BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah salah satu program yang
ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan merupakan kegiatan yang
mengutamakan keahlian dan keterampilan pada siswa dan siswi.
Pelaksanaan Praktik Kerja Induksi (Prakerin) adalah sebagai wujud dari
kebijakan “Link and Match” (Keterkaitan dan Kesepadanan) yang
umumnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu disekolah dan dunia usaha
(intansi dan perusahaan). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
meningkatkan mutu siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
agar mengetahui cara kerja atau menangani pekerjaan dengan baik,di
tambah lagi dalam erapasar bebas yang penuh dengan tantangan dan
pesaingan yang ketat,perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi era
tersebut,agar tidak tertinggal karna Sumber Daya Manusia (SDM) yang
tidak berkualitas,sehingga menciptakan suatu karya yang kurang,bahkan
tidak [Link] utama yang menentukan mampu tidaknya suatu
negara bersaing dalam era pasar adalah Sumber Daya Manusia (SDM)
yang memiliki kompetensi,menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
serta mampu menghasilkan produk unggulan berkualitas.
Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas,telah dikembangkan konsep Praktik Kerja Industri (Prakerin)
dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG), dengan harapan dapat
menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa mengimbangi era
pasar bebas yang penuh dengan tantangan dan persaingan yang kepat.
Pola Praktik Kerja Industri (Prakerin) dalam rangka Pendidikan
Sistem Ganda (PSG) telah di laksanakan sejak tahun 1994 berdasarkan
surat Direktorat Menengah Kejuruan Nomor:3130/C.4/t.94 tertanggal 09
Agustus 1994, sementara Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
edisi 1999 dikembangkan dengan menggunakan pendekatan
kompetensi,di dasarkan atas perangkat kemampuan kerja yang ditetapkan
bersama Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) untuk mengakui kemampuan
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 1
DEWI SARTIKA BOGOR
yang dimiliki,maka perlu dikembangakn suatu bentuk pengujian yang
mengacu pada penggunaan berdasarkan standar tertentu yaitu profil
kemampuan (kompetensi).
1.2. Landasan Hukum
Adapun landasan hukum dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri
(prakerin), adalah:
1. UU No. 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. PP. Nomor: 29 / 1990 tentang Pendidikan Menengah;
3. Kep. Menaker No: 285/MEN/1991 tentang Pelaksanaan
Permagangan Nasional;
4. PP No: 39 / 1992 tentang peranan Masyarakat dalam Pendidikan
Nasional;
5. Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0490/U/1992 tentang Sekolah
Menengah Kejuruan;
6. Surat Keputusan Mendikbud No: 080/U/1993 tentang Kurikulum
SMK sebagaimana telah diubah menjadi Kurikulum SMK Edisi 1999;
7. Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor
422/ [Link] tanggal 16 Mei 2021/2022 Tentang Pedoman
Penusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022;
8. Hasil Keputusan Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Struktural
SMK Bina Profesi Kota Bogor Tentang Persiapan Rangkaian Ujian
USBN,UNBK,UKK Tahun 2021/2022 dan PPDB Tahun Pelajaran
2021/2022 Tanggal 26 Januari 2021/2022;
9. Surat Keputusan Kepala SMK Bina Profesi Kota Bogor Nomor.
035/421/SK/SMK BP/IX/2021/2022 Tanggal 2 September
2021/2022 Tentang Penetapan Panitia Pelaksana Rangkaian Ujian
Dan Kegiatan Sekolah SMK Bina Profesi Kota Bogor Tahun
Pelajaran 2021/2022
1.3. Pengertian Praktik Kerja Industri (Prakerin)
Praktik Kerja Industri (Prakerin) dalam rangka Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Keahlian Bisnis dan Manajemen yang memadukan secara
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 2
DEWI SARTIKA BOGOR
sistematik antara program pendidikan disekolah dengan DU/DI, agar
terarah untuk suatu tingkat profesional tertentu.
Pengertian lain Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah suatu cara
penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan pada Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) yang juga diadakan pada Bidang Keahlian
Bisnis Pemasaran SMK Bina Profesi memadukan kegiatan belajar
disekolah dan kegiatan belajar melalui praktik langsung dilapangan pada
bidangnya serta suasana yang relevan didunia kerja. Pengertian tersebut
mengandung arti tersurat bahwa ada dua belah pihak yaitu Lembaga
Pendidikan Formal (Sekolah) dengan Pendidikan Pelatihan Lapangan
Kerja Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) yang bersama-sama
menyelenggarakan suatu program Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan,
kedua belah pihak secara sungguh-sungguh terlibat dan bertanggung
jawab mulai dari tahap perencanaan program, terhadap penyelenggraan,
sampai pada tahap evaluasi dan kelulusan peserta didik serta upaya
penempatan tamatannya.
