Terhadap profitabilitas

1 Ayuni, (2017) Regresi Linier X1: CAR Y: ROE CAR


Berganda
X2: LDR positif
X3: CIC
signifikan
terhadap

profitabilitas

16
2 Saputri & Oetomo,(2016) Regresi Linier X1: Car Y: ROE CAR
Berganda X2: BOPO positif

X3: FDR signifikan


terhadap
X4: NPL
profitabilitas

3 Rahmani, (2017) Regresi Linier X1: FDR Y: ROE CAR


Berganda X2: CAR positif

signifikan
terhadap
profitabilitas

4 Adiputra, (2017) Regresi Linier X1: NPF Y: ROE CAR


Berganda
X2: CAR negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: BOPO
profitabilitas

5 Sukma, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y: ROE CAR


Berganda
X2: CAR negatif

X3: NPL signifikan


terhadap
profitabilitas

Isu: Pengaruh NPF Terhadap Profitabilitas

1 Mayndarto, (2020) Analisa Jalur X1: Pembiayaan Y: ROE NPF


X2: NPF negatif

signifikan
terhadap
profitabilitas

17
2 Anggraeny, (2020) Regresi Linier X1: FDR Y: ROE NPF
Berganda negatif
X2: NPF
terhadap
profitabilitas

3 Inayatillah & Regresi Linier X1: Pembiayaan Y: ROE NPF


Subardjo, Berganda
X2: NPF negatif
(2017)
X3: FDR terhadap

X4: Jual Beli profitabilitas

4 Safietrie, (2017) Analisa Jalur X1: Dewan Y: ROE NPF


komisaris
negatif
X2: NPF
signifikan
terhadap
profitabilitas

5 Rahman & Safitrie, Regresi Linier X1:NPF Y: ROE NPF


(2018) Berganda
X2:DKI positif

signifikan
terhadap
profitabilitas

Isu: Pengaruh FDR Terhadap profitabilitas

1 (Rahmani, 2017) Regresi Linier X1: CAR Y: ROE FDR


Berganda X2: FDR positif

signifikan
terhadap
profitabilitas

2 inayatillah & Subardjo, Regresi X1:NPF Y: ROE FDR


(2017) Linier positif
X2: FDR
Berganda
signifikan
X3: Pembiayaan
terhadap

18
X4: Jual Beli profitabilitas

3 Saputri & Oetomo,(2016) Regresi X1: CAR Y: ROE FDR


Linier X2: BOPO positif
Berganda
X3: FDR signifikan
terhadap
X4: NPL
profitabilitas

4 Adiputra, (2017) Regresi X1:NPF Y: ROE FDR


Linier X2: FDR negatif
Berganda
X3: BOPO signifikan
terhadap

profitabilitas

5 Anggraeny, (2020) X1: NPF Y: ROE FDR Positif


signifikan
X2: FDR
terhadap
profitabilitas

Isu: Pengaruh DPK Terhadap Market Share

1 Wulandari & Regresi X1: DPK Y:Market DPK


Anwar,(2019) Linier Share
X2: Pembiayaa positif
Berganda
n signifikan
terhadap
market share

2 Siregar (2018) Regresi X1: DPK Y:Market DPK positif


Linier Share signifikan
X2: CAR
Berganda terhadap
X3: NPF market share

X4: ROA

19
3 Lestiyaningsih, (2017) Regresi X1: DPK Y: Market DPK positif
Linier Share signifikan
X2: CAR
Berganda terhadap
X3: FDR market share
X4: NPF

X5: ROA

4 Dewi (2020) Regresi X1: DPK Y: Market DPK


Linier X2: CAR Share positif
Berganda signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market share

5 Asriningrum, (2019) Regresi X1: DPK Y: Market DPK positif


Linier Share signifikan
X2: NPF
Berganda terhadap
X3: ROA market share

Isu: Pengaruh profitabilitas Terhadap Market Share

1 Setyowati et al., (2019) Regresi X1:ROA Y: Market profitabilitas


Linier Share positif
X2: ROE
Berganda signifikan
X3: BOPO terhadap
market share
X4: Inflasi

2 Fadma, (2020) Regresi X1: ROA Y: Market profitabilitas


Linier Share positif
X2: NPF
Berganda signifikan
X3: ROE terhadap
market share

3 Kisworo et al., (2021) Regresi X1: ROA Y: Market profitabilitas


Linier X2: CAR Share positif
Berganda signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: NPF market share
X5: ROE

20
4 Ubaidi, (2020) Regresi X1: ROA Y: Market Profitabilitas
Linier Share positif
X2: ROE
Berganda Signifikan
Z: Efisiensi terhadap
market share

5 Mizan, (2018) X1: ROA Y: Market profitabilitas


Share negatif
Regresi X2: ROE
signifikan
Linier
X3: EPS terhadap
Berganda
market share

Isu: Pengaruh NPF Terhadap Market Share

1 Siregar, (2018) Regresi X1: NPF Y: Market NPF positif


Linier Share signifikan
X2: ROA
Berganda terhadap
X3: DPK
market share

2 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market NPF


Berganda X2: CAR Share negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market share

3 Purboastuti et al., (2016) Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF negatif
Berganda Share signifikan
X2: DPK
terhadap
X3: ROA market share

X4: FDR

21
4 Ludiman & Mutmainah, Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF negatif
(2020) Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3 FDR
market share
X4: ROA

5 Asriningrum, (2019) Regresi Linier X1: NPF Y: Market NPF


Berganda X2: DPK Share negatif
signifikan
X3: ROA
terhadap
market share

Isu: Pengaruh FDR Terhadap Market Share

1 Fatihin et al., (2020) Regresi X1: FDR X2: Y: Market FDR positif
Linier Suku bunga X3: Share signifikan
Berganda Inflasi terhadap
market share
X4: ROA

2 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market FDR negatif


Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR
market share
X4: ROA

3 Purboastuti et al., (2016) Regresi Linier X1: NPF X2: Y: Market FDR
Berganda DPK Share negatif
signifikan
X3: ROA X4:
terhadap
FDR
market share

4. Agista, (2016) Regresi Linier X1: DPK Y:Market FDR negatif


Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: NPF market share
X4: ROA

22
5 Lestiyaningsih, (2017) Regresi Linier X1: DPK Y: Market FDR
Berganda X2: CAR Share positif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: NPF market share

X5: ROA

Isu: Pengaruh CAR Terhadap Market Share

1 Rohman & Karsinah, Regresi Linier X1: ROA Y: Market CAR


(2018) Berganda Share positif
X2: CAR
signifikan
X3: FDR terhadap
market
X4: NPF X5:
share
BOPO

2 Saputra, (2016) Regresi Linier X1:ROA Y: Market CAR positif


Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR market share
X4: NPF

3 Ludiman & Mutmainah, Regresi Linier X1: NPF Y: Market CAR


(2020) Berganda X2: CAR Share Negatif
signifikan
X3 FDR
terhada
X4: ROA market
share

4 Lestiyaningsih, (2017) Regresi Linier X1: DPK Y: Market FDR negatif


Berganda Share signifikan
X2: CAR
terhadap
X3: FDR market share

X4: NPF
X5: ROA

23
5 Maula, (2018) Regresi Linier X1:NPF Y: Market CAR
Berganda X2: CAR Share Negatif
signifikan
X3: FDR
terhadap
X4: ROA market
share

B. Kerangka Teori
1. Teori Kekuatan Pasar (Market Power Theory)

Pasar (market) menurut Mankiw adalah bertemunya penjual dan

pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi barang ataupun jasa

(Gregory, 2003). Setiap perusahaan masing-masing menawarkan produk

untuk dapat bersaing didalam sebuah pasar, yang bertujuan untuk

memenangkan persaingan antar pelaku pasar. Dalam hal ini bank syariah

menawarkan produk keuangan yang dimilikinya kepada nasabah.

Teori kekuatan pasar dalam industri perbankan menunjukan bahwa

struktur pasar dipengaruhi oleh kinerja bank(Tregenna, 2009), semaikin

baik posisi bank syariah didalam pasar tersebut maka mereka akan mudah

untuk mendapatkan profitabilitas, semakin mudah mendapatkan

profitabilitas semakin besar kesempatan bank syariah untuk ekspansi

usahanya untuk mendapatkan nasabah baru guna memperbesar market

share nya.

Menurut Tregenna (2009) Terdapat dua pendekatan untuk

menentukan pangsa pasar, yaitu menggunakan struktur prilaku kinerja

(structure conduct performance) dan teori efisiensi. Struktur prilaku

24
kinerja menyatakan bahwa untuk meningkatkan profitabilitas, maka bank

harus meningkatkan konsentrasi kekuatan pasar mereka di industri

perbankan. Bank yang mendapatkan kosentrasi pasar yang tinggi akan

menerima keuntungan diatas rata-rata pesaing lainnya, Sedangkan teori

efisiensi menurut Setiawan (2009) kinerja perusahaan serta market share

mampu dipengaruhi oleh efisiensi operasional.

2. Pangsa Pasar (Market Share)

Menurut Siregar (2016) pangsa pasar bisa diartikan perusahaan yang

menguasai sebagian dari bagian pasar yang ada. Jika pangsa pasar yang

didominasi perusahaan kecil menunjukan perusahaan tidak mampu

menghadapi persaingan didalam industrinya(E. S. Siregar, 2016). Dalam

rangka memperbesar market share, perbankan syariah bersiap memulai

tahap baru dalam industrinya (Kisworo et al., 2021). Berbagai strategi

terus dilakukan oleh setiap perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan

market share perusahaan nya. Pasar potensial bank syariah masih sangat

besar, dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87%, jumlah yang

sangat besar jika terserap kedalam market share bank syariah.

Maula,(2018) menjelaskan bahwa market share merupakan

presentase volume total penjualan dalam industri. Market share dapat

dijadikan indikator meningkatnya kinerja suatu perusahaan, semakin baik

kinerja semakin meningkat market share perusahaan.

25
Secara sederhana, market share perbankan syariah ialah total

presentase dari luasnya pasar yang berhasil dikuasi dari total pasar industri

perbankan nasional (Dewi, 2020), dalam hal ini adalah presentase total

nasabah yang dilayani dari keseluruhan masyarakat Indonesia. Semakin

besar presentase pangsa pasarnya, maka makin besar fungsi serta perannya

bagi perekonomian nasional, dan semakin besar pula keuntungan yang

didapatkan. Ketika market share mencapai 15%, umumnya baru akan

muncul pengaruhnya terhadap pasar. Pada tingkat 25% hingga 30 % maka

derajat monopoli menjadi signifikan, yang artinya pengaruh terhadap

industri mulai terlihat, dan pada tingkat 40%-50% sudah dikategorikan

mempunyai market power yang besar (Lestiyaningsih, 2017). Apabila jika

market share kecil kurang dari 15% menandakan bahwa perusahaan

kurang mampu bersaing terhadap kompetitor nya didalam pasar.

Market share perbankan syariah secara perhitungan ialah:

𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐚𝐫𝐢𝐚𝐡


Market share = 𝑋100%
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒆𝒕 𝑷𝒆𝒓𝒃𝒂𝒏𝒌𝒂𝒏 𝑵𝒂𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍

3. Dana Pihak Ketiga (DPK)

DPK adalah dana yang dihimpun dari masyarakat yang sengaja

dititipkan kepada bank syariah untuk dikelola dan diharapkan mendapat

keuntungan setelahnya. Dana yang paling digunakan oleh bank dan

menjadi sumber dana terbesar berasal dari DPK, total dari jumlah dana

yang dimiliki bank syariah, 80%-90% berasal Dana Pihak Ketiga yang

dikelola oleh bank (Asriningrum, 2019). Perkembangan setiap bank sangat

dipengaruhi oleh kemampuan nya menghimpun dana dari

26
masyarakat(Wulandari & Anwar, 2019). Jumlah dana pihak ketiga yang

berhasil dikumpulkan oleh bank akan mempengaruhi kemampuanya

dalam menyalurkan kredit.

Beberapa jenis sumber dana pihak ketiga yang dihimpun dari

masyarakat yaitu:

1. Giro

Merupakan bentuk simpanan yang pengambilannya dapat

menggunakan cek, bilyet giro dan juga dengan pemindah bukuan

(Nurfidayani, 2020). Giro dalam bank syariah menggunakan

skema wadiah dan mudharabah. Giro wadiah mennggunakan akad

penitipan, dengan ketentuan penitip dana memperbolehkan

pengelola dana untuk memanfaatkan dana tersebut untuk di

invesatsikan dan bank wajib mengembalikan dana tersebut apabila

pemilik dana ingin menarik dana tersebut. Giro mudharabah

dengan skema kerja sama antara dua pihak yaitu bank syariah yang

menjadi pengelola dana dan nasabah sebagai pemilik modal

dengan pembagian keuntungan berdasarkan dengan kesepakatan

pada saat akad.

2. Tabungan

suatu jenis layanan bank untuk menyimpan dana dari nasabah

yang sengaja dititipkan kepada bank. Dalam sistemnya, tabungan

memperoleh hasil pasti (fixed return), dalam bank syariah

27
tabungan menggunakan akad wadiah dan mudharabah yang

pengambilannya dilakukan menurut syarat tertentu sesuai dengan

kesepakatan dengan bank.

3. Deposito

dalam bank syariah disebut dengan rekening investasi atau

simpanan investasi (Husaeni, 2017). Rekening tersebut

mempunyai tanggal jatuh tempo yang berbeda sesuai dengan

kesepakatan di awal.

Perhitungan untuk mendapatkan jumlah DPK ialah

DPK = Giro + Tabungan + Deposito

3. Net Performing Finance (NPF)

NPF dalam perbankan syariah digunakan untuk melihat jumlah

pembiayaan bermasalah yang terjadi, semakin besar rasio NPF sebuah

bank akan mengindikasikan banyak kredit yang bermasalah, juga dapat

mempengaruhi permodalan, karena bank harus memenuhi

PPAP(Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) yang terbentuk(E. S.

Siregar, 2016). Dalam mengatur kinerja perbankan untuk mengatur risiko

pembiayaan yang dilakukan dapat ditunjukan oleh rasio NPF(Munir,

2018). Nilai NPF yang rendah akan menunjukan kinerja yang baik dari

bank syariah dalam pengelolaan pembiayaan bermasalah, rendahnya nilai

NPF maka pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam jumlah kecil, dan

akan berdampak kepada keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang

28
didapatkan menurun maka bank syariah tidak dapat memperkuat

kosentrasi mereka dipasar untuk menaikan market share.

NPF dapat dinilai berdasarkan kolektibilitasnya, kolektabilitas

digunakan untuk meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah yang akan

terjadi. Maka dalam hal ini kolektibilitas kredit dibagi kedalam lima

kategori yaitu: lancar (pass), dalam perhatiaan khusus (special mention),

kurang lancar ( substandar), diragukan (doubtful), dan macet (loss)

(Sanrego, 2016). Berdasarkan penilaian dari kolektibilitasnya, maka

dikategorikan kredit bermasalah adalah kredit yang sudah masuk dalam

kategori perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet.

(Siamat, 2005) dalam bukunya menjelaskan pembiayan bermasalah

disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Faktor internal

Berhubungan dengan kebijakan dan strategi dari pihak bank syariah

a. Penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur pembiayaan, bank

terkadang tidak mengikuti pedoman yang ada saat melakukan

prosedur penyaluran pembiayaan.

b. Kurang nya pengawasan terhadap sistem administrasi dan

pengawasan kredit, dapat dilihat dari dokumen pembiayaan debitur.

