BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Building Information Modeling
2.1.1 Definisi BIM
BIM adalah pengembangan model untuk mensimulasikan berbagai tahap
pada proyek dan didasarkan pada teknologi komputer dan perangkat lunak. setiap
pengguna diizinkan untuk mengakses dan memasukkan informasi yang
meningkatkan informasi mengenai model (Azhar et al. 2012).
Eastman et al., (2008) BIM merupakan salah satu perkembangan yang paling
menjajikan dalam industri arsitektur, rekayasa dan konstruksi (AEC). Dengan
teknologi BIM, model virtual yang akurat mengandung geometri yang tepat dan
data relavan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan konstruksi, fabrikasi, dan
pengadaan yang diperlukan untuk mewujudkan bangunan.
Meningkatkan teknologi dengan kecepatan dan ketepatan dalam industri
konstruksi. BIM adalah proses di mana representasi digital dari elemen-elemen
konstruksi dibangun, dianalisis, didokumentasikan, dievaluasi secara virtual, dan
dikembangkan hingga model akhir didokumentasikan. BIM adalah database
raksasa untuk proyek yang berisi semua informasi untuk manajemen konstruksi
seperti estimasi biaya, jadwal, perubahan pesanan, dan dokumen konstruksi
sebelum tahap konstruksi (Yalcinkaya & Arditi, 2013).
2.1.2 Keuntungan Menggunakan BIM
BIM memiliki banyak keunggulan. Menurut Becerik et al. (2013);
keunggulan dari BIM memunculkan kemudahan di mana pengguna dapat memilih
materi yang relevan dan meninggalkan yang tidak relevan, mengurangi pemborosan
waktu dan sumber daya, memfasilitasi komunikasi dan mudah diatur. Serta,
memiliki kualitas yang baik. Kymmell et al (2008) bahwa BIM menguntungkan
karena alat-alatnya meminimalkan kesalahan selain hilangnya data dalam proyek.
Memiliki fitur visual yang mudah dikelola. Software-software ini juga ideal ketika
ada kebutuhan untuk mendeteksi defect dalam struktur (Azhar, 2012).
5 Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
6
Menurut Azhar et al (2012), BIM lebih dapat diandalkan ketika ada
kebutuhan untuk mendapatkan data keuangan yang jujur, penawaran pemasaran
bersama mengakses data mengenai proyek dengan mudah. Desainer memperoleh
struktur visual model yang lebih baik untuk menggabungkan fitur virtual ketika
memeriksa beberapa fitur. Fase ini juga diinginkan karena dimungkinkan untuk
menghasilkan dokumen dengan cara yang lebih cepat dan lebih efektif. Oleh karena
itu, manajer konstruksi dapat mengakses berbagai data dalam fase sebelumnya
dengan biaya yang bersahabat.
2.2 Tingkat Pengembangan (LOD) di BIM
LOD dalam BIM mewakili tingkat presisi model, digunakan untuk mengukur
tingkat layanan yang diperlukan. LOD berkisar dari LOD-100 hingga LOD-500
(Panduan Belgia untuk Industri konstruksi, 2015)
2.2.1 LOD-100 (Desain Konseptual)
Pada tahap ini, dimungkinkan untuk membuat hanya model konseptual 3-D
yang menunjukkan parameter dasar seperti lokasi, orientasi, luas, tinggi, dan
volume (Panduan Belgia untuk Industri konstruksi, 2015)
2.2.2 LOD-200 (Desain Skema)
Pada LOD 200, model dibuat dengan jumlah kasar, lokasi, bentuk, ukuran
dan orientasi. Informasi non-geometris juga dapat ke elemen model. (Panduan
Belgia untuk Industri konstruksi, 2015)
2.2.3 LOD-300 (Desain Detail)
Objek memiliki pemodelan dan susunan geometris yang akurat, dengan
kuantitas, lokasi, ukuran, bentuk, dan orientasi yang tepat. Disini juga informasi
non-geometris ke elemen model dapat dilampirkan. Tugas kolaborasi lebih lanjut
seperti deteksi clash dan koordinasi juga dapat dilakukan (Level of Development
(LOD) Spesifikasi Bagian I, 2018).