1.4. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri merupakan salah satu upaya
mencapai tujuan penyelenggaraan SPG, yaitu :
1. Menghasilkan calon tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional
2. Memperkokoh “Link and Match” antara Sekolah dan Dunia Usaha/
Dunia Industri (DU/DI)
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
yang berkualitas dan Profesional
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja
sebagai bagian dari proses pendidikan.
1.5. Waktu Pelaksanaan Prakerin
Praktik kerja industri (Prakerin) dilaksanakan di PT. Ramayana
Lestari Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor berlangsung selama kurang lebih
2 bulan, terhitung dari tanggal 09 September s.d. 14 November 2021.
PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor
Jalan Dewi Sartika No.1, Cibogor, Bogor, RT.02/RW.01
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 3
DEWI SARTIKA BOGOR
Kel. Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor
Provinsi Jawa Barat 16124
Telepon : (0251) 8314606
1.6. Komponen Praktik Kerja Industri (Prakerin)
1. Institusi pasangan, dilakukan bersama antara Sekolah dan
Industri, Perusahaan, Koperasi, dan Instasi Pemerintah
2. Program pendidikan dan pelatihan bersama, berisi materi yang
harus dipelajari siswa baik ketika belajar di sekolah maupun
ketika belajar melalui bekerja langsung di instasi pasangan
3. Kelembagaan kerjasama dengan membentuk wadah kerjasama
koordinasi dan konsultasi yang disebut majelis sekolah
4. Nilai tambah dan inisatif pelaksanaan prakerin prakerin dibina
dan dikembangkan atas prinsip saling menguntungkan dan
meningkatkan nilai tambah bersama
5. Jaminan keberlangsungan Prakerin disepakati dalam naskah
perjanjian kerjasama penyelenggaraan Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) antara sekolah dengan instansi pasangan.
1.7. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Laporan Prakerin meliputi Cover Depan,
Lembar Pengesahan, Identitas Perusahaan, identitas Peserta Prakerin,
Kata Pengantar, Daftar Isi, Pembahasan, serta Penutup yang meliputi:
BAB I Pendahuluan, yang meliputi:
Latar Belakang, Landasan Hukum, Pengertian Praktik Kerja
Industri (Prakerin), Tujuan Praktik Kerja Industri (Prakerin),
Komponen Prakerin, Waktu Pelaksanaan Prakerin, Sistematika
Penulisan Prakerin.
BAB II Tujuan Umum, yang meliputi:
Sejarah singkat PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Dewi
Sartika Bogor, Ruang Lingkup, Struktur Organisasi, dan Job
Description (Pembagian Tugas).
BAB III Pembahasan, yang meliputi:
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 4
DEWI SARTIKA BOGOR
Pembagian tugas peserta prakerin,manfaat yang didapat, serta
Hambatan-Hambatan.
BAB IV Penutup, yang meliputi:
Kesimpulan dan Saran-Saran untuk Sekolah dan Perusahaan
Daftar Pustaka, yang meliputi: Daftar-daftar sumber literatur yang
didapat oleh penulis
Lampiran-Lampiran, yang meliputi: Struktur Organisasi, Gambar
ataupun Foto-foto yang dilampiri penulis
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 5
DEWI SARTIKA BOGOR
BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1. Sejarah
PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk merupakan salah satu
perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis rantai department store
dan toko swalayan yang ada di Indonesia yang dirintis oleh pasangan
suami istri Paulus Tumewu dan Tan Lee Chuan. Setelah menikah Pak
Paulus Tumewu dan istrinya meninggalkan rumah keluarga di Ujung
Pandang, Sulawesi untuk memulai bisnis di Jakarta. Mereka telah
membayangkan sebuah department store yang menjual barang-barang
berkualitas dengan harga terjangkau untuk segmen masyarakat kalangan
rendah. Pada tahun 1978 mereka membuka toko pertama mereka yang
mengkhususkan garmen dan pakaian di Jalan Sabang dengan nama “Toko
Busana Ramayana”
Menjadi salah satu department store paling terkemuka di Indonesia,
yang diposisikan untuk melayani pasar menengah ke bawah, Ramayana
telah tumbuh dan makmur dengan peningkatan pendapatan dari rata-rata
orang Indonesia, yang jumlahnya mencapai puluhan juta keluarga.
Pertama kali didirikan sebagai upaya sederhana pada tahun 1978, hari ini
Ramayana berdiri sebagai pemimpin pasar di segmen ritelnya.
Dengan pertumbuhan toko yang baik, lini produk baru ditambahkan
untuk melengkapi fokus asli bisnis, yaitu garmen dan pakaian. Pada tahun
1985, pakaian fashion seperti sepatu, tas, aksesoris diperkenalkan.