Berkas pembiayaan kurang memenuhi persyaratan, dan pemantauan

terhadap usaha debitur tidak dilakukan secara berkala. Pengawasan

yang lemah terhadap sistem administrasi menyebabkan pembiayaan

29
yang memiliki potensial akan bermasalah dan tidak dapat dilacak

secara dini.

2. Faktor eksternal

Terkait dengan usaha debitur yang menjadi penyebab pembiayaan

bermasalah antara lain adalah:

a. Penurunan kegiatan ekonomi dan suku bunga yang tinggi,

disebabkan adanya kebijakan kenaikan suku bunga atau daya

beli masyarakat menurun yang dapat menyebabkan

pembiayaan bermasalah.

b. Kegagalan usaha debitur, disebabkan oleh manajemen yang

buruk dalam pengelolaan usaha, dapat juga disebabkan karna

adanya perubahan harga dipasar.

Untuk mendapatkan rasio NPF, bisa didapatkan dengan perhitungan:


𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡
NPF= 𝟏𝟎𝟎%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧

4. Finance to Deposti Ratio

Standar dalam mengelola FDR yang sudah ditetapkan oleh Bank

Indonesia berkisar 80% hingga 110% (Fatihin et al., 2020). Apabila rasio

FDR diatas 90% hal ini menyatakan bahwa bank menyalurkan pembiayaan

sebesar 90% dari seluruh dana yang dihimpun.

Rasio FDR digunakan bank dalam mengukur tingkat liquiditasnya

dalam memenuhi hak deposan. Semakin tinggi rasio FDR menunjukan

30
bahwa bank banyak menyalurkan pembiayaan. Banyaknya pembiayaan

yang disalurkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa

pembiayaan bank syariah, banyak nya masyarakat yang menggunkana jasa

bank syariah akan menaikan market share. Akan tetapi hal ini

menyebabkan lemahnya kemampuan liquiditas bank, karena sedikitnya

dana yang tersedia dan risiko tidak terpenuhinya kewajiban membayar hak

deposan lebih tinggi. Namun apabila tingkat liquiditas yang terlalu tinggi,

dan pembiayaan yang disalurkan rendah, hal ini mempengaruhi terhadap

pendapatan bank berupa tingginya biaya pemeliharaan kas yang

mengganggur (idle money) (Anggraeny, 2020).

Untuk mendapatkan rasio Financing to Deposit Ratio dapat

menggunakan rumus sebagai berikut :

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑫𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒊𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏


FDR= 𝟏𝟎𝟎%
𝑫𝒂𝒏𝒂 𝑷𝒊𝒉𝒂𝒌 𝑲𝒆𝒕𝒊𝒈𝒂

5. Capital Adequency Ratio

Untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank dalam

menunjang aktiva yang berisiko, rasio CAR dapat digunakan untuk

menunjukan hal tersebut (Pravasanti, 2018). Rasio ini dapat digunakan

untuk menilai tingkat kesehatan bank syariah. Nilai CAR didalam

ketentuan Bank Indonesia minimal 8% yang harus ada dalam

perbankan(Ludiman & Mutmainah, 2020). Bank yang memiliki rasio

CAR yang tinggi menunjukan bahwa bank mampu membiayai operasional

31
bank keadaan operasional yang baik tersebut akan berkontribusi yang

cukup besar bagi keuntungan bank(Hakiim, 2016).

Penetapan CAR oleh Bank Indonesia dengan tujuan agar

meminimalkan munculnya risiko menggunakan modal sendiri sebagai

akibat bertumbuhnya ekspansi aset (Ayuni, 2017). Ketentuan tentang nilai

minimum permodalan yang ditetapkan di Indonesia mengikuti pada

standar dari BIS (bank for international settlements) (Lestiyaningsih,

2017). Dalam menanggung setiap risiko pembiayaan atau aktiva produktif

maka bank yang memiliki rasio CAR yang besar akan sangat mudah untuk

menanganinya. Rasio CAR dapat diketahui mengunakan perhitungan

dengan rusmus berikut:

𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑩𝒂𝒏𝒌
CAR = 𝟏𝟎𝟎%
𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑻𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑹𝒔𝒊𝒔𝒊𝒌𝒐

6. Profitabilitas

Profitabilitas adalah keuntungan yang didapatkan oleh bank dalam

menjalankan bisnisnya. rasio profitabilitas untuk melihat kemampuan

bank dalam mencari keuntungan menggunakan modal sendiri dapat

diukur mengunakan return on equity (Anggraeny, 2020). Dalam mengukur

tingkat profitabilitas, ada banyak cara yang bisa digunakan, salah satu nya

ialah menggunakan rasio ROE.

Return on Equity diukur dengan membandingkan laba setelah pajak

dengan modal sendiri. Net income atau laba bersih diperoleh dari laba yang

32
didapatkan, dikurangi pajak yang dikenakan. Sedangkan modal sendiri

adalah dana yang berasal dari pemegang saham (Anggraeny, 2020). Nilai

ROE bisa didapatkan dengan perhitungan menggunakan rumus sebagai

berikut:

𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌


𝑹𝑶𝑬 = X 100 %
𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔

ROE menjadi indikator untuk menilai kinerja perusahaan dalam

mendapatkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (Ayuni, 2017).

ROE menjadi indikator bagi investor saham dan calon investor dalam

menilai kinerja bank untuk mendapatkan laba bersih yang berkaitan

kenaikan laba bersih bank, besarnya ROE akan mempengaruhi investor

dalam menanamkan modal untuk bank syariah, semakin banyak modal

yang tersedia maka dapat memperkuat kosentrasi bank tersebut di pasar

dengan melakukan ekspansi, modal yang melimpah juga akan berdampak

pada laba yang diterima.

33
C. Model Penelitian

H6

DPK

NPF
Profitabilitas Market
Share
FDR

CAR

H7

Gambar 1.1

Model Penelitian

D. Hipotesis Penelitian
Menurut Jujun S. (2007: 316) Didalam bukunya yang berjudul filsafat

ilmu, menjelaskan bahwa hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap

permasalahan yang diajukan. Dengan menggunakan landasan teori

penelitian sebelumnya untuk mengarahkan kepada jawaban

sesungguhnya(Jujun S, 2007).

Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

1. Pengaruh DPK terhadap Profitabilitas

Dana yang bersumber dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan,

dan deposito merupakan dana pihak ketiga (Putri & Farida, 2019). Dana

34
yang terhimpun akan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan,

revenue dari pembiayaan yang disalurkan secara otomatis ikut berperan

dalam mempengaruhi laba yang diterima. Ketika DPK meningkat maka

peluang bank untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Beberapa

studi empiris yang menyebutkan bahwa DPK positif signifikan terhadap

profitabilitas yaitu Putri & Farida, (2019), Asiyah et al., (2018),

Aldinawari, (2020). Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang disusun

yaitu;

H1: DPK positif signifikan terhadap Profitabilitas

2. Pengaruh NPF terhadap profitabiltas

Risiko pembiayaan yang dihadapi bank akibat penyaluran kredit

kepada masyarakat dapat ditunjukan dalam rasio NPF. Berdasarkan

penelitian dari (Lemiyan & Litriani, 2016) menyatakan bahwa rasio NPF

yang kecil maka risiko pembiayaan bermasalah yang ditanggung bank

menjadi sedikit. Saat rasio NPF tinggi menyatakan bahwa ada banyak

pembiayaan yang bermasalah, itu berarti akan menurunkan pendapatan

bank. NPF merupakan variabel yang memiliki pengaruh negatif, semakin

tinggi rasio NPF maka pembiayaan bermasalah semakin banyak yang

berdampak pada laba yang didapatkan akan menurun (Rahman &

Safitrie, 2018). Penelitian yang dilakukan Mayndarto, (2020),

Anggraeny, (2020), Inayatillah & Subardjo, (2017) menyimpulkan NPF

negatif signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian tersebut,

hipotesis yang diajukan adalah:

35
H2: NPF negatif signifikan terhadap Profitabilitas

3. Pengaruh FDR terhadap Profitabilitas

Financing to deposit ratio menjelaskan bahwa rasio keuangan yang

menunjukan kemampuan bank dalam menyediakan dana dan

menyalurkan dana kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan

(Inayatillah & Subardjo, 2017). Rasio keuangan untuk mengukur tinggi

rendahnya tingkat rasio liquiditas bank syariah (Rina & Rofiuddin,

2021). Tingginya persentase rasio FDR berarti bahwa rendahnya

kemampuan liquiditas yang dimiliki bank. Tetapi semakin efektif bank

dalam menyalurkan pembiayaannya, sehingga bank berpeluang

mendapatkan laba yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan

Anggraeny, (2020), Inayatillah & Subardjo, (2017), Saputri & Oetomo,

(2016), Rahmani, (2017) menyimpulkan FDR positif signifikan atas

ROA, sementara penelitian yang dilakukan (Adiputra, 2017)

menunjukan bahwa FDR negatif terhadap Profitabilitas. Berdasarkan

uraian tersebut, hipotesis yang dibuat adalah.

H3: FDR positif signifikan terhadap profitabilitas

4. Pengaruh CAR terhadap profitabilitas

Capital adequency ratio merupakan rasio kecukupan moda yang

dimiliki bank syariah. Rasio yang dipakai untuk membiayaai kegiatan

oprasional bank dan juga untuk mengantisipasi risiko yang diterima

perbankan yang ditimbulkan dalam kegiatan oprasional bank (Ayuni,

36
2017). Apabila bank dapat membiayai seluruh operasionalnya dengan

baik, menunjukan bahwa persentase rasio car yang besar, yang akan

memberikan kontrubusi bagi pendapatan. Studi empiris yang dilakukan

oleh Rahmani, (2017), Ayuni, (2017), Saputri & Oetomo, (2016) secara

serentak menyimpulkan CAR positif signifikan terhadap profitabilitas,

sementara (Adiputra, 2017), (Sukma, 2016) menyimpulkan CAR negatif

siginifikan terhadap profitabilitas. Dari uraian diatas, hipotesis yang

disusun adalah:

H4: CAR positif signifikan terhadap profitabilitas

5. Pengaruh DPK terhadap market share

Indikator bank dianggap berhasil dari kegiatan oprasional nya dilihat

dari seberapa besar dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh bank

tersebut. Jika dana pihak ketiga nya tinggi maka bank syariah

mendapatkan keuntungan yang besar. Laba yang diperoleh dari pasar

mencerminkan kekuatan pangsa pasar nya (Maula, 2018). Penelitian

yang dilakukan oleh Wulandari & Anwar, (2019), Agista,

(2016),Asriningrum,(2019), Lestiyaningsih, (2017) Dewi, (2020)

menunjukan DPK positif signifikan terhadap market share. Dari uraian

tersebut, hipotesis yang dibuat adalah :

H4: DPK positif signifikan terhadap merket share

6. Pengaruh NPF terhadap market share

37
Pembiayaan bermasalah yang dicerminkan oleh NPF memiliki rasio

yang tinggi, belum terpenuhinya hutang pokok atau bagi hasil yang

didapatkan dari kredit nasabah. Maka ini akan berdampak pada

keuntungan yang diperoleh akan menurun. Hal ini junga mempengaruhi

pada penurunan porsi pangsa pasar bank syariah(uli nuha, 2016).

Penelitian juga dilakukan oleh Siregar, (2018) dan Asriningrum (2019)

secara bersamaan menyimpulkan NPF positif signifikan terhadap merket

share, tetapi penelitian yang dilakukan Maula (2018), Purboastuti et

al(2016), Ludiman & Mutmainah(2020)penelitian mereka

menyimpulkan bahwa NPF negatif signifikan terhadap market share.

dari uraian tersebut, hipotesis yang disusun ialah :

H6: NPF negatif signifikan terhadap market share

7. Pengaruh FDR terhadap market share

Dalam mengukur risiko liquiditas bank syariah, dapat menggunakan

rasio FDR. Jika rasio FDR tinggi maka semakin rendah kemampuan

liquiditasnya. Tetapi semakin efektif bank dalam menyalurkan

pembiayaannya, maka bank berpeluang menerima keuntungan yang

lebih besar. Sehingga akan meningkatkan market share nya dikarenakan

besarnya pembiayaan yang disalurkan. Penelitian terkait pernah

dilakukan oleh Fatihin et al (2020) dan Lestiyaningsih(2017)

menyimpulkan FDR positif signifikan terhadap market share, sementara

penelitian oleh Agista (2016) menyatakan bahwa FDR negatif terhadap

38
market share. berdasarkan penjelasan diatas, hipotesis yang disusun

adalah:

H7: FDR positif signifikan terhadap market share

8. Pengaruh CAR terhadap market share

Modal menjadi faktor yang kuat dalam mengembangkan usaha dan

menampung risiko kerugian (Rahmani, 2017). Nilai CAR yang tinggi

berarti bank tersebut mampu membiayai seluruh oprasionalnya dengan

baik.

Menurut Saputra, (2016) dalam meminimalisir risiko kerugian yang

muncul akibat dari perputaran aktiva, maka perlu adanya penyediaan

modal yang besar. Sebagian besar dana berasal dari masyarakat, dengan

rasio modal yang tinggi dapat melindungi deposan, serta kepercayaan

masyarakat kepada bank syariah akan meningkat. tingginya tingkat

kepercayaan nasabah kepada bank syariah, akan berdampak kepada

market share yang meluas.

penelitian yang dilakukan oleh (Rohman & Karsinah, 2018),

Saputra (2016) menunjukan jika CAR positif signifikan terhadap market

share. sementara penelitian dari Ludiman & Mutmainah (2020),

Lestiyaningsih (2017) menyimpulkan CAR negatif signifikan terhadap

market share. berdasarkan penjelasan diatas, hipotesis yang dibuat

adalah:

H8: CAR positif signifikan terhadap market share

39
9. Pengaruh Profitabilitas terhadap market share

Return on Equity menjadi indikator untuk melihat tingkat

profitabilitas yang didapatkan. Semakin besar nilai ROE, semakin besar

jumlah keuntungan yang diterima bank, dan menandakan bahwa kinerja

dan kekuatan di pasar yang baik (Saputra, 2016). Penelitian yang

dilakukan oleh Saputra (2016) Sandy et al (2019) Sani Noor Rohman

(2016) dalam penelitian tersebut menyatakan jika ROE positif

signifikan terhadap market share, sementara penelitian yang dilakukan

Maulana Ludfi Siswandi (2020) menyatakan bahwa ROE berpengaruh

negatif terhadap market share. berdasarkan uraian tersebut, hipotesis

yang disusun adalah:

H9: Profitabilitas positif signifikan terhadap market share

10. Pengaruh DPK terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

DPK mencerminkan kemampuan bank untuk menyerap dana dari

masyarakat, semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa

perbankan untuk mengelola modal nya, maka semakin bertumbuh

market share nya.

Menurut Maula, (2018) Dana Pihak Ketiga yang tinggi

memudahkan bank untuk dapat menyalurkan kembali dana nya ke

dalam bentuk penyaluran pembiayaan. Return dari pembiayaan yang

disalurkan akan menghasilkan keuntungan bagi bank syariah.

40
Semakin besar keuntungan yang didapatkan bank syariah, semakin

besar bank syariah dapat menaikan market share nya dengan

menguatkan kosentrasi kekuatan bank syariah didalam pasar.