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
7
2.2.4 LOD-350 (Dokumentasi Konstruksi)
Model LOD-350 memiliki ilustrasi geometris yang tepat dengan berbagai
sistem dan komponen bangunan lainnya. LOD-300 dengan tambahan informasi
akan membentuk LOD-350, lebih mudah dikembangkan daripada LOD-400, tetapi
menyediakan informasi lebih dari LOD-300 (Level of Development (LOD)
Spesifikasi Bagian I, 2018).
2.2.5 LOD-400 (Fabrikasi & Perakitan)
Ketika mendetail, perakitan, fabrikasi dan informasi pemasangan
digabungkan ke LOD-350, maka terbentuklah model LOD-400. Model ini dapat
dilampirkan dengan informasi non-geometris. Model ini dapat digunakan untuk
penjadwalan konstruksi (Level of Development (LOD) Spesifikasi Bagian I, 2018).
2.2.6 LOD-500 (As-Built)
Elemen-elemen dimodelkan sesuai dengan yang telah dibangun dilapangan,
seperti lokasi, ukuran, bentuk, jumlah dan orientasi. (Level of Development (LOD)
Spesifikasi Bagian I, 2018).
2.3 Dimensi BIM
Bentuk dari objek yang akan dimodel terdapat beberapa jenis dimensi dalam
Building information Modeling (BIM) antara lain:
2.3.1 2-D (Rencana Implementasi)
Dalam model BIM 2-D semuanya diwakili oleh garis dan dua dimensi
membutuhkan lebar dan tinggi. Seperti gambar potongan yang lebih jelas dalam
bentuk 2D dengan sumbu x dan sumbu y.
2.3.2 3-D (Model informasi bersama)
Penambahan sumbu y ke model 2-D membuat model menjadi model 3-D.
Model 3-D direpresentasikan dalam sumbu X, Y, dan Z, yang membantu
representasi digital dari desain atau kondisi yang ada. Elemen model 3-D dan data
yang digunakan selama fase desain dan dokumentasi.
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
8
2.3.3 4-D (Urutan konstruksi)
Dimensi keempat menyampaikan informasi kepada semua pihak yang terlibat
dalam lingkup kerja. Informasi yang disampaikan adalah jadwal pelaksanaan
(scheduling) secara cepat dan efektif, sehingga dapat terlihat bagaimana suatu
bangunan hari demi hari terbangun.
2.3.4 5-D (Penentuan Biaya)
Dimensi kelima yang ditambahkan ke model 4D-BIM adalah biaya. Model
3D-BIM memiliki semua informasi geometris yang diperlukan untuk mengetahui
jumlah material. Model 4D-BIM memiliki semua kegiatan yang diperlukan untuk
menyelesaikan proyek. Dengan memasukkan jumlah biaya ke model 4D-BIM dan
dengan menetapkan biaya aktual untuk bahan, peralatan, dan tenaga kerja.(Eastman
et. Al., 2011).
Mitchell (2013) mendefinisikan bahwa keuntungan paling penting yang
ditawarkan oleh BIM pada 5D adalah mendapatkan data otomatis dari model, yang
meningkatkan produktivitas dan menghilangkan sejumlah besar kesalahan.
Visualisasi model yang lebih baik, tampilan 3D mengoptimalkan pemahamannya
dan memberikan detail yang lebih akurat dan kemungkinan untuk menghubungkan
model 3D dengan software tertentu menawarkan peluang untuk membuat estimasi
tak berujung ketika model tersebut dimodifikasi.
Model 5D-BIM yang dihasilkan dapat digunakan oleh para profesional
konstruksi untuk memberikan keputusan yang lebih cepat tentang biaya proyek,
yang memungkinkan perancang untuk menyesuaikan desain proyek agar sesuai
dengan anggaran. Model 5D-BIM dapat memberikan pemilik dan tim desain
transparansi yang lebih besar dalam melihat anggaran kontraktor, membangun
kepercayaan dalam suatu proyek. (Smith, 2014).