Bergerak maju dengan optimisme, Ramayana juga memperluas cakupan
wilayahnya. Pada tahun yang sama, outlet toko pertama di luar Jakarta
dibuka di Bandung.
Pada tahun 1989, Ramayana telah menjadi rantai ritel, yang terdiri
dari 13 gerai dan mempekerjakan total 2.500 pekerja. Berbagai produk
yang mereka jual juga menjadi lebih luas untuk mencakup kebutuhan
rumah tangga, mainan dan alat tulis. Tak lama kemudian, pada tahun 1993
one stop shopping centre diterapkan di setiap toko Ramayana karena
rentang produk yang luas dan harga terjangkau.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 6
DEWI SARTIKA BOGOR
Ramayana terus menyediakan orang-orang Indonesia kelas pekerja
yang tinggal di pulau - pulau di seberang nusantara dengan tren dan gaya
paling modern, dengan harga terjangkau. Ramayana menjadi juara dalam
Nilai Pelayanan Kualitas, dan mengatribusikan keberhasilannya yang
berkelanjutan dan ekspansi yang stabil dalam empat dekade terakhir untuk
daya tariknya. Pelanggan menuntut kualitas. Ramayana memberikan
barang berkualitas, dirancang dengan gaya, sesuai dengan tren
kontemporer.
Ramayana menyajikan merchandise dengan layanan yang unggul.
Pelanggan harus selalu merasa seperti tamu terhormat, dan harus merasa
nyaman saat berbelanja. Persaingan ketat adalah kunci untuk value - salah
satu nilai inti Perusahaan kami. Dengan inflasi menjulang dan pendapatan
yang menyusut, konsumen sadar akan harga karena mereka tidak pernah
ada sebelumnya. Mereka tahu harga dan mereka tahu apakah mereka
mampu membeli. Keberhasilan kami dalam bisnis yang berulang berasal
dari nilai-untuk-uang dari garmen kami dan barang-barang lainnya.
Di dunia yang terus berubah, Ramayana berusaha untuk
menumbuhkan margin laba, menghadapi perubahan demografi dan harga
yang lebih tinggi untuk barang-barang harian dasar, mempengaruhi daya
beli pasar targetnya dari masyarakat menengah ke bawah dan
berpenghasilan rendah. Dalam upaya melanjutkan untuk mengikuti tren
dan memanfaatkan peluang di depan persaingan nyata atau potensial,
gerai ritel baru dibuka di area yang menjanjikan, dan pemain yang buruk
ditutup di tempat lain.
Ramayana berusaha untuk tetap peka terhadap kondisi ekonomi,
sosial, dan pasar. Dalam upaya untuk berkontribusi pada pembangunan
sosial, menyediakan pekerjaan, membayar pajak, bekerja sebagai Warga
Perusahaan yang Baik dan memfasilitasi barang berkualitas bagi orang
Indonesia rata-rata di mana pun, Perusahaan tumbuh dan berkembang,
bersama dengan Indonesia, antara lain:
1978 Toko pertama Ramayana didirikan di Jalan Sabang Jakarta
1985 Toko pertama di luar Jakarta, berlokasi di Bandung, Jawa Barat,
menjual aksesoris, sepatu, dan tas.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 7
DEWI SARTIKA BOGOR
1989 Memperluas cakupan merchandise, dengan menjual produk
mainan, alat tulis dan peralatan rumah tangga, dengan total 13
toko dan 2.500 karyawan.
1994 Tumbuh menjadi 35 toko, sebagai one stop shopping
1996 Menjadi perusahaan publik yang terdaftar sebagai PT Ramayana
Lestari Sentosa Tbk, dengan total 45 toko.
1997 Toko pertama didirikan di Bali.
1999 Toko pertama didirikan di Sumatera, yang ada di Bandar Lampung
2000 Toko pertama didirikan di Kalimantan, yang ada di Banjarmasin
2002 Toko pertama didirikan di Sulawesi, yang ada di Ujung Pandang
2005 Memperluas kapasitas dengan produk elektronik dan restoran
cepat saji.
2010 Toko pertama didirikan di Papua
2013 Toko pertama didirikan di Maluku, yang ada di Ambon
Toko yang pertama didirikan dengan nama Ramayana Fashion
Store ini merupakan harapan pasangan asal Ujung Pandang, Sulawesi
Selatan ini untuk mengadu nasib di ibukota Jakarta. Berangkat dari
rencana membuka sebuah department store yang menyediakan barang-
barang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau, mereka mulai
memberanikan diri untuk membuka bisnis garmen dan pakaian.