Penelitian terdahulu tentang pengaruh DPK terhadap profitabilitas

yang dilakukan oleh Utami, (2020), Aldinawari,(2020), Asiyah et al.,

(2018) secara serentak menyatakan DPK positif signifikan terhadap

profitabilitas. Sementara penelitian terdahulu tentang profitabilitas

terhadap market share dilakukan oleh Setyowati et al (2019), Fadma,

(2020), Ubaidi (2020), secara serentak menyatakan bahwa

profitabilitas positif signifikan terhadap market share.

Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:

H10 Profitabilitas mampu menjadi variabel intervening antara

hubungan DPK terhadap market share

11. Pengaruh NPF terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

Menurut Munir, (2018) dalam mengatur risiko pembiayaan yang

dilakukan oleh bank syariah maka dapat menggunakan rasio NPF,

rasio yang digunakan untuk melihat kinerja bank syariah dalam

pembiayaan bermasalah.

Tinggi nya rasio NPF berarti bahwa pembiayaan bermasalah yang

banyak, hal tersebut akan menghambat atau bahkan mengurangi

keuntungan yang diterima oleh bank. Sebaliknya jika rasio NPF

rendah, menunjukan sedikitnya pembiayaan yang bermasalah, maka

41
keuntungan yang dihasilkan dari pendapataan pembiayaan akan

besar. Buruk nya rasio ini akan berdampak pada kepercayaan

deposan dalam menempatkan dana yang dimiliki nya, sehingga tinggi

nya NPF akan berdampak pada penurunan market share.

Penelitian terdahulu tentang NPF terhadap profitabilitas yang

dilakukan oleh (Mayndarto, 2020), (Anggraeny, 2020), (Inayatillah

& Subardjo, 2017) secara serentak menyatakan NPF negatif

signifikan terhadap profitabilitas. Sementara penelitian mengenai

profitabilitas terhadap market share dilakukan oleh (Ubaidi, 2020),

(Fadma, 2020), (Setyowati et al., 2019) secara bersamaan

menyatakan profitabilitas positif signifikan terhadap market share.

Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:

H11 Profitabilitas mampu menjadi variabel intervening

hubungan antara NPF terhadap market share

12. Pengaruh FDR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

FDR merupakan rasio liquiditas untuk mengukur kemampuan

bank dalam membayar kewajiban deposan dan juga rasio yang

menggambarkan pembiayaan yang disalurkan bank.

Menurut Maula (2018) Semakin tinggi rasio FDR menunjukan

tingginya pembiayaan yang disalurkan, semakin banyak pembiayaan

yang disalurkan maka akan memperbesar peluang bank mendapatkan

42
keuntungan, keuntungan yang didapatkan oleh bank akan

memperbesar market share bank tersebut.

Penelitian terdahulu tentang FDR terhadap profitabilitas yang

dilakukan oleh Rahmani (2017), Inayatillah & Subardjo (2017),

Saputri & Oetomo (2016) secara serentak menyatakan FDR positif

signifikan terhadap profitabilitas. Sementara penelitian terdahulu

tentang profitabilitas terhadap market share yang dilakukan oleh

(Fadma, 2020), (Ubaidi, 2020), (Setyowati et al., 2019) secara

bersama-sama menyatakan profitabilitas positifi signifikan terhadap

marketshare.

Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:

H12 profitabilitas mampu memediasi hubungan antara FDR

terhadap market share

13. Pengaruh CAR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

CAR merupakan rasio kecukupan modal untuk kegiatan

operasional dan juga melindungi risiko yang ditimbulkan akibat

perputaran aktiva (Maula, 2018). Rasio CAR yang baik akan

memudahkan bank dalam melakukan operasional nya untuk

mendapatkan keuntungan, risiko yang terlindungi sehingga bank

tidak ragu untuk memperbanyak pembiayaan yang disalurkan untuk

mendapatkan keuntungan.

43
Profitabilitas yang didapatkan bank dari perputaran aktiva tersebut

akan menaikan market share nya. Semakin baik rasio modal yang

dimiliki semakin leluasa bank dalam operasional bank untuk mencari

keuntungan yang juga akan berdampak pada market share nya.

Penelitian terdahulu tentang pengaruh CAR terhadap profitabilitas

yang dilakukan oleh (Ayuni, 2017), (Saputri & Oetomo, 2016),

(Rahmani, 2017), mereka menyatakan CAR positif signifikan

terhadap profitabilitas. Sementara penelitian tentang profitabilitas

terhadap market share yang dilakukan oleh (Ubaidi, 2020), (Fadma,

2020), (Setyowati et al., 2019) secara serentak menyatakan

profitabilitas positif signifikan terhadap market share

Dari uraian diatas, maka disimpulkan hipotesis yaitu:

H13 Profitabilitas mampu memediasi hubungan antara CAR

terhadap market share

44
BAB III
Metode Penelitian
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan jenis metode kuantitatif. Metode ini

disebut metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme

(Sugiyono, 2017). Filsafat positivisme memandang realitas, gejala, dan

fenomena dapat diklasifikasikan, terukur, dan hubungan gejala bersifat

sebab akibat. Dalam metode ini data penelitian berbentuk angka angka

dan dianalisis menggunakan alat bantu statistik. Digunakan untuk

meneliti variabel-variabel pada populasi atau sampel tertentu (Maula,

2018), dengan tujuan menguji hipotesis yang telah diajukan.

B. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

panel (pool data) merupakan gabungan dari data runtut waktu (time

series) dan seksi silang (cross section) (Winarno, 2015). Data sekunder

didadapatkan dari informasi pihak ketiga. Dalam penelitian ini, data

sekunder tersebut berupa laporan keuangan Bank Umum Syariah periode

Januari 2017- Desember 2020 yang terdapat pada situs resmi Bank

Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini

menggunakan metode time series yaitu data yang dikumpulkan dari

waktu ke waktu pada beberapa obyek (cross secssion). Maka data panel

berasal dari beberapa individu yang diamati dalam kurun waktu tertentu.

(Ghozali, 2013).

45
C. Teknik Pengumpulan Data

1. Populasi

Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai karakteristik

tertentu yang telah ditetapkan untuk kemudian dipelajari dan nantinya

akan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2017). Maka populasi tidak hanya

manusia saja, tetapi obyek benda juga termasuk didalam populasi.

Populasi yang diamati dalam penelitian ini adalah seluruh Bank umum

Syariah(BUS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau

Bank Indonesia (BI).

2. Sampel

Sampel merupakan bagian yang diambil dari populasi yang akan

dipelajari dan diteliti. Apa yang diambil dari sampel itu,

kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi (Sugiyono,

2017). Sampel yang diambil harus tepat dan bagus agar dapat me-

representatifkan suatu populasi

Purposive sampling digunakan untuk teknik pengambilan data,

teknik pengambilan data yang dipilih dengan beberapa kriteria yang

sudah ditentukan. Kriteria pemilihan sampel yang akan dijadikan

bahan penelitian adalah:

a. Merupakan Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar

pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia

(BI) periode 2018 – 2020.

46
b. BUS yang sudah menerbitkan laporan keuangan triwulan

periode Januari 2018 – Desember 2020 dan telah

dipublikasikan baik di situs resmi masing-masing BUS

maupun pada situs Otoritas Jasa Keungan atau Bank

Indonesia (Saputra, 2014).

c. BUS dalam laporan publikasi menampilkan data yang

dibutuhkan sebagai bahan penelitian selama periode

Januari 2018 – Desember 2020. Berdasarkan kriteria

diatas, jumlah sampel dari penelitian ini dapat dijelaskan

pada tabel di bawah ini:

Tabel 3. 1

Proses Pengambilan Sampel


NO Kriteria Sampel Total

1 Bank Umum Syariah yang telah terdaftar 14


di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank
Indonesia
2 Bank Umum Syariah yang tidak memiliki 4
laporan keuangan dari tahun 2019-2020

Jumlah Sampel Peneliti 10


Sumber: [Link]

Dari tabel 2.1 diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa

terdapat 10 sampel Bank Umum Syariah yang sesuai dengan

kriteria yang telah ditetapkan. Adapun nama-nama perbankan

syariah yang akan diambil menjadi sampel dari penelitian ini

yaitu sebagai berikut:

47
Tabel 3. 2
Sampel Bank Umum Syariah
NO Nama Bank Umum Syariah
1 PT Bank Muamalat Syariah
2 PT Bank Jabar Banten Syariah
3 PT Bank Rakyat Indonesia Syariah
4 PT Bank Central Asia Syariah
5 PT Bank Nasional Indonesia Syariah
6 PT Bank Syariah Indonesia
7 PT Bank PT Bank Mega Syariah
8 PT Bank Panin Dubai Syariah
9 PT Bank Syariah Bukopin
10 PT Bank Tabungan Pensin Nasional Syariah

D. Definisi Konsep dan Oprasional

1. Variabel Independen

Variabel bebas atau independent variabel merupakan variabel

yang mempengaruhi variabel lain. Untuk menentukan hubungannya

dengan suatu gejala dengan menggunakan beberapa variabel bebas

untuk dihubungkan yang variabelitasnya diukur, dimanipulasi, atau

dipilih (Sarwono, 2010: 38). Variabel independen dalam penelitian

ini yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Ratio (NPF),

Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequancy Ratio (CAR).

2. Variabel Intervening

48
Variabel intervening adalah variabel yang secara tidak

langsung turut mempengaruhi hubungan antara variabel independen

dengan dependen(Sugiyono, 2017). Dalam penelitian ini variabel

intervening ialah profitabilitas yang diukur menggunakan ROE.

3. Variabel Dependen

Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang

dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono, 2017). Variabel terikat

merupakan variabel yang variabelitasnya diamati dan diukur untuk

mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel bebas

(Sarwono, 2010). Variabel dependen dalam penelitiabn ini ialah

market share.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap terhadap

variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka definisi

operasional sebagai berikut.

49
Tabel 3. 3
Definisi Konsep dan Oprasional

Variabel Konsep dan Oprasional

Dana Pihak DPK adalah dana yang dihimpun dari masyarakat,


biasanya dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito.
Ketiga X1
Jumlah dana yang berhasil dihimpun menentukan
besarnya pangsa pasar bank syariah. Untuk mencari
total DPK diformulakan sebagai berikut:
DPK = Giro + Tabungan + Deposito

Non NPF adalah rasio yang menunjukan seberapa banyak


Performing jumlah kredit yang bermasalah, semakin tinggi rasio
NPF sebuah bank akan mengindikasikan banyak
Ratio X2
kredit yang bermasalah, juga dapat mempengaruhi
permodalan, karena bank harus memenuhi
PPAP(Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif)
yang terbentuk (Siregar, 2018). Cara perhitungan
untuk mencari total rasio NPF ialah:
Pembiayaan Bermasalah
NPF= 1𝟎𝟎%
Total Pembiayaan

Capital Dalam mengukur kecukupan modal untuk


Adiquency menunjang aktiva yang berisiko, rasio CAR dapat
Ratio X4 digunakan untuk menggambarkan hal tersebut
(Pravasanti, 2018). Rasio ini digunakan untuk
membiayaai kegiatan oprasional bank dan juga
untuk mengantisipasi risiko yang diterima perbankan
Perhitungan CAR ialah :
𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑩𝒂𝒏𝒌
CAR = 𝟏𝟎𝟎%
𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑻𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑹𝒔𝒊𝒔𝒊𝒌𝒐

50
Profitabilitas Profitabilitas adalah keuntungan yang didapatkan
oleh bank dalam menjalankan bisnisnya. Kemampuan
X5 bank dalam memperoleh laba dengan menggunakan
modal sendiri dapat dicerminkan mengunakan return
on equity.
ROE menjadi indikatorpenting bagi para investor
dalam menilai kinerja bank dalam memperoleh laba
bersih yang nantinya akan dibagikan kepada
pemegang saham dalam bentuk deviden
Formula untuk mendapatkan rasio ROE adalah
berikut:
𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌
𝑹𝑶𝑬 = X 100 %
𝑹𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔

Market Menurut Siregar (2017) pangsa pasar bisa diartikan


share Y perusahaan yang menguasai sebagian dari bagian
pasar yang ada. Jika pangsa pasar yang didominasi
perusahaan kecil menunjukan perusahaan tidak
mampu menghadapi persaingan didalam industrinya.
Perhitungan market share ialah sebagai berikut :
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐧𝐤 𝐔𝐦𝐮𝐦 𝐒𝐲𝐚𝐫𝐢𝐚𝐡
MS= 100%
𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐞𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥

E. Teknik Analisis
1. Analisis Jalur (Path Analysis)

Analisis jalur merupakan sebuah metode dalam menganalisis

nilai jalur dalam model regresi berganda dan juga menganalisa

hubungan sebab akibatnya. Analisis jalur dalam penelitian ini

digunakan untuk menguji hubungan anatara variabel Dana Pihak

Ketiga (DPK), Non Performing financing (NPF), Capital Adequacy

Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Return on

Equity(ROE) terhadap Market Share dan apakah hubungan DPK,

51
NPF, FDR, dan CAR ke Market Share dipengaruhi oleh variabel

ROE.

Terdapat dua model regresi pada penelitian ini yang

dapat ditulis dalam persamaan matematik sebagai berikut:

Profitabilitas =α0+ β 1DPK+ β 2NPF+ β 3FDR+ β 4CAR+ϵ...………(2)

MS= α0+β1DPK+ β 2NPF+ β 3FDR+ β 4CAR+ β 5ROE+ϵ …… (1)

Keterangan:

MS : Market Share

α0 : Konstanta (constant)

β 1-5 : Koefisien regresi

DPK : Dana Pihak Ketiga

NPF : Non Performing Ratio

FDR : Financing to Deposit Ratio

CAR : Capital Adequency Ratio

e : Kesalahan

2. Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi-asumsi regresi linier yang bertujuan agar data

terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas, bebas dari

autokorelasi dan homokendasititas(Bawono, 2006).

a. Uji Normalitas

52
Uji normalitas bertujuan untuk menguji model regresi, variabel

pengganggu atau residual terdistribusi normal(Ghozali, 2013).

Pengujian normalitas dilakukan dengan tabel Jarque bera test,

yaitu membandingkan nilai yang didapat dari histogram normality

test dengan nilai chi square. Dapat dikatakan berdistribusi normal

jika:

a. Jika nilai probability > 0,05 maka data berdistribusi normal

b. Jika nilai probability < 0,05 maka data tidak berdistribusi

normal

b. Uji Heteroskedasitisitas

Bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan variasi dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Jika variasi dari residual satupengamatan

lain tetap, maka terjadi homokedastisitas dan jika berbeda maka

terjadi heteroskedastisitas. Pengujian dapat dilakukan dengan

melakukan uji Glejser. Uji Glesjer dilakukan untuk meregres nilai

absolut residual terhadap variabel independen dengan persamaan

regresi: | Ut| = α + βXt + vt. Model regresi dikatakan bebas dari

gejala heteroskedastisitas jika nilai probabilitasnya lebih besar dari

taraf signifikansi 5%.

c. Uji Multikolineritas

53
Bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan

antar variabel dalam model regresi. Uji ini hanya dapat dilakukan

jika terdapat variabel independen lebih dari satu dalam model

regresi. Dalam penelitian ini uji multikolineritas dilakukan untuk

menguji adanya hubungan antar variabel independen yaitu variabel

DPK, NPF, FDR, dan CAR. Dikatakan adanya korelasi jika:

a. Jika nilai correlation (r) ≤ 0,8, maka tidak terdapat masalah

multikolineritas

b. Jika nilai correlation (r) > 0,8, maka terdapat masalah

multikolinearitas.

e. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu

(residual) pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada

periode t1 (sebelumnya). Pengujian dapat dilakukan dengan uji

Durbin –Watson, keputusan berdasarkan apabila nilai koefisien

Durbin Watson berada diantara du dan 4-du maka regresi

terbebas dari gejala autokorelasi.

