PROGRAM KEGIATAN MGMP
GURU MATA PELAJARAN IPA, IPS , DAN MATEMATIKA DAN BAHASA ARAB
DALAM RANGKA MENSUKSESKAN KEGIATAN
KSM (KOMPETISI SAINS MADRASAH)
MTs AL AMANAH KOTA BANDUNG
TP 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
mempersyaratkan guru untuk : (i) memiliki kualifikasi akademik minimum S1/D4;, (ii);
memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional; dan (iii) memiliki sertifikat pendidik. Dengan
berlakunya Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat
bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan, penulisan karya
ilmiah, pertemuan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dengan demikian
MGMP memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan profesional guru.
Untuk mewujudkan peran MGMP di MTs AL AMANAH dalam pengembangan
profesionalisme guru, maka peningkatan kinerja musyawarah guru mata pelajaran
(MGMP) merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja MGMP, antara lain melalui
berbagai pelatihan instruktur dan guru inti, peningkatan sarana dan prasarana, dan
peningkatan mutu manajemen MGMP. Namun demikian, berbagai indikator mutu
pendidikan belum menunjukkan peningkatan kinerja MGMP yang berarti.
Berdasarkan masalah ini, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai
rendahnya kinerja MGMP di MTs AL AMANAH. Dari berbagai pengamatan dan analsis,
sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan kinerja MGMP tidak mengalami
peningkatan secara merata.
Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan MGMP di MTs AL AMANAH
masih menggunakan pendekatan education production function atau input-output
analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa
MGMP berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan)
yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka Mts AL Amanah ini akan
menghasilkan output yang dikehendaki. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila
input MGMP seperti pelatihan guru dan perbaikan sarana dan prasarana lainnya
dipenuhi, maka peningkatan kinerja MGMP (output) secara otomatis akan terjadi.
Dalam kenyataan, peningkatan kinerja MGMP yang diharapkan tidak terjadi.
Mengapa? Karena selama ini dalam menerapkan pendekatan education production
function terlalu memusatkan pada input pendidikan dalam hal ini guru yang mengikuti
kegiatan MGMP dan kurang memperhatikan pada proses kinerja. Padahal, proses
kinerja sangat menentukan output kegiatan MGMP.
Faktor kedua, penyelenggaraan MGMP yang dilakukan MTs Al-AMANAH masih
belum dapat melepaskan dari sistem birokrasi, sehingga menempatkan MGMP sebagai
wadah pengembangan profesionalisme guru masih tergantung pada keputusan
birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan
yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kebutuhan guru setempat.
Dengan demikian MGMP kehilangan kemandirian, motivasi dan insiatif untuk
mengembangkan dan memajukan MTs AL AMANAH termasuk peningkatan
profesionalisme guru sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan
nasional.
Faktor ketiga, akuntabilitas kinerja MGMP di MTs AL AMANAH selama ini belum
dilakukan dengan baik. Pengurus MGMP tidak memiliki beban untuk
mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan kegiatannya kepada sesama rekan guru,
pimpinan madrasah, dan masyarakat.
Faktor keempat, belum adanya panduan/petunjuk kegiatan kelompok kerja
yang jelas untuk dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dan pengurus MGMP di MTs
MTs AL AMANAH dalam melakukan aktivitas kelompok kerja atau musyawarah kerja.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut di atas, tentu saja perlu
dilakukan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah melakukan revitalisasi
penyelenggaraan MGMP MTs AL AMANAH melalui penyusunan panduan
penyelenggaraan MGMP dalam bentuk (1) Buku Standar Pengembangan MGMP dan
(2) Buku Standar Operasional Pelaksanaan MGMP. Diharapkan dengan adanya
panduan pelaksanaan MGMP ini kegiatan-kegiatan musyawarah kerja mata pelajaran
di MTs AL AMANAH dapat lebih terarah dan dapat dijadikan wadah untuk
pengembangan profesionalisme guru secara mandiri dan berkelanjutan.
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
9. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Guru;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi
bagi Guru dalam Jabatan;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Satuan Pendidikan;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah;
18. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Konselor;
19. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus;
20. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2008 tentang Standar
Sarana dan Prasarana SDLB, SMPLB, dan SMALB;
21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan;
22. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja
Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja
Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan;
23. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan
Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan
dan/atau Bakat Istimewa;
24. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya;
25. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program
Induksi bagi Guru Pemula;
26. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan
Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah;
27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
31. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan.
C. Tujuan MGMP
Adapun tujuan MGMP yang dilakukan di MTs AL AMANAH adalah untuk :
1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru MTs AL AMANAH dalam berbagai hal,
khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran yang berkesinambungan
atau beririsan satu sama lain dengan mata pelajaran yang lain
2. Memberi kesempatan kepada anggota musyawarah kerja untuk berbagi
pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik khususnya dengan
adanya MGMP dari mata pelajaran penunjang KSM (Kompetisi Sains Madrasah)
yaitu mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika yang beririsan dengan mata pelajaran
Bahasa Arab yang ada di MTs Al Amanah.