Perkembangan toko yang baru dibuka itu nyatanya menunjukkan
hasil yang baik. Terbukti pada tahun 1985, mereka telah membuka toko
cabang yang berada di luar Jakarta yakni di Bandung. Selain itu, mereka
juga mulai mengembangkan produk-produk yang ditawarkan di toko. Pada
toko cabang pertama mereka di Bandung, mereka telah memperkenalkan
produk aksesoris seperti sepatu dan tas yang tak hanya terbatas pada
pakaian.
Seiring dengan perkembangan toko yang semakin pesat. Bisnis
toko sederhana ini pun menjelma menjadi sebuah jaringan ritel yang
tumbuh secara global. Pada tahun 1989 saja, Ramayana telah memiliki
lebih dari 13 gerai yang mampu mempekerjakan setidaknya 2.500 orang
karyawan.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 8
DEWI SARTIKA BOGOR
Tak hanya itu, Ramayana juga mulai mengembangkan berbagai
varian produk, mulai dari kebutuhan rumah tangga, mainan hingga
perlengkapan alat tulis. Kedudukan Ramayana semakin kuat saat
perusahaan melakukan penawaran umum perdana sejak tahun 1996
seiring dengan pertumbuhan gerai hingga mencapai 45 unit.
Ramayana terus melakukan berbagai inovasi menarik lainnya
dengan mengembangkan konsep belanja satu atap pusat perbelanjaan.
Dengan konsep ini, Ramayana semakin tumbuh dengan jaringan ritel yang
terbesar di Indonesia. Hingga saat ini jaringan ritel Ramayana telah
tersebar di lebih dari 42 kota besar yang ada di Jawa, Bali, Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi bahkan Ramayana telah membuka jaringan toko di
Papua pada tahun 2010.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Ramayana
Lestari Sentosa Tbk adalah PT Ramayana Makmur Sentosa (induk usaha
terakhir), dengan persentase kepemilikan sebesar 55,88%.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
RALS adalah perdagangan umum yang menjual berbagai macam barang
seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik dan produk-produk
kebutuhan sehari-hari melalui gerai serba ada Ramayana Supermarket
(Department Store). Saat ini (30/09/2015), jumlah gerai yang dioperasikan
oleh RALS terdiri dari 116 gerai dengan nama Ramayana (106 gerai),
Robinson (7 gerai) dan Cahaya (3 gerai), yang tersebar di wilayah
Indonesia.
Selain itu, RALS juga menjalin kerjasama dengan Spar International
yaitu sebuah jaringan retail dan franchise multinasional Belanda yang
memiliki sekitar 12.500 toko di 35 negara di seluruh dunia. Group ini
didirikan di Belanda pada 1932 dengan kantor pusatnya di Amsterdam.
Nantinya setiap gerai yang merupakan hasil kerjasama dengan Spar akan
menggunakan nama SPAR Supermarket.
PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk, sudah mendapatkan beberapa
penghargaan tingkat nasional maupun internasional, diantaranya adalah:
1. Best Investor Relation Ist Place Indonesia Buy-side view dalam Asia
Equities Investor Relations 2005
2. Asia's Best Companies 2012 oleh Finance Asia
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 9
DEWI SARTIKA BOGOR
3. The Best of Medan Service Excellence Champion kategori Supermarket
dalam MSEA 2011 (Medan Service Excellence Award)
4. Superbrands 2010 - 2011
Lokasi Robinson Department Store
1. Robinson, Bogor Indah Plaza
2. Robinson, Dewi Sartika Bogor
3. Tangerang Plaza
4. Samarinda Square
5. Gusher Plaza
6. Mall Ciputra Semarang
7. Pekalongan Square
8. Cengkareng
9. Mall Lampung
10. Bandar Lampung Plaza
11. Maluku City Mall Ambon
2.2. Visi, Misi dan Marketing Perusahaan
Dalam upaya memperkuat ekspansi usahanya, PT. Ramayana
Lestari Sentosa, Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
2.2.1. Visi
Kami Bertekad Untuk Memperkuat Posisi Kami Sebagai Peritel
Terbesar Di Indonesia Dan Paling Menguntungkan Di Sektor Kami
Dengan Mengendalikan Biaya, Meningkatkan Layanan Pelanggan,
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kami Dan Mempertahankan
Hubungan Saling Menguntungkan Dengan Pemasok Dan Rekan
Bisnis. Tujuan Akhir Kami Adalah Untuk Memaksimalkan Nilai
Pemegang Saham.
2.2.2. Misi
Kami adalah rantai perusahaan ritel berkomitmen untuk melayani
kebutuhan menengah rendah dan berpenghasilan rendah segmen
dengan menyediakan berbagai nilai untuk uang dan barang
dagangan layanan pelanggan yang sangat baik.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 10
DEWI SARTIKA BOGOR
2.2.3. Marketing Perusahaan
Dalam upaya memperkuat ekspansi usahanya, PT. Ramayana
Lestari Sentosa, Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
1. Strategi Pemasaran (marketing)
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan
mengenai biaya pemasaran, bauran pemasaran, harga produk, kondisi
produk dan alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan
lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
2. Harga (price)
Bagi konsumen harga merupakan segala bentuk biaya moneter yang
dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki,
memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang.