54
F. Uji Kebaikan Model

1. Koefisien Determinasi (R Square)

Koefisien determinasi (R2 ) digunakan untuk menghitung besar

presentase sambungan variabel independen secara bersamaan terhadap

variabel dependen (Halin et al., 2017). Jika nilai R2 diatas 0,5 maka

dianggap baik karena nilai R2 diantara 0 sampai 1.

2. Uji F

Uji F digunakan untuk mengukur apakah terdapat perbedaan

signifikan antara kelompok-kelompok yang telah diukur baik pada

skala interval maupun sekala rasio (Maula, 2018). Berikut hipotesis

yang digunakan dalam penelitian ini:

1) Ho: β1 = 0, artinya variabel independen secara bersama-sama

tidak berpengaruh secara langsung terhadap variabel

dependen.

2) Ha: β1 ≠ 0, artinya variabel independen secara bersama-sama

berpengaruh secara langsung terhadap variabel dependen.

Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima yang berarti bahwa

tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen secara

bersama-sama (X123..) terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika F

55
hitung > F tabel, maka Ho ditolak berarti terdapat pengaruh yang

signifikan antara variabel independen secara bersama-sama(X123.. )

terhadap variabel dependen (Y)(Bawono, 2006).

G. Uji Validitas Pengaruh(Uji T)

Digunakan untuk menguji apakah variabel independen memberikan

pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen atau tidak (Bawono

& Shina, 2018). Pengambilan keputusan berdasarkan nilai t hitung

memiliki signifikasi dibawah 5% atau 0,05, maka hipotesis yang diajukan

ialah (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Sedangkan bila nilai t hitung

memiliki signifikasi di atas 5% (0,05) maka hipotesis yang diajukan ialah

(Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Uji signifikasi parameter individual

dapat dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut

1) Ho: β1 = 0, artinya variabel independen secara bersama-sama tidak

berpengaruh secara langsung terhadap variabel dependen

2) Ha: β1 ≠ 0, artinya variabel independen tidak berpengaruh secara

langsung terhadap variabel dependen

Untuk melihat pengaruh antar variabel independent (X) pada

dependent (Y) melalui variabel intervening (Z) dapat menggunakan Sobel

test, dengan rumus sebagai berikut.

S ab = √𝑏 2 𝑠𝑎2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2

56
Dimana:

Sab : standar error

Sa : standar error koefisien a

Sb : standar error koefisien b

B : koefisien variabel mediasi

a : koefisien variabel bebas

57
BAB IV
ANALISIS DATA
A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Deskripsi Data
Pada penelitian ini, melibatkan variabel independen atau variabel

bebas, variabel dependen atau variabel terikat, dan variabel intervening

atau variabel yang memediasi hubungan antara variabel independen

terhadap dependen. Variabel independen terdiri dari Dana pihak ketiga,

Net Performing Finance, Financing to Deposit Ratio, dan Capital

Adequency Ratio. Variabel dependen yaitu Market share, serta variabel

intervening adalah profitabilitas yang diukur menggunakan Return on

[Link] yang diperlukan untuk bahan penelitian didapatkan dari

laporan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bentuk data penelitian yang diolah ialah data panl, yaitu gabungan

dari data time series dan cross section. Populasi yang diambil adalah

Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia, dengan sampel yang

diambil untuk diteliti berjumlah 10 Bank Umum Syariah dalam periode

Januari 2018 sampai Desember 2020. Untuk data menggunakan laporan

triwulan melalui masing bank yang dipilih menjadi sampel.

2. Statistik Deskriptif

Uji statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan penjelasan

data berupa jumlah sampel (n), nilai mean, median, maximum dan

minimum, dan standar deviasi. Berikut data yang didapatkan yang

tersaji dalam tabel 4.1.

58
Tabel 4. 1
Hasil Uji Statistik Deskriptif

MS Profitabilitas DPK NPF FDR CAR

Mean 0,017386 0,077938 2.47E+13 0,039795 0,862672 0,223727


Median 0,001350 0,042250 7.83E+12 0,034900 0,887950 0,193050
Maximum 1,382700 0,911500 1.13E+14 0,222900 1,967300 0,494300
Minimum 0,000500 0,000100 2.08E+12 0,000700 0,015000 0,101600
Std. Dev. 0,126913 0,113938 2.77E+13 0,034593 0,205056 0,089674
Observations 120 120 120 120 120 120

Pada tabel hasil uji statistik diatas terlihat bahwa seluruh data yang

digunakan untuk penelitian berjumlah 120 sampel yang didapatkan dari

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa laporan triwulan 10 Bank Umum

Syariah periode Januari 2018 – Desember 2020.

Dari uji tersebut diketahui bahwa variabel Market Share(MS)

mempunyai nilai Mean atau rata-rata sebesar 0,017386 atau 1,7386%.

Nilai market share terbesar dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia(BSI)

sebesar 1,3827% pada periode Desember 2020. Sementara nilai MS

terkecil dimiliki oleh Bank Bukopin Syariah(BKS) sebesar 0,0005 atau

0,05% pada periode September 2020 – Desember 2020.

Profitabilitas memiliki rata-rata 0,077938 atau 7,7938%. Nilai

tertinggi Profitabilitas dimiliki oleh BCA Syariah sebesar 0,9115 atau

9,11% pada periode Juni 2018. Sedangkan nilai terkecil sebesar 0,0001

atau 0,01% dimiliki Bank Panin Dubai pada periode Desember 2020.

Dana pihak ketiga (DPK) memiliki rata rata

Rp.[Link].000.000. nilai maksimal DPK sebesar

59
Rp.[Link].000 dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia pada

periode Desember 2020. Sementara nilai minimal DPK sebesar

Rp.[Link].000 dimiliki Bank Bukopin Syariah pada periode

Desember 2020.

Net Performing Finance (NPF) memiliki rata-rata 0,039795. Nilai

maksimal NPF sebesar 0,222900 dimiliki oleh bank Jabar Syariah pada

periode juni 2018. Sedangkan nilai minimum sebesar 0,000700 dimiliki

oleh bank bukopin Syariah pada periode September 2020.

Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki rata-rata 0,862672.

Nilai terbesar FDR dimiliki oleh Bank Bukopin Syariah sebesar 1,9673

atau 1,96% pada periode Desember 2020. Nilai terkecil

sebesar 0,015000 atau 15,00% dimiliki Bank Bukopin Syariah pada

periode September 2020.

Capital Adequency Ratio (CAR) memiliki rata-rata 0,223727 atau

22,372%. Nilai CAR paling besar sebesar 0,494300 atau 49,43%

dimiliki oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPNS)

pada periode Desember 2020. Sementara nilai CAR terkecil 0,101600

atau 10.16% dimiliki oleh Bank Muamalat pada periode Maret 2018.

3. Analisis Jalur (Path Analysis)

Path analysis dengan melakukan regresi kepada dua persamaan,

regresi pertama semua variabel independen terhadap profitabilitas,

60
persamaan kedua semua variabel independen dan variabel intervening

terhadap market share.

Hasil dari olah data yang menggunakan software Eviews 9.0 dapat

diringkas menjadi berikut:

a. Dirrect Effect (Pengaruh Langsung)

Dari hasil uji t atau uji parsial regresi model pertama didapatkan

nilai koefisien masing-masing variabel sebagai berikut:

Tabel 4. 2

Regresi Model Pertama


Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DPK 6.92E-10 3.66E-10 1.892564 0.0609


NPF -0.275735 0.287136 -0.960291 0.3389
FDR -0.145886 0.046780 -3.118545 0.0023
CAR 0.578988 0.117353 4.933747 0.0000

Tabel 4. 3
Regresi Model Kedua
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DPK 1.78E-09 4.54E-10 3.933054 0.0001


NPF 0.012483 0.352053 0.035458 0.9718
FDR 0.023425 0.059494 0.393731 0.6945
CAR 0.063981 0.157750 0.405585 0.6858
Profitabilotas 0,030185 0,113877 0,265070 0,7914

Hasil uji regresi pada tabel 4.2 regresi model pertama

didapatkan nilai t DPK terhadap profitabilitas sebesar 1,892564

merupakan nilai path 1 atau P1. NPF terhadap profitabilitas dengan

nilai t -0,960291 merupakan nilai path 2 atau P2 . FDR terhadap

profitabilitas mempunyai nilai t -3,118545 merupakan nilai path 3

atau P3. CAR terhadap profitabilitas nilai t sebesar 4,933747

61
merupakan path 4 atau P4. Kemudian mencari nilai e2 dengan

persamaan :

e2 = √1 − 𝑅 𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = √1 − 0,275 = √0,725 =0,851

Selanjutnya pada model regresi kedua, didapatkan nilai t-

Statistik DPK terhadap market share sejumlah 3,933054 nilai

tersebut adalah nilai path 5 atau P5. Variabel NPF terhadap market

share memiliki nilai t-Statistik sebesar 0,035458 nilai tersebut

merupakan path 6 atau P6. Variabel FDR terhadap market share

dengan nilai t-Statistik 0,393731 merupakan path 7 atau P7.

Variabel CAR terhadap market share mempunyai nilai t-Statistik

0,405585 merupakan path 8 atau P8. Profitabilitas terhadap market

share dengan t-Statistik 0,265070 merupakan path 9 atau P9.

Kemudian mencari nilai e2 menggunakan persamaan :

e2 = √1 − 𝑅 𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = √1 − 0,1376 = √0,8624 = 0,9286

62
Tabel 4. 4

Analisis Jalur
P6 = -0.304553

Dana Pihak Ketiga P5 = 3,933054

Net Performing
Finance
Profitabilitas Market Share
Financing to
Deposit Ratio

Capital Adequency
Ratio
P8= 0,405585

P7= 0,393731
P9 = 0,265070
B. Uji Asumsi Klasik
Data yang ada harus memenuhi beberapa syarat asumsi klasik, yaitu

data harus berdistribusi normal, tidak terjadi gejala multikolinearitas,

autokorelasi dan heterosiditas

2. Uji Normalitas

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi

secara normal atau tidak, dapat dikatakan berdistribusi normal

apabila nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05

63
70
Series: Standardized Residuals
60 Sample 2018Q1 2020Q4
Observations 120
50
Mean -5.78e-20
Median 0.004360
40
Maximum 1.212830
Minimum -0.137301
30
Std. Dev. 0.117848
Skewness 9.120811
20
Kurtosis 95.13770

10 Jarque-Bera 44110.56
Probability 0.000000
0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2

Gambar 4.1
Hasil Uji Jarque-Bera pertama

Dari gambar 4.1 di atas diketahui jika nilai probabilitas

sebesar 0.000000 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% atau 0,005.

maka disimpulkan model regresi tidak memenuhi syarat untuk

asumsi normalitas. Dapat diatasi dengan transformasi logaritma

dan menghilangkan nilai yang terjangkit outlier, transformasi

logaritma dilakukan untuk variabel dependen yaitu Market Share

sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.

14
Series: Standardized Residuals
12 Sample 2018Q1 2019Q4
Observations 80
10
Mean 2.78e-18
8
Median -0.056050
6 Maximum 0.643674
Minimum -0.456690
4 Std. Dev. 0.214086
Skewness 0.476907
2 Kurtosis 3.205092

0
-0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 Jarque-Bera 3.172744
Probability 0.204667

Gambar 4.2

Hasil Kedua Uji Normalitas

64
Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa hasil kedua uji

normalitas menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,0204667

lebih besar dari 0,05. dapat diambil kesimpulan bahwa data

berdistribusi normal.

3. Uji Multikolinearitas

Sebuah uji untuk mengetahui hubungan linier sempurna atau

pasti antara variabel independen. Apabila nilai koefisien lebih dari

0,8 maka diduga terjadi multikolinearitas dalam model.

Tabel 4. 5

Hasil Uji Multikolinearitas

DPK NPF FDR CAR ROE

DPK 1,000000 0,170959 0,001500 -0,320799 0,274865


NPF 0,170959 1,000000 0,273907 -0,463905 -0,309736
FDR 0,001500 0,273907 1,000000 0,112045 -0,026158
CAR -0,320799 -0,463905 0,112045 1,000000 0,385175
ROE 0,274865 -0,309736 -0,026158 0,385175 1,000000

Dari hasil tabel diatas, diketahui bahwa semua variabel

memiliki nilai dibawah 0,8 itu berarti bebas dari masalah

multikolinearitas antar variabel independen.

4. Uji Heteroksiditas

Uji ini untuk melihat apakah data terdapat varian residual

atau pengganggu bersifat konstan. Metode yang digunakan dalam uji

heterokesiditas adalah uji Glejser, pengambilan keputusan untuk uji

Glejser apabila nilai probabilitas di atas 0,05, maka disimpulkan

model regresi tidak mengandung gejala heteroskedasitas.

65
Tabel 4. 6

Uji Heteroksiditas Glesjer

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DPK 0,568877 0,617447 0,921338 0,3590


NPF -0,070419 0,066297 -1,062177 0,2906
FDR -0,049299 0,125465 -0,392929 0,6952
CAR 0,137296 0,362947 0,378281 0,7060
Profitabilitas 0,012512 0,099535 0,125705 0,9002

Tabel diatas menunjukan hasil uji dengan metode Glesjer,

bahwa seluruh variabel memiliki nilai probabilitas diatas 0,05, maka

dari itu disimpulkan model regresi terbebas dari gejala

heteroskedastisitas.

5. Uji Autokorelasi

Dalam uji autokorelasi menggunakan metode Durbin

Watson. Kesimpulan diambil apabila nilai d lebih besar dari du dan

kurang dari 4 – du maka dinyatakan data tidak mengangandung

autokorelasi.

Tabel 4. 7

Uji Autokorelasi Durbin Watsson

F-statistic 3,314953 R-squared 0,306516


Durbin-Watson stat 1,886662 Prob(F-statistic) 0,000210

Berdasarkan tabel 4.8 hasil uji Autokorelasi didapatkan nilai

Durbin-Watson sebesar 1,886662. Dilihat dari tabel DW dengan

nilai signifikansi 5% dimana nilai k didapatkan dari jumlah variabel

bebas yaitu berjumlah 5 dan n ialah sampel berjumlah 120, maka

nilai k = 5 dan n = 120. Didapatkanlah nilai D L 1.6164 dan nilai DU

1,7896.

66
Tabel 4. 8
Menentukan adanya autokorelasi atau tidak

T idak dapat Bebas T idak dapat Autokorel


Autokorelasi
diputuskan Autokorelasi diputuskan asi negatif
Positif

d1.886662

0 DL 1.6608 DU 1.7896 4-DU 2.3836 4-DL 2.2105

C. Uji Kebaikan Model


1. Koefisien Determinasi Model Pertama (R Square)

Uji R square digunakan untuk melihat persentase pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen. Dalam model pertama dan

model ini menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel

intervening. Hasil uji termuat kedalam tabel dibawah ini:

Tabel 4. 9

Hasil Uji R Square


R Square ADJ R Square
Persamaan 1 0,275701 0,250508
Persamaan 2 0,137692 0,099872

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui bahwa koefisien determinasi

didapatkan dari nilai R-Squared sebesar 0,275701. menandakan bahwa

variabel bebas pada riset ini bisa mendeskripsikan variabel DPK, NPF,

FDR, dan CAR berpengaruh sebesar 27,5% terhadap variabel

profitabilitas. Sedangkan 72,5% dijelaskan variabel lain diluar model

penelitian.