3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya mengenai pembahasan
materi atau soal soal penunjang KSM yang menggunakan Bahasa Arab .
4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan
pemecahan soal KSM di madrasah.
5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja
(meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan
profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di
tingkat MGMP.
6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari
peningkatan hasil belajar peserta didik.
7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP.
D. Tantangan
Tantangan yang di hadapi MTs Al Amanah dalam pengembangan SDM ini adalah:
1. Susahnya mencari dan mencetak yang berkualitas untk menjadi untuk perserta KSM
2. Perlu lebih konsen untuk menumbuhkan bibit unggul melalui adanya
ekstrakulikuler yang menunjang ketersediaan bibit unggulan KSM
BAB II
PENGEMBANGAN SDM
A. Pengembangan SDM Melalui MGMP
Dalam pengembangan SDM di MTs AL AMANAH melalui standar pengembangan MGMP
bertujuan untuk :
1. MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) adalah forum/wadah kegiatan
profesional guru mata pelajaran pada MTs AL AMANAH yang berada di Kecamatan
Babakan Ciparay
2. MGMP guru Mata Pelajaran KSM adalah kumpulan dari kegiatan MGMP sekarang.
1. Program adalah rencana kegiatan MGMP yang mencakup jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang.
2. Pengelolaan adalah proses pelaksanaan program MGMP.
3. Sarana dan prasarana adalah fasilitas fisik untuk menunjang MGMP
4. Guru inti adalah pembimbing/narasumber/tutor/pengajar dalam kegiatan KSM
dari guru mata pelajaran yang di kompetisikan yaitu mata pelajaran IPA, IPS, MTK
yang beririsan dengan Bahasa Arab
5. Pembiayaan adalah dana yang digunakan untuk kegiatan MGMP
BAB III
STANDAR PENGEMBANGAN MGMP
A. Standar Pengembangan SDM Melalui MGMP
1. Standar Program
Program MGMP diketahui oleh Kepala Madrasah dan Komite sekolah .
Program MGMP terdiri dari program rutin dan program pengembangan.
Program rutin sekurang-kurangnya terdiri dari:
a. Diskusi permasalahan dalam menghadapi soal soal KSM yang menggunakan
Bahasa arab
b. Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi KSM
Program pengembangan dapat dipilih sekurang-kurangnya tiga dari
kegiatan-kegiatan berikut:
a. diskusi
b. Forum MGMP MTs Al Amanah Guru Mapel KSM
c. Kompetisi kinerja guru
d. Peer Coaching (Pelatihan sesama guru menggunakan media ICT)
e. Lesson Study (kerjasama antar guru untuk memecahkan masalah
pembelajaran)
B. Standar Organisasi
Anggota MGMP terdiri dari Guru Mapel KSM yaitu Guru Mata Pelajaran IPA , Guru
Mata Pelajaran IPS , Guru Mata Pelajaran Matematika , dan Guru Mata Pelajaran
Bahasa Arab
C. Standar Pengelolaan
1. Pengelolaan keseluruhan program MGMP menjadi tanggung jawab anggota MGMP
2. Guru membuat proposal kegiatan yang meliputi : perencanaan, pelaksanaan,
pembiayaan, dan pelaporan kegiatan.
3. Pengurus memantau dan mengevaluasi kegiatan.
D. Standar Sarana dan Prasarana
1. Sarana dan prasarana yang tersedia di MTS Al Amanah setiap MGMP sekurang-
kurangnya adalah:
a. Ruang/Gedung untuk kegiatan MGMP
b. Komputer/ Laptop
c. Media Pembelajaran
d. Buku / soal soal KSM
E. Standar Pembiayaan
1. Sumber Dana kegiatan MGMP dapat terdiri dari:
a. Iuran anggota/madrasah
b. Hasil kerjasama guru dan madrasah
2. Dana MGMP hanya dapat digunakan untuk membiayai:
a. Program rutin
b. Program pengembangan
3. Pertanggungjawaban keuangan MGMP mengacu pada sistem pelaporan keuangan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku
BAB IV
PENUTUP
Program pengembangan SDM melalui MGMP disusun untuk meningkatkan kinerja
MGMP MTs Al Amanah sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru.
Jika standar pengembangan ini dipenuhi maka diharapkan MGMP di MTs Al Amanah
menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan profesionalisme guru atau dengan
kata lain MGMP diharapkan menjadi gugus kendali mutu pembelajaran dalam rangka
peningkatan mutu guru secara berkelanjutan (continuous professional development atau
continuos quality improvement) dan menjadi wadah untuk saling mendukung dan
membantu dalam memecahkan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran terutama
untuk menunjang kegiatan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) yang erat kaitannya satu
sama lain antara guru mata pelajaran yang di ujikan dan guru Bahasa terutama Bahasa
arab.