3. Promosi (promotion)
Di dalam perusahaan ritel sangat memerlukan promosi untuk
memasarkan produk yang telah di hasilkan, dimana dalam hal ini
promosi sebagai alat bantu untuk mendefinisikan produk, untuk
menghimbau pembeli dan untuk meneruskan informasi dalam proses
mengambil keputusan pembeli dengan adanya promosi.
4. Pelayanan (service)
Unsur pelayanan adalah unsur yang memiliki peranan penting dalam
persaingan non-harga dengan pengecer-pengecer lain. Unsur-unsur
pelayanan menjadi nyata bagi Perusahaan dengan bersaing dengan
para pesaingnya karena unsur pelayanan sangat sulit ditiru oleh
pesaing.
Prospek usaha PT. Ramayana Lestari Sentosa,Tbk adalah untuk
mencapai target pasar yang luas lebih kurangnya 70% dari populasi adalah
kelas menengah kebawah. Promosi yang dilakukan Ramayana dengan
berusaha mengoptimalkan penjualan di hari-hari raya Indonesia seperti
lebaran,natal dan tahun baru melalui strategi above the line, termasuk iklan
televisi dan radio, pemasangan iklan di berbagai surat kabar local maupun
Nasional, serta billboard di area-area strategis.
Brosur juga disebarkan kepada komunitas local untuk menari
perhatian. Dalam pelaksanaannya, Ramayana Lestari Sentosa tbk memiliki
beberapa strategi dalam memutuskan penetapan diadakannya discount,
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 11
DEWI SARTIKA BOGOR
baik dalam segi waktu, kegunaan, serta efek dari diadakan kebijakan
diskon. Penggunaan Sitem Informasi Manajemen pada POS (menyatukan
system depan dan belakang kantor) yang sejalan dengan system SKU
akan mempercepat alur proses order barang.
Strategi-strategi yang dilakukan PT. Ramayana Lestari Sentosa,
Tbk, antara lain:
1. Mencari alternatif produk-produk yang berkualitas dengan harga yang
murah.
2. Menekan biaya opersional sehingga tidak melebihi 16% dari penjualan.
3. Mengadakan evaluasi kerja secara berkala.
4. Menutup toko yang kurang menguntungkan untuk mengurangi
kerugian.
Perkembangan teknologi memacu setiap perusahaan untuk
bersaing dalam memperebutkan pasar. Persaingan tersebutlah yang
membuat setiap perusahaan berinovasi dalam menerapkan strategi
pemasarannya, misalnya dengan menggunakan strategi Komunikasi
Pemasaran Terpadu yang diterapkan di perusahaan besar seperti PT
Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Dalam meningkatkan penjualan
Ramayana Departement Store melakukan pemberian diskon dan promosi
melalui strategi above the line seperti iklan televisi , radio, billboard.
2.3. Ruang Lingkup
Kegiatan para karyawan dan peserta prakerin didalam
melaksanakan tugas bagian dengan menggunakan shift, yaitu:
No Bagian Atau Shift Waktu Hari
1 Shift Pagi 09.00 - 17.00 Senin - Jum’at
09.00 - 19.00 Sabtu - Minggu
2 Shift Siang 13.00 - 21.00 Senin - Jum’at
11.00 - 21.00 Sabtu - Minggu
Dalam seminggu karyawan bekerja maksimal 52 jam, sedangkan
peserta prakerin hanya bekerja 48 jam yang mengacu pada point 6:1
maksudnya 6 hari (masuk) dan 1 hari (libur). Status pegawai di PT.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 12
DEWI SARTIKA BOGOR
Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor antara lain terdiri dari:
Pegawai tetap dan Pegawai kontrak. Kedisiplinan kerja sangat utama
dalam menjalani keseimbangan antara peningkatan karyawan dan
karyawati dengan kemajuan toko dan pendidikan atau pelatihan tersebut.
2.4. Struktur Organisasi PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk
Gambar 1. Struktur Organisasi PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk
2.5. Job Description (Pembagian Tugas Kerja)
Pada intinya pembagian tugas di PT. Ramayana Lestari Sentosa,
Tbk Dewi Sartika Bogor dari mulai kepala toko, kasir, DC, security dan
SPG/SPB sama saja. Perbedaannya hanya pada kegiatan kerja yang
dilaksanakan sesuai bidangnya.