67
Selanjutnya hasil R-Square model kedua berdasarkan penyajian

pada tabel regresi model yang terpilih, dapat dilihat angka dari R-

Squared variabel bebas yaitu DPK, NPF FDR, CAR, dan Profitabilitas

bisa mendeskripsikan variasi variabel sebanyak 0.306516, jadi hal ini

menandakan bahwa variabel bebas pada riset ini bisa mendeskripsikan

sebesar 30,6% variasi variabel Market Share, sedangkan sebanyak

69,4% sisanya dijelaskan variabel lain diluar model.

2. Uji F (Uji Simultan)


Tabel 4. 10

Hasil Uji F (Simultan)


Regresi 1 Prob(F-Statistik) 0,000000 F-Statistik 10,94353
Regresi 2 Prob(F-Statistik) 0,004302 F-Statistik 3,314953

Uji F digunakan untuk melihat apakah variabel independen secara

serentak memberikan pengaruh terhadap profitabilitas. Dalam tabel 4.10

nilai Prob(F-Statistik) dalam regresi 1 sebesar 0,000000 ini berarti

bahwa variabel independen yaitu DPK, NPF, FDR, CAR secara

serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel profitabilitas.

Pengujian regresi 2 pada uji F dikerjakan guna membuktikan apakah

secara serentak, variabel independent pada riset ini memiliki pengaruh

kepada variabel dependen yaitu market share. Berdasarkan tabel 4.10

uji simultan pada riset ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :

Penjelasan uji simultan pada riset ini dibuktikan atas dasar hasil

penyajian pada tabel model regresi yang terpilih, dimana pada tabel

tersebut menghasilkan nilai koefisien senilai -0,327964 dan nilai Prob

68
(F-Statistic) senilai 0,004302 < 0,05 artinya semua variabel independent

secara serentak memiliki pengaruh signifikan terhadap Market Share.

3. Uji Validitas Pengaruh (Uji T)

untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel

dependen. Uji T model pertama untuk menguji pengaruh variabel Dana

Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Finance to Deposit Ratio,

Capital Adequency Ratio terhadap variabel Profitabilitas. Uji T model

kedua untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel Dana

Pihak Ketiga, Non Performing Finance, Finance to Deposit Ratio,

Capital Adequency terhadap variabel dependen yaitu market share.

Dapat dikatakan berpengaruh positif dengan syarat variabel independent

menghasilkan nilai probabilitasnya kurang dari taraf signifikansi sebesar

0,05. berikut persamaan regresi model pertama dan kedua.

Tabel 4. 11

Hasil Uji T Regresi 1 Terhadap Profitabilitas

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DPK 6,92E-10 3,66E-10 1,892564 0,0609


NPF -0,275735 0,287136 -0,960291 0,3389
FDR -0,145886 0,046780 -3,118545 0,0023
CAR 0,578988 0,117353 4,933747 0,0000

69
Tabel 4. 12

Hasil Uji T Regresi 2 Terhadap Market Share

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DPK 1.75E-09 4.54E-10 3.933054 0,0001


NPF 0,012483 0,352053 0,035458 0,9718
FDR 0,023425 0,059494 0,393731 0,6945
CAR 0,063981 0,157750 0,405585 0,6858
PROFITABILITAS 0,030185 0,113877 0,265070 0,7914

Dari hasil uji diatas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Pengaruh DPK terhadap profitabilitas

Nilai koefisien sebesar 6.92E-10 dengan nilai probabilitas

0,0609 dalam signifikansi 5% maka lebih besar dari 0,05

dinyatakan tidak positif signifikan, akan tetapi apabila pada taraf

signifikansi 10% atau 0,010 maka dinyatakan positif signifikan.

maka H1 diterima, disimpulkan bahwa DPK positif signifikan

terhadap profitabilitas.

b. Pengaruh NPF terhadap profitabilitas

Besaran koefisien dari NPF yaitu -0.275735, nilai

probabilitas nya sebesar 0,3389 lebih dari 0,05, maka H 2

diterima, disimpulkan NPF negatif signifikan terhadap

profitabilitas.

c. Pengaruh FDR terhadap profitabilitas.

Berdasarkan hasil uji, FDR memiliki koefisien sebesar -

0,145886, nilai probabilitas 0,0023 lebih kecil dari 0,05, Maka

70
H3 diterima, dapat disimpulkan FDR positif signifikan terhadap

profitabilitas.

d. Pengaruh CAR terhadap profitabilitas

Dari hasil uji, koefisien CAR ialah 0,578988, memiliki nilai

probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05, Maka H 4

diterima, disimpulkan bahwa CAR positif signifikan terhadap

profitabilitas.

e. Pengaruh DPK terhadap Market Share

Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa

nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 1.78E-09

dengan nilai probabilitas senilai 0,0001 (0,0000 < 0,05), maka

H5 diterima, disimpulkan bahwa variabel DPK positif signifikan

terhadap Market Share.

f. Pengaruh NPF terhadap Market Share

Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa

nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,012483

dengan nilai probabilitas senilai 0,9718 (0,9718 > 0,05), maka

H6 diterima, disimpulkan bahwa variabel NPF negatif signifikan

terhadap Market Share.

g. Pengaruh FDR terhadap Market Share

Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa

nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,023425

dengan nilai probabilitas senilai 0,6945 (0.6945 > 0,05), maka

71
H7 ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel FDR negatif

signifikan terhadap Market Share.

h. Pengaruh CAR terhadap Market Share

Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa

nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,153218

dengan nilai probabilitas senilai 0,063981 (0,063891 > 0,05),

maka H8 ditolak, disimpulkan bahwa variabel CAR negatif

signifikan terhadap Market Share.

i. Pengaruh Profitabilitas terhadap Market Share

Berdasarkan penyajian tabel Uji T diatas, dibuktikan bahwa

nilai koefisien regresi yang didapat ialah sebesar 0,030185

dengan nilai probabilitas senilai 0,7914 (0,7914 > 0,05), maka

H9 ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas

negatif signifikan terhadap Market Share.

Untuk mengetahui pengaruh variabel intrervening dalam

menghubung antara variabel bebas dan variabel terikat, maka

menggunakan sobel test dan menghitung nilai t dari masing-masing

variabel.

j. Pengaruh DPK terhadap Market share melalui profitabilitas

Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2

0,028985𝑋15,882376 + 2,420168𝑋0,012771
=√
+ 15,882376 𝑋 0,028985

= √0,95161356

72
= 0,975506

1,555689 𝑋 0,017025
t =
0,975506

= 0,02715

Dari hasil perhitungan diatas, diperoleh thitung 0,02715, nilai

tersebut lebih kecil dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar

1,65765, maka H10 ditolak, disimpulkan bahwa variabel

profitabilitas tidak dapat memediasi antara DPK dengan Market

Share

k. Pengaruh NPF terhadap Market Share melalui profitabilitas

Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2

0,028985𝑋0,110416 + −0,010241𝑋0,012771
=√
+0,110416𝑋0,012771

= √0,0044798648

= 0,066931

𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏

−0,004629 𝑋 0,017026
=
0,066931

= - 0,02574

Berdasarkan perhitungan diatas, didapatkan nilai t-hitung -

0,02574 nilai tersebut lebih kecil dari t-tabel dengan taraf

signifikansi sebesar 1,65765. Maka H 11 ditolak, disimpulkan

73
bahwa variabel profitabilitas tidak mampu mempengaruhi

hubungan antara NPF dengan Market Share.

l. Pengaruh FDR terhadap Market Share melalui profitabilitas

Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2

0,028985𝑋0,001800 + −0,000313𝑋0,028985
=√
+ 0,110416𝑋0,012771

= √5,220737

= 2,284893

𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏

−0,017701 𝑋 0,017025
=
2,284893

= -0,000131

Dari hasil perhitungan diatas, nilai t-hitung sebesar -

0,000131nilai tersebut lebih besar dari t-tabel dengan taraf

signifikansi 5% sebesar 1, 65765. Maka H 12 ditolak, disimpulkan

bahwa profitabilitas tidak mampu mempengaruhi hubungan

antara FDR dengan Market Share.

m. Pengaruh CAR terhadap Market Share melalui profitabilitas

Sab = √𝑏 2 𝑠𝑎 2 + 𝑎 2 𝑠𝑏 2 + 𝑠𝑎 2 𝑠𝑏 2

0,000289𝑋 0,020104 + −0,000021𝑋0,012771


=√
+ 0,020104𝑋0,012771

= √3,0909702

74
= 1,75811

𝑎𝑏
t =
𝑆𝑎𝑏

−0,004629 𝑋 0,017025
=
1,75811

= -4,48256

Dari perhitungan diatas, didapatkan nilai t-hitung -4,48256,

nilai tersebut lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,65765. Maka h13

ditolak, disimpulkan bahwa profitabilitas tidak mampu

mempengaruhi hubungan antara CAR dengan Market Share

Tabel 4. 13

Ringkasan Hasil Uji Hipotesis


No, Hipotesis Uraian Hipotesis Hasil
1. Hipotesis 1 Dana Pihak Ketiga positif Diterima
signifikan terhadap
profitabilitas
2. Hipotesis 2 NPF negatif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
3. Hipotesis 3 FDR positif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
4. Hipotesis 4 CAR positif signifikan Diterima
terhadap profitabilitas
5. Hipotesis 5 DPK positif signifikan Diterima
terhadap market share
6. Hipotesis 6 NPF negatif signifikan Diterima
terhadap market share
7. Hipotesis 7 FDR positif signifikan Ditolak
terhadap market share
8. Hipotesis 8 CAR positif signifikan Ditolak
terhadap market share
9 Hipotesis 9 Profitabilitas positif Ditolak
signifikan terhadap market
share
10. Hipotesis 10. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara DPK
terhadap market share
11. Hipotesis 11. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara NPF
terhadap market share

75
12 Hipotesis 12. Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara FDR
terhadap market share
13 Hipotesis 13 Profitabilitas mampu Ditolak
memediasi antara CAR
terhadap market share

D. Pembahasan
1. Pengaruh Dana Pihak Ketiga Terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (Uji T) disimpulkan bahwa

DPK positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di

Indonesia tahun 2018-2020. Hasil dari penelitian tersebut menemukan

bahwa banyaknya dana yang dihimpun dari masyarakat memberikan

pengaruh bagi keuntungan Bank Syariah. Hal ini sesuai dengan penelitian

yang dilakukan oleh (Rahman & Safitrie, 2018)Aldinawari, (2020),

Utami, (2020), Asiyah et al (2018)

Hal ini sejalan dengan teori kekuatan pasar menurut Tregenna (2009)

, menyatakan struktur pasar dipengaruhi kinerja bank, semakin baik posisi

bank dalam pasar, maka mereka akan mudah untuk profitabilitas. Bank

yang memiliki kekuatan pasar yang besar akan dengan mudah untuk

menyerap dana dari masyarakat yang nantinya dana tersebut akan diolah

kembali menjadi keuntungan.

Dalam penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa bank yang

mampu memperoleh DPK paling banyak ialah Bank Syariah Indonesia,

tahun 2020 pada triwulan pertama sampai triwulan ke-empat, BSI mampu

menghimpun Dana Pihak Ketiga diatas 100 Miliar. Tahun tersebut

profitabilitas yang didapatkannya melebihi dari bank pesaing. Dari hasil

76
tersebut membuktikan bahwa bank yang mampu menghimpun dana dari

masyarakat yang besar akan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

2. Pengaruh NPF terhadap Profitabilitas

Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), disimpulkan bahwa

NPF negatif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di

Indonesia tahun 2018-2020. NPF adalah variabel yang mempunyai

pengaruh negatif. Hasil tersebut menunjukan bahwa tingginya rasio NPF

dapat menurunkan jumlah profitabilitas, sebaliknya rendah nya rasio NPF

dapat meningkatkan profitabilitas. Hal ini sesuai dengan apa yang telah

diteliti oleh Mayndarto, (2020), Anggraeny, (2020), Inayatillah &

Subardjo, (2017), Rahman & Safitrie, (2018)

Peneletian ini sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan dalam

Setiawan (2009) menyatakan bahwa efisiensi operasional perusahaan

mampu mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Dalam hal ini bank

mampu mengefisiensi dana yang disalurkan dengan meminimalisir

terjadinya pembiayaan bermasalah, sehingga keuntungan yang

didapatkan lebih maksimal.

Dalam penelitian ditemukan bahwa bank syariah yang mampu

mengontrol rasio NPF secara ketat adalah BCA syariah. Terlihat dari nilai

NPF dari tahun 2018-2020 tidak lebih besar dari 1%. Sehingga

profitabilitas yang didapatkan nya lebih besar dari bank lain, dan

pengembalian kepada investor akan besar, sehingga banyak investor yang

tertarik untuk menanamkan modal nya. Fungsi pembiayaan sebagai salah

77
satu pendapatan terbesar bank syariah, maka penting untuk mengelola

dan meminimalisir pembiayaan bermasalah, karena akan berdampak pada

keuntungan yang didapatkan.

3. Pengaruh FDR terhadap profitabilitas

Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), dapat disimpulkan

bahwa FDR positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah

di Indonesia tahun 2018-2020. Temuan tersebut sesuai dalam penelitian

(Inayatillah & Subardjo, 2017) menyatakan bahwa rasio FDR

kemampuan bank dalam membayar hak deposan dengan menggunakan

pembiayaan yang diberikan sebagai sumber liquiditasnya, semakin besar

pembiayaan yang disalurkan otomatis keuntungan akan mengalami

peningkatan. Akan tetapi, rasio FDR terlalu tinggi itu berarti bank

menyalurkan liquditas nya yang besar untuk pembiayaan, apabila return

dari pembiayaan yang disalurkan bermasalah, maka akan mengakibatkan

menurunnya kemampuan bank dalam membayar hak deposan. Oleh

karena itu sebaiknya dalam menyalurkan pembiayaan, harus secara ketat

mengontrol keluarnya pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah, agar

tidak terjadinya pembiayaan tidak lancar.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori efisiensi menurut Setiawan,

(2009), oprasional perusahaan mampu mempengaruhi kinerja, dalam hal

ini bank mampu mengefisiensi dana yang dimiliki untuk diolah yang

kemudian akan mendapatkan keuntungan. Dalam penelitian Anggraeny

(2020) menyatakan apabila tingkat liquiditas yang terlalu tinggi, dan

78
pembiayaan yang disalurkan rendah, hal ini akan mempengaruhi

pendapatan bank, disebabnya tinggi nya biaya pemeliharaan kas yang

menganggur.

Temuan dari penelitian yang dilakukan, menemukan bahwa bank

dengan keuntungan yang lebih besar dari yang lain, memiliki rasio NPF

sekitar 80%-90%. Bank masih menyisahkan 10% dana nya untuk

membayar kewajiban nya kepada deposan, sehingga perputaran uang

untuk menghasilkan keuntungan terjaga dengan baik.

