0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan3 halaman

Membangun Budaya BerAKHLAK ASN

Dokumen tersebut merangkum upaya Sujono dalam membangun budaya BerAKHLAK sebagai ASN di tempat kerja. Upaya tersebut meliputi penerapan pelayanan prima dengan menerapkan 5S dan survei kepuasan masyarakat, menjadi akuntabel dengan memiliki integritas tinggi, mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan, serta membangun kerjasama yang sinergis antar rekan kerja dan instansi lain.

Diunggah oleh

Sujono Jono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan3 halaman

Membangun Budaya BerAKHLAK ASN

Dokumen tersebut merangkum upaya Sujono dalam membangun budaya BerAKHLAK sebagai ASN di tempat kerja. Upaya tersebut meliputi penerapan pelayanan prima dengan menerapkan 5S dan survei kepuasan masyarakat, menjadi akuntabel dengan memiliki integritas tinggi, mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan, serta membangun kerjasama yang sinergis antar rekan kerja dan instansi lain.

Diunggah oleh

Sujono Jono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Sujono

Asal : Kabupaten Majalengka


Angkatan :3
Kelompok :1
NDH : 19
Agenda : 2 (Nilai-Nilai Dasar PNS)
Tugas Pembelajaran : hari ke 6

PERSONALIZING VALUES

Merancang upaya membangun budaya BerAKHLAK dalam melaksanakan tugas sehari-


hari sebagai seorang ASN yang professional ditempat bekerja.
1. BERiorentasi Pelayanan
“Komitmen memberikan pelayanan PRIMA demi kepuasan masyarakat”
Upaya penerapan :
 Menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun )
 Menetapkan Standar Opersaional Pelayanan (SOP)
 Melakukan Survei kepuasan masyarakat secara berkala (SMD/MMD)
 Menyediakan tempat duduk khusus untuk ibu hamil dan lansia serta ruang
menyusui

2. Akuntabel
‘Berdedikasi tinggi dan berintegritas’
Upaya penerapan :
 Membangun kepribadian yang baik melalui kegiatan spritiual keagamaan
 Menerapkan sikap disiplin
 Tidak menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi
 Merawat inventaris kantor
3. Kompeten
‘Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas’
Upaya penerapan :
 Menjadi pribadi yang mau belajar sesuai perubahan

4. Harmonis
‘Merupakan sikap saling peduli dan menghargai perbedaan”
Upaya penerapan :
 Membiasakan diri saling menghormati dan saling menghargai (Toleransi)
 Membiasakan diri memiliki sifat sopan dan santun
 Menanamkan sifat tidak sombong, sabar dan suka menolong

5. Loyal
‘Sikap berdedikasi dan mengutamakan kepentingan negara’
Upaya penerapan :
 Memahami peraturan dan melaksanakannya
 Mengikuti dan melakukan arahan yang diberikan pimpinan dengan baik

6. Adaptif
‘Merupakan sikap terus berinovasi dan antusias terhadap perubahan’
Upaya penerapan :
 Memanfaatkan tekhnologi dalam melakukan pekerjaan
 Menjadi pribadi yang supel, yaitu pribadi menyesuaikan diri dalam setiap
keadaan , luwes dan pandai bergaul

7. Kolaboratif
‘Membangun kerjasama yang sinergis’
Upaya penerapan :
 Menjalin komunikasi yang baik antara sesama rekan kerja
 Menjalin komunikasi yang baik dengan lintas sektor dan instansi lain untuk
membuka peluang kerjasama.

Common questions

Didukung oleh AI

Measures recommended for promoting a harmonious work environment include fostering mutual respect and tolerance, maintaining courteousness, and instilling humility, patience, and helpfulness among colleagues .

Public servants can effectively engage in collaborations by maintaining good communication with colleagues and other sectors or institutions to explore partnership opportunities. This can lead to synergistic teamwork and improved service delivery .

To build a respectful and caring environment, the document emphasizes practices such as mutual dignity and tolerance, courteous demeanor, avoiding arrogance, and nurturing patience and helpfulness among public servants .

Public servants can demonstrate commitment to continuous learning and competence development by being individuals who are eager to learn in response to changes, thus enhancing their capabilities and skills .

Technology plays a crucial role in cultivating an adaptive culture among public servants by enabling them to perform tasks more efficiently and stay abreast of changes, fostering a mindset of innovation and flexibility .

'Service Orientation' and 'Accountability' enhance public service performance by ensuring that public servants remain committed to delivering excellent service while being dedicated and maintaining integrity. Together, they create an environment that prioritizes citizen satisfaction and professional ethics .

The primary strategies for implementing 'Service Orientation' among public servants include adopting the 5S approach (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), establishing service operation standards (SOP), conducting regular community satisfaction surveys, and providing seating for pregnant women and the elderly, as well as breastfeeding areas .

The value of 'Loyalty' is characterized by dedication and prioritizing national interests. Public servants can embody this value by understanding and executing regulations and following leadership directions diligently .

Public servants maintain accountability by developing a good personality through religious spiritual activities, applying discipline, not using office resources for personal gain, and caring for office inventory. These practices reflect dedication and integrity .

Being 'Adaptive' involves continuous innovation and enthusiasm toward change. Practical steps include utilizing technology effectively in work tasks and being sociable, flexible, and skilled in adapting to various circumstances .

Anda mungkin juga menyukai