Dibawah ini terdapat beberapa tugas dari masing-masing bidang,
antara lain:
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 13
DEWI SARTIKA BOGOR
1. Kepala Toko
1) Melakukan briefing rutin dengan seluruh karyawan toko mengenai
target omzet perhari, pencapaian target kemarin dan berapa sisa
yang harus dicapai
2) Mengorganisir dan memotivasi bawahannya untuk mencapai tujuan
operational toko yang telah ditentukan oleh perusahaan.
3) Membina seluruh karyawan tokonya untuk mengembangkan karier
dalam mencapai tujuan perusahaan
4) Merekomendasikan bawahannya untuk dipromosikan sesuai
dengan prestasi kerjanya setelah melalui pertimbangan yang
matang
5) Membuat laporan-laporan tentang hal-hal yang menyangkut
kelancaran operational toko kepada atasannya.
2. Kasir Operasional
1) Bertanggung jawab terhadap toko dan kunci brankas.
2) Menghitung uang brankas dua kali sehari
3) Mempersiapkan modal dan pinjaman kassa dua kali sehari
4) Menghitung uang omzet setoran kemarin
5) Mengerjakan laporan penjualan
3. DC (Distributor Center)
1) Membersihkan dan merapikan perlengkapan kerja dan ruang
gudang setiap harinya
2) Membaca pesan yang ada dalam buku komunikasi gudang dan
mengerjakan kembali tugas yang tertunda seperti: return,
pengeluaran barang ke counter
3) Mempersiapkan perlengkapan kerja gudang dan merawatnya
seperti: tembakan label, tembakan name tag
4) Menerima pengiriman barang DC (distributor center) pusat yang
didampingi Kepala Toko/Kasir dengan memastikan barang yang
diterima antara dokumen dan fisik barang sama.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 14
DEWI SARTIKA BOGOR
4. Security
1) Security harus datang lebih awal,setiap hari dan pulang paling akhir
setiap harinya bersama kepala toko dan kasir
2) Melakukan obervasi keamanaan toko sebelun karyawan masuk dan
mengecek kunci-kunci rooling door serta membukanya setiap hari
3) Memutuskan toko dalam keadaan dan kondisi aman serta terkendali
dan mempersilahkan karyawan masuk counter
4) Menyerahkan kembali kunci area dalam toko kepada staff
([Link]/kasir) pada pagi hari dan malam hari setelah obervasi
5) Mengontrol keamanan karyawan sesuai posisi tugas serta
melaporkan pada staff ([Link]/kasir), bahwa toko siap dibuka
5. Sales Promotion Girl (SPG) atau Sales Promotion Boy (SPB)
SPG (Sales Promotion Girl) seorang wanita yang mempromosikan
sekaligus menjual produk tertentu dengan wajah yang menarik.
SPB (Sales Promotion Boy) seorang pria yang mempromosikan
sekaligus menjual produk tertentu dengan wajah yang menarik.
1) Membersihkan seluruh area shop front setiap pagi
2) Memberikan seluruh area counter (menyapu lantai, mengepel dan
membersihkan kaca)
3) Merapikan,dan membereskan lipatan barang di rak tengah/back
wall
4) Menata rapi atau tata letak barang counter, susunan gawang, rak
dan wagon setiap pagi, menambah gantungan barang di gawang
5) Setiap pengunjung wajib dilayani secara sopan
6) Melayani customer dengan cara memberikan informasi mengenai
barang baru, sedang trend, barang murah dan fasilitas discount
sampai merasa tertarik untuk berbelanja
7) Memeriksa stock barang di counter, selain stock barang, mengisi
kartu stock setiap hari supaya barang yang ada selalu terkontrol
dari kehilangan
8) Memeriksa address card apakah sudah sesuai dengan harga
barang
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 15
DEWI SARTIKA BOGOR
9) Melakukan administrasi counter dan cek SKU pada label barang
10) Mengetahui barang yang laku dan tidak laku dicounter
11) Mengeluarkan stock barang digudang
12) Bertanggung jawab terhadap target yang diberikan
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 16
DEWI SARTIKA BOGOR
BAB III
PEMBAHASAN KEGIATAN
3.1. Standar Pelayanan
Banyak sekali pertanyaan yang sering tidak bisa di jawab oleh
seorang pramuniaga (Sales Associate) tentang tugas tugas mereka,
apalagi bagi mereka yang baru lulus sekolah dan ingin menjadi seorang
Sales Promotion Girl (SPG), Sales Promotion Boy (SPB) ataupun Sales
Associate (SA).
3.2. Fungsi, Tanggung Jawab, Wewenang dan Larangan
3.2.1. Fungsi
Adapun Fungsi dari Seorang Pramuniaga Toko didalam penjualan
maupun penawaran suatu produk, antara lain:
1) Secara Umum
Membantu koordinator dan supervisor dalam mengelola merchandise/
barang dagangan di counter (area penjualan).