4. Pengaruh CAR terhadap Profitabilitas

Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh (uji t), dapat disimpulkan

bahwa CAR positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum

Syariah di Indonesia tahun 2018-2020, karena nilai probabilitas nya

dibawah 0,05. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Rahmani (2017), Saputri & Oetomo (2016), dan Rahmani

(2017). Secara serentak membuktikan bahwa CAR positif signifikan

terhadap profitabilitas.

Penelitian ini sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan

Setiawan (2009) operasional perusahaan mampu mempengaruhi

keuntungan yang didapatkan. Dalam hal ini bank mampu mengelola

modal nya dengan baik sehingga mendapatkan keuntungan dari kegiatan

operasional nya.

CAR merupakan rasio permodalan, yang digunakan untuk menutupi

resiko dari penanaman aktiva berisiko, Menurut Rahmani (2017) dalam

79
penelitian nya menyatakan bahwa tingginya rasio CAR menggambarkan

bahwa bank mampu membiayai operasional nya dan memberikan

dampak yang cukup besar bagi profitabilitas dikarenakan bank dapat

berekspansi menggunakan modal nya untuk meraup keuntungan yang

lebih.

Minimal rasio car yang dimiliki bank syariah ialah sebesar 8%,

namun dalam penelitian ditemukan semua bank syariah mempunyai rasio

CAR diatas 10%, menandakan bahwa seluruh bank syariah untuk

menjalankan oprasional nya, sudah tercakup oleh modal yang dimiliki.

Bank Tabungan Pensiun Negara Syariah (BTPNS) mempunyai rasio

CAR paling besar diantara pesaing. Secara nyata berdampak kepada

profitabilitas yang didapatkan lebih besar dari yang lain.

5. Pengaruh DPK terhadap Market Share

Hasil penelitian uji validitas pengaruh, dapat disimpulkan bahwa

DPK positif signifikan terhadap Market Share Bank Umum Syariah tahun

2018-2020, karena probabilitas lebih kecil dari 0,05. Menurut Wulandari

& Anwar (2019) dalam penelitiannya menyatakan pertumbuhan bank

syariah dipengaruhi kemampuannya dalam menghimpun dana dari

masyarakat. Semakin tinnggi DPK maka semakin banyak masyarakat

yang menggunakan jasa bank syariah, semakin tinggi pula market share

nya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari &

Anwar, 2019), (I. B. Siregar, 2018), (Lestiyaningsih, 2017), (Dewi, 2020)

serentak menyatakan DPK positif signifikan terhadap market share.

80
Hal ini sesuai dengan teori kekuatan pasar (Market Power Theory)

dinyatakan dalam Tregenna (2009) yang menyatakan bahwa struktur

pasar dipengaruhi oleh kinerja bank. Dalam hal ini DPK yang dihimpun

dari masyarakat, bank yang kinerja nya baik dalam menghimpun dana

maka akan menguatkan posisi dalam pasar dalam hal ini menaikan market

share.

Temuan bahwa pada periode 2020 Bank Syariah Indonesia (BSI)

mampu menghimpun dana dari masyarakat paling besar, yang mana

langsung berdampak pada market share nya yang tinggi.

6. Pengaruh NPF terhadap Market Share

Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh, disimpulkan bahwa NPF

negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di

Indonesia tahun 2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa

penelitian sebelum yang dilakukan oleh Maula (2018), Ludiman &

Mutmainah (2020) Purboastuti et al (2016), Asriningrum (2019) yang

menyatakan NPF negatif signifikan terhadap market share.

Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh

Lestiyaningsih (2017) menyatakan bahwa pembiayaan bermasalah yang

tercerminkan oleh rasio NPF, menandakan pembiayaan dalam

pelaksanaan nya belum memenuhi target yang diinginkan bank, hal ini

jelas mempengaruhi market share dikarenakan banyak nya pembiayaan

bermasalah dan pengembalian uang menjadi terhambat, maka semakin

banyak uang yang tidak dapat diputarkan kembali.

81
Hal ini sejalan dengan teori efisiensi menurut Setiawan (2009) bank

yang mampu mengefisiensi operasional nya akan mendapatkan

keuntungan serta mampu meningkatkan market share nya., bank mampu

menjaga rasio NPF tetap terkontrol akan mendapatkan keuntungan yang

serta menaikan market share.

NPF yang rendah tergantung dari manajemen sebuah bank dan juga

target pasarnya. Seperti bank BCA syariah memiliki rasio NPF paling

rendah dari pada bank lain, dikarenakan nasabah yang menggunakan

BCA syariah berasal dari golongan kelas menengah sehingga untuk

masalah pembiayaan agak sulit terjadi.

7. Pengaruh FDR terhadap Market Share

Hasil dari uji validitas pengaruh yang dilakukan disimpulkan bahwa

FDR negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah tahun

2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian sebelum

yang dilakukan oleh Maula (2018), Purboastuti et al (2016), dan Agista

(2016) yang secara serentak menyatakan bahwa FDR negatif signifikan

terhadap market share.

Hal tesebut tidak sejalan dengan teori efisiensi yang dinyatakan oleh

Setiawan (2009) menurutnya operasional perusahaan yang baik akan

meningkatkan keuntungan, keuntungan yang besar dapat meningkatkan

market share, akan tetapi secara langsung masih terdapat masalah

82
sehingga keuntungan yang berhasil didapatkan tidak mampu menaikan

market share.

Secara teori, rasio FDR menggambarkan jumlah pembiayaan yang

disalurkan dan juga kemampuan bank dalam memenuhi hak deposan,

semakin tinggi rasio FDR maka pembiayaan yang disalurkan juga

semakin banyak, pembiayaan yang disalurkan akan menghasilkan

keuntungan bagi bank. Akan tetapi, banyak terjadi nya masalah pada

pengembalian pembiayaan yang disalurkan menimbulkan persoalan lain,

yaitu akan mengakibatkan menurunnya kemampuan bank dalam

kewajiban nya kepada deposan, hak deposan yang tidak terpenuhi maka

akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah kepada bank, hal ini akan

berdampak kepada penurunan tingkat market share.

8. Pengaruh CAR terhadap Market Share

Berdasarkan hasil uji validitas pengaruh, disimpulkan bahwa CAR

negatif signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di

Indonesia tahun 2018-2020. Penelitian ini sesuai dengan beberapa

penelitan sebelum yang dilakukan oleh Ludiman & Mutmainah (2020),

Lestiyaningsih (2017), Maula (2018) secara serentak menyatakan bahwa

CAR negatif signifikan terhadap market share. Menurut penelitian yang

dilakukan oleh Ludiman & Mutmainah (2020) menyatakan bahwa tidak

berpengaruhnya CAR terhadap market share disebabkan karena

masyarakat di Indonesia dalam melakukan transaksi perbankan tidak

83
mempertimbangkan tinggi rendahnya CAR yang ada dalam bank. Mereka

lebih mempertimbangkan kenyamanan dan kepuasan yang ditawarkan

bank.

Hal ini tidak sejalan dengan teori efisiemsi yang dinyatakan

Setiawan,(2009) bahwa operasional perusahaan mampu mempengaruhi

market share. meskipun bank mampu memanfaatkan permodalaan yang

dimiliki nya untuk operasional, akan tetapi tidak mampu untuk menaikan

market share nya.

CAR merupakan rasio permodalan untuk melindungi risiko yang

diterima dari pergerakan aktiva dan juga digunakan untuk operasional

bank. CAR yang tinggi menunjukan kesehatan sebuah bank dalam

menanggulangi risiko yang terjadi. Secara teori CAR yang bagus berarti

bank mampu menjalankan operasional nya untuk mendapatkan

keuntungan dan juga menaikan market share dengan baik. Namun, dalam

penelitian ini CAR memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap market

share.

9. Pengaruh Profitabilitas terhadap Market Share

Berdasarkan penelitian uji validitas pengaruh yang telah dilakukan,

dapat disimpulkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh negatif

signifikan terhadap market share Bank Umum Syariah di Indonesia tahun

2018-2020.

Dalam teori Structur Conduct Performance untuk meningkatkan

profitabilitas maka bank harus meningkatkan kosentrasi kekuatan pasar

84
mereka dalam industri, kosentrasi kekuatan pasar dalam hal ini ialah

jumlah jaringan yang menjangkau nasabah baru.

Keuntungan yang berhasil didapatkan bank syariah di Indonesia

dalam jangka pendek tidak selalu diikuti dengan meningkatnya market

share bank. Disebabkan karena keuntungan yang didapat digunakan

kembali untuk memperkuat kosentrasi bank didalam pasar, dengan cara

memperbaiki layanan kepada nasabah dan juga untuk memperluas

jaringan mereka untuk mencapai nasabah yang lebih banyak.

10. Pengaruh DPK terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

Berdasarkan hasil uji analisis jalur (Analisys Path) disimpulkan

bahwa profitabilitas tidak dapat menjadi variabel intervening antara DPK

terhadap market share Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2018-

2020. Maka H10 yang menyatakan profitabilitas mampu menjadi variabel

intervening antara hubungan DPK terhadap market share ditolak.

DPK merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan bank

dalam menghimpun dana dari masyarakat, DPK menjadi penyumbang

modal terberar bagi operasional bank, dana yang dihimpun akan

disalurkan kembali kedalam bentuk pembiayaan. Return dari pembiayaan

akan menjadi keuntungan bagi bank syariah.

Profitabilitas ialah keuntungan yang didapatkan bank, alat ukur

profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan rasio ROE, yang mana

melihat kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan menggunakan

85
modal sendiri. Namun, profitabilitas secara jangka pendek memiliki

pengaruh negatif signifikan terhadap market share, dikarenakan

keuntungan yang didapat akan diputar kembali untuk memperkuat

konsentrasi nya didalam pasar, dengan cara memperluas jaringan bank

untuk menjangkau nasabah dan untuk memperbaiki layanan perbankan

yang akan ditawarkan kepada nasabah.

Oleh karena itu DPK mampu mempengaruhi keuntungan bank, akan

tetapi keuntungan bank secara jangka pendek tidak mempengaruhi

market share. Maka penelitian yang dilakukan menemukan bahwa

profitabilitas tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan

DPK terhadap market share.

11. Pengaruh NPF terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

Hasil uji nalisis jalur yang dilakukan, disimpulkan bahwa

profitabilitas tidak dapat menjadi variabel intervening antara hubungan

NPF terhadap market share. maka H11 yang menyatakan profitabilitas

mampu menjadi variabel intervening antara hubungan NPF terhadap

market share ditolak.

NPF merupakan ukuran untuk kesehatan pembiayaan yang

disalurkan, semakin tinggi rasio NPF menggambarkan banyak masalah

pembiayaan tidak lancar yang terjadi. Hal ini akan berdampak pada

keuntungan yang akan diterima. NPF memiliki pengaruh negatif

signifikan terhadap profitabilitas, berarti bahwa jika nilai NPF tinggi

86
maka keuntungan yang didapatkan menurun, sebaliknya jika rasio NPF

rendah maka keuntungan yang didapatkan meningkat.

Namun, profitabilitas dalam jangka pendek tidak berpengaruh

terhadap market share. keuntungan yang didapatkan dari kecil nya raiso

NPF yang menunjukan kesehatan pembiayaan yang disalurkan, tidak

mempengaruhi pertumbuhan market share.

12. Pengaruh FDR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

Berdasarkan hasil uji analisis jalur, disimpulkan bahwa profitabilitas

tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan FDR

terhadap market share.

FDR mempengaruhi keuntungan yang didapatkan bank, karena FDR

merupakan rasio yang menggambarkan jumlah pembiayaan yang

disalurkan dan juga rasio kemampuan bank dalam memenuhi hak

deposan. Semakin tinggi rasio FDR semakin banyak pembiayaan yang

disalurkan, semakin besar kemungkinan keuntungan yang didapatkan.

Akan tetapi, profitabilitas yang didapatkan dari pembiyaan yang

disalurkan, dalam jangka pendek memiliki pengaruh negatif signifikan

terhadap market share. Maka profitabilitas tidak mapu menjadi variabel

intervening antara hubungan FDR terhadap market share.

13. Pengaruh CAR terhadap market share melalui profitabilitas sebagai

variabel intervening

87
Hasil uji anlisis jalur yang dilakukan, disimpulkan bahwa

probabilitas tidak mampu menjadi variabel intervening antara hubungan

CAR terhadap market share.

CAR merupakan rasio permodalan yang digunakan untuk

operasional bank dan juga mengantisipasi risiko yang terjadi dari

pergerakan aktiva. CAR dapat mempengaruhi keuntungan yang

didapatkan bank, karena bank yang memiliki modal yang baik akan

leluasa menjalankan usaha nya untuk mendapatkan keuntungan yang

lebih, karena risiko telah tertanggung oleh modal yang ada.

Namun, keuntungan yang didapatkan memiliki pengaruh negatif

signifikan terhadap market share, artinya keuntungan yang didapatkan

secara jangka pendek tidak mampu menaikan market share. oleh karena

itu dalam penelitian ini profitabilitas tidak mampu menjadi variabel

intervening antara hubungan CAR terhadap market share.

88
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berlandaskan rumusan masalah pada bab sebelumnya, didapati kesimpulan

sebagai berikut, Dana Pihak Ketiga, Financing to Deposit Ratio, Capital

Adequency Ratio menghasilkan kesimpulan positif signifikan terhadap

profitabilitas, sementara itu Non Performing Ratio berkesimpulan negatif

signifikan terhadap profitabilitas.

Penelitian terhadap market share disimpulkan bahwa, Dana Pihak Ketiga

positif signifikan terhadap market share. Sementara , Financing to Deposit

Ratio, Capital Adequency, dan profitabilitas negatif signifikan terhadap market

share.

Penelitian terhadap variabel intervening, yaitu profitabilitas dalam

mempengaruhi hubungan Dana Pihak Ketiga, Non Performing Finance,

Financing to Deposit Ratio, Capital Adequency dalam mempengaruhi terhadap

market share, disimpulakan bahwa variabel profitabilitas tidak dapat

memediasi.

B. Implikasi dan Keterbatasan

Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi yang dapat diambil. Tema

market share masih dapat dikembangkan dan diperdalam yang dapat dilakukan

pada penelitian selanjutnya, yang merujuk pada penelitian ini. Dikarenakan

keterbatasan peneli dalam meneliti faktor-faktor yang terkait pada pengaruh

market share. penelitian kali ini hanya berfokus pada sisi faktor ratio keuangan

89
perbankan syariah. pada penelitian selanjutnya dapat mengembangkan ke

faktor marketing untuk dapat menghasilkan keakuratan yang lebih besar.

Keterbatasan yang dimiliki dalam penelitian kali ini yaitu hanya terdapat

enam hipotesis yang terbukti dari tiga belas hipotesis yang diajukan, dan juga

pada penelitian ini hanya berfokus kepada penelitian faktor ratio keuangan

yang mempengaruhi market share. Ruang yang dimiliki peneliti sangat sempit

sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan dalam melihat gambaran mengenai

faktor yang mempengaruhi market share Bank Umum Syariah di Indonesia.

C. Saran

Penelitian dengan tema market share agar lebih dikembangkan kembali,

dengan mencoba berbagai variabel lain yang terkait, dan juga jangka waktu

periode penelitian dapat diperpanjang untuk dapat melihat perkembangan

demi perkembangan yang terjadi pada setiap periodenya.