Menurut McCuen (2008) estimator dengan pemahaman BIM yang memadai
dapat mengambil manfaat dari fungsi BIM 5D dan kuantifikasi otomatis, dengan
membuat estimasi lebih cepat.
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
9
2.3.5 6-D (Keberlanjutan)
Analisis konsumsi energi dapat dilakukan dengan bantuan model 6-D. Hasil
yang akurat dan lengkap dapat diperkirakan sebelum desain.
2.3.6 7-D (Manajemen Fasilitas)
7-D BIM digunakan untuk pemeliharaan dan pengoperasian fasilitas selama
siklus hidup. Ini digunakan untuk melacak data seperti spesifikasi, data garansi,
status komponen dll.
2.4. Manfaat BIM bagi pihak Konstruksi
Eastman et al (2011) dan Reddy, (2011) merangkum manfaat BIM berikut
untuk pemilik proyek:
Penilaian desain awal untuk memastikan persyaratan proyek terpenuhi.
Simulasi kinerja bangunan meningkatkan prediktabilitas kinerja bangunan
yang mendukung evaluasi pasca pekerjaan.
Biaya yang lebih dapat diprediksi mengurangi jumlah permintaan perubahan
yang menghasilkan pengurangan risiko keuangan.
Peningkatan pemasaran proyek dengan mengadopsi rendering 3D dan
animasi berjalan.
Satu sumber informasi proyek dalam satu file untuk mendukung manajemen
fasilitas setelah pendudukan.
Sebaliknya, Kymmel (2008) mengidentifikasi manfaat utama BIM untuk perancang
dan insinyur proyek sebagai:
Peningkatan kualitas input dari pemilik proyek yang memfasilitasi desain
yang lebih baik dengan analisis teliti model digital dan produksi simulasi visual.
Prediktabilitas kinerja lingkungan yang lebih baik dengan memasukkan fitur
keberlanjutan awal ke dalam desain bangunan untuk memungkinkan prediksi
kinerja lingkungannya.
Kepatuhan kode yang lebih baik melalui pemeriksaan visual dan analitis.
Analisis awal model mengidentifikasi potensi masalah desain, konstruksi dan
pekerjaan jauh lebih awal sehingga perubahan dapat berdampak lebih kecil pada
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
10
proyek itu sendiri.
Produksi lebih cepat dari shop drawing atau fabrikasi
Selain itu, (Azhar et al., 2011) mengakui dampak BIM pada indikator kinerja
kontraktor dan mengidentifikasi manfaat berikut:
Profitabilitas tinggi;
Layanan pelanggan yang lebih baik;
Kompresi biaya dan jadwal;
Kualitas produksi yang lebih baik;
Pengambilan keputusan lebih terinformasi; dan
Perencanaan dan manajemen keselamatan yang lebih baik
2.5 Alat Perangkat Lunak Studi Kasus Terpilih
2.5.1 Autodesk Revit
Autodesk Revit merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Autodesk yang
dapat dipergunakan untuk desain bangunan. perangkat lunak yang membantu
memodelkan informasi konstruksi gedung, arsitek, structural serta MEP dengan
metode pemodelan Building Information Modeling (BIM).
Menurut aniendhita R.A., dalam model Revit, setiap halaman gambar, 2D
maupun 3D, dan pendjadwalan adalah presentasi dari setiap informasi database
model bangunan yang sama, seperti penggambaran dan penjadwalan. Revit
structure dapat mengkoordinasikan kesemua pihak yang terlibat dalam suatu
konstruksi mengenai informasi yang bersangkutan dalam proyek tersebut, setiap
perubahan yang terjadi didalam gambar, penjadwalan, gambar potongan, dan
perencanaan akan terupdate secara otomatis.