2) Secara Khusus
1. Membentuk kepercayaan pelanggan terhadap performance
perusahaan (toko) dan kualitas barang yang dijual;
2. Menebak kebutuhan pelanggan dan membantu memilihkan barang
yang sesuai dengan apa yg di inginkan konsumen;
3. Menjawab pertanyaan pelanggan dan melayani complain dari
pelanggan dengan baik;
4. Menginformasikan kualitas barang sampai dengan cara
perawatannya kepada pelanggan dan Melaksanakan Standar
layanan pramuniaga dengan baik.
3.2.2. Tanggung Jawab
Adapun Tanggung Jawab dari Seorang Pramuniaga Toko didalam
penjualan maupun penawaran suatu produk, antara lain:
1. Mencapai produktivitas kerja yang maksimal;
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 17
DEWI SARTIKA BOGOR
2. Mencapai Target Sales;
3. Menjaga Tingkat Shrinkage (angka kehilangan barang);
4. Melakukan upaya preventive untuk menanggulangi bahaya kebakaran;
5. Memberi informasi yang benar kepada pelanggan secara bijak;
6. Menjaga kebersihan Area Penjualan dan merchandise.
3.2.3. Wewenang
Adapun Wewenang dari Seorang Pramuniaga Toko didalam
penjualan maupun penawaran suatu produk, antara lain:
1. Mengusulkan pembaharuan sistem kerja, penataan dan pemajangan
barang yang siap dijual
2. Meminta nasehat, petunjuk dan bimbingan dari atasan dan atau rekan
kerja
3. Meminta fasilitas yang dapat memperlancar pekerjaan dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
3.2.4. Larangan bagi Pramuniaga
Adapun Larangan dari Seorang Pramuniaga Toko, antara lain:
1. Menilai dan menghakimi pelanggan;
2. Berdebat dengan pelanggan;
3. Acuh tak acuh kepada pelanggan;
4. Bergerombol dan ngobrol berlama - lama di area kerja;
5. Membiarkan pelanggan menunggu terlalu lama;
6. Berjalan beramai-ramai di area penjualan saat jam buka toko;
7. Meletakkan tangan di di saku atau di belakang punggung saat melayani
8. Menjanjikan "sesuatu" kepada pelanggan;
9. Meninggalkan counter tanpa ijin;
10. Makan-minum, terima telp lewat HP discounter;
11. Melakukan transaksi di luar kassa;
12. Bersandar, Jongkok dengan tidak sopan, bertopang dagu, dan
menguap di area penjualan saat melayani pelanggan
3.3. Kegiatan Pramuniaga
3.3.1. Sebelum Buka Toko
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 18
DEWI SARTIKA BOGOR
Adapun kegiatan Seorang Pramuniaga sebelum membuka toko,
antara lain:
1. Membersihkan area penjualan;
2. Merapihkan, menyusun, dan memajang barang;
3. Memeriksa kebersihan Fixture dan area penjualan laninnya;
4. Memeriksa kelengkapan label harga;
5. Memeriksa persediaan barang / stock barang;
6. Memperhatikan pengumuman dan acara promosi;
7. Mengikuti meeting atau pengarahan;
8. Mengenakan semua perlengkapan kerja
3.3.2. Selama Operasional Toko
Adapun kegiatan Seorang Pramuniaga selama toko beroperasi/
buka, antara lain:
1. Menyambut pelanggan dengan senyuman dan sapaan yang ramah;
2. Menjaga dan merapihkan barang yang di jual;
3. Mengisi kembali barang yang telah di jual;
4. Mengambil alih tugas teman yang sedang cuti / off / sakit;
5. Mengucapkan terima kasih kepada pelanggan;
6. Menjaga keamanan barang yang di jual;
7. Menjaga kebersihan area penjualan.
3.3.3. Menjelang Tutup Toko
Adapun kegiatan Seorang Pramuniaga menjelang menutup toko,
antara lain:
1. Mengucapkan sapaan selamat malam dan terima kasih, Silahkan
datang kembali kepada pelanggan;
2. Menutup barang barang jualan dengan kain penutup;
3. Memastikan area penjualan tetap bersih;
4. Memastikan area penjualan aman dari bahaya kebakaran;
5. Mengikuti pengarahan dari atasan
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 19
DEWI SARTIKA BOGOR
3.4. Performance Appraisal (PA)
Performance Appraisal (PA) adalah suatu penilaian atas kinerja
seseorang yang dilaksanakan secara sistematis dan terukur dalam suatu
periode tertentu yang bertujuan untuk dapat menilai serta memberikan
evaluasi secara objektif.