90
Daftar Pustaka
Adelia, S., Andriani, S., & Ananda, N. A. (2018). Analisis Faktor – Faktor
Keuangan Dan Aspek Teknologi Terhadap Market Share Perbankan Di
Indonesia Periode 2013-2017. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 3(2).
[Link]
Adiputra, F. (2017). Pengaruh CAR, NPF, FDR dan BOPO Terhadap Profitabilitas
(ROA dan ROE) Pada Bank UmumSyariah. In Journal of Chemical
Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Agista, A. R. (2016). Analisis Pengaruh DPK, CAR, NPF, dan ROA Terhadap. In
Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical (Vol. 44, Issue 8).
[Link]
Aldinawari, I. (2020). Pengaruh Tingkat NPF(Non Performing Financing) dan DPK
Terhadap Tingkat Profitabilitas di BNI Syariah. In Journal of Chemical
Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). UIN Alaudin Makasar.
Almunawaroh, M., & Merliana, R. (2018). Pengaruh CAR, NPF dan FDR
Terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia. 2(1), 1–18.
Anggraeny, A. (2020). Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) dan NON
Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Equity (ROE) (Studi Pada
PT Bank Syariah Mandiri Periode 2014- 2018). In Orphanet Journal of Rare
Diseases (Vol. 21, Issue 1). IAIN Metro.
Asiyah, B. N., Susilowati, L., & Muslim, N. A. (2018). Pengaruh Dana Pihak
Ketiga (DPK) Mudharabah Anggota dan Liability Lembaga Lain Terhadap
Return On Equity (Study Pada Lembaga Keuangan Syariah Non Bank di
Tulungagung dan Blitar). 5(1).
Asriningrum, C. (2019). Analisis Pengaruh NPF , DPK , dan ROA Terhadap
Market Share Bank Syariah di Indonesia ( Studi Kasus Pada Bank Umum
Syariah Periode 2014-2018 ).
Ayuni, Y. Q. (2017). Pengaruh car, ldr dan cic terhadap roe perbankan yang
terdaftar di bei. Ilmu Dan Riset Manajemn, 6, 1–17.
Bawono, A. (2006). Multivariate Analysisi dengan SPSS. STAIN Salatiga Press.
Bawono, A., & Shina, A. F. I. (2018). Ekonometrika Terapan Untuk Ekonomi dan
Bisnis Islam Aplikasi dengan Eviews. Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga.
Dewi, B. I. (2020). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Dana Pihak Ketiga Terhadap
Market Share Perbankan Syariah di Indonesia (Periode Januari 2013 –
Desember 2018). Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama
Islam Negeri Surakarta.
Fadma, M. (2020). Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Market Share
Asuransi Jiwa. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Negeri

91
Sumatra Utara (Vol. 21, Issue 1). Universitas Islam Negeri Sumatra Utara.
Fatihin, M. K., Siswanto, E., RUsgianto, S., & Hadi, N. H. (2020). Dampak Makro
Ekonomi dan Financial Performance Terhadap Market Share Perbankan
Syari’ah di Indonesia. Jurnal Ekonomi, 25(1), 51.
[Link]
Ghozali. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21
Update PLS Regresi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gregory, N. M. (2003). Teori Makro Ekonomi (I. Nurmawan (ed.); Edisi Keem).
Penerbit Erlangga.
Hakiim, N. (2016). Pengaruh Internal Capital Adequency Ratio ( Car ), Financing
To Deposit Ratio ( Fdr ), Dan Biaya Operasional Per Pendapatan
Operasional. 1(1), 60–74.
Halin, H., Wijaya, H., & Yusilpi, R. (2017). Pengaruh Harga Jual Kaca Patri Jenis
Silver Terhadap Nilai Penjualan Pada Cv. Karunia Kaca Palembang Tahun
2004-2015. Jurnal Ecoment Global, 2(2), 49.
[Link]
Husaeni, U. A. (2017). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Non Performing
Financing Terhadap Return on Asset Pada BPRS di Indonesiah. Equilibrium:
Jurnal Ekonomi Syariah, 5, nomer 1(2), 16.
[Link]
Inayatillah, Y., & Subardjo, A. (2017). Pengaruh Pembiayaan Bagi Hasil ,
Pembiayaan Jual Beli, FDR, NPF Terhadap Profitabilitas Bank Syariah.
Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 6(12), 1–17.
Jujun S, S. (2007). Filsafat Ilmu (Natasa T (ed.)). Pustaka Sinar Harapan.
Kisworo, Y., Salama, H., & Paramita, G. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja
Keuangan Market Share Perbankan Syariah Dengan Perbankan Konvensional
(Studi Kasus BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BCA Syariah
dengan Bank BRI Tbk, BNI Tbk, Mandiri Tbk dan BCA Tbk). Journal of
Information System, Applied, Management, Accounting and Research , 5(1),
1–12.
Lemiyan, & Litriani, E. (2016). Pengaruh Npf, Fdr, Bopo Terhadap Return on Asset
(Roa) Pada Bank Umum Syariah. I-Economics, 2(1), 31–49.
Lestiyaningsih, N. (2017). Pengaruh DPK dan Kinerja Keuangan Terhadap
Market share Perbankan Syariah di Indonesia. IAIN Surakarta.
Ludiman, I., & Mutmainah, K. (2020). Analisis Determinan Market Share
Perbankan Syariah di Indonesia (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah dan
Unit Usaha Syariah yang Terdaftar di OJK Periode Maret 2017 sampai
September 2019). Journal of Economic, Management, Accounting and
Technology, 3(2), 169–181. [Link]

92
Maula, A. K. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Market Share
melalui Return On Asset Bank Umum Syariah Di Indonesia .
Mayndarto, E. C. (2020). The Infulence of Mudharabah and Musyarakah FInance
on Reduced Profitability Through Non Performing Financing . 3(2), 147–157.
Mizan, E. (2018). Pengaruh Pengukuran Return on Asset , Return on Equity ,
Earning Per Share , Dan Economic Value Added Terhadap Market Share.
AKTIVA Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 3(1), 25–43.
Munir, M. (2018). Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap
Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia. Ihtifaz: Journal of Islamic
Economics, Finance, and Banking, 1(1), 89.
[Link]
Nurfidayani, E. (2020). Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Non Performing
Financing Terhadap Return on Asset Pada Bank Umum Syariah Tahun 2018-
2019 [IAIN Ponorogo]. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo
(Vol. 95, Issue 1).
[Link]
ndteint.2017.12.003%0A[Link]
Pravasanti, Y. A. (2018). Pengaruh NPF dan FDR Terhadap CAR dan Dampaknya
Terhadap ROA Pada Perbankan Syariah Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi
Islam, 4(03), 148. [Link]
Purboastuti, N., Anwar, N., & Suryahani, I. (2016). Pengaruh Indikator Utama
Perbankan Terhadap Pangsa Pasar Perbankan Syariah. Jejak, 8(1), 13–22.
[Link]
Putri, T. A., & Farida, A. (2019). Pengaruh Dana Pihak Ketiga Dan Pembiayaan
Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2014-2018.
Malia (Terakreditasi), 11(1), 1–20. [Link]
Rahman, T., & Safitrie, D. (2018). Peran Non Performing Financing (NPF) Dalam
Hubungan Antara Dewan Komisaris Independen dan Profitabilitas Bank
Syariah. 6(1), 145–171.
Rahmani, N. A. B. (2017). Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan
Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return On Asset (ROA) dan
Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan Bank Umum Syariah di Indonesia.
Human Falah, 4(2), 299–316.
Rina, R., & Rofiuddin, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas
pada Bank Umum Syariah. Journal of Accounting and Digital Finance, 1(1),
25–35. [Link]
Rohman, S. N., & Karsinah, K. (2018). Analisis Determinan Pangsa Pasar Bank
Syariah dengan Kinerja Bank Syariah di Indonesia Periode 2011-2016.
Economics Development Analysis Journal, 5(2), 135–142.
[Link]

93
Safietrie, D., & Rahman, T. (2017). Pengaruh Dewan Komisaris Indepeden
terhadap Profitabilitas Bank Syariah dengan Non Performing Financing (NPF)
sebagai Variabel Intervening. In Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Sandy, M., Mulazid, A. S., & Mubarok, F. (2019). An Analysis on the Effect of
Performance Factors and Technology Aspect on Market Share of Sharia -
Compliant Banking in Indonesia. 101(Iconies 2018), 370–375.
[Link]
Saputra, B. (2016). Faktor-Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Market Share
Perbankan Syariah Di Indonesia. Akuntabilitas, 7(2), 123–131.
[Link]
Saputri, S. F. H., & Oetomo, H. W. (2016). Pengaruh CAR, BOPO, NPL Dan FDR
Terhadap ROE Pada Bank Devisa. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen, 5(5), 1–
19. [Link]
Sarwono, J. (2010). Belajar Statistik Menjadi Mudah dan Cepat (PASW Stati). CV
Andi Offset.
Setiawan, A. (2009). Analisis Pengaruh Faktor Makroekonomi, Pangsa Pasar dan
Karakteristik Bank Terhadap Profitabilitas Bank Syariah (studi pada Bank
Syariah Periode 2005-2008). Universitas Diponegoro Semarang.
Setyowati, D. H., Sartika, A., & Setiawan, S. (2019). Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Pangsa Pasar Industri Keuangan Syariah Non-Bank. Jurnal
Iqtisaduna, 5(2), 169. [Link]
Siamat, D. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan. Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia.
Siregar, E. S. (2016). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perbankan
Syariah Terhadap Market Share Perbankan Syariah di Indonesia. Journal of
Islamic Economics, Finance, and Banking, 39–50.
Siregar, I. B. (2018). Pengaruh Non Performing Financing (NPF)m Return on Asset
(ROA), Dana Pihak Ketiga(DPK), dan Jumlah Kantor Terhadap Market Share
Bank Syariah di Indonesia (Periode 2012-2016) [UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta]. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta (Vol. 15, Issue
40).
[Link]
A[Link]
ublicaciones jesus/capitulos_espanyol_jesus/2005_motivacion para el
aprendizaje Perspectiva [Link]%0A[Link]
Siswandi, M. L. (2020). Pengaruh Return on Asset dan Zakat Performance Ratio
Terhadap Perkembangan Market Share Bank Umum Syariah Periode 2017-
2018. Skripsi Fakultas Dan Ekonomi Bisnis Islam Universitas Raden Intan
Lampung, (9), 40–41.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan

94
Ke). Penerbit Alfabeta.
Sukma, Y. L. (2016). Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Kecukupan Modal dan Risiko
Kredit Terhadap Profitabilitas. Universitas Negeri Padang.
Tregenna, F. (2009). Characterising deindustrialisation: An analysis of changes in
manufacturing employment and output internationally. Cambridge Journal of
Economics 2009, 33, 433–466.
Ubaidi, A. (2020). Peningkatan Market Share Bank Syariah Melalui Kinerja
Keuangan; Antara Moderasi Efisiensi Dan Risk-Taking Behavior. MALIA:
Journal of Islamic Banking and Finance, 4(2), 118.
[Link]
uli nuha, astiwi indriani. (2016). Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital
Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) terhadap
Profitabilitas Bank Syariah dengan Pembiayaan sebagai Variabel Intervening.
Diponegoro Journal of Management, 5(4), 1–11.
Utami, S. R. (2020). Analisis Pengaruh CAR, NPF, BOPO, ROA, dan ROE
Terhadap Dana Pihak Ketiga dengan ROA dan ROE SebagainVariabel
Intervening. In Skripsi: Vol. IAIN Salat. IAIN Salatiga.
Widiasari & Pangestuti. (2016). Pengaruh Struktur Pasar, Kompetisi,
Diversifikasi,Kapitalisasi, Risiko Kredit, Dan Size Terhadap Profitabilitas
Bank. Diponegoro Journal of Management, 4(6), 1–12. [Link]
[Link]/[Link]/dbr
Winarno, W. (2015). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. UPP
STIM YKPN.
Wulandari, V., & Anwar, D. (2019). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga dan
Pembiayaan Terhadap Market Share Perbankan Syariah di Indonesia Melalui
Aset Sebagai Variabel Intervening. SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen
Dan Bisnis Islam, 1(2), 33–44. [Link]
Yulizar D Sanrego, Z. D. P. (2016). Pengaruh Variabel Makro Dan Mikro Terhadap
Npl Perbankan Konvensional Dan Npf Perbankan Syariah. Tazkia Islamic
Finance and Business Review, 6(2), 79–104.

95
DAFTAR LAMPIRAN

96
Data Rasio Keuangan Triwulan
Bank Umum Syariah
Periode Januari 2018-2020

Nama FDR CAR ROE Market


bank Periode DPK X1 NPF X2 X3 X4 Z Share Y
Muamalat Mar-18 47,160,374,000,000 0.0476 0.8841 0.1016 0.0151 0.0077
Muamalat Jun-18 43,726,808,000,000 0.0165 0.8437 0.1767 0.052 0.0072
Muamalat Sep-18 44,314,882,000,000 0.0250 0.7903 0.1212 0.0369 0.0070
Muamalat Des-18 45,635,574,000,000 0.0387 0.7318 0.1234 0.0116 0.0070
Muamalat Mar-19 45,711,285,000,000 0.0443 0.7117 0.1258 0.0025 0.0067
Muamalat Jun-19 45,691,524,000,000 0.0541 0.6805 0.1201 0.0027 0.0066
Muamalat Sep-19 44,547,334,000,000 0.0564 0.6851 0.1241 0.0026 0.0064
Muamalat Des-19 40,357,214,000,000 0.0522 0.7351 0.1227 0.0045 0.0059
Muamalat Mar-20 40,283,880,000,000 0.0562 0.7378 0.1212 0.0030 0.0056
Muamalat Jun-20 38,597,650,000,000 0.0570 0.7481 0.1212 0.0031 0.0056
Muamalat Sep-20 38,597,650,000,000 0.0569 0.7380 0.1248 0.0029 0.0053
Muamalat Des-20 38,432,743,000,000 0.0481 0.6988 0.1521 0.0029 0.0055
Bukopin Mar-18 5,188,094,000,000 0.0768 0.8293 0.1925 0.0050 0.0009
Bukopin Jun-18 4,686,355,000,000 0.0691 0.8953 0.1964 0.0100 0.0008
Bukopin Sep-18 4,525,340,000,000 0.0687 0.9148 0.1791 0.0119 0.0008
Bukopin Des-18 4,543,665,000,000 0.0571 0.9340 0.1931 0.0026 0.0007
Bukopin Mar-19 5,050,680,000,000 0.0589 0.8400 0.1960 0.0018 0.0008
Bukopin Jun-19 4,681,005,000,000 0.0635 0.8640 0.1599 0.0022 0.0007
Bukopin Sep-19 4,565,901,000,000 0.0614 0.9359 0.1622 0.0028 0.0007
Bukopin Des-19 5,087,295,000,000 0.0589 0.9348 0.1524 0.0023 0.0007
Bukopin Mar-20 4,313,004,000,000 0.0632 1.0987 0.1444 0.0029 0.0006
Bukopin Jun-20 2,874,521,000,000 0.0710 1.6111 0.1466 0.0015 0.0006
Bukopin Sep-20 2,421,771,000,000 0.0007 0.0182 0.1508 0.0014 0.0005
Bukopin Des-20 2,080,391,000,000 0.0749 1.9673 0.2221 0.0002 0.0005
BJB Mar-18 5,599,193,000,000 0.2181 0.8982 0.1753 0.0432 0.0009
BJB Jun-18 5,474,136,000,000 0.2229 0.9016 0.1761 0.0427 0.0008
BJB Sep-18 5,165,486,000,000 0.2082 0.9866 0.1628 0.0454 0.0008
BJB Des-18 5,182,147,000,000 0.0458 0.8985 0.1643 0.0263 0.0008
BJB Mar-19 5,132,079,000,000 0.0449 0.9383 0.1594 0.0627 0.0008
BJB Jun-19 5,524,338,000,000 0.0387 0.9125 0.1629 0.0344 0.0008
BJB Sep-19 5,674,166,000,000 0.0403 0.9184 0.1519 0.0306 0.0008
BJB Des-19 5,788,150,000,000 0.0354 0.9353 0.1495 0.0233 0.0009
BJB Mar-20 5,593,292,000,000 0.0391 0.9629 0.1658 0.0391 0.0008
BJB Jun-20 5,444,239,000,000 0.0396 1.0067 0.1604 0.0363 0.0008