2.5.2 Autodesk Navisworks
Autodesk Navisworks Manage adalah aplikasi perangkat lunak menyediakan
solusi ulasan proyek yang komprehensif mendukung koordinasi, analisis, dan
komunikasi niat desain dan konstruksi. Ini memungkinkan integrasi data desain
multidisiplin dibuat dalam desain BIM yang berbeda aplikasi ke model proyek
tunggal. Ini juga menyediakan manajemen gangguan dan fungsi deteksi benturan
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
11
untuk mengantisipasi dan menghindari masalah potensial dalam proyek yang pada
akhirnya dapat meminimalkan penundaan dan pengerjaan ulang. Selain itu
mendukung simulasi dan analisis 4D dan 5D dengan menggabungkan model
parametrik dengan jadwal dan biaya proyek (Autodesk, 2012).
2.6 Manajemen Proyek
Manajemen proyek ialah mengolah semua kegiatan dalam konstruksi untuk
mewujudkan suatu produk yang diinginkan dengan memperhatikan perencanaan,
pelaksanaan, serta pengendaliannya terhadap biaya, mutu, dan waktu. Untuk
memperoleh batasan-batasan yang sesuai, maka diperlukan biaya dan sistem
manajemen yang baik agar dapat mengelola suatu proyek dari tahap perencanaan
hingga bangunan jadi (C. Hendrickson, 2000).
Seni dalam mengarahkan dan mengkoordinasi manusia dan sumber daya
material selama proyek berjalan dengan menggunakan teknik manajemen modern
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu dalam ruang lingkup, biaya,
waktu, kualitas, dan kepuasan konsumen (C. Hendrickson, 2000).
Manajemen proyek konstruksi pada umumnya lebih dikenal triple contrain
meliputi biaya, waktu dan mutu serta manajemen terhadap material dan tenaga
kerja. Manajemen tenaga kerja sangat diperhitungkan. Hal ini disebabkan
manajemen tenaga kerja sebesar 80% dari rencana kerja proyek termasuk
pengendalian biaya dan waktu proyek. Sisanya 20% merupakan manajemen
perencanaan(Farras, 2019) Adapun fungsi manajemen konstruksi yaitu :
1. Sebagai Quality Control sehingga menjaga mutu dan kualitas agar
berkesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan.
2. Mengatasi masalah yang terjadi di lapangan dengan waktu yang terbatas.
3. Membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan agar dapat mendata
progress pelaksanaan dilapangan.
4. Melakukan evaluasi agar dapat dijadikan tindakan dalam pengambilan
keputasan terhadap masalah-masalah yang timbul di lapangan.
5. Fungsi adanya manajemen di lapangan agar dapat mengetahui perfoma
dari pelaksanaan konstruksi tersebut.
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020
12
2.7 Rencana Anggaran Biaya
Rencana anggaran Biaya (RAB) adalah proses perhitungan suatu object
konstruksi berdasarkan volume quantity yang diberi harga berdasarkan jenis
material dan kesulitan dalam proses pekerjaannya berdasarkan data-data yang ada
seperti gambar kerja.
Anggaran biaya adalah harga dari bangunan yang akan dihitung dengan teliti,
cermat dan memenuhi syarat. Anggaran biaya pada bangunan yang akan memiliki
perbedaan di setiap daerah. Hal ini disebabkan oleh harga dan upah tenaga kerja
.(H. Bachtiar Ibrahim, 1993).
Dalam perencanaan, seorang perencana wajib memahami keseluruhan dalam
konstruksi, biaya konstruksi yang dikeluarkan dipengaruhi oleh bahan dan alat yang
akan digunakan(Farras, 2019). Hal lain yang ikut mengkontribusi biaya adalah :
1. Material atau bahan
2. Produktivitas tenaga kerja
3. Ketersediaan peralatan
4. Menghitung besarnya overhead
5. Menghitung besarnya pajak
6. Biaya perizinan
Universitas Internasional Batam
Ferry, Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek Pembangunan Workshop
(Studi Kasus : proyek Pembangunan Workshop Kapal di Sekupang
UIB Repository©2020