Fungsi Performance Appraisal (PA)
Adapun fungsi dari suatu penilaian atas kinerja seseorang, antara
lain:
1. Merupakan indikator pencapaian hasil kerja pramuniaga setiap periode;
2. Merupakan sarana Evaluasi dan perbaikan serta peningkatan kinerja;
3. Merupakan media identifikasi kebutuhan pelatihan;
4. Merupakan dasar perencanaan dan pengembangan karir;
5. Merupakan dasar pengambilan keputusan tertentu oleh pihak
manajemen
3.5. Pembagian Tugas Peserta Prakerin
Adapun kegiatan atau tugas yang kami laksanakan selama prakerin
di PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor, yaitu: 1)
Merapihkan pakaian, 2) Melayani Customer, 3) Customer Service, dan 4)
Steamer.
Ulasan Tentang kegiatan kerja yang dijadikan tempat praktik antara
lain merapihkan barang yang sudah dipajang digawang, rak dan meja agar
terlihat rapi dan menarik, melayani pelanggan dan selalu berupaya untuk
bisa merespon apa yang di inginkan oleh pelanggan sehingga pelanggan
merasa puas, merapikan area yang kotor dan merapikan barang yang
kusut/ kurang rapi pada saat akan dipajang dengan menggunakan alat
yang sering disebut steamer.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 20
DEWI SARTIKA BOGOR
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kegiatan Praktik Kerja Industri merupakan kegiatan yang sangat
bermanfaat bagi siswa dan siswi, dan dapat mengenal lebih jauh
bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai keahlian masing-masing siswa.
Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai kegiatan bidang usaha
dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar
kompetensi yang akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan
[Link] dunia usaha dibutuhkan kedisiplinan yang cukup baik,
instansi-instansi biasanya memerlukan karyawan yang disiplin, terampil,
rajin dan cerdas.
Pada Praktik Kerja Industri ini diperlukan keahlian yang
[Link] penulis melaksanakan Prakerin (Praktik Kerja Industri) di
PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor, penulis merasa
bangga bisa mendapatkan Ilmu yang belum pernah penulis dapatkan
sebelumnya serta memperoleh banyak [Link] lain Prakerin
(Praktik Kerja Industri) adalah menambah wawasan yang luas bagi siswa
dan siswi, terutama dalam bidang yang di tempatinya.
4.1.1. Manfaat Yang Didapat
Manfaat yang didapat selama prakerin di PT. Ramayana Lestari
Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor yaitu:
1. Mendapatkan tambahan ilmu tentang dunia kerja yang belum kami
dapatkan disekolah
2. Dapat mempraktikan apa yang kami pelajari disekolah
3. Mendapatkan pengalaman bagaimana bekerja disebuah perusahaan
4. Dapat merasakan pentingnya kedisiplinan,baik disiplin waktu maupun
disiplin kerja
4.1.2. Hambatan Yang Dihadapi
Hambatan yang dihadapi selama prakerin di PT. Ramayana Lestari
Sentosa, Tbk Dewi Sartika Bogor yaitu:
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 21
DEWI SARTIKA BOGOR
1. Pembekalan kepada peserta PSG kurang maksimal
2. Keterbatasan pengetahuan peserta dalam proses Prakerin di DU/DI
3. Kondisi mendukung dan tidak stabil dalam kelangsungan PSG
4.2. Saran
Saran penulis ditujukan kepada pihak sekolah dan pihak instansi
yang telah membantu penulis menyelesaikan Praktik Kerja Industri
(Prakerin) ini dengan baik dan lancar.
4.2.1. Sekolah
Penulis mengharapkan agar pihak sekolah lebih memperhatikan
kesiapan siswa/ siswinya serta memberikan kesempatan kepada guru-guru
untuk menyediakan waktunya untuk memonitoring yang bertujuan untuk
memotivasi, memberikan arahan-arahan serta perhatian kepada siswa-
siswinya yang sedang melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) hingga
masa prakerin berakhir.
4.2.2. Instansi
Semoga hubungan antar pegawai dengan siswa prakerin tetap
terjaga dan bersedia membimbing para siswa prakerin agar mendapatkan
wawasan lebih luas berkaitan dengan pekerjaan, disamping itu instansi
bersedia memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa prakerin
untuk menerapkan ilmunya yang didapatkan dari sekolah ditempat prakerin
dan memberikan informasi-informasi baru kepada siswa prakerin yang
belum dan atau tidak didapatkan siswa prakerin didunia kerja.
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 22
DEWI SARTIKA BOGOR
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
sejarah-pt-ramayana-lestari-sentosa-tbk-sejarah-singkat-pt-ramayana-
[Link]
[Link]
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 23
DEWI SARTIKA BOGOR
LAMPIRAN
PERAN DAN TUGAS SEORANG PRAMUNIAGA DI PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk 24
DEWI SARTIKA BOGOR