97
BJB Sep-20 6,094,767,000,000 0.0386 0.9274 0.1634 0.0473 0.0008
BJB Des-20 6,664,770,000,000 0.0528 0.8664 0.2414 0.0051 0.0009
BRIS Mar-18 28,298,102,000,000 0.0410 0.9075 0.2363 0.0692 0.0046
BRIS Jun-18 26,835,941,000,000 0.0513 0.7778 0.2931 0.0637 0.0047
BRIS Sep-18 27,757,732,000,000 0.0530 0.7640 0.2978 0.0487 0.0046
BRIS Des-18 28,862,524,000,000 0.0673 0.9532 0.2971 0.0249 0.0046
BRIS Mar-19 28,437,288,000,000 0.0568 0.7955 0.2782 0.0254 0.0047
BRIS Jun-19 28,094,837,000,000 0.0498 0.8525 0.2688 0.0151 0.0044
BRIS Sep-19 28,220,775,000,000 0.0445 0.9678 0.2654 0.0160 0.0044
BRIS Des-19 34,124,895,000,000 0.0522 0.8012 0.2525 0.0157 0.0050
BRIS Apr-20 33,019,275,000,000 0.0500 0.9210 0.2199 0.0630 0.0048
BRIS Jun-20 41,070,821,000,000 0.0399 0.9101 0.2373 0.0487 0.0057
BRIS Sep-20 48,734,958,000,000 0.0335 0.8265 0.1937 0.0520 0.0061
BRIS Des-20 49,347,162,000,000 0.0324 0.8099 0.1904 0.0589 0.0620
BNIS Apr-18 32,948,145,000,000 0.0318 0.7198 0.1942 0.0985 0.0051
BNIS Jun-18 32,393,323,000,000 0.0304 0.8543 0.1924 0.1051 0.0049
BNIS Sep-18 33,535,968,000,000 0.0308 0.8003 0.1921 0.1047 0.0050
BNIS Des-18 35,496,520,000,000 0.0293 0.7962 0.1930 0.1053 0.0050
BNIS Mar-19 38,447,580,000,000 0.0290 0.7642 0.1823 0.1265 0.0054
BNIS Jun-19 36,323,743,000,000 0.0303 0.8707 0.1837 0.1462 0.0051
BNIS Sep-19 37,490,514,000,000 0.0305 0.8474 0.1872 0.1402 0.0052
BNIS Des-19 43,771,879,000,000 0.0333 0.7431 0.1888 0.1354 0.0058
BNIS Apr-20 44,859,452,000,000 0.0380 0.7193 0.1929 0.1795 0.0059
BNIS Jun-20 43,643,750,000,000 0.0390 0.7167 0.2065 0.1086 0.0058
BNIS Sep-20 45,648,390,000,000 0.0344 0.7062 0.2059 0.1033 0.0057
BNIS Des-20 47,974,351,000,000 0.0338 0.6879 0.2135 0.0997 0.0059
BSI Mar-18 82,584,156,000,000 0.0397 0.7392 0.1558 0.0685 0.0125
BSI Jun-18 82,416,504,000,000 0.0397 0.7547 0.1561 0.0731 0.0121
BSI Sep-18 82,275,458,000,000 0.0365 0.7908 0.1645 0.0798 0.0120
BSI Des-18 87,471,843,000,000 0.0328 0.7725 0.1626 0.0821 0.0121
BSI Mar-19 87,154,766,000,000 0.0306 0.7939 0.1562 0.1259 0.0121
BSI Jun-19 87,354,851,000,000 0.0289 0.8163 0.1584 0.1401 0.0124
BSI Sep-19 90,494,317,000,000 0.0266 0.8141 0.1608 0.1455 0.0123
BSI Des-19 99,809,729,000,000 0.0244 0.7554 0.1614 0.1565 0.0123
BSI Mar-20 101,915,689,000,000 0.0249 0.7413 0.1643 0.1639 0.0130
BSI Jun-20 101,781,696,000,000 0.0257 0.7416 0.1741 0.1571 0.1319
BSI Sep-20 106,117,345,000,000 0.0266 0.7456 0.1768 0.1524 0.1317
BSI Des-20 112,584,645,000,000 0.0251 0.7398 0.1687 0.1503 1.3827
BMS Mar-18 4,881,240,000,000 0.0284 0.9426 0.2340 0.0396 0.0008
BMS Jun-18 4,973,332,000,000 0.0239 0.9249 0.2290 0.0426 0.0008
BMS Sep-18 5,013,099,000,000 0.0246 0.9435 0.2138 0.0419 0.0008
BMS Des-18 5,672,207,000,000 0.0215 0.9088 0.2053 0.0408 0.0009

98
BMS Mar-18 5,346,840,000,000 0.0191 0.9923 0.2105 0.0316 0.0009
BMS Jun-19 5,781,820,000,000 0.0191 0.9923 0.2045 0.0495 0.0009
BMS Sep-19 5,763,564,000,000 0.0191 0.9923 0.2021 0.0316 0.0009
BMS Des-19 6,403,049,000,000 0.0149 0.9453 0.1996 0.0427 0.0009
BMS Mar-20 6,342,428,000,000 0.0255 0.9724 0.1936 0.0542 0.0009
BMS Jun-20 6,894,451,000,000 0.0227 0.8373 0.1928 0.0492 0.0009
BMS Sep-20 6,961,193,000,000 0.0404 0.7619 0.2195 0.0698 0.0010
BMS Des-20 7,689,022,000,000 0.0169 0.6394 0.2414 0.0976 0.0017
Panin
Dubai Mar-18 6,562,611,000,000 0.1128 0.8790 0.2708 0.0150 0.0011
Panin
Dubai Jun-18 6,158,775,000,000 0.0845 0.8877 0.2774 0.0123 0.0011
Panin
Dubai Sep-18 5,989,300,000,000 0.0479 0.9344 0.2597 0.0113 0.0010
Panin
Dubai Des-18 6,905,806,000,000 0.0481 0.8882 0.2315 0.0145 0.0010
Panin
Dubai Mar-19 6,604,435,000,000 0.0500 0.0150 0.1847 0.0150 0.0010
Panin
Dubai Jun-19 7,676,789,000,000 0.0456 0.9466 0.1666 0.0079 0.0011
Panin
Dubai Sep-19 7,575,902,000,000 0.0441 0.9788 0.1516 0.0088 0.0011
Panin
Dubai Des-19 8,707,657,000,000 0.0381 0.9572 0.1445 0.0108 0.0013
Panin
Dubai Mar-20 8,414,118,000,000 0.0393 0.9821 0.1607 0.0174 0.0012
Panin
Dubai Jun-20 7,843,398,000,000 0.0377 1.0547 0.1627 0.0025 0.0012
Panin
Dubai Sep-20 8,850,918,000,000 0.0368 0.9387 0.1564 0.0003 0.0011
Panin
Dubai Des-20 7,918,781,000,000 0.0338 1.1171 0.3142 0.0001 0.0012
BCA
Syariah Mar-18 4,856,671,000,000 0.0053 0.8836 0.2772 0.0426 0.0008
BCA
Syariah Jun-18 5,170,692,000,000 0.0073 0.0439 0.2499 0.9115 0.0008
BCA
Syariah Sep-18 5,327,897,000,000 0.0054 0.8943 0.2479 0.0442 0.0008
BCA
Syariah Des-18 5,506,107,000,000 0.0035 0.8899 0.2426 0.0501 0.0008
BCA
Syariah Mar-19 5,462,121,000,000 0.0048 0.8676 0.2567 0.0397 0.0008
BCA
Syariah Jun-19 5,633,049,000,000 0.0068 0.8731 0.2567 0.0409 0.0008
BCA
Syariah Sep-19 5,692,827,000,000 0.0059 0.8868 0.4378 0.0347 0.0010
BCA
Syariah Des-19 6,204,931,000,000 0.0058 0.9098 0.3827 0.0397 0.0010

99
BCA
Syariah Mar-19 5,890,827,000,000 0.0067 0.9639 0.3836 0.0237 0.0009
BCA
Syariah Jun-20 6,053,103,000,000 0.0069 0.9440 0.3844 0.0240 0.0009
BCA
Syariah Sep-20 6,068,546,000,000 0.0053 0.9006 0.3956 0.0251 0.0009
BCA
Syariah Des-20 6,848,544,000,000 0.0050 0.8132 0.4525 0.0307 0.0010
BTPNS Apr-18 6,695,530,000,000 0.0167 0.9321 0.2774 0.3716 0.0012
BTPNS Jun-18 7,021,474,000,000 0.0165 0.9789 0.3690 0.3392 0.0014
BTPNS Sep-18 7,253,274,000,000 0.0156 0.9603 0.3968 0.3179 0.0014
BTPNS Des-18 7,612,114,000,000 0.0139 0.9560 0.4092 0.3082 0.0014
BTPNS Mar-19 7,817,372,000,000 0.0138 0.9603 0.3934 0.2875 0.0015
BTPNS Jun-19 8,883,670,000,000 0.0134 0.9617 0.3940 0.2930 0.0016
BTPNS Sep-19 9,025,414,000,000 0.0130 0.9868 0.4110 0.3015 0.0017
BTPNS Des-19 9,446,549,000,000 0.0136 0.9527 0.4439 0.3133 0.0017
BTPNS Mar-20 9,679,321,000,000 0.0143 0.9469 0.4239 0.2977 0.0018
BTPNS Jun-20 9,462,140,000,000 0.0179 0.9237 0.4227 0.1519 0.0017
BTPNS Sep-20 9,244,566,000,000 0.0187 0.9848 0.4308 0.1279 0.0017
BTPNS Des-20 9,780,481,000,000 0.0191 0.9737 0.4943 0.1608 0.0017

100
Lampiran Hasil Seluruh Uji
6. Uji Statistik Deskriptif

Date: 10/06/21
T ime: 10:27
Sample: 2018Q1 2020Q4

MARKET SHAR
E ROE DPK NPF FDR

Mean 0.017439 0.078065 24660655 0.039844 0.862696


Median 0.001550 0.042250 7830385. 0.034900 0.887950
Maximum 1.382700 0.911500 1.13E+08 0.222900 1.967300
Minimum 0.000500 0.000100 2080391. 0.000700 0.015100
Std. Dev. 0.126908 0.113887 27709302 0.034592 0.205052
Skewness 10.51736 3.951293 1.535472 3.365147 0.005152
Kurtosis 113.5093 25.90274 4.558746 17.76326 15.82603

Jarque-Bera 63273.85 2934.932 59.30193 1316.254 822.5356


Probability 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000

Sum 2.092700 9.367800 2.96E+09 4.781300 103.5235


Sum Sq. Dev. 1.916585 1.543459 9.14E+16 0.142398 5.003493

Observations 120 120 120 120 120

7. Uji Analisis Path


Regresi Terhadap Profitabilitas

Dependent Variable: Profitabilitas


Method: Panel Least Squares
Date: 10/23/21 Time: 15:07
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10

Total panel (balanced) observations: 120

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 0.068298 0.052694 1.296124 0.1975


DPK 6.92E-10 3.66E-10 1.892564 0.0609
NPF -0.275735 0.287136 -0.960291 0.3389
FDR -0.145886 0.046780 -3.118545 0.0023
CAR 0.578988 0.117353 4.933747 0.0000

R-squared 0.275701 Mean dependent var 0.078065


Adjusted R-squared 0.250508 S.D. dependent var 0.113887
S.E. of regression 0.098596 Akaike info criterion -1.754806
Sum squared resid 1.117926 Schw arz criterion -1.638661
Log likelihood 110.2884 Hannan-Quinn criter. -1.707639
F-statistic 10.94353 Durbin-Watson stat 1.358985
Prob(F-statistic) 0.000000

101
Regresi Terhadap Market Share

Dependent Variable: MARKETSHA RE


Method: Panel Least Squares
Date: 11/30/21 Time: 16:33
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 120

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -0.063926 0.064818 -0.986240 0.3261


DPK 1.78E-09 4.54E-10 3.933054 0.0001
NPF 0.012483 0.352053 0.035458 0.9718
FDR 0.023425 0.059494 0.393731 0.6945
CAR 0.063981 0.157750 0.405585 0.6858
ROE 0.030185 0.113877 0.265070 0.7914

R-squared 0.137692 Mean dependent var 0.017439


Adjusted R-squared 0.099872 S.D. dependent var 0.126908
S.E. of regression 0.120404 Akaike info criterion -1.347213
Sum squared resid 1.652686 Schw arz criterion -1.207838
Log likelihood 86.83278 Hannan-Quinn criter. -1.290612
F-statistic 3.640683 Durbin-Watson stat 1.021677
Prob(F-statistic) 0.004302

9. Uji Normalitas
14
Series: Standardized Residuals
12 Sample 2018Q1 2019Q4
Obs ervations 80
10
Mea n 2.78e-18
8
Median -0.056050
6 Maximum 0.643674
Minimum -0.456690
4 Std. Dev. 0.214086
Skewnes s 0.476907
2 Kurtos is 3.205092

0
-0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 Jarque-Bera 3.172744
Probability 0.204667

10. Uji Multikolinearitas

DPK NPF FDR CAR ROE

DPK 1.000000 0.170959 0.001500 -0.320799 0.274865


NPF 0.170959 1.000000 0.273907 -0.463905 -0.309736
FDR 0.001500 0.273907 1.000000 0.112045 -0.026158
CAR -0.320799 -0.463905 0.112045 1.000000 0.385175
ROE 0.274865 -0.309736 -0.026158 0.385175 1.000000

102
11. Uji Heteroksidasitas

Dependent Variable:RESABS
Method: Panel Least Squares
Sample: 2018Q1 2020Q4
Periods included: 12
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 120

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -17.03194 18.64927 -0.913276 0.3632


DPK 0.568877 0.617447 0.921338 0.3590
NPF -0.070419 0.066297 -1.062177 0.2906
FDR -0.049299 0.125465 -0.392929 0.6952
CAR 0.137296 0.362947 0.378281 0.7060
ROE 0.012512 0.099535 0.125705 0.9002

12. Uji Autokorelasi

Root MSE 0.105247 R-squared 0.306516


Mean dependent var 0.017386 Adjusted R-squared 0.214051
S.D. dependent var 0.126913 S.E. of regression 0.112513
Akaike info criterion -1.415022 Sum squared resid 1.329221
Schw arz criterion -1.066585 Log likelihood 99.90130
Hannan-Quinn criter. -1.273520 F-statistic 3.314953
Durbin-Watson stat 1.886662 Prob(F-statistic) 0.000210

103

Anda mungkin juga